TEORI DAN KONSEP MIGRASI

dokumen-dokumen yang mirip
TEORI DAN KONSEP MIGRASI

BAB II TEORI DAN PEMBAHASAN

MIGRASI. Oleh : CHOTIB Donovan Bustami

MOBILITAS PENDUDUK Pertemuan ke 1,2,3,4 MIGRASI. Drs. CHOTIB, M.Si

BAB I PENDAHULUAN. secara selektif mempengaruhi setiap individu dengan ciri-ciri ekonomi,

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. Teori teori yang akan diuraikan berkaitan dengan variabel variabel yang

TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR

[Type the document title] ANALISIS (TEORITIS DAN EMPIRIS) PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP KETERSEDIAAN LAHAN DAN TERHADAP MIGRASI PENDUDUK

BAB 7: GEOGRAFI ANTROPOSFER

MIGRASI DARI JAWA TENGAH KE JAWA TIMUR MASA KOLONIAL. Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Indonesia Masa Kolonial

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Geografi penduduk atau population geography merupakan cabang ilmu geografi.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

POLA DAN ARUS MIGRASI DI INDONESIA EMALISA. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara. Jumlah

PENYEBARAN PENDUDUK: MIGRASI, TRANSMIGRASI, URBANISASI

II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS. definisi dan pengertian dari hal-hal yang dijadikan konsep dalam penelitian ini

BAB 2 LANDASAN TEORI

MIGRASI POPULATION MOBILITY

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan pembangunan nasional suatu negara yakni melalui jumlah dan

Universitas Gadjah Mada

Mobilitas Penduduk I. Kependudukan (Demografi) Dian Kurnia Anggreta, S.Sos, M.Si 1

TENAGA KERJA dan ANGKATAN KERJA LANSIA

PERTUMBUHAN PENDUDUK 1. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Propinsi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

I. PENDAHULUAN. merupakan suatu hal yang dapat memperlambat lajunya pembangunan, walaupun

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

UKURAN MOBILITAS / MIGRASI. Yuly Sulistyorini,S.KM., M.Kes. Departemen Biostatistika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat - Unair

Migrasi. Oleh : Wahyu Eridiana

Beberapa Konsep Dasar Kependudukan Terkait dengan Kerjasama Pendidikan Kependudukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

1. Masalah Jumlah Penduduk

ASPEK KEPENDUDUKAN IV

Pertumbuhan dan Pertambahan Perkembangan Penduduk

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS ULANG ALIK PENDUDUK KECAMATAN TAMBAN MENUJU KOTA BANJARMASIN

I. PENDAHULUAN. Keputusan migrasi didasarkan pada perbandingan untung rugi yang berkaitan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I ABSTRAK. Wali Aya Rumbia, Hubungan antara Pendidikan dan Pendapatan Migran. Kembali di Kecamatan Wolio Kota Bau-Bau.

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 13. PendudukLatihan Soal 13.1

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai negara berkembang, Indonesia dihadapkan pada berbagai. dari tahun ke tahun, hal tersebut menimbulkan berbagai masalah bagi

ANTROPOSFER GEO 2 A. PENDAHULUAN B. DINAMIKA ANTROPOSFER (KEPENDUDUKAN) C. KOMPOSISI PENDUDUK

Antroposfer GEO 2 A. PENDAHULUAN B. DINAMIKA ANTROPOSFER (KEPENDUDUKAN) C. KOMPOSISI PENDUDUK D. RUMUS-RUMUS KUANTITAS PENDUDUK ANTROPOSFER

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Geografi merupakan ungkapan atau kata dari bahasa Inggris Geography yang

I. PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhan dasarnya. Pertama, diakui keberadaannya, kedua,

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Demografi mempelajari jumlah, persebaran, teritorial dan komposisi penduduk

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan

URBANISASI DAN TRANSMIGRASI

BAB I PENDAHULUAN. kematian dan perpindahan penduduk (mobilitas) terhadap perubahan-perubahan. penduduk melakukan mobilitas ke daerah yang lebih baik.

