HAK PASIEN DAN KELUARGA (HPK)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 HAK PASIEN DAN KELUARGA (HPK)

9/4/2017 HAK PASIEN DAN KELUARGA (HPK) FOKUS AREA HAK PASIEN DAN KELUARGA

U/ meningkatkan hak pasien di rs, harus dimulai dgn mendefinisikan hak tersebut, kemudian mendidik pasien dan staf tentang hak tersebut.

MANAJEMEN INFORMASI DAN REKAM MEDIK (MIRM)

Dr. Edhy Sihrahmat, MARS - Bimbingan Program Khusus 4 hari - RSIA Al H

PELAYANAN DAN ASUHAN PASIEN (PAP)

KOMPETENSI DAN KEWENANGAN STAF (KKS)

PELAYANAN ANESTESI DAN BEDAH (PAB)

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR PT. RUMAH SAKIT...No. T E N T A N G KEBIJAKAN HAK PASIEN DAN KELUARGA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH HAJI MAKASSAR

MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN EDUKASI (MKE)

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BERSALIN ASIH NOMOR : 096/SK-Dir/RSB-A/II/2016

PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)

2. Perintah lisan dan melalui telpon atau hasil pemeriksaan secara lengkap dibacakan kembali oleh penerima perintah atau hasil pemeriksaan tersebut. (

AKSES KE RUMAH SAKIT DAN KONTINUITAS PELAYANAN (ARK) PEMBERIAN PELAYANAN UNTUK SEMUA PASIEN

BAB 7 MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN EDUKASI (MKE)

PANDUAN HAK PASIEN DAN KELUARGA RS X TAHUN 2015 JL.

MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN EDUKASI (MKE)

PELAYANAN BEDAH DAN ANESTESI

TATA KELOLA RUMAH SAKIT (TKRS)

TABULASI POKJA PAP ( PELAYANAN ASUHAN PASIEN)

PELAYANAN BEDAH DAN ANESTESI (PAB)

PROGRAM NASIONAL (PROGNAS)

MANAJEMEN INFORMASI DAN REKAM MEDIK (MIRM)

LAPORAN BIMBINGAN AKREDITASI HAK PASIEN DAN KELUARGA (HPK)

dalam yang memenuhi standar profesi serta peraturan perundang- undangan. (R) Pedoman Pelayanan

MANAJEMEN INFORMASI DAN REKAM MEDIS (MIRM) Djoti Atmodjo

ASESMEN PASIEN (AP) TL TS TT

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. hasil yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya.jadi kepuasan atau

PANDUAN TENTANG PEMBERIAN INFORMASI HAK DAN TANGGUNG JAWAB PASIEN DI RSUD Dr. M. ZEINPAINAN

BAB 5 PELAYANAN ANESTESI DAN BEDAH (PAB)

PERATURAN DIREKTUR RS ROYAL PROGRESS NOMOR /2012 TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN RUMAH SAKIT ROYAL PROGRESS

TATA KELOLA, KEPEMIMPINAN DAN PENGARAHAN (TKP) > 80% Terpenuhi 20-79% Terpenuhi sebagian < 20% Tidak terpenuhi

Hubungan Kemitraan Antara Pasien dan Dokter. Indah Suksmaningsih Konsil Kedokteran Indonesia (KKI)

PANDUAN PENJELASAN HAK PASIEN DALAM PELAYANAN LOGO RS X

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN

CHECKLIST KELENGKAPAN DOKUMEN AKREDITASI POKJA PELAYANAN ANESTESI DAN BEDAH (PAB) NO. MATERI DOKUMEN NILAI KETERANGAN Elemen Penilaian PAB 1.

PENDIDIKAN PASIEN & KELUARGA (PPK)

MANAJEMEN INFORMASI DAN REKAM MEDIK (MIRM)

UKP (UPAYA KESEHATAN PERORANGAN)

DOKUMEN DAN REKAMAN BAB. VII.

STANDAR HAK PASIEN DAN KELUARGA

DAFTAR WAWANCARA RUMAH SAKIT PRIMA HUSADA

PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT (PKPO)

Elemen Penilaian PKPO 1 Elemen Penilaian PKPO 2 Elemen Penilaian PKPO 2.1 Elemen Penilaian PKPO Elemen Penilaian PKPO 3

Komunikasi Dokter dengan Sejawat Pertumbuhan pengetahuan ilmiah yang berkembang pesat disertai aplikasi klinisnya membuat pengobatan menjadi

PENDIDIKAN PASIEN & KELUARGA

KOMISI AKREDITASI RUMAH SAKIT

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT PRIMA HUSADA NOMOR : 224/RSPH/I-PER/DIR/VI/2017 TENTANG PEDOMAN REKAM MEDIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

TATA KELOLA RUMAH SAKIT (TKRS)

BAB 6 MANAJEMEN INFORMASI DAN REKAM MEDIK (MIRM)

DINAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS TABA

PERATURAN DIREKTUR UTAMA RS. xxx NOMOR : 17/PER/2013 TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN MEDIS. DIREKTUR UTAMA RS. xxx

M.A.R.O.N PELAYANAN RADIODIAGNOSTIK, IMAGING DAN RADIOLOGI INTERVENSIONAL RUJUKAN. (Media Ajar Radiografer ONline)

PROGRES DOKUMEN POKJA KKS ( KOMPETENSI DAN KEWENANGAN STAF )

20 STANDAR, 70 ELEMEN PENILAIAN. dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro, MM, MHKes Komisi Akreditasi Rumah Sakit

MANAJEMEN REKAM MEDIS DALAM STANDAR AKREDITASI VERSI 2012

PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI DAN PENYEDIAAN PELAYANAN RISIKO TINGGI. ( dr. Syukri, SpJP, Ns.Martalena,Skep, Ns.Syahlinda,Skep )

Peran Perawat pada Bab HPK Akreditasi KARS Versi 2012

Dalam upaya memperoleh data, penelitian ini menggunakan wawancara. sebagai salah satu metode untuk melakukan pengkajian data secara mendalam.

