Dosen Program Studi Pendidikan Fisika Univ. Muhammadiyah Mataram (

dokumen-dokumen yang mirip
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 1 Natar Lampung Selatan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan

METODE PENELITIAN. dalam tujuh kelas dimana tingkat kemampuan belajar matematika siswa

METODE PENELITIAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Bandar

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 20 Bandar Lampung, dengan populasi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI MIA SMA Negeri 1 Kampar,

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMA N 10 Pekanbaru, semester

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa

Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd

III. METODOLOGI PENELITIAN. diinginkan. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seputih Agung. Populasi dalam

III. METODE PENELITIAN. Subjek dari penelitian adalah siswa kelas X.B SMA Muhammadiyah 2 Bandar

III. METODE PENELITIAN. kelas VIII semester ganjil SMP Sejahtera I Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Ajaran dengan jumlah siswa 40 orang yang terdiri dari 19 siswa lakilaki

Efektivitas Model Pengajaran Langsung Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas VIII SMP Kristen Dende. Rubianus. Abstrak

III. METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi,

III. METODE PENELITIAN. Bandar Lampung Tahun Pelajaran dengan jumlah siswa 32 orang. terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28

BAB III METOE PENELITIAN. penelitian ini, hanya menggunakan kelas eksperimen tanpa adanya kelas

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Bukit Kemuning Tahun Pelajaran

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian, terlebih dahulu menentukan desain

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Dalam hal ini peneliti akan

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and

BAB III METODE PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan

III. METODE PENELITIAN. Variabel X merupakan variabel bebas adalah kepemimpinan dan motivasi,

PENGGUNAAN GAMBAR DALAM PENYAJIAN SOAL CERITA MATEMATIKA DI KELAS I MIN GUNUNG PANGILUN PADANG. Oleh: Nuryasni MTsN Model Padang

PENGARUH PENDEKATAN KETERAPILAN PROSES TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 SEUNUDDON ACEH UTARA

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai

BAB III METODE PENELITIAN. objek penelitian yang penulis lakukan adalah Beban Operasional susu dan Profit

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian ditentukan guna menjawab

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

Pendekatan Nilai Logaritma dan Inversnya Secara Manual

BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data dalam penelitian ini termasuk ke dalam data yang diambil dari Survei Pendapat

III. METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Sukardi, (2003:17) Metodologi penelitian adalah cara yang

IV. METODE PENELITIAN

BAB V METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. hanya menggunakan kelas eksperimen tanpa adanya kelas kontrol.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk

BAB III METODE PENELITIAN

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Pengumpulan Data

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Pengertian Hipotesis

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBANTU BATUPLAT

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua

METODOLOGI PENELITIAN. disengaja ditimbulkan oleh peneliti (Arikunto, 2006:3). Dengan cara ini peneliti sengaja

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN. Perumusan - Sasaran - Tujuan. Pengidentifikasian dan orientasi - Masalah.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab III Metoda Taguchi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

dengan keaneka-ragaman ciri yang terdapat pada masing-masing cabang olahraga baik di kota-kota besar maupun di daerah-daerah. Dengan demikian, tidak

Tri Ariani 1), Winda Suanti 1) Prodi Pendidikan Fisika STKIP-PGRI Lubuklinggau

BAB III METODE PENELITIAN

PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIKA UNTUK MONITORING DAN EVALUASI KINERJA DOSEN DI JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS TANJUNGPURA

Perbandingan Power of Test dari Uji Normalitas Metode Bayesian, Uji Shapiro-Wilk, Uji Cramer-von Mises, dan Uji Anderson-Darling

Transkripsi:

