ABSTRAK Kata kunci : ABSTRACT Key word :

dokumen-dokumen yang mirip
PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang

SEGMENTASI CITRA SATELIT UNTUK PENENTUAN CURAH HUJAN. Tugas Akhir

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

ANALISIS PERBANDINGAN ESTIMASI CURAH HUJAN DENGAN DATA SATELIT DAN RADAR INTEGRASI DI BALIKPAPAN

KOREKSI DATA HUJAN DASARIAN TRMM DI STASIUN KLIMATOLOGI KAIRATU MENGGUNAKAN REGRESI LINEAR SEDERHANA

Analisis Korelasi Suhu Muka Laut dan Curah Hujan di Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Kendari Tahun

VERIFIKASI DATA CURAH HUJAN TRMM DI SUMBAWA MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTING, MEAN, DAN POINT

Keywords : sea surface temperature, rainfall, time lag

PENENTUAN ARUS PERMUKAAN MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT NOAA DAN METODE MAXIMUM CROSS CORRELATION

MODEL HIBRIDA RUNTUN WAKTU FUZZY TERBOBOT-DERET FOURIER UNTUK PERAMALAN CURAH HUJAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BENGAWAN SOLO

UJI RADIONUKLIDA GIPSUM DENGAN METODE LASER INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS) DAN PROTEKSI RADIASI DENGAN METODE JARAK SKRIPSI

Fenomena El Nino dan Perlindungan Terhadap Petani

IDENTIFIKASI PERUBAHAN DISTRIBUSI CURAH HUJAN DI INDONESIA AKIBAT DARI PENGARUH PERUBAHAN IKLIM GLOBAL

Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan Laut di Laut Banda Berdasarkan Data Citra Satelit. Forecasting Fishing Areas in Banda Sea Based on Satellite Data

ANALISIS POLA DAN INTENSITAS CURAH HUJAN BERDASAKAN DATA OBSERVASI DAN SATELIT TROPICAL RAINFALL MEASURING MISSIONS (TRMM) 3B42 V7 DI MAKASSAR

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH DIPOLE MODE TERHADAP CURAH HUJAN DI INDONESIA

Verifikasi Data Estimasi Curah Hujan dari Satelit TRMM dan Pos Pengamatan Hujan BMKG di Sulawesi Utara

Pola Sebaran Total Suspended Solid (TSS) di Teluk Jakarta Sebelum dan Sesudah Reklamasi

PENGARUH FENOMENA GLOBAL DIPOLE MODE POSITIF DAN EL NINO TERHADAP KEKERINGAN DI PROVINSI BALI

SKRIPSI. Disusun Oleh : TYAS ESTININGRUM

ANALISA ANGIN ZONAL DALAM MENENTUKAN AWAL MUSIM HUJAN DI BALI BAGIAN SELATAN

KAJIAN IKLIM PADA BENCANA BANJIR BANDANG SAMBELIA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR, 20 JANUARI 2014

KARAKTERISTIK UNSUR KARBON GRAFIT DAN APLIKASINYA UNTUK ADSORPSI ION Cr DAN Pb DALAM CAIRAN SKRIPSI BIDANG MINAT FISIKA TERAPAN

PEMANFAATAN DAN VALIDASI CONFORMAL-CUBIC ATMOSPHERIC MODEL (CCAM) UNTUK PRAKIRAAN CUACA DI JAKARTA

ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR KABUPATEN KARO PROVINSI SUMATERA UTARA

KATA PENGANTAR PANGKALPINANG, APRIL 2016 KEPALA STASIUN METEOROLOGI KLAS I PANGKALPINANG MOHAMMAD NURHUDA, S.T. NIP

VARIASI SPASIAL DAN TEMPORAL HUJAN KONVEKTIF DI PULAU JAWA BERDASARKAN CITRA SATELIT GMS-6 (MTSAT-1R) YETTI KUSUMAYANTI

APLIKASI MEMBRAN KITOSAN UNTUK MENYARING SKRIPSI OLEH: RENDRA RUSTAM PURNOMO JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

KATA PENGANTAR Aplikasi Penginderaan Jauh dalam Mendeteksi Kebakaran Hutan Menggunakan Citra Satelit Landsat

Pengaruh Perlakuan Mikrogravitasi pada Biji Cabai Rawit terhadap Laju Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.

