TESTING DAN IMPLEMENTASI SYSTEM Pemeliharaan System. Oleh:

dokumen-dokumen yang mirip
MAKALAH KONSEP DAN TEKNIK PEMELIHARAAN PERANGKAT LUNAK. NAMA : RANI JUITA NIM : DOSEN : WACHYU HARI HAJI. S.Kom.MM

A. Konsep dan Teknik Pemeliharaan Perangkat Lunak

IT Maintenance Proposal [ Client]

PEMELIHARAAN PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE MAINTENANCE)

Ibnu Muakhori, S.Kom (WA)

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

PROPOSAL PENAWARAN KONEKSI INTERNET

URGENCY MAINTAINABILTY DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Makalah Pembahasan. Untuk memenuhi Ujian Akhir Triwulan mata kuliah Sistem Informasi Manajemen. Dosen: Prof. Ir. Arif Imam Suroso, MSc

URGENSI MAINTAINABILITY DALAM SISTEM INFORMASI. Oleh : Jauhar Samudera Nayantakaningtyas (P ) Angkatan R50

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Implementasi Sistem dan Maintenace Sistem. Sistem Informasi Universitas Gunadarma 2012/2013

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

INFRASTRUCTURE SECURITY

Infrastruktur = prasarana, yaitu segala sesuatu yg merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses. Kebutuhan dasar pengorganisasian sistem

Implementasi dan Maintenance Sistem. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi Univesitas Gunadarma PTA 2015/2016

KONSEP & TEKNIK PEMELIHARAAN PERANGKAT LUNAK. Tugas ke 12 Rekayasa Perangkat Lunak

SIKLUS REKAYASA PERANGKAT LUNAK (SDLC)

Jenis Metode Pengembangan Perangkat Lunak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Disusun Oleh : Dr. Lily Wulandari

Meskipun jumlah tahapan dalam SDLC dalam berbagai litertur berbeda-beda, namun pada prinsipnya secara keseluruhan semua proses yang dilakukan sama

Green Tech Solutions

BAB II LANDASAN TEORI. yang digunakan dalam penyelesaian Tugas Akhir ini, yaitu System Development

BAB 6 METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM

STRUKTUR DAN FUNGSI PENGOLAHAN DATA

BAB III LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... xiv. DAFTAR TABEL... xvi. DAFTAR LAMPIRAN...

BAB II LANDASAN TEORI. saling terkait dan tergantung satu sama lain, bekerja bersama-sama untuk. komputer. Contoh lainnya adalah sebuah organisasi.

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENGENDALIAN PEMBANGUNAN DAERAH PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH.


BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN 1 BAB Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DAFTAR PERTANYAAN EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT KE-2 (ACQUIRE AND IMPLEMENT)

BAB II LANDASAN TEORI. untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu (Jogiyanto, 2005:1).

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vi. DAFTAR ISI... ix. DAFTAR TABEL... xii

Langkah langkah FRAP. Daftar Risiko. Risk

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.2 Identifikasi Masalah Permasalahan yang terjadi pada BengkelYamaha Surya Buana diantaranya adalah sebagai berikut :

DAFTAR ISI.. RIWAYAT HIDUP PENULIS Abstrak Abstract Lembar Pengesahan KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH..

BAB 1 PENDAHULUAN. mendapatkan informasi yang akurat, handal serta up to date, dealer selaku wakil

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang penulisan tugas akhir, identifikasi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

1. BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pendahuluan. SDLC merupakan satu aplikasi dari pendekatan sistem untuk tugas mengembangkan dan menggunakan suatu sistem berbasiskomputer

BAB I PENDAHULUAN. Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi setiap lapisan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT. SURYA TOTO INDONESIA

DAFTAR PERTANYAAN. 1. Apakah kebutuhan pemakai / end-user (dalam kasus ini divisi penjualan) telah

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi sekarang ini, kegiatan usaha

DAFTAR ISI ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... BAB 2 LANDASAN TEORI Sistem Monitoring...

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

TESTING DAN IMPLEME NTASI. Lukman Hakim SISTEM

BAB II LANDASAN TEORI

1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

1. Mana di bawah ini yang bukan termasuk dalam kelompok pengendalian umum:

Pengembangan Sistem Informasi

Hanif Fakhrurroja, MT

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI... ix. DAFTAR GAMBAR... xii. DAFTAR TABEL... xvi. DAFTAR LAMPIRAN...

Sistem Informasi SIKLUS HIDUP DAN MANFAAT SISTEM INFORMASI

PENDAHULUAN SIKLUS HIDUP SISTEM. Tahap-tahap Siklus Hidup. Pengelolaan Siklus Hidup

DAFTAR ISI. ABSTRAK..vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI...ix. DAFTAR GAMBAR... xii. DAFTAR TABEL... xvi BAB I PENDAHULUAN Tujuan...