38 PENGARUH METODE DISKUSI BUZZ GROUP YANG DIRANGKAIKAN DENGAN PENGGUNAAN MEDIA POSTER TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEKANIKA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FKIP UNIVERSITAS MATARAM TAHUN AKADEMIK 03/04 Lida Sekar Utami, Johri Sabaryati, 3 Dedi Setiawa Dose Program Studi Pedidika Fisika Uiv. Muhammadiyah Mataram (email : lidasekarutami@gmail.com), 3 Dose Program Studi Pedidika Fisika Uiv. Muhammadiyah Mataram ABSTRAK Peelitia ii adalah peelitia eksperime utuk megetahui pegaruh metode diskusi buzz group yag diragkaika dega pegguaa media poster terhadap peigkata hasil belajar mekaika mahasiswa program studi pedidika fisika FKIP Uiversitas Muhammadiyah Mataram 03/04. Populasi dalam peelitia ii adalah mahasiswa program studi fisika semester gajil. Sampel peelitia ii diambil dega tekik purposive samplig. yaitu kelas IIIA sebagai kelas eksperime yag diajar dega metode diskusi buzz group da IIIB sebagai kelas cotrol yag diajarka dega metode kovesioal. Dalam peelitia iii aalisis data yag diguaka terdiri dari uji persyarata aalisis da uji hipotesis. Uji persyarata aalisis meliputi uji homogeitas da uji ormalitas, sedagka uji hipotesis meliputi uji-t. Dari hasil perhituga uji persyarata aalisis diperoleh ilai F hitug =,04 da F tabel =,97 ( F hitug < F tabel ) ii berarti bahwa sampel peelitia berasal dari populasi yag homoge. Sedagka ilai χ hitug =5,03 da 4,58 sedagka χ tabel =9,49 ( χ hitug < χ tabel ) berarti sampel berasal dari populasi yag terdistribusi ormal pada taraf sigifika 5%. Sedagka uji hipotesis dega uji-t diperoleh ilai t hitug = 5,0 da t tabel =,0. Berarti t hitug > t tabel meujukka bahwa hipotesis ol (H o) ditolak da hipotesis alteratif (H a) diterima yag berbuyi ada pegaruh metode diskusi buzz group yag diragkaika dega pegguaa media poster terhadap peigkata hasil belajar mahasiswa program studi pedidika fisika FKIP Uiversitas Muhammadiyah Mataram 03/04. Hal ii meujukka bahwa hasil belajar mahasiswa pada materi kiematika da diamika partikel yag diajarka megguaka metode diskusi buzz group yag diragkaika dega pegguaa media poster lebih efektif secara sigifika dari pada mahasiswa yag diajarka megguaka metode kovesioal, dega ilai rata-rata kelas eksperime sebesar 70,95. Sedagka ilai rata-rata kelas kotrol sebesar 5,80. Kata Kuci : Metode diskusi buzz group, media poster, hasil belajar mekaika Pedahulua Mekaika merupaka mata kuliah dalam kurikulum program studi pedidika fisika di pergurua tiggi di Idoesia. Khususya di program studi pedidika fisika Uiversitas Muhammadiyah Mataram. Mekaika merupaka mata kuliah yag diaggap sulit oleh mahasiswa karea terdapat bayak hituga-hituga rumit yag berkeaa dega materi fisika klasik. Mekaika merupaka mata kuliah wajib yag membekali pegetahua semester tiga yag merupaka kelajuta dari perkuliaha Fisika Dasar yag berkaita dega materi Mekaika da memberika dasar bagi perkuliaha fisika lebih lajut agar mahasiswa meguasai pegetahua tetag mekaika secara medalam, da dapat megembagka serta megaplikasikaya dalam sais da tekologi sesuai dega perkembaga. Dewasa ii matakuliah Mekaika cederug diajarka dega cara kovesioal (ceramah) atau lebih dekat dega pedekata behaviorisme yag satu arah, dega mahasiswa yag pasif medegarka dose mejelaska materi perkuliaha. Berdasarka hasil observasi melalui wawacara dega mahasiswa dari sesemester I sampai dega semester VII diperoleh bahwa proses belajar megajar di kelas lebih bayak megguaka metode kovesioal. Utuk mahasiswa yag perah megambil matakuliah mekaika khususya 00% diajarka megguaka metode ceramah da diskusi yag tidak dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Paedagoria, April 04, ISSN 086-6356 Vol. 9, No.

