Data Center LPSE untuk 100% Eprocurement IT Operation Dit E-procurement LKPP
Scope 1. Introduction 2. Component Infrastruktur LPSE 3. Standarisasi Infrastruktur Data center LPSE 4. Kesimpulan
Introduction Kewajiban penggunaan e-proc menurut perpres no.70 mulai tahun 2013(dimensi peraturan) LPSE sebagai penyedia jasa layanan pengadaan barang/jasa secara elektronik bagi pemerintah LPSE sebagai data center e-procurement masingmasing daerah(dimensi teknologi) LPSE diharuskan mempunyai layanan yang sama sesuai dengan kesepakatan SLA (dimensi layanan)...
Hal-hal yang mempengaruhi layanan lpse (availability lpse) Planned Downtime Backup Replace or upgrade hardware Software or application upgrade Software maintenance or reconfiguration Operating system upgrade Patch installation UnplanDowntime Extended planned downtime Human error Application failure Operating system failure Hardware failure such as disk, cpu, memory Incompatibility/conflict between application parameters
Impact analysis Kepercayaan berkurang Penyerapan anggaran Pengaduan penyelewengan (kongkalikong dengan penyedia)..
Ideal Data Center
Ideal Air Circulation Data Center
Power system Cooling system Component Data Center UPS (Uninteruppable Power Supply) 1. Catu daya sementara saat perpindahan daya dari primer ke sekunder. 2. Switch pemindah tegangan otomatis. 3. Sebagai Regulator PDU (Power Distribution Unit) Others CRAC (Computer room air conditioning) Genset, Raise floor,racks Server,Cabling (Power and data), Pengukur suhu dan kelembapan, cctv, fingerprint door..
Kebutuhan minimum Fungsional Data Fungsi Power (Kelistrikan) Center bagi LPSE Menjamin tersedianya listrik minimum sesuai dengan kesepakatan SLA dan budget constraint. Fungsi lingkungan (suhu dan kelembapan data center) Menjamin tercapai kondisi lingkungan optimum agar komponen jaringan dan data dapat bekerja maksimal sesuai dengan kesepakatan SLA dan budget constraint. Fungsi manajemen (keteraturan) Menjamin senantiasa data center dapat terorganisir secara baik agar setiap rencana operasional, pengembangan, dan pemeliharaan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan kesepakatan SLA dan budget constraint.
Data Center as Data Protection LPSE Data Center adalah sebagai komponen terpenting untuk data protection LPSE khususnya HDD tempat data LPSE tersimpan. Kerusakan Harddisk Head crash: Kerusakan pada alat pembaca dari piringan harddisk, dapat menggores permukaan piringan data. Bad sectors:terjadinya kerusakan bagian piringan data karena sektor magnetiknya terjadi anomali. Stiction: Cacat desain dimana pembaca piringan data tidak berfungsi ( Take Off ). Circuit failure: Kerusakan komponen dari sirkuit elektronik pada HDD Bearing and motor failure: Kerusakan pada penggerak piringan HDD Miscellaneous mechanical failures: Kerusakan part mekanik penggerak HDD
Metriks Of failures Listrik yang tiba-tiba mati. The Google study indicated that "lower temperatures are associated with higher failure rates". Hard drives with S.M.A.R.T.- reported average temperatures below 27 C (81 F) had higher failure rates than hard drives with the highest reported average temperature of 50 C (122 F), failure rates at least twice as high as the optimum S.M.A.R.T.-reported temperature range of 36 C (97 F) to 47 C (117 F)
Redundant Backup Data LPSE wajib menyediakan backup data sebagai data protection LPSE.
Standarisasi Infrastruktur -1- Simple Backup Tradisional DAS (Direct Attach Storage) Single Server + HDD eksternal Teknologi menggunakan koneksi USB Mounting ke file lokal
Standarisasi Infrastruktur -2- Menggunakan server lain sebagai storage Basis teknologi menggunakan NFS,Samba dll (Based on protocol network) Transfer via network menggunakan protokol tcp
Standarisasi Infrastruktur -3- Menggunakan dedicated storage (SAN) Spesific Storage Basis teknologi Fiber Channel, iscsi
Standarisasi Port Network Transport/Protocol Traffic IN HTTP (80) Traffic Out SMTP (25) TCP SSH (22/custom) Database Reporting (5432/5000/80) HTTP (80) UDP SNMP (161/custom) -