BAB I PENDAHULUAN. hal proses pengolahan data, baik itu data siswa, guru, administrasi sekolah maupun data

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah PT. Telkom Indonesia Wilayah Kota Bandung Divisi Customer Care

1. BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SISTEM INFORMASI PEMBELIAN DAN PENJUALAN BARANG PADA TOKO USAHA BARU SUMPIUH. Oleh : Wahyu Andri Turdiawan Teknik Informatika,STMIK Amikom Purwokerto

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Chapter 11 Assuring the quality of software maintenance components

PERTEMUAN 8 PENGAMANAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. untuk mencari referensi berkenaan tugas yang diberikan oleh dosen atau pun

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii. DAFTAR ISI... x. DAFTAR TABEL... xiii. DAFTAR GAMBAR... xvi. DAFTAR LAMPIRAN...

KERANGKA KENDALI MANAJEMEN (KENDALI UMUM)

BAB I PENDAHULUAN. dari pemikiran-pemikiran manusia yang semakin maju, hal tersebut dapat. mendukung bagi pengembangan penyebaran informasi.

KENDALI MANAJEMEN MUTU

c. Pembangunan sistem Berdasarkan analisa sistem yang telah dilakukan, dibuat rancangan/desain sistem yang selanjutnya diterjemahkan kedalam bentuk

BAB II LANDASAN TEORI. beberapa ahli, definisi sistem adalah sebagai berikut.

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG SISTEM PENDUKUNG PENANAMAN MODAL

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SIKLUS HIDUP SISTEM INFORMASI

Materi yang akan dibahas: 13-1

1. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Lampiran Check List Pengendalian Manajemen Operasional. No. Pertanyaan Y T Keterangan Standart

BAB III LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

System Development Life Cycle (SDLC)

PEDOMAN PEDOMAN. PT JASA MARGA (Persero) Tbk. Nomor Pedoman : P2/DIT/2014/AI Tanggal : 1 Desember 2014

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Hanif Fakhrurroja, MT

Transkripsi:

TESTING DAN IMPLEMENTASI SYSTEM Pemeliharaan System Oleh: Dewa Gede Toraja 13101024 I Kadek Yoga Darma Bendesa Putra 13101215 I Putu Nanda Okta Pratama 13101088 Putu Agus Yoga Surya Dinatha 15101153 STIMIK STIKOM INDONESIA Tahun 2016

DAFTAR ISI COVER DAFTAR ISI... ii BAB I PENDAHULUAN.. Error! Bookmark not defined. BAB II PEMBAHASAN... 2 2.1 Pengertian Pemeliharaan System... 2 2.1.1 Hal-Hal Dalam Pemeliharaan System... 3 2.2 Prosedur Pemeliharaan System... 5 2.2.1 Langkah-Langkah Pemeliharaan System... 6 2.2.2 Jenis Jenis Pemeliharaan SystemError! Bookmark not defined 2.3 Alat-Alat PemeliharaanSystemError! Bookmark not defined. 2.4 Mengembangkan Perubahan System... 9 2.4.1 Alasan Suatu System Perlu Pengembangan... 10 2.4.2 Tahap-Tahan Pengembangan System... 11 BAB III PENUTUP... 16 3.1 KESIMPULAN... 16 3.2 SARAN... 17 DAFTAR PUSTAKA... 18 ii

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penggunaan software, hardware atau aplikasi system secara terus menerus akan mengakibatkan kerusakan pada setiap komponen atau mengalami error pada software atau aplikasi. Dengan ini perlu adanya pemeliharaan system tersebut agar selalu berjalan baik. Dimana secara rutin harus dilakukan pengecekan kondisi server beserta software aplikasi, pengecekan media transmisi data (system pengkabelan) dan yang paling sering adalah melayani user-user untuk mengatasi masalah yang terjadi di PC mereka masing-masing baik di sisi hardware maupun softwarenya. Seperti PC yang terkena virus, tidak bisa koneksi ke internet, printer yang rusak dan lain-lain. Hal ini menunjukan bahwa pemeliharaan system (maintenance) adalah hal yang penting untuk dilakukan demi menunjang kelancaran proses kerja di sebuah perusahaan. ii

