SPLIT VOTING DALAM PEMILIHAN PRESIDEN 2009 EXIT POLL 9 APRIL 2009 Jl Terusan Lembang, D57, Menteng, Jakarta Pusat Telp. (021) 3919582, Fax (021) 3919528 Website: www.lsi.or.id, Email: info@lsi.or.id
Latar Belakang Elite partai, media, dan sejumlah pengamat seringkali mengukur kekuatan calon presiden dari kekuatan partai yang mendukung seorang calon presiden. Kekuatan partai juga sering dikaitkan dengan jumlah suara yang diperoleh dalam pemilu atau kursi yang mereka miliki di DPR. Pemilu Presiden putaran pertama dan kedua 2004, dan sebagian besar Pilkada, menunjukan bahwa kekuatan partai itu tidak penting. Dalam pemilu presiden, kekuatan partai pendukung SBY jauh lebih kecil dari kekuatan partai pendukung Wiranto dan Megawati. Kenyataannya keduanya kalah. Demkian juga di putaran kedua, kekuatan koalisi partai pendukung Mega- Hasyim jauh lebih besar dibanding kekuatan koalisi partai pendukung SBY-JK, dan terbukti SBY-JK unggul jauh dari Mega-Hasyim. Apakah dalam pemilu presiden 2009 perilaku pemilih atas calon presiden akan menunjukan pola yang sama seperti dalam pemilu presiden 2004, atau dalam Pilkada umumnya, di mana partai, dibanding pribad calon, tidak penting? Data exit poll 9 April 2009 di bawah akan memberikan gambaran terhadap masalah tersebut. 2
Metode dan Data Exit poll dilakukan pada tanggal 9 April 2009. 2100 TPS dipilih secara random dan proporsional dari seluruh provinsi. Di tiap TPS terpilih di pilih 2 pemilih yang keluar dari TPS sebagai responden. Responden pertama adalah laki-laki atau perempuan yang keluar dari TPS jam 8.00 waktu setempat. Responden kedua, laki-laki atau prempuan, dipilih dari yang keluar pada Jam 10.00 waktu setempat. Wawancara dilakukan tatap muka dengan responden tersebut. Dengan demikian jumlah responden 4200 orang. Margin of error +/- 1,7% pada tingkat kepercayaan 95%. 3
Profile Sampel KATEGORI SAMPEL BPS KATEGORI SAMPEL BPS JENIS KELAMIN ETNIS LAKI-LAKI 50,0 50,0 Jawa 43.5 41,6 PEREMPUAN 50,0 50,0 Sunda 15.9 15,4 AGAMA Melayu 4.1 3,4 Islam 87.6 87,0 Madura 3.5 3,4 Kristen 9.9 10,0 Bugis 3.6 2,5 Hindu 1,8 2,0 Betawi 3.4 2,5 Lainnya 0.7 1 Minang 3.3 2,7 Lainnya 22.6 28,5 4
Profile Sampel KATEGORI SAMPEL BPS KATEGORI SAMPEL BPS PROPINSI PROPINSI NAD 1,8 1,9 BALI 1,6 1,5 SUMUT 5,4 5,3 NTB 1,8 2,0 SUMBAR 1,9 2,1 NTT 1,6 2,0 RIAU 2,0 2,2 KALBAR 1,9 1,9 JAMBI 1,2 1,3 KALTENG 0,9 0,9 SUMSEL 3,1 3,2 KALSEL 1,5 1,5 BENGKULU 0,7 0,8 KALTIM 1,4 1,4 LAMPUNG 3,2 3,4 SULUT 1,0 1,0 BABEL 0,5 0,5 SULTENG 1,0 1,1 KEPRI 0,7 0,6 SULSEL 3,3 3,5 DKI 4,1 3,5 SULTRA 0,9 0,9 JABAR 17,1 17,4 GORONTALO 0,4 0,4 JATENG 15,4 15,2 SULBAR 0,4 0,5 DIY 1,6 1,6 MALUKU 0,6 0,6 JATIM 17,4 16,7 MALUKU UTARA 0,4 0,4 BANTEN 3,9 4,1 PUPUA 1,2 0,9 IRJABAR 0,3 0,3 5
Bentuk Pertanyaan Ditanyakan: Bila pemilihan presiden diadakan sekarang siapa dari nama-nama berikut yang akan ibu/bapak pilih? Pertanyaan tersebut diulang tiga kali dengan daftar calon presiden berbeda jumlahnya: 27 nama lebih, 6 nama, dan 3 nama. 6
