PENGERTIAN MUSIK BAROK

dokumen-dokumen yang mirip
SEJARAH MUSIK DUNIA. A.Perkembangan Musik Dunia

BAB I PENDAHULUAN. yang telah dirasakan dan dikembangkan manusia sejak zaman purbakala.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. (Jakarta: Balai Pustaka, 2001), hlm.? 1 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ketiga

BAB I PENDAHULUAN. secara spesifikasi. Tindakan tersebut dinamakan dengan analisis.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. luas. Susunan bunyi atau nada yang tercipta dalam suatu karya musik mempunyai

TRI JUNIARTO NOTOARDJO NIM KEPADA JURUSAN MUSIK FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA

LAPORAN PENELITIAN CONDUCTOR ORCHESTRA DALAM KONSER JANUARY OVERTURE

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Seni musik merupakan bidang seni yang sangat diminati, sebab musik

MUSIK ANSAMBEL. A. Pengertian dan Jenis Musik Ansambel. Musik ansambel adalah bermain musik secara. bersama-sama dengan menggunakan beberapa

TEKNIK PERMAINAN PIANO PADA BAGIAN SONATA DALAM KARYA MUSIK JOURNEY TO THE SECRET ISLAND

PANDUAN UMUM TES PRAKTEK PRODI D4 PENYAJIAN MUSIK (KLASIK)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

LAPORAN AKHIR TAHUN PERTAMA PENELITIAN FUNDAMENTAL

ANALISIS BENTUK MUSIK PADA KARYA YEARS OF THE BITTER AND THE SWEET. Oleh : Ulfa Ayunin ( )

BAB II LANDASAN TEORI

JURNAL TUGAS AKHIR ANALISIS STRUKTURAL PADA BAGIAN PERTAMA KONSERTO BIOLA, OP.64 DALAM E MINOR KARYA FELIX MENDELSSOHN

PANDUAN UMUM TES PRAKTEK PRODI D4 PENYAJIAN MUSIK (KLASIK)

BAB III ANALISIS KARYA

BAB I PENDAHULUAN. mengaku diri sebagai makhluk ciptaan-nya, dan itu dengan perantaraan Kristus,

BAB I PENDAHULUAN. menciptakan karya-karya musik. Karya-karya tersebut sudah dikenal

BAB I PENDAHULUAN. media atau sarana yang digunakan untuk mengekspresikan diri. Musik adalah

BAB I PENDAHULUAN. Musik merupakan ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan ke dalam

BAB I PENDAHULUAN. berbagai suara kedalam pola-pola yang dapat dimengerti dan dipahami

BAB I PENDAHULUAN. 1 Alkitab merupakan Kitab Suci Agama Kristen

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Musik adalah salah satu hasil dari proses kebudayaan manusia dalam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

2015 PERMAINAN GITAR ILLO DJEER DALAM MUSIK KERONCONG TUGU PADA GRUP ORKES KRONTJONG TOEGOE

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

BAB 1 PENDAHULUAN. manusia. Sejak dahulu tanpa disadari, manusia telah menggunakan seni dalam

BAB I PENDAHULUAN. berkembang ditengah-tengah kehidupan manusia, karena pada dasarnya seni

BAB I PENDAHULUAN. Analisis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh

BAB II LANDASAN TEORI. Gambar 2.1. Perkebunan Teh Medini

BAB I PENDAHULUAN. beliau ciptakan, seperti halnya lagu Tuhan adalah kekuatanku yang diciptakan

BAB I PENDAHULUAN 396.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam sejarah musik Barat, banyak komponis musik yang telah

BAB I PENDAHULUAN. dari sudut struktual maupun jenisnya dalam kebudayaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:602) Musik adalah ilmu atau

BAB II LANDASAN TEORI

Kharakteristik Jaman Barok Klasik

BAB II LANDASAN TEORI

Penerapan akor pokok dalam tangga nada mayor 1# - 7# pada pianika

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Tema Resital dan Pemilihan Repertoar

GLOSSARIUM. Alterasi adalah istilah yang dipakai untuk perubahan kromatis salah satu nada dalam satu akord.

