BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Rencana Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Survei analitik adalah penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Survei cross sectional ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika hubungan antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pedekatan observasional atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Artinya setiap subyek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran terhadap status karakter atau variabel subyek dilakukan pada saat pemeriksaan. Hal ini semua subyek penelitian diamati pada waktu yang sama (Notoatmodjo, 2010). 3.2 Waktu dan Tempat Penelitian 3.2.1 Waktu Waktu penelitian dilaksanakan Maret 2016 3.2.2 Tempat Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Sleman Yogyakarta. 3.3 Populasi dan Subyek Penelitian 3.3.1 Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah remaja wanita di SMA Negeri 2 Sleman Yogyakarta. 3.3.2 Subyek Subyek penelitian adalah siswi di SMA Negeri 2 Sleman Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi penelitian.
3.3.2.1 Kriteria Inklusi a. Terdaftar sebagai siswi di SMA Negeri 2 Sleman Yogyakarta b. Merupakan siswi kelas X di SMA Negeri 2 Sleman Yogyakarta c. Bersedia untuk mengikuti penelitian 3.3.2.2 Kriteria Eksklusi a. Siswi yang sedang melakukan pengobatan akne b. Siswi yang sedang menjalani pengobatan penyakit lain 3.3.3 Cara Sampling Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan dengan menggunakan teknik stratifikasi. Teknik stratifikasi yaitu teknik pengambilan sampel dengan cara mengidentifikasi karakteristik umum dari anggota populasi, kemudian menentukan strata atau lapisan dari jenis karakteristik unit-unit tersebut. 3.3.4 Besar Sampel = = (Dahlan, 2010) = = populasi yang diteliti 5% Ᏸ = 20 % = proporsi pada kelompok dari judgement peneliti = 0,5 = proporsi pengunaan kosmetik pada akne = 0,72 (Tjekyan, 2009) - = 0,2 P = proporsi total = = = 0,61 = 1- = 1-0,5 = 0,5 = 1- = 1-0,72 = 0,28
Q = 1-P = 1-0,61 = 0,39 = = = = 25,22 Karena penelitian menggunakan pendekatan cross sectional,maka = ).2 = 60 3.4 Variabel Penelitian 3.4.1 Variabel Bebas (Independent) Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan kosmetik wajah (pembersih wajah, jenis pembersih, pelembab wajah, pemakaian bedak dan pelindung wajah). 3.4.2 Variabel Terikat (Dependent) Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah tingkat keparahan akne vulgaris. 3.4.3 Variabel Pengganggu Variabel pengganggu yang mungkin berpengaruh dalam penelitian ini adalah hormonal, infeksi, riwayat keluarga, diet, obat-obatan, jenis kulit, pekerjaan, psikis dan iklim. Variabel yang diikutsertakan untuk diteliti adalah hormonal, riwayat keluarga, diet, jenis kulit, dan psikis. 3.5 Definisi Operasional 1. Kosmetik Bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian wajah/ facialis (Tranggono, 2014). Kosmetik yang digunakan dalam penelitian antara lain pembersih wajah, jenis pembersih (sabun dengan scrub dan sabun tanpa scrub), pelembab wajah, pemakaian bedak (bedak padat dan bedak tabur), dan pelindung wajah. Dikatakan sering apabila menggunakan >3x sehari, dan dikatakan tidak sering apabila menggunakan <3x sehari. Dengan skala pengukuran nominal.
2. Tingkat keparahan akne vulgaris Tabel 2. Consensus conference on Akne clasification (dalam Harahap,2000) Klasifikasi Komedo Papul/pustul Nodul Ringan <25 <10 (-) Sedang >25 10-30 <10 Berat (-) >30 >10 Dengan skala pengukuran ordinal. Komedo adalah peninggian pada superficial kulit dengan titik hitam ditengahnya maupun dengan permukaan berwarna putih ditengahnya. Papul adalah penonjolan superficial pada permukaan kulit,berbatas tegas, berdiameter <1cm. Pustul adalah vesikel berisi nanah/ pus,diameter < 1cm-1cm. Nodul adalah penonjolan kulit dengan batas tegas, diameter 1cm-2cm. 3. Riwayat keluarga Orangtua dan saudara kandung yang pernah atau sedang menderita akne. Dengan skala pengukuran nominal. 4. Diet Mengkonsumsi makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi seperti nasi putih, roti tawar, kentang goreng, cornflakes, gandum, semangka dan makanan yang berminyak, berlemak tinggi seperti gorengan, kacang-kacangan, keju, coklat, setiap hari. Dengan skala pengukuran nominal. 5. Jenis kulit Persepsi jenis kulit yang berminyak. Dengan skala pengukuran nominal. 6. Psikis Persepsi bahwa akne bertambah banyak dan parah ketika sedang stres. Dengan skala pengukuran nominal. 7. Hormonal Akne yang timbul atau bertambah banyak menjelang haid. Dengan skala pengukuran nominal.
3.6 Instrumen Penelitian Instrumen dalam penelitian ini adalah data primer yaitu kuesioner yang dimodifikasi oleh peneliti yang diberikan kepada sampel dan diisi oleh sampel. Kuesioner pernah digunakan oleh Dewi Rahmawati (2012) dalam penelitian Hubungan Perawatan Kulit Wajah dengan Timbulnya Akne Vulgaris yang telah melalui proses uji validasi dan reliabilitasi. 3.7 Alur Penelitian Penyusunan Seminar Etical Clearance Disetujui Komite Etik Sampel Hasil data Pengolahan data Data Pemotretan wajah Pengisian kuesioner 3.7.1 Protokol Pengambilan Wajah Sampel Pengambilan foto dilakukan dengan menggunakan kamera slr dan disesuaikan dengan nomor urut pada kuesioner yang telah diisi oleh responden supaya menghindari kesalahan dalam menyamakan data. Foto diambil dengan pencahayaan yang cukup dimana dapat memperlihatkan kulit wajah dengan jelas dan mencakup semua bagian wajah antara lain dahi, pipi kanan, pipi kiri, hidung, bawah hidung dan dagu. Setelah mendapatkan foto wajah responden, selanjutnya dilakukan penghitungan komedo, papul/ pustul, dan nodul. Hasilnya dituliskan dalam sebuah tabel untuk menghitung jumlah kumulatifnya. 3.8 Rencana Analisis Data Analisis data dilakukan dengan bantuan software pada komputer yaitu dengan menggunakan SPSS. SPSS (Statistical Package fot the Social Science) adalah suatu program pengolah data statistik dengan cara kerja yang cukup sederhana, yaitu memasukan data yang akan dianalisis lalu dianalisis dengan suatu paket analisa. SPSS yang digunakan adalah SPSS 21 for windows.metode atau jenis analisis data menggunakan analisis chi-square untuk menguji hipotesis, apakah terdapat hubungan antara penggunaan kosmetik dengan tingkat keparahan akne vulgaris.
3.9 Etika Penelitian Sebelum dilakukan penelitian terlebih dahulu peneliti mengajukan izin penelitian dari fakultas kemudian diberikan kepada sekolah yang akan dilakukan penelitian. Penelitian dilakukan terhadap responden setelah dilakukan inform consent berupa pengisian lembar persetujuan. Penelitian dilakukan dengan prinsip confidentality yaitu kerahasiaan terhadap datadata yang diambil, data yang diperoleh hanya akan digunakan untuk keperluan penelitian. 3.10 Jadwal Penelitian Rencana Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Kegiatan 16 16 16 Menyusun Seminar Pengambi lan data Pengolaha n data Seminar hasil