SINERGI ANTARA NEMATODA Radopholus similis DENGAN JAMUR Fusarium oxysporum f.sp. cubense TERHADAP LAJU SERANGAN LAYU FUSARIUM PADA BEBERAPA KULTIVAR PISANG (Musa sp ) DI LAPANGAN SKRIPSI OLEH : M. ALAM FAUZI HSB 050302029 / HPT DEPARTEMEN HAMA PENYAKIT TUMBUHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010
SINERGI ANTARA NEMATODA Radopholus similis DENGAN JAMUR Fusarium oxysporum f.sp. cubense TERHADAP LAJU SERANGAN LAYU FUSARIUM PADA BEBERAPA KULTIVAR PISANG (Musa sp) DI LAPANGAN SKRIPSI OLEH : M. ALAM FAUZI HSB 050302029 / HPT Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk memperoleh Gelar sarjana di Fakultas Pertanian, Medan Disetujui oleh : Komisi Pembimbing ( Ir. Lahmuddin Lubis, MP ) (Ir. Mukhtar Iskandar Pinem,M.Agr Ketua Anggota ) DEPARTEMEN HAMA PENYAKIT TUMBUHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010
ABSTRACT M Alam Fauzi Hasibuan SYNERGY BETWEEN Rhadopholus similis AND Fusarium oxysporum f.sp. cubense CONCERNING Fusarium wilt on banana (Musa sp) IN THE FIELD. Under suvervition of Mr. Ir. Lahmuddin Lubis, MP, as chif, and Mr. Ir. Mukhtar Iskandar Pinem, M. Agr, as member. This research was conducted at the Laboratory of Plant Diseases and Experimental Farm Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan. Starting from december 2009 until May 2010. This research aims to know Fusarium oxysporum f.sp. cubense and Radopholus similis against fusarium wilt disease levels on banana, as well as to determine the level of cooperation between Fusarium oxysporum f.sp cubense with Radopholus similis cubenese against the severity of fusarium wilt disease in banana plants. Research using randomized block design (RBD) in factorial which consist of two factors. Where an inoculum of different factors that C0: Control / without Radophulus similis nematodes and Fusarium oxysporum f.sp. cubense, C1: nematode Radopholus similis 500 infective juveniles, C2: Fusarium oxysporum f.sp. cubense 20 g / polybag, C3: nematode Radopholus similis 500 infective juveniles, and Fusarium oxysporum f.sp. cubense 20 gr / polybag. Factor of two banana cultivars namely V1: Cavedish banana, C2:Kepok banana, V3: Cross Michael banana. Research results indicate the severity of fusarium disease in banana plants affected in each treatment. In the treatment C3V1 highest intensity, while the lowest intensity in treatment C0V1, C0V2, C0V3, C1V1, C1V2, C1V3 which showed no symptoms of Fusarium wilt attacks. The percentage intensity of the attacks that the highest to the lower are C3V1: 73.33%, C3V3: 60%, C2V1: 53.33%, C3V2: 46.67%, C2V3: 46.67%, C2V2: 26.67%, C0V1: 0%, C0V2: 0%, C0V3: 0%, C1V1: 0%, C1V2: 0%, C1V3: 0%.