PANDUAN HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN & KELUARGA

PANDUAN MANAJEMEN KOMPLAIN

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 39 TAHUN 2015 TENTANG PERATURAN INTERNAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BLAMBANGAN KABUPATEN BANYUWANGI

INDIKATOR KETERANGA ELEMEN PENCAPAIAN

Standar Akreditasi Puskesmas Pendahuluan

RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK CITRA INSANI SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR NO /SK-DIR/RSIA-CI/VIII/2014 TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN (INFORMED CONSENT)

Pedoman Penyusunan Lembar Penjelasan kepada Calon Subyek

Bimbingan. dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro, MM, MHKes Komisi Akreditasi Rumah Sakit 20 STANDAR, 70 ELEMEN PENILAIAN

Prosedur pendaftaran dilaksanakan dengan efektif dan efisien dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan

2017, No Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran N

STANDAR PPI 1 PPI 1.1 PPI 2 PPI 3 PPI 4 PPI 5 PPI 6 PPI 6.1

- 1 - KEPUTUSAN DIREKTUR RSUD TAMAN HUSADA BONTANG NOMOR TAHUN 2014 TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN RSUD TAMAN HUSADA BONTANG

ETIKA KEPERAWATAN YUNIAR MANSYE SOELI

TELAAH & PEMERIKSAAN DOKUMEN

PROGRAM PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA (PPK) / PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT PPK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 4 PELAYANAN DAN ASUHAN PASIEN (PAP)

BAB II TINJAUAN TEORITIS

PANDUAN PENYULUHAN PADA PASIEN UPTD PUSKESMAS RAWANG BAB I PENDAHULUAN

ASPEK HUKUM REKAM MEDIS By: Raden Sanjoyo D3 Rekam Medis FMIPA Universitas Gadjah Mada

PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN PERIODE BULAN JANUARI-MARET 2018

Dokumen yang dibutuhkan 1. Data Cakupan

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN TRANSPLANTASI ORGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

IMPLEMENTASI STANDAR : SKP, HPK, PPI SESUAI SNARS. Patricia Suti Lasmani

FORMULIR PERMINTAAN PELAYANAN SPIRITUAL BERDASARKAN AGAMA DAN KEPERCAYAAN PASIEN

Identifikasi pasien menggunakan dua identitas dan tidak boleh menggunakan nomor kamar atau lokasi pasien

GOOD MEDICAL PRACTICE

AP (ASESMEN PASIEN) AP.1

Rakor Bidang Keperawatan, PP dan PA. Kirana, 9 Agustus 2016

PERSETUJUAN UMUM PELAYANAN KESEHATAN ( GENERAL CONSENT )

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT PRASETYA BUNDA NOMOR : SK/KEH/RSPB/I/2014 TENTANG PEMBENTUKAN KOMITE ETIK DAN HUKUM RUMAH SAKIT PRASETYA BUNDA

SPO ASUHAN GIZI TERSTANDAR AKREDITASI VERSI HERNI ASTUTI INSTALASI GIZI RSUP DR SARDJITO Workshop Gizi, Yogyakarta April 2013

DASAR HUKUM PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS

INSTRUMEN SURVEI STANDAR NASIONAL AKREDITASI RUMAH SAKIT EDISI 1 TAHUN 2018

SURAT KEPUTUSAN TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN REKAM MEDIS DIREKTUR RS BAPTIS BATU

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

PANDUAN PENOLAKAN PELAYANAN ATAU PENGOBATAN RSIA NUN SURABAYA 1. LATAR BELAKANG

BAB II PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

INTEGRASI PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM PELAYANAN RUMAH SAKIT (IPKP)

Contoh Panduan KORPS MARINIR RUMKITAL MARINIR CILANDAK PANDUAN. RUMKITAL MARINIR CILANDAK JAKARTA 2016 DAFTAR ISI

Transkripsi:

HAK PASIEN AN KELUAGA (HPK) Standar HPK 1 Ada regulasi bahwa rumah sakit bertanggung jawab dan mendukung hak pasien dan keluarga selama dalam asuhan. Maksud dan Tujuan HPK 1 : Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 1 Telusur Skor 1. Ada regulasi tentang hak dan kewajiban pasien dan keluarga (lihat juga TKS 12.1 EP 1; dan TKS 12.2 EP 2) () 2. Pimpinan rumah sakit memahami hak dan kewajiban pasien dan keluarga sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundangundangan. () 3. umah sakit menghormati hak serta kewajiban pasien dan keluarga sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundangundangan. () 4. Semua staf memperoleh edukasi dan memahami tentang hak serta kewajiban pasien dan keluarga, juga dapat menjelaskan tanggung jawabnya melindungi hak pasien. (,) egulasi tentang hak pasien dan keluarga 1 irektur Kepala bidang/divisi Kepala unit pelayanan irektur Kepala bidang/divisi Kepala unit pelayanan Staf S Bukti pelaksanaan pelatihan tentang hak dan kewajiban pasien Kepala diklat Staf S Standar HPK 1.1 umah sakit memberikan asuhan dengan menghargai agama, keyakinan dan nilainilai pribadi pasien serta merespon permintaan yang berkaitan dengan bimbingan kerohanian. Maksud dan Tujuan HPK 1.1 : Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 1.1 Telusur Skor 1. Agama, keyakinan dan nilainilai pribadi pasien teridentifikasi (,). (lihat juga MKE.8 EP 1) 2. Staf memberikan asuhan dengan cara menghormati agama, keyakinan dan nilainilai pribadi pasien (lihat juga MKE.8 EP 2). (,) 3. umah sakit menanggapi permintaan rutin, termasuk permintaan kompleks terkait dukungan agama atau bimbingan kerohanian. (,,S) Bukti dalam M tentang identifikasi agama, keyakinan dan nilainilai pribadi pasien Staf rekam medis Bukti pelaksanaan asuhan yang menghormati agama, keyakinan dan nilainilai pribadi pasien 1) Bukti kerjasama dengan rohaniawan 2) Bukti permintaan pelayanan rohani 3) Bukti pelaksanaan pelayanan rohani S Peragaan dalam menanggapi permintaan pelayanan rohani Standar HPK 1.2 lnformasi tentang pasien adalah rahasia dan rumah sakit diminta menjaga kerahasiaan informasi pasien serta menghormati kebutuhan privasinya. Maksud dan Tujuan HPK 1.2 : lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 1.2 Telusur Skor 1 1 1 1 1 1 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1 37