Seni budaya (rock dan dangdut)

BAB I PENDAHULUAN. Mark C.Gridely, Jazz style history and analysis, eleven edition (United State: Pearson, 2012), hlm.3.

BAB I PENDAHULUAN. Konsentrasi belajar anak adalah bagaimana anak fokus dalam mengerjakan

BAB I PENDAHULUAN. Seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai

Tes Teori Tambahan Pengganti Nilai Kurang pada Kegiatan Praktik

PROSES PEMBELAJARAN MUSIK BAGI KELOMPOK BAND JUST 4_U DI SMA BOPKRI 1 YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam proses pengembangan pendidikan kesenian di Sekolah Menengah

BAB I PENDAHULUAN. Oxford University, 1997), Dieter Mack, Apresiasi Musik Musik Populer (Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusatama,

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

MODUL PRAKTIKUM. Penyusun: Tim

SEJARAH MUSIK BARAT OLEH: INGGIT SITOWATI SEJARAH, BENTUK-BENTUK, KARAKTERISTIK DAN APRESIASI MUSIK BARAT

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Musik adalah suatu bentuk kesenian universal yang dapat dinikmati

LAPORAN PENELITIAN CONDUCTOR ORCHESTRA DALAM KEGIATAN DIES NATALIS UNY KE 47

BAB I PENDAHULUAN. pendukung berupa gagasan, sifat dan warna bunyi. Kendati demikian, dalam

BAB I PENDAHULUAN. M. Soeharto, Kamus Musik (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 1992), 86. 2

MENGENAL IRAMA 8 BEAT

KONSERTO DALAM G MAYOR UNTUK FLUTE DAN ORKES KAMAR

ARANSEMEN ORKES KERONCONG TENGGARA PADA LAGU KR. KEMAYORAN SEBAGAI KAJIAN MUSIKOLOGI

MUSIK DAN PERTUNJUKAN MUSIK

MUSIKOLOGI BARAT IV OLEH: INGGIT SITOWATI

BAB I PENDAHULUAN. Muhammad Syafiq. Ensiklopedia Musik Klasik (Yogyakarta: Adicita Karya Nusa, 2003), 3. 2

BAB III ANALISIS KARYA

BENTUK MUSIK SONATA DALAM KARYA MUSIK ABORISCO

BAB I PENDAHULUAN. 1 Alkitab merupakan Kitab Suci Agama Kristen

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada dasarnya pembelajaran merupakan upaya yang diberikan untuk

BAB I PENDAHULUAN. 1 Oleh Luthfi Seli Fauzi, kognitif adalah semua proses dan produk pikiran untuk mencapai

BENTUK LAGU PADA KARYA MUSIK SESEBULAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. 1 Arpeggio berasal dari bahasa Itali yang artinya Broken Chord (Kord Patah).

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Musik keroncong adalah musik asli yang biasa menjadi salah satu aset

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

TINJAUAN BENTUK MUSIK PADA KOMPOSISI MUSIK PLACE OF BIRTH (SIDAYU)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Penelusuran terhadap alasan Franz Schubert dalam membuat. Lieder Heidenröslein dan An Die Musik dapat ditinjau dari latar

BAB III ANALISIS REPERTOAR. A. French Suite No. 6 in E major, BWV 817 karya Johann Sebastian Bach

TEORI DAN PENGGUNAAN AKOR

LANDASAN TEORI. 7 Komposisi polifoni musik sekular. 8 Lieder adalah lagu.

