PERANCANGAN SIGN SYSTEM PADA OBJEK WISATA CANDI NGEMPON

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Tengah berasal dari sebuah kota kecil yang banyak menyimpan peninggalan. situs-situs kepurbakalaan dalam bentuk bangunan-bangunan candi pada masa

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. 5.1 Kesimpulan Bab ini berisikan kesimpulan dari hasil yang telah dijelaskan pada bab-bab

BAB II PERANCANGAN SIGN SYSTEM DI UNIKOM Pengertian sistem tanda ( Sign system ) dibagi ke dalam 4 (empat) bagian antara lain :

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Gambaran Umum Obyek Penelitian 1. 2 Latar Belakang Masalah

KAWASAN AGROWISATA DI KOPENG

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

PERANCANGAN SIGN-SYSTEM PERPUSTAKAAN SEBAGAI MEDIA PENUNJANG AKTIVITAS BELAJAR MANDIRI DI PERGURUAN TINGGI

MEMPERKENALKAN OBJEK WISATA KAMPOENG BATIK PESINDON PEKALONGAN MELALUI MEDIA PROMOSI

BAB 1 PENDAHULUAN. Di Indonesia, JABODETABEK adalah wilayah dengan kepadatan penduduk yang

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. 1.2 Tujuan dan Sasaran

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terus meningkat dan merupakan kegiatan ekonomi yang bertujuan

BAB I PENDAHULUAN. Kepariwisataan merupakan salah satu sektor industri didalam

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Dunia pariwisata merupakan salah satu sumber daya yang dapat. dimanfaatkan. Sesuai perkembangannya kepariwisataan bertujuan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Semarang, dekat Tugu Muda. Pada awalnya bangunan ini dibangun oleh

HOTEL RESORT DI KAWASAN WISATA SARANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENATAAN DAN PENGEMBANGAN SIMPUL CURUG GEDE DI KAWASAN WISATA BATURADEN

I PENDAHULUAN. Tabel 1. Statistik Perkembangan Wisatawan Nusantara pada tahun

BAB I PENDAHULUAN. penduduk cukup beragam suku bangsanya. Suku Minahasa yang paling banyak

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia memiliki banyak potensi dan sumber daya alam yang belum dikembangkan

LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA TIRTO ARGO DI UNGARAN

PERANCANGAN GAME EDUKASI BELAJAR ABACA SEBAGAI UPAYA PENGENALAN HURUF PADA ANAK USIA DINI USIA 1-5 TAHUN

BAB II IDENTIFIKASI DATA. A. Data Produk

PERANCANGAN ULANG SIGN SYSTEM OBJEK WISATA THE FOUNTAIN WATERPARK AND RESTO UNGARAN ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG UMUM 1.2 LATAR BELAKANG KHUSUS

BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata di Indonesia saat ini banyak sekali mendatangkan komoditi yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. yang semula hanya mencari kesenangan berubah menjadi desakan untuk

Curug Sewu Hotel and Resort Kabupaten Kendal BAB I PENDAHULUAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: masyarakat, keamanan yang baik, pertumbuhan ekonomi yang stabil,

I-1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGEMBANGAN KOMPONEN PARIWISATA PADA OBYEK-OBYEK WISATA DI BATURADEN SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BATURADEN TUGAS AKHIR

PERANCANGAN GAME KERAJAAN EMPORIUM : THE FIRST EMPIRE

ANALISIS KEPUASAN WISATAWAN TERHADAP DAYA TARIK WISATA MALIOBORO KOTA YOGYAKARTA

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Judul

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Projek Gagasan awal. Projek akhir arsitektur berjudul Pusat Rekreasi dan Interaksi

BAB III KONSEP PERANCANGAN VISUAL

MEDIA PEMBELAJARAN SHALAT FARDHU (WAJIB) 5 WAKTU UNTUK ANAK USIA DINI 5-7 TAHUN MELALUI PERANCANGAN GAME EDUKASI

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Di tengah kesibukan seseorang dalam bekerja diikuti pula

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

SPA TERPADU DI KAWASAN BOROBUDUR Penekanan Desain Arsitektur Organik

BAB IV PENUTUP. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa

KAWASAN WISATA TELAGA SARANGAN SEBAGAI WISATA PERMAINAN AIR DAN WISATA KULINER

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

PENATAAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN MENARA KUDUS SEBAGAI KAWASAN WISATA BUDAYA

BAB I PENDAHULUAN. devisa bagi negara, terutama Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) bagi daerah

PENGEMBANGAN KAWASAN TAMAN WISATA CANDI PENATARAN DI BLITAR JAWA TIMUR

PENATAAN DAN PENGEMBANGAN SARANA REKREASI WISATA ALAM CURUG SEWU KENDAL

BAB I PENDAHULUAN. alam yang sangat berbeda dengan ibukota atau daerah-daerah yang lain, luar Jakarta bahkan dari mncanegara.