39 Akibatya mahasiswa kurag memahami pejelasa dose yag kadag terlalu cepat dalam mejelaska materi perkuliaha. Mahasiswa ditutut utuk memahami rumus-rumus yag dijelaska tapa megetahui apakah mahasiswa tersebut sudah memahami kosep-kosep dalam Mekaika atau belum. Strategi Buzz Group dicetuska oleh Ahli sosiologi Morga (Suprijato, 007). Strategi Buzz Group merupaka strategi pembelajara dimaa siswa dibagi dalam kelompok kecil utuk melaksaaka diskusi sigkat. Seorag juru bicara dimita utuk mejelaska hasil diskusi. Sudah bayak peelitia yag mejelaska bahwa pegguaa strategi Buzz Group sagat efektif utuk meigkatka hasil belajar siswa. Dalam peelitia ii strategi Buzz Group diragkaika dega pegguaa media poster utuk meyampaika lapora akhir hasil diskusi mahasiswa, sehigga mahasiswa yag lai dapat melihat hasil diskusi dalam betuk poster. Srategi buzz group merupaka diskusi kelas yag didalamya dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil utuk melaksaaka diskusi sigkat tetag suatu problem (Ahmadi, 0). Meurut (Triato: 007) buzz group sebagai suatu kelompok aktif yag terdiri dari 3-6 mahasiswa utuk mediskusika ide mahasiswa pada materi kuliah. Strategi buzz group adalah suatu kelompok dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil (sub groups) yag masigmasig terdiri dari 3-6 orag dalam tempo yag sigkat, utuk mediskusika suatu topic atau memecahka suatu masalah seorag juru bicara ditujuk utuk meyampaika hasil diskusi kelompok masig-masig kepada sidag legkap seluruh kelompok. Dari berbagai pegertia di atas, dapat peeliti simpulka bahwa strategi buzz group adalah strategi kelompok kecil yag terbetuk dari tiap-tiap kelompok terdiri dari 3-6 mahasiswa, yag masig-masig dari tiap-tiap kelompok meujuk satu orag utuk melaporka hasil diskusi kepada kelompok besar. Dalam hal ii lapora dibuat dalam betuk poster. Tujua strategi buzz group adalah utuk memperoleh iformasi, utuk memecahka suatu masalah atau mediskusika suatu masalah. Perkuliaha dega megguaka strategi buzz group diharapka dapat meggali iformasi sediri melalui diskusi. Dega diskusi mahasiswa dapat melatih diri utuk memecahka masalah, sehigga pembelajara yag diharapka dega pedekata PAKEM (pembelajara aktif, kreatif, efektif, da meyeagka) dapat terwujud. Lagkah-lagkah Pembelajara Strategi Buzz Group:. Pemimpi ). Membatu dalam meetuka isu atau masalah. ). Memecahka kelompok ke dalam beberapa kelompok kecil yagterdiri dari 3-6 orag. 3) Memberika pejelasa kepada kelompok-kelompok kecil tersebut yag meliputi : a. Tetag tugasya. b. Tetag batas waktu (5-5 meit) utuk meyelesaika tugas. c. Meyaraka agar tiap kelompok kecil tersebut memilih sidag da peulisaya 4) Memita sara-sara utuk memecahka masalah pejelasa masalah atau mejawab pertayaapertayaa. 5) Megujugi kelompok demi kelompok utuk megetahui apakah ada kelompok yag memerluka batua dalam melaksaaka tugasya. 6) Memperigatka dua meit sebelumya bahwa tugas mereka hampir selesai. 7) Megudag kelompok-kelompok kecil utuk berkumpul bersama lagi. 8) Mempersilahka tiap kelompok meyampaika lapora melalui juru bicara/laporaya 9) Mempersilahka tiap kelompok utuk meambahka kometar terhadap lapora 0) Meragkum hasil diskusi kelompok-kelompok tersebut atau meugaska salah satu seorag utuk melakukaya ) Megajuka tidaka atau studi tambaha ) Megevaluasi mafaat da kekuraga-kekuraga belajar. Aggota-aggota kelompok ). Membatu dalam merumuska isu/masalah yag dihadapi mereka ). Ikut memilih pemimpi da peulis dalam kelompok kecil 3). Memperjelas/merumuska suatu isu/masalah Paedagoria, April 04, ISSN 086-6356 Vol. 9, No.

