LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2017 DAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2016 DAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL- TANGGAL 30 JUNI 2017 DAN 2016
DAFTAR ISI Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI 1 DAFTAR ISI 2 LAPORAN KEUANGAN Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2016 dan laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2017 dan 2016. Laporan Posisi Keuangan 3-4 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 5 Laporan Perubahan Ekuitas 6 Laporan Arus Kas 7 Catatan Atas Laporan Keuangan 8-40 2
LAPORAN POSISI KEUANGAN 30 JUNI 2017 DAN 31 DESEMBER 2016 Catatan (Tidak diaudit) (Diaudit) ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 2d,2e,4,28 8.115.712.412 3.526.064.738 Saldo bank yang dibatasi penggunaannya 5, 28 1.580.042.979 2.003.540.292 Piutang usaha 2e,2f,6,25,28 Pihak berelasi 3.853.255.494 2.840.303.857 Pihak ketiga 12.168.852.447 14.533.796.753 Piutang lain-lain 2e 464.887.939 510.923.182 Uang muka pembelian 2.010.843.187 611.597.666 Persediaan 2e,2g,7,11 63.089.793.369 55.360.728.016 Biaya dibayar dimuka 2h, 8 1.549.179.347 - Aset lancar lainnya 82.590.514 29.786.002 TOTAL ASET LANCAR 92.915.157.688 79.416.740.506 ASET TIDAK LANCAR Uang muka pembelian aset tetap 2e 261.625.000 261.625.000 Aset pajak tangguhan 2m,22b 7.508.956.005 8.937.401.973 Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan 2i,9 sebesar Rp247.706.957.572 pada tahun 2017 dan Rp246.319.347.698 pada tahun 2016 45.682.904.462 46.674.790.441 Properti investasi 2j,10 4.518.577.465 4.518.577.465 JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 57.972.062.932 60.392.394.879 JUMLAH ASET 150.887.220.620 139.809.135.385 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 3
LAPORAN POSISI KEUANGAN 30 JUNI 2017 DAN 31 DESEMBER 2016 Catatan (Tidak diaudit) (Diaudit) LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Pinjaman jangka pendek 2e,11,28 12.845.184.002 11.357.019.571 Utang usaha - pihak ketiga 12, 28 3.696.386.673 1.609.950.883 Utang lain-lain - pihak ketiga 380.884.482 487.605.303 Uang muka penjualan 13,25,28 Pihak berelasi - 445.553.614 Pihak ketiga 134.680.438 137.827.657 Utang pajak 2m,22a 970.465.845 170.098.803 Biaya yang masih harus dibayar 2e,14,28 825.629.411 648.854.165 JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 18.853.230.851 14.856.909.996 LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas imbalan pasca kerja 2l, 24 36.430.534.114 35.942.470.914 JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 36.430.534.114 35.942.470.914 JUMLAH LIABILITAS 55.283.764.965 50.799.380.910 EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 250 per lembar saham Modal dasar - 400.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 276.000.000 saham 15 69.000.000.000 69.000.000.000 Tambahan modal disetor 16 3.300.000.000 3.300.000.000 Komponen ekuitas lainnya 17 36.978.679.848 37.827.134.812 Defisit (13.675.224.193) (21.117.380.337) JUMLAH EKUITAS 95.603.455.655 89.009.754.475 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 150.887.220.620 139.809.135.385 - Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 4
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2017 DAN 2016 30 Juni 2017 30 Juni 2016 Catatan (Tidak diaudit) (Tidak diaudit) PENJUALAN BERSIH 2k,18,25 59.321.062.109 48.763.356.819 BEBAN POKOK PENJUALAN 2k,19,25 (41.502.963.161) (39.354.821.111) LABA KOTOR 17.818.098.948 9.408.535.708 Beban penjualan 2k, 20 (1.367.749.925) (846.805.831) Beban umum dan administrasi 2k, 21 (7.280.370.638) (7.177.698.886) LABA USAHA 9.169.978.385 1.384.030.991 Penghasilan bunga dan jasa giro 28.122.200 19.119.188 Laba selisih kurs, neto 2c 76.211 76.442.005 Beban bunga (392.229.699) (437.042.588) Lain-lain, neto 6.550 4.006 LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 8.805.953.647 1.042.553.602 BEBAN PAJAK 2m,22b Pajak kini (783.806.500) - Pajak tangguhan (1.428.445.967) (320.239.735) LABA PERIODE BERJALAN 6.593.701.180 722.313.867 PENGHASILAN (KERUGIAN) KOMPREHENSIF LAIN PERIODE BERJALAN Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi periode berikutnya Surplus revaluasi aset tetap - 809.330.497 JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 6.593.701.180 1.531.644.364 LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR 2n, 23 24 5 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 5
