ADENOMATOID ODONTOGENIC TUMOR

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 DEFINISI, ETIOLOGI, HISTOPATOLOGIS DARI PINDBORG TUMOR. 2.1 Definisi Tumor Odontogenik Epitelial Berkalsifikasi

Pendahuluan. Harmas Yazid Yusuf 1

4 Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Tumor odontogenik memiliki kelompok-kelompok lesi yang kompleks

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. karakteristik sebagai tumor jinak, bersifat lokal invasif

ENDOMETRIOID ADENOKARSINOMA OVARII SINISTRA BERDIFERENSIASI BURUK DENGAN INVASI KE UTERUS

ARVEOLAR SOFT PART SARCOMA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ABSTRAK. Kata kunci: gigi impaksi, keadaan patologis, tindakan preventif, penatalaksanaan

26 Universitas Indonesia

GAMBARAN RADIOGRAFI CEMENTO OSSIFYING FIBROMA PADA MANDIBULA

ABSTRAK. Insidensi Fibroadenoma di Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode Siti Fitria Dewi, Pembimbing : Sri Nadya J. Saanin.,dr,Mkes.

TUMOR ODONTOGENIK. Lira Masri NPM Dosen Pembimbing : Agung Dinasti Permana,dr.,M.Kes.,Sp.THT-KL. Disusun Oleh :

OSTEOSARCOMA PADA RAHANG

I. PENDAHULUAN. A. Latar belakang Masalah. sempurna jika tubuh mampu mengeliminasi penyebabnya, tetapi jika tubuh tidak

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ABSTRAK PREVALENSI DAN GAMBARAN PASIEN KARSINOMA NASOFARING DI RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2014

I. PENDAHULUAN. sikap yang biasa saja oleh penderita, oleh karena tidak memberikan keluhan

Perawatan Ortodontik Inkonvensional Gigi Atas Berjejal Dengan Keberadaan Kista

ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA KANKER PARU DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2011

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT KANKER OVARIUM DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI 2011-DESEMBER 2011

ABSTRAK PREVALENSI APENDISITIS AKUT PADA ANAK DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2011

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Karsinoma sel basal merupakan keganasan kulit. tersering, menempati kira-kira 70% dari semua keganasan

ABSTRAK. Kata kunci : karsinoma sel skuamosa, rongga mulut, prevalensi.

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. gigi (Sherlin, 2013). Ameloblastoma merupakan tumor odontogenik yang paling

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

BAB 1 PENDAHULUAN. Teknik radiografi yang digunakan dalam bidang kedokteran gigi ada dua yaitu teknik intraoral dan ekstraoral.

ABSTRAK PREVALENSI KARSINOMA MAMAE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI 31 DESEMBER 2008

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENDAHULUAN METODE HASIL

BAB I. dalam kehidupan sehari-hari. Kesehatan pada dasarnya ditunjukan untuk. untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Penyakit gigi dan mulut

BAB 1 PENDAHULUAN. mencapai stadium lanjut dan mempunyai prognosis yang jelek. 1,2

PREVALENSI KISTA ODONTOGENIK RONGGA MULUT DI RUMAH SAKIT IBNU SINA DAN RUMAH SAKIT SAYANG RAKYAT PERIODE TAHUN

NEOPLASMA TULANG. Neoplasma : Berasal dari Tulang : Jinak : Osteoma, Osteoid osteoma, osteoblastoma

KARSINOMA PAPILER PADA PAYUDARA

Tommyeko H Damanik, 2005, Pembimbing : Hana Ratnawati. dr., M.Kes.

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. merupakan penyebab kematian pada wanita setelah kanker payudara. Hal ini

BAB 1 PENDAHULUAN. jinak dengan karakter tidak nyeri, dapat digerakkan, berbatas tegas dan

BAB 1 PENDAHULUAN. tumor dengan bentuk dan susunan serabut-serabut yang bervariasi, dan oleh Mallory

5.2 Distribusi Pasien Tumor Tulang Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin Distribusi Pasien Tumor Tulang Berdasarkan Lokasi

DAFTAR PUSTAKA. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Universitas Indonesia

ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDERITA MIOMA UTERI DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG TAHUN

Kista radikuler dan kista dentigerous

ABSTRAK INSIDENSI DAN GAMBARAN PENDERITA KANKER SERVIKS DI RSUP DR HASAN SADIKIN BANDUNG TAHUN 2014

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Setiap individu terdapat 20 gigi desidui dan 32 gigi permanen yang. 2.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Gigi

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dari jaringan organ yang tidak mengalami diferensiasi membentuk .