ABSTRAK M Alam Fauzi Hasibuan SINERGI ANTARA NEMATODA Rhadopholus similis DENGAN JAMUR Fusarium oxysporum f.sp. cubense TERHADAP LAJU SERANGAN LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN PISANG (Musa sp) DI LAPANGAN. Dibawah bimbingan Bapak Ir. Lahmuddin Lubis, MP, selaku ketua, dan Bapak Ir. Mukhtar Iskandar Pinem, M.Agr, selaku anggota. Penelitain bertujuan untuk mengetahui pemberian jamur Fusarium oxysporum f.sp. cubense dan nematoda Radopholus similis terhadap tingkat keparah penyakit layu fusarium pada tanaman pisang, serta untuk mengetahui tingkat kerja sama antara jamur Fusarium oxysporum f.sp cubenese dengan nematoda Radopholus similis terhadap tingkat keparahan penyakit layu fusarium pada tanaman pisang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Medan. Mulai dari bulan Desember 2009 sampai Mei 2010. Penelitian menggunakan rancangan Acak Kelompok(RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Dimana faktor 1 inokulum yang berbeda yaitu C0: Kontrol/ tanpa nematoda Radophulus similis dan Fusarium oxysporum f.sp. cubense, C1: Nematoda Radopholus similis 500 juvenil infektif, C2: Fusarium oxysporum f.sp. cubense 20 gr/ polibag, C3: Nematoda Radopholus similis 500 juvenil infektif, dan Fusarium oxysporum f.sp. cubense 20 gr/ polibag. Faktor 2 kultivar pisang yaitu V1: Pisang Barangan, V2; Pisang Kepok, V3 Pisang Raja. Hasil penelitan menunjukkan keparahan penyakit fusarium pada tanaman pisang berpengaruh nyata pada masing-masing perlakuan. Pada perlakuan C3V1 intensitas serngan tertinggi sedangkan intensitas terendah pada perlakuan C0V1, C0V2, C0V3, C1V1, C1V2, C1V3 dimana tidak menunjukkan gejala serangan layu Fusarium. Adapun persentase intensitas serangan dari yang tertinngi keterendah adalahc3v1: 73,33%, C3V3: 60%, C2V1: 53,33%, C3V2: 46,67%, C2V3: 46,67%, C2V2: 26,67%, C0V1: 0%, C0V2: 0%, C0V3: 0%, C1V1: 0%, C1V2: 0%, C1V3: 0%.
RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Binjai pada tanggal 27 Nopember 1986 dari ibu Agustina Jumiaty dan ayah Zulkifli Hasibuan, penulis merupakan anak ke-dua dari tiga bersaudara. Pendidikan yang pernah ditempuh penulis adalah lulusan SD 020268 Binjai lulus tahun 1999, SMP Negeri 3 Binjai lulus tahun 2002, SMA Negeri 3 Binjai lulus tahun 2005, dan diterima di fakultas Pertanian Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan tahun 2005 melalui jalur SPMB. Penulis pernah aktip dalam organisasi kemahasiswaan seperti IMAPTAN 2005-2009, KOMUS HPT 2005-2009.
KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah - Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Adapun judul dari skripsi ini adalah SINERGI ANTARA NEMATODA Rhadopholus similis DENGAN JAMUR Fusarium oxysporum f.sp. cubense TERHDAAP LAJU SERANGAN LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN PISANG (Musa sp) DI LAPANGAN. yang merupakan salah satu syarat untuk dapat melaksanakan penelitian di Fakultas Pertanian,, Medan. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Komisi Pembimbing Bapak Ir. Lahmuddin Lubis, MP, selaku ketua, dan Bapak Ir. Mukhtar Iskandar Pinem, M.Agr, selaku anggota yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyelesaikan proposal ini. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih. Medan, Juni 2010 Penulis
DAFTAR ISI Halaman ABSTRACT... i ABSTRAK... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... v DAFTAR GAMBAR... vi DAFTAR LAMPIRAN... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... ix PENDAHULUAN Latar Belakang... 1 Tujuan Penelitian... 4 Hipotesa Penelitian... 4 Kegunaan Penelitian... 4 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman... 5 Fusarium oxysporum f.sp. cubense... 6 Biologi jamur Fusarium oxysporum f.sp. cubense... 6 Gejala Serangan... 8 Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Penyakit... 9 Radopholus Similis... 10 Klasifikasi Radopholus Similis... 10 Morfologi... 11 Betina... 11 Jantan... 11 Biologi dan Siklus Hidup... 12 Gejala Seragan... 13 Sinergisme Radopholus similis dan Fusarium oxysporu f.sp. cubense... 14 Ketahanan... 15 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan... 17 Bahan dan Alat... 17