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2017 DAN 2016 Tambahan Surplus Modal Revaluasi Modal Disetor Disetor Aset Tetap Defisit Total Ekuitas Saldo Per 1 Januari 2016 15, 16 69.000.000.000 3.300.000.000 39.500.315.181 (18.428.707.833) 93.371.607.348 Penghasilan (kerugian) komprehensif tahun 2016 17 - - (4.361.852.873) (4.361.852.873) Dipindahkan ke saldo laba 17 (1.673.180.369) 1.673.180.369 - Saldo per 31 Desember 2016 (Diaudit) 69.000.000.000 3.300.000.000 37.827.134.812 (21.117.380.337) 89.009.754.475 Penghasilan komprehensif tahun 2017 - - - 6.593.701.180 6.593.701.180 Dipindahkan ke saldo laba 17 - - (848.454.964) 848.454.964 - Saldo per 30 Juni 2017 (Tidak diaudit) 69.000.000.000 3.300.000.000 36.978.679.848 (13.675.224.193) 95.603.455.655 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini 6
LAPORAN ARUS KAS UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2017 DAN 2016 30 Juni 2017 30 Juni 2016 (Tidak diaudit) (Tidak diaudit) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 60.193.653.967 42.255.005.713 Pembayaran kas kepada pemasok (34.653.421.823) (22.945.767.328) Pembayaran kas kepada karyawan (21.349.554.181) (20.457.961.585) Kas diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi 4.190.677.963 (1.148.723.200) Penerimaan restitusi pajak penghasilan - 1.192.167.538 Pembayaran pajak penghasilan 22b (353.792.700) (469.093.295) Pembayaran bunga dan beban keuangan (392.229.699) (437.042.588) Penerimaan penghasilan bunga 28.122.200 19.119.188 Kas Bersih Diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Operasi 3.472.777.764 (843.572.357) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap 9 (395.723.895) (59.771.000) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (395.723.895) (59.771.000) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan pinjaman jangka pendek 12.475.926.204 14.126.577.580 Pembayaran pinjaman jangka pendek (10.918.734.569) (11.812.184.456) Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 1.557.191.635 2.314.393.124 KENAIKAN KAS DAN SETARA KAS 4.634.245.504 1.411.049.767 KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 4 3.526.064.738 2.264.143.520 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (44.597.830) (168.570.424) KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 4 8.115.712.412 3.506.622.863 Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini (3.911.813.551) 7
1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT Kedaung Indah Can Tbk ("Entitas") didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo Undang-Undang No. 12 tahun 1970, berdasarkan akta notaris No. 37 tanggal 11 Januari 1974 dari Julian Nimrod Siregar Gelar Mangaradja Namora, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/239/18, tanggal 24 Juli 1975 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 27 tanggal 2 April 1976, Tambahan No. 237. Anggaran dasar Entitas telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris No. 25, tanggal 28 Juni 2016 dari Marcivia Rahmani, S.H., Mkn., notaris di Jakarta. Anggaran dasar ini telah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan telah disetujui melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0064285, tanggal 5 Juli 2016 yang isinya antara lain mengenai pemecahan nominal saham Entitas. Entitas berdomisili di Jalan Raya Rungkut No.15-17, Surabaya dengan pabrik berlokasi di tempat yang sama. Entitas tergabung dalam kelompok usaha Kedaung Group dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1975. Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar Entitas, ruang lingkup kegiatan Entitas terutama meliputi industri peralatan dapur dari logam dan produk sejenis serta industri kaleng dan produk sejenis. Jumlah karyawan Entitas rata-rata 707 karyawan pada tahun 2017 dan 727 karyawan pada tahun 2016. Susunan pengurus Entitas pada tanggal 30 Juni 2017 adalah sebagai berikut: Komisaris Utama : Philip Lam Tin Sing Komisaris : Djoni Sukohardjo Komisaris Independen : Eli Rosiana, SE Direktur Utama Direktur Direktur : Ir. Ratna Setyakusuma : Ir. I Made Indrawan : Hadi Muliyono, SE, Ak. b. Penawaran Umum Efek Entitas Pada tanggal 7 Oktober 1993 Entitas memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1733/PM/1993 untuk melakukan penawaran umum atas 10.000.000 saham Entitas kepada masyarakat. Pada tanggal 28 Oktober 1993, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 30 Juni 2017 and 2016, seluruh saham Entitas atau sejumlah masing-masing 276.000.000 dan 138.000.000 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING Manajemen Entitas bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan ini yang diselesaikan pada tanggal 24 Juli 2017. a. Pernyataan Kepatuhan Laporan keuangan ini disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ("SAK"). Kebijakan akuntansi yang dipakai telah sesuai dengan kebijakan yang dipakai untuk menyusun laporan keuangan sebagaimana dijelaskan di bawah ini. b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ( PSAK ) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ( ISAK ) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan ( DSAK ) Ikatan Akuntan Indonesia dan peraturan-peraturan mengenai Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (dahulu BAPEPAM-LK) sesuai dengan Surat Keputusan No.Kep-347/BL/2012 tertanggal 25 Juni 2012. 8