DAFTAR PERTANYAAN (ANGKET) I.Keterangan. 1. Daftar pertanyaan (angket) ini disusun untuk digunakan sebagai alat

BAB I PENDAHULUAN. Taman Bungkul yang merupakan salah satu taman kota di Surabaya yang

PERANCANGAN PROMOSI PARIWISATA KAWASAN KARST DI KABUPATEN WONOGIRI MELALUI MEDIA GAME

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pemilihan Studi Judul Perancangan

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

WISATA AGRO BUNGA SEBAGAI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA SUKUH PERMAI DI NGARGOYOSO KARANGANYAR

BAB I PENDAHULUAN. Pengembangan Terminal Penumpang Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang Hans Dian Sintong

Penataan dan Pengembangan Obuek Wisata Pantai Widuri di Pemalang

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN 1.1 DESKRIPSI JUDUL Pengembangan Wisata Api Abadi Mrapen sebagai Pusat Energi Alam

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan industri pariwisata dunia semakin ketat yang merupakan

1.3 Manfaat Perancangan Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh berbagai manfaat yang berguna

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kawasan wisata primadona di Bali sudah tidak terkendali lagi hingga melebihi

PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PETUNGKRIYONO KABUPATEN PEKALONGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGEMBANGAN TAMAN REKREASI DI LOKAWISATA BATURADEN

VI. KARAKTERISTIK PENGUNJUNG TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR. dari 67 orang laki-laki dan 33 orang perempuan. Pengunjung TWA Gunung

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V PENUTUP. Hasil pembahasan dari gambaran sebaran dan pengujian hipotesis mengenai

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari beribu ribu pulau dan merupakan

BAB I PENDAHULUAN. sudah selayaknya kawasan-kawasan yang berbatasan dengan laut lebih menekankan

SISTEM INFORMASI PARIWISATA KABUPATEN BOYOLALI

Transkripsi:

PERANCANGAN SIGN SYSTEM PADA OBJEK WISATA CANDI NGEMPON Sugesti Kusumowati 1, Bernardus Andang Prasetya Adiwibawa 2, Puri Sulistiyawati 3 Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Jl. Nakula 5-11, Semarang, 50131, 024-3517261 E-mail : kusumowatisugesti@gmail.com 1, andangprast@gmail.com 2, puri.sulistiya@gmail.com 3 ABSTRAK Obyek wisata Candi Ngempon adalah suatu kompleks yang terdiri dari kompleks Candi agama Hindu dan sumber pemandian air panas di sebelahnya. Terletak di Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, obyek wisata ini menyajikan wisata sejarah yang berpadu dengan keelokan pemandangan alam lembah sungai. Sayangnya, sistem tanda atau sign system menuju dan di dalam lokasi obyek wisata belum dirancang dengan baik. Oleh karena itu, perancangan sistem tanda Obyek wisata Candi Ngempon ini diperlukan agar secara komunikatif dan informatif mampu dengan mudah dimengerti oleh para wisatawan/pelancong. Penelitian yang mendasari perancangan sistem tanda ini diawali dengan sebuah penelitan yang menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh malalui observasi, wawancara kepada banyak pihak yang terkait, dan kajian literatur. Analisa data menggunakan pendekatan deskriptif dengan kerangka 5 W dan 1 H. Desain yang dihasilkan mengambil inspirasi visual yang ada pada objek wisata yaitu dalam bentuk latar dari siluet Candi Ngempon sebagai acuan dalam perancangan sistem tanda. Demikian juga pemilihan warna didominasi dengan warna gelap untuk menyesuaikan warna dari Candi Ngempon. Kata kunci : Perancangan, Wisata Candi Ngempon, Sign system 1. PENDAHULUAN Wisata atau rekreasi merupakan aktifitas seseorang atau masyarakat meluangkan waktu untuk melepas penat karena kesibukan setiap hari dengan mendatangi tempat wisata. Di Indonesia sendiri terdapat berbagai macam obyek wisata yang dapat dikunjungi oleh masyarakat maupun wisatawan, mulai dari obyek wisata budaya, obyek wisata alam, obyek wisata sejarah, dan sebagainya. Dari sekian banyak obyek wisata yang banyak tersebar di Kabupaten Semarang adalalah obyek wisata Sejarah dan obyek wisata Budaya, yang salah satunya adalah Candi Ngempon. Candi Ngempon terletak di Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Salah satu keunikan dari Candi Ngempon adalah adanya sumber pemandian air panas yang tidak jauh dari candi tersebut. Pengelola Candi Ngempon