MODUL ONLINE INFORMASI DATA KEPENDUDUKAN PENDALAMAN MATERI DEMOGRAFI

BAB III PROFIL UMUR DAN JENIS KELAMIN PENDUDUK KABUPATEN MAJALENGKA

BAB II TEORI MOBILITAS SOSIAL EVERETT S LEE. A. Teori Pendorong dan Penarik (Push and Pull Theory)

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam bab ini akan dijelaskan beberapa pustaka yang dijadikan dasar teori

BAB I PENDAHULUAN. untukditeliti dan pengetahuan mengenai fenomena ini sangat berguna dalam

Fenomena Migrasi dan Pergerakan Penduduk. kependudukan semester

PERMASALAHAN KEPENDUDUKAN DAN PENANGGULANGANNYA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Mobilitas penduduk tentunya mempunyai kaitan yang sangat erat dengan

VII KETERKAITAN EKONOMI SEKTORAL DAN SPASIAL DI DKI JAKARTA DAN BODETABEK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB 2 LANDASAN TEORI

PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU

Katalog BPS: TREN/ REN/POLA MIGRASI DARI BERBAGAI SENSUS DAN SURVEI. BADAN PUSAT STATISTIK, JAKARTA - INDONESIA

fertilitas, mortalitas dan migrasi Kependudukan semester

Bab ini memberikan kesimpulan dan saran sesuai dengan hasil analisis yang telah dilakukan. BAB 2 LANDASAN TEORITIS. 2.1 Pertumbuhan Ekonomi

I. PENDAHULUAN. dengan wilayah yang lain (Differensiation of Area). Perpindahan penduduk dikenal

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. demikian ini daerah Kabupaten Lampung Selatan seperti halnya daerah-daerah

BAB 1 PENDAHULUAN. kemakmuran antar daerah. Namun kenyataan yang ada adalah masih besarnya distribusi

Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk di Indonesia Mulai Tahun 1961 sampai Tahun 2010

BAB I PENDAHULUAN. Padahal sumber data penduduk yang tersedia hanya secara periodik, yaitu Sensus Penduduk

BAB 2 LANDASAN TEORI

Antar Kerja Antar Daerah (AKAD)

I. PENDAHULUAN. yang sangat luas yaitu di Dunia. Jumlah penduduk yang begitu besar tanpa di

Perbedaan Wilayah Migrasi Bersih (Net Migration) Di Indonesia Tahun 2010

BAB I PENGANTAR. keempat di dunia setelah Amerika Serikat (AS), Kanada dan Rusia dengan total

I. PENDAHULUAN. Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan. terbesar di dunia yang mempunyai lebih kurang pulau.

I. PENDAHULUAN. dengan istilah Kolonisasi. Pelaksanaan kolonisasi pada waktu itu adalah dengan tujuan untuk

PENGARUH PROSES MOBILITAS PENDUDUK TERHADAP ASPEK EKONOMI

ANALISIS KEPADATAN PENDUDUK DI KECAMATAN DELANGGU KABUPATEN KLATEN TAHUN 2006

ASPEK KEPENDUDUKAN I. Tujuan Pembelajaran

Pengukuran dalam Demografi

2015 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MIGRAN BERMIGRASI KE KECAMATAN BANTARGEBANG KO TA BEKASI

I. PENDAHULUAN. penduduknya untuk mendapatkan pekerjaan atau mata pencaharian di daerah yang

Deskripsi Singkat Topik :

Mobilitas Penduduk II

ADA APA DENGAN TENAGA KERJA PULAU BAWEAN? Oleh: Wanjat Kastolani*)

BAB I PENDAHULUAN. mobilitas penduduk, terutama mobilitas dari pedesaan ke perkotaan. Banyak hal yang

V. DESKRIPSI PERKEMBANGAN MIGRASI, PASAR KERJA DAN PEREKONOMIAN INDONESIA. penting untuk diteliti secara khusus karena adanya kepadatan dan distribusi

BAB I PENDAHULUAN. bahwa distribusi kesempatan (kemakmuran) yang tidak merata merupakan faktor

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GEOGRAFI

BAB I PENDAHULUAN. kerja (juta) (2009 est) 3 Angka pengangguran (%) Produk Domestik Bruto 1,918 7,033 35,163 42,421

Studi Kependudukan - 1. Demografi formal. Konsep Dasar. Studi Kependudukan - 2. Pertumbuhan Penduduk. Demographic Balancing Equation

KRITERIA TIPOLOGI PENINJAUAN KEMBALI

STUDI TENTANG MIGRASI SIRKULER DI KOTA AMBON (Studi Kasus : Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau Kota Ambon)