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan) Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep harga perolehan menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Transaksi-transaksi yang termasuk dalam laporan keuangan Entitas diukur dengan mata uang lingkungan ekonomi utama ("mata uang fungsional"). Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan penyajian. Estimasi dan pertimbangan akuntansi yang signifikan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Entitas diungkapkan pada catatan 3. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ( PSAK ) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ( ISAK ) Penerapan dari perubahan standar akuntansi berikut, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2016 dan relevan bagi Entitas namun tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Entitas dan tidak memberikan dampak yang material terhadap jumlah yang dilaporkan di laporan keuangan tahun berjalan: a. Amandemen PSAK 4 Laporan keuangan tersendiri ; b. Amandemen PSAK 5 Segmen operasi ; c. Amandemen PSAK 7 Pengungkapan pihak pihak berelasi ; d. Amandemen PSAK 15 Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama ; e. Amandemen PSAK 16 Aset tetap ; f. Amandemen PSAK 19 Aset takberwujud ; g. Amandemen PSAK 22 Kombinasi bisnis ; h. Amandemen PSAK 24 Imbalan kerja ; i. Amandemen PSAK 25 Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi dan kesalahan ; j. Amandemen PSAK 53 Pembayaran berbasis saham ; k. Amandemen PSAK 65 Laporan keuangan konsolidasian ; l. Amandemen PSAK 66 Pengaturan bersama ; m. Amandemen PSAK 67 Pengungkapan kepentingan dalam entitas lain ; n. Amandemen PSAK 68 Pengukuran nilai wajar ; o. ISAK 30 Pungutan. Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan dan relevan bagi Entitas, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2017, dan tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Entitas dan tidak memberikan dampak yang material terhadap jumlah yang dilaporkan di laporan keuangan tahun berjalan, adalah sebagai berikut: a. Amandemen PSAK 1 "Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa Pengungkapan"; b. ISAK 31 Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 13 Properti Investasi. c. Transaksi dan Saldo Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing Pembukuan Entitas diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca), aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. 9
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) c. Transaksi dan Saldo Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing (lanjutan) Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing adalah sebagai berikut: Dolar Amerika Serikat 1/Rupiah 13.320 13.436 Dolar Singapura 1/Rupiah 9.590 9.299 Ringgit Malaysia 1/Rupiah 3.110 2.996 d. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. e. Instrumen Keuangan Entitas telah menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2014), "Instrumen Keuangan: Penyajian", PSAK No. 55 (Revisi 2014), "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran", dan PSAK No. 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan. PSAK No. 50 (Revisi 2014), mengatur lebih dalam kriteria mengenai hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan kriteria penyelesaian secara neto. PSAK No. 55 (Revisi 2014), menambah pengaturan kriteria instrumen lindung nilai yang dianggap telah kadaluarsa atau telah dihentikan, serta ketentuan untuk mencatat instrumen keuangan pada tanggal pengukuran dan pada tanggal setelah pengakuan awal. PSAK No. 60 (Revisi 2014), menambah pengaturan pengungkapan saling hapus dengan informasi kuantitatif dan kualitatif, serta pengungkapan mengenai pengalihan instrumen keuangan. Penerapan PSAK revisi baru tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan dalam laporan keuangan. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok berikut: 1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif adalah aset keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan, yaitu jika dimiliki terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat atau terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini. Investasi dalam efek yang termasuk dalam kelompok ini dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba (rugi) yang belum direalisasi pada tanggal laporan posisi keuangan dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. Pada tahun 2017 dan 2016, Entitas tidak mempunyai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif. 2. Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Manajemen mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. 10
