SISTEM OTOT (MUSCULAR)

dokumen-dokumen yang mirip
I. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Praktikum Manfaat Praktikum

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Struktur Hewan dengan judul Jaringan Otot yang disusun oleh: Nama : Lasinrang Aditia Nim : Kel

Mekanisme Kerja Otot


Tinjauan Umum Jaringan Otot. Tipe Otot

Jenis jenis otot. Cara kerja otot polos

Kuntarti, SKp, MBiomed. motorik. Sistem saraf. PDF Created with deskpdf PDF Writer - Trial ::

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 15. SISTEM GERAK MANUSIALatihan Soal Otot yang berfungsi menghadapkan telapak tangan sehingga menengadah adalah...

Oleh: Diah Tri Widayati, Ph.D Kustono, Ph.D

JARINGAN DASAR HEWAN. Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan. PENDAHULUAN

HISTOLOGI JARINGAN OTOT

MAKALAH ANATOMI DAN FISIOLOGI MANUSIA SIFAT KERJA OTOT RANGKA

LAPORAN KELOMPOK PRAKTIKUM ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA OTOT

MEKANISME KERJA OTOT LURIK

Jaringan Otot Pada Hewan

DISUSUN OLEH MUHAMMAD HANAFI ( ) HERKA ARDIYATNO ( ) LESTARI PUJI UTAMI

KULIAH 5 SS SISTEM OTOT

iii. Bekerja di luar kesadaran, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah. b. Otot Lurik

Tubuh kita juga memiliki komponen yang membuatnya dapat bergerak atau beraktivitas. Apa saja yang terlibat bila kita melakukan gerak?

Otot rangka tersusun dari serat-serat otot yang merupakan unit. penyusun ( building blocks ) sistem otot dalam arti yang sama dengan

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 5. SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIALatihan Soal 5.1

ANATOMI DAN FISIOLOGI

Kontraksi otot membutuhkan energi, dan otot disebut sebagai mesin. pengubah energi kimia menjadi kerja mekanis. sumber energi yang dapat

SISTEM CARDIO VASCULAR

FISIOLOGI PEMBULUH DARAH. Kuntarti, SKp

Intro. - alifis.wordpress.com

KELAS XI SMA IPA KODE SOAL 713 SENIN 20 NOVEMBER 2017

STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM KARDIOVASKULER

PENGANTAR STRUKTUR DAN FUNGSI HEWAN

STRUKTUR JANTUNG RUANG JANTUNG KATUP JANTUNG tiga katup trikuspidalis dua katup bikuspidalis katup mitral Katup pulmonal Katup aorta Arteri Koroner

MAKALAH STRUKTUR DAN FUNGSI OTOT BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel

KARAKTERISTIK DAN KOMPOSISI DAGING

Jenis jaringan hewan ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.

SISTEM MUSKULOSKELETAL PADA MANUS. Regita Tanara / B1

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Fisiologi Hewan dengan judul Mikrosirkulasi Pada Katak yang disusun oleh: Nama : Lasinrang Aditia Nim : 60

Fungsi. Sistem saraf sebagai sistem koordinasi mempunyai 3 (tiga) fungsi utama yaitu: Pusat pengendali tanggapan, Alat komunikasi dengan dunia luar.

TINGKAT KONTROL SISTEM SARAF OTONOM

Sistem Muskuloskeletal. Yuliati Departemen Biologi Oral

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 3. SISTEM GERAK PADA MANUSIALatihan Soal 3.2

Ilmu Pengetahuan Alam

Pengaruh Suhu terhadap Denyut Jantung

PRINSIP BIOENERGETIKA PADA HEWAN

Pendahuluan. Sel jaringan organ sistem organ orgnisme. jaringan epitel, otot, jaringan penunjang, serta jaringan saraf

PERGERAKAN MAKANAN MELALUI SALURAN PENCERNAAN

JARINGAN PADA HEWAN & MANUSIA

Neuromuskulator. Laboratorium Fisiologi Veteriner PKH UB 2015

Fungsi Jaringan Otot. Pergerakan. Mempertahanlan postur tubuh. Menstabilkan sendi. Menghasilkan panas

Gambar 1 urutan tingkat perkembangan divertikulum pernapasan dan esophagus melalui penyekatan usus sederhana depan

HASIL DAN PEMBAHASAN

SISTEM SIRKULASI PADA HEWAN AIR

PENGANTAR FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, & DASAR BIOLISTRIK. Kuntarti, SKp