PENGUKURAN DAN PEMANTAUAN SUHU LINGKUNGAN PETERNAKAN AYAM BROILER DI DAERAH GIANYAR MELALUI SMS BERBASIS MIKROKONTOLER AVR ATMEGA16 Didik Setiawan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SKRIPSI. Oleh: RENGGANIS PURWAKINANTI

KATA PENGANTAR. Negara, September 2015 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI NEGARA BALI. NUGA PUTRANTIJO, SP, M.Si. NIP

STUDI ESTIMASI CURAH HUJAN, SUHU DAN KELEMBABAN UDARA DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION

Informasi Data Pokok Kota Surabaya Tahun 2012 BAB I GEOGRAFIS CHAPTER I GEOGRAPHICAL CONDITIONS

RANCANG BANGUN APLIKASI FUSI CITRA (IMAGE FUSION) DARI DATA PENGINDERAAN JAUH MENGGUNAKAN METODE PANSHARPENING TUGAS AKHIR

EFEK PAPARAN RADIASI UV-C TERHADAP KARAKTERISTIK RAPAT ARUS DIFUSI ION PADA MEMBRAN KITOSAN SKRIPSI BIDANG MINAT BIOFISIKA

E-Jurnal Matematika Vol. 4 (1), Januari 2015, pp ISSN:

1. Tempat Waktu Penelitian C. Subjek Penelitian D. Identifikasi Variabel Penelitian E. Definisi Operasional Variabel...

ANALISA HUBUNGAN INDEKS KELUARAN RAOB BERDASARKAN PENGAMATAN RADIOSONDE DENGAN KEJADIAN HUJAN DAN GUNTUR DI POLONIA

ANALISIS PEMETAAN VALIDASI PREDIKSI CURAH HUJAN DENGAN MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN WAVELET MENGGUNAKAN ARC VIEW 3.3 TESIS.

POSITRON, Vol. IV, No. 2 (2014), Hal ISSN :

Seminar Nasional Penginderaan Jauh ke-4 Tahun Miranti Indri Hastuti *), Annisa Nazmi Azzahra

I. PENDAHULUAN. bagi kehidupan manusia. Disamping itu hutan juga memiliki fungsi hidrologi sebagai

1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Masalah

ANALISIS KLIMATOLOGI HUJAN EKSTRIM BULAN JUNI DI NEGARA-BALI (Studi Khasus 26 Juni 2017)

PROSPEK IKLIM DASARIAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Update: 01 Februari 2016

BAB III DATA DAN METODOLOGI

PENENTUAN NILAI AMBANG BATAS UNTUK POTENSI RAWAN BANJIR DARI DATA MTSAT DAN QMORPH (STUDI KASUS: BANJIR BENGAWAN SOLO 2007)

KAJIAN DOUBLE SEA BREEZE MENGGUNAKAN PERMODELAN WRF-ARW TERHADAP KONDISI CUACA DI NABIRE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Analisis Karakteristik Intensitas Curah Hujan di Kota Bengkulu

I. INFORMASI METEOROLOGI

ANALISIS DAN IMPLEMENTASI INISIALISASI NGUYEN WIDROW PADA METODE BACKPROPAGATION UNTUK PREDIKSI JENIS PENYAKIT PARU - PARU

I. INFORMASI METEOROLOGI

LAPORAN KEJADIAN BANJIR DAN CURAH HUJAN EKSTRIM DI KABUPATEN LOMBOK BARAT DAN KOTA MATARAM TANGGAL 9-14 DESEMBER 2016

oleh DIAN BELLY YANI M SKRIPSI ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sains Matematika

KATA PENGANTAR Pemetaan Sebaran dan Kondisi Ekosistem Lamun Di Perairan Bintan Timur Kepulauan Riau.

APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER UNTUK MENDAPATKAN SUMBER AIR YANG BERKUALITAS DI DENPASAR BARAT SKRIPSI BIDANG MINAT KEBUMIAN

ESTIMASI EVAPOTRANSPIRASI SPASIAL MENGGUNAKAN SUHU PERMUKAAN DARAT (LST) DARI DATA MODIS TERRA/AQUA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEKERINGAN WAHYU ARIYADI

Sebaran Arus Permukaan Laut Pada Periode Terjadinya Fenomena Penjalaran Gelombang Kelvin Di Perairan Bengkulu

I PENDAHULUAN II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH SEBARAN SUHU UDARA DARI AUSTRALIA TERHADAP SUHU UDARA DI BALI. Oleh, Erasmus Kayadu

ANALISIS JAM MAKAN PADA DAUN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica rapa var. parachinensis L.) DENGAN TEKNIK PERUNUT RADIOAKTIF 32 P SKRIPSI

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

I. INFORMASI METEOROLOGI

KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI

Prakiraan Musim Kemarau 2018 Zona Musim di NTT KATA PENGANTAR

I. INFORMASI METEOROLOGI

Restu Tresnawati, Kurnia Endah Komalasari Puslitbang BMKG, Jl Angkasa 1 No.2 Kemayoran Jakarta Pusat

EVALUASI MUSIM HUJAN 2007/2008 DAN PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2008 PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA

PENERAPAN LOGIKA FUZZY UNTUK MEMPREDIKSI CUACA HARIAN DI BANJARBARU

KATA PENGANTAR. merupakan hasil pemutakhiran rata-rata sebelumnya (periode ).

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 14 November 2016 s/d 18 November 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

VERIFIKASI MODEL ARIMA MUSIMAN MENGGUNAKAN PETA KENDALI MOVING RANGE

ANALISIS CUACA EKSTREM LOMBOK NTB HUJAN LEBAT (CH mm) DI LOMBOK TENGAH 15 SEPTEMBER 2016

Pasang Surut Surabaya Selama Terjadi El-Nino

LOAD BALANCING PADA CLOUD COMPUTING MENGGUNAKAN ALGORITMA WEIGHTED LEAST CONNECTION JARINGAN KOMPUTER SKRIPSI

KATA PENGANTAR TANGERANG SELATAN, MARET 2016 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG TANGERANG. Ir. BUDI ROESPANDI NIP

Prediksi Curah Hujan Di Kota Pontianak Menggunakan Parameter Cuaca Sebagai Prediktor Pada Skala Bulanan, Dasarian Dan Harian Asri Rachmawati 1)*

PEMBAHASAN ... (3) RMSE =

oleh KURNIAWATI M

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PENGARUH MONSUN MUSIM PANAS LAUT CHINA SELATAN TERHADAP CURAH HUJAN DI BEBERAPA WILAYAH INDONESIA

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian

KARAKTER CURAH HUJAN DI INDONESIA. Tukidi Jurusan Geografi FIS UNNES. Abstrak PENDAHULUAN

MONITORING DINAMIKA ATMOSFER DAN PRAKIRAAN CURAH HUJAN SEPTEMBER 2016 FEBRUARI 2017

PENGARUH POLA CURAH HUJAN TERHADAP PRODUKSI BAWANG MERAH DI DESA LARANGAN KECAMATAN LARANGAN KABUPATEN BREBES

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia termasuk sebagai salah satu wilayah yang berada di daerah

ESTIMASI EVAPOTRANSPIRASI SPASIAL MENGGUNAKAN SUHU PERMUKAAN DARAT (LST) DARI DATA MODIS TERRA/AQUA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEKERINGAN WAHYU ARIYADI

ANALISIS PERUBAHAN SUHU PERMUKAAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT TERRA DAN AQUA MODIS (STUDI KASUS : DAERAH KABUPATEN MALANG DAN SURABAYA)

IMPLEMENTASI KARAKTERISTIK CURAH HUJAN DAN EVAPORASI DI DAERAH BERIKLIM KERING UNTUK PERTANIAN (Studi Kasus Jawa timur)

PREDIKSI PUTING BELIUNG DI KABUPATEN MAROS Eni Murlina. TORNADO PREDICTION IN MAROS REGENCY Eni Murlina

KEKERINGAN TAHUN 2014: NORMAL ATAUKAH EKSTRIM?