40 4). Meampilka sara-sara utuk mediskusika isu/masalah 5). Medegarka baik-baik da meghargai sumbaga pedapat oraglai 6). Megembagka pedapat atas dasar pedapat aggota-aggota lai 7). Merumuska bagaimaa iformasi itu diperguaka da dilaksaaka 8). Ikut melaksaaka evaluasi efektivitas pegalama belajar tersebut 3. Peulis ). Mecatat seluruh pedapat aggota-aggota kelompokya ). Meragkum pedapat-pedapat kelompokya 3). Melaporka kepada sidag legkap Kelebiha dari metode buzz group atara lai:. Medorog peserta yag malu-malu. Meciptaka suasaa yag meyeagka 3. Memugkika pembagia tugas kepemimpia 4. Meghemat waktu 5. Memupuk kepemimpia 6. Memugkika pegumpula pedapat 7. Dapat dipakai bersama metode laiya 8. Memberi variasi Adapu kelemaha dalam diskusi buzz group yaitu :. Kemugkia terjadi kelompok yag terdiri dari orag yag tidak tahu apaapa. Dapat memboroska waktu, terutama bila terjadi hal-hal yag bersifat egatif 3. Perlu belajar apabila igi memperoleh hasil yag maksimal 4. Kemugkia medapatka pemimpi yag lemah 5. Lapora hasil diskusi kemugkia tidak tersusu dega baik. Beberapa hal terkait dega media poster sebagi berikut: Poster adalah gambar pada selembar kertas berukura besar yag digatug atau ditempel di didig atau permukaa lai. Poster merupaka alat utuk megiklaka sesuatu, sebagai alat propagada, da protes, serta maksudmaksud lai utuk meyampaika berbagai pesa. Selai itu, poster juga diperguaka secara peroraga sebagai saraa dekorasi yag murah meriah terutama bagi aak muda. Dari kedua defiisi tersebut dapat disimpulka bahwa poster adalah salah satu bagia sei grafis yag memiliki gaya, alira, maupu tred tersediri yag tidak lepas dari suatu zama. Oleh karea itu poster dibuat utuk meyampaika pesa atau iformasi, maka poster aka mejadi eleme dalam desai komuikasi visual. Metode Peelitia Jeis peelitia ii adalah peelitia eksperime, peeliti dega segaja memberika perlakua kepada respode, selajutya megamati da mecatat reaksi respode, da kemudia melihat hubuga atara perlakua yag diberika da reaksi yag mucul dari respode.terdapat dua kelas yag diguaka utuk peelitia. Kelas IIIA sebagai kelas eksperime da kelas IIIB sebagai kelas kotrol. Sebelum pelaksaaa eksperime, terlebih dahulu dilakuka pre-test terhadap semua mahasiswa, baik kelas eksperime maupu kelas kotrol. Dalam eksperime ii, kelas eksperime memperoleh pembelajara Mekaika dega strategi Buzz Group yaitu: () mahasiswa dibagi dalam kelompok kecil da mediskusika suatu topik pembelajara. () Hasil diskusi dibuat dalam betuk poster. (3) Suatu kelompok boleh bertaya tetag poster dari kelompok lai, sedagka kelompok kotrol memperoleh pembelajara Mekaika secara kovesioal. Diakhir pelaksaaa eksperime, dilakuka post-test terhadap semua mahasiswa, baik kelompok eksperime maupu kelompok kotrol. Desai dalam peelitia ii dapat digambarka secara skematis dalam tabel berikut: Tabel 4.. Desai Peelitia Kelas Pretes Perlakua Postes Eksperime O X O Kotrol O O Keteraga : O : Tes awal sama dega tes akhir X : Pembelajara dega strategi Buzz Group Populasi peelitia adalah semua mahasiswa pedidika fisika FKIP Uiversitas Muhammadiyah Mataram semester Gajil Tahu Akademik Paedagoria, April 04, ISSN 086-6356 Vol. 9, No.