Transkripsi:

TEORI DAN KONSEP MIGRASI

TEORI DAN KONSEP MIGRASI Oleh : 1. Agung Stiyawan ( K 5410005 ) 2. Adi Dwi Susanto ( K 5410004 ) 3. Bhian Rangga JR ( K 5410012 ) 4. M.Khanif Mahmudin ( K 5410040 ) 5. Ricky Fitriyana ( K 5410050 ) 6. Yuli Setyo Dewi ( K 5410068 ) Pendidikan Geografi Jurusan P.IPS FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010 TEORI DAN KONSEP MIGRASI Agung Stiyawan, Adi Dwi Susanto, Bhian Rangga JR, M.Khanif Mahmudin, Ricky Fitriyana, Yuli Setyo Dewi Program Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Migrasi salah satu dari tiga komponen dasar dalam demografi. Tinjauan migrasi sangat penting dilakukan terutama terkait dengan kepadatan dan distribusi penduduk yang tidak merata. Ada dua dimensi penting dalam penalaahan migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah (spasial) dan dimensi waktu. Adapun ukuran dasar untuk mengetahui tingkat migrasi suatu daerah dengan menghitung angka mobilitas, angka migrasi masuk, angka migrasi keluar, angka migrasi neto, dan angka migrasi neto. Adapun jenis migrasi yang paling dominan terjadi di negara Indonesia adalah transmigrasi dan urbanisasi. Hal tersebut erat kaitannya dengan jumlah penduduk di setiap pulau yang tidak merata. Peran pemerintah, masyarakat dan semua pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan dan menyelesaikan semua permasalahan yang berhubungan dengan migrasi. Kata kunci : migrasi, urbanisasi, transmigrasi BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Migrasi merupakan salah satu faktor dari ketiga faktor dasar yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, sedangkan faktor lain adalah kelahiran dan kematian. Peninjauan migrasi secara regional sangatlah penting, mengingat adanya densitas dan distribusi penduduk yang tidak merata, adanya faktor pendorong dan penarik migrasi, adanya disentralisasi dalam pembangunan, di pihak lain komunikasi termasuk transportasi semakin lancar. Migrasi antar bangsa (migrasi internasional) tidak begitu berpengaruh dalam menambah atau mengurangi jumlah penduduk suatu negara kecuali di beberapa negatra tertentu yang berkenaan dengan pengungsian, akibat dari bencana baik alam maupun perang. Pada umumnya orang yang datang dan pergi antarnegara boleh dikatakan berimbang saja jumlahnya. Peraturan peraturan atau undang undang yang dibuat oleh banyak negara umumnya sangat sulit dan ketat bagi seseorang untuk bisa menjadi warga negara atau menetap secara permanen di suatu negara lain. Barangkali untuk Indonesia hanya tahun 1959 yang patut dicatat dengan migrasi internasional yakni adanya exodus orang orang Tionghoa akibat dikenakannya peraturan pemerintah No. 10 tahun 1959 dengan tidak diakuinya adanya dua kewarganegaraan bagi orang orang cina di Indonesia. Berdasarkan latar belakang di atas, akan kami uaikan pembahasan mengenai migrasi terutama pada pemahaman konsep, definisi atau istilah mengenai migrasi, sekilas kebijakan pemerintah tentang migrasi, dan perhitungan perhitungan sederhana migrasi. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. Apa saja teori dan konsep tentang migrasi? 2. Bagaimana pembahasan mengenai migrasi secara umum? C. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas adalah: 1. Untuk mengetahui teori dan konsep tentang migrasi. 2. Untuk mengetahui pembahasan mengenai migrasi secara umum BAB II PEMBAHASAN A. Konsep dan Definisi Migrasi Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melampaui batas politik / negara ataupun batas administratif / batas bagian dalam suatu negara. Ada dua dimensi yang harus diperhatikan dalam menelaah migrasi, yaitu dimensi waktu dan dimensi daerah. Untuk dimensi waktu, ukuran yang pasti tidak ada karena sulit menentukan beberapa lama seseorang pindah tempat tinggal untuk dapat dianggap sebagai seorang migran, tetapi biasanya digunakan definisi yang ditentukan dalam sensus penduduk. Contoh : Sensus penduduk tahun 1961 batasan waktu bagi penentuan migran adalah 3 bulan sedangkan untuk sensus tahun 1971 dan 1980 batasannya 6 bulan. Untuk dimensi daerah secara garis besarnya dibedakan perpindahan antar negara yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain yang disebut migrasi internasional. Sedangkan perpindahan yang terjadi dalam satu negara, misalnya antarpropinsi, antar kota/kabupaten, migrasi perdesaan ke perkotaan atau satuan administratif lainnya yang lebih rendah daripada tingkat kabupaten, seperti kecamatan, kelurahan dan seterusnya dikenal dengan migrasi intern. Contoh batasan unit wilayah bagi migrasi di indonesia menurut Sensus 1961 dan Sensus 1971 dan Sensus 1980 adalah propinsi. Migrasi merupakan aktivitas pindahnya seseorang, sedangkan oranya yang pindah tempat tinggal disebut migrant. Definisi migran menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) A migrant is a person who change his place of residence from one political or administrative area to another. Pengertian ini dikaitkan dengan pindah tempat tinggal secara permanen sebab selain itu dikenal pula mover yaitu orang yang pindah dari suatu alamat ke alamat lain. Beberapa bentuk perpindahan tempat (mobilitas) antara lain : 1. Perubahan tempat yang bersifat rutin misalnya orang yang pulang balik