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Pada saat pengakuan awal, investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif. Pada tahun 2017 dan 2016, Entitas tidak mempunyai aset keuangan berupa investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo. 3. Pinjaman yang diberikan dan piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya, ditambah dengan biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan dan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali untuk pinjaman yang diberikan dan piutang jangka pendek dimana perhitungan bunga tidak material. Pada tahun 2017 dan 2016, pinjaman yang diberikan dan piutang meliputi kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian dan uang muka pembelian aset tetap. 4. Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang yang tidak memenuhi kriteria kelompok lainnya. Aset keuangan ini dicatat sebesar nilai wajar. Selisih antara nilai perolehan dan nilai wajar merupakan laba (rugi) yang belum direalisasikan pada tanggal laporan posisi keuangan yang disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Pada tahun 2017 dan 2016, Entitas tidak mempunyai aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual. Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok berikut: 1. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif Nilai wajar liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif adalah liabilitas keuangan yang dapat dipindahtangankan dalam waktu dekat. Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Pada tahun 2017 dan 2016, Entitas tidak mempunyai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif. 2. Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif dikategorikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Pada tahun 2017 dan 2016, Entitas mempunyai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi meliputi utang usaha, utang lain-lain, biaya yang masih harus dibayar, pinjaman jangka pendek, dan uang muka penjualan. 11
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) Penurunan nilai aset keuangan, pinjaman yang diberikan dan piutang: Pada setiap tanggal pelaporan, Entitas mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal. Bukti obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai meliputi: - Kesulitan keuangan signifikan yang dialami pihak peminjam atau penerbit instrumen keuangan; - Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; - Pihak pemberi pinjaman, dengan alasan ekonomi atau hukum sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, memberikan keringanan (konsesi) pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut; - Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya; - Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan. Saling hapus instrumen keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan (neraca) ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. f. Piutang Usaha Piutang usaha diakui dan disajikan sebesar nilai realisasi neto. Cadangan penurunan nilai piutang ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masingmasing pelanggan pada akhir tahun. g. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. h. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar di muka diamortisasi selama manfaat masing-masing beban dengan menggunakan metode garis lurus. 12
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) i. Aset Tetap Per 31 Desember 2015, Entitas mengubah kebijakan akuntansi dari model biaya ke model revaluasi dalam pengukuran aset tetap bangunan dan prasarana, serta mesin dan perlengkapan. Perubahan tersebut berlaku secara prospektif. Bangunan dan prasarana, serta mesin dan perlengkapan dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal laporan posisi keuangan. Kenaikan yang berasal dari revaluasi bangunan dan prasarana, mesin dan perlengkapan diakui pada penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian komponen ekuitas lainnya, kecuali sebelumnya penurunan revaluasi atas aset yang sama pernah diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan revaluasi hingga sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laporan laba rugi. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi bangunan, prasarana, serta mesin dan perlengkapan dibebankan dalam laporan laba rugi apabila penurunan tersebut melebihi saldo surplus revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada. Surplus revaluasi bangunan dan prasarana, serta mesin dan perlengkapan yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya. Akan tetapi, sebagian surplus revaluasi tersebut dapat dialihkan sejalan dengan penggunaan aset oleh Entitas. Dalam kasus tersebut, surplus revaluasi yang dialihkan ke saldo laba adalah sebesar perbedaan antara jumlah penyusutan berdasarkan nilai revaluasian aset dan jumlah penyusutan berdasarkan biaya perolehan awalnya. Pengalihan surplus revaluasi ke saldo laba tidak dilakukan melalui laba rugi. Aset tetap