ini adalah pemerintah kabupaten dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang sementara untuk pemandian air panas yang ada di sekitar kompleks tersebut dikelola oleh warga setempat. Saat ini wisata Candi Ngempon sendiri belum memiliki Sign system yang memadai sebagai penunjuk arah dan pengunjung masih sulit mengenali fasilitas-fasiltas yang di lokasi Wisata Candi Ngempon. Pengertian sign system yaitu suatu rangkaian representasi visual dan simbol grafik yang bertujuan sebagai media interaksi manusia dengan ruang publik Tinarbuko. Maka dibutuhkan media-media yang berfungsi mengarahkan serta menunjukkan jalan kepada pengunjung ketempat yang disediakan pengelola. Serta himbauan tentang larangan dan keselamatan pengunjung selama berada dilokasi Candi Ngempon. Salah satu media yang dibutuhkan di kompleks Candi Ngempon adalah system tanda dan informasi. 2. METODE PENELITIAN Pada metode penelitian ini digunakan metode kualitatif untuk memahami tentang berbagai macam informasi Sign system atau system tanda pada Wisata Candi Ngempon. paparan data digunakan dilakukan secara deskriptif. Dengan menajamkan analisis menggunakan 5W+1H. Data dalam penelitian (primer) diperoleh dari wawancara dan observasi atau pengalamat langsung dilapangan. Wawancara dilakukan terhadap pengelola, pengunjung. Pengamatan dilakukan pada lokasi Wisata Candi Ngempon untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Selain data primer data juga diperoleh dari data literature dan dokumen-dokumen dari berbagai sumber (data sekunder). 3. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Tinarbuko tanda merupakan sesuatu yang dapat mewakili sesuatu yang lain, tanda itu sendiri baru dapat berfungsi melalui objek bila dapat dipahami oleh penerima tanda. Sedangkan menurut Vera Dalam model pierce dengan konsep trikotomi yaitu sebagai berikut : 1. Representament/sign (tanda), 2. Objek ( sesuatu yang dirujuk), 3. Interpretant (hasil dari yang dihasilkan dari objek). 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Masalah yang terjadi di Objek Wisata Candi Ngempon adalah kurangnya sistem tanda sehingga pengunjung sulit mengenali fasilitas-fasilitas yang ada disekitar lokasi Candi Ngempon. target audience dalam perancangan ini adalah pengunjung di Candi Ngempon yaitu laki-laki dan perempuan dewasa. Perancangan ini diperlukan agar pengunjung menemukan lokasi Objek Wisata Candi Ngempon dan

fasilitas-fasilitas yang ada. Sign system yang dibuat berada disekitar lokasi Objek Wisata Candi Ngempon, mulai dari jalan raya sampai menuju lokasi wisata. 5. KONSEP SIGN SYSTEM Dengan perancangan sign system yang informatif dan komunikatif agar pengunjung mudah memahami pada saat berada di sekitar lokasi Wisata Candi Ngempon. Berikut adalah gambar Candi Ngempon yang ditonjolkan sebagai pedoman sign system : A. Pedoman Bentuk Gambar 1. Candi Ngempon dan Hasil Siluet Candi Ngempon Gambar 2. Hasil Pengembangan Sign Gambar 3. Hasil Akhir dari Pengembangan Sign

B. Warna Keterangan : C : 0 M : 0 Y : 0 K : 100 C. Aplikasi Media Gambar 4. Visualisasi dan Warna Sign System Gambar 5. Aplikasi Traffic Sign Gambar 6. Aplikasi Wayfinding Sign

Gambar 7. Aplikasi Safety Sign Gambar 8. Aplikasi Informasi Sign 6. KESIMPULAN DAN SARAN Tempat Wisata Candi Ngempon perlunya sistem tanda untuk pengunjung karena akses untuk menuju Wista Candi Ngempon tersebut sulit dan sukar ditemukan. Maka perlunya sign system atau sistem tanda yang konsisten agar hasil menjadi baik dan mudah dipahami oleh pengunjung. Sign system tersebut bukan hanya menunjukkan arah jalan namun juga sebagai informasi yang ada di lokasi Wisata Candi Ngempon. Dalam perancangan sign system untuk objek Wisata Candi Ngempon harus konsisten agar pengunjung mudah memahami. Perlunya perbaikan fasilitas pada lokasi Candi Ngempon agar pengunjung semakin nyaman. Selain melakukan perbaikan juga harus adanya sosialisasi untuk promosi Wisata Candi Ngempon pada Kabupaten kota-kota lain untuk mendorong peningkatan pengunjung. 7. DAFTAR PUSTAKA J. Spillane, James. 1991. Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta: Kanisius

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang. 2011. Profil Dinas Pendidikan Kota Semarang. URL: http://www.semarangkab.go.id/ [Diakses Tanggal 28 Januari 2016] Jonathan, Sarwono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu Tinarbuko, Sumbo. 2008. Semiotika. Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta : Jalasutra Vera, Nawiroh. 2014. Semiotika Dalam Riset Komunikasi. Bogor : Ghalia Indonesia