175 Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016

dokumen-dokumen yang mirip
I. PENDAHULUAN. untuk memotivasi berkembangnya pembangunan daerah. Pemerintah daerah harus berupaya

LAPORAN IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI OBYEK WISATA ALAM DI KARANGTEKOK BLOK JEDING ATAS. Oleh : Pengendali EkosistemHutan

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi seperti sekarang ini, pembangunan kepariwisataan

I. PENDAHULUAN. beragam adat istiadat, bahasa, agama serta memiliki kekayaan alam, baik yang ada di

Berikut obyek wisata yang bisa kita nikmati:

BERWISATA BAHARI MENYUSURI SEGARA ANAKAN

I. PENDAHULUAN. Pariwisata merupakan salah satu fenomena sosial, ekonomi, politik, budaya,

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dan kaya akan potensi sumber daya

GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

KARAKTERISTIK WILAYAH

IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. artinya bagi usaha penanganan dan peningkatan kepariwisataan. pariwisata bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

IV. GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN. Bandar Lampung merupakan Ibukota Provinsi Lampung yang merupakan daerah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Latar Belakang Pengadaan Proyek

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANTAI TANJUNG PAPUMA JEMBER

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,7 persen (Tempo.co,2014). hal

4.1. Letak dan Luas Wilayah

BAB II DISKIRPSI PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. Negara. Pembangunan pariwisata mulai digalakkan, potensi potensi wisata yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pariwisata merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan wisata untuk

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Dari hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. ordinat 5º- 6º Lintang Selatan dan 131º- 133,5º Bujur Timur dan secara geografis,

Kecamatan Amahai. Pantai Kuako

4 KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

28 antara 20º C 36,2º C, serta kecepatan angin rata-rata 5,5 knot. Persentase penyinaran matahari berkisar antara 21% - 89%. Berdasarkan data yang tec

LINGKUNGAN. Jakarta. 2 pulau (Besar dan Kecil) 1 jam Speedboat, 2,15 Fery Angke. Homestay AC, NO Hotels, NO Cottages Mengenai Pulau Tidung

ANALISIS DAYA DUKUNG MINAWISATA DI KELURAHAN PULAU TIDUNG, KEPULAUAN SERIBU

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

4 GAMBARAN UMUM KABUPATEN BLITAR

Mengembangkan Ekowisata Hutan Mangrove Tritih Kulon Cilacap

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah negara kepulauan yang begitu kaya, indah dan

BAB IV RENCANA PENGEMBANGAN

Artikel Liburan ke Pulau Pari

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Kecamatan Salahutu. 1. Pantai Natsepa

BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH PULAU BURUNG. wilayah administratif Kabupaten Indragiri Hilir, Propinsi Riau yang memiliki luas 531,22 km²

BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata Indonesia merupakan salah satu sektor yang mempengaruhi

MOMERANDUM PROGRAM SANITASI KABUPATEN HALMAHERA TIMUR. BAB I Pendahuluan

3 KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Wilayah pesisir Indonesia memiliki luas dan potensi ekosistem mangrove

Ini dia! 4 Pantai Cantik di kota Cilacap

10 Tempat Wisata di Manado yang Wajib Dikunjungi

BAB IV GAMBARAN UMUM PENELITIAN

BAB III TINJAUAN LOKASI DAN WILAYAH

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Bab 4 Hasil Dan Pembahasan

BAB I KONDISI FISIK. Gambar 1.1 Peta Administrasi Kabupaten Lombok Tengah PETA ADMINISTRASI


Kegiatan Ekonomi. Berdasarkan Potensi Alam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Rian Heryana, 2013

FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK IKLIM INDONESIA. PERAIRAN LAUT INDONESIA TOPOGRAFI LETAK ASTRONOMIS LETAK GEOGRAFIS

BAB VII KAWASAN LINDUNG DAN KAWASAN BUDIDAYA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri

ES R K I R P I S P I S SI S S I TEM

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

Faktor-faktor Pembentuk Iklim Indonesia. Perairan laut Indonesia Topografi Letak astronomis Letak geografis

BAB I PENDAHULUAN. tumbuhan yang hidup di lingkungan yang khas seperti daerah pesisir.

alami maupun buatan. Perancangan wisata alam memerlukan ketelitian dalam memilih objek wisata yang akan dikembangkan.