BAB 1 PENDAHULUAN. 5 15% wanita usia reproduktif pada populasi umum. rumah sakit pemerintah adalah sebagai berikut : di RSUD dr.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dunia. Pada tahun 2012 sekitar 8,2 juta kematian diakibatkan oleh kanker. Kanker

BAB I PENDAHULUAN diantaranya meninggal akibat penyakit tersebut (Lester, 2004 ;

Reseksi segmental dan rekonstruksi mandibula dengan mandibular positioner guidance sebagai perawatan ameloblastoma pada pasien edentulus total

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Keganasan ini dapat menunjukkan pola folikular yang tidak jarang dikelirukan

UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN SILABUS

Ameloblastoma. Triana Dyah Cahyawati. 1. Pendahuluan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Diperkirakan terdapat kasus baru kanker ovarium dan kasus meninggal

ABSTRAK KARAKTERISTIK PASIEN KANKER PAYUDARA DAN PENANGANANNYA DI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU PERIODE JANUARI 2010 DESEMBER 2012

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. keberhasilan perawatan kaping pulpa indirek dengan bahan kalsium hidroksida

Tumor jinak pelvik. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Paradigma mengenai kanker bagi masyarakat umum. merupakan penyakit yang mengerikan.

BAB I PENDAHULUAN. Di Indonesia dan di Bali khususnya insiden karsinoma tiroid sangat tinggi sejalan

BAB 4 HASIL. 4.1 Pengambilan Data

BAB I PENDAHULUAN. Perbandingan rasio antara laki-laki dan perempuan berkisar 2:1 hingga 4:1.

ABSTRAK KARAKTERISTIK PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG TAHUN 2012

BAB I PENDAHULUAN. Meningioma adalah tumor jinak pada CNS yang. berasal dari selubung meninges pada otak dan korda

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. (Pedersen, 1966). Selama melakukan prosedur pencabutan gigi sering ditemukan

4 Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. II. RUMUSAN MASALAH 2.1. Apa yang dimaksud dengan kista? 2.2. Apa saja klasifikasi kista rahang? 2.3. Bagaimana cara penanganannya?

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

ABSTRAK. Angka Kejadian Karsinoma Mammae di Rumah Sakit Immanuel Bandung Periode Januari 2007 Desember 2009

BAB I PENDAHULUAN. di negara maju terlebih lagi bagi negara berkembang. Angka kematian akibat

BAB 1 PENDAHULUAN. yang berasal dari sel meningothelial (arachnoid) leptomeningen. Tumor ini dapat

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X. Bagian Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung 3

ACINIC CELL CARCINOMA

Tampilan Pulasan Imunohistokimia Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) Pada Undifferentiated Carcinoma Nasofaring Tipe Regaud dan Tipe Schmincke

TUMOR KEPALA LEHER DI POLIKLINIK THT-KL RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI 2010 DESEMBER 2012

ABSTRAK. Olivia, 2012; Pembimbing I : drg. Donny Pangemanan, SKM. Pembimbing II : dr. Laella K. Liana, Sp.PA., M.Kes.

ABSTRAK PREVALENSI MIOMA UTERI DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER : July Ivone, dr.,m.s.mpd.

PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK DEPARTEMEN PATOLOGI ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012

LAPORAN PENDAHULUAN Soft Tissue Tumor

ABSTRAK PREVALENSI AMEBIASIS DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG, JAWA BARAT PERIODE TAHUN

SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA KADAR CA-125 DENGAN JENIS HISTOPATOLOGI TUMOR EPITEL GANAS OVARIUM DI RUMAH SAKIT H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN

ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA CARCINOMA MAMMAE DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2012-DESEMBER 2013

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia vii ABSTRAK

I. PENDAHULUAN. terutama pada daerah transformasi epitel gepeng serviks. Sebagian besar

BAB 4 METODE PENELITIAN

ABSTRAK PREVALENSI HIPERPLASIA PROSTAT DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2004 DESEMBER 2006

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan.