Transkripsi:

ABSTRAK Keterbatasan data observasi menyebabkan analisis dan prediksi curah hujan sulit dilakukan. Salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan tersebut adalah penggunaan data satelit seperti GSMaP, namun data satelit perlu divalidasi sebelum digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi data curah hujan GSMaP terhadap data observasi pada daerah Bali dan Nusa Tenggara. Melalui analisis time series bulanan diketahui data curah hujan GSMaP cenderung memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan data observasi, namun memiliki pola data yang hampir sama pada setiap daerah dengan pola hujan yang terjadi ada bulan November hingga Maret (NDJFM). Sedangkan melalui validasi antara data curah hujan satelit GSMaP dan observasi dengan menggunakan korelasi person dan RMSE serta MBE di tiap lokasi menunjukkan nilai korelasi yang positif kuat (>0.5), nilai korelasi yang diperoleh tiap lokasi dari 0.82 sampai 0.93 dengan nilai RMSE dari 2.08 sampai 5.51 dan nilai MBE dari 0.23 sampai 0.89, hal ini menunjukkan bahwa data satelit GSMaP valid dan dapat digunakan untuk mengisi data yang kosong terutama pada 5 wilayah pengamatan yaitu Denpasar, Ampenan, Sumbawa Besar, Bima and Kupang. Kata kunci : curah hujan, GSMaP ABSTRACT Limitations of observational data cause precipitation analysis and prediction of rainfall is difficult. One way to overcome such limitations is the use of satellite data such as GSMaP, but satellite data needs to be validated before use. This study aims to validate GSMaP rainfall data on observation data in Bali and Nusa Tenggara. Through monthly time series analysis, GSMaP rainfall data tend to have smaller value than observation data, but it has similar data pattern in each region with rain pattern that occurs in November to March (NDJFM). While validation between satellite rainfall data GSMaP and observation by using correlation person and RMSE and MBE in each location showed strong positive correlation value (> 0.5), correlation value obtained each location between 0.82-0.93 with RMSE value between 2.08-5.51 and MBE value 0.23-0.89, this indicates that GSMaP satellite data is valid and can be used to fill in empty data especially in 5 observation areas ie Denpasar, Ampenan, Sumbawa Besar, Bima and Kupang. Key word : precipitation, GSMaP i

KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-nya penyusun dapat menyelesaikan proposal tugas akhir yang berjudul Validasi Curah Hujan Harian Berdasarkan Data Global Satellite Mapping of Precipitation (GSMaP) Di Wilayah Bali Dan Nusa Tenggara. Penyusun mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung terbentuknya tugas akhir ini. Ucapan terimakasih tersebut penyusun sampaikan kepada: 1. Bapak I Ketut Sukarasa, S.Si, M.Si selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, dukungan dan pengetahuan tentang konsep yang sangat banyak, serta tema pokok yang telah diberikan demi terselesaikannya proposal tugas akhir ini. 2. Bapak I Gusti Ngurah Sutapa, S.Si, M.Si selaku pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan dukungan dalam penyelesaian proposal tugas akhir ini. 3. Bapak Ir. S. Poniman, M.Si selaku Plt Ketua Jurusan Fisika FMIPA Universitas Udayana yang telah mengesahkan proposal tugas akhir ini. 4. Bapak dan Ibu dosen Fisika FMIPA Universitas Udayana yang telah memberikan masukan dan pengetahuan. 5. Keluarga yang telah mendukung, khususnya kedua orang tua saya. 6. Teman-teman mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Udayana khususnya angkatan 2012 yang telah bersedia membantu dan memberi masukan kepada penyusun. Penyusun menyadari bahwa pemaparan materi dalam proposal tugas akhir ini kurang sempurna dan masih terdapat keterbatasan dalam penyampainnya. Oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar makalah hasil tugas akhir ini menjadi lebih baik lagi. Bukit Jimbaran, Juli 2017 Penyusun ii

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii ABSTRAK... iii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 2 1.3 Batasan Masalah...... 2 1.4 Tujuan Penelitian...... 3 1.5 Manfaat Penelitian... 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 4 2.1 Pengertian Curah Hujan... 4 2.2 Pola Curah Hujan di Indonesia... 7 2.2.1 Pola monsun... 7 2.2.2 Pola khatulistiwa...... 8 2.2.3 Pola lokal...... 8 2.3 Penakar Hujan Observatorium (OBS)... 9 2.4 Penginderaan Jarak Jauh... 11 2.5 Global Satellite Mapping of Precipitation ( GSMaP )... 12 2.5.1 Algoritma MWI... 13 BAB III METODE PENELITIAN... 14 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian... 14 3.1.1 Tempat... 14 iii

