"contoh Proposal Pameran Seni Lukis"

dokumen-dokumen yang mirip
Sejarah Umum Seni Lukis

Sejarah umum seni lukis

BAB I PENDAHULUAN. ditujukan untuk ekspresi pribadi(

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penciptaan

TUGAS SENI BUDAYA ARTIKEL SENI RUPA

BAB I DEFINISI OPERASIONAL. Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan

Format Proposal Pengadaan Pameran Seni Rupa PAMERAN SENI RUPA. Disusun oleh Nama :. NIS :. Kelas:. Kompetensi Keahlian :.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

KOMSEP KARYA SENI. Oleh: Zulfi Hendri, S.Pd NIP:

pendidikan seni tersebut adalah pendidikan seni rupa yang mempelajari seni mengolah kepekaan rasa, estetik, kreativitas, dan unsur-unsur rupa menjadi

Contoh lukisan daerah Bali. Contoh lukisan daerah kalimatan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Adi Khadafi, 2013

BAB I PENDAHULUAN Kusrianto, Adi Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Andi Offset halaman

SENI RUPA 2 DIMENSI DAN 3 DIMENSI

Contoh Proposal Pameran Seni Rupa di sekolah

2015 ANALISIS DESAIN ALAT MUSIK KERAMIK DI DESA JATISURA KECAMATAN JATIWANGI KABUPATEN MAJALENGKA

Modul Pameran Seni Rupa Kelas XI (Sebelas)

A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Tahun 2013

56. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

BAB I GALERI SENI RUPA DI YOGYAKARTA

79. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunadaksa (SMALB D)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada era modern saat ini sangat jarang terlihat rumah-rumah tradisional

SOLO FINE ART SPACE BAB I PENDAHULUAN

12. Mata Pelajaran Seni Budaya A. Latar Belakang Muatan seni budaya sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor

Gambaran Kesenian Bali, Warnai Keindahan Tattoo. Yulia Ardiani Staff UPT Teknologi Informasi Dan Komunikasi Institut Seni Indonesia Denpasar.

BAB I PENDAHULUAN Potensi Kota Yogyakarta Sebagai Kota Budaya Dan Seni

SOAL UAS SENI BUDAYA KLS XI TH Kegiatan seseorang atau sekelompok dalam upaya mempertunjukan suatu hasil karya atau produknya kepada

BAB IV TAHAPAN PEMBUATAN FILM DOKUMENTER

III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

I. PENDAHULUAN A. Penjelasan Tema / Ide /Judul Perancangan B. Latar Belakang Perancangan

56. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

PAMERAN (EKSPRESI DAN APRESIASI SENI KRIYA)

NIRMANA DUA DIMENSI. Oleh: Dr. Kasiyan, M.Hum. Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013

BAB III METODE PENCIPTAAN

SENI RUPA KELAS X (Semester 1) TAHUN AJARAN BAB 2

Kompetensi Materi Kegiatan. Dasar Pembelajaran Pembelajaran Teknik Bentuk Contoh Instrumen Waktu Belajar. Indikator SILABUS. Penilaian Alokasi Sumber

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Seni adalah karya cipta manusia yang memiliki nilai estetika dan artistik.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PERINGATAN HUT KE-59 SMA NEGERI 2 PURWOKERTO

III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA. A. Implementasi Teoritis

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

PROPOSAL DUKUNGAN KEGIATAN

80. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunalaras (SMALB E)

PEMERINTAH KOTA DENPASAR LAPORAN PERTANGUNGJAWABAN BENDAHARA PENGELUARAN (SPJ BELANJA - FUNGSIONAL)

BAB l PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan sumber daya

PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN ANGGARAN Peringatan Hari Besar Nasional

BAB I PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia memiliki banyak keanekaragaman kesenian dan budaya,

Pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. [1]

BAB 5 HASIL RANCANGAN

TUJUAN. Membuat kegiatan yang menghibur masyarakat Tangerang Selatan melalui serangkaian kegiatan yang sangat menarik di Pamulang Fiesta

PERANCANGAN INTERIOR ART SHOP YANA ART GALLERY DI GIANYAR, BALI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB I PENDAHULUAN. Rahmat Hidayat, 2015 Origami Maya Hirai Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.

BAB I PENDAHULUAN. B. Tujuan Tujuan kami menulis makalah ini ialah untuk menginformasikan lebih dalam mengenai karya seni rupa dua dimensi.

Pengertian Seni Rupa. Prinsip - prinsip Seni

Lapangan Parkir, Pamulang Square 25 Mei 10 Juni 2012

BAB 2. TINJAUAN UMUM

SILABUS PEMBELAJARAN

55. Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB D) A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

PEMERINTAH KABUPATEN DEMAK PENJABARAN PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN 2014

PROPOSAL KEGIATAN LOMBA LAWAK HARI ANAK NASIONAL 2017

MODUL PERKULIAHAN. Sejarah Desain. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GALERI SENI LUKIS MODERN DI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Seni terapan meliputi semua karya seni pada produk benda guna yang

WALIKOTA SURABAYA KEPUTUSAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR : /344/ /2009 TENTANG PANITIA PENYELENGGARA FESTIVAL SENI LINTAS BUDAYA TAHUN 2009

PUSAT PAGELARAN SENI KONTEMPORER INDONESIA DI YOGYAKARTA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP No. 1.1) : SMP Negeri 2 Gerokgak

48. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR SENI BUDAYA SMA/MA/SMK/MAK

Br. WANASARA, DESA BONGAN, TABANAN. PROPOSAL RANGKAIAN PERAYAAN 17 AGUSTUS 2012 Dan ULANG TAHUN KE 34 STT PANCA DHARMA 20 AGUSTUS 2012

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Patung dalam Seni Rupa Kontemporer Indonesia

60. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa (SMPLB D)

KONSEP DASAR PEMBELAJARAN SENI LUKIS PENDIDIKAN SENI RUPA. Oleh: Drs. Susapto Murdowo, M.Sn.

KONSEP RANCANGAN. Latar Belakang. Konteks. Tema Rancangan Surabaya Youth Center

BAB I PENDAHULUAN. gagasan, ekspresi atau ide pada bidang dua dimensi.

BAB I PENDAHULUAN. karya dihasilkan dari imajinasi dan temporer seniman. Batasan dari cetak tradisional,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Seni rupa adalah salah satu dari cabang seni yang dapat dilihat dan

BAB I PENDAHULUAN. Larasita Puji Daniar, 2014 Legenda Ciung Wanara Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.

ELEMEN PEMBENTUK RUANG INTERIOR

PROPOSAL WOW DAY AW LP 90. Dengan Kebersamaan dan Kebahagiaan Memberi Inspirasi untuk Sesama

TOR (TERM OF REFERENCE) LOMBA OPERET GELORA AKSI

Menabur Berkah di Tahun Emas

PENERAPAN MATERIAL FINISHING INTERIOR KAFÉ DI TEMBALANG, SEMARANG

BAB III GAGASAN BERKARYA

b. Karya seni rupa tiga dimensi atau trimatra, contoh; patung, monumen, mebel. rumah, pesawat, sepatu, sandal, tas, dll.

Project Officer/ Event Manager Field Officer Field Officer Talent Officer Show Director

UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018 SENI BUDAYA (SENI RUPA) SMA/MA

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

BAB III LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

SILABUS PEMBELAJARAN

MAKASSAR merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang. meningkatkan jumlah pengunjung/wisatawan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. rupa terdiri dari dua jenis yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan.

2015 KAJIAN VISUAL KERAMIK GEOMETRIS KARYA NATAS SETIABUDHI

I. PENDAHULUAN. pengalaman dan pengamatan penulis dalam melihat peristiwa yang terjadi

Transkripsi:

"contoh Proposal Pameran Seni Lukis" Daftar Isi I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Maksud dan Tujuan... 2 1.3 Dasar Teori...2 II. ISI 2.1 Tema Kegiatan. 3 2.2 Macam Kegiatan. 3 2.3 Peserta..3 2.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan. 4 2.5 Susunan Kepanitiaan.. 4 2.6 Estimasi Biaya..5 III. PENUTUP 3.1 Penutup... 8 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kita mengetahui bahwa perkembangan seni lukis di Negara ini sangatlah pesat berbagai

jenis lukisan baru bermunculan dimana-mana,,mereka berlomba menunjukan keunggulan dari setiap lukisan yang mereka temukan. Maka dari itu kita harus bias melestarikan lukisan tradisional. Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna. Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik. Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar). Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan objek-objek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari objek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap objeknya. Misalnya, gambar seekor banteng dibuat dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap

tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam objek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya. 1.2 Maksud dan Tujuan Tujuan yang hendak di capai dari pergelaran ini adalah: 1.Memotivasi pembentukan sikap terhadap lukisan tradisional. 2.Untuk mempertahankan semangat kebudayaan nusantara khususnya di bidang seni lukis. 3.Untuk mengembangkan semangat dalam pengembangan lukisan tradisional. 4.Untuk menambah kekreatifan siswa dalam melaksanakan suatu pergelaran yang menarik. 1.3 Dasar Teori Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni, kriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi. Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts. Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan. Sejarah seni lukis di Indonesia Seni lukis modern Indonesia dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme membuat banyak pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini. Raden Saleh Syarif Bustaman adalah salah seorang asisten yang cukup beruntung bisa mempelajari melukis gaya Eropa yang dipraktekkan pelukis Belanda. Raden Saleh kemudian melanjutkan belajar melukis ke Belanda, sehingga berhasil menjadi seorang

pelukis Indonesia yang disegani dan menjadi pelukis istana di beberapa negera Eropa. Namun seni lukis Indonesia tidak melalui perkembangan yang sama seperti zaman renaisans Eropa, sehingga perkembangannya pun tidak melalui tahapan yang sama. Era revolusi di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema romantisme menjadi cenderung ke arah "kerakyatan". Objek yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang mengkhianati bangsa, sebab dianggap menjilat kepada kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme yang populer pada masa itu. Selain itu, alat lukis seperti cat dan kanvas yang semakin sulit didapat membuat lukisan Indonesia cenderung ke bentuk-bentuk yang lebih sederhana, sehingga melahirkan abstraksi. Gerakan Manifesto Kebudayaan yang bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunisme membuat pelukis pada masa 1950an lebih memilih membebaskan karya seni mereka dari kepentingan politik tertentu, sehingga era ekspresionisme dimulai. Lukisan tidak lagi dianggap sebagai penyampai pesan dan alat propaganda. Perjalanan seni lukis Indonesia sejak perintisan R. Saleh sampai awal abad XXI ini, terasa masih terombangambing oleh berbagai benturan konsepsi. Kemapanan seni lukis Indonesia yang belum mencapai tataran keberhasilan sudah diporakporandakan oleh gagasan modernisme yang membuahkan seni alternatif atau seni kontemporer, dengan munculnya seni konsep (conceptual art): Installation Art, dan Performance Art, yang pernah menjamur di pelosok kampus perguruan tinggi seni sekitar 1993-1996. Kemudian muncul berbagai alternatif semacam kolaborasi sebagai mode 1996/1997. Bersama itu pula seni lukis konvensional dengan berbagai gaya menghiasi galeri-galeri, yang bukan lagi sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat, tetapi

merupakan bisnis alternatif investasi. II. ISI 2.1 Tema Kegiatan Dengan pergelaran Seni Lukis Tradisional kembangkan semangat lukisan sebagai identitas bangsa lewat apresiasi yang kreatif. 2.2 Macam kegiatan ~ Pameran Seni lukis ~ Hiburan 2.3 Peserta Dalam pergelaran ini, kami turut mengundang: -Bapak Walikota Kota Jawa Barat atau yang mewakili 1 orang -Bupati Subang Tengah atau yang mewakili, 1 orang - Pejabat-Pejabat Pemerintahan Kota Subang dan Ajkarta, 10 orang - Para Donatur/sponsor pergelaran, 6 orang - Kepala Sekolah dari setiap sekolah dan SMPN Satu Atap 1 Kalijati, 6 orang - Guru-guru dan Staf Tata Usaha SMPN Satu Atap 1 Kalijati, 40 orang - Perwakilan dari Setiap sekolah di Kota Subang, 6 orang - Seluruih siswa SMPN Satu Atap 1 KaliJATI. 800 orang - Undangan dari band 10 orang Jumlah 880 orang 2.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Pergelaran dilaksanakan pada: Hari dan tanggal : Sabtu,20 Juni 2018 Waktu : 08.00 sampai dengan selesai Tempat : Subang Lapangan Bintang 2.5 Susunan Kepanitiaan Ketua Panitia : Ober Sindezca Sekretaris : Ulises EsterLina Bendahara : Nurintan P Seksi Seksi Dana : Nurintan P Seksi Penata Teknis : Irvan Desdodo ginting Seksi Akomodasi : Dodi Pratama Seksi Dekorasi : Yurlin Hondro Seksi Dokumentasi : Najmi Ariady Seksi Konsumsi : Riris Seksi Peralatan : Carolus F.C.N Seksi Keamanan : Boris Frans Seksi perlengkapan : Cintya M 2.5 Estimasi Biaya PEMASUKAN Seksi Dana

Osis Rp. 5.000.000,- Iuran perorangan Rp. 4.000.000,- Donatur orang tua siswa: - Kelas X Rp. 5.000.000,- - Kelas XI Rp. 8.000.000,- - Kelas 3XII Rp. 3.000.000,- Kepala Sekolah Rp. 5.000.000,- Guru dan staf pegawai Rp. 8.000.000,- Sponsor - Telkomsel Rp. 10.000.000,- - Teh botol sosro Rp. 5.000.000,- - Aqua Rp. 10.000.000,- - Axis Rp. 5.000.000,- - Dinas Pendidikan Rp. 10.000.000,- - Dinas Kebudayaan Rp. 15.000.000,- Jumlah Rp.. 9.300.000,- PENGELUARAN Seksi Konsumsi 1. Selama Latihan 2 kali pertemuan Perincian Biaya Latiahan Pertama :

- Pemilihan lagu - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,- - Roti 25 bungkus Rp. 50.000,- - Mengaransemen lagu - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,- - Roti 30 bungkus Rp. 60.000,- - Membaca Not - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,- - Roti 25 bungkus Rp. 50.000,- - Makanan Selingan Rp. 40.000,- Latihan Kedua : - Mempelajari syair lagu - Aqua 1 kotak Rp. 25.000,- - Roti 25 bungkus Rp. 25.000,- - Buah-buahan Rp. 15.000,- - Gladi bersih - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,- - Roti 50 bungkus Rp. 50.000, - Selingan Rp. 25.000,- 2.Konsumsi acara puncak Makanan -Nasi kotak Siswa (Rp.10.000,- x 800 orang) Rp. 8.000.000,- Guru (Rp. 15.000,- x 40 orang) Rp. 600.000,- Undangan (Rp.17.500 x 30 orang) Rp. 525.000,- Pemain (Rp.15.000 x 5 orang) Rp. 75.000,- Dan lain-lain (Rp.10.000 x 10 orang) Rp. 100.000,-

Minuman - Aqua Gelas untuk siswa (Rp.500,- x 800 orang) Rp. 400.000,- - Aqua botol untuk guru ( Rp. 2.500,- x 40 orang) Rp. 100.000,- - Sosro untuk undangan (Rp.2.500,- x 30 orang) Rp. 75.000,- Makanan Selingan - Buah-buahan Rp. 870.000,- Jumlah - Lain-lain Rp. 100.000,- Rp.11.435.000,- Seksi Dekorasi - Bunga panggung Rp. 500.000,- - Taplak Meja 10 buah Rp. 300.000,- - Bunga Meja 10 buah Rp. 250.000,- - Latar panggung Rp. 500.000,- Jumlah Rp.1.550.000,-

Seksi Keamanan - Polisi 10 orang Rp. 2.500.000,- - Tukang parker 2 orang Rp. 400.000,- + Jumlah Rp. 2.900.000,- Seksi Akomodasi 1. Transportasi - Selama latihan Angkot Rp. 10.000,- pulang pergi, 10 x pertemuan Rp. 100.000,- 2.Transportasi bus saat acara puncak 1 x pertemuan x Rp. 750.000,- 3.Promosi - Spanduk 3 lembar x Rp. 350.000,- Rp. 1.050.000,- - Surat Undangan Siswa Rp.1.000,- x 800 orang Rp. 800.000,- Guru Rp. 1.500,- x 40 orang Rp. 60.000,- Undangan Rp. 20.000,- x 30 orang Rp. 60.000,- Jumlah Rp. 2.820.000,-

Seksi Peralatan 1. Sound System Rp.200.000,- x 8 buah Rp. 1.600.000,- 2. Sewa 7 alat band yang terdiri dari - Keyboard 1 buah Rp. 750.000,- - Dram set 1 buah Rp. 500.000,- - Gitar Listrik 2 buah Rp. 500.000,- - Mic 5 buah Rp. 500.000,- - Alat Sederhana: Maracas, botol, Pianika, gitar, Gendang Rp. 500.000,- - Tape 1 buah Rp. 150.000,- 3. Teknisi Rp. 500.000,- Jumlah Rp. 4.100.000,- Seksi Penata Teknis 1. Lampu sorot 3 buah Rp. 4.500.000,- 2. Lampu untuk penonton 18 buah Rp. 450.000,- 3. Kursi - Siswa 800 orang Rp. 8.000.000,- - Guru 40 orang Rp. 8.000.000,- - Undangan 30 orang Rp. 3.000.000,- - dan lain-lain (polisi, tukang parkir, pemain) Rp. 400.000,-

4. Taratak - 1 buah ukuran 5x10 m (Ruang ganti) Rp. 7.500.000,- - 2 buah ukuran 10x10 m ( panggung &VVIP) - 2 buah ukuran 15x 20 m ( Guru &siswa). Meja 10 buah Rp. 2.000.000,- Sewa Tempat Rp. 8.000.000,- Jumlah Rp.10.000.000,- Pemasukan Rp. 93.000.000,- Pengeluaran Rp. 66.655.000,- Gaji seluruh anggota Rp. 15.000.000,- Dan lain-lain Rp. 10.000.000,- - Sisa Rp. 1.345.000,- ( Catatan: Sisa dimasukkan ke kas osis. ) III. PENUTUP Demikian proposal kegiatan ini. Semoga dapat memenuhi harapan kita semua, kami sangat

mengaharapkan dukungan dan partisipasi bapak dan ibu. Atas perhatian bapak dan ibu kami ucapkan terimakasih.