kerja (recurrent movement). 2. Perubahan tempat yang tidak bersifat sementara. 3. Perubahan tempat tinggal dengan tujuan menetap dan tidak akan kembali ketempat semula (non recurrent movement). Mobilitas penduduk yang tidak bersifat menetap / jenis perpindahan yang batasan waktunya lebih pendek antara lain : 1. Migrasi sirkuler atau migrasi musiman, yakni migrasi yang terjadi jika seseorang berpindah tempat tetapi tidak bermaksud menetap di tempat tujuan 2. Migrasi ulang-alik (commuter), yakni orang yang setiap hari meninggalkan tempat tinggalnya pergi ke kota lain untuk bekerja atau berdagang dan sebagainya tetapi pulang pada sore harinya Mengenai mobilitas ini dalam sosiologi menurut sifatnya dibedakan menjadi mobilitas vertikal dan horisontal. Yang termasuk mobilitas horisontal adalah perpindahan penduduk secara teritorial, spasial atau geografis. Sedangkan mobilitas vertikal dikaitkan dengan perubahan statu sosial dengan melihat kedudukan generasi misalnya kedudukan ayah. B. Jenis jenis migrasi Ada beberapa jenis migrasi yang kiranya perlu diketahui yaitu : 1. Migrasi masuk ( In Migration ) Adalah masuknya penduduk ke suatu daerah tempat tujuan ( area of destination ) 2. Migrasi keluar ( Out Migration ) Adalah perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal ( area of origin ) 3. Migrasi neto ( Net Migration ) Adalah selisih antara jumlah migrasi yang keluar dengan masuk. Jika migrasi yang masuk lebih besar daripada migrasi yang keluar maka disebut migrasi neto positif sedangkan jika migrasi keluar lebih besar dari pada migrasi masuk disebut migrasi neto negatif. 4. Migrasi Bruto Adalah umlah migrasi masuk dan keluar 5. Migrasi total (Total Migration) Adalah seluruh kejadian migrasi,mencakup migrasi semasa hidup ( Life time Migration ) dan migrasi pulang ( return migration ) 6. Migrasi Internasional (International migration ) Adalah perpindahan penduduk dari suatu negara kenegara lain 7. Migrasi semasa hidup ( Life Time Migration ) Adalah migrasi berdasarkan tempat kelahiran 8. Migrasi parsial ( Partial migration) Adalah jumlah migran kesuatu daerah tujuan dari suatu daerah asl atau dari daerah asal kedaerah tujuan 9. Arus migrasi (migration stream) Adalah jumlah atau banyaknya perpindahan yang terjadi dari daerah asal kedarah tujuan dalam jangka waktu tertentu. 10. Urbanisasi (urbanization) Definisi urbanisasi berbeda beda antara suatu negara dengan negara lainnya tetapi biasanya pengertiannya berhubungan dengan kota atau daerah pemukiman lain yang padat. 11. Transmigrasi ( Transmigration ) Adalah salah satu bagian dari migrasi. Transmigrasi adalah pemindahan dan / kepindahan penduduk dari suatu tempat untuk menetap di tempat lain yang tetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia guna kepentingan pembangunan negara atau karena alasan alasan yang di pandang berdasarkan ketentuan yang diatur dalam undang Undang No. 3 Tahun 1972. C Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Migrasi Pada dasarnya ada dua faktor yang menyebabkan seseorang melakukan migrasi yaitu faktor pendorong dan faktor penarik. a. Faktor pendorong (push factor ) : 1. Makin berkurangnya sumber-sumber kehidupan seperti menurunnya daya dukung lingkungan, menurunnya permintaan atas barang-barang tertentu yang bahan bakunya makin susah diperoleh seperti hasil tambang, kayu atau bahan dari pertanian. 2. Menyempitnya lapangan pekerjaan ditempat asal(misalnya tanah untuk pertanian di perdesaan yang makin menyempit). 3. Adanya tekanan-tekanan politik, agama, suku sehingga mengganggu hak azasi penduduk di daerah asal. 4. Alasan pendidikan, pekerjaan atau perkawinan 5. Bencana alam seperti banjir, kebakaran, gempa bumi, tsunami, musim kemarau panjang atau adanya wabah penyakit. b. Faktor penarik (pull factor) : 1. Adanya harapan akan memperoleh kesempatan untuk memperbaikan taraf hidup. 2. Adanya kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik. 3. Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang menyenangkan, misalnya iklim, perumahan, sekolah dan fasilitas-fasilitas publik lainnya. 4. Adanya aktivitas-aktivitas di kota besar, tempat-tempat hiburan, pusat kebudayaan sebagai daya tarik bagi orang-orang daerah lain untuk bermukim di kota besar tersebut. Menurut

Everett S. Lee (1966) mengajukan empat faktor yang menyebabkan orang mengambil keputusan untuk melakukan migrasi yaitu: 1. Faktor-faktoryang terdapat di daerah asal 2. Faktor-faktoryang terdapat di daerah Tujuan 3. Rintangan-rintanganyang menghambat 4. Faktor-faktor pribadi D. Ukuran ukuran migrasi 1. Angka mobilitas : Adalah rasio dari banyaknya penduduk yang pindah secara local ( mover ) dalam suatu jangka waktu tertentu dengan banyaknya penduduk : m m angka mobilitas M jumlah mover P Penduduk k 1000 dalam kenyataan sulit untuk mengetahui jumlah penduduk yang pindah secara lokal ini. 2. Angka Migrasi Masuk Adalah angka yang menunjukkan banyaknya migrant yang masuk per 1000 orang penduduk daerah tujuan dalam waktu satu tahun. Mi Mi angka migrasi masuk I jumlah migrasi masuk ( inmigration ) P penduduk pertengahan tahun 3. Angka Migrasi Keluar Adalah angka yang menunjukkan banyaknya migrant yang keluar per 1000 orang penduduk daerah asal dalam waktu satu tahun. Mo MO angka migrasi keluar O jumlah migrasi keluar ( out migration )

P penduduk pertengahan tahun 4. Angka Migrasi Neto Adalah selisih migran masuk dan keluar ked an dari suatu daerah per 1000 penduduk dalam satu tahun. Mn Mn angka migrasi neto O jumlah migrasi keluar ( out migration ) I jumlah migrasi masuk ( inmigration ) P penduduk pertengahan tahun 5. Angka Migrasi Bruto Adalah angka yang menunjukkan banyaknya kejadian perpindahan yaitu jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar dibagi jumlah penduduk tempat asal dan jumlah penduduk tempat tujuan. Mg Mg angka migrasi bruto P1 penduduk di tempat tujuan P2 penduduk di tempat asal K 1000

Contoh perhitungan : migrasi masuk, migrasi keluar, migrasi neto, migrasi bruto, dan migrasi semasa hidup. Migrasi antara dua tempat misalnnya Jakarta dan Jawa Barat, migrasi keluar dari Jakarta ke Jawa Barat tahun 1970, sebesar 26124 jiwa. Migrasi masuk dari jawa Barat ke Jakarta tahun 1970, adalah 49133 jiwa. Penduduk Jakarta tahun 1970 adalah 4.350.710 jiwa Penduduk Jawa Barat tahun 1970 adalah 21.176.248 jiwa Angka migrasi masuk di Jakarta dari Jawa Barat tahun 1970 : Mi 11, 3 per ribu Angka migrasi keluar di Jakarta ke Jawa barat tahun 1970 : Mo 6,0 per seribu Angka migrasi neto di Jakarta terhadap Jawa Barat tahun 1970 : Mn 5,3 per seribu Angka migrasi bruto di Jakarta dengan Jawa Barat : Mg 2,9 per seribu E. Perhitungan angka migrasi biasanya didasarkan pada tiga kriteria; 1. life time migration (migrasi seumur hidup) yang menyatakan bahwa seseorang dikatakan sebagai migran bila tempat tinggal waktu survei berbeda dengan tempa tinggal waktu lahir. 2. recent migration yang menyatakan bahwa seseorang dikatakan sebagai migran bila tempat tinggal waktu survei berbeda dengan tempat tinggal lima tahun sebelum survei. 3. total migration(migrasi total), yang menyatakan bahwa seseorang dikatakan sebagai migran bila dia pernah bertempat tinggal di tempat yang berbeda dengan tempat tinggal waktu survei. F. Urbanisasi Adalah bertambahnya proporsi penduduk yang berdiam di daerah perkotaan yang disebabkan oleh pertambahan penduduk alami, perpindahan penduduk ke perkotaan dan/atau akibat dari perluasan daerah perkotaan. Untuk mengukur atau menetapkan urbanisasi antara lain dengan melihat penduduk yang didefinisikan sebagai daerah kota. Ada dua indeks yang dipakai untuk mengukur derajat urbanisasi dengan rumus : Pu. 1000 Pu Persentase penduduk kota U Penduduk daerah kota P Penduduk Total

Serta Rasio Penduduk Total ( Ratio Of Urban Rural population ) UR.k U Penduduk Kota R Penduduk Desa Menurut sensus 1961 dan 1971 yang dimaksud dengan urban yaitu ibukota propinsi, ibukota kabupaten, koya madya dan kota-kota lain yang mempunyai fasilitas modern seperti listrik, air ledeng, bioskop, sekolah dan rumah sakit. Sedangkan Sensus 1980 definisi mengalami beberapa modifikasi. Masalah-masalah Urbanisasi antara lain : 1. Sehubungan dengan pertambahan penduduk Indonesia yang cepat maka kota-kota besar pun mempunyai penduduk yang besar pula. 2. Pendatang yang mempunyai keahlian yang sama sekali lain daripada yang lain dibutuhkan di kota. 3. Walaupun pendatang mempunyai motivasi yang kuat untuk mengembangkan dirinya di kota tetapi kenyataan kota sendiri belum siap untuk menerimanya. Adapun usaha dan kebijaksanaan dalam mengatasi masalah yang terjadi adalah : 1. Ada yang menjalankan kebijaksanaan pintu tertutup bagi pendatang. Tanpa pengembangan pembangunan secara desentralisasi, kebijaksanaan semacam ini perlu ditinjau. Apa lagi dengan kecepatan pertumbuhan penduduk di pedesaann yang juga tinggi. 2. Perlu adanya perencanaan kota yang baik yang mempertimbangkan tidak saja rate of Growth secara alami dari penduduknya tetapi juga migrasi terutama urbanisasi. 3. Usaha usaha yang sifatnya merupakan strategi utama : - Menurunkan tingkat fertilitas - Transmigrasi - Usaha meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan di kota sebanyak mungkin menyerap pendatang yang ke kota. - Usaha menaikkan kesempatan kerja di pedesaan. G. Transmigrasi Adalah salah satu bagian dari migrasi yang direncanakan oleh pemerintah maupun oleh sekelompok penduduk yang berangkat bermigrasi bersama-sama. Istilah ini memiliki arti yang sama dengan pemukiman kembali (resettlement) dalam literatur. Transmigrasi juga bisa diartikan pemindahan dan / kepindahan penduduk dari suatu daerah untuk menetap ke daerah lain yang ditetapkan di dalam wilayah Republik Indonesia guna kepentingan pembangunan negara atau karena alasan-alasan yang dipandang perlu oleh pemerintah berdasarkan ketentuan yang diatur dalam undang-undang. Transmigrasi di Indonesia diatur dengan Undang-Undang No. 3 Tahun1972. Sejarah transmigrasi dimulai dengan nama Kolonisasi sejak tahun 1905 oleh pemerintah Belanda dengan membuka darah-daerah koloni di Lampung, Palembang, Bengkulu, Jambi, Kalimantan dan Sulawesi. Daerah Gedong Tataan di Lampung adalah merupakan daerah kolonisasi dengan pertama dimana 155 keluarga dari Jawa dikirim kesana. Dalam pelaksanaanya transmigrasi digolongkan atas berbagai jenis yaitu : 1. Transmigrasi famili atau keluarga Diadakan tahun 1950. Keluarga transmigran yang ada di daerah transmigrasi didatangkan dari daerah asal. 2. Transmigrasi Umum Mulai tahun 1952, mereka ditempatkan di daerah yang telah ditentukan oleh

