BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang mengarahkan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tentang suatu obyek (Notoatmojo, 2010). Pendekatan waktu yang digunakan adalah Cross Sectional, dimana jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran / observasi hanya satu kali pada satu saat. (Nursalam, 2008) B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di wilayah desa Protomulyo Kaliwungu Selatan Kendal, pada tanggal 6 Juli 23 Agustus 2011. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III di wilayah Desa Protomulyo Kaliwungu Selatan Kendal sebanyak 30 orang. 2. Sampel Sampel adalah bagian populasi yang dapat digunakan sebagai subyek penelitian (Nursalam, 2008). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sample jenuh, yaitu teknik penentuan sampel jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. (Sugiyono, 2010). 18
19 19 D. VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL Tabel 3.1 Definisi Operasional No Variabel Definisi operasional Alat ukur Hasil ukur Skala data 1 Variabel tunggal: Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan trimester III Tingkat kemampuan ibu hamil dalam mengenali tanda-tanda bahaya yang muncul selama kehamilan trimester III Menggunakan kuesioner yang terdiri dari 15 pertanyaan. Jawaban diberi skor dalam bentuk angka. Jika jawaban benar diberi skor 1, dan jika salah diberi skor 0 Skor untuk penyajian secara diskriptif maka dikategorikan menjadi : 1) Pengetahuan Baik : 76-100% 2) Pengetahuan Cukup : 56-75% Interval 3) Pengetahuan Kurang : < 56% (Arikunto, 2006 ) Pendidikan Pendidikan formal yang pernah dimiliki Kuesioner Kategori : Tinggi : perguruan tinggi Ordinal Menengah : SMA, dan sederajat Dasar : SD, SMP dan sederajat Tidak sekolah Pekerjaan Spesifikasi pekerjaan yang dilakukan Kuesioner Kategori : 1) IRT Nominal
20 sekarang 2) Swasta 3) PNS Umur Usia responden dihitung mulai sejak lahir sampai saat ini Kuesioner Kategori : 1) < 20 th 2) 20-35th 3) > 35 th Nominal
E. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian melalui 3 tahap : 1. Tahap Persiapan Penelitian Sebelum penelitian dimulai, diawali dengan pemilihan lahan penelitian, studi pendahuluan dan penyusunan proposal, persiapan ijin untuk pelaksanaan penelitian berupa kuesioner, uji coba dan penggandaan kuesioner. 2. Tahap Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian mengambil lokasi di wilayah desa Protomulyo Kaliwungu Selatan Kendal, dan kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Mendata responden (ibu hamil) di wilayah desa Protomulyo Kaliwungu Selatan Kendal yang akan menjadi subyek penelitian b. Memberikan kuesioner pada responden dan menganjurkan untuk mengisinya. c. Mengolah data dari hasil kuesioner yang diberikan pada responden secara terorganisir agar data memiliki derajat tingkat kepercayaan yang tinggi. d. Menganalisa data yang telah diolah untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden yang dikategorikan dalam kriteria Baik, Cukup, Kurang. 3. Tahap Penyelesaian Penelitian Pada tahap ini peneliti melakukan penyusunan laporan hasil penelitian. Berdasarkan pada hasil kuesioner yang dibagikan dan telah diisi oleh responden, kemudian peneliti akan menganalisa sesuai dengan data yang telah diperoleh untuk dibuat laporan.
F. Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah : 1. Sumber Data a. Data Primer Dalam penelitian ini data primer diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan tentang pengetahuan ibu hamil terhadap tanda-tanda bahaya kehamilan trimester III. b. Data Sekunder Dalam penelitian ini data sekunder yaitu data jumlah ibu hamil yang diperoleh dari Puskesmas Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal. 2. Instrumen / alat Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen / alat berupa kuesioner tertutup untuk pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III yaitu pertanyaan yang sudah disediakan jawaban, sehingga tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan.
G. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas Untuk mengetahui apakah kuesioner yang kita susun tersebut mampu mengukur apa yang hendak diukur, maka perlu diuji dengan uji korelasi antara nilai tiap-tiap item pertanyaan dengan skor total kuesioner tersebut (Notoatmodjo, 2010). Uji validitas telah dilakukan di daerah Pelantaran Kaliwungu Selatan, karena desa Pelantaran merupakan daerah yang terdapat angka kematian ibu setelah daerah Protomulyo. Teknik korelasi yang dipakai adalah teknik korelasi Pearson Product Moment dengan rumus: Keterangan : r : Koefisien korelasi ΣX : Jumlah skor item ΣY : Jumlah skor total (item) N : Jumlah responden Pada saat uji validitas, peneliti membagikan kuesioner dengan 21 pertanyaan pada 30 ibu hamil. Dari hasil uji validitas tersebut yaitu dari 21 pertanyaan yang dibagikan 4 pertanyaan tidak valid karena r hitungnya < r tabel. Adapun instrumen dikatakan valid jika r hitung > r tabel, didapatkan hasil variabel masing-masing mempunyai nilai yang lebih dari 0,632 (r tabel 10 responden) sehingga item pertanyaan ini adalah valid dan dapat dijadikan sebagai alat penelitian. Jadi pada penelitian ini, peneliti hanya menggunakan 17 pertanyaan di dalam kuesionernya.
2. Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten atau tetap bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan menggunakan alat ukur yang sama (Notoatmodjo, 2010). Uji reliabilitas dengan rumus alfa cronbach yang rumusnya sebagai berikut : Keterangan : α : Koefisien reliabilitas yang dicari K : Jumlah butir pertanyaan Gi² : Variabel butir-butir pertanyaan GT²: Variabel skor total test Dari hasil perhitungan reliabilitas didapatkan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,959 > r tabel (0,632) sehingga dapat dikatakan reliabel untuk bahan penelitian. H. Pengolahan dan Analisis Data 1. Pengolahan Data a. Mengedit (Editing) Setelah semua kuesioner terkumpul dilakukan pengecekan untuk meneliti apakah item pertanyaan yang diajukan telah dijawab dengan lengkap, sehingga apabila ada kekurangan atau ketidak sesuaian dapat segera dilengkapi dan disesuaikan. Ternyata setelah dilakukan editing data yang diisi oleh responden sudah lengkap.
b. Pengkodean (Coding) Setelah data terkumpul dan selesai di edit, tahap berikutnya adalah mengkode data, yaitu mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan. Pengkodean dilakukan pada variabel pendidikan, pekerjaan, umur, pengetahuan. c. Skor (Skoring) Memberikan penilaian terhadap item-item yang perlu diberikan penilaian atau skor. Jika jawabannya benar nilai 1 dan jika jawaban salah nilai 0. d. Memasukkan data ( entry) Memasukkan jawaban-jawaban dari masing-masing responden yang bentuk kode (angka atau huruf) kedalam program atau software komputer. 2. Analisis Data Analisis Univariat Analisis univariat dilakukan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Dalam penelitian ini analisa univariat digunakan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan angka atau nilai karakteristik responden dan pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan trimester III dengan menggunakan distribusi frekuensi dengan menggunakan rumus : f X= x 100% n Keterangan: X = hasil persentase f = frekuensi hasil pencapaian n = total seluruh observas