Kata kunci: lebar mesiodistal gigi, indeks Bolton, maloklusi kelas I Angle, overjet, overbite, spacing, crowding

BAB I PENDAHULUAN. Tumor secara umum merupakan sekumpulan penyakit. yang membuat sel di dalam tubuh membelah terlalu banyak

Ovarian Cysts: A Review

BAB 1 PENDAHULUAN. Papilloma sinonasal diperkenalkan oleh Ward sejak tahun 1854, hanya mewakili

PENATALAKSANAAN PENCABUTAN GIGI DENGAN KONDISI SISA AKAR (GANGREN RADIK)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Karsinoma ovarium adalah keganasan yang berasal. dari jaringan ovarium. Ovarian Cancer Report mencatat

Transkripsi:

200 Vol. 2, No. 2, Juli-Desember 2010 ADENOMATOID ODONTOGENIC TUMOR Adenomatoid Odontogenic Tumor Sumarno 1* ABSTRACT Adenomatoid odontogenic tumor (AOT) is a rare odontogenic tumor which is often misdiagnosed as odontogenic cyst. The incidence of AOT range between 1-9% of all odontogenic tumors, and predominantly found in young female patients. Maxilla is the most location, because it associated with non eruption permanent tooth. This tumor frequently resemble other odontogenic lesions such as dentigerous cyst or ameloblastoma. A 14-years-old-woman with lump in right upper jaw had right hemi maxillectomy. The microscopic examination of that tumor using HE showed epithelium chain structure inside the whorl mass. It was also figured the duct-like structure that covered with a simple collumnar epithelium inside the fibrous stroma. Immunohistochemically AOT is characterized by positive reactions with cytokeratins (Sains Medika, 2(2):200-206). Key words: Adenomatoid odontogenic tumor, maxilla, positive reactions with cytokeratins. ABSTRAK Adenomatoid odontogenic tumor (AOT) merupakan suatu tumor odontogenik yang jarang seringkali didiagnosis sebagai kista odontogenik. Insidensi AOT berkisar 1-9% dari seluruh tumor odontogenik, dan terutama didapatkan pada perempuan usia muda. Lokasi tersering tumor ini pada maksila, karena sering berhubungan dengan kasus tidak erupsinya gigi permanen. Tumor ini sering menyerupai lesi odontogenik lain, misalnya kista dentigerous atau ameloblastoma. Laporan ini tentang kasus pada wanita 14 tahun dengan keluhan benjolan di rahang kanan atas yang dilakukan hemimaksilektomi dektra. Hasil pemeriksaan histopatologi jaringan maksila dengan pengecatan hematoksilin eosin (HE) didapatkan tumor yang terdiri atas struktur sel epitel tersusun seperti untaian, lembaran dalam massa whorl. Pada tumor tersebut juga tampak struktur seperti duktus yang dilapisi epitel torak selapis dalam stroma jaringan ikat fibrosa. Pada pengecatan imunohistokimia dengan sitokeratin memberikan reaksi positif (Sains Medika, 2(2):200-206). Kata kunci: Adenomatoid odontogenic tumor, maksila, reaksi sitokeratin positif PENDAHULUAN Adenomatoid odontogenic tumor (AOT) merupakan tumor epithelial jinak, berasal dari odontogenik yang jarang terjadi, sekitar 1-3% dari seluruh tumor odontogenik. Tumor ini terjadi lebih sering pada perempuan dengan rasio sebesar 2:1, pada usia dekade kedua (Cawson dan Odell, 2002; Rosai, 2004). AOT pertama kali dideskripsikan oleh Steensland pada tahun 1905. Dahulu sebelum lesi ini disebut sebagai AOT dipakai berbagai nama untuk menggambarkannya antara lain: adenoameloblastoma, ameloblastic adenomatoid tumor, adamantinoma, epithelioma adamantinum atau teratomatous odontoma (Cawson dan Odell, 2002; Rosai, 1 * Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas islam Sultan Agung Semarang Email: bri534@yahoo.com