4 03/04. Adapu sampel pada peelitia ii adalah mahasiswa semester III (gajil) tahu akademik 03/04 yag sedag meempuh mata kuliah mekaika. Pada peelitia ii, pembelajara pada kelas eksperime (IIIA) megguaka metode diskusi buzz group yag diragkaika dega pegguaa media poster, sedagka pada kelas kotrol (IIIB) megguaka metode kovesioal yag membahas materi tetag teori relativitas khusus. Pertemua tatap muka pada kelas eksperime sebayak 6 kali dega megguaka metode diskusi buzz group, sedagka pertemua pada kelas kotrol juga sebayak 6 kali megguaka metode ceramah. Baik pada kelas eksperime maupu kelas kotrol, dalam satu kali pertemua adalah 3 sks atau setara dega 3 x 50 meit tatap muka. Pada awal pertemua baik pada kelas eksperime maupu pada kelas kotrol diberika pre-test utk megetahui kemampua awal tetag materi kuliah yag aka dipelajari, kemudia melakuka evaluasi da aalisis terhadap hasil yag diperoleh. Pemberia post-test utuk kedua kelompok dilakuka setelah selesai pembahasa kiematika partikel da diamika partikel. Dega adaya post-test terlihat bagaimaa kemampua mahasiswa dalam meguasai kosep perkuliaha mekaika. Sebelu istrume tersebut diguaka dalam peelitia, terlebih dahulu diuji coba utuk megetahui kelayaka istrume dalam peelitia. Adapu istrume yag diuji cobaka adalah tes kogitif mahasiswa. Tujua dari uji coba istrume utuk megetahui kualitas tes yag meliputi uji : () Validitas, () Reliabilitas, (3)Taraf kesukara, da (4) Daya pembeda. Utuk megumpulka data dalam peelitia eksperime ii dilakuka melalui tahapa-tahapa sebagai berikut : Lagkah pertama yag dilakuka adalah meyusu Satua Acara Perkuliaha (SAP), tes awal (pre-tes), tes hasil belajar (post-tes) sesuai dega materi. Materi yag diguaka adalah Kiematika Partikel da Diamika Partikel. Terlebih dahulu melakuka tes awal, kemudia dari hasil tersebut dilakuka eksperime. Kelompok eksperime yaitu kelas IIIA diajar dega megguaka metode diskusi buzz group yag diragkaika dega pegguaa media poster sedagka kelas IIIB diajar dega metode ceramah. Setelah tahapa eksperime dilakuka kemudia dilajutka dega tahap akhir (post-test) utuk memperoleh data tes kiematika da diamika. Tekik aalisis data yag aka diguaka adalah aalisis statistik da meyimpulkaya dega persetase. Uji homogeitas diguaka utuk membuktika dua sampel homoge data dapat dicari dega megguaka rumus uji-f, yaitu: varias F= varias terbesar terkecil Varias adalah rata-rata hitug deviasi kuadrat setiap data terhadap ratarata hitugya. Dega kriteria pegujia jika F hitug F tabel berarti tidak homoge da jika jika F hitug F tabel berarti homoge pada taraf sigifika 5% (Riduwa, 00 : 79). Uji ormalitas dilakuka utuk megetahui apakah post-test distribusi ormal atau tidak. Uji ormalitas dicari dega megguaka rumus Chi-kuadrat (Sugioyoo, 0 :07). ²= k i= ( f f ) o f e e Keteraga: ² = chi-kuadrat fo = frekuesi yag diobservasi fe = frekuesi yag diharapka k = bayakya kelas iterval Dega ketetua jika ² hitug ² tabel pada taraf sigifika 5 % maka populasi terdistribusi ormal. Utuk meghitug pegaruh metode diskusi buzz group yag diragkaika dega pegguaa poster pada mahasiswa dilakuka uji-t dega rumus (polled varias), rumus ii diguaka karea kedua sampel homoge da (Sugiyoo, 03 : 38). x x t= ( ) S + ( ) + S + Keteraga : t = ilai t yag dihitug x = ilai rata-rata kelas eksperime Paedagoria, April 04, ISSN 086-6356 Vol. 9, No.