BAB III ANALISIS KOMPOSISI

BAB I PENDAHULUAN. bangsa Indonesia. Akar tradisi melekat di kehidupan masyarakat sangat

BAB III ANALISIS KARYA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

PENGERTIAN MUSIK BAROK Musik Barok adalah musik klasik barat yang digubah pada Zaman Barok (Baroque), kira-kira antara tahun 1600 dan 1750. Zaman ini berlangsung sesudah Zaman Renaisans dan sebelum Zaman Klasik. Sebenarnya, kata "Barok" itu berarti "Mutiara Yang Tidak Berbentuk Wajar", sangat pas dengan seni dan perancangan bangunan pada era ini; kemudian kata ini juga dipakai untuk jenis musik itu. Beberapa komponis Zaman Barok adalah Claudio Monteverdi, Henry Purcell, Johann Sebastian Bach, Jean-Philippe Rameau, George Frideric Handel, dan Antonio Vivaldi. Pada zaman tersebut, piano belum ditemukan, dan komposisi dikarang untuk hapsicord. Partitur musik di zaman Barok ditandai dengan tidak adanya iringan atau polifoni. Karya JS Bach untuk hapsicord lazim mempunyai dua melodi atau lebih untuk tangan kanan dan tangan kiri. Musik Barok lazimnya hanya mencerminkan satu jenis emosi saja. Dibanding dengan Musik Klasik dan Romantik, musik Barok jarang mempunyai modulasi atau rubato. Untuk komposisi piano, pedal jarang digunakan saat memainkan musik Barok. SEJARAH MUSIK ZAMAN BAROK Sejarah Musik Zaman Barok (1600-1750) Istilah Barok diambil dari bahasa Portugis, Barococo yang berarti mutiara. Istilah ini sebenarnya tidak digunakan pada waktu itu. Istilah Barok hanya digunakan untuk memberi identitas bagi sebuah masa perkembangkan pada masa tahun 1600-an hingga tahun 1750-an yang tidak ada ciri dramatis dibandingkan dengan masa sebelumnya. Namun, seperti halnya bidang bidang seni lain, suatu masa baru muncul setelah terjadi tarik menarik gaya antara kaum konservatif yang ingin mempertahankan estetika music lama dengan kaum pembaharuan yang inovatif. Awalnya gaya music zaman Barok dikritik sebagai music yang harmoninya kurang jelas, kehilangan bentuk normal, eksentrik (berlebihan), kurang bermutu, bahkan dekade (merosot). Namun, karena perkembangan dasar estetika yang baru, gaya music Barok semakin dinilai secara positif. Gaya music zaman Barok memang tidak jelas, berbelit, dan bombastis. Namun hidup, lancar, lincah, dan penuh perasaan sehingga sangat cocok untuk penyajian opera yang saat itu mulai pupuler. Nada penghias dimanfaatkan secara optimal sehingga menghasilkan sajian yang

dinamis. Keras lemahnya nada disajikan dengan jelas. Selain bertambah jumlahnya, alat music juga semakin tinggi mutu suaranya. Selain alat yang sama dengan masa Resaisans yang berkembang di lingkungan istana, alat music rakyat juga mulai berkembang, misalnya oktavgeige (biola sederhana), drehleier (alat music gesek dengan dawai bordun), gitar, hackbett (sejenis sitar), maultrommer, pikolo, rekorder, shalmei (mirip clarinet), gendering, castagnet, xilopon, dan lonceng kecil. Selain itu berkembang pula alat music tiup baru, seperti prommer, fagot, dan raket yang kemudian lenyap, kecuali obo dan clarinet. Pada masa music Barok juga mulai diperkenalkan system tangga nada mayor dan minor. Bentuk sajian music yang tumbuh pada masa itu adalah lagu instrumentalia dengan cerita sejenis opera (suita), permainan instrumentalia (sonata), hidangna music yang sifatnya agung (cantata), dan sajian music orkes simfoni yang diselingi permainan solo (concerto). Komponis besar pada zaman ini adalah Johann Sebastian Bach (1685-1750) dan George Friederic Handel (1685-1759). Kemajuan musik pada zaman pertengahan ditandai dengan munculnya aliran-aliran musik baru, diantaranya adalah aliran Barok dan Rokoko. Kedua aliran ini hampir sama sifatnya, yaitu adanya pemakaian Ornamentik (hiasan musik). Perbedaanya adalah bahwa musik Barok memakai Ornamentik yang diserahkan pada Improvisasi spontan oleh pemain, sedangkan pada musik Rokoko semua hiasan Ornamentik dicatat. Pada zaman ini sangat banyak komposer dan pemain musik yang bekerjasama untuk memajukan musik. Mereka membuat perubahan pada notasi musik dan menciptakan terobosan baru dalam memainkan instrumen musik. Zaman ini juga merupakan tonggak dari terciptanya dan diakuinya musik dalam opera. Banyak sekali teknik musik dan konsep musik dari zaman Barok dan Rokoko masih terpakai hingga sekarang. Alat-alat musik klasik seperti biola dimainkan sangat baik di zaman ini. Gaya musiknya sangat terkenal hingga saat ini, antara lain : Darmstadt Overtures dari Jerman, Overtura dari Perancis, Allemande dengan tempo sedang, Courante dari Perancis, Sarabande yang mempunyai beat antara 40-66 per menit dan Gigue dari Inggris yang bisa dimulai dari segala beat ; Gavotte yang dimainkan dengan 4/4 dan selalu di mulai pada beat ke 3 dalam tangga musik. Gavotte biasanya dimainkan dengan tempo sedang, tetapi terkadang ada beberapa komposer dan pemain yang lebih suka