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tata Ruang dan Konflik Pemanfaatan Ruang di Wilayah Pesisir dan Laut

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berasal dari negara kawasan sub-tropis

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. pariwisata itu sendiri, tetapi juga lokal eksposur dan advokasi serta membantu membentuk

2.1 Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Timur A. Letak Geografis dan Administrasi Wilayah

Nusamanuk, Penjaga Kedaulatan Laut Selatan

PENGEMBANGAN KOMPONEN PARIWISATA PADA OBYEK-OBYEK WISATA DI BATURADEN SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BATURADEN TUGAS AKHIR

V. DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Morowali merupakan salah satu daerah otonom yang baru

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Bandar Lampung merupakan Ibukota Provinsi Lampung yang merupakan

IV. KONDISI DAN GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. administratif berada di wilayah Kelurahan Kedaung Kecamatan Kemiling Kota

I.PENDAHULUAN. Komoditas minyak dan gas (migas) merupakan penghasil devisa utama bagi

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, diperoleh kesimpulan

I. PENDAHULUAN. andalan untuk memperoleh pendapatan asli daerah adalah sektor pariwisata.

BAB I PENDAHULUAN. pegunungan yang indah, hal itu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS PELUANG BISNIS PARIWISATA DI KARIMUNJAWA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KONDISI UMUM WILAYAH STUDI

KL 4099 Tugas Akhir. Desain Pengamananan Pantai Manokwari dan Pantai Pulau Mansinam Kabupaten Manokwari. Bab 2 GAMBARAN UMUM LOKASI STUDI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Sekilas Tentang Kota Tarakan Pantai Amal Indah

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. atraksi-atraksi yang memikat sebagai tujuan kunjungan wisata. Terdapat

KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

KEADAAN UMUM KABUPATEN SINTANG

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. Kota

IV. GAMBARAN UMUM. Kabupaten Lampung Tengah adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung.

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. bagi pendapatan suatu negara. Pada tahun 2007, menurut World Tourism

Keputusan Presiden No. 32 Tahun 1990 Tentang : Pengelolaan Kawasan Lindung

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu sektor yang memiliki peranan yang cukup besar dalam. pembangunan perekonomian nasional adalah sektor pariwisata.

OCEANARIUM DI KAWASAN PANTAI KARTINI JEPARA

4 KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

Transkripsi:

175 Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016

Berdasarkan UndangUndang Nomor 1 Tahun 2003 Kabupaten Halmahera Timur merupakan daerah otonom baru hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Tengah di Provinsi Maluku Utara, dengan Maba sebagai ibukota kabupaten. Secara astronomis, Kabupaten Halmahera Timur terletak antara oo 35' 00" Lintang Utara 00 40' 00" Lintang Selatan dan 1280 00" BujurTimur 1280 5' 00" BujurTimur. Adapun Kabupaten Halmahera Timur memiliki batasbatas wilayah sebagai berikut: Sebelah Utara : Teluk Kao (Kabupaten Halmahera Utara) Sebelah Timur : Teluk Buli dan Laut Halmahera/Samudra Pasifik Sebelah Selatan : Kabupaten Halmahera Tengah Sebelah Barat : Kabupaten Halmahera Barat Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016 176

Tabel 7.1. Luas Wilayah Dan Pembagian Daerah Administrasi Menurut Kecamatan di Kabupaten Halmahera Timur, 2016 Luas Wilayah (Km2) 308,40 Jumlah Desa Wasile Timur Kecamatan Wasile 483,95 7 Maba Wasile Tengah Maba Selatan Maba Tengah Wasile Utara Kota Maba Maba Utara Wasile Selatan Sumber: Kabupaten Halmahera Timur Dalam Angka, 2016 408,50 474,90 485,51 8 9 8 9 527,68 12 899,45 8 694,59 835,71 1.377,61 8 6 24 B. Geografis 1. Topografi Topografi wilayah bervariasi dari berombak, berbukit, bergelombang hingga bergunung dengan kemiringan bervariasi dari o % hingga lebih dari 40 Adapun pantai Kecamatan Maba antara Teluk Lili (Desa Dorosagu) di timur hingga hampir ketanjung Makali (Desa Wayamli) didominasi oleh lereng dengan kemiringan 225%. Hampir seluruh pantai Desa Buli memiliki kemiringan 02 %. Daerah pantai Kecamatan Maba Selatan dari perbatasan dengan Kecamatan Maba hingga sekitar perbatasan Desa Gotowasi didominasi oleh kemiringan sebesar 1540 Vo. Kemiringan 02 % dijumpai pada daerah pantai Desa Pateley dan Desa Loleolamo. Sisanya memiliki kemiringan 215 %, termasuk seluruh pedalaman Desa Soa Gimalaha hingga Desa Bicoli. Sebagian besar pedalaman 'kaki' timur Puku Halmahera memiliki kemiringan 1540 %. 177 Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016