1. Ada regulasi tentang kewajiban simpan rahasia pasien dan menghormati kebutuhan privasi pasien. () egulasi tentang wajib simpan rahasia pasien dan menghormati kebutuhan privasi pasien 1 2. Ada bukti pasien diberitahu bahwa segala informasi tentang kesehatan pasien adalah rahasia dan kerahasiaan itu akan dijaga sesuai peraturan perundangundangan. (,) 3. Pasien diminta persetujuannya untuk pelepasan informasi yang tidak tercakup dalam peraturan perundangundangan. (,) Bukti pelaksanaan tentang penjelasan kerahasiaan informasi kesehatan pasien Bukti pelaksanaan permintaan persetujuan pelepasan informasi kepada pihak luar oleh pasien misalnya: asuransi, BPJS, perusahaan, inas Kesehatan 1 1 4. umah sakit menghormati kerahasiaan informasi kesehatan pasien. (,). Staf rekam medis 1) Bukti pelaksanaan tentang wajib simpan rahasia pasien 2) Bukti sumpah staf non klinis yang diberi akses ke rekam medis tentang wajib simpan informasi kesehatan pasien 1. Staf mengidentifikasi harapan dan kebutuhan privasi selama pelayanan dan pengobatan. (,O,) 6. Keinginan akan kebutuhan pasien untuk privasi dihormati saat wawancara klinis, pemeriksaan, prosedur, pengobatan dan transfer pasien. (O,) O Staf rekam medis Bukti pelaksanaan identifikasi harapan dan kebutuhan privasi Staf rekam medis Lihat kelengkapan dan pelaksanaan akan privasi pada lokasi pelayanan di ruang rawat jalan, IG, rawat inap, dan kelengkapan transfer pasien, dsb Standar HPK 1.3 umah sakit menetapkan ketentuan untuk melindungi harta benda milik pasien dari kehilangan atau pencurian. Maksud dan Tujuan HPK 1.3 : Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 1.3 Telusur Skor 1. Ada regulasi tentang penyimpanan barang milik pasien yang dititipkan dan barang milik pasien dimana pasiennya tidak dapat menjaga harta miliknya. umah sakit memastikan barang tersebut aman dan menetapkan tingkat tanggung jawabnya atas barang milik pasien tersebut. () 2. Pasien menerima informasi tentang tanggung jawab rumah sakit dalam menjaga barang milik pasien. (,) egulasi tentang penitipan barang milik pasien 1 1) Bukti pemberian informasi tentang tanggung jawab S dalam menjaga barang milik pasien 2) Bukti pelaksanaan penitipan barang pasien Staf terkait 1 1 1 38 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1

Standar HPK 1.4 Pasien yang rentan terhadap kekerasan fisik dan kelompok pasien yang berisiko diidentifikasi dan dilindungi. Maksud dan tujuan HPK 1.4 : Lihat SNAS 1 umah sakit menjaga keamanan dalam tiga area yaitu: a. Area publik yang terbuka untuk umum seperti area parkir, rawat jalan dan penunjang pelayanan, b. Area tertutup dimana pada area ini hanya bisa dimasuki orang tertentu dengan ijin khusus dan pakaian tertentu misalnya kamar operasi, c. Area semi terbuka, yaitu area yang terbuka pada saatsaat tertentu dan tertutup pada saat yang lain, misalnya rawat inap pada saat jam berkunjung menjadi area terbuka tetapi diluar jam berkunjung menjadi area tertutup untuk itu pengunjung diluar jam berkunjung harus diatur, diidentifikasi dan menggunakan identitas pengunjung. Elemen Penilaian HPK 1.4 Telusur Skor 1. umah sakit menetapkan regulasi untuk melakukan identifikasi populasi pasien yang rentan terhadap risiko kekerasan dan melindungi semua pasien dari kekerasan (lihat juga pp.3.1 s/d 3.9) 2. aerah terpencil, daerah terisolasi, dan rawan terjadinya tindak kekerasan di rumah sakit dimonitor. (lihat juga mfk 4) (O,) 3. Staf rumah sakit memahami peran mereka dalam tanggung jawabnya dalam melaksanakan proses perlindungan. (,O,) O O egulasi tentang identifikasi dan melindungi populasi pasien yang rentan terhadap risiko kekerasan Lihat pelaksanaan perlindungan pasien di daerah terpencil/terisolasi/rawan, seperti: pengawasan berkala, CCTV yang adekuat, pengunjung diluar jam kunjungan memakai identitas, dsb. Staf terkait Bukti pelaksanaan proses perlindungan Lihat lokasi daerah terpencil/terisolasi/rawan Staf terkait Standar HPK 2 umah sakit menetapkan regulasi dan proses untuk mendukung partisipasi pasien dan keluarga di dalam proses asuhan Maksud dan tujuan HPK 2 : Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 2 Telusur Skor 1. Ada regulasi tentang rumah sakit mendorong partisipasi pasien dan keluarga dalam proses asuhan dan memberi kesempatan pasien untuk melaksanakan second opinion tanpa rasa khawatir akan mempengaruhi proses asuhannya (lihat juga PAP.7.1 EP 6; AP.1 EP 4; AK.2.1 EP 4 dan MKE.9 EP ). () egulasi tentang mendorong partisipasi pasien dan keluarga dalam proses asuhan 1 2. Staf dilatih dan terlatih melaksanakan regulasi dan perannya dalam mendukung hak pasien dan keluarga untuk berpartisipasi dalam proses pelayanannya. (,,S) Bukti pelaksanaan pelatihan untuk mendukung hak pasien dan keluarga termasuk pelaksanaan second opinion iklat S Peragaan proses untuk mendorong pasien berpartisipasi dalam pelayanan termasuk pelaksanaan second opinion Standar HPK 2.1 Pasien diberitahu tentang semua aspek asuhan medis dan tindakan. Maksud dan Tujuan HPK 2.1 : Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 2.1 Telusur Skor 1 1 1 1 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1 39