Metode Penelitian... 18 Pelaksanaan Penelitian... 19 Isolasi Nematoda Radopholus Similis... 19 Perbanyakan Nematoda Radopholus similis... 20 Penyedian Inokulum Fusarium oxysporum f.sp. cubense... 20 Pembuatan suspensi jamur Fusarium oxysporum f.sp. cubense... 21 Inokulasi Patogen... 22 Persiapan Media Tanam... 22 Penanaman... 22 Pemeliharaan... 23 Pemupukan... 23 Parameter Pengamatan... 23 Intensitas Serangan Penyakit Fusarium oxysporum f.sp. cubense... 23 Tinggi Tanaman dan Diameter Batang... 24 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Inokulum (C) Yang Berbeda Terhadap Intensitas Serangan Penyakit Fusarium oxysporum f.sp. cubense... 25 Pengaruh Kultivar Pisang (V) Yang Berbeda Terhadap Intensitas Serangan Penyakit Fusarium oxysporum f.sp. cubense.... 27 Pengaruh Faktor Interaksi Perlakuan Inokulum (C) dengan Kultivar Pisang (V) Terhadap Intensitas Serangan (%) Penyakit Fusarium oxysporum f.sp. cubense.... 29 Pengaruh Inokulum Terhadap Pertambahan Tinggi Tanaman... 32 Pengaruh Faktor Kultivar Pisang (V) Terhadap Pertambahan Tinggi Tanaman Pisang...34 Pengaruh Faktor Interaksi Perlakuan Inokulum (C) dengan Kultivar Pisang (V) Terhadap Pertambahan Tinggi Tanaman (cm)...36 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan... 39 Saran... 40 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR No. Judul Halaman 1. Fusarium oxysporum f.sp. cubense... 7 2. Gejala serangan Fusarium oxysporum f.sp. cubense... 9 3. Radopholus similis... 11 4. Siklus hidup Radopholus similis... 13 5. Gejala serangan Radopholus similis... 14 6. Skala diskolorisasi setiap kategori serangan... 23 7 Histogram Rataan Intensitas Serangan (%) Penyakit Layu Fusarium Pada Faktor Inokulum (C) Pada Pengamatan 30-90.... 27 8. Histogram Rataan Intensitas Serangan (%) Penyakit Layu Fusarium Pada Faktor Kultivar (V) Pada Pengamatan 30-90 hsi... 28 9. Histogram Rataan Interaksi Perlakuan Inokulum (C) dengan Kultivar Pisang (V) Terhadap Intensitas Serangan (%) Penyakit Fusarium... 30 10. Histogram rataan pertambahan tinggi tanaman pada perlakuan pemberian inokulum pada setiap waktu pengamatan... 34 11. Histogram rataan pertambahan tinggi tanaman pada perlakuan kultivar pisang (V) pada setiap waktu pengamatan... 35 12. Histogram Rataan Faktor Interaksi Perlakuan Inokulum (C) dengan Kultivar Pisang (V) Terhadap Pertambahan Tinggi Tanaman (cm)... 37
DAFTAR TABEL No. Judul Halaman 1. Rataan Intensitas Serangan (%) Penyakit Layu Fusarium Pada Faktor Inokulum C) Pada Pengamatan 30-90 hsi.... 25 2. Rataan Intensitas Serangan (%) Penyakit Layu Fusarium Pada Faktor Kultivar (V) Pada Pengamatan 30-90 hsi...... 27 3. Rataan Interaksi Perlakuan Inokulum (C) dengan Kultivar Pisang (V) Terhadap Intensitas Serangan (%) Penyakit Fusarium...... 29 4. Rataan Pengaruh Inokulum Terhadap Pertambahan Tinggi Tanaman Pada Setiap Waktu Pengamatan mulai dari 14 84 hari setelah in... 32 5. Uji Beda Rataan Pertambahan Tinggi Tanaman (cm) Pisang Pada Fakor Kultivar Pisang (V) pada pengamatan 14-84 hsi.... 34 6. Uji Beda Rataan Faktor Interaksi Perlakuan Inokulum (C) dengan Kultivar Pisang (V) Terhadap Pertambahan Tinggi Tanaman (cm)...36
DAFTAR LAMPIRAN No. Judul Halaman 1. Bagan penelitian... 44 2. Fhoto penelitian... 45 3. Data Pengamatan Intensitas Serangan Layu Fusarium... 52 4. Data Pengamatan Pertambahan Diameter Tanaman... 63 5. Deskripsi Tanaman... 83 6. Data Klimatologi... 84