2. Iklim dan Cuaca Kabupaten Halmahera Timur memiliki iklim tropis yang sangat dipengaruhi oleh angin laut. Suhu ratarata per tahun adalah 200 330 C. Curah hujan ratarata sekitar 2,500 mm/tahun dengan jumlah hari hujan sekitar 80 130 hari. Daerah Barat kabupaten memiliki curah hujan yang yang lebih tinggi dan semakin ke timur curah hujannya semakin kecil. Memiliki dua musim angin yaitu musim Utara (OktoberMaret), Pancaroba (April), Musim Selatan (AprilSeptember) yang diselingi angin Timur dan pancaroba pada bulan September. 3. Kondisi Geologi Mandala geologi Halmahera Timur Menurut Supriatna (2980) meliputi lengan timur laut, lengan tenggara, dan beberapa pulau kecil di sebelah timur Pulau Halmahera. Morfologi mandala ini terdiri dari pegunungan berlereng terjal dan torehan sungai yang dalam, serta sebagian mempunyai morfologi karst. Morfologi pegunungan berlereng terjal merupakan cerminan batuan keras. Jenis batuan penyusun pegunungan ini adalah batuan ultrabasa. Morfologi karst terdapat pada daerah batu gamping dengan perbukitan yang relatif rendah dan lereng yang landai. C. Kependudukan Penduduk Kabupaten Halmahera Timur pada tahun 2015 berdasarkan data statistik daerah Kabupaten Halmahera Timur tahun 2016 sebanyak 85.188 jiwa yang terdiri dari 44.69 lakidan 40.489 perempuan dibandingkan dengan proyeksi tahun 2014, penduduk Halmahera Timur mengalami pertumbuhan sebesar 2.74 persen. Kepadatan penduduk di Kabupaten Halmahera Timur tahun 2015 mencapai 13 jiwa /km2. Kepadatan penduduk di 10 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di kecamatan Wasile Utara dengan kepadatan sebesar 24 jiwa/km2 dan terendah di kecamatan Wasile Selatan sebesar 6 jiwa/km2. Berdasarkan komposisi jenis kelamin lakilaki dan perempuan, maka penduduk Kabupaten Halmahera Timur Tahun 2015 per kecamatan menunjukkan bahwa jumlah rasio penduduk lakilaki lebih besar (52%) dari rasio jumlah penduduk perempuan (48%). Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016 178

D. Pariwisata Daya Tarik Wisata Alam Kabupaten Halmahera Timur memiliki potensi alam yang banyak menawarkan keanekaragaman DTW, baik bersifat alam (bahari, pantai, air terjun, teluk dan gunung api) maupun budaya (heritage dan living culture) yang dapat dikembangkan menjadi DTW yang layak diperhitungkan untuk dikunjungi, karena keindahan alamnya dan atraksi budaya yang mempesona. Bagi wisatawan yang menyukai kegiatan wisata bahari dan penyelaman bawah laut (diving), selancar (ski air), snorkeling, memancing (fishing) beranekagaram ikan, berenang (swimming) dan berjemur (sunbathing), Kabupaten Halmahera Timur merupakan salah satu pilihan untuk dikunjungi karena daerah ini memiliki banyak pulaupulau yang memiliki potensi bahari yang cukup beranekaragam dengan hamparan pasir putih halus (misalnya Pulau Tengah, Pulau To, Pulau Paniki, Pulau Lewi dan lain lain). 1. 2. Pantai Wasile Pantai wasile merupakan salah satu obyek yang mempunyai potensi alamiah berupa hamparan pasir putih yang berkilauan. selain itu, memiliki panorama alam laut yang indah, laut yang biru dan juga pepohonan di sepanjang pesisir pantai. selain berbagai potensi tersebut, panatai ini juga mempunyai kekayaan ragam biota laut seperti aneka jenis ikan, binatang alut dan rumput laut. pantai wasile terletak di Desa Saramaake Kecamatan Wasile Selatan dan dapat di capai dengan angkutan darat + 30 menit dari Kota Maba. 179 Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016

