PERANCANGAN SIGN SYSTEM PADA OBJEK WISATA CANDI NGEMPON Sugesti Kusumowati 1, Bernardus Andang Prasetya Adiwibawa 2, Puri Sulistiyawati 3 Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Jl. Nakula 5-11, Semarang, 50131, 024-3517261 E-mail : kusumowatisugesti@gmail.com 1, andangprast@gmail.com 2, puri.sulistiya@gmail.com 3 ABSTRAK Obyek wisata Candi Ngempon adalah suatu kompleks yang terdiri dari kompleks Candi agama Hindu dan sumber pemandian air panas di sebelahnya. Terletak di Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, obyek wisata ini menyajikan wisata sejarah yang berpadu dengan keelokan pemandangan alam lembah sungai. Sayangnya, sistem tanda atau sign system menuju dan di dalam lokasi obyek wisata belum dirancang dengan baik. Oleh karena itu, perancangan sistem tanda Obyek wisata Candi Ngempon ini diperlukan agar secara komunikatif dan informatif mampu dengan mudah dimengerti oleh para wisatawan/pelancong. Penelitian yang mendasari perancangan sistem tanda ini diawali dengan sebuah penelitan yang menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh malalui observasi, wawancara kepada banyak pihak yang terkait, dan kajian literatur. Analisa data menggunakan pendekatan deskriptif dengan kerangka 5 W dan 1 H. Desain yang dihasilkan mengambil inspirasi visual yang ada pada objek wisata yaitu dalam bentuk latar dari siluet Candi Ngempon sebagai acuan dalam perancangan sistem tanda. Demikian juga pemilihan warna didominasi dengan warna gelap untuk menyesuaikan warna dari Candi Ngempon. Kata kunci : Perancangan, Wisata Candi Ngempon, Sign system 1. PENDAHULUAN Wisata atau rekreasi merupakan aktifitas seseorang atau masyarakat meluangkan waktu untuk melepas penat karena kesibukan setiap hari dengan mendatangi tempat wisata. Di Indonesia sendiri terdapat berbagai macam obyek wisata yang dapat dikunjungi oleh masyarakat maupun wisatawan, mulai dari obyek wisata budaya, obyek wisata alam, obyek wisata sejarah, dan sebagainya. Dari sekian banyak obyek wisata yang banyak tersebar di Kabupaten Semarang adalalah obyek wisata Sejarah dan obyek wisata Budaya, yang salah satunya adalah Candi Ngempon. Candi Ngempon terletak di Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Salah satu keunikan dari Candi Ngempon adalah adanya sumber pemandian air panas yang tidak jauh dari candi tersebut. Pengelola Candi Ngempon
ini adalah pemerintah kabupaten dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang sementara untuk pemandian air panas yang ada di sekitar kompleks tersebut dikelola oleh warga setempat. Saat ini wisata Candi Ngempon sendiri belum memiliki Sign system yang memadai sebagai penunjuk arah dan pengunjung masih sulit mengenali fasilitas-fasiltas yang di lokasi Wisata Candi Ngempon. Pengertian sign system yaitu suatu rangkaian representasi visual dan simbol grafik yang bertujuan sebagai media interaksi manusia dengan ruang publik Tinarbuko. Maka dibutuhkan media-media yang berfungsi mengarahkan serta menunjukkan jalan kepada pengunjung ketempat yang disediakan pengelola. Serta himbauan tentang larangan dan keselamatan pengunjung selama berada dilokasi Candi Ngempon. Salah satu media yang dibutuhkan di kompleks Candi Ngempon adalah system tanda dan informasi. 2. METODE PENELITIAN Pada metode penelitian ini digunakan metode kualitatif untuk memahami tentang berbagai macam informasi Sign system atau system tanda pada Wisata Candi Ngempon. paparan data digunakan dilakukan secara deskriptif. Dengan menajamkan analisis menggunakan 5W+1H. Data dalam penelitian (primer) diperoleh dari wawancara dan observasi atau pengalamat langsung dilapangan. Wawancara dilakukan terhadap pengelola, pengunjung. Pengamatan dilakukan pada lokasi Wisata Candi Ngempon untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Selain data primer data juga diperoleh dari data literature dan dokumen-dokumen dari berbagai sumber (data sekunder). 3. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Tinarbuko tanda merupakan sesuatu yang dapat mewakili sesuatu yang lain, tanda itu sendiri baru dapat berfungsi melalui objek bila dapat dipahami oleh penerima tanda. Sedangkan menurut Vera Dalam model pierce dengan konsep trikotomi yaitu sebagai berikut : 1. Representament/sign (tanda), 2. Objek ( sesuatu yang dirujuk), 3. Interpretant (hasil dari yang dihasilkan dari objek). 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Masalah yang terjadi di Objek Wisata Candi Ngempon adalah kurangnya sistem tanda sehingga pengunjung sulit mengenali fasilitas-fasilitas yang ada disekitar lokasi Candi Ngempon. target audience dalam perancangan ini adalah pengunjung di Candi Ngempon yaitu laki-laki dan perempuan dewasa. Perancangan ini diperlukan agar pengunjung menemukan lokasi Objek Wisata Candi Ngempon dan
fasilitas-fasilitas yang ada. Sign system yang dibuat berada disekitar lokasi Objek Wisata Candi Ngempon, mulai dari jalan raya sampai menuju lokasi wisata. 5. KONSEP SIGN SYSTEM Dengan perancangan sign system yang informatif dan komunikatif agar pengunjung mudah memahami pada saat berada di sekitar lokasi Wisata Candi Ngempon. Berikut adalah gambar Candi Ngempon yang ditonjolkan sebagai pedoman sign system : A. Pedoman Bentuk Gambar 1. Candi Ngempon dan Hasil Siluet Candi Ngempon Gambar 2. Hasil Pengembangan Sign Gambar 3. Hasil Akhir dari Pengembangan Sign
B. Warna Keterangan : C : 0 M : 0 Y : 0 K : 100 C. Aplikasi Media Gambar 4. Visualisasi dan Warna Sign System Gambar 5. Aplikasi Traffic Sign Gambar 6. Aplikasi Wayfinding Sign
Gambar 7. Aplikasi Safety Sign Gambar 8. Aplikasi Informasi Sign 6. KESIMPULAN DAN SARAN Tempat Wisata Candi Ngempon perlunya sistem tanda untuk pengunjung karena akses untuk menuju Wista Candi Ngempon tersebut sulit dan sukar ditemukan. Maka perlunya sign system atau sistem tanda yang konsisten agar hasil menjadi baik dan mudah dipahami oleh pengunjung. Sign system tersebut bukan hanya menunjukkan arah jalan namun juga sebagai informasi yang ada di lokasi Wisata Candi Ngempon. Dalam perancangan sign system untuk objek Wisata Candi Ngempon harus konsisten agar pengunjung mudah memahami. Perlunya perbaikan fasilitas pada lokasi Candi Ngempon agar pengunjung semakin nyaman. Selain melakukan perbaikan juga harus adanya sosialisasi untuk promosi Wisata Candi Ngempon pada Kabupaten kota-kota lain untuk mendorong peningkatan pengunjung. 7. DAFTAR PUSTAKA J. Spillane, James. 1991. Ekonomi Pariwisata: Sejarah dan Prospeknya. Yogyakarta: Kanisius
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang. 2011. Profil Dinas Pendidikan Kota Semarang. URL: http://www.semarangkab.go.id/ [Diakses Tanggal 28 Januari 2016] Jonathan, Sarwono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu Tinarbuko, Sumbo. 2008. Semiotika. Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta : Jalasutra Vera, Nawiroh. 2014. Semiotika Dalam Riset Komunikasi. Bogor : Ghalia Indonesia