1. Ada regulasi tentang hak pasien untuk mendapatkan informasi tentang kondisi, diagnosis pasti, rencana asuhan dan dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan serta diberitahu tentang hasil asuhan termasuk kemungkinan hasil yang tidak terduga. () 2. Pasien diberi informasi tentang kondisi medis mereka dan diagnosis pasti. (,) ( lihat juga MKE.9 EP 1) 3. Pasien diberi informasi tentang rencana asuhan dan tindakan yang akan dilakukan dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. (,) 4. Pasien diberi tahu bilamana persetujuan tindakan (informed consent) diperlukan dan bagaimana proses memberikan persetujuan. (,). Pasien dijelaskan dan memahami tentang hasil yang diharapkan dari proses asuhan dan pengobatan (lihat juga AK.2.1 EP 2 dan PAP.2.4). (,) 6. Pasien dijelaskan dan memahami bila terjadi kemungkinan hasil yang tidak terduga (lihat juga PAP.2.4 EP 2). (,) 7. Pasien dan keluarga dijelaskan dan memahami tentang haknya dalam berpartisipasi membuat keputusan terkait asuhan jika diinginkan (AK.2.1 EP 4 dan MKE.9 EP ). () egulasi tentang pemberian informasi semua aspek asuhan dan tindakan medis serta PJP dan PPA yang memberi asuhan kondisi medis dan diagnosis pasti PJP PPJA rencana asuhan dan tindakan yang akan dilakukan, sesuai MKE 9 EP 1 PJP PPJA Bukti pelaksanaan pemberian informasi bila diperlukan persetujuan kedokteran, sesuai MKE 9 EP 4, PAB.1 dan PAB 7.1 PJP Bukti pelaksanaan pemberian penjelasan tentang hasil dan proses asuhan/pengobatan. PJP Bukti pelaksanaan pemberian penjelasan tentang hasil yang tidak terduga. PJP PJP PPJA Standar HPK 2.2 Pasien dan keluarga menerima informasi tentang penyakit, rencana tindakan, dan PJP serta para PPA lainnya agar mereka dapat memutuskan tentang asuhannya Maksud dan tujuan HPK 2.2 : Lihat SNAS 1 Anggota staf menjelaskan setiap tindakan atau prosedur yang diusulkan kepada pasien dan keluarga. Informasi yang diberikan memuat elemen: a) diagnosis (diagnosis kerja dan diagnosis banding) dan dasar diagnosis b) kondisi pasien c) tindakan yang diusulkan d) tata cara dan tujuan tindakan e) manfaat dan risiko tindakan f) nama orang mengerjakan tindakan g) kemungkinan alternatif dari tindakan h) prognosis dari tindakan i) kemungkinan hasil yang tidak terduga j) kemungkinan hasil bila tidak dilakukan tindakan (lihat juga HPK..2) 1 1 1 1 1 1 1 4 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1

Elemen Penilaian HPK 2.2 Telusur Skor 1. Ada regulasi yang mengatur pelaksanaan proses untuk menjawab pertanyaan informasi kompetensi dan kewenangan dari PPA. () egulasi tentang proses untuk menjawab pertanyaan kompetensi dan kewenangan PPA, sesuai dengan KKS 1, KKS 12, KKS 14 dan KKS 17 1 2. Pasien diberi informasi tentang elemen a) sampai j) yang relevan dengan kondisi dan rencana tindakan (,) 3. PJP, PPJA dan PPA lainnya harus memperkenalkan diri saat pertama kali bertemu pasien. (,S) a) sampai j) yang relevan dengan kondisi pasien dan rencana tindakan PJP PPJA PJP PPJA S Peragaan cara perkenalan diri Standar HPK 2.3 umah sakit memberitahu pasien dan keluarganya tentang hak dan tanggung jawab mereka yang berhubungan dengan penolakan atau tidak melanjutkan pengobatan Maksud dan Tujuan HPK 2.3 : Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 2.3 Telusur Skor 1. umah sakit memberitahukan Bukti formulir tentang penolakan/tidak 1 pasien dan keluarganya tentang melanjutkan pengobatan hak mereka untuk menolak atau Bukti formulir tentang tidak melanjutkan tidak melanjutkan pengobatan. perawatan (pulang atas permintaan sendiri) (,) (lihat juga AK.4.4, EP Bukti pelaksanaan edukasi tentang hak untuk menolak atau tidak melanjutkan pengobatan 2. umah sakit memberitahukan pasien dan keluarganya tentang konsekuensi dari keputusan mereka.(,) (lihat juga AK 4.4, EP 2). 3. umah sakit memberitahukan pasien dan keluarganya tentang tanggung jawab mereka berkaitan dengan keputusan tersebut. (,) 4. umah sakit memberitahukan pasien dan keluarganya tentang tersedianya alternatif pelayanan dan pengobatan. (,) Bukti pelaksanaan edukasi tentang konsekuensi dari keputusan mereka PJP/PPA lainnya Bukti pelaksanaan edukasi tentang tanggung jawab mereka berkaitan dengan keputusan tersebut PJP/PPA lainnya Bukti pelaksanaan edukasi tentang tentang alternatif pelayanan dan pengobatan PJP/PPA lainnya Standar HPK 2.4 umah sakit menghormati keinginan dan pilihan pasien untuk menolak pelayanan resusitasi, menunda atau melepas bantuan hidup dasar (do not resucitate/n) Maksud dan Tujuan HPK 2.4 : Lihat SNAS 1 umah sakit diminta membuat pedoman yang berisi: a) rumah sakit harus mematuhi peraturan perundangundangan yang terkait b) rumah sakit harus memastikan sesuai dengan norma agama dan budaya c) mencakup situasi dimana keputusan tersebut berubah sewaktu pelayanan sedang berjalan 1 1 1 1 1 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1 41