2. Pantai Jara Jara Pantai jara Jara terletak di Desa Jara Jara. Pantai yang indah dengan pasir putih tampak berkilauan jika terkena sinar matahari, apalagi pada saat air surut. Pantai yang landai dan tidak dalam cukup aman terutama bagi anak anak yang berenang. Pantai ini juga memiliki pecahan ombak, sehingga cocok bagi pecinta sky air. Untuk menuju ke pantai ini dapat melalui jalur laut melalui jalur laut melalui ibu kota Kabupaten sehingga kita dapat menyaksikan panorama alam sekitarnya berupa tebingtebing batu yang menjulang tinggi di sepanjang Tanjung JaraJara. Pantai JaraJara dapat dicapai dengan menggunakan angkutan darat dari Kota Maba. 3. Pantai Tapolo Gotowasi Pantai Tapalo Gotowasi terletak di Desa Gotowasi Kecamatan Maba Selatan. Pulau ini oleh masyarakat Gotowasi disebut dengan Pulau Sikekel, karena di pulau ini telah ada burung Sikekel sejak zaman dulu. Berdasarkan peta Belanda 1923, pulau ini diberi nama pulau Tapalo. Tapalo dalam bahasa Gotowasi artinya disamping atau sebelah. keunikan dari pulau ini pada musim selatan banyak didatangi burung Nuri, selain itu juga ditumbuhi pohon bakau sebagai tempat bertelurnya ikan dan tempat berkembangnya siput (kerang) yang beraneka ragam, sehingga Tapalo cocok dijadikan sebagai tempat wisata kuliner. Pantai ini dapat di tempuh dengan kendaraan darat dari Kota Maba. Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016 180

4. Pantai Sangaji Pantai Sangaji terletak di Desa Sangaji Kecamatan Maba. Pantai yang melandai dengan panjnag ± 2 km dengan pasir yang begitu indah. Dari pantai ini juga kita dapat menikmati pemandangan pulaupulau di depannya seperti pulau Mobon. Untuk menuju ke pulau ini cukup dengan berjalan kaki pada saat pasang surut. Pantai ini sering dijadikan tempat yang sakral karena terdapat jere (kuburan tua) yang sering dikunjungi ketika seseorang akan melaksanakan ibadah haji. Disamping itu saat air surut pantainya bisa dinikmati oleh anakanak untuk bermain bola. 5. Pantai Pulau Paniki Pulau Paniki tidak berpenduduk dan terletak di Maba Selatan. Kawasan pulau ini sangat cocok bagi wisatawan karena memiliki pasir putih sepanjang pulau, disampaing itu pulau ini juga cocok untuk menyelam sambil menikmati panorama terumbu karang yang indah. Keunikan dari pulau ini adalah terdapat banyak kelelawar sehingga penduduk di sekitar menamakan Pulau Paniki atau kelelawar. Pulau Paniki dapat dicapai dengan menggunakan speedboat dari Kota Maba dengan jarak tempuh 30 menit. 6. Pulau Lewi 181 Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016 Pulau Lewi terletak di Maba Selatan. Penduduk di sekitarnya menamakan Pulau Lewi karena di pulau ini banyak ditumbuhi pohon cemara. Pulau seluas ± 1,5 m2 merupakan kawasan yang cocok untuk memancing, berenang, berjemur dan menyelam menikmati keindahan terumbu karang. Di pulau ini juga terdapat navigasi sebagai tanda bagi orang yang berlayar pada malam hari, tetapi sayangnya saat ini lampu tersebut tidak berfungsi lagi karena tidak di rawat.