TEMUAN
Pilihan atas lebih dari 27 nama calon presiden (%) SBY 49,6 Mega 14,1 Prabowo 5,6 JK 4 Hidayat N Wiranto Sultan 2 1,6 0,2 Yang dikemukakan hanya nama-nama yang banyak didiskusikan publik. 8
Pilihanatas6 namacalonpresiden(%) SBY 53 Mega 16,5 Prabowo 9,8 JK 5,5 Sultan Wiranto 3 2,2 Belum tahu 9,9 9
Pilihanatas3 namacalonpresiden(%) SBY 59,8 Mega 18,9 JK 7,7 Belum tahu 13,6 10
PILIHAN ATAS PARTAI ATAU CALON LEGISLATIF DAN CALON PRESIDEN 11
Pilihan pemilih Demokrat atas 6 nama calon presiden (%) SBY 86,3 Prabowo 5,5 Mega 2,3 Sultan 1,1 Wiranto 1,1 JK 0,8 Belum tahu 2,9 12
PilihanpemilihGolkaratas6 namacalonpresiden(%) SBY 45,1 JK 22,2 Mega Prabowo 8,2 10,6 Sultan Wiranto 1,9 3,6 Belum tahu 8,4 13
PilihanpemilihPDIP atas6 namacalonpresiden(%) Mega 64,9 SBY 19,1 Prabowo JK Wiranto Sultan Belum tahu 4,5 3 2,4 1,9 4,3 14
PilihanpemilihPKS atas6 namacalonpresiden(%) SBY 65,7 Prabowo 10,3 Sultan Mega Wiranto JK 4,8 4,4 0,7 3 Belum tahu 11,1 15
Pilihan pemilih PAN atas 6 nama calon presiden (%) SBY 46,4 Prabowo Mega 14,1 16,7 Sultan Wiranto 4,2 4,7 JK 3 Belum tahu 9,4 16
PilihanpemilihPKB atas6 namacalonpresiden(%) SBY 55,3 Prabowo 8,8 Mega 16,4 Sultan 5 Wiranto 1,3 JK 4,4 Belum tahu 8,8 17
PilihanpemilihPPP atas6 namacalonpresiden(%) SBY 53,7 Prabowo Mega Sultan Wiranto JK Belum tahu 9,8 7,9 5,5 4,3 6,1 12,8 18
Pilihan pemilih Gerindra atas 6 nama calon presiden (%) Prabowo 55,3 SBY 19,7 Mega JK 6,8 5,3 Sultan Wiranto 3 1,5 Belum tahu 8,3 19
PilihanpemilihHanuraatas6 namacalonpresiden(%) SBY 38,5 Mega 19,6 Prabowo 12,6 Wiranto 9 Sultan JK Belum tahu 2,8 5,6 8,3 20
Pilihan pemilih Partai-partai lain atas 6 nama calon presiden (%) SBY 48,4 Mega Prabowo 12,1 16,4 JK Sultan Wiranto Belum tahu 6,1 5,4 3,5 8,2 21
100 Summary: Grafik dukungan pemilih masing-masing partai pada calon presiden (%) 90 86 80 70 60 50 40 30 20 10 0 66 5455 45 46 48 39 19 20 65 20 17 16 16 11 8 7 2 4 55 14 1312 8 10 109 6 5 22 6 3 3 3 4 5 6 6 1 Demokrat Golkar PDIP PKS PAN PPP PKB Gerindra Hanura Lain-lain SBY Mega Prabowo JK 22
Summary: Tabel dukungan pemilih masing-masing partai pada calon presiden (%) SBY Mega Prabowo JK Demokrat 86 2 6 1 Golkar 45 11 8 22 PDIP 19 65 5 3 PKS 66 4 10 3 PAN 46 17 14 3 PPP 54 8 10 6 PKB 55 16 9 4 Gerindra 20 7 55 5 Hanura 39 20 13 6 Lain-lain 48 16 12 6 23
Soliditas Dukungan Atas Partai dan Calon Presidennya (%) SBY 86 Mega 65 Prabowo 55 JK 22 24
Rangking dukungan pada SBY dari luar partainya (%) 100 80 66 65 64 60 48 46 45 40 38,5 20 19 20 0 PKS PKB PPP Partai Lain PAN Golkar Hanura Gerindra PDIP 25
Rangking dukungan pada Mega di luar partainya (%) 25 20 15 20 17 16 16 11 10 8 7 5 4 2 0 Hanura PAN Partai Lain PKB Golkar PPP Gerindra PKS Demokrat 26
Rangking dukungan pada Prabowo di luar Partainya (%) 20 15 14 13 10 10 10 9 8 5 5,5 4,5 0 PAN Hanura PKS PPP PKB Golkar Demokrat PDIP 27
Rangking dukungan pada JK di luar Partainya (%) 10 8 6 6 6 6 5 4 4 4 3 3 2 1 0 Lain-lain PPP Hanura Gerindra PKB PAN PDIP PKS Demokrat 28
