BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan rancangan penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional di mana data yang menyangkut variabel bebas dan variabel terikat diambil dalam waktu yang bersamaan dengan tujuan untuk mencari hubungan antara dua variabel. Metode yang digunakan adalah survei dan wawancara dengan menggunakan kuesioner. 12,13 B. Populasi dan sampel 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil Trimester III di wilayah Puskesmas Puweri yang pada bulan April 2011 memasuki trimester III, berjumlah 67 orang. 2. Sampel adalah yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi Kriteria inklusi 1. Kehamilan ke 2 atau lebih 2. Bersedia menjadi responden 3. Status lengkap (data ibu hamil tentang penyakit kronik, riwayat perdarahan, kunjungan ibu hamil, pemberian tablet besi, LILA, Hemoglobin) Kriteria Eksklusi 1. Ibu hamil yang mempunyai penyakit kronik ( TBC, Malaria ) 2. Ibu hamil yang mempunyai riwayat perdarahan (Perdarahan yang lalu, menstruasi yang sebelum kehamilan) Besar sampel dihitung mengunakan rumus sampel minimal. 25
Rumus : N n= 1+ N d ( ) 2 Keterangan : N : besarnya populasi n : besarnya sampel d : tingkat ketepatan/ketelitian 0,1 % = 10 % Dari hasil perhitungan diperoleh jumlah sampel minimal = 40 orang Sampel dari penelitian ini semua ibu hamil trimester III yang berada di Wilayah Puskesmas Puweri yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 40 ibu hamil. C. Variabel penelitian Penelitian ini terdiri dari 2 variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat 1. Variabel Bebas Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor -faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia yaitu : pengetahuan ibu tentang anemia, status gizi, umur, jumlah anak, jarak kelahiran. 2. Variabel Terikat Sebagai variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian anemia ibu hamil. D. Definisi Operasional variabel 1. Variabel terikat yaitu kejadian anemia ibu hamil Kejadian anemia ibu hamil adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin ( Hb) dalam darah ibu hamil trimester III kurang dari 11 gr/dl yang diukur dengan menggunakan metode cyan-methemoglobin. 26
Kejadian Anemia menurut WHO dikategorikan menjadi : a. Anemia : jika Hb kurang atau sama dengan 11 g/dl b. Tidak anemia : jika Hb lebih dari 11 g/dl Skala pengukuran : Nominal 2. Variabel independen yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi anemia kehamilan Yaitu : a. Pengetahuan Pengetahuan adalah hasil tahu dari ibu hamil setelah melakukan penginderaan terhadap perihal anemia yang diukur berdasarkan kemampuan ibu hamil dalam menjawab berbagai pertanyaan tentang anemia yang dinyatakan dalam skor pengetahuan menurut Arikunto pengetahuan dikategorikan menjadi: 16 1) Kurang : Jika jawaban benar < 56% 2) Cukup : Jika jawaban benar 56%-75% 3) Baik : Jika jawaban benar 76%-100% Skala : Ordinal b. Status Gizi 10 Status Gizi adalah suatu keadaan kurangnya kecukupan zat gizi akibat ketidakseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dengan kebutuhan tubuh akan zat gizi, yang dinyatakan dengan menggunakan standar LILA (Lingkar Lengan Atas) yang dikategorikan KEK jika kurang dari 23,5 cm dan jika lebih dari 23,5 cm dikategorikan normal. Variabel status gizi dikategorikan menjadi: 1) KEK : Kurang dari 23,5 cm 2) Normal : lebih dari sama dengan 23,5 cm c. Umur 4 Adalah lama hidup seseorang sejak lahir sampai saat penelitian yang dihitung ini dihitung dengan alat bantu kartu tanda penduduk Menurut Manuaba variabel umur dikategorikan menjadi: 27