7. Pulau Tengah Pulau Tengah terletak di Kecamatan Maba Selatan. Karena keberadaan pulau yang terletak di tengahtengah pulau ini memiliki pasir putih yang indah. Pulau ini cocok untuk tempat memancing dan meyelam sambil menikmati indahnya terumbu karang. Seperti halnya pulaupulau di sekitarnya, pulau tengah juga tidak berpenduduk. Beberapa lahan di pulau digunakan sebagai kebun kelapa. 8. Pulau To Pulau ini sangat menarik dan unik. Seluruh pantai pulau ini dikelilingi oleh pasir putih apalagi pada saat air surut. Keunikan lain darai pulau ini adalah di tengahtengah pulau hanya ditumbuhi satu pohon ketapang yang menjulang tinggi, sehingga menjadi pemandangan yang sangat mengasyikan. Di samping itu, pulau ini cocok untuk menyelam sambil menikmati panorama terumbu karang yang indah. Pulau To terletak di Kota Maba. Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016 182

9. Pulau Say Pulau yang indah dan menarik untuk dijadikan tempat rekreasi, karena memiliki pasir putih di sepanjang garis pantai dan ditumbuhi dengan pepohonan yang beraneka ragam. Untuk menuju pulau ini cukup dengan menggunakan speedboat dengan jarak tempuh 15 menit daari Ibukota Kabupaten (Maba). 10. Air Terjun Lembah Ayu Air terjun dengan ketinggian ±10 m dengan memiliki panorama alam yang indah dan masih alami. Tempat ini cocok untuk rekreasi terutama bersama keluarga. Di sekitar air terjun, terdapat sungai dengan bebatuan yang tersusun secara alami sepanjang sungai dan di sekitarnya ditumbuhi pohon yang rimbun dan indah. Bagi pecinta alam dapat dijadikan tempat petualangan apalagi pada malam hari karena udara yang sangat sejuk. Untuk mencapai air terjun bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat dengan jarak tempuh ± 25 menit dari Kota Maba. 183 Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016

11. Air Terjun Tiga Bidadari Air terjun Bidadari terletak di Desa Dakaino Kecamatan Wasile Timur atau sekitar 45 km dari Bandara Buli. Air terjun ini membentuk tangga yang berjumlah sekitar 50 buah sehingga terlihat menarik dan unik. Udara di sekitar air terjun ini sangat sejuk. Saat akan memasuki jalan menuju air terjun Tiga Bidadari kita akan disuguhi panorama alam pedesaan yang asri yaitu berupa hamparan sawah yang terbentang luas dengan latar belakang perbukitan hijau. Air terjun ini terdiri dari bebatuan kapur yang memiliki ketinggian ± 100 meter, lebar atas 8 meter dan lebar bawah ± 20 meter. 12. Air Terjun Cibcebi Air terjun Cibcebi dengan ketinggian 14 meter mengalir ke sungai Waci dan bermuara ke pantai antara dua desa, yaitu Desa Waci dan Tetelei Kecamatan Maba Selatan. Sepanjang perjalanan kita dapat menyaksikan pemandangan di sekitar kali Waci yang ditumbuhi pohon Bakau. Buaya, Gurame dan Bandeng adalah penghuni sungai Waci. Air terjun Cibcebi berjarak ± 7 km dari Waci dengan menggunakan perahu bermotor menyusuri sungai dalam waktu ± 30 menit. 13. Air Terjun Waya Lele Air terjun Waya Lele dengan ketinggian ± 20 meter berada di Desa Yayaul, Kecamatan Wasile Selatan. Tempat ini sangat cocok untuk rekreasi dan camping. Di sekitar air terjun terdapat bebatuan yang tersusun secara alami sepanjang sungai dan disekitarnya ditumbuhi pohon yang rimbun dan indah. kawasan air terjun ini dapat digunakan sebagai tempat petualangan terutama kegiatan panjant tebing. Air terjun ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 3 km dari Desa Fayaul. 14. Batu Babuah Iga batu Babuah Iga terletak ± 24 km dari desa Iga dan memiliki ketinggian ± 100 meter. Di sekitar batu ini masih ditumbuhi pohonpohon yang besar karena jarang dikunjungi oleh manusia. masyarakat etempat menganggap Batu Babuah Iga ini dalah batu sakral. Bentuk batu ini menyerupai kastil dan tumbuh seperti pohon, sehingga masyarakat sekitar memberi nama Batu Babuah. Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016 184

Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata Taman Nasional AketajaweLolobata adalah sebuah kawasan konservasi. Taman Nasional Aketajawe Lolobata masuk dalam 2 kabupaten 1 kota, yaitu kab. Halmahera Tengah, kabupaten Halmahera Timur, dan Daerah Tidore Kepulauan. Sebelum menjadi kawasan pelestarian alam Taman Nasional Aketajawe Lolobata merupakan kawasan hutan lindung. Potensi yang terdapat di dalam TNIAL adalah potensi flora, fauna, potensi budaya, dan potensi wisata alam. Potensi flora di TNAL terdapat 7 (tujuh) tipe ekosistem, yaitu hutan mangrove, hutan pantai, hutan rawa dataran rendah, vegetasi tebing sungai, hutan hujan dataran rendah, hutan hujan pegunungan, dan padang rumput sub alpin. Ada 2 (dua) jenis tumbuhan pohon yang dilindungi, yakni Kenari (canarium vulgare) dan Agathis (Agathis sp). Akses menuju kawasan Taman nasional Aketajawa Lolobata dapat dicapai melalui desa Patlean, Desa Bilola, Desa Labi Labi, Desa Subaim, Desa Buli, Desa Miaf, Desa Dorosagu, Maba, Dodaga, Desa Akelamo, Sofifi, Oba, Payahe, Weda. Wisata Sejarah 1. Bungker Peninggalan Jepang di Foli Bungker peninggalan Jepang ini memiliki empat pintu masuk. Bungker ini dibuat menyerupai tempat perlindungan dan peristrahata yang didalamnya banyak terdapat loronglorong yang saling terhubung. Tempat ini merupakan salah satu situs sejarah yang digunakan tentara Jepang pada masa perang dunia ke II sebagai tempat persembunyian. Bunker ini terletak di Desa Foli Kecamatan Wasile tengah. 185 Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016

2. Bunker dan Meriam Hatetabako Bunker ini merupakan peninggalan tentara Jepang berupa benteng yang berada tepat di tepi pantai. Selain itu, dengan berjalan kaki dari pantai sekitar 100 meter terdapat bunker sebagai tempat persembunyian yang tidak kalah menarik karena bunker ini memiliki tujuh pintu. Wisata Budaya Suku Togutil Di belantara hutan Halmahera hingga saat ini masih didiami suku terasing. komunitas terasing ini dikenal dengan nama suku Togutil, namun mereka menamakan diri mereka sebagai suku Tobelo. Mereka hidup secara nomaden di rimbarimba belantara Halmahera di sekitar Desa Akelamo, Desa Jarajara, Desa Waijoi, Des TukurTukur, Buli dan kawasan nasional Aketajawe Lolobata, Kabupaten Halmahera Timur. Suku Togutil hidup pada daerah aliran sungai di pedalaman hutan, jauh dari pemukiman penduduk, namun kini ada beberapa dari suku ini sudah mengenal sedikit peradaban modern dan hidup di kawasan pesisir pantai. Asal muasal suku togutil sampai saat ini tidak diketahui secara pasti, konok kabarnya suku Togutil memiliki campuran darah antara bangsa Portugis dan penduduk asli Halmahera. Suku Togutil sebagian berperawakan tinggi dan besar dengan warna kulit putih dan menggunakan bahasa Tobelo sebagai komunikasi mereka seharihari. mirip dengan suku Togutil, di pedalaman Halmahera Timur juga terdapat suku Lingon yang lebih mirip orang Eropa, tinggi besar, berambut blonde, mata biru dan kulit putih, namun kehidupan suku Lingon jauh lebih liar dan hidup di pedalaman hutan, keberadaan suku Lingon masih misterius. Suku Togutil tidak mengenal peradaban modern. Penutup tubuh mereka masih menggunakan baju kulit dari pohon melinjo dan bertelanjang dada. Ciri khas suku Togutil adalah pria mengikat rambut mereka bagian depan dengan percah kain berwarna merah. Dalam keseharian, mereka biasanya membawa parang, tombak dan panah untuk berburu babi, rusa dan mencari ikan di sungai. makanan pokok mereka adalah sagu dan singkong hutan. Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016 186