Adenomatoid Odontogenic Tumor 201 2004; Lingen dan Kumar 2005; Wikipedia). Kepustakaan lain menyebutkan AOT pertama kali dijelaskan oleh Dreiblat pada tahun 1907 sebagai adenoameloblastoma atau ameloblastic adenomatoid tumor. Pada tahun 1969 Philipsen dan Birn mengajukan istilah AOT, yang mengindikasikan bahwa penyakit ini tidak menyusun suatu variasi ameloblastoma, dan diterima seperti yang ada pada klasifikasi tumor odontogenik pertama dari WHO yang ditetapkan pada tahun 1971 (Rosai, 2004). Istilah AOT, merupakan istilah yang paling tepat, dalam hal bahwa tumor ini jelas jinak, dan berbeda dengan ameloblastoma, mempunyai angka rekurensi yang sangat rendah, sehingga membuatnya tidak perlu untuk dilakukan operasi ekstensif dan agresif; kuretase sederhana bersama dengan ekstirpasi dari gigi yang terkait menjadi terapi yang dipilih (Cawson dan Odell, 2002; Rosai, 2004; Lingen dan Kumar, 2005; Wikipedia). LAPORAN KASUS Seorang wanita, umur 14 tahun dengan keluhan tumbuh benjolan di rahang atas kanan dan sakit gigi. Benjolan tumbuh sejak kurang lebih satu tahun yang lalu. Dilakukan operasi Enukleasi Kista dan Odontektomi dua rahang serta multiple ekstraksi. Hasil pemeriksaan histopatologi (Gambar 1.). Sediaan dari maksila berupa potongan jaringan dengan diameter 5 cm pada pemotongan berupa masa rapuh berwarna putih mikroskopis menunjukkan: tumor terdiri atas struktur sel epitel tersusun seperti untaian, lembaran dalam massa whorl. Tampak pula struktur seperti duktus yang dilapisi epitel torak selapis dalam stroma jaringan ikat fibrous (Gambar 1.). Tidak tampak tanda ganas. Sesuai dengan: Adenomatoid odontogenic tumor (Adeno-amelo-blastoma). Secara histologis, AOT sangat tidak umum, karena ini menampilkan berbagai pola seluler, beberapa area sel basofilik dengan nukleus fusiform, yang membentuk nodul lingkaran pada beberapa area, sel-sel silindris yang tampak jelas terpolarisasi, membentuk struktur glandular atau seperti duktus.

202 Vol. 2, No. 2, Juli-Desember 2010 Gambar 1. Sediaan dari maksila berupa potongan jaringan dengan diameter 5 cm pada pemotongan berupa masa rapuh berwarna putih (a), (b), (c), (d). Pewarnaan HE perbesaran 40, 100, 100, 400x; (e), (f), (g) Pengecatan Imunohistokimia Cytokeratin perbesaran 40, 100, 400x; (h), (i) Pewarnaan PAS 100, 400x. PEMBAHASAN Lokasi AOT dua kali lebih sering pada maxilla daripada mandibula, daerah rahang atas lebih sering terserang dibandingkan bagian bawah (2,6 : 1). AOT merupakan tumor yang perkembangannya lambat. Menurut Philipsen dan Reichart membagi AOT dalam 3 varian berdasarkan topografi klinik dengan histologi yang identik: follicular (pada 73% AOT), yang terletak di tengah, disertai area kistik unilokuler radiolusen dengan sebuah gigi yang impaksi atau tidak mengalami erupsi (biasanya caninus), menyebabkan