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Pemeliharaan System Pemeliharaan sebuah system teknologi informasi dapat dikatakan sebagian besar bergantung pada ketersediaan sumber daya manusia di bidang IT yang memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dan kompleksitas sistim yang dimiliki. Alternatif yang terbaik bila perusahaan tidak ingin direpotkan dengan permasalahan di bidang IT yang hanya dianggap sebagai bidang penunjang adalah dengan menjalin kontrak pemeliharaan dengan perusahaan di bidang jasa teknologi informasi. Tahap pemeliharaan dilakukan setelah tahap implementasi. System baru yang berjalan digunakan sesuai dengan keperluan organisasi. Selama masa hidupnya, system secara periodik akan ditinjau. Perubahan dilakukan jika muncul masalah atau jika ternyata ada kebutuhan baru. Selanjutnya, organisasi akan menggunakan system yang telah diperbaiki tersebut.system perlu dipelihara karena beberapa hal, yaitu: iii

1. System memiliki kesalahan yang dulunya belum terdeteksi, sehingga kesalahan-kesalahan system perlu diperbaiki. 2. System mengalami perubahan-perubahan karena permintaan baru dari pemakai system. 3. System mengalami perubahan karena perubahan lingkungan luar (perubahan bisnis). 4. System terinfeksi malware aktif 5. System berkas corrupt 6. Perangkat keras melemah 2.1.1 Hal-Hal Dalam Pemeliharaan System: 1. System Back-Up Membuat Salinan/copy untuk data-data penting perusahaan yang ada pada komputeruser maupun server ke dalam backup storage (External Disk). 2. System Optimization Melakukan Defragmentasi data dan membuang sampah-sampah yang ada pada komputer, serta memperbaiki kesalahan setting sehingga komputer dapat berjalan normal. 3. System Rebuild iv

Membangun dan menata ulang kembali system yang rusak oleh faktor yang tidak disengaja, agar system dapat bekerja normal kembali. 4. System Upgrade Menambah fungsi, memperbaharui system yang ada sesuai dengan kebutuhan pelanggan, serta melakukan testing stabilitas untuk hardware dan software. 5. Training dan Pelatihan Memberikan Pengarahan dan konsultasi kepada operator komputer, sehingga operator dapat mengoperasikan komputer sesuai dengan prosedur pengoperasian komputer yang baik dan benar. 6. Update Anti Virus & Pembersihan Virus Melakukan Update Definition file Anti Virus sehingga anti virus yang ada dapat memproteksi komputer dari serangan virus baik virus lam amaupun baru, dan juga melakukan scaning virus serta membersihkan komputer dari Virus. 7. System Security Pemasangan Firewall dan system authentifikasi untuk pengamanan system dan data penting v

perusahaan dari orang luar yang tidak berkepentingan. 2.2 Prosedur Pemeliharaan System 1. SDLC(System Development Life Cycle) dan SWDLC(Software Development Life Cycle) Aplikasi yang professional dalam SDLC dan SWDLC dan teknik maupun perangkat modeling yang mendukungnya adalah hal-hal keseluruhan yang terbaik yang dapat seseorang lakukan untuk meningkatkan maintainabilitas system. 2. Definisi Data Standar Trend ke arah system manajemen database relasional mendasari dorongan ke normalisasi data dan definisi data standart. 3. Bahasa Pemrograman Standar Penggunaan bahasa pemrograman standart,misalnyac,akan mempermudah pekerjaan pemeliharaan. 4. Rancangan Moduler Programer pemeliharaan dapat mengganti modul program jauh lebih mudah daripada jika ia berurusan dengan keseluruhan program. vi

5. Modul Yang Dapat Digunakan Kembali Modul biasa dari kode yang dapat digunakan kembali,dapat diakses oleh semua aplikasi yang memerlukannya. 6. Dokumentasi Standar Diperlukan system,pemakai,perangkat lunak dan dokumentasi operasiyang standart sehingga semua informasi yang diperlukan untuk beroperasi dan pemeliharaan aplikasi khusus akan tersedia. 7. Kontrol Sentral Semua program,dokumentasi dan data test seharusnya diinstal dalam penyimpanan pusat dari system CASE (Komputer-Aided Softtware Engineering atau komputerassisted Software Enginering. 2.2.1 Langkah-Langkah Pemeliharaan System: 1. Penggunaan System, Yaitu menggunakan system sesuai dengan fungsi tugasnya masing-masing untuk operasi rutin atau sehari-hari. 2. Audit System, Yaitu melakukan penggunaan dan penelitian formal untuk menentukan seberapa baik system baru dapat memenuhi kriteria vii

kinerja. Hal semacam ini disebut penelaahan setelah penerapan dan dapat dilakukan oleh seorang auditor internal. 3. Penjagaan System, Yaitu melakukan pemantauan untuk pemeriksaan rutin sehingga system tetap beroperasi dengan baik. Selain itu juga untuk menjaga kemutakhiran system jika sewaktuwaktu terjadi perubahan lingkungan system atau modifikasi rancangan software. 4. Perbaikan System, Yaitu melakukan perbaikan jika dalam operasi terjadi kesalahan (bugs) dalam program atau kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi saat tahap pengujian system. 5. Peningkatan System, Yaitu melakukan modifikasi terhadap system ketika terdapat potensi peningkatan system setelah system berjalan beberapa waktu, biasanya adanya potensi peningkatan system tersebut terlihat oleh manajer kemudian diteruskan kepada spesialis informasi untuk dilakukan modifikasi sesuai keinginan manajer. viii