d) memandu PPA melalui isu hukum dan etika dalam melaksanakan menunda atau melepas bantuan hidup dasar e) rumah sakit mengembangkan kebijakan dan prosedur melalui suatu proses yang melibatkan banyak profesi dari berbagai sudut pandang f) regulasi tentang identifikasi tanggungjawab masingmasing pihak dan pendokumentasiannya dalam rekam medis pasien Elemen Penilaian HPK 2.4 Telusur Skor 1. Ada regulasi rumah sakit pada saat pasien menolak pelayanan resusitasi, menunda atau melepas bantuan hidup dasar sesuai peraturan perundangundangan, norma agama dan budaya masyarakat. () 2. Pelaksanaan sesuai dengan regulasi tersebut. (,) egulasi tentang pasien yang menolak pelayanan resusitasi, menunda atau melepas bantuan hidup dasar Bukti pelaksanaan pasien yang menolak pelayanan resusitasi, menunda atau melepas bantuan hidup dasar PJP/PPA lainnya Standar HPK 2. umah sakit mendukung hak pasien terhadap asesmen dan manajemen nyeri yang tepat. Maksud dan Tujuan HPK 2. : Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 2. Telusur Skor 1. Ada regulasi tentang asesmen dan manajemen nyeri. () 2. umah sakit menghormati dan mendukung hak pasien dengan melakukan asesmen dan manajemen nyeri yang sesuai. (lihat juga PAP.7.1 EP 1). (,) 3. Staf rumah sakit memahami pengaruh pribadi, budaya, sosial dan spiritual tentang hak pasien untuk melaporkan rasa nyeri, serta asesmen dan manajemen nyeri secara akurat. (,) egulasi tentang asesmen dan manajemen nyeri, sesuai dengan PAP 6 EP 1 Bukti dalam rekam medis tentang pelaksanaan asesmen dan manajemen nyeri PJP/PPJA/PPA lainnya keperawatan Pasien Bukti dalam rekam medis tentang laporan rasa nyeri oleh pasien beserta asesmen dan manajemen nyeri PPJA keperawatan Pasien Standar HPK 2.6 umah sakit mendukung hak pasien untuk mendapatkan pelayanan yang penuh hormat dan penuh kasih sayang pada akhir kehidupannya. Maksud dan Tujuan HPK 2.6 : lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 2.6 Telusur Skor 1. Ada regulasi tentang pelayanan pasien pada akhir kehidupan () 2. umah sakit mengakui dan mengidentifikasi pasien yang menghadapi kematian dengan kebutuhan yang unik. (,) 3. Staf rumah sakit menghormati hak pasien yang sedang menghadapi kematian, memiliki kebutuhan yang unik dalam proses asuhan dan di dokumentasikan. (,) egulasi tentang pelayanan pasien pada akhir kehidupan sesuai dengan PAP 7 EP 1 Bukti dalam rekam medis tentang identifikasi pasien yang menghadapi kematian dengan kebutuhan unik PJP/PPJA keperawatan Keluarga Bukti dalam rekam medis tentang pelaksanaan menghormati hak pasien yang sedang menghadapi kematian dengan kebutuhan unik PPJA 1 1 1 1 1 1 1 1 42 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1

(lihat juga MIM.13 EP 2) keperawatan Keluarga Standar HPK 3 umah sakit memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarganya tentang adanya proses untuk menerima, menanggapi dan menindaklanjuti bila ada pasien menyampaikan keluhan, konflik dan perbedaan pendapat tentang pelayanan pasien. umah sakit juga menginformasikan tentang hak pasien untuk berpartisipasi dalam proses ini. Maksud dan Tujuan HPK 3 : Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 3 Telusur Skor 1. Ada regulasi yang mendukung konsistensi pelayanan dalam menghadapi keluhan, konflik atau beda pendapat. () 2. Pasien diberitahu tentang proses menyampaikan keluhan, konflik atau perbedaan pendapat. (,) 3. Keluhan, konflik dan perbedaan pendapat ditelaah dan ditindaklanjuti oleh rumah sakit serta didokumentasikan. (,) egulasi tentang penanganan pengaduan pasien/keluarga Bukti pelaksanaan pemberitahuan proses menyampaikan keluhan (leaflet, kotak pengaduan dll) Customer service Bukti pelaksanaan tentang telaah dan tindak lanjut pengaduan Komite medik/komite keperawatan/komite etik Customer service Staf terkait Bukti tentang keikutsertaan pasien dan atau keluarga dalam proses penyelesaian 4. Pasien dan atau keluarga pasien ikut serta dalam proses penyelesaian. (,) 1 Komite medik/komite keperawatan/komite etik Customer service Staf terkait Standar HPK 4 Semua pasien diberi tahu tentang hak dan kewajiban dengan metode dan bahasa yang mudah dimengerti. Maksud dan tujuan HPK 4 : Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 4 Telusur Skor 1. Ada regulasi bahwa setiap pasien dan keluarga mendapatkan informasi tentang hak dan kewajiban pasien. () egulasi tentang pemberian informasi mengenai hak pasien dan keluarga kepada setiap pasien, sesuai HPK 1 EP 1 1 2. Ada bukti bahwa informasi tentang hak serta kewajiban pasien diberikan tertulis kepada pasien, terpampang, atau tersedia sepanjang waktu. (,O,) 3. umah sakit menetapkan proses pemberian informasi hak dan kewajiban pasien jika komunikasi tidak efektif atau tidak tepat. (,S O Bukti materi tentang informasi hak dan kewajiban pasien Lihat ketersediaan materi informasi Staf rekam medis Customer service Pasien / keluarga Staf rekam medis Customer service Pasien / keluarga S Peragaan tentang penyampaian pemberian informasi HPK bila komunikasi tertulis tidak efektif PESETUJUAN UMUM (GENEAL CONSENT) Standar HPK Pada saat pasien diterima waktu mendaftar rawat jalan dan setiap rawat inap, diminta menandatangani persetujuan umum (general consent), persetujuan umum (general consent) harus menjelaskan cakupan dan batasannya. 1 1 1 1 1 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1 43