PENGANTAR FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, & DASAR BIOLISTRIK. Kuntarti, SKp

Perwujudan kerja ditampilkan oleh rangka yg digerakkan oleh otot-otot. Gerakan otot-otot diatur oleh syaraf

PERUBAHAN FISIOLOGIS KARENA LATIHAN FISIK Efek latihan a. Perubahan biokhemis b. Sistem sirkulasi dan respirasi c. Komposisi badan, kadar kholesterol

Jaringan adalah kumpulan dari selsel sejenis atau berlainan jenis termasuk matrik antar selnya yang mendukung fungsi organ atau sistem tertentu.

AKTIFITAS LISTRIK JANTUNG. Potensial Aksi Pada Jantung

Review Anatomi ANATOMI FISIOLOGI KARDIOVASKULER

Sistem Saraf pada Manusia

SISTEM CARDIOVASCULAR

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 5. SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIALATIHAN SOAL

PENGANTAR FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, & DASAR BIOLISTRIK

TINJAUAN PUSTAKA Struktur Anatomi Otot Rangka

Oleh : Ikbal Gentar Alam

SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

SISTEM PEREDARAN DARAH DAN KARDIOVASKULAS

Jaringan Otot dan Saraf Sebuah Karya Presentasi Kelompok 4

BIOFISIKA SEL KULIAH SMT IVA FAKULTAS KEDOKTERAN UWKS Paul S. Poli/Biofisika/2006 1

LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : BIOLOGI Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA )

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 18. SISTEM PERNAPASANLATIHAN SOAL BAB 18

Materi 7 Pencernaan II

Sistem Saraf. Sumsum. Sumsum Lanjutan

Jaringan tulang keras di bagi menjadi... a.1 b.2 = c.3 d.4 e.5

Cara Kerja Sistem Saraf Simpatik dan Parasimpatik loading...

THE TOUR CYTOL CYT OGY OGY T : he Study of Cells V sualisasi sualisasi sel sel : :mikroskop meningkatkan n resolusi (jarak (jarak an tar obyek

Sel sebagai unit dasar kehidupan

Jaringan Hewan A. Jenis jaringan Hewan

KISI-KISI SOAL SISTEM GERAK MANUSIA, HEWAN, DAN TUMBUHAN

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 6. SISTEM TRANSPORTASI PADA MANUSIALATIHAN SOAL

Normal EKG untuk Paramedis. dr. Ahmad Handayani dr. Hasbi Murdhani

BIOLISTRIK PADA SISTEM SARAF A. Hasil

1. Bagian sel saraf yang membungkus akson dan berfungsi sebagai isolator adalah

FISIOLOGI PEMBULUH DARAH DAN PENGATURAN TEKANAN DARAH

Materi 1. Kardiovaskuler I. A. Jantung katak

Kontrol Dari Kecepatan Denyut Jantung

ANATOMI JANTUNG MANUSIA

DAGING. Theresia Puspita Titis Sari Kusuma. There - 1

biologi SET 17 SISTEM SARAF DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL A. PEMBAGIAN SUSUNAN SARAF

KONSEP DASAR EKG. Rachmat Susanto, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.MB (KV)

ALAT ALAT INDERA, ALAT PERNAPASAN MANUSIA, DAN JARINGAN TUMBUHAN

Karakteristik Organisme Hidup. UNSYIAH Universitas Syiah Kuala 9/28/2016. Tema-tema dalam Mempelajari Kehidupan. Organisasi Biologi

A. PENGARUH BESARNYA RANGSANGAN TERHADAP KEKUATAN KONTRAKSI.

19. Tangan pak Wahyu tertusuk paku ketika sedang bekerja, namun darah yang keluar dari lukanya susah untuk mongering dan terus keluar.

Skeletal: Otot: Sendi: Fasia Hubungan sistem muskuloskeletal dengan reproduksi wanita

Menjelaskan struktur dan fungsi sistem ekskresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri

BAB II TEORI DASAR. Gambar 2.1 Anatomi Jantung

ORGANISASI SEL, JARINGAN, ORGAN DAN SISTEM ORGAN SERTA KONSEP HOMEOSTATIS TUBUH. Dr. KATRIN ROOSITA, SP., MSi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ada (kurangnya aktivitas fisik), merupakan faktor resiko independen. menyebabkan kematian secara global (WHO, 2010)

INTERPRETASI ELEKTROKARDIOGRAFI STRIP NORMAL HIMPUNAN PERAWAT GAWAT DARURAT DAN BENCANA INDONESIA SULAWESI UTARA

DASAR TEORI Siklus jantung terdiri atas periode sistol (konstraksi dan pengosongan isi) dan diastol (relaksasi dan pengisian jantung) bergantian.