Penerimaan eksternal: Rata-rata persentase dukungan dari luar partainya pada calon presiden (%) 50 46 40 30 20 10 12 8 4 0 SBY Mega Prabowo JK 29
TEMUAN Hubungan paling solid antara pilihan atas partai atau calon anggota DPR dengan pilihan atas calon presiden yang bersangkutan paling kuat ditemukan pada Demokrat dan SBY. Hampir semua pemilih Demokrat (86%) adalah pemilih SBY. Tingkat soliditas kedua ditemukan pada hubungan antara PDIP dan Megawati, yakni sebesar 65%. Masih ada sekitar 35% dari pemilih PDIP yang menyebar ke mana-mana, terutama pada SBY. Rangking Soliditas ketiga ditemukan antara Gerindra dan Prabowo, yakni 55% dari pemilih Gerindra (4%). Selebihnya bocor ke mana-mana, terutama ke SBY. Rangking soliditas keempat adalah antara Golkar dan JK, tapi jauh di bawah. Soliditasnya hanya sekitar 22%. Di samping dukungan dari partainya sendiri, calon presiden yang kuat dalam sistem multipartai yang ekstrem seperti kita miliki sekarang adalah tingkat penerimaan atau dukungan dari massa pemilih partai selain partainya. Dalam masalah tingkat dukungan eksternal ini, SBY punya kekuatan 46%, jauh di atas Mega yang hanya 12%, dan Prabowo yang hanya 8%. 30
TEMUAN Di samping itu, calon presiden yang kuat adalah calon yang gap dukungan terhadapnya dari elite dan massa pemilih kecil. Semakin kecil gap tersebut maka semakin kuat dukungan terhadap calon tersebut, dan semakin kecil inskoherensi elite partai dan massa pendukung partainya. Belakangan ada manuver elite untuk membentuk koalisi mendukung calon presiden: Yang gapnya paling kecil adalah antara elite dan massa Demokrat, kemudian antara elite PDIP dan Elite Gerindra. Bila PKS, PPP, PKB, Golkar, PAN, Hanura, dan partai-partai lainnya mendukung Mega atau Prabowo maka gap antara elite dan massa pendukung partai mereka sangat bresar. Yang paling koheren dalam hubungan elite dan massa partai adalah bila PDIP dan Gerindra berkoalisi menghadpi partai-partai lain dan bila partai-partai lain ini mendukung SBY. 31
KESIMPULAN Pada hari pemilihan anggota DPR 9 April 2009, SBY masih punya peluang sangat besar untuk kembali terpilih, jauh di atas lawan-lawannya. Bila calonnya 6, SBY waktu itu dipilih oleh 53%. Pemilu presiden bisa hanya satu putaran. Bila jumlah calon dibatasi hanya 3, SBY menjadi lebih kuat lagi. Ia dipilih waktu itu oleh 60% pemilih. Baik Mega, Prabowo, JK, Wiranto, dan Sultan belum menunjukan tandatanda kemajuan. Dukungan terhadap SBY sangat solid dari partainya, Mega dan dan Prabowo cukup solid, tidak sekuat Demokrat pada SBY. Mega dan Prabowo partai mereka. belum mampu manrik pemilih dari luar massa pemilih Sebaliknya, kecuali massa PDIP dan Gerindra, massa partai-partai lain, termasuk massa Golkar, PPP, dan PAN, mayoritas atau paling banyak mendukung SBY. Langkah-langkah elite Golkar untuk mencalonkan JK atau calon lain, kurang punya basis legitimasi dari pemilih, demikian juga PPP, PAN, dan partaipartai lain. 32