Maksud dan tujuan HPK : lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK Telusur Skor 1. Ada regulasi tentang persetujuan umum dan pendokumentasiannya dalam rekam medis pasien diluar tindakan yang membutuhkan persetujuan khusus (informed consent) tersendiri. () egulasi tentang general consent 1 2. Persetujuan umum (general consent) diminta saat pertama kali pasien masuk rawat jalan atau setiap masuk rawat inap. (,) 3. Pasien dan atau keluarga diminta untuk membaca dan kemudian menandatangani persetujuan umum (general consent). (,) Bukti pelaksanaan tentang persetujuan umum Staf rekam medis Bukti materi tentang general consent yang sudah ditanda tangani Staf rekam medis PESETUJUAN KHUSUS (INFOME CONSENT) Standar HPK.1 umah sakit menetapkan regulasi pelaksanaan persetujuan khusus (informed consent) oleh PJP dan dapat dibantu oleh staf yang terlatih dengan bahasa yang dapat dimengerti sesuai peraturan perundangundangan. Maksud dan tujuan HPK.1 : lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK.1 Telusur Skor 1. Ada regulasi yang dijabarkan dengan jelas mengenai persetujuan khusus (informed consent). () 2. PJP menjelaskan informasi tindakan yang akan diambil dan bila perlu dapat dibantu staf terlatih. (,) 3. Pasien memahami informasi tentang tindakan yang memerlukan persetujuan khusus (informed consent) melalui cara dan bahasa yang dimengerti oleh pasien. Pasien dapat memberikan/menolak persetujuan khusus (informed consent) tersebut. (,) egulasi tentang persetujuan khusus/persetujuan tindakan kedokteran (informed consent) Bukti pemberian informasi tindakan kedokteran yang akan dilakukan baik secara lisan maupun tertulis PJP 1) Bukti pelaksanaan pemberian informasi 2) Bukti penolakan/persetujuan PJP PPJA/staf klinis Standar HPK.2 Persetujuan khusus (informed consent) diberikan sebelum operasi, anestesi (termasuk sedasi), pemakaian darah dan produk darah, tindakan dan prosedur serta pengobatan lain dengan risiko tinggi yang ditetapkan oleh regulasi rumah sakit Maksud dan tujuan HPK.2 : Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK.2 Telusur Skor 1. Ada regulasi tentang persetujuan khusus (informed consent) yang harus diperoleh sebelum operasi atau prosedur invasif, sebelum anestesi (termasuk sedasi), pemakaian darah dan produk darah, serta pengobatan risiko tinggi lainnya. () 2. Ada bukti pelaksanaan tentang persetujuan khusus (informed consent) yang harus diperoleh sebelum operasi atau prosedur invasif, sebelum anestesi egulasi tentang memperoleh informed consent 1 Bukti pelaksanaan tentang informed consent sebelum operasi /prosedur invasif, sebelum anestesi (termasuk sedasi), pemakaian darah dan produk darah, serta pengobatan risiko tinggi 1 1 1 1 1 1 44 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1

(termasuk sedasi), pemakaian darah dan produk darah, serta pengobatan risiko tinggi lainnya. (, ) 3. umah sakit menyusun daftar semua pengobatan / tindakan / prosedur yang memerlukan persetujuan khusus (informed consent). (,) 4. Identitas PJP dan orang yang membantu memberikan informasi kepada pasien dan keluarga dicatat di rekam medik pasien. (,) PJP okter Anestesi Bukti daftar pengobatan/tindakan/prosedur yang memerlukan informed consent PJP Bukti dalam rekam medis tentang identitas staf medis dan staf yang membantu memberikan informasi dalam informed consent PJP okter anestesi Standar HPK.3 umah sakit menetapkan proses, dalam konteks peraturan perundangundangan, siapa pengganti pasien yang dapat memberikan persetujuan dalam persetujuan khusus (informed consent) bila pasien tidak kompeten. Maksud dan tujuan HPK.3 : Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK.3 Telusur Skor 1. Ada regulasi sesuai dengan peraturan perundangundangan yang menetapkan proses dan siapa yang menandatangani persetujuan khusus (informed consent) bila pasien tidak kompeten. () 2. umah sakit menetapkan dan melaksanakan proses, apabila orang lain yang memberi persetujuan khusus (informed consent). (,) 3. Nama orang yang menggantikan pemberi persetujuan dalam persetujuan khusus (informed consent) sesuai peraturan perundangundangan, tercatat di rekam medik. (,) egulasi tentang penetapan individu yang tanda tangan pada informed consent bila pasien tidak kompeten Bukti pelaksanaan proses persetujuan bila pasien tidak kompeten tanda tangan pada informed consent PJP okter Anestesi Bukti dalam rekam medis tentang pencatuman nama orang yang menggantikan pemberian persetujuan bila pasien tidak kompeten PENELITIAN, ONASI AN TANSPLANTASI OGAN Standar HPK 6 Pimpinan rumah sakit bertanggung jawab untuk melindungi manusia/pasien sebagai subjek penelitian. Maksud dan Tujuan HPK 6 dan HPK 6.1 : Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 6 Telusur Skor 1. Ada regulasi yang menetapkan dimana pimpinan rumah sakit bertanggung jawab atas perlindungan terhadap pasien yang menjadi subyek peserta penelitian, dan mempromosikan kode etik dan perilaku professional serta mendorong kepatuhan terhadap kode etik profesi dan perilaku professional termasuk dalam penelitian serta menyediakan sumber daya yang egulasi tentang tanggung jawab pimpinan S dalam perlindungan terhadap pasien yang digunakan sebagai subyek penelitian/uji klinis 1 1 1 1 1 1 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1 4