4 x S S = ilai rata-rata kelas kotrol = varias kelas eksperime = varias kelas kotrol = jumlah siswa kelas eksperime = jumlah siswa kelas kotrol Dega ketetua jika t hitug > t tabel maka hipotesis Ha diterima da Ho ditolak da jika t hitug < t tabel maka hipotesis ol (Ho) diterima da Ha ditolak. Hasil da Pembahasa. Hasil Peelitia Berdasarka hasil peelitia bahwa data yag diperoleh terdiri dari dua variabel yaitu hasil belajar Mekaika materi kiematika da diamika pada mahasiswa yag diajarka dega megguaka metode diskusi buzz group da yag diajarka dega metode kovesioal. Sebelum tes diberika kepada mahasiswa, terlebih dahulu dilakuka uji validitas terhadap soal yag aka diujika utuk megetahui apakah soal-soal tersebut layak utuk diguaka dalam peelitia. Dari hasil uji coba istrume yag dilakuka pada kelas semester V program studi pedidika fisika dega jumlah mahasiswa sebayak 30. Dari 30 soal yag diuji cobaka diperoleh 7 soal yamg valid da 3 soal. Utuk N=30 dega taraf sigifikasi 5%, maka r tabel = 0,36 sehigga dapat ditetuka valid tidakya soal tersebut. Uji coba reliabilitas dilakuka pada 30 soal dega megguaka rumus KR- 0 diperoleh ilai r sebesar 0,69 da ilai r tabel utuk taraf sigifikasi 5% dega N= 30 sehigga diperoleh ilai 0,36. Oleh karea itu r hitug lebih besar dari pada r tabel (0,690 > 0,36). Maka istrume peelitia ii memiliki tigkat reliabilitas yag sagat tiggi Utuk setiap pokok bahasa divariasika atara soal yag mudah, sedag da sukar. Berdasarka hasil uji tigkat kesukara soal, dapat disimpulka bahwa soal yag tigkat kesukaraya tiggi 3 soal yag berada pada retag < 0,30, soal yag tigkat kesukaraya sedag sebayak 5 soal yag berada pada retag 0,30 0,70, da kriteria soal yag tigkat kesukaraya mudah sebayak soal yag berada pada retag > 0,70. Berdasarka hasil uji daya beda soal, maka dapat disimpulka bahwa soal yag memiliki daya beda jelek sebayak soal karea berada pada retag 0,00 0,0, soal yag memiliki daya beda cukup sebayak 8 soal karea berada pada retag 0, 0,40, da soal yag memiliki daya beda baik sebayak 9 soal karea berada pada retag 0,4 0,70. Da soal yag memiliki daya beda sagat baik soal karea berada pada retag 0,7,00. Hasil Pre-test yag diperoleh utuk kelas eksperime da kotrol adalah sebagai berikut : Kelas Eksperime Kotrol Tabel Data Pre-Test Siswa Nilai Nilai Jumlah tertiggi teredah Nilai 58,8 7,65 699,98 5,94,78 79,5 Rerata 34,999 34,74 berikut : Hasil post-test yag diperoleh utuk kelas eksperime da kelas kotrol adalah sebagai Kelas Eksp. Kotrol Tabel Data Post-Test Siswa Nilai Jumlah Rerata tereda ilai h Nilai tertig gi 8,35 64,7 47,06 3,53 405,9 40,09 70,95 5,8 Paedagoria, April 04, ISSN 086-6356 Vol. 9, No.

43 Berdasarka data pre-test da posttest maka perbadiga dapat ditujuka dalam gambar berikut: Berdasarka hasil perhituga utuk uji homogeitas sampel diperoleh F hitug =,036 da F tabel =,97 pada taraf sigifika 5% da dk = k- maka hasil belajar fisika kedua kelas baik kelas eksperime maupu kelas kotrol berasal dari populasi yag mempuyai varias homoge. Gambar Diagram rata-rata pre-test da posttest kelas eksperime da kotrol. Tabel Hasil uji homogeitas varias populasi Kelas Rerata Var F F hitug Tabel Trf Dk Ket Eksp. 34,99 36,48 Ko. 34,74 4,36,036,5 5 % 0 9 Homoge Berdasarka hasil post-test dilakuka uji ormalitas utuk megetahui distribusi hasil yag diperoleh da utuk uji ormalitas data, telah ditetapka kriretia pegujia bahwa data dikataka terdistribusi ormal jika χ hitug < χ tabel pada taraf sigifika 5% dega dk = k. ) Kelompok yag diajarka dega metode diskusi buzz group yag diragkaika dega pegguaa poster (kelas eksperime). Berdasarka hasil perhituga diperoleh χ hitug = 5,030 da χ tabel = 9, 488 pada taraf sigifika 5%. Berdasarka kriteria pegujia jika hitug tabel maka data terdistribusi ormal. Dega demikia hasil post-test kelas eksperime terdistribusi ormal. ) Kelompok yag diajarka dega metode kovesioal (kelas kotrol). Berdasarka hasil perhituga diperoleh χ hitug = 4,58da χ tabel 9,488 pada taraf sigifika 5%. Berdasarka kriteria pegujia jika hitug tabel maka data terdistribusi ormal. Dega demikia hasil post-test kelas kotrol terdistribusi ormal. Tabel Hasil uji ormalitas kelas eksperime da kelas kotrol Sampel χ χ tabel Tar hitug dk Ket. af Eks. 5,03 9,488 5% 4 Normal Ko. 4,58 9,488 5% 4 Normal Dari hasil perhituga uji-t polled varias diperoleh t hitug sebesar 5,0 da harga t tabel utuk taraf sigifikasi 5% dega derajat kebebasa dk + = 0 + = 39 sebesar,0 (harga atara dk 30 da 40). Oleh karea t hitug lebih besar dari t tabel yaitu (5,0>,0), maka dapat disimpulka bahwa hasil belajar mekaika materi kiematika da diamika yag diajarka dega metode diskusi buzz group lebih baik