memainkanya dengan cepat ; Bourre yang mirip dengan gavotte. Tetapi bourre dimainkan dengan 2/2 dan dimulai pada half yang ke-2 pada beat akhir di tangga nada. Hal ini dapat menciptakan perbedaan yang unik dalam musiknya. Biasanya bourre dimainkan di tempo sedang. Tetapi komposer terkenal seperti George Frideric Handel memainkan bourre dengan tempo yang jauh lebih cepat ; Minuet yang merupakan baroque dance yang paling terkenal di triple meter. Minuet dimainkan di tempo sedang dan dapat dimulai di beat manapun dalam tangga nada ; Passepied yang sangat cepat dan sering di mainkan oleh George Frideric Handel dan Johan Sebastian Bah ; Rigaudon yang dimainkan di duple meter. Rigaudon diciptakan di Perancis tepatnya di Provence. Lagu-lagu instrumental dari zaman ini sangat banyak antara lain concerto grosso, fugue, suite, sonata, partita, canzone dan simfonia. Ada juga jenis instrumental seperti fantasia, ricercar, toccata, prelude, chaconne, passacaglia, chorale prelude dan stylus fantasticus. Jenis musik instrumental dari zaman ini terus di mainkan sampai saat ini. CIRI MUSIK BAROK Karakteristik Musik Barok Ekspresi Sebuah karya musik barok biasanya menyatakan satu ekspresi dasar, apabila sebuah karya diawali dengan ekspresi emosi yang gembira maka ekspresi musik ini akan tetap sampai akhir karya music tersebut. Hal ini terutama dapat diketemukan dalam karya musik vokal. Perubahan ekspresi biasanya diikuti dengan perubahan musiknya juga (music diakhiri dan dimulai lagi dengan ekspresi yang berbeda). Ritme Dalam musik Barok, ekspresi yang tetap biasanya disampaikan dengan pola ritme yang terus berlanjut dan cenderung diulang ulang. Ritme dan irama lebih ditekankan dibanding dalam musik renaissance. Melodi Melodi Barok cenderung menciptakan perasaan yang berkelanjutan, melodi tema akan diulang terus menerus dalam sebuah karya musik barok walaupun dalam bentuk yang bervariasi karakter melodi tema lagu tidaklah berubah banyak. Dinamika Dalam Musik Barok dinamika tidaklah berubah secara tiba tiba tetapi bertahap, tetapi walaupun demikian para penyanyi dan pemain instrumen dalam praktiknya kerap membuat perubahan yang cukup nyata guna mengekspresikan emosi dalam sebuah karya music. Textur/Pola Terutama dalam masa akhir music Barok kebanyakan berupa musik musik Poliphony didalam pola