layak agar program penelitian berjalan dengan efektif () 2. Pimpinan rumah sakit, secara lisan dan tertulis, mengkomunikasikan ke seluruh staf rumah sakit mengenai komitmen mereka untuk melindungi manusia/pasien sebagai subjek peserta penelitian dan mendukung perilaku yang sesuai dengan kode etik profesi/penelitian. (,O,) (lihat juga TKS.12) 3. Pimpinan rumah sakit menentukan komite yang bertanggung jawab atas kesinambungan perkembangan dan kepatuhan terhadap semua peraturan perundangundangan serta regulasi rumah sakit tentang penelitian yang menggunakan manusia sebagai subyek. (,) O Bukti pelaksanaan penyampaian informasi tentang regulasi pada HPK 6 EP 1 Lihat bukti pelaksanaan penyampaian informasi Staf peneliti Komite Etik Penelitian Staf iklit Bukti penetapan Komite Etik Penelitian disertai uraian tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Staf peneliti Komite Etik Penelitian Staf iklit Standar HPK 6.1 umah sakit mematuhi semua peraturan dan persyaratan penelitian/kode etik profesi serta kode etik penelitian dan menyediakan sumber daya yang layak agar program penelitian dapat berjalan dengan efektif. Elemen Penilaian HPK 6.1 Telusur Skor 1. Ada regulasi dimana pimpinan rumah sakit bersama komite memahami dan menyusun mekanisme untuk memastikan ketaatan terhadap semua peraturan perundangundangan dan persyaratan profesi yang berkaitan dengan penelitian. () 2. Pimpinan rumah sakit dan komite memiliki proses penyusunan anggaran untuk menyediakan sumber daya yang adekuat agar program penelitian berjalan efektif. (,) 3. Pimpinan rumah sakit menyediakan atau memastikan terdapat jaminan asuransi yang adekuat untuk menanggung pasien yang berpartisipasi dalam uji klinis yang mengalami kejadian yang tidak diharapkan (adverse event).(,) egulasi tentang mekanisme penelitian yang memastikan ketaatan terhadap peraturan perundangundangan dan syarat profesi dalam penelitian Bukti tentang tersedianya anggaran yang adekuat untuk program penelitian irektur Komite Etik Penelitian Kepala iklit Bukti jaminan asuransi yang adekuat bagi pasien bila terjadi KT irektur Komite Etik Penelitian Kepala iklit Staf peneliti Standar HPK 6.2 umah sakit memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarganya tentang bagaimana cara mendapatkan akses ke penelitian / uji klinis (clinical trial) yang melibatkan manusia sebagai subjek. Maksud dantujuan HPK 6.2: lihat SNAS 1 umah sakit yang melakukan penelitian / uji klinis (clinical trial) yang melibatkan manusia sebagai subjek menyediakan keterangan kepada pasien dan keluarga nya tentang bagaimana cara mendapatkan akses aktivitas tersebut bila relevan dengan kebutuhan pengobatannya. Bila pasien diminta untuk berpartisipasi, mereka memerlukan penjelasan yang dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan mereka. Informasi tersebut meliputi: a) manfaat yang diharapkan. b) kemungkinan/potensi ketidaknyamanan dan risiko. c) alternatif yang dapat menolong mereka. d) prosedur yang harus diikuti. 1 1 1 1 1 46 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1

Pasien diberikan penjelasan bahwa mereka dapat menolak untuk berpartisipasi atau mengundurkan diri sewaktuwaktu dimana penolakan atau pengunduran diri tersebut tidak akan menutup akses mereka terhadap pelayanan rumah sakit. umah sakit mempunyai kebijakan dan prosedur untuk memberikan informasi tentang hal ini kepada pasien dan keluarganya. Elemen Penilaian HPK 6.2 Telusur Skor 1. Ada regulasi yang mengarahkan informasi dan proses pengambilan keputusan untuk penelitian / uji klinis (clinical trial), serta pasien dan keluarganya yang tepat diidentifikasi dan diberi informasi tentang bagaimana cara mendapatkan akses ke penelitian / uji klinis (clinical trial) yang relevan dengan kebutuhan pengobatan mereka () 2. Pasien yang diminta untuk berpartisipasi diberikan penjelasan tentang manfaat yang diharapkan. (,) 3. Pasien yang diminta untuk berpartisipasi diberikan penjelasan tentang potensi ketidak nyamanan dan risiko. (,) 4. Pasien yang diminta untuk berpartisipasi diberi penjelasan tentang altenatif yang dapat menolong mereka. (,). Pasien yang diminta untuk berpartisipasi, kepadanya diberikan penjelasan tentang prosedur yang harus diikuti. (,) 6. Pasien diyakinkan bahwa penolakan untuk berpartisipasi atau pengunduran diri dari partisipasi tidak mempengaruhi akses mereka terhadap pelayanan rumah sakit. (,) egulasi tentang proses pemberian informasi dan pengambilan keputusan untuk penelitian klinis manfaat yang diharapkan dari penelitian potensi ketidak nyamanan dan risiko altenatif yang dapat menolong mereka prosedur yang harus diikuti penolakan/pengunduran diri tidak mempengaruhi akses terhadap pelayanan rumah sakit Standar HPK 6.3 umah sakit memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarganya tentang bagaimana pasien yang ikut berpartisipasi dalam penelitian/ uji klinis (clinical trial) mendapatkan perlindungan. Maksud dan Tujuan HPK 6.3 : Lihat SNAS 1 umah sakit yang melaksanakan penelitian / uji klinis (clinical trial) yang melibatkan manusia sebagai subjek penelitian, memahami bahwa tanggungjawab utama adalah kesehatan dan keselamatan pasien. umah sakit memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarganya sebelumnya mengenai proses yang baku untuk : a) Menelaah protokol penelitian b) Menimbang risiko dan manfaat yang relatif bagi para peserta c) Mendapatkan surat persetujuan dari manusia/pasien sebagai subjek penelitian d) Mengundurkan diri dari keikutsertaan sewaktuwaktu e) Informasi ini dikomunikasikan kepada manusia/pasien dan keluarga untuk membantu pengambilan keputusan terkait partisipasi mereka dalam penelitian Elemen Penilaian HPK 6.3 Telusur Skor 1 1 1 1 1 1 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1 47

1. Pasien dan keluarganya diberikan penjelasan tentang prosedur rumah Sakit untuk menelaah protokol penelitian. (,) 2. Pasien dan keluarganya diberikan penjelasan tentang prosedur rumah sakit untuk menimbang manfaat dan risiko bagi peserta. (,) 3. Pasien dan keluarganya diberikan penjelasan tentang prosedur rumah sakit untuk mendapatkan persetujuan. (,) 4. Pasien dan keluarganya diberikan penjelasan tentang prosedur rumah sakit untuk mengundurkan diri dari keikutsertaan. (,) protokol penelitian manfaat dan risiko penelitian pemberian persetujuan penelitian proses pengunduran diri dari keikutsertaan dalam penelitian Standar HPK 6.4 Persetujuan khusus (informed consent) penelitian diperoleh sebelum pasien berpartisipasi dalam penelitian / uji klinis (clinical trial). Maksud dan Tujuan HPK 6.4: Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 6.4 Telusur Skor 1. Ada regulasi tentang persetujuan yang didokumentasikan dalam rekam medis pasien disertai tanda tangan persetujuan. () egulasi tentang informed consent penelitian 1 2. Persetujuan khusus (informed consent) penelitian diperoleh saat pasien memutuskan ikut serta dalam penelitian / uji klinis (clinical trial). (,) 3. Keputusan persetujuan khusus (informed consent) penelitian didokumentasikan sesuai peraturan perundangundangan. (,) 4. Identitas petugas yang memberikan penjelasan untuk mendapatkan persetujuan dicatat dalam rekam medis pasien. (,) Bukti (informed consent) penelitian Bukti informed consent penelitian Bukti dalam rekam medis tentang nama staf yang memberi penjelasan informed consent penelitian Standar HPK 7 umah sakit mempunyai sebuah komite etik penelitian untuk melakukan pengawasan atas semua penelitian dirumah sakit tersebut yang melibatkan manusia/pasien sebagai subjeknya. Maksud dan Tujuan HPK 7 : Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 7 Telusur Skor 1. Ada komite atau mekanisme lain yang ditetapkan oleh rumah sakit yang melibatkan perwakilan masyarakat untuk mengawasi seluruh kegiatan penelitian di rumah sakit, termasuk suatu pernyataan yang jelas mengenai maksud dari pengawasan kegiatan. () egulasi tentang komite untuk mengawasi seluruh kegiatan penelitian di rumah sakit 1 1 1 1 1 1 1 1 48 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1