2.2.2 Jenis Jenis Pemeliharaan System : a. Pemeliharaan Korektif, Yaitu pemeliharaan yang mengkoreksi kesalahan kesalahan yang ditemukan pada system, pada saat system di jalankan / berjalan. b. Pemeliharaan Adaptif, Yaitu pemelihaaan yang bertujuan untuk menyesuaikan perubahan yang terjadi c. Pemeliharaan Perfektif, Yaitu pemeliharaan yang bertujuan untuk menigkatkan cara kerja suatu system d. Pemeliharaan Preventif, Yaitu Pemeliharaan yang bertujuan untuk menangani masalahmasalah yang ada 2.3 Alat-Alat Pemeliharaan System a. Hardware yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan system b. Software yang di butuhkan sesuai dengan kebutuhan system ix

2.4Mengembangkan Perubahan System Pengembangan system merupakan tindakan mengubah, menggantikan, atau menyusun kembali system lama menjadi system yang baru baik secara sebagian maupun keseluruhan untuk memperbaiki system yang selama ini berjalan (yang telah ada). Dalam sebuah perusahaan yang dinamis sebuah pengembangan system merupakan suatu tindakan yang penting untuk dilakukan, tujuannya adalah agar mekanisme atau system kerja pada perusahaan tersebut menjadi lebih baik, semua aspek lebih terintegrasi pada suatu system/peraturan. Titik berat pada pengembangan ini ialah bagaimana mengganti sebuah system (mengembangkan) dari yang lama (konvensional) ke yang lebih baru (modern), sebuah system yang lebih terintegrasi dengan perangkat komputerisasi yang lebih memudahkan pengolahan data guna menghasilkan informasi yang berkualitas yang nantinya berperan penting dalam pengambilan keputusan pada tingkat manajer (pimpinan) suatu perusahaan. x

2.4.1 Alasan Suatu System Perlu Pengembangan 1. Adanya permasalahan-permasalahan berupa: a. Adanya permasalahan pada system yang lama yang menyebabkan system tersebut tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. b. Adanya pertumbuhan organisasi yang menyebabkan kebutuhan informasi yang semakin luas, peningkatan jumlah data yang harus diolah semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya system yang baru, karena system yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen. 2. Untuk meraih peluang dan kesempatan Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan dan peluangpeluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan xi

penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen. 3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah. Penyusunan system yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah. 2.4.2Tahap-Tahan Pengembangan System 1. Tahap Perencanan Tahapan ini merupakan tahapan dimana pengembang mendefinisikan perkiraanperkiraan kebutuhan akan sumber daya yang sifatnya masih umum seperti kebutuhan user, kebutuhan infrastruktur dan lain-lain. Langkah-langkah dalam tahapan perencanaan: a. Menyadari adanya masalah b. Mendefinisikan masalah c. Menentukan tujuan System d. Mengidentifikasikan kendala-kendala System xii

e. Membuat studi kelayakan f. Mempersiapkan usulan penelitian System g. Menyetujui atau menolak penelitian System h. Menetapkan mekanisme pengendalian 2. Tahap Analisis Tahap penelitian atas System yang telah ada dengan tujuan untuk merancang System yang baru. Informasi yang didapat dari proses sebelumnya yaitu tahap perencanaan dikaji lebih dalam oleh seorang Analis System atau System Analist. Dari hasil kajiannya seorang analis tersebut akan menemukan beberapa kelemahan System sehingga nantinya ia akan dapat mengusulkan suatu perbaikan atau solusi. Kegiatan-kegiatan pada tahap Analisis: a. Convention. Mendeteksi System, apabila System saat ini semakin berkurang manfaatnya (Memburuk) b. Initial Investigation. Memeriksa System saat ini dengan penekanan pada daerah-daerah yang menimbulkan permasalahan. xiii