3.1.2 Waktu... 14 3.2 Data... 14 3.3 Metode... 15 3.3.1 Korelasi person... 15 3.3.2 Root mean square error (RMSE) dan mean bias error (MBE)... 16 3.4 Skema Penelitian... 17 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 24 4.1 Hasil Validasi Hujan... 24 4.1.1 Analisis curah hujan tiap lokasi dari September 2011 Agustus 2016... 25 4.2 Pembahasan...... 30 BAB V PENUTUP... 32 5.1 Kesimpulan... 32 5.2 Saran... 32 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN iv

DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Daftar Nilai Oktas pada Liputan Awan... 5 Tabel 2.2 Daftar satelit input GSMaP MWI... 13 Tabel 4.1 Nilai rata-rata Korelasi hujan harian di tiap lokasi tahun September 2011 Agustus 2016 GSMaP... 11 Tabel 4.2 Nilai r, RMSE, dan MBE wilayah Denpasar...... 12 Tabel 4.3 Nilai r, RMSE, dan MBE wilayah Ampena...... 13 Tabel 4.4 Nilai r, RMSE, dan MBE wilayah Sumbawa Besar...... 14 Tabel 4.5 Nilai r, RMSE, dan MBE wilayah Bima...... 15 Tabel 4.6 Nilai r, RMSE, dan MBE wilayah Kupang...... 16 v

DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Proses penyebaran awan dan terjadinya Hujan... 4 Gambar 2.2 Hujan Zenithal... 5 Gambar 2.3 Hujan Orografis... 6 Gambar 2.4 Hujan Frontal... 6 Gambar 2.5 Pola curah hujan di atas wilayah Indonesia... 8 Gambar 2.6 Penakar hujan Observatorium... 10 Gambar 2.7 Skema dari Penginderaan jarak jauh... 11 Gambar 3.1 Lokasi Pengmatan... 15 Gambar 3.2 Pengunduhan data dari GSMaP menggunakan FTP... 17 Gambar 3.3 Folder hasil pengunduhan data dari GSMaP... 18 Gambar 3.4 Tampilan file GSMaP yang telah di ekstrak... 18 Gambar 3.5 Scipt untuk file.ctl... 19 Gambar 3.6 Script untuk file.gs... 20 Gambar 3.7 Penggabungan file.ctl dan.gs ke data GSMaP... 21 Gambar 3.8 software GRADS... 21 Gambar 3.9 tampilan data hasl keluaran GRADS Oktober 2011... 22 Gambar 3.10 Proses pengolahan data.... 22 Gambar 3.11 Kerangka Penelitian...... 23 Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar 4.4 Gambar 4.5 Gambar 4.6 Grafik Perbandingan antara data Curah Hujan Satelit dan Observasi... 24 Grafik Curah Hujan Bulanan wilayah Denpasar September 2011 Agustus 2016. 25 Grafik Curah Hujan Bulanan wilayah Ampenan September 2011 Agustus 2016. 26 Grafik Curah Hujan Bulanan wilayah Sumbawa Besar September 2011 Agustus 2016... 27 Grafik Curah Hujan Bulanan wilayah Bima September 2011 Agustus 2016. 28 Grafik Curah Hujan Bulanan wilayah Kupang September 2011 Agustus 2016. 29 vi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Curah hujan merupakan salah satu unsur cuaca dan iklim yang sangat berguna bagi kelangsungan kehidupan di muka bumi ini. Kondisi curah hujan di tiap daerah berbedabeda. Ada berbagai faktor yang menyebabkan perbedaan ini salah satunya adalah faktor topografi (Yulianto, Sudibyakto, 2012). Di sisi lain curah hujan merupakan unsur meteorologi yang mempunyai variasi besar dalam skala ruang dan waktu, sehingga paling sulit untuk diprediksi. Informasi curah hujan menjadi sangat penting karena dibutuhkan oleh berbagai aspek kehidupan, terutama dalam perencanaan pertanian, transportasi, perkebunan, hingga untuk peringatan dini bencana alam, banjir/longsor serta kekeringan. Data dan informasi curah hujan dalam skala spasial yang cukup luas,terkini, cepat serta mudah diperoleh masih belum tersedia dari data pengamatan stasiun curah hujan. Adanya keterbatasan tersebut tentu saja menjadi hambatan bagi pengguna dalam memperoleh informasi curah hujan. Satelit penginderaan jauh untuk pemantauan cuaca dan lingkungan mempunyai kemampuan untuk memberikan informasi cuaca setiap jam dalam cakupan yang cukup luas. Data satelit lingkungan dan cuaca ini dapat diperoleh secara up to date dan tidak dikenakan biaya, namun pemanfaatannya masih sangat terbatas di kalangan masyarakat luas. Prakiraan curah hujan dengan satelit telah digunakan untuk berbagai aplikasi, diantaranya untuk pemodelan cuaca, iklim dan pemodelan hidrologi. Prakiraan curah hujan dengan satelit memiliki kelebihan tersendiri, yaitu cakupan data spasial yang bersifat global dari data radar dibandingkan alat penakar hujan observasi. Akan tetapi, hubungan antara radians data satelit dengan alat penakar hujan observasi dalam menentukan jumlah hujan yang jatuh ke tanah sulit ditentukan, sehingga sangat perlu dilakukan validasi guna mengetahui tingkat besaran kesalahan yang terjadi pada Satelit (McCollum, 2002). Global Satellite Mapping of Precipitation (GSMaP) merupakan projek yang dilakukan oleh Japan Science and Technology (JST) menyediakan data curah hujan secara global menggunakan kombinasi dari beberapa satelit guna data yang akura serta mendekati aslinya. Dengan memanfaatkan fungsi dari GSMaP yang merupakan gabungan dari beberapa satelit Forecaster diharapkan mampu membuat analisa prakiraan yang 1