kecuali bangunan dan prasarana, serta mesin dan perlengkapan, dinyatakan menurut harga perolehan setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Penyusutan aset tetap dihitung dengan metode garis lurus. Masa manfaat aset tetap diestimasikan sebagai berikut: Tahun Bangunan dan prasarana 25 Mesin dan perlengkapan 15 Peralatan kantor 10 Kendaraan 8 Biaya perbaikan dan perawatan dibebankan langsung ke perhitungan laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya tersebut; sedangkan biaya-biaya yang berjumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara signifikan dikapitalisasi. Apabila suatu aset tetap tidak lagi digunakan atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi penyusutan aset tersebut dikeluarkan dari akun aset tetap dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diperhitungkan ke laba rugi tahun berjalan. Aset dalam pelaksanaan merupakan akumulasi dari biaya-biaya pembelian bahan dan peralatan serta biaya konstruksi lainnya hingga aset tersebut selesai dan siap untuk digunakan. Biaya-biaya ini dipindahkan ke akun aset tetap pada saat pekerjaan selesai dan aset tersebut siap untuk digunakan. 13
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) j. Properti Investasi Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau lessee/penyewa melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk: a. Digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; b. Dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. Properti investasi diukur sebesar nilai perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan setiap akumulasi kerugian penurunan nilai. Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. k. Pengakuan Pendapatan dan Beban Penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan penjualan ekspor diakui pada saat barang dikapalkan (F.O.B. Shipping Point). Beban diakui sesuai manfaatnya pada periode yang bersangkutan (accrual basis). l. Liabilitas diestimasi atas imbalan pasca kerja karyawan Entitas mencatat penyisihan manfaat untuk memenuhi dan menutup imbalan minimum yang harus dibayar kepada karyawan-karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No.13/2003 ( Undang-undang Tenaga Kerja ). Entitas telah menerapkan PSAK 24 (revisi 2013), "Imbalan Kerja". PSAK ini menghilangkan mekanisme koridor dan pengungkapan liabilitas kontijensi untuk menyederhanakan klasifikasi dan pengungkapan. Berdasarkan PSAK ini, biaya imbalan pasca kerja menggunakan metode "Projected Unit Credit". Akumulasi keuntungan aktuarial yang belum diakui atau kerugian yang terjadi diakui sebagai "Penghasilan Komprehensif Lain" dan disajikan pada bagian ekuitas. Biaya jasa lalu dibebankan langsung pada laba rugi. Biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada tanggal yang lebih awal antara: a. Ketika amandemen atau kurtailmen terjadi, dan b. Ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi atau pesangon. Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas imbalan kerja neto. Entitas mengakui terjadinya perubahan terhadap liabilitas imbalan kerja neto pada Beban Umum dan Administrasi yang sesuai dalam laporan laba rugi: a. Biaya jasa yang terdiri atas, biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan dan kerugian dari kurtailmen dan penyelesaian tidak rutin dan b. Beban atau penghasilan bunga neto. Keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian suatu program imbalan pasti diakui ketika kurtailmen atau penyelesaian terjadi. Kurtailmen terjadi apabila salah satu dari kondisi berikut terpenuhi: a. Menunjukkan komitmennya untuk mengurangi secara signifikan jumlah pekerja yang ditanggung oleh program; atau b. Mengubah ketentuan dalam program imbalan pasti yang menyebabkan bagian yang signifikan dari jasa masa depan pekerja tidak lagi memberikan imbalan atau memberikan imbalan yang lebih rendah. Liabilitas imbalan kerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan merupakan nilai kini liabilitas imbalan pasti. 14
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) m. Pajak Penghasilan Entitas menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2014), Pajak Penghasilan, yang memberikan tambahan pengaturan untuk aset dan liabilitas pajak tangguhan yang berasal dari aset yang tidak disusutkan yang diukur dengan menggunakan model revaluasi, dan yang berasal dari properti investasi yang diukur dengan menggunakan model nilai wajar. Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak penghasilan tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laporan laba rugi, kecuali apabila pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui ke ekuitas dan penghasilan komprehensif lainnya. Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal posisi keuangan. Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan menggunakan balance sheet liability method, untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan dan yang akan digunakan pada saat aset pajak tangguhan dipulihkan atau liabilitas pajak tangguhan dilunasi. Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal pada masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Jika aset direvaluasi untuk tujuan pajak dan revaluasi tersebut terkait dengan akuntansi revaluasi suatu periode lebih awal, atau revaluasi yang diharapkan akan dilaksanakan pada periode masa depan, maka pengaruh pajak baik aset revaluasi maupun penyesuaian dasar pengenaan pajak diakui dalam penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Akan tetapi, jika revaluasi untuk tujuan pajak tidak terkait dengan akuntansi revaluasi suatu periode lebih awal, atau revaluasi yang diharapkan dilaksanakan pada periode masa depan, maka dampak penyesuaian atas dasar pengenaan pajak tersebut diakui dalam laba rugi. Aset pajak tangguhan diakui apabila besar kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi dengan kerugian pajak yang tidak digunakan dan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan. n. Laba per Saham Dasar Laba per saham dasar dihitung dengan membagi pendapatan komprehensif pada periode berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. o. Informasi Segmen Entitas menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), "Segmen Operasi". PSAK revisi ini memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. p. Penurunan nilai aset non-keuangan Pada setiap akhir tahun pelaporan, Entitas menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian tahunan penurunan nilai aset (yaitu aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, aset takberwujud yang belum dapat digunakan, atau goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis) diperlukan, maka Entitas membuat estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut. 15
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) p. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan) Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau Unit Penghasil Kas ( UPK ) dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai biaya Rugi Penurunan Nilai. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Entitas menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia. Penilaian dilakukan pada setiap akhir tahun pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, setelah dikurangi penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di tahun mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. q. Transaksi dengan pihak berelasi Entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.7, "Pengungkapan Pihak-Pihak yang berelasi". Seluruh transaksi dan saldo material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan (lihat catatan 24). 3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. Pertimbangan Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan. 16
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan) Pertimbangan (lanjutan) Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Entitas seperti diungkapkan pada catatan 2.e. Pajak Penghasilan Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Entitas mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Estimasi dan asumsi Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode/tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Entitas mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Entitas. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. Imbalan pasca kerja Penentuan liabilitas dan imbalan pasca kerja Entitas bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Entitas langsung diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya. Sementara Entitas berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Entitas dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan pasca kerja dan beban imbalan pasca kerja. Nilai tercatat atas liabilitas diestimasi atas imbalan kerja Entitas pada masing-masing pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp36.430.534.114 dan Rp35.942.470.914. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam catatan 24. Penyusutan aset tetap Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 8 sampai dengan 25 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Entitas menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat neto atas aset tetap Entitas masingmasing pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp45.682.904.462 dan Rp46.674.790.441. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam catatan 9. 17
