BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dengan rancangan deskriptif analitik, yaitu untuk memberi gambaran fenomenayang terjadi dalam suatu populasi tertentu, yang kemudian melakukan analisis dinamika korelasi antara faktor resiko dengan efek. Pendekatan yang digunakan dengan cara cross sectional, yaitu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada satu saat yang bersamaan (Notoatmodjo, 2010). B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi penelitian merupakan keseluruhan objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah lansia dengan usia 60 tahun yang terdaftar di Posbindu lansia dari tahun 2007-2014, dengan cara melihat KMS lansia dan buku pencatatan kader di RW.IV Kelurahan Sambiroto, Semarang, yaitu sebanyak 51 lansia. 2. Sampel dan Teknik Sampling Sampel penelitian merupakan sebagian atau wakil dari populasi yang di teliti (Arikunto, 2006). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua lansia yang terdaftar di Posbindu lansia dari tahun 2007-2014 di RW.IV Kelurahan Sambiroto, Semarang. Responden ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian memenuhi syarat sebagai sampel (Hidayat, 2008). Kriteria inklusi adalah sebagai berikut : 26
27 1. Lansia umur 60 tahun ke atas 2. Lansia yang bersedia menjadi responden penelitian 3. Terdaftar dalam buku pencatatan kader dan KMS lansia di RW.IV Kelurahan Sambiroto, Semarang 4. Mampu berkomunikasi dengan baik Kriteria eksklusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian memenuhi syarat sehingga tidak dapat mewakili sampel (Hidayat, 2008). Kriteria eksklusi adalah sebagai berikut : 1. Lansia yang terdaftar di posbindu lansia RW.IV, Kelurahan Sambiroto tetapi tidak berada dirumah pada saat penelitian dilakukan. 2. Lansia yang sedang sakit (lansia yang tidak sadar, lumpuh) Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling yaitu dengan mengambil keseluruhan lansia sesuai dengan kriteria, sehingga didapat 43 lansia. C. Definisi Operasional Definisi operasional merupakan pembatasan pengertian dari variabel-variabel yang diamati atau diteliti (Notoatmodjo, 2010). Adapun definisi operasionalnya adalah sebagai berikut : Tabel 3.1 : Definisi Operasional No Variabel Definisi Alat Ukur dan Cara Ukur 1. Sikap lansia Keyakinan Kuisioner tentang untuk sikap, jumlah 10 berperilaku pernyataan. apakah Pengukuran kegiatan dengan skala posbindu likert dengan lansia skor jawaban : bermanfaat 4 : sangat setuju, atau tidak. 3 : setuju, 2 : tidak setuju, 1 : sangat tidak setuju. Hasil Ukur Skor sikap dengan nilai tertinggi 36 dan terendah 20. Kategori: 1. Tidak baik mean (28,88) 2. Baik mean (28,88) Skala Interval
28 2. Norma Subjektif Keyakinan /pengaruh keluarga, teman, kader, atau petugas kesehatan terhadap kegiatan posbindu lansia. Kuisioner tentang norma subjektif, jumlah 10 pernyataan. Pengukuran dengan skala likert dengan skor jawaban : 4 : sangat setuju, 3 : setuju, 2 : tidak setuju, 1 : sangat tidak setuju. Skor norma subjektif dengan nilai tertinggi 39 dan terendah 21. Kategori : 1. Tidak baik median (29,42) 2. Baik median (29,42) Interval 3 Pengendalian perilaku Dorongan dari dalam diri sendiri, atau keyakinan mudah sulitnya dalam mengikuti kegiatan posbindu lansia Kuisioner tentang pengendalian perilaku, jumlah 6 pernyataan. Pengukuran dengan skala likert dengan skor jawaban: 4 : sangat setuju, 3 : setuju, 2 : tidak setuju, 1 : sangat tidak setuju. Skor pengendalian perilaku dengan nilai tertinggi 20 dan terendah 8. Kategori : 1. Tidak baik median (18) 2. Baik median (18) Interval 4 Intensi Keinginan lansia untuk mengikuti kegiatan posbindu lansia Kuisioner tentang intensi lansia mengikuti kegiatan posbindu. Jumlah 5 pernyataan. Pengukuran dengan skala guttman dengan skor jawaban: 1 : ya 0 : tidak Skor intensi lansia dengan nilai tertinggi 5 dan terendah 0. Kategori : 1. Tidak baik median (4) 2. Baik median (4) Interval D. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di RW.IV Kelurahan Sambiroto, Semarang. E. Waktu Penelitian Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan April 2014
29 F. Etika Penelitian Etika dalam penelitian merupakan hal yang penting dalam pelaksanaan sebuah penelitian, karena penelitian keperawatan langsung berhubungan dengan manusia. Oleh karena itu, segi etika penelitian harus diperhatikan. Menurut Hidayat (2008), masalah etika yang harus diperhatikan dalam penelitian meliputi : a. Persetujuan (informed consent) Informed consent merupakan bentuk persetujuan berupa lembar persetujuan yang diberikan oleh peneliti kepada responden sebelum penelitian dilakukan. Tujuan informed consent yaitu agar responden mengerti maksud dan tujuan penelitian serta dampak yang mungkin terjadi selama dan sesudah pengumpulan data. Jika responden bersedia diteliti, maka harus bersedia menandatangani lembar persetujuan. Jika tidak bersedia, maka peneliti harus menghormati hak pasien. b. Tanpa nama (anonimity) Untuk menjaga kerahasiaan identitas subjek, peneliti tidak mencantumkan nama subjek pada lembar alat ukur. Lembar tersebut hanya diberi nomor atau kode tertentu. c. Kerahasiaan (confidentiality) Kerahasiaan informasi maupun masalah-masalah lainnya yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya oleh peneliti. G. Metode Pengumpulan Data 1. Alat ukur pengumpulan data Alat ukur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Pembuatan kuisioner ini mengacu pada parameter yang sudah dibuat sesuai dengan penelitian yang akan peneliti lakukan. Jenis kuisioner yang peneliti gunakan adalah checklist atau daftar cek yang merupakan daftar yang berisi pernyataan yang akan peneliti amati dan responden memberikan jawaban dengan memberikan tanda cek ( ). Kuisioner yang akan peneliti gunakan terdiri dari 3 kelompok, yaitu :
30 a. Kuisioner A, berisi tentang identitas responden yang terdiri dari nomor responden, tanggal penelitian, alamat, umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Data ini digunakan sebagai data penunjang dalam penelitian. b. Kuisioner B, berisi tentang variabel bebas, yaitu sikap, norma subjektif, dan pengendalian perilaku yang terdiri dari 26 pernyataan. Kuisioner mengenai sikap terdiri dari 10 pernyataan. Kuisioner mengenai norma sujektif yaitu terdiri dari 10 pernyataan. Kuisioner mengenai pengendalian perilaku terdiri dari 6 pernyataan. c. Kuisioner C, berisi tentang intensi lansia untuk mengikuti kegiatan posbindu lansia. Kuisioner ini terdiri dari 5 pernyataan. 2. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Kuisioner dalam penelitian ini dibuat sendiri oleh peneliti, oleh karena itu untuk mengetahui apakah pertanyaan dalam kuisioner dapat digunakan sebagai alat pengumpul data yang akurat, maka perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas terhadap kuisioner. a. Uji validitas Uji validitas merupakan suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benar-benar mengukur apa yang diukur (Notoatmodjo, 2010). Uji validitas yang akan dilakukan yaitu semua pernyataan dari semua variabel sikap, norma subjektif, pengendalian perilaku, dan intensi lansia mengikuti posbindu. Peneliti melakukan uji validitas instrument di RW.I Kelurahan Kedungmundu, Semarang. Alasan pemilihan responden untuk uji validitas di RW.I Kelurahan Kedungmundu karena memiliki karakteristik responden yang hampir sama yaitu lansia dengan usia yang sama, mempunyai kegiatan posbindu yang sama, dan lansia yang bertempat tinggal di perumahan. Uji validitas dilakukan dengan cara mendatangi satu persatu responden untuk mengisi kuisioner penelitian. Uji coba instrumen dilakukan pada 30 responden dengan kriteria yang hampir sama dengan responden yang akan dilakukan penelitian. Peneliti mengambil 30 responden karena kaidah umum
31 penelitian, jumlah responden 30 adalah batas jumlah antara sedikit dan banyak, dengan pengertian bahwa data minimal 30 kurvanya akan mendekati kurva normal. Kurva normal merupakan suatu fenomena universal mengenai fenomena atau ciri sifat alami yang normal (Machfoedz, 2005). Uji validitas instrumen yaitu dengan menggunakan rumus Pearson Product Moment. Menurut Sugiyono (2007), suatu instrumen dikatakan valid apabila r hitung lebih besar dari r tabel, dan sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka instrumen dinyatakan tidak valid, taraf signifikansi α = 0,05. Nilai r tabel dapat ditentukan dengan df = n- 2 (df = 30-2 =28), sehingga dengan nilai df sebesar 28 di dapatkan nilai r tabel sebesar 0,361. Hasil uji validitas dapat dapat dinyatakan sebagai berikut : 1) Variabel sikap : hasil uji validitas didapatkan rentang nilai r hitung antara 0,416-0,814 yang lebih besar dari r tabel (0,361), sehingga dinyatakan valid 2) Variabel norma subjektif : hasil uji validitas didapatkan rentang nilai r hitung antara 0,402 0,635 yang lebih besar dari r tabel (0,361), sehingga dinyatakan valid 3) Variabel pengendalian perilaku : hasil uji validitas didapatkan rentang nilai r hitung antara 0,454 0,618 yang lebih besar dari r tabel (0,361), sehingga dinyatakan valid 4) Variabel intensi: hasil uji validitas didapatkan rentang nilai r hitung antara 0,550 0,926 yang lebih besar dari r tabel (0,361), sehingga dinyatakan valid
32 b. Uji reliabilitas Setelah mengukur validitas, maka perlu mengukur reliabilitas data apakah alat ukur dapat digunakan atau tidak. Uji reliabilitas merupakan indeks sejauh mana alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap kelompok yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama (Notoatmodjo, 2010). Untuk menguji tingkat kehandalan atau reliabilitas kuisioner yaitu dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Apabila nilai alpha cronbach lebih dari 0,60 (α 0,6), maka kuesioner dalam penelitian dapat dikatakan reliabel atau handal, sehingga apabila kuesioner terhadap pertanyaan yang diajukan dilakukan secara berulang-ulang maka jawaban responden akan sama. Hasil uji reliabilitas didapatkan sebagai berikut : 1) Variabel sikap : hasil uji reliabilitas ditemukan nilai koefisien cronbach alpha sebesar 0,853 yang lebih besar dari 0,60 sehingga dinyatakan reliabel. 2) Variabel norma subjektif : hasil uji reliabilitas ditemukan nilai koefisien cronbach alpha sebesar 0,802 yang lebih besar dari 0,60 sehingga dinyatakan reliabel 3) Variabel pengendalian perilaku : hasil uji reliabilitas ditemukan nilai koefisien cronbach alpha sebesar 0,792 yang lebih besar dari 0,60 sehingga dinyatakan reliabel 4) Variabel intensi : hasil uji reliabilitas ditemukan nilai koefisien cronbach alpha sebesar 0,904 yang lebih besar dari 0,60 sehingga dinyatakan reliabel
33 H. Prosedur Pengumpulan Data 1. Data dalam penelitian ini terdiri dari dua macam data, yaitu : a. Data Primer Data primer diperoleh dengan menggunakan kuisioner yang telah dipersiapkan sebelumnya, yaitu dengan melakukan kunjungan ke rumah responden untuk memberikan kuisioner sekaligus memperoleh jawaban, baik itu dengan cara peneliti mengisi pada lembar sesuai dengan jawaban maupun responden mengisi sendiri dengan didampingi peneliti. b. Data Sekunder Peneliti juga menggunakan data sekunder, yaitu data mengenai karakteristik lansia di RW. IV Kelurahan Sambiroto, seperti jumlah lansia, identitas lansia, umur, dan alamat lansia yang peneliti peroleh dari data kader dan ketua posbindu lansia di RW.IV Kelurahan Sambiroto Semarang. 2. Tahap-tahap dalam Penelitian : a. Tahap persiapan Pada tahap ini peneliti melakukan penelusuran pustaka dari berbagai sumber yang berguna untuk penyusunan proposal penelitian. Setelah proposal disetujui, peneliti kemudian mengajukan ijin penelitian melalui Kelurahan Sambiroto, Semarang. Setelah mendapat ijin kemudian bekerja sama dengan ketua RW.IV Sambiroto, beserta kader dan ketua posbindu RW.IV Sambiroto Semarang. Pengambilan daftar nama-nama lansia yang mengikuti kegiatan posbindu diambil dari buku catatan kader dan KMS lansia RW.IV Sambiroto Semarang untuk dijadikan sebagai responden.
34 b. Tahap pelaksanaan Penelitian dilakukan di RW.IV Kelurahan Sambiroto, Semarang. Pada tahap pelaksanaan ini yang dilakukan adalah : 1) Peneliti melakukan pemilihan responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusinya yaitu lansia yang terdaftar di posbindu lansia RW.IV Semarang, dengan umur >60 tahun, bersedia menjadi responden, dan mampu berkomunikasi dengan baik. Kemudian untuk kriteria eksklusinya yaitu lansia yang terdaftar di posbindu tertapi tidak berada dirumah saat penelitian, dan lansia yang sedang sakit (lansia yang tidak sadar, lumpuh) 2) Setelah kriteria inklusi dan eksklusi terpenuhi, selanjutnya pengambilan data dilakukan dengan mendatangi lansia dari rumah ke rumah. 3) Peneliti menjelaskan tujuan dilakukannya penelitian. Lansia yang bersedia menjadi responden kemudian diberikan informed concent sebagai pernyataan kesediaan menjadi responden dalam penelitian, sedangkan untuk yang menolak untuk dijadikan responden, peneliti tidak memaksa. 4) Selanjutnya peneliti memberikan kuisioner dan menjelaskan langkah pengisian pernyataan mengenai sikap, norma subjektif, pengendalian perilaku, dan intensi dalam mengikuti kegiatan posbindu lansia. 5) Responden yang dapat membaca, maka kuisionernya diisi secara mandiri. Tetapi bagi responden yang tidak bisa membaca atau ada masalah dengan penglihatannya, maka peneliti membacakan pernyataan sesuai kuisioner dan memberi jawaban di kuisioner sesuai dengan jawaban responden. 6) Setelah kuisioner sudah terjawab, peneliti melakukan pengecekan kembali apakah jawaban dari semua variabel pernyataan sudah lengkap atau belum sebelum peneliti meninggalkan lokasi.