Transkripsi:

HISTOLOGI Histologi adalah bidang biologi yang mempelajari tentang struktur jaringan secara detail menggunakan mikroskop pada sediaan jaringan yang dipotong tipis. Anatomi mikroskopis

SISTEM OTOT (MUSCULAR)

SISTEM OTOT MELIPUTI ALAT-2 TUBUH, DENGAN JALAN KONTRAKSI (MEMENDEK) DAN RELAKSASI (KEMBALI SEPERTI KEADAAN SEMULA) AKAN MENIMBULKAN PERGERAKAN TUBUH SECARA KESELURUHAN ATAU SEBAGIAN

FUNGSI OTOT FUNGSI VOLUNTER MRPKAN AKIBAT KERJA DR OTOT RANGKA 1. MEMPERTAHANKAN SIKAP TUBUH DUDUK, BERDIRI, TIDUR 2. MELAKSANAKAN BERMACAM-MACAM GERAKAN ANGGOTA TUBUH : PERGERAKAN JARI-JARI : UNTUK MEMEGANG DIAFRAGMA : RESPIRASI (PERNAFASAN) PHARYNG : MENELAN MAKANAN LIDAH & BIBIR : MENGGERAKAN MAKANAN DAN VOKALISASI

LANJUTAN FUNGSI OTOT FUNGSI INVOLUNTER (TDK DIPENGARUHI KEHENDAK) AKIBAT KERJA OTOT POLOS & OTOT JANTUNG 1. PROPULSI (DORONGAN) SUBSTANSI DLM BERMACAM-2 SALURAN, MISALNYA: MAKANAN YANG BERJALAN SEPANJANG SALURAN PENCERNAAN; DARAH YANG BERJALAN DI SEPANJANG PEMBULUH DARAH; SEL TELUR YANG BERJALAN DI SEPANJANG SALURAN TELUR (OVIDUCT); SPERMA YANG BERJALAN DI SPANJANG SALURAN MANI 2. EKSPULSI (PENGELUARAN) SUBSTANSI YANG TERSIMPAN DALAM KANTUNG (VESICA) EMPEDU, URINE, FESES 3. REGULASI (PENGATURAN) DIAMETER LUBANG MENGATUR BESAR KECILNYA PUPIL MATA, PYLORUS LAMBUNG, REKTUM (ANUS)

LANJUTAN FUNGSI INVOLUNTER 4. REGULASI (PENGATURAN) DIAMETER SALURAN MENGATUR BESAR KECILNYA PEMBULUH DARAH (SEL-SEL DARAH SANGAT FLEKSIBEL SEHINGGA SEL-SEL DARAH DAPAT MERUBAH BENTUK DENGAN SEGERA PADA SAAT SEL DARAH TERSEBUT MASUK KE DALAM PEMBULUH DARAH YANG BERBEDA (ARTERI, ARTERIOL, KAPILER, VENULA, VENA); MENGATUR BESAR KECILNYA BRONKIOLUS PULMO

JENIS-JENIS OTOT 1. OTOT POLOS Bentuk: seperti gelendong, panjang, ramping, pipih dan langsing Setiap otot memiliki 1 inti (nukleus) di tengah (center) Sitoplasmanya tdd sarkoplasma yang mengandung miofibril (elemen yang mampu berkontraksi sehingga dpt bergerak) Panjang otot polos bervariasi antara 15-500 mikron, tergantung lokasi: paling pendek pembuluh darah; paling panjang uterus (rahim wanita/betina)

LANJUTAN OTOT POLOS LOKASI: terdapat pada alat atau daerah organ yang berongga saluran pencernaan makanan (batang kerongkongan, esophagus, lambung, usus halus, usus kasar); batang tenggorokan, bronkus, pulmo, uterus (rahim), kantung urine, kantung empedu, pembuluh darah INNERVASI (PERSYARAFAN): sangat dipengaruhi oleh sistem syaraf otonom (bisa simpatis, bisa parasimpatis) Untuk otot polos peningkatan kerja otot polos seperti gerak peristaltik dilakukan oleh syaraf parasimpatis, sedangkan penghambatan kerja otot polos dilakukan oleh syaraf simpatis AKSI: kontraksi lambat, berlangsung lama, kadang-kadang ritmis