Adenomatoid Odontogenic Tumor 203 gambaran kista dentigerous, varian ekstrafolikuler (24%): lokasi sentral, tidak berhubungan dengan struktur gigi manapun, seringkali menyebabkan misdiagnosis dengan kista periapikal, lesi kistik atau tumor lainnya dari maksila dan periferal. Varian Follicular dan extrafollicular keduanya berada di dalam tulang, merupakan 96% dari semua varian AOT (Cawson dan Odell, 2002; Rosai, 2004; Lingen dan Kumar, 2005; Wikipedia, -; Goldman, 2008; Yasunori dan Takashi, 2006; Chen, et al. 2009; Nigam, et al. 2005). Terakhir bentuk perifer merupakan yang paling jarang (3%): varian ini mengenai mukosa ginggiva, dan sering didiagnosis sebagai epulis fibrosa atau fibroma ginggiva(cawson & Odell, 2002; Rosai, 2004; Lingen dan Kumar, 2005; Wikipedia). Diantara sel-sel epitel, sering ditemukan material eosinofilik amorf dengan kuantitas berbeda-beda, yang oleh beberapa penulis disebut sebagai drop eosinofilik, kalsifikasi sferis kadangkala dapat ditemukan diinterpretasikan sebagai pembentukan enamel abortive, serta sekelompok sel berstruktur seperti tumor odontogenik epitel yang mengalami kalsifikasi, dimana bisa terbentuk material eosinofilik ekstraseluler yang menyerupai amyloid (Cawson dan Odell, 2002; Rosai, 2004; Lingen dan Kumar, 2005; Wikipedia, -; Goldman, 2008; Yasunori & Takashi, 2006; Chen, et al. 2009; Nigam, et al.2005). Gambaran klinis menunjukkan lesi ini biasanya tampak sebagai pembengkakan yang tidak memberikan gejala, membesar pelan-pelan, seringkali berhubungan dengan tidak erupsinya gigi, terutama caninus. Gambaran radiologi menunjukkan adenomatoid odontogenic tumor tampak sebagai area gelap/radiolusen yang mengelilingi gigi yang tidak erupsi (Cawson dan Odell, 2002; Rosai, 2004; Wikipedia, -; Goldman, 2008; Yasunori dan Takashi, 2006; Chen, et al.2009; Nigam, et al.2005). Gambaran histologis menujukkan hal menarik dimana semua variant dari AOT identik secara histologi. Dari gambaran histologinya WHO mendefinisikan AOT sebagai suatu tumor dari odontogenic epithelium dengan struktur menyerupai duktus disertai berbagai tingkat perubahan jaringan ikat sekitarnya. Tumor ini sebagian dapat berbentuk kistik dan pada beberapa kasus merupakan massa padat dalam dinding kista yang besar. Selain itu ditemukan pula benda amorf, eosinophilik, uncalcified, yang disebut tumor droplets. Beberapa dari tumor droplet tampak sebagai matrik homogen. Hal menarik lainnya didapatkan beberapa catatan tentang adanya sel-sel berpigmen pada

204 Vol. 2, No. 2, Juli-Desember 2010 AOT yang tidak tampak secara makroskopis, kemungkinan pigmentasi ini berhubungan dengan ras (Cawson dan Odell, 2002; Rosai, 2004; Lingen dan Kumar, 2005; Wikipedia,- ; Goldman, 2008; Yasunori dan Takashi, 2006; Chen, et al.2009; Nigam, et al. 2005). Secara makroskopis tampak massa berbentuk bulat, dominan kistik dengan kelompok-kelompok massa padat. Secara mikroskopis tampak pada daerah padat yang dilapisi epitel didapatkan beberapa struktur duktus yang dibatasi oleh sel kuboid atau sel kolumnar tinggi, beberapa zona homogen material hyalin dan kalsifikasi sepanjang lapisan epithelial serta dapat juga ditemukan deposit melanin. Secara Immunohistokimia Fenotipe klasik AOT ditandai dengan Cytokeratin (CK) positif (Gambar 2). Gambar 2. Sediaan dari maksila berupa potongan jaringan dengan diameter 5 cm pada pemotongan berupa masa rapuh berwarna putih secara immunohistokimia fenotipe klasik AOT ditandai dengan Cytokeratin (CK) positif. Terapi dan Prognosis Modal terapi yang merupakan pilihan adalah operasi konservatif Enukleasi. Rekurensi AOT sangat jarang terjadi. Prognosis dari AOT sangat baik Secara Immunohistokimia Fenotipe klasik AOT ditandai dengan Cytokeratin (CK) positif (Cawson & Odell, 2002; Rosai, 2004; Lingen dan Kumar, 2005; Wikipedia; Goldman, 2008; Yasunori & Takashi, 2006; Chen, et al.2009; Nigam, et al.2005). Differential Diagnosa Ameloblastic odontoma/odonto-ameloblastoma yaitu lesi solid atau kistik yang ditandai terutama oleh sel-sel epitelial yang menyerupai Ameloblastoma yang disertai