musiknya, pola poliphony yang terdapat dalam musik barok berbeda dengan textur poliphony dalam musik renaissance. Dalam musik barok terdapat satu atau dua melodi tema yang berkejar kejaran atau saling berdialog dengan satu sama lainnya, dalam hal ini biasanya bagian treble (sopran) berdialog dengan bagian bass, dan melodi utama keduanya diulang ulang, ini menjadi pola dasar poliphony yang digemari. Word Painting Sebagaimana dengan pendahulunya, musik renaissance, musik barok juga menggunakan tehnik yang sama dalam pengekspresian musik, yaitu menggunakan word painting, notasi yang disesuaikan dengan kata-kata, tetapi dalam masa Barok word painting tidak hanya sekedar menggunakan notasi tetapi juga menggunakan emosi lagu, sehingga lagu-lagu yang bertemakan kesedihan dan penderitaan pada contohnya akan menggunakan tangga nada dan musik yang sesuai. Basso Continuo Penggunaan Chord (trinada) menjadi sangat penting dalam musik barok. Dalam masa barok seluruh struktur musik ada pada bagian bass. Dalam permainan musik keyboard (Clavichord/Harpsichord) penggunaan chord biasanya akan mengiringi alur melodi Bass. Tehnik permainan chord (trinada) dengan melodi bass biasa disebut dengan istilah Basso Continuo. Dengan demikian tehnik permaianan Basso Continuo ini menjadi pengiring utama dalam seluruh karya musik zaman barok. Zaman Barok disebut juga sebagai Zaman Keemasan Basso Continuo. Ensemble Basso Continuo biasanya dimainkan oleh dua alat musik, alat musik bass (Cello, Basoon, Contra Bass dll.) dan alat musik keyboard (alatmusik yang berpapan tuts) dalam zaman ini adalah harpsichord (untuk musik sekular) dan organ pipa (untuk musik sakral). Bentuk-Bentuk Musik Concerto Grosso Sebuah Orkes Musik dalam Musik Barok biasa disebut dengan istilah Musik Kamar (Chamber Orchestra). Dalam sebuah orkes kamar biasa dibagi menjadi dua bagian pemusik: group besar dan group kecil. Paduan musik semacam ini biasa disebut dengan Concerto Grosso. Concerto Grosso adalah sebuah group kecil pemusik yang berperan sebagai Solis bermain/berdialog musik dengan group besar pemusik yang disebut Tutti (Bahasa Italia: Semua) dalam satu orkes kamar. Dialog antara Solis dan Tutti biasanya adalah dialog antara dua melodi tema yang dimainkan secara bergantian oleh kedua belah pihak pemusik, tehnik permaian seperti ini dinamakan Bentuk Ritornello. Fuga Fuga adalah sebuah komposisi polyphony

yang berdasarkan sebua tema melodi utama yang disebut sebagai Subyek. Dan dalam sebuah Fuga: Subyek akan diimitasikan oleh melodi-melodi lain (imitasi dari Subyek). Melodi-melodi lain ini disebut dengan Suara (Voices). Opera Walaupun dimulai pada zaman Renaissance, tetapi berkembang dengan pesatnya pada zaman barok. Opera dalam zaman barok adalah Drama yang dinyanyikan dengan iringan orkes. Sebuah opera dalam zaman ini merupakan kolaborasi antara dramawan dan komponis, dramawan opera disebut dengan istilah Librettist. Seorang Librettist akan membuat teks drama sesuai dengan musik yang digubah oleh komponis. Trio Sonata Sonata adalah sebuah gubahan musik yang terdiri dari dua atau tiga bagian, masing masing dengan karakter dan tema yang berbeda. Komposisi ini untuk satu sampai delapan instrumen alat musik. Trio Sonata adalah sebuah sonata untuk tiga melodi: dua melodi tinggi (treble) dan satu basso continuo (bass). Treble bisa berupa biola, flute, oboe dll. dan basso continuo: cello atau viola di gamba (cello zaman barok) dengan harpsichord. Jadi trio sonata biasa di mainkan oleh empat alat musik. Suita Sebuah komposisi besar yang terdiri dari beberapa lagu dengan irama irama tertentu, lagu lagu yang dipakai adalah lagulagu dansa yang mempunyai asal dari negara-negara yang berbeda-beda. Sebuah komposisi suita bisa digubah untuk sebuah orkes kamar, atau juga bisa digubah untuk satu alat musik. Contoh sebuah suita dengan lagu-lagu (dansa): 1.Overture (lagu pembukaan) 2. Gavotte 3. Minuet 4. Bourree 5. Gigue Cantata Cantata merupakan sebuah karya yang dinyanyikan, (selalu menggunakan vokal), dan biasanya sebuah cantata adalah sebuah karya musik gerejawi. Sebuah cantata biasanya dinyanyikan dalam ibadat gereja reformasi (Protestant). Sebuah cantata dalam zaman barok biasanya berdasarkan ayat-ayat dari Kitab Suci dan himnehimne jemaat. Sebuah cantata biasanya digubah untuk sebuah paduan suara, solis vokal, organ pipa dan orkes kamar. Komponis-komponis pada zaman Barok : A.Johan Sebastian Bach Lahir tanggal 21 Maret 1685 di Eisenach Jerman, meninggal tanggal 28 Juli 1750 di Lipzig, Jerman. Hasil karyanya yang amat indah dan terkenal adalah : St. Mathew Passion; Misa dalam b minor;13 buah konser piano dengan orkes; 6 buah Konserto Brandenburg. Gubahan-gubahannya mendasari musik moder. Sebastian Bach menciptakan musik Koral (musik untuk khotbah gereja) dan menciptakan lagu-lagu instrumental. Pada akhir hidupnya

Sebastian Bach menjadi buta dan meninggal di Leipzig, Jerman. B. George Fredrick Haendel Lahir di Halle Saxony 23 Februari 1685 di London, meninggal dunia di London tanggal 14 April 1759. Semasa kecilnya ia sudah memperlihatkan bakat keahlian dalam bermain musik. Pada tahun 1703 ia pindah ke Hanburg untuk menjadi anggota Orkes Opera. Tahun 1712 ia kembali mengunjungi Inggris. Hasil ciptaannya yang terkenal adalah : Messiah yang merupakan Oratorio (nama sejenis musik) yang terkenal; Water Musik (musik air); Fire Work Music (musik petasan). Water Music dan Fire Work Music merupakan Orkestra yang paling terkenal. Dia akhirnya meninggal dunia di London dan dimakamkandi Westminster Abbey. Selain mereka dikenal juga komposer terbaik pada zaman ini, yaitu Claudio Monteverdi, Antonio Vivaldi dan Arcangelo Corelli. PERKEMBANGAN MUSIK BAROK Musik Barok terbagi dalam tiga bagian: awal, pertengahan, dan akhir. Masing masing memiliki sumbangannya tersendiri dalam perkembangan keilmuan dan khasanah musik barat. Kejadian kejadian historis sosiokultural turut membentuk karakter music pada era Barok ini. Masa Barok awal terbentang dari tahun 1600 1654. Ditandai dengan pencetusan suatu bentuk disiplin ilmu musik baru oleh Claudio Monteverdi, dikenal dengan istilah seconda practica. Ilmu musik ini, yang penerapannya hanya untuk murid dan relasi Monteverdi pada awalnya, mencakup evolusi polyphony music renaissance dan suatu bentuk disiplin tonality sederhana. Seconda practica merupakan dasar dari ilmu harmoni, tonality, dan menjadi cikal bakal lahirnya musik homophony disamping counterpoint. Penerapan seconda practica digunakan seutuhnya dalam karya music opera Orfeo karya Monteverdi ini. Kemunculan opera Orfeo, kemudian merangsang berkembangnya genre opera dan mengangkat popularitasnya di dataran Eropa. Disiplin ilmu Monteverdi, diteruskan serta dikembangkan oleh muridnya, Heinrich Schütz. Musik, seiring dengan jenis kesenian lainnya, tumbuh mekar dengan tidak terkendali dan luar biasa pesat. Hal ini merupakan efek dari euforia masyarakat yang tumbuh sejak masa pencerahan renaissance. Namun, disamping itu, efek reformasi gereja memiliki dampak yang signifikan dalam memacu pertumbuhan tersebut. Sejak dipelopori oleh Marthin Luther satu abad sebelumnya, reformasi protestan ini menyebabkan jurang antar pemeluk agama

Kristen. Di satu sisi, Katolik dengan segala kekuasaannya menjadi pilihan kaum bangsawan dan di sisi yang lain Protestan bagi rakyat biasa. Timbul persaingan antara kedua kubu ini dalam mencari umat, sehingga seni dan budaya pun dijadikan suatu sarana komersil bagi aliran religi ini. Persaingan ini, mendorong para seniman dari masing masing kepercayaan untuk terus berlomba lomba menghasilkan karya yang dilirik oleh massa. Sebagai lawan dari reformasi Protestan, timbul gerakan revival of Catholism. Di bidang music, gerakan ini dipelopori oleh Giovanni Gabrielli. Masa pertengahan Barok dicirikan oleh berkembangnya genre genre music ke dalam bentuk bentuk yang lebih baku beserta aturannya. Tahun 1654 1707, dikenal sebagai age of absolutism. Hal ini dikarenakan, pada masa ini kerajaan kerajaan semakin mempertebal keabsolutannya, membentuk sebuah monarki yang menjurus tirani. Personifikasi yang tepat adalah Louis XIV dari Perancis. Sentralisasi kekuatan kerajaan, menyebabkan timbulnya budaya court, yaitu menjadikan istana sebagai pusat pemerintahan sekaligus tempat tinggal. Hal ini mendorong terbentuknya court musician, atau musisi istana, yang menjadi wadah sekaligus lahan potensial bagi para musisi maupun komposer diseluruh Eropa. Sebuah pekerjaan terhormat, bersifat lebih permanen, dengan penghasilan baik dan terjaga alirannya. Sesuatu yang sangat menggiurkan bagi musisi manapun di dunia. Selain itu, berkembangnya gereja dan instansi pemerintahan lain menyebabkan timbulnya kebutuhan akan sebuah music public yang terorganisir. Di masa ini, musik musik instrumental meraih pamor di kalangan masyarakat, terutama kaum bangsawan. Kelahiran jenis jenis instrumental untuk chamber music serta keyboard menunjukkan betapa besar tuntutan akan kekayaan harmoni instrumental. Teori teori permusikan, lebih terstruktur dan menjadi suatu acuan yang formal serta baku. Seluruh karya music pada masa ini, mengacu kepada satu jenis teori serta struktur yang sama. Dieterich Buxtehide adalah salah seorang penggagas mengenai struktur musik. String adalah kekuatan utama music pada era ini. Ia merupakan kebutuhan primer genre genre utama bahkan hingga sekarang. Hal ini dipelopori oleh Jean Baptiste Lully. Bentuk Concerto Grosso mulai dipopulerkan, terutama oleh Arcangelo Corelli. Concerto Grosso, merupakan sebuah reduksi orkestra, yang biasanya terdiri dari sekelompok solois. Dan lagi

lagi, string tetap merupakan komponen utamanya. Penghargaan tertinggi di masa ini, jatuh pada seorang komposer bernama Henry Purcell. Dengan usia yang sangat pendek, 36 tahun, ia menghasilkan sekitar 800 karya musikal. Ia adalah seorang komposer yang terkenal mampu menghasilkan melodi melodi indah. Selain itu, Purcell dikenal sebagai komposer pertama yang menggubah musik musik untuk instrumen keyboard. Masa keemasan Barok, berada di akhir rentang hidupnya, pada tahun 1680 1750. Di masa ini, bentuk bentuk musical seperti binary (AABB), 3 parts (ABC), serta bentuk rondo menjadi struktur formal hingga saat ini. Ilmu mengenai tonality, menjadi teori baku musik barat, digagas oleh Rameau. Yang menjadi tonggak sejarah masa ini adalah, kelahiran para komposer komposer luar biasa yang memiliki karya karya yang sangat menakjubkan. Diantara nama nama para komposer dari era ini, Antonio Vivaldi adalah salah satu komposer dengan karya abadi yang tetap populer hingga sekarang. Sebagian besar orang tentu kenal dengan nada nada dari Four Seasons. Vivaldi adalah seorang maestro di violino di sebuah panti asuhan di Venice. Karya karyanya selalu menggunakan atuiran 3 movement, yang terdiri dari dari bentuk cepat lambat cepat. Dalam kancah music untuk keyboard, Alessandro Scarlatti dengan sonata sonata Harpsichordnya menjadi trademark tersendiri. Komposer kelahiran Spanyol ini mmenghasilkan ratusan karya untuk keyboard dan memiliki ciri Spanish nya dalam karya karyanya. Tidak akan lengkap membicarakan music Barok, jika tidak menyinggung tentang dua raksasa Barok ini: Johan Sebastian Bach dan George Friderich Handel. Keduanya adalah maestro yang mampu menghasilkan beratus ratus karya dengan kekayaan nada yang melimpah. Keduanya, sayangnya, tidak pernah bertemu satu kalipun walau saling mengetahui. Handel dikenal sebagai ahli melodi serta improvisasi. Kebanyakan karyanya memiliki emphasis pada dua hal tersebut. Handel terkenal oleh oratorionya yang berjudul Messia. Sementara Bach, adalah seorang jenius counterpoint sejati. Karya karyanya merupakan perpustakaan tentang ilmu counterpoint serta berbagai bentuk, jenis, dan kombinasinya. Bradenburg Concertos, merupakan salah satu karya gemilangnya PENGARUH TERHADAP DUNIA MUSIK

Zaman Barok berada sesudah zaman pencerahan. Pengaruh pikiran manusia di zaman pencerahan terus terbawa sampai dengan zaman barok. Selain pikiran, orang-orang di zaman barok juga memperhatikan perasaan dan imajinasi (dalam bahasa Yunani phantasia). Orang-orang pada zaman ini berusaha menambahkan kesan mewah dalam memperluas batas realita hidup dengan khayalan-khayalan yang fantastis misalkan cita-cita. Sesuatu yang berlebihan atau ketidakwajaran di zaman barok terlihat dalam cara orang memakai rambut palsu, etiket sopan santun yang kaku, serta dunia yang dipandang sebagai dunia sandiwara dengan adanya pameran, sutradara dan musik. Di dalam gereja sikap yang berlebihan terlihat dari altar gereja yang dihias sedemikan rupa rumitnya sehingga menyerupai surga yang terbuka, melebihi fungsi fungsionalnya sebagai meja atau mezbah sederhana. Dengan demikian seni barok untuk membuat ibadat lebih atratktif, berkesan dan surgawi. Situsi politik yang dominan terjadi di zaman barok adalah feodal atau absolut. Kondisi politik seperti ini terlihat dari pembagian strata sosial di dalamnya yaitu raja, bangsawan, rohaniwan (intelektual), penduduk kota (pedagang), dan petani. Kondisi politik yang demikian membuat musik dipentaskan terutama di istana, di gereja katedral, gereja katedral, kota, sekolah, di dalam kamar dan dalam gedung opera. Musik barok pada abad 18 mendapatkan citra yang negatif karena berlebihan, kurang bermutu, dan menurun. Penilaian negatif itu disebabkan kurang jelasnya harmoni dalam musik Barok, melodinya yang sulit atau kaku dan terdapat banyak disonansi. Sering kali eksperimen yang dilakukan berlebihan sehingga melampui batas. Dampak negatifnya adalah musik dunia yang berlebihan ini dibawa masuk ke dalam gereja.