4. KAS DAN SETARA KAS Akun ini terdiri dari: Kas 319.239.129 180.870.416 Bank Pihak ketiga Rupiah PT Bank CTBC Indonesia 3.066.973.900 1.869.526.814 PT Bank Central Asia Tbk 141.106.919 742.465.857 PT Bank CIMB Niaga Tbk 8.298.936 11.700.044 PT Bank UOB Buana Tbk 2.785.454 114.811.388 PT Bank Mandiri Tbk 697.000 - Dollar Amerika Serikat PT Bank CTBC Indonesia 4.479.499.616 508.388.143 PT Bank Central Asia Tbk 97.111.458 98.302.076 Jumlah 8.115.712.412 3.526.064.738 Entitas tidak mempunyai saldo kas dan setara kas pada pihak berelasi. 5. SALDO BANK YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA Saldo bank pada PT Bank CTBC Indonesia yang dibatasi penggunaannya terdiri dari : Rekening Giro Dollar Amerika Serikat 425.319.188 309.696.307 Rupiah 372.134.228 905.833.999 Deposito Berjangka Dollar Amerika Serikat 622.414.163 627.834.586 Rupiah 160.175.400 160.175.400 Jumlah 1.580.042.979 2.003.540.292 Tingkat bunga deposito berjangka per tahun Rupiah 6,25% 6,25% Dollar Amerika Serikat 0,75% 0,75% Saldo rekening giro yang dibatasi penggunaannya dijaminkan untuk penerbitan Letter of Credit (fasilitas kredit L/C) dari PT Bank CTBC Indonesia (lihat Catatan 11) dengan jangka waktu kurang dari satu tahun. Sedangkan saldo deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito berjangka yang ditempatkan di PT Bank CTBC Indonesia yang digunakan sebagai jaminan berlangganan gas kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Entitas tidak memiliki hubungan istimewa dengan bank dimana rekening giro dan deposito berjangka tersebut ditempatkan. 18
6. PIUTANG USAHA Akun ini terdiri dari: a. Berdasarkan pelanggan Pihak yang berelasi PT Kedawung Subur 1.232.957.954 675.169.886 PT Kedaung Sentra Distribusi 1.206.238.950 1.245.863.931 PT Kedawung Surya Industrial 916.124.382 518.460.387 PT Kedaung Medan Industrial 316.214.735 224.471.460 PT Kedaung Industrial 176.338.193 176.338.193 Komodo International Corporation 5.381.280 - Sub Jumlah 3.853.255.494 2.840.303.857 Pihak ketiga Pelanggan dalam negeri 7.626.628.533 9.999.256.238 Pelanggan luar negeri 4.542.223.914 4.534.540.515 Sub Jumlah 12.168.852.447 14.533.796.753 Jumlah 16.022.107.941 17.374.100.610 b. Jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut: Belum jatuh tempo 13.270.666.671 11.689.455.349 Lewat jatuh tempo 1 s/d 30 hari 1.829.416.067 3.194.784.706 Lebih dari 30 hari 922.025.203 2.489.860.555 Jumlah 16.022.107.941 17.374.100.610 c. Jumlah piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: Rupiah 11.474.502.747 12.839.560.095 Dollar Amerika Serikat 4.547.605.194 4.534.540.515 Jumlah 16.022.107.941 17.374.100.610 Pada tahun 2017 dan 2016, manajemen tidak melakukan penyisihan piutang ragu-ragu, karena manajemen berkeyakinan bahwa kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang usaha di kemuadian hari adalah sangat kecil. Piutang usaha Entitas kepada pihak yang berelasi dan kepada pihak ketiga tidak ada yang digunakan sebagai jaminan pinjaman Entitas. 19
7. PERSEDIAAN Akun ini terdiri dari: Barang jadi 24.049.234.585 20.548.661.364 Bahan baku 19.883.468.134 18.697.829.376 Barang dalam proses 17.970.343.497 14.846.098.109 Bahan pembantu 1.186.747.153 1.268.139.167 Jumlah 63.089.793.369 55.360.728.016 Pada tahun 2017 dan 2016, manajemen tidak melakukan penyisihan penurunan nilai persediaan karena manajemen berpendapat bahwa persediaan yang ada dalam kondisi baik dan tidak mengalami keusangan atau penurunan nilai. Seluruh persediaan Entitas pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 telah diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia terhadap resiko kebakaran, pencurian dan resiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar US$ 4.000.000 dan US$ 3.000.000 pada tahun 2017 dan 2016. Manajemen berpendapat jumlah pertanggungan asuransi tersebut adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas resiko yang mungkin dialami Entitas. Sejumlah persediaan senilai US$ 100.000 dan Rp 23.000.000.000 masing-masing pada tahun 2017 dan 2016, dijaminkan untuk pinjaman jangka pendek masing-masing kepada Combined Way Ltd. Hongkong dan PT Bank CTBC Indonesia (lihat Catatan 11). 8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA Akun ini merupakan pembayaran biaya dibayar dimuka yang terdiri dari pembayaran premi asuransi kerugian kepada PT Asuransi Central Asia atas pertanggungan asuransi terhadap aset Entitas berupa persediaan dan aset tetap (Catatan 7 dan 9) serta pembayaran atas tunjangan hari raya untuk karyawan, yang masing-masing sebesar Rp208.920.006 dan Rp1.340.259.341 di periode 30 Juni 2017. 9. ASET TETAP Biaya perolehan: 1 Januari 2017 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Jumlah sebelum penyesuaian revaluasi Surplus revaluasi 30 Juni 2017 Bangunan dan prasarana 63.602.303.727 149.967.229 - - 63.752.270.956-63.752.270.956 Mesin dan perlengkapan 216.754.377.568 152.042.662 - - 216.906.420.230-216.906.420.230 Peralatan kantor 11.306.193.137 93.714.004 - - 11.399.907.141-11.399.907.141 Kendaraan 1.331.263.707 - - - 1.331.263.707-1.331.263.707 Jumlah 292.994.138.139 395.723.895 - - 293.389.862.034-293.389.862.034 Akumulasