FLOWCHART - LANJUTAN

dokumen-dokumen yang mirip
Pertemuan 4 Diagram Alur / Flowchart

Diagram Alur (Flowchart)

2.4. Struktur Branching

Algoritma. Contoh Algoritma

PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR

Algoritma dan Diagram Alir (Flowchart)

Selection, Looping, Branching

Pertemuan 4 Diagram Alur / Flowchart

Decission : if & if else

STATEMEN GO TO DAN IF-THEN. Pertemuan IX

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

DEFINISI SIMBOL FLOWCHART

ALGORITMA PEMROGRAMAN 1A** (PP :S1-KA) PERTEMUAN

A. Dasar Teori. Urutan (Sequence) Pemilihan (Selection) Pengulangan (Iteration) Pernyataan Kondisional (If Statement)

P9 Seleksi & Perulangan

Bab 2 Struktur Dasar

Ada 3 jenis struktur kontrol: Sequence Structure Selection Structure Repetition Structure Sequence Structure

MODUL 2 OPERATOR DAN OPERASI KONDISI

PERTEMUAN 4 DIAGRAM ALUR (FLOWCHART)

PRAKTIKUM 4 PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Bab 3. Decision 1 (Pengambilan Keputusan)

Algoritma & Pemrograman #4. by antonius rachmat c, s.kom, m.cs

Pertemuan2 Percabangan & Perulangan pada Python

3. Analisis Masalah dan Penyelesaian

Algoritma dan Flowchart. Dasar Programming 1

Pengenalan Algoritma & Pemrograman

PRAKTIKUM 4 PENGAMBILAN KEPUTUSAN

P10 Seleksi & Perulangan

Percabangan dan Perulangan

6 Maret Structure of Java [Penyeleksian Kondisi]

Definisi Percabangan

IT234 ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

OPERATOR DAN STATEMEN I/O

Algoritma & Pemrograman

Kusnawi, S.Kom, M.Eng

VISUAL BASIC 6.0 SETYO BUDI, M.KOM.

Pengambilan Keputusan. Konsep Pemrograman Oleh Tita Karlita

Algoritma Pemrograman I

PENGENALAN ALGORITMA & PEMROGRAMAN P E N G A N T A R T E K N O L O G I I N F O R M A S I ( T I F )

OPERATOR, PERULANGAN DAN SELEKSI KONDISI

Pengampu : Agus Priyanto, M.KOM

STRUKTUR KENDALI. Memanfaatkan struktur kendali untuk kasus komputasi

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE II PERCABANGAN

7. Logika dan Algoritma Pemrograman

Algoritma dan Flowchart

IF... THEN... ELSE. Bentuk umum IF...THEN...ELSE dibagi menjadi 2 kelompok : 1. IF...THEN...ELSE Satu baris 2. IF...THEN...

BAB 3 PENYELESAIAN KONDISI

PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR PERTEMUAN VI KOMPONEN KOMPONEN PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

ALGORITMA PEMROGRAMAN 1A** (PP :S1-KA) Pertemuan 3

Teori Algoritma. Jenis seleksi

Struktur Kontrol. (Repetition)

PERCABANGAN P E N G E N A L A N P R O G R A M S T U D I T E K N I K I N F O R M AT I K A. Institut Teknologi Sumatera

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE II PERCABANGAN

04/03/2013. Absensi : 10% UTS : 30% UAS : 40% Tugas & Kuis : 20% By: Vilia Eka Meyana, M.Kom Institute Bisnis dan Informatika Indonesia

Pertemuan 2. Muhadi Hariyanto

Perulangan (Looping)

Alih Kontrol dengan Flowchart

if (kondisi) Pernyataan;

WEEK 6. Teknik Elektro UIN SGD Bandung PERULANGAN - LOOPING

STRUKTUR DASAR ALGORITMA

Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis. What is Algorithm??

Selection / Pemilihan PEMILIHAN

ALGORITMA & PEMROGRAMAN

Chapter 5 Choice. repeatedly if tanda 2 on label: lakukan proses potong 2 if tanda 3 on label: lakukan proses potong 3 until switched off program 5.

INPUT & OUTPUT SEQUENCE STATEMENT SELECTION STATEMENT. Pengantar Logika & Teknik Pemrograman Politeknik Negeri Jakarta TA.

Sintaks Pemilihan 1. Jika saya lulus, maka saya akan mendapat hadiah.

Algoritma, Pseudo Code Flow Chart

MODUL III CONTROL FLOW & FLOWCHART

MODUL 4 OPERATOR KONDISI PADA PEMROGRAMAN BAHASA JAVA

RINGKASAN PEMROGRAMAN QUICK BASIC

a. TRUE b. FALSE c. Jawaban A dan B keduanya dimungkinkan benar d. Tidak dapat ditentukan e. Tidak ada jawaban di antara A, B, C, D yang benar

Bab 4 Perintah Perulangan

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET BAHASA PEMROGRAMAN

PERTEMUAN 4 PENGEMBANGAN PSEUDOCODE STRUKTUR KONTROL PEMILIHAN

Struktur Pemilihan Ema Utami STMIK AMIKOM Yogyakarta

Algoritma & Pemrograman #1. Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs

MODUL. Operasi Kondisi. Modul Praktikum C++ Dasar Pemrograman Komputer JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

Contoh algoritma 1. Ada 2 buah gelas. Satu berisi teh dan satunya lagi berisi kopi. Bagaimana caranya menukar isi masing-masing gelas?

SEQUENTIAL/ URUTAN Program dijalankan mulai dari perintah paling atas/ awal sampai paling akhir secara berurutan/ sekuensial.

Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom

Module 4. Ekpresi, Operator, dan Konstanta

Dasar-dasar Algoritma Dan Representasi Algoritma. Pengampu : Muhammad Zidny Naf an, M.Kom

Algoritma & Pemrograman #1. Antonius Rachmat C, S.Kom

Algoritma & Diagram Alir (Pertemuan [T/P] : 02/-)

STRUKUR KENDALI : PERCABANGAN

Algoritma dan Struktur Data

Pertemuan 4: Struktur Kontrol Pemrograman : Loop Bersarang (Nested Loop)

MODUL PRAKTIKUM PERCABANGAN DAN PENGULANGAN

Pertemuan 5 PEMILIHAN/PERCABANGAN

Algoritma,Flowchart, Konsep

BAB 5 PERULANGAN DAN ARRAY

Konstruksi Dasar Algoritma

DASAR PEMROGRAMAN. PERCABANGAN ( if, if else, if ternary, nested if, switch ) Djoko Soerjanto, M.Kom

Sesi/Perkuliahan ke: 3

{Pertemuan 4 Struktur Kondisi IF}

PENYAJIAN ALGORITMA. a. Stuctured English b. Psedoucode

Perulangan Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs. Pertemuan 3. Algoritma dan Struktur Data. PT. Elektronika FT UNY

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk: Menggunakan struktur kendali pencabangan bersyarat dalam bahasa pemrograman.

Algoritma Pemrograman

STRUKTUR DASAR ALGORITMA. Rio Widyatmoko,

Transkripsi:

FLOWCHART - LANJUTAN

Pembuatan Flowchart Tidak ada kaidah yang baku. Flowchart = gambaran hasil analisa suatu masalah à Flowchart dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan pemrogram lainnya. Secara garis besar ada 3 bagian utama: Input Proses Output Hindari pengulangan proses yang tidak perlu dan logika yang berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat. Jalannya proses digambarkan dari atas ke bawah dan diberikan tanda panah untuk memperjelas. Sebuah flowchart diawali dari satu titik START dan diakhiri dengan END.

Kriteria Algoritma Input: algoritma dapat memiliki nol atau lebih inputan dari luar. Output: algoritma harus memiliki minimal satu buah output keluaran. Definiteness(pasti): algoritma memiliki instruksi-instruksi yang jelas dan tidak ambigu.

Kriteria Algoritma Finiteness (ada batas): algoritma harus memiliki titik berhenti (stopping role). Effectiveness(tepat dan efisien): algoritma sebisa mungkin harus dapat dilaksanakan dan efektif. Contoh instruksi yang tidak efektif adalah: A = A + 0 atau A = A * 1

Jenis Proses Algoritma Sequence Process: instruksi dikerjakan secara sekuensial, berurutan. Selection Process: instruksi dikerjakan jika memenuhi kriteria tertentu Iteration Process: instruksi dikerjakan selama memenuhi suatu kondisi tertentu. Concurrent Process: beberapa instruksi dikerjakan secara bersama.

Sifat Algoritma (Umum) Tidak menggunakan simbol atau sintaks dari suatu bahasa pemrograman Tidak tergantung pada suatu bahasa pemrograman Notasi-notasinya dapat digunakan untuk seluruh bahasa manapun

Contoh Flowcart start read/input condition? Ya stop process Tidak write/print

3 Struktur Flowcart Sequence/ Sederhana Branching/ Percabangan Looping/ Perulangan Ketiga struktur diatas dapat digunakan secara bersamaan pada satu diagram alur.

3 Struktur Flowcart 1. Sequence Structure : digunakan untuk program yang innstruksinya berurutan 2. Selection Structure: digunakan untuk program yang menggunakan pilihan dari sebuah kondisi. 3. Looping Structure : digunakan untuk program yang instruksinya akan dieksekusi berulang ulang.

Variabel Variabel, sebagai tempat untuk menyimpan suatu nilai yang sejenis. Terdiri dari nama dari variable itu sendiri dan nilai yang disimpan. Variabel/Peubah à suatu nilai yg dapat berubah harganya. Contoh pemberian nilai ke variabel : A = 5 variabel A diberi nilai 5 A = B variabel A diberi nilai sama dengan nilai variabel B, variabel B sudah memiliki nilai sebelumnya A = A + 1 variabel A dirubah isinya dengan variabel A yang dijumlahkan dengan 1. (proses increment)

Jenis Variabel Terbagi atas : Variabel Numerik à berisi angka numerik /bilangan Variabel String à berisi karakter. Catatan: Penulisan untuk nilai variabel numerik tanpa tanda petik, dan penulisan nilai variabel string (karakter) diapit dengan tanda petik. Huruf besar atau kecil diartikan sama. Contoh : A = 0 B = 5 A = A +1 JUDUL = 1SB01

EKSPRESI Merupakan BENTUK suatu rumusan/formula Ekspresi NUMERIS Ekspresi ALPHANUMERIS (STRING) Ekspresi RELASI Ekspresi NALAR

Ekspresi NUMERIS ekspresi yang menunjukkan suatu harga data numeris Contoh : - (1 + 5.2) / 3 - D - SIN (3+E) - 5 * B - 3.7682 Ekspresi ALPHANUMERIS / (STRING) ekspresi yang menunjukkan harga data alpha-numeris atau data string Contoh : - A$ - "String" + "DATA" - MO$ + "DATA" - D$ + F$ + H$

Ekspresi RELASI ekpresi yang menunjukkan hubungan (relasi) antara 2 (dua) ekspresi numeris dan/ alphanumeris Contoh : - A = 12.5 - A > B Ekspresi NALAR ekspresi ini merupakan ekspresi hubungan (relasi) nalar antara 2 buah ekspresi relasi Contoh : - A$ = "YES" AND B$ = "NO" - C < 5 OR M > B OR K <3

OPERATOR Untuk melaksanakan perhitungan (operasi aritmetika), digunakan lima macam operator yang mempunyai derajad/hirarki pengoperasian yang berbeda-beda : + : penjumlahan 3 - : pengurangan * : pengalian 2 / : pembagian ^ : perpangkatan 1

HIRARKI OPERATOR HIRARKI OPERATOR mempunyai tingkat seperti pada operasi matematika Pangkat (^) mempunyai derajad yang paling tinggi kali (*) dan bagi (/) mempunyai derajat yang sama. tambah (+) dan kurang (-)mempunyai derajat yang sama tetapi lebih rendah dari pada kali (*) dan bagi (/) Jika terdapat lebih dari satu operator yang berderajat sama di dalam suatu rumusan matematik, maka proses perhitungan (hirarki) akan dimulai dari kiri ke kanan. Disamping itu semua ekspresi (penulisan) yang ada didalam tanda kurung akan dilaksanakan paling dahulu. Bila tanda kurung didalam tanda kurung, maka ekspresi yang terdapat dibagian yang paling dalam akan dilaksanakan lebih dulu.

Contoh operasi hirarkhi : A * B / 4-25.8 ^ 3 2 1 3 4

( A ^2 + B ^ (C+4) ) / 2 * B * D / E + F / K ) 2 1 9 3 4 5 6 7 8 10

Struktur Branching / Percabangan 1. Bersyarat Diagram yg alurnya ada/banyak terjadi alih kontrol berupa percabangan & terjadi apabila kita dihadapkan pada suatu Kondisi dengan dua pilihan BENAR/ SALAH Struktur : IF - THEN IF - THEN - ELSE IF - THEN - ELSEIF Case of. 2. Tidak Bersyarat Struktur : GOTO

Operator Pernyataan-pernyataan memerlukan suatu kondisi à dibentuk dengan operator relasi dan/atau operator logika. 1. Operator Relasi Menghasilkan kondisi BENAR atau SALAH Operator Makna > >= < <= = <> Lebih dari Lebih dari atau sama dengan Kurang dari Kurang dari atau sama dengan Sama dengan Tidak sama dengan

2. Operator Operator Logika (lanjutan) Operator AND OR NOT Makna Dan Atau Tidak Operator NOT, bernilai : BENAR jika operand bernilai salah SALAH jika operand bernilai benar.: Hubungan antar Operand padaoperator Logika Operand1 (kondisi1) Salah Salah Benar Benar Operand2 (kondisi2) Salah Benar Salah Benar Operator OR AND 0 0 1 0 1 0 1 1

Struktur Branching /Percabangan (lanjutan) A > B? Ya (1) Apabila A>B, kondisi BENAR, maka arus ke alur (1) Bila kondisi SALAH (A>B), maka arus ke alur (2) Tidak (2)

Struktur: IF - THEN condit ion Tidak Cabang THEN Ya statement Bentuk umum penulisannya adalah : IF condition THEN ELSE stetement à boleh ditulis/tidak Sedangkan kelanjutan dr ELSE adalah Statement Hampa\ yaitu statement yg tdk berisi perintah apa-apa. Cabang ELSE Jalur Hampa

Struktur IF THEN ELSE kondi si Ya Pernyataan 1 Cabang ELSE Tidak Pernyataan 2 Bentuk umum penulisannya adalah : IF kondisi THEN ELSE pernyataan1 pernyataan2 Cabang THEN

Struktur IF THEN ELSEIF S.3 Ya kond 1 kond 3 S.4 Tidak Tidak Ya kond 2 Tidak Ya S.2 S.1 IF kond1 THEN IF kond2 THEN S1 ELSE S2 ELSE IF kond3 THEN S3 ELSE S4

Tidak If Kondisi? Benar Else Then Statemen2 Statemen1

Struktur IF Tersarang Struktur IF Tersarang (nested IF) merupakan bentuk dari suatu statemen IF berada di dalam lingkungan statemen IF yang lainnya. IF Kondisi THEN IF Kondisi2 THEN statemen1 Else statemen2 IF Kondisi THEN Begin IF Kondisi2 THEN statemen1 Else statemen2 End;

Flowchart IF Tersarang Else Tidak If Kondisi1? Benar Tidak If Kondisi 2? Benar Statemen2 Statemen1

IF Kondisi1 THEN Begin IF Kondisi2 THEN Begin IF Kondisi1 THEN Begin IF Kondisi2 THEN statemen1 Else statemen2 Else Statemen3 End; Gambar A Else End; END If Kondisi3 Then Begin Statemen3 If Kondisi4 Then statemen1 Else statemen2 END Gambar B

Flowchart Gambar a Else Tidak If Kondisi 1? Else Benar Tidak If Kondisi 2? Benar Statemen3 Statemen2 Statemen1

Flowchart Gambar B Else Tidak If Kond isi1? Tidak Tidak Benar If Kond isi2? Tidak Benar Tidak If Kond isi3? Benar If Kond isi4? Benar Statemen1 Statemen1

LATIHAN seorang guru ingin menghitung nilai ulangan yang jika diatas 75 dinyatakan lulus, dan jika dibawah 75 dinyatakan tidak Lulus. dan dari angka tersebut kita juga harus menentukan apakah nilai yang didapat siswabilangan ganjil atau genap.

LATIHAN Buatlah flowchart programnya, dengan alur algoritma seperti dibawah ini. Sebuah toko Swalayan memiliki pembeli yang berstatus LANGGANAN dan Bukan LANGGANAN. Untuk itu toko tersebut menerapkan ketentuan sebagai berikut : - Bila pembeli berstatus bukan langganan maka tidak diberi potongan harga. - Bila pembeli berstatus langganan dan berbelanja diatas Rp 100.000,00. maka diberikan potongan 20 % dan bila berbelanja kurang dari Rp 100.000,00. diberi potongan 15 %. Selanjutnya bila berbelanja dibawah Rp 25.000,00 hanya diberi potongan 10 %.