44 secara sigifika dari pada mahasiswa yag diajarka dega metode kovesioal yag berarti Ha diterima da Ho ditolak pada mahasiswa kelas IIIA Program studi pedidika fisika Uiversitas Muhammadiyah Mataram tahu akademik 03/04. Pembahasa Dalam suatu proses belajar dalam perkuliaha, ada beberapa usur yag sagat petig diataraya yaitu metode megajar da media pembelajara. Pemiliha salah satu metode megajar tertetu aka mempegaruhi jeis media pembelajara. Pegguaa metode da media pegajara yag tepat diharapka mampu membagkitka semagat belajar siswa da mampu membuat mahasiswa berpera aktif sehigga berpegaruh terhadap hasil belajar mahasiswa. Salah satuya dega pegguaa metode diskusi buzz group yag diragkaika dega pegguaa media poster. Berdasarka hasil peelitia utuk data post-test diperoleh bahwa ilai rata-rata siswa pada kelas eksperime dega pembelajara megguaka metode diskusi buzz group yag diragkaika dega pegguaa media poster lebih tiggi dibadigka dega kelas kotrol. Hal ii meujukka bahwa perkuliaha mekaika dega megguaka metode diskusi buzz group yag diragkaika dega pegguaa media poster dalam kegiata kuliah membuat mahasiswa dapat megikuti program perkuliaha sesuai dega kecepata da kemampua sediri, lebih bayak belajar madiri, dapat megetahui hasil belajar sediri, meekaka peguasaa baha kuliah secara optimal dibadigka dega kelas yag diajarka megguaka metode kovesioal. Kesimpula da Sara Berdasarka hasil peelitia yag diperoleh, maka dapat disimpulka bahwa ada pegaruh sigifika pegguaa metode diskusi buzz group terhadap peigkata hasil belajar mahasiswa program studi pedidika fisika FKIP Uiversitas Mataram tahu akademik 03/04 Berdasarka hasil peelitia ii, sara yag dapat peeliti sampaika adalah dalam pembelajara dega metode diskusi buzz group hedakya dilaksaaka secara berkelajuta utuk medapatka hasil yag lebih baik lagi. Ucapa Terima Kasih Peulis megucapka terima kasih kepada Lembaga Peelitia (Lemlit) Uiversitas Muhammadiyah Mataram, atas daa Hibah Peelitia Isetif Kompetitif yag telah diberika utuk peelitia selama 6 bula yaki dari bula Juli s.d. Desember 03. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. 0. Strategi Pembelajara Sekolah IPA Terpadu. Jakarta:PT Prestasi Pustakarya. Arikuto, Suharsimi. 006. Prosedur Peelitia Suatu Pedekata Praktik. Edisi Revisi. Jakarta: Rieka Cipta.03. Dasar-dasar Evaluasi. Jakarta : Rieka Cipta.00. Prosedur Peelitia Suatu Pedekata Praktik. Edisi Revisi. Jakarta: Rieka Cipta. Bahtiar. 00. Modul Strategi Belajar Megajar Sais (IPA) Fisika. Mataram : Uiversitas Muhammadiyah Mataram Mokhamad Nur Hadi, Joko. 03.Studi Komparasi Hasil Belajar Siswa Atara Model Pembelajara Kooperatif Tipe Buzz Groupda Model Pembelajara Lagsug. Jural Peelitia Pedidika Elektro. Volume 0 Nomor, Tahu 03 Diambil tagga 5 februari 03. Riduwa. 00. Metode da Tekik Meyusu Tesis. Badug : Alfabeta Subaa & Sudrajat. 005. Dasar-Dasar Peelitia Ilmiah. Badug: CV Pustaka Setia Sugiyoo. 0. Metode Peelitia Kuatitatif Kualitatif da R & D. Badug : Alfabeta Sugiyoo. 03. Statistik Utuk Peelitia. Badug : Alfabeta Sutriso. 983. Seri Fisika Dasar - Mekaika. Badug: Peerbit ITB. Triato. 00. Medesai Model Pembelajara Iovatif-Progresif. Jakarta: Preada Media Group. Paedagoria, April 04, ISSN 086-6356 Vol. 9, No.