Adenomatoid Odontogenic Tumor 205 gigi dan jaringan lunak seperti enamel dan dentin (Lingen dan Kumar, 2005; Wikipedia, -; Goldman, 2008; Yasunori dan Takashi, 2006; Chen, et al.2009; Nigam, et al.2005). Ringkasan kasus yang telah dipaparkan di atas diringkas pada Tabel 1, berikut: Tabel 1. Kajian Kasus Referensi Epidemiologi Usia penderita 14 tahun wanita usia dekade kedua (15-20 tahun) wanita 2x lebih sering dari laki-laki Klinis Tumor tumbuh sejak kurang lebih satu tahun tumor tumbuh perlahan-lahan, tidak menimbulkan keluhan Radiologi Area gelap/radiolusen yang mengelilingi gigi yang tidak erupsi Area gelap/radiolusen yang mengelilingi gigi yang tidak erupsi. Histopatologi Makroskopis Mikroskopis Kasus adenomatoid odontogenic tumor Potongan jaringan berbentuk bulat dengan diameter 5 cm,padat dengan bagian-bagian kistik Tumor terdiri atas struktur sel epitel tersusun seperti untaian, lembaran dalam massa whorl. Tampak pula struktur seperti duktus yang dilapisi epitel torak selapis dalam stroma jaringan ikat fibrous. Imunohistokimia Cytoceratin positif Massa berbentuk bulat, dominan kistik dengan kelompok-kelompok massa padat Pada daerah padat yang dilapisi epitel ditemukan beberapa struktur duktus yang dibatasi oleh sel kuboid atau sel kolumnar tinggi. Didapatkan beberapa zona homogen material hyalin dan kalsifikasi sepanjang lapisan epithelial. dapat juga ditemukan deposit melanin. Reaksi positif terhadap pengecatan Cytoceratin KESIMPULAN Dari data-data yang ada diagnosa paling tepat untuk kasus diatas adalah suatu Adenomatoid odontogenic tumor. DAFTAR PUSTAKA Cawson R.A, Odell E.W., 2002, Cadwson s Essentials Of Oral Pathology And Oral Medicine, 7th ed., Philadelphia: Elsevier: 124-5. Chen Y, Hwang I, Wang W,Lin L., 2009, Adenomatoid odontogenic tumor arising fro dentigerous cyst. A case report International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology Extra 2(4):257-63 Goldman K.E, 2008, Mandibular Cysts and Odontogenic Tumor, Updated: Nov 21,. URL:// emedicine.medscape.com/article/852734-overview, Dikutip tgl. 23.05.2010.

206 Vol. 2, No. 2, Juli-Desember 2010 Lingen MW, Kumar V., 2005, Head and Neck, In: Robin and Cotran, Pathologic Basic of Disease, 7 th ed:elsevier Inc; p.782. Nigam S, Gupta S K, Chaturvedi K.U., 2005, Adenomatoid odontogenic tumor a rare case of swelling, Brazillian Dental Journal 16 (3):257-63. Rosai J., 2004, Mandible and Maxilla, In: Rosai and Ackerman s, Surgical Pathology, 9 th ed. Vol.1. Philadelphia, Elsevier: 287-9. Wikipedia, Adenomatoid odontogenic tumours, http://en.wikipedia.org/wiki/ Ameloblastomahttp://en.wikipedia.org/wiki/Ameloblastoma, Dikutip tgl. 24.07.2010. Yasunori T, Takashi T., 2006, Revised histopathological classification of odontogenic tumors by WHO and its allied epithelial cysts, Oral and Maxillofacial Surgery; 52(2):54-61.