2. Kegiatan pengawasan tersebut mencakup penelaahan prosedur. (,) Bukti pelaksanaan pengawasan penelaahan prosedur penelitian: 1) Bukti pelaksanaan pengawasan penelitian secara menyeluruh 2) Bukti pelaksanaan penelaahan prosedur 1 3. Kegiatan pengawasan tersebut mencakup prosedur untuk menimbang risiko dan manfaat yang relatif bagi subyek. (,) 4. Kegiatan pengawasan tersebut mencakup prosedur menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi penelitian. (,). Kegiatan meliputi pengawasan saat pelaksanaan penelitian (,) Komite etik penelitian Pengawas Lapangan Bukti pelaksanaan pengawasan risiko dan manfaat yang relative bagi subjek pada perencanaan dan pelaksanaan penelitian Komite etik penelitian Pengawas Lapangan Bukti pelaksanaan pengawasan menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi penelitian Komite etik penelitian Pengawas Lapangan Bukti pelaksanaan supervisi pelaksanaan penelitian: 1) Bukti form ceklis 2) Bukti pelaksanaan supervisi 1 1 1 Komite etik penelitian Pengawas Lapangan ONASI OGAN Catatan: Standarstandar berikut dimaksudkan untuk digunakan dimana transplatasi organ atau jaringan tidak dilakukan namun saat pasien meminta informasi mengenai donasi organ atau jaringan. Standar HPK 8 umah sakit memberi informasi pada pasien dan keluarga tentang bagaimana memilih untuk mendonorkan organ dan jaringan lainnya Maksud dan tujuan HPK 8 dan HPK 8.1: Lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 8 Telusur Skor 1. Ada regulasi yang mendukung pasien dan keluarga untuk memberikan donasi organ atau jaringan lain sesuai peraturan perundangundangan. () 2. umah sakit memberi informasi kepada pasien dan keluarga tentang proses donasi sesuai regulasi. (,) 3. umah sakit memberi informasi kepada pasien dan keluarga tentang organisasi penyediaan organ sesuai regulasi. (,) 4. umah sakit memastikan terselenggaranya pengawasan yang cukup untuk mencegah pasien merasa dipaksa untuk donasi sesuai regulasi. (,) egulasi tentang donasi dan transplantasi organ atau jaringan lain sesuai peraturan perundangundangan, agama serta nilai budaya setempat yang meliputi: 1) proses mendorong keluarga untuk mendonasikan organ/jaringan lain 2) pengawasan donasi dan transplantasi organ/jaringan lain 3) proses mendapatkan persetujuan proses donasi PJP/staf klinis lainnya organisasi penyediaan organ PJP/staf klinis Komite Etik S PJP/staf klinis Komite Etik S Bukti pengawasan pelaksanaan donasi organ tanpa pemaksaan: 1) Bukti form ceklis 2) Bukti pelaksanaan pengawasan 1 1 1 1 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1 49

PJP/staf klinis Komite Etik S Standar HPK 8.1 umah sakit menetapkan kebijakan dan prosedur untuk melakukan pengawasan terhadap proses kemungkinan terjadinya jual beli organ dan jaringan. Elemen Penilaian HPK 8.1 Telusur Skor 1. Ada regulasi yang menetapkan proses donasi organ dan jaringan dan memastikan bahwa proses sesuai dengan peraturan perundangundangan, agama dan nilai nilai budaya setempat () 2. umah sakit menetapkan proses untuk mendapatkan persetujuan sesuai regulasi. (,) 3. Staf dilatih tentang isu dan masalah terkini terkait donasi organ dan tersedianya tranplantasi (,) 4. umah sakit bekerja sama dengan rumah sakit lain dan perkumpulan di masyarakat untuk menghargai dan melaksanakan pilihannya melakukan donasi (,) Sesuai dengan HPK 8 EP 1 1 Bukti tentang penetapan proses untuk mendapatkan persetujuan. PJP/staf klinis Bukti pelaksanaan pelatihan tentang isu dan masalah terkini terkait donasi organ dan tersedianya tranplantasi Kepala iklat MOU dengan institusi penyedia donasi (misalnya : Bank mata) irektur Kepala bidang/divisi Kepala unit pelayanan Standar HPK 8.2 umah sakit menyediakan pengawasan terhadap pengambilan, transplantasi organ dan jaringan. Maksud dan Tujuan HPK 8.2 : lihat SNAS 1 Elemen Penilaian HPK 8.2 Telusur Skor 1. Ada regulasi yang menjadi acuan untuk pengawasan proses dalam mendapatkan dan mendonasi organ atau jaringan serta proses transplantasi. () Sesuai dengan HPK 8 EP 1 1 2. Staf dilatih untuk regulasi tersebut. (,) 3. Staf dilatih mengenai isu dan persoalan tentang donasi organ dan ketersediaan transplan. (,) Bukti pelaksanaan pelatihan staf tentang regulasi donasi dan transplantasi organ Kepala iklat Staf terkait Bukti pelaksanaan pelatihan staf mengenai isu dan persoalan tentang donasi dan transplantasi organ/jaringan 1 1 1 1 1 4. umah sakit mendapat persetujuan dari donor hidup. (,) Kepala iklat Staf terkait Bukti pelaksanaan mendapat persetujuan dari donor hidup PJP/staf klinis Komite Etik S 1 INSTUMEN SUVEI STANA NASIONAL AKEITASI UMAH SAKIT EISI 1