MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING

dokumen-dokumen yang mirip
Layil Safitri PGSD Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara

JURNAL PGSD INDONESIA P-ISSN E-ISSN Vol 3 No 1 Tahun 2017

Briandika Doni Arnanda Dr. T.Sulistyono, M.Pd., MM. Universitas PGRI Yogyakarta ABSTRAK

Widanti et al., Penerapan Teknik Mind Mapping...

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN IPA DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBANTU MEDIA GAMBAR PADA KELAS IV SDN LOMPIO. Oleh.

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL PENELITIAN

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SD NEGERI 03 SUAYAN TINGGI

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS V SDN NO MEDAN DELI

PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN TUGAS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PKN SISWA KELAS VI SDN 024 TARAI BANGUN KABUPATEN KAMPAR

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III

Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL TALKING STICK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV DI SDN 10 SUNGAI SAPIH PADANG

PENGGUNAAN METOE TANYA JAWAB DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PRODUKTIF BUSANA

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW PADA MATA PELAJARAN FISIKA

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR AND SHARE (TPS)

PENERAPAN STRATEGI THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 9 PEKANBARU

Model Berbasis Portofolio untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa pada Pembelajaran PKN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH SOLVE CREATE SHARE (SSCS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII-2 SMP NEGERI 13 PEKANBARU

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh RANTI EFRIZAL NPM

PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJARAN IPS TEMA SEJARAH PERADABAN INDONESIA PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 SRUWENG

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE

Hengky Saputra, Gustimal Witri, Otang Kurniaman Otang. Cp.

PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD N SABDODADI KEYONGAN

PENINGKATKAN PEMBELAJARAN PASSING BAWAH BOLA VOLI MELALUI METODE LEARNING TOGETHER

Fandi Ahmad* STKIP Pembangunan Indonesia, Makassar. Received 15 th May 2016 / Accepted 11 th July 2016 ABSTRAK

ROSLIANA SITOMPUL* DAN DEBBIE GUSTRINI ARUAN**

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN

PENERAPAN MODEL MIND MAP DENGAN MEDIA GRAFIS DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS IV SD

PENERAPAN ACTIVE LEARNING DENGAN STRATEGI PETA PIKIRAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 12 JEMBER

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DI SDN 11 PINANG SINAWA KABUPATEN SOLOK SELATAN

INCREASED INTEREST IN STUDYING GRADE IIIA IN LEARNING SOCIAL STUDIES THROUGH THE TECHNIQUES OF ICE BREAKER IN SD KARTIKA 1-10 PADANG

Oleh : Fadhilaturrahmi Dosen SI PGSD STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai Riau ABSTRACT

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Irmasuryani Abstract

p-issn : e-issn :

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP LEMBAGA-LEMBAGA PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT MELALUI METODE MIND MAPPING

PENGGUNAAN PENDEKATAN DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III PADA PEMBELAJARAN IPA DI SDN 26 LUBUK ALUNG

MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PUZZLE DI KELAS III SD NEGERI KEPEK

Kata Kunci: aktivitas belajar siswa, hasil belajar siswa, pendidikan matematika, teori Bruner dalam metode diskusi kelompok.

PENGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MEDIA BENDA KONKRET

PENERAPAN METODE FUN LEARNING PADA PEMBELAJARAN PKn UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SDN 20 KUMANIS KABUPATEN SIJUNJUNG

PENINGKATAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WORD SQUARE PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X

Yusra Guru Matematika SMP Negeri 30 Pekanbaru ABSTRAK ABSTRACT

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA

Amanda Defi Nuraini Sapir Dwi Wulandari. Abstract. Keywords: Quantum Learning, Mind Mapping, Think Pair Share, Results Learning.

PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING PERMAINAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 05 METRO SELATAN

PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN PKN DENGAN STRATEGI TRUE OR FALSE DI SD NEGERI 13 SURAU GADANG PADANG

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI PENGGUNAAN MEDIA CD. Ustadiyatun Program Pascasarjana PIPS Universitas PGRI Yogyakarta

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN PKn DENGAN PENDEKATAN QUANTUM TEACHING DI SDN 02 V KOTO KAMPUNG DALAM PADANG PARIAMAN

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MEMBUAT GAUN BAYI DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DI SMK NEGERI 4 YOGYAKARTA

Yuanis et al., Penerapan Model Quantum Learning...

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SEMESTER 2 SD

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS V-A PADA PEMBELAJARAN PKn DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE SCRIPT DI SDN 01 KOTO BALINGKA

PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SOKAWERA TAHUN AJARAN 2014/2015

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VB MELALUI PENDEKATAN PAILKEM DI SDN 29 GANTING UTARA KOTA PADANG

USE OF THE WORD SQUARE MODEL TO IMPROVE THE MOTIVATION LEARNING STUDENT SUBJECT IPS CLASS V SD NEGERI 001 SEDINGINAN TANAH PUTIH DISTRIC ROKAN HILIR


ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN

PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA KELAS IV DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SD NEGERI 22 LUBUK MINTURUN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III MENGGUNAKAN METODE TUTOR SEBAYA

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SD N 16 PADANG BESI DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN

Pendahuluan. Abstrak. Abstract. Azizah et al., Peningkatan Motivasi dan Hasil...

Zaharah, Otang Kurniaman, Lazim N

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN MODEL INKUIRI DI SDN 04 KAMPUNG OLO PADANG

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) BERBANTUAN MEDIA MOVIE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL WORD SQUARE DI SDN 26 PELANGAI KECIL KABUPATEN PESISIR SELATAN

UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1, Maret 2014

APLICATION CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TO IMPROVE THE RESULT OF SCIENCE STUDY OF STUDENTS OF SD NEGERI 001 SEIKIJANG BANDAR SEIKIJANG DISTRICT

MENGGUNAKAN PENDEKATAN GROUP INVESTIGATION DI KELAS V SDN 18 TIMBULUN PESISIR SELATAN ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI SD

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION MATA PELAJARAN PKN SD KOTA TEBING TINGGI

Rahayu 6, Chumi Z F 7, Ika L R 8

IMPLEMENTATION PROBLEM SOLVING LEARNING METHOD TO INCREASE STUDY RESULT OF IPS IV CLASS STUDENTS IN SDN 163 PEKANBARU

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALISATION

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 339 TAMANG

PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN STRATEGI CROSSWORD PUZZLE DI KELAS V SDN 04 KAYU MANANG SURIAN KABUPATEN SOLOK

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V.B PADA TEMA ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN MELALUI METODE DISCOVERY LEARNING

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPS TEKNIK LINGKARAN KECIL LINGKARAN BESAR KELAS III SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN

Volume 7 Nomor 1 Juli 2017 P ISSN : E ISSN :

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SD NEGERI 22 LUBUK MINTURUN

Kata kunci: metode, question student have, kooperatif, pembelajaran, IPS

Mukarromah et al., Penerapan Model Pembelajaran...

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN OPEN ENDED SISWA KELAS X SMA TAMAN MADYA JETIS YOGYAKARTA

Unnes Physics Education Journal

PENGGUNAAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR FISIKA

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS III SDN GRENDEN 02 PUGER JEMBER

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Padang

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP KOPERASI MELALUI METODE MIND MAPPING

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PERKEMBANGAN NEGARA MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT

PENINGKATAN PARTISIPASI AKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW

Transkripsi:

Postprints Rekognisi: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan ISSN 2527-5259 Vol.1 No.1 Desember 2016 MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING Nina Hastina PGSD Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara Email : nina_hastina@yahoo.co.id ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar PKn siswa dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping di kelas IV SD Negeri 104196 Hamparan Perak. Penelitian ini adalah tindakan sebagai meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa. Adapun teknik analisis data dengan memakai analisis data persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi awal, sebelum diadakannya tindakan adalah sebanyak 13 orang (52%) tergolong kategori rendah motivasi belajarnya, 14 orang (48%) tergolong kategori sedang motivasi belajarnya dan yang tergolong tinggi motivasi belajarnya tidak tampak, pada siklus I setelah dilakukan tindakan, 27 orang (100%) tergolong sedang motivasi belajarnya dan yang tergolong rendah dan tinggi motivasi belajarnya tidak tampak. Sedangkan pada siklus ke II, tidak ada siswa yang motivasi belajarnya tergolong rendah, 6 orang (22%) tergolong sedang motivasi belajarnya dan 28 orang (78%) tergolong tinggi motivasi belajarnya. Model pembelajran mind mapping dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran PKn. Kata Kunci : motivasi, PKn, mind mapping 92

Motivasi Belaja Siswa Dengan Model... Nina Hastina ABSTRACT The problem in this research is "low motivation of students of class IV SDN 104 196 in Civics". The purpose of this research is to improve students' motivation to learn civics using mind mapping learning model in the fourth grade primary school 104 196 Silver Overlay. This study is an action as increase students' motivation in Civics using mind mapping learning model. The data collection technique using observation sheet to measure the level of student motivation. Data analysis technique using data analysis percentage. Research shows that in the initial conditions, prior to the action are as many as 13 people (52%) belong to the category of low learning motivation, 14 people (48%) belong to the category of medium learning motivation and relatively high learning motivation does not seem, at first cycle after the action, 27 (100%) were classified as learning motivation and were classified as low and high learning motivation does not appear. While on the second cycle, no student is learning motivation is low, 6 (22%) were classified as learning motivation and 28 people (78%) is high learning motivation. Model learning mind mapping can be used as an alternative in learning civics. Keywords: motivation, civics, mind mapping PENDAHULUAN PKn berupaya membekali siswa dengan berbagai kemampuan tentang cara bersosialisasi dan berinteraksi dengan baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Atas dasar pemikiran tersebut maka pendekatan pembelajaran pada mata pelajaran dikembangkan dan penekanan pada kegiatan belajar siswa aktif. Pembelajaran dengan model pembelajaran yang menarik akan memberikan pengaruh terhadap kegiatan belajar siswa, seperti tumbuhnya motivasi belajar. Motivasi disini diartikan sebagai daya penggerak yang mendorong siswa untuk belajar secara mandiri untuk mempelajari berbagai aspek yang terkait dengan masalah-masalah belajar. Motivasi yang dimaksud adalah penyediaan kondisi dari motif tertentu sehingga peserta didik berkeinginan berbuat sesuatu dan melakukan kegiatan atas kesadaran dari diri tanpa ada keterpaksaan juga motif dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar sehingga pada akhirnya akan tercapai tujuan yang diharapkan Sardiman (2009: 75) mengatakan motivasi juga dapat dikatakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi- kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu. Jadi motivasi itu dapat dirangsang oleh faktor dari luar tetapi motivasi itu adalah tumbuh di dalam diri seseorang. Hamalik (2008: 105) mengemukakan ada dua pendekatan yang digunakan untuk meninjau dan memahami motivasi, ialah (1) motivasi dipandang sebagai 93

REKOGNISI Vol.1 No.1 Desember 2016: 92-100 suatu proses. Pengetahuan tentang proses ini dapat membantu guru menjelaskan tingkah laku yang diamati dan meramalkan tingkah laku orang lain; (2) menentukan karakteristik proses ini berdasarkan petunjuk-petunjuk tingkah laku seseorang. Soemanto (2006: 212) berpendapat motivasi ialah suatu proses yang tersimpul, salah satu proses yang bertalian dengan a mediating variable. Motivasi ini tak dapat diamati secara langsung, namun tersimpul dari tingkah laku yang tampak. Kita menggunakan konsep motivasi untuk menerangkan tenaga yang mendasari perubahan dalam tingkah laku. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Ruslina Sinaga, guru kelas IV SD Negeri 104196 Hamparan Perak pada tanggal 15 September 2011, mengatakan bahwa banyak sekali permasalahan yang dihadapi guru tersebut dalam melaksanakan pembelajarannya. Salah satunya adalah rendahnya motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PKn. Hal ini dapat dilihat dari sikap siswa yang tidak tekun dan ulet menghadapi tugas, tidak menunjukkan minat yang tinggi, tidak mandiri, kurang mampu mempertahankan pendapatnya, tidak teguh pendirian, sulit bekerjasama dengan teman, tidak memiliki sikap kesadaran diri sendiri untuk belajar dan kurang memiliki sikap ingin tahu hasil yang diperolehnya. Menurut siswa kelas IV SD Negeri 104196 Hamparan Perak T.A 2011/2012, mata pelajaran PKn adalah pelajaran yang membosankan karena siswa harus dapat menghapal dan mengingat materi yang disampaikan guru. Rendahnya motivasi siswa tentunya berdampak pada kegiatan belajarnya. Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta prilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara serta ketahanan nasional dalam diri para peserta didik. Sumarsono (2001:4) menyatakan bahwa dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kurangnya keterampilan guru (memanfaatkan media, memanfaatkan alat dan sumber belajar, melaksanakan metode, model dan teknik mengajar yang beragam), menjadi salah satu penyebab rendahnya motivasi belajar siswa. Dalam praktek mengajar, guru jarang sekali menggunakan metode mengajar yang bervariasi. Metode mengajar yang sering dilaksanakan guru hanya menggunakan metode ceramah dan pemberian latihan-latihan mengerjakan soal sehingga kurang memunculkan motivasi siswa untuk belajar. Selain itu, dalam proses belajar mengajar guru jarang menggunakan media pembelajaran. Padahal penggunaan 94

Motivasi Belaja Siswa Dengan Model... Nina Hastina media dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar karena media merupakan alat yang dapat dibutuhkan guru untuk memudahkan siswa untuk mengembangkan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Penggunaan model pembelajaran mind mapping menyenangkan bagi siswa dan menuntut siswa untuk aktif dalam belajar. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Cansera (2011: 70) mengemukakan motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping. Hal ini diperoleh dari tingkat keaktifan siswa secara klasikal setelah pelaksanaan siklus II diperoleh sebanyak 40 siswa (77%) yang mencapai tingkat ketuntasan dengan peningkatan aktivitas belajar pada siklus I yaitu sebesar (54, 75%). Model pembelajaran mind mapping merupakan strategi untuk mencatat materi pelajaran dengan menggunakan otak kiri, otak kanan, warna, gambar, serta simbol dalam proses pembuatannya. Mind mapping merupakan cara memetakan pemikiran dalam bentuk gambar yang disusun dalam bentuk radial (memencar). Olivia (2008: 3) menyatakan mind mapping merupakan model pembelajaran yang dapat mensinergiskan otak kiri dan otak kanan. Dengan begitu, anak akan cinta belajar, dan tidak stres lagi kalau ujian menghadang. Apakah dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn IV SD Negeri 104196 Hamparan Perak?. Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan maka tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar PKn siswa pada materi pokok bahasan sistem pemerintahan pusat mengenai tugas dan wewenang lembaga negara. dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping di kelas IV SD Negeri 104196 Hamparan Perak. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggart dalam (Dewi, 2010: 112). Model penelitian ini terdiri dari empat komponen yaitu: 1) perencanaan; 2) tindakan; 3) pengamatan dan 4) refleksi. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri 104196 Hamparan Perak. Penelitian ini berlokasi di desa Tandam Hulu Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 104196 Hamparan Perak yang terdiri dari satu kelas berjumlah sebanyak 27 siswa. Objek dalam penelitian ini adalah tindakan sebagai meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran PKn dengan model pembelajaran mind mapping di kelas IV SD Negeri Hamparan Perak. Motivasi belajar siswa dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Aqib (2006: 54) menyusun kriteria tingkat motivasi belajar siswa sebagai berikut: 95

REKOGNISI Vol.1 No.1 Desember 2016: 92-100 Skor 80%-100% Skor 60%-79% Skor 0-59% : tinggi : sedang : rendah HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum siklus I dilaksanakan, dilakukan pengukuran tingkat motivasi siswa dengan melakukan kegiatan pengamatan terhadap perilaku siswa. Pengamatan dilakukan pada saat guru berada di kelas dengan menggunakan alat bantu berupa daftar checklist untuk melihat gejala motivasi belajar siswa pada saat belajar di kelas. Lembar observasi tersebut dikembangkan berdasarkan delapan indikator motivasi yaitu tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, menunjukkan minat yang tinggi, mandiri, mudah bosan pada tugas-tugas rutin, dapat mempertahankan pendapatnya, teguh pendirian dan bekerja sama memecahkan masalah. Berdasarkan perilaku yang tampak pada siswa, maka disajikan tingkat pencapaian motivasi belajar siswa pada observasi awal pada tabel 1 berikut, Siklus I 1. Perencanaan Dalam kegiatan perencanaan, dilakukan persiapan seperti penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang merupakan pedoman dalam melakukan langkah-langkah pembelajaran, membuat alat evaluasi berupa soal, menyiapkan alat dan sumber belajar PKn pada pokok bahasan sistem pemerintahan pusat mengenai tugas dan wewenang lembaga Negara, menyiapkan lembar observasi tingkat motivasi belajar siswa. 2. Pelaksanaan Pada siklus I dilakukan dua pertemuan. Kegiatan di pertemuan I antara lain mengabsen siswa, memberikan pengarahan tentang model pembelajaran yang akan dilaksanakan, memberikan penjelasan kepada siswa tentang tugas dan wewenang lembaga negara dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping. Pertemuan kedua, siswa diberikan pengertian kembali tentang materi pokok sistem pemerintah pusat mengenai tugas dan wewenang lembaga negara dan melanjutkan pembahasan yang belum selesai pada pertemuan I. kegiatan yang dilakukan guru pada pertemuan kedua tidak jauh berbeda dengan pertemuan I. 96

Motivasi Belaja Siswa Dengan Model... Nina Hastina 3. Observasi Tabel 1. Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa Kondisi Awal Hasil Capaian % Tinggi 0 0 Sedang 14 orang 52 Rendah 13 orang 48 Rata-rata skor 63 50 Pengamatan dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Mencatat semua hal yang diperlukan dan yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung dengan acuan lembar observasi tingkat motivasi belajar siswa. 4. Refleksi Setelah pelaksanaan pembelajaran pada siklus I selesai, guru dan peneliti melakukan refleksi. Hal tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kekurangan pada saat pelaksanaan pembelajaran. a. Keberhasilan, yaitu: tidak ada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, namun motivasi tinggipun tidak ada pula. Jadi keberhasilannya belum maksimal. b. Hambatan yang dihadapi, yaitu: siswa belum terbiasa dengan pembelajaran mind mapping, siswa belum terlalu mengenal peneliti sehingga siswa masih takut dan malu, siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi pokok sistem pemerintahan pusat mengenai tugas dan wewenang lembaga negara dengan model pembelajaran mind mapping. c. Rencana perbaikan pada siklus II, yaitu: memberi penjelasan kembali tentang pembelajaran mind mapping, memberikan tindakan-tindakan yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, seperti memberikan pujian atau hadiah agar termotivasi dalam belajar. Siklus II 1. Perencanaan Kegiatan perencanaan pada siklus II, disusun berdasarkan hasil refleksi siklus I, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: kembali memberi penjelasan tentang model pembelajaran mind mapping, memberikan motivasi kepada siswa dengan penguatan berupa pemberian pujian dan hadiah kecil, mengajak siswa untuk berani mengungkapkan pendapatnya. 2. Pelaksanaan Peneliti menerapkan skenario pelaksanaan tindakan sesuai dengan skenario pembelajaran yang disusun dalam rencana pembelajaran. Peneliti membimbing siswa untuk lebih kreatif dalam membuat mind mapping. Memberi 97

REKOGNISI Vol.1 No.1 Desember 2016: 92-100 motivasi kepada siswa dengan memberikan penguatan. Peneliti bersama siswa menyimpulkan pembelajaran. 3. Observasi Pengamatan dilakukan oleh peneliti dan guru untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa. Observasi dilakukan pada saat proses pembelajaran. 4. Refleksi Berdasarkan hasil yang diperoleh melalui pembelajaran siklus II dapat dikatakan motivasi belajar siswa tergolong tinggi. Hal ini dikarenakan peneliti sudah melaksanakan tindakan-tindakan yang direncanakan pada siklus II. Siswa sudah tidak ribut lagi di dalam kelas saat pembelajaran berlangsung, siswa sudah lebih memperhatikan guru ketika menjelaskan di depan kelas, siswa berani mengeluarkan pendapat dan bertanya serta siswa juga sudah membuat mind mapping sendiri. Siswa pada siklus II ini telah terbiasa dengan model pembelajaran mind mapping, mereka lebih cepat memahami dan termotivasi pada saat pembelajaran PKn. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas berakhir pada siklus II. Peningkatan motivasi belajar siswa dimulai kondisi awal hingga siklus II, hasilnya disajikan dalam suatu diagram. Adapun diagram yang dimaksud adalah gambar 1. Gambar 1: Persentase Skor Motivasi pada Kondisi Awal Hingga Siklus II Berdasarkan gambar 1, dideskripsikan bahwa pada kondisi awal sebelum diterapkan model pembelajaran mind mapping masih sangat rendah dengan skor rata-rata yang diperoleh yaitu 63, persentase skor keseluruhan 50%, artinya motivasi belajar rendah. Di mana dari jumlah keseluruhan siswa hanya 14 orang (52%) memiliki motivasi belajar sedang dan motivasi belajar rendah sebanyak 13 orang (48%). Selanjutnya diberi tindakan pada siklus I yaitu dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping. Hasilnya tidak terdapat siswa yang motivasi 98

Motivasi Belaja Siswa Dengan Model... Nina Hastina belajarnya tergolong rendah, 27 orang (100%) tergolong sedang, dan tidak ada siswa yang motivasi belajarnya tinggi dengan rata-rata skor 85, persentase skor keseluruhan 67%. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada bidang studi PKn pada materi pokok sistem pemerintahan pusat kelas IV SD Negeri 104196 Hamparan Perak tahun ajaran 2011/2012 tergolong sedang. Selanjutnya, pada siklus ke II tindakan digunakan dengan model pembelajaran mind mapping rata-rata siswa mencapai skor rata-rata 106, persentase skor keseluruhan siswa 84%, artinya seluruh siswa memiliki motivasi belajar tinggi. Dimana terdapat 21 (78%) orang siswa yang memiliki motivasi tinggi, 6 (22%) orang siswa yang memiliki motivasi sedang dan tidak ada siswa yang memiliki motivasi tergolong rendah. Penggunaan model pembelajaran mind mapping pada pelajaran PKn materi pokok sistem pemerintahan pusat mengenai tugas dan wewenang lembaga negara membuat siswa menjadi lebih aktif, lebih semangat dan lebih termotivasi belajar PKn. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping pada pelajaran PKn materi pokok pemerintahan pusat mengenai tugas dan wewenang lembaga negara dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas IV SD Negeri 104196 Hamparan Perak Tahun Ajaran 2011/2012. SIMPULAN Motivasi belajar siswa mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran mind mapping. Siswa yang motivasi tergolong rendah 13 siswa (48%) pada kondisi awal menurun menjadi tidak ada siswa yang tergolong rendah tingkat motivasi belajarnya pada siklus I dan II. Siswa yang motivasinya tergolong sedang 14 orang (52%) pada kondisi awal menjadi meningkat 27 orang (100%) pada siklus I dan pada siklus II ada 6 orang (22%) siswa yang tingkat motivasinya sedang. Motivasi belajar siswa yang tergolong tinggi tidak ada pada kondisi awal dan siklus I, pada siklus II motivasi belajar siswa yang tergolong tinggi 21 orang (78%). 99

REKOGNISI Vol.1 No.1 Desember 2016: 92-100 DAFTAR PUSTAKA Buzan, T. 2005. Buku Pintar Mind Map. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.. 2008. Buku Pintar Mind Map untuk Anak. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Cansera, U. 2011. Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Pelajaran Matematika dengan Menggunakan Model Mind Mapping di Kelas V SD Negeri 108075 Deli Tua Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi. Medan: Universitas Negeri Medan. Dewi, 2010. Profesionalisasi Guru Melalui Penelitian Tindakan Kelas. Medan: Unimed. Hamalik, O. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Olivia, F. 2009. Gembira Belajar dengan Mind Mapping. Jakarta: Gramedia. Sardiman. 2009. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Soemanto, W. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 100