LANJUTAN JANIS-JENIS OTOT 2. OTOT JANTUNG BENTUK: tdd beberapa serabut otot yg bercabang & bersatu dg serabut di sebelahnya anastomosoma atau sinsitium; mempunyai garis gelap dan terang (tdk sejelas pd otot rangka); intinya di tengah (center); pd interval tertentu terdapat keping-keping interkalar (intercalar disc), pd intercalar disc terdapat jaringan Purkinye yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls (kecepatan 4 m/detik) LOKASI: hanya ada di jantung INNERVASI: sistem syaraf otonom AKSI: kontraksi otomatis & ritmis

LANJUTAN OTOT JANTUNG Otonom, bisa simpatis, bisa parasimpatis Untuk otot jantung: peningkatan denyut jatung sangat dipengaruhi oleh syaraf simpatis, sedangkan penguragan denyut jantung sangat dipengaruhi oleh syaraf parasimpatis Kerja syaraf otonom, baik simpatis maupun parasimpatis kebalikan dari kerja otot polos

LANJUTAN JENIS-JENIS OTOT 3. OTOT RANGKA = OTOT SADAR = OTOT LURIK = OTOT SERAN LINTANG BENTUK: tdd banyak serabut, intinya terletak di tepi (pinggir), terdapat garis gelap dan terang (sangat jelas), panjang otot rangka bervariasi antara 1-40 mm, sedangkan tebalnya antara 10-100 mikron;setiap serabut otot rangka dilapisi oleh sarkolema (di dlm sarkolema terdapat miofibril = elemen yang dapat berkontraksi), serabut otot yang masing-masing dilapisi sarkolema berkelopok membentuk 15-30 serabut otot dan dilapisi fasiculus. Masing-masing fasikulus dilapisi oleh jaringan ikat perimisium. Jaringan ikat yang meliputi serabut otot rangka disebut endomisium. Masing-masing endomisium dilapisi lagi oleh epimisium. Dalam otot rangka terdapat mioglobin pigmen yang disebut mioglobin

LANJUTAN OTOT RANGKA LOKASI : semua otot yang melekat pada tulang, otot lidah, langit-langit (palatinum), pharing, ujung esophagus INNERVASI : sistem syaraf kraniospinal bekerja menurut kehendak individu AKSI: kontraksi cepat, berlangsung sebentar

SIFAT-SIFAT OTOT (global) 1. KONTRAKTILITAS kemampuan otot untuk mengadakan respon (memendek) bila dirangsang (otot polos 1/6 kali; otot rangka 1/10 kali) 2. EKSTENSIBILITAS = DISTENSIBILITAS kemampuan otot untuk memanjang bila otot ditarik atau ada gaya yang bekerja pada otot tersebut bila otot rangka diberi beban; uterus berisi fetus 3. ELASTISITAS kemampuan otot untuk kembali ke bentuk & ukuran semula setelah mengalami ekstensibilitas/distensibilitas (memanjang) atau kontraktilitas (memendek) 4. IRRITABILITAS = EKSITABILITAS kemampuan otot untuk mengadakan respon bila di rangsang

SIFAT-SIFAT OTOT JANTUNG 1. KONTRAKTILITAS sistol (kontraksi), diastol (relaksasi) dan selalu ada platau (dataran yang menyebabkan fase diastol lbh panjang dari sistol = memberi kesempatan darah tertampung lebih banyak di jantung) 2. KONDUKTIVITAS perambatan impuls sinoatrio nodus atrium atrioventrikular nodus ventrikel berkas HIS jaringan Purkinye 4 m/detik 3. OTOMATIS & RITMIS secara otomotis dan ritmis selalu berdenyut kecuali ada gangguan

LANJUTAN SIFAT-SIFAT OTOT JANTUNG 4. IRRITABILITAS = EKSITABILITAS mengadakan respons bila di rangsang 5. PERIODE REFRAKTER YANG LAMA Absolut pada saat sistol tidak akan terjadi perubahan apa- apa (grafik tetap berjalan tanpa gangguan) Relatif pada saat diastol akan terjadi perubahan tergantung rangsangan terjadi pada awal diastol, pertengahan diastol, atau hampir akhir diastol sehingga akan menghasilkan ekstra sistol dan kompensasi menjadi istirahat cukup panjang) Catatan: refrakter, otot kehilangan sifat irritabilitas untuk sementara, sedangkan fatique, otot kehilangan sifat kontraktilitas dan irritabilitas

STIMULUS = RANGSANGAN 1. MEKANIS memijit, memukul, menarik, menyubit, menyentuh 2. THERMIS dingin (bantuan es), panas (bantuan air panas) 3. KHEMIS bantuan bahan kimia, baik anorganik maupun organik (bisa asam, basa, garam) 4. ELEKTRIS dengan bantuan atus listrik (umumnya untuk penyembuhan Dari keempat stimulus mana yang terbaik???? Dari keempat macam stimulus, elektris yang terbaik, karena: Intensitas rangsang, frekuensi rangsang serta durasi rangsang dapat diatur dan dikontrol dengan suatu alat

INTENSITAS (KUAT) RANGSANG 1. Sub minimal = sub liminal = sub threshold = di bawah ambang rangsang terkecil yang belum mampu menimbulkan respons 2. minimal = liminal = threshold = ambang rangsang terkecil yang mampu menimbulkan respons 3. sub maksimal rangsang dengan intensitas yang bervariasi dari minimal sampai maksimal 4. maksimal rangsangan dengan intensitas terbesar (maksimal) dan hasil responsnya maksimal 5. supra maksimal rengsang dengan intensitas lebih besar dari maksimal, tetapi respons yang dihasilkan sama dengan maksimal

ALL OR NONE LAW (HUKUM SEMUA ATAU TIDAK SAMA SEKALI) Hanya berlaku untuk otot polos dan otot jantung Untuk otot rangka tidak berlaku, karena otot rangka terdiri dari banyak serabut Contoh: misalnya dengan intensitas 1 mvolt, yang dapat berkontraksi hanya 1-2 serabut otot, kalau intensitas dinaikan 2 mvolt yang dapat berkontraksi 3-4 serabut otot, kalau intensitas dinaikan menjadi 5 mvolt yang dapat berkontraksi 9-10 serabut otot. Sedangkan bila intensitas dinaikan sampai 10 mvolt yang dapat berkontraksi 19-20 serabut otot, dan jika intensitas dinaikan sampai maksimal, maka semua serabut otot sudah berkontraksi seluruhnya Untuk satu serabut otot berlaku hukum ini,tetapi untuk keseluruhan tidak berlaku hukum ini

PERIODE KONTRAKSI OTOT TERDIRI DARI: 1. Periode Latent (PL) Periode pemberian rangsang sampai terjadinya respon 2. Periode Kontraksi (PK) Periode pemendekan otot atau kontraksi 3. Periode Relaksasi (PR) Periode kembalinya otot pada keadaan semula setelah mengalami kontraksi

PERANGSANGAN LEBIH DARI SATU KALI Perangsangan ke 2 diberikan pada periode kontraksi pas selesai maka akan menimbulkan respons kontraksi tunggal yang berturut-turut Perangsangan ke 2 diberikan pada periode relaksasi, bisa pada awal relaksasi, pertengahan relaksasi dan hampir akhir relaksasi akan memberikan tambahan kontraksi yang lebih tinggi, sama tinggi atau lebih rendah dari awal Perangsangan ke 2 diberikan segera pada saat periode latent tidak akan memberikan respons apa-2 artinya grafik seperti biasa atauumum

PERANGSANGAN LEBIH DARI DUA KALI ATAU LEBIH Perangsangan ke 2 dan seterusnya masih menghasilkan pereriode relaksasi tetanus incomplete (tetanus tidak sempurna) tunggal Perangsangan ke 2 dan seterusnya (lebih dari 30 kali) masih terlihat adanya periode relaksasi tetanus incomplete (tetanus tidak sempurna) jamak Peransangan ke 2 dan seterusnya (lebih dari 50 kali) dan tidak terlihat lagi periode relaksasi tetanus complete (tetanus sempurna) jamak

PERUBAHAN-PERUBAHAN SELAMA KONTRAKSI OTOT 1. PERUBAHAN BENTUK 2. PERUBAHAN KIMIA 3. PERUBAHAN PANAS 4. PERUBAHAN LISTRIK

PERUBAHAN BENTUK Pada saat terjadi kontraksi, otot menjadi pendek dan gemuk, tetapi tidak mengalami perubahan volume Terjadi perubahan bentuk dari protein Menurut Szent-Gyorgy perubahan ini karena adanya protein dalam otot aktomiosin terurai menjadi aktin & miosin aktin mengalami torsi (perputaran)

PERUBAHAN KIMIA Pada saat istirahat komposisi otot sebagai berikut: Air 75 % Protein 20 % Glikogen 1 % Fosfokreatin (an) 0,3 % Asam laktat 0,5 % Heksosa phosfat (or) 0,05 % Pada saat kontraksi: Fosfatan & asam laktat meningkat jumlahnya; fosfat or & glikogen menurun jumlahnya; oksigen banyak digunakan; H2O & CO2 banyak dihasilkan Untuk proses di atas sangat dibutuhkan energi, maka untuk kontraksi otot ada 4 (empat) macam, yaitu:

Lanjutan PERUBAHAN KIMIA 1. ATP (adenosin triphosfat) ADP (adenosin diphosfat) energi yang dihasilkan untuk kontraksi 2. Fosfokreatin asam phosfat + kreatin energi yang dihasilkan untuk resintesis ATP 3. Glikogen asam laktat energi yang dihasilkan untuk resintesis fosfokreatin 4. 1/5 (seperlima) asamlaktat +O2 H2O + CO2 energi yang dihasilkan untuk mengubah 4/5 { EMPAT PERLIMA) ASAM LAKTAT MENJADI GLIKOGEN

PERUBAHAN PANAS Dari seluruh energi yang digunakan untuk kontraksi hanya 20 %, untuk kerja dan selebihya hilang dalam bentuk panas. Panas yang timbul dapat digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh, sehingga pada suhu yang dingin produksi panas dapat ditingkatkan melalui pergerakkan otot

PERUBAHAN LISTRIK Bila otot berkontraksi terjadi perubahan listrik sehingga timbul arus aksi yang mengalir dari daerah positif ke daerah negatif Daerah aktif relatif lebih negatif di bandingkan dengan daerah non aktif (positif) Bila mengalami istirahat maka tidak akan timbul arus aksi Istilah tersebut dapat dikatakan sebagai polarisasi, depolarisasi dan repolarisasi

POLARISASI, DEPOLARISASI, REPOLARISASI Polarisasi dalam keadaan istirahat artinya otot bagian luar bermuatan positif, bagian dalam bermuatan negatif Bila salah satu bagian di rangsang, maka akan terjadi perubahan muatan dari yang positif menjadi negatif, dan muatan negatif menjadi positif artinya bagian yang dirangsang, bagian luar bermuatan negatif, bagian dalam bermuatan positif Antara bagian yang dirangsang (sudah terjadi perubahan muatan disebut depolarisasi) dgn bagian yang tidak dirangsang ada perbedaan muatan, perbedaan ini...

LANJUTAN POLARISASI, DEPOLARISASI,REPOLARISASI Perbedaan tersebut akan mengalami arus listrik (setrum), yang akan menyebabkan depolarisasi pada daerah sebelahnya...dan ini akan berlanjut sampai impuls selesai secara keseluruhan Pada saat depolarisasi berjalan ke daerah sebelahnya, maka pada awal perangsangan akan kembali ke muatan semula, bagian luar bermuatan positif, bagian dalam bermuatan negatif Kalau seluruh rangkaian sudah seperti semula, maka disebut polarisasi

BEBERAPA ISTILAH Treppe Rangsang yang berulang dengan intensitas (kuat) rangsang yang sama sehingga lambat laun kuat kontraksi meningkat Hipertropi Bila otot melakukan kerja secara terus menerus maka otot akan membesar setiap diameter serabut syaraf juga akan membesar, tetapi jumlah serabut serabut di dalamnya tetap atau tidak bertambah Atropi Bila otot tidak digunakan (misalnya sakit shg tidak berjalan karena sakit) maka otot akan mengecil Hiperplasia Membesarnya otot, karena jumlah serabut yang bertambah

Smooth muscle - long, slender central nuclei, lying within narrow, fusiform cells that lie parallel to each other in a smooth arrangement. (Muscle cells are often referred to as muscle fibers because of their narrowness and length.)

Smooth muscle - with cells more separated so as to see their extent and shape better, and the central position of their nuclei. A loose, irregular connective tissue (endomysium) lies between the cells. Nuclei seen in this c.t. belong to fibroblasts mainly.