1) Risiko anemia : kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun 2) Tidak risiko anemia : 20 tahun sampai 35 tahun d. Jumlah anak 4 Adalah banyaknya anak yang pernah dilahirkan baik mati maupun hidup. Menurut Manuaba di kategorikan menjadi : 1) Berisiko tinggi anemia : lebih dari 4 2) Tidak berisiko anemia : kurang dari 4 e. Jarak kelahiran 4 Adalah jarak antara kelahiran pertama dan kelahiran berikutnya Menurut Manuaba jarak kelahiran dikategorikan manjadi: 1) Berisiko anemia : Kurang dari 24 bulan 2) Tidak berisiko anemia : Lebih dari sama dengan 24 bulan E. JENIS DAN CARA PENGUMPULAN DATA 1. Jenis data a. Data primer Adalah data yang diperoleh dari wawancara langsung dengan ibu hamil yang meliputi identitas, pengetahuan, umur, jumlah anak, jarak kelahiran, dan pengukuran yang didapat status gizi dan kadar Hb. b. Data sekunder Adalah data yang diperoleh dengan cara mengutip langsung dari rekam medis, buku KIA yang meliputi identitas, pendidikan, riwayat kehamilan, riwayat persalinan, riwayat kesehatan. 2. Cara pengumpulan data Data karakteristik ibu hamil diperoleh melalui wawancara dengan ibu hamil yang meliputi pengetahuan, umur, pendidikan, riwayat persalinan, dan jarak kelahiran. Data status gizi diperoleh dengan cara mengukur lingkar lengan atas yang dilakukan oleh bidan dengan cara mengukur 28
lingkar lengan atas dengan mengunakan pita LILA yang dikeluarkan oleh Depkes RI. Pengukuran dilakukan dengan posisi berdiri tegak, selanjutnya lengan sebelah kiri atas diukur panjangnya untuk ditentukan titik tengahnya, dengan posisi tangan kiri di tekuk menyiku, kemudian dilakukan pengukuran pada titik tengah lengan kiri dengan posisi tergantung bebas. Hasil pengukuran dikelompokan menjadi dua yaitu <23.5cm ( menderita KEK) dan 23,5 cm (tidak KEK). Data kejadian anemia diperoleh dengan cara mengukur kadar Hb dengan menggunakan metode Cyan-methemoglobin yang dinyatakan dalam satuan gr/dl. Data riwayat perdarahan dan riwayat penyakit kronik diperoleh dengan wawancara dan mengecek dengan rekammedis dan buku KIA. Data kadar Hb diperoleh dari pemeriksaan kadar hb yang dilakukan oleh petugas laboratorium puskesmas Puweri. F. PENGOLAHAN DATA Langkah-langkah dalam pengolahan data ada empat tahapan yaitu : 1. Editing Merupakan kegiatan untuk melakukan pengecekan isi kuesioner apakah sudah diisi dengan lengkap dan jelas, relevansi jawaban dengan pertanyaan dan konsistensi, misalnya antara pertanyaan usia dengan jumlah anak. Memeriksa data yang terkumpul dan meneliti kelengkapan jawaban dengan lembar wawancara yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada kesesuaian antara semua pertanyaan dengan jawaban. 2. Coding Merupakan kegiatan memberikan kode berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka /bilangan. Pemberian kode disesuaikan dengan kategori masing-masing variabel. a. Pengetahuan 1) Kurang : Jika jawaban benar kurang < 56% : kode 1 2) Cukup : Jika jawaban benar 56%-75% : kode 2 3) Baik : Jika jawaban benar 76%-100% : kode 3 29
b. Status gizi 1) KEK (< 23,5 cm) : kode 1 2) Normal ( > 23,5 cm) : kode 2 c. Umur 1) Risiko : <20 tahun dan >35 tahun : kode 1 2) Tidak risiko : 20 tahun sampai 35 tahun : kode 2 d. Jumlah anak 1) Berisiko 4 : kode 1 2) Tidak berisiko < 4 : kode 2 e. Jarak kelahiran 1) Berisiko kurang dari 24 bulan : kode 1 2) Tidak risiko sama dengan > 24 bulan : kode 2 3. Entry Data Setelah data di koding maka langkah selanjutnya melakukan entry data dari kuesioner Memasukan data jawaban responden ke dalam komputer. 4. Cleaning Kegiatan pengecekan kembali data yang sudah di entry apakah ada kesalahan atau tidak. 17 G. ANALISIS DATA Analisis data dilakukan dua tahap yaitu : 1. Deskriptif Analisa data yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi secara univariat tentang pengetahuan, status gizi, umur, jumlah anak, jarak kelahiran, kejadian anemia yang meliputi nilai min, max, rata-rata, standar devisiasi dan distribusi frekuensi 2. Analitik Hubungan antara pengetahuan, status gizi, umur, jumlah anak, jarak kelahiran, dilakukan dengan uji statistik Chi Square dan Fisher s Exact karena merupakan data kategorik 30
H. Jadwal Penelitian Waktu dan tempat penelitian dilaksanakan selama empat bulan. Tempat penelitian di Puskesmas Puweri Kabupaten Sumba Barat. No Kegiatan Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV 1 Proposal penelitian x x x x x X 2 Seminar proposal X 3 Revisi proposal x X x 4 Skripsi dan penelitian X X x X x x x 5 Sidang skripsi x 6 Revisi skripsi x x X 7 Artikel skripsi X 8 Pengumpulan skripsi dan X x artikel 31