c. Determination of Ideal System. Mendapatkan Konsensus (semacam kesepakatan/voting) dari komunitas pengguna System (para user) tentang sebuah System yang ideal (System yang diinginkan dari setiap user). d. Generation of System Alternatives. Menggali (explore) perbedaan dari alternatif-alternatif System yang ada dalam mengurangi jarak (gap) antara System saat in idengan System idealnya. e. Selection of Proper System. Membandingkan alternatif-alternatif System dengan menggunakan metodologi terstruktur, memilih alternatif System yang paling baik dan mengajukannya atau menjualnya kepada perusahaan 3. Tahap Desain Tahapan setelah analisis System yang menentukan proses dan data yang diperlukan oleh System baru. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan pemakai serta memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap xiv

kepada pemrogram dan ahli teknik lain yang terlibat dalam pengembangan System. Kegiatan yang dilakukan pada tahap Desain: a. Output Design. Mendesain tampilan-tampilan output dari suatu System, berkas atau form. b. InputDesign. Mendesain form/dokumen masukan untuk System. c. File Design. Memberikan bentuk-bentuk file yang dibutuhkan dalam System informasi. 4. Tahap Penerapan Tahap dimana desain System yang sudah dibentuj sudah menjadi suatu kode yang siap untuk dioperasikan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap Penerapan: a. Programmingand Testing. Mengkonversikan perancangan logikal kedalam kegiatan operasi coding dengan bahasa pemrograman tertentu dan mengetest program, memastikan semua fungsi/modul berjalan dengan lancar. b. Training. Memimpin sebuah pelatihan dalam menggunakan System baru yang telah dikembangkan, juga termasuk persiapan lokasi xv

dan tugas-tugas lain yang berhubungan dengan pelatihan seperti modul pembelajaran dan jadwal training. c. SystemChange Over. Merubah pemakaian System lama ke System baru, dari System informasi yang berhasil dibangun. Adapun beberapa metode konversis System diantaranya yaitu: (a) Konversi Paralel (b) Konversi Bertahap (c) Konversi Percontohan (d) Langsung/Change Over. 5. Tahap Perawatan a. Penggunaan System b. Audit System. Melakukan pengamatan dan penelitian formal untuk menentukan seberapa baik System baru dapat memenuhi kriteria kerja. c. Penjagaan System. Pemantauan rutin d. Perbaikan System. Melakukan perbaikan jika dalam program terdapat kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi saat tahap pengujuan System. e. Meningkatkan System. Jika manejer melihat adanya potensi peningkatan System, hal ini bisa xvi

ditindaklanjuti untuk memodifikasi System sesuai keinginan manejer tersebut. xvii

BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN Pemeliharaan system informasi adalah suatu upaya untuk memperbaiki, menjaga, menanggulangi, mengembangkan system yang ada. Pemeliharaan ini di perlukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja system yang kita ada agar dalam penggunaannya dapat optimal. Pemeliharaan system merupakan cara terbaik untuk menjaga efiensi system yang sudah ada. Seperti kata pepatah, lebih baik memelihara dari pada mengganti. Berikut merupakan beberapa alasan mengapa kita perlu memelihara system yang ada: - Agar dapat meningkatkan system / kinerja system - Menyesuaikan dengan perkembangan, agar system yang ada tidak tertinggal - Dan lain-lain 3.2 SARAN Pemeliharaan system terjadwal dapat dibuat menurut kalender atau diagram gantt.pemeliharaan tidak terjadwal biasanya dilakukan atas inisiatif pemakai dan operator. xviii

Bagaimanapun juga pihak manajemen seharusnya menetapkan suatu cara untuk mengawali,merekam,dan mengevaluasi aktivitas pemeliharaan. Dengan melalui evaluasi kegiatan pemeliharaan,seorang manager akhirnya dapat mengoptimalkan program pemeliharaan system secara keseluruhan. xix

DAFTAR PUSTAKA https://muhammadilham666.wordpress.com/2013/04/26/pemeliharaa n-sistem/ http://karisbaskara.blogspot.co.id/2010/04/pemeliharaan-sistem.html http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2014/02/seputar-pengertianpemeliharaan.html http://nyemburdeh.blogspot.co.id/2014/04/makalah-pemeliharaansistem-informasi.html http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/category/sisteminformasi-akuntansi/pengembangan-dan analisis-sistem/ http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/category/sisteminformasi-akuntansi/pengembangan-dan-analisis-sistem/ http://pojoksisteminformasi.blogspot.co.id/2013/01/konsep-sisteminformasi-pengembangan.html https://ikhwamuji.wordpress.com/2013/11/18/pengembangan-sistem/ http://salim-8.blogspot.co.id/2011/01/sistem-manajemenpemeliharaan-dan_15.html xx