35 7) Populasi lansia yang mengikuti kegiatan posbindu di RW.IV Kelurahan Sambiroto Semarang sejumlah 51 lansia. Jumlah sampel yang didapat oleh peneliti sejumlah 43 lansia. Hal ini terjadi karena ada 2 lansia yang tidak mau atau menolak untuk dijadikan responden, 2 lansia yang sedang sakit di rumah sakit, dan 4 lansia sedang tidak ada dirumah. Sehingga jumlah responden menjadi 43 lansia. 8) Penelitian ini dilakukan selama 4 hari di RW.IV Kelurahan Sambiroto Semarang. 9) Setelah semua data terkumpul maka dilakukan pengolahan data dengan menggunakan sistem komputer sehingga didapatkan hasil analisis data sesuai tujuan. I. Analisis Data 1. Pengolahan Data Pengolahan data hasil penelitian dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut : a. Editing Merupakan upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang telah dikumpulkan. Peneliti memeriksa kelengkapan jawaban kuisioner dari responden, apakah ada jawaban responden yang ganda atau belum dijawab. b. Coding Merupakan tahapan memberikan kode pada jawaban responden yang terdiri dari : memberi kode identitas responden untuk menjaga kerahasiaan identitas responden dan mempermudah proses analisis. Serta memberikan kode pada jenis kelamin responden dengan memberi kode 1: laki-laki. 2 : perempuan.
36 c. Skoring Variabel yang di beri skor yaitu: 1) Variabel sikap : pada variabel sikap menggunakan skala Likert dengan jawaban sangat setuju diberi skor 4, setuju skor 3, tidak setuju skor 2, sangat tidak setuju skor 1. 2) Variable norma subjektif : pada variabel norma subjektif menggunakan skala Likert dengan jawaban sangat setuju skor 4, setuju skor 3, tidak setuju skor 2, sangat tidak setuju skor 1. 3) Variable pengendalian perilaku : pada variabel pengendalian perilaku menggunakan skala Likert dengan jawaban sangat setuju skor 4, setuju nilai 3, tidak setuju skor 2, sangat tidak setuju skor 1 4) Intensi lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia : pada variabel intensi lansia menggunakan skala Guttman dengan jawaban ya skor 1, jawaban tidak skor 0. d. Entry Data yaitu memasukkan data yang telah terkumpul ke dalam database computer. 2. Analisis Data Penelitian ini menggunakan dua analisis, yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. a. Analisis univariat Analisis univariat yaitu untuk mendiskripsikan setiap variable penelitian. Dalam hal ini variable-variabelnya adalah sikap, norma subjektif, pengendalian perilaku, dan intensi untuk mengikuti posyandu lansia. Bila data numerik dengan skala interval, maka sajiannya dengan ukuran nilai tengah (tendensi sentral) berupa mean atau median. Untuk penyajian sebaran datanya berupa minimum, maximum, dan standart deviasi (Suyanto, 2011). Data dalam bentuk kategorik disajikan dalam bentuk distribusi frekwensi, yang merupakan bentuk tabel sederhana yang terdiri atas satu variabel disertai dengan frekwensi masing-masing kategori (Hidayat, 2008).
37 b. Analisis bivariat Analisa bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antara masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam menentukan distribusi data, maka dilakukan pengujian normalitas data (Hidayat, 2008). Uji kenormalan menggunakan Saphiro Wilk karena jumlah sampel kurang dari 50 orang (Dahlan, 2008). Jika nilai probabilitas < 0,05, maka data berdistribusi tidak normal dan jika nilai probabilitas > 0,05, maka data berdistribusi normal. Hasil uji kenormalan didapatkan pada variabel sikap dengan nilai p sebesar 0,070 sehingga dinyatakan berdistribusi normal (>0,05), sedangkan pada variabel norma subjektif sebesar 0,0001 sehingga dinyatakan tidak berdistribusi normal, variabel pengendalian perilaku sebesar 0,0001 sehingga dinyatakan tidak berdistribusi normal, dan intensi lansia sebesar 0,0001 sehingga dinyatakan tidak berdistribusi normal (< 0,05). Karena variabel terikat tidak normal maka analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman (Hidayat, 2009). Pengambilan keputusan jika probabilitas >0,05, maka Ho diterima, sehingga tidak ada hubungan antar variabel, dan jika probabilitas <0,05, maka Ho ditolak, sehingga ada hubungan antar variabel.