AKSEBILITAS jalan dan jembatan terutama pada jalur terse but sudah selesai dibangun dan dapat dioperasikan. Darat Data RTRW menunjukkan wilayah Kabupaten Halmahera Timur memiliki sejumlah jalan dengan status jalan Provinsi (kolektor primer) dan terpelihara dengan baik. Jalan Kabupaten yang menghubungkan antar Kecama tan dan Desa di seluruh wilayah Kabupaten belum semuanya dalam kondisi yang baik. Jalur SubaimBuliMaba yang merupakan bagian dari trans Halmahera masih terputus di beberapa tempat, baik karena konstruksi jalan yang rusak maupun jembatan yang putus. Sejak Tahun 2004 sudah dimulai upaya perbaikan jaringan jalan dan jembatan dan pada Tahun 2008 seluruh jaringan Transportasi darat di Halmahera Timur meliputi jaringan jalan dan sarana angkutan. Sampai dengan akhir tahun 2012 di Halmahera Timur telah dibangun jalan sepanjang 821,03 km yang terdiri dari jalan aspal sepan jang 218,12 km, jalan kerikil sepanjang 324,49 km, jalan tanah sepanjang 212,42 km dan jalan tidak terinci 66 km. Sedangkan kondisi jalan baik sepanjang 188,32 km, jalan sedang 132,05 km, jalan rusak 243,63 km dan jalan tidak terinci 66 km. Sarana transportasi darat atau moda angkutan yang digunakan oleh pendudukdi Kabupaten HalmaheraTimur bervariasi antara kendaraan berat, kendaraan ringan, dan sepeda motor sebagai angkutan umum, kendaraan pribadi maupun kedinasan. Khusus angkutan umum berupa bus, mikrolet atau truk yang disesuaikan dengan jarak tempuh. Sepeda montor banyak digunakan oleh penduduk khusus untuk jarak tempuh tidak terlalu jauh atau pada kawasan perkotaan. Dalam dukungannya terhadap pariwisata, ketersediaan sarana angkutan di Kabupaten Halmahera Timur sudah cukup memban to memudahkan pergerakan wisatawan. 187 Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016

Laut Pola penyebaran penduduk di Kabupaten Halmahera Timur terkonsentrasi di sekitar wilayah pesisir dan pantai. Karena itu, sebagian besar kota/desa terletak di sepanjang garis pantai dan hanya dicapai melalui laut. Selain itu, kondisi geografis Pulau Halmahera dan sekitarnya memiliki banyak pulau kecil dengan wilayah pantai yang luas. Hal itulah yang menyebabkan sistem transportasi laut di Kabupaten Halmahera Timur berperan sangat penting, selain dikarenakan sistem transportasi darat yang masih terkendala. Pelabuhan pantai di wilayah Kabupaten Halmahera Timur yang termasuk dalam kategori pelabuhan regional terdapat di Buli dan Subaim. Kondisi pelabuhan pantai yang ada masih merupakan pelabuhan yang sangat sederhana, berupa dermaga/jembatan kayu (jetty) yang dibangun menjorok ke laut dengan ukuran relatif kecil (± 2,5 m). Kapal laut yang yang rutin mengunjungi pelabuhan Buli berasal dari Ternate, Tidore, Gebe dan Tobelo. Pelabuhan Subaim dikunjungi oleh kapal laut dari/menuju Daruba, Tobelo, Manado/ Bitung dan sebagian kecil juga ke Buli. Angkutan laut perintis beroperasi 34 hari sekali (dari Buli) menghubungkan Buli dengan Ibukota kecamatan dan desa lainnya (Mabapura, Maba, Bicoli, Patani) dan ibukota kabupaten lainnya (Weda) dan ibukota provinsi (Sofifi). Jenis angkutan laut yang berkembang di Kabupaten Halmahera Timur antara lain berupa speed boat dan long boat dalam berbagai ukuran. Speed boat digunakan terutama untuk angkutan penumpang dengan kapasitas 1630 orang, sedang long boat digunakan terutama untuk angkutan barang dan lainnya. Udara Bandar udara di Kabupaten Halmahera Timur terdapat di Kota Buli, tepatnya di Desa Pekaulang Kecamatan Maba. Bandar udara Buli mempunyai status sebagai bandar udara perintis dengan panjang 1.200 x 23 m. Jarak dari bandara ke pusat Kota Buli ± 18 km. Bandara ini beroperasi dengan penerbangan sipil yang dijalankan oleh maskapai Wings Air dengan rute TernateBuli, dan beroperasi 34 kali dalam satu minggu dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016 188

F. FASILITAS PARIWISATA Tabel. Jumlah Hotel/Penginapan, Kamar, dan Tempat Tidur Menurut Kecamatan di Kabupaten Kabupaten Halmahera Timur, 2016 No. Kecamatan 1 Maba Selatan 3 Maba 2 Kota maba 4 Maba Tengah 7 Wasile Tengah 10 Wasile Selatan 5 6 8 9 Maba Utara Wasile Utara Wasile Timur Wasile Jumlah Sumber: Haltim Dalam Angka, 2016. Hotel Penginaan 2014 2015 2014 7 7 5 5 Kamar Tempat Tidur 2015 2014 2015 118 118 118 118 74 74 74 74 2 2 39 39 39 39 20 20 292 292 292 292 4 2 4 2 45 16 45 16 45 16 45 16 1. Sarana Akomodasi dan Rumah Makan Jumlah hotel/penginapan di Kabupaten Halmahera Timur selama tahun 2016 tercatat sebanyak 20 unit. Hotel/penginapan tersebut tersebar antara lain di Kecamatan Kota Maba, Maba, Wasile Timr, Wasile dan Wasile Selatan. Jumlah kamar yang tersedia sebanyak 292 kamar. Rata rata kunjungan wisatawan manca Negara ke Kabupaten Halmahera Timur dalam lima tahun terakhir sebanyak 1945 orang. Rumah makan menjadi salah satu jasa penunjang akomodasi di Kabupaten Halmahera Timur selama tahun 2016 tercatat terdapat sebanyak 30 rumah makan/warung makan di Kabupaten Halmahera Timur. 189 Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016

2. Kuliner Kabupaten Halmahera Timur Jenis kuliner di Kabupaten Halmahera Timur merupakan makanan khas Maluku Utara. Kuliner kabupaten Halmahera Timur cukup beragam yang diantaranya jenis makanan laut seperti ikan, kerang bakau, lobster dan kepiting bakau, selain itu juga kuliner khas Halmahera Timur juga pupeda (tepung sagu), nasi jaha (beras ketan bersantan yang dibakar di dalam bambu. Berbagai menu ini disantap pada saat acara acara adat maupun pada cara acara keluarga, kuliner Halmahera timur memiliki rasa yang lezat dan penuh cita rasa nusantara. 3. Usaha Perjalanan Pariwisata Usaha perjalanan wisata di Kabupaten Halmahera Timur mulai tumbuh saat ini. Seiring dengan gencarnya pemda Halmahera Timur melaukan promosi terhadap pariwisata di Kabupaten ini. Umumnya wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Halmahera Timur di organize oleh usaha perjalanan wisata di Kota Ternate, selain itu Pemerintah Kabupaten HalmaheraTimur juga telah membanguntourist Information Center dan Dive Center di Kota maba untuk pelayanan pariwisata di Kabupaten Halmahera Timur. 4. Usaha Cinderamata dan Potensi Industri Kecil dan Menengah Usaha cinderamata di Kabupaten Halmahera Timur saat telah mengalami perkembangan yang cukup baik. Cinderamata khas Kabupaten Halmahera Timur yang dikenal yaitu kerajinan anyaman daun pandan, olahan sabuk kelapa berbentuk tas, kopiah dan kerajinan berbahan batok kelapa berbentuk asbak, gayung dan lainlain. Cinderamata anyaman bambu ini masih merupakan produksi rumah tangga masyarakat setempat dan belum dipasarkan dengan baik. Database Pariwisata, Provinisi Maluku Utara, 2016 190