pemerintah. 3. Transmigrasi S.O.B ( STAAT VAN OORLOGH EN BELEG ) Transmigrasi ini untuk para bekas tahanan. 4. Transmigrasi Nelayan 5. Transmigrasi DBS ( Dengan Biaya Sendiri ) Diadakan pada tahun 1954 yang kemudian berubah menjadi transmigrasi spontan atau transmigrasi swakarsa. 6. Transmigrasi BRN ( Biro Rekontruksi Nasional ) Atau disebut juga dengan transmigrasi Veteran. 7. Transmigrasi Kooperatif Transmigrasinya adalah anggota dari pada organisasi-organisai koperasi. 8. Transmigrasi keahlian. Semua jenis-jenis yang ada tersebut di atas umunya digolongkan menjadi dua bagian yaitu Transmigrasi Umum, yaitu yang seluruh pembiayaan dan penempatan diatur oleh pemerintah serta Transmigrasi Swakarsa yang dilakukan atas usaha dan biaya sendiri tetapi pengaturannya dan penampungannya. Dalam pelaksanaanya sebelum transmigrasi, ada beberapa hal yang harus dan perlu diperhatikan antara lain : 1. Penyiapan tanah / pemukiman harus disiapkan dengan baik sebelum transmigran tiba di tempat tujuan. 2. Selektivitas dalam pemberangkatan transmigran supaya lebih baik. 3. Penyiapan prasarana sejak di tempat asal maupun di tempat tujuan. 4. Koordinasi yang baik antara pihak yang mengelola transmigrasi. Tujuan Transmigrasi sesuai Undang-undang No. 3 tahun 1972 mencakup : 1. Peningkatan taraf hidup 2. Pembangunan daerah 3. Keseimbangan daerah penduduk 4. Pembangunan yang merata diseluruh Indonesia 5. Pemanfaatan sumber-sumber alam dan tenaga manusia 6. Kesatuan dan persatuan bangsa 7. Memperkuat HAMKAMNAS BAB III KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa migrasi merupakan salah satu faktor dari ketiga faktor dasar yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Ada dua dimensi penting dalam penelaahan migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah (spasial) dan dimensi waktu. Adapun konsep dasar tentang migrasi antara lain : 1. Jenis migrasi antara lain : Migrasi masuk ( In Migration ), Migrasi keluar ( Out Migration ), Migrasi neto ( Net Migration ), Migrasi Bruto, migrasi total (Total Migration), Migrasi Internasional (International migration ), Migrasi semasa hidup ( Life Time Migration ), Migrasi parsial ( Partial migration), Arus migrasi (migration stream), Urbanisasi (urbanization), Transmigrasi ( Transmigration ) 2. Ukuran yang dijadikan dasar dalam migrasi antara lain : Angka mobilitas, Angka migrasi masuk, Angka Migrasi Keluar, Angka Migrasi Neto, Angka Migrasi Bruto Adapun jenis migrasi yang paling dominan terjadi di Indonesia adalah urbanisasi dan transmigrasi, karena erat kaitannya dengan jumlah penduduk di setiap pulau yang tidak merata. Oleh karena itu peran pemerintah, masyarakat dan semua pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan dan menyelesaikan semua permasalahan yang berhubungan dengan migrasi, baik urbanisasi maupun transmigrasi DAFTAR PUSTAKA Rozy Munir.1981. Dasar dasar Demografi. Jakarta : Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.