kualitasnya mendekati sebenarnya.saat ini cara menganalisa citra satelit dilaukan secara subjektif melalui mata penglihatan manusia, sedangkan analisis yang berkualitas membutuhkan penguasaan interpretasi citra secara baik, adapun cara lain diantaranya adalah dengan melakukan validasi data satelit. Penelitian mengenai curah hujan berdasarkan data satelit terutama di negara subtropis telah banyak dilakukan di antaranya Evaluation of the potential of NASA multisatellite precipitation analysis in global landslide hazard assessment (2006) kemudian Use of satellite remote sensing data in the mapping of global landslide susceptibility (2007) oleh Hong et al, dan Satellite Monitors Rains that Trigger Landslides Earth Observatory NASA oleh Naranjo (2007). Untuk di negara tropis,seperti di Indonesia hal seperti ini belumpernah dilakukan. Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan dimana curah hujan yang terjadi di tiap daerah sangat bervariasi. Secara global, kondisi cuaca dan iklim yang terjadi di Indonesia khususnya wilayah Bali dan Nusa Tenggara sangat dipengaruhi oleh pergerakan angin muson dan kondisi suhu permukaan laut yang terjadi di Lautan Pasifik Equator (perairan timur Indonesia). 1.2 Rumusan Masalah. Adapun rumusan masalah dari penulisan ini adalah : 1. Bagaimanakah karakteristik hujan dari data GSMaP di wilayah Bali dan Nusa Tenggara? 2. Bagaimanakah tingkat validitas data GSMaP di wilayah Bali dan Nusa Tenggara? 1.3 Batasan Masalah. Fokus daerah penelitian ini adalah wilayah daratan Bali, NTB dan NTT secara keseluruhan, dimana validasi dan analisis akan dilakukan dengan menggunakan data GSMaP dan data pengamatan Observasi bulan September 2011 Agustus 2016 secara harian. 2

1.4 Tujuan Penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengevaluasi karakteristik curah hujan harian di wilayah tersebut berdasarkan data GSMaP sehingga bisa dijadikan sebagai bahan acuan dalam prediksi cuaca atau yang lebih luas lagi sebagai bahan pertimbangan dinamis untuk prakiraan cuaca dan iklim. 2. Mengetahui tingkat validitas nilai curah hujan dari GSMaP di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. 1.5 Manfaat Penelitian. Adapun manfaat penelitian ini adalah: 1. Untuk menyediakan informasi yang mendekati sebenarnya tentang curah hujan harian di wilayah Bali dan Nusa Tenggara berdasarkan data GSMaP 2. Mampu memberikan pengetahuan baru dan pemahaman mengenai curah hujan harian di wilayah Bali dan Nusa Tenggara berdasarkan data GSMaP. 3. Dapat digunakan sebagai acuan untuk analisa lebih lanjut dan penelitian tentang observasi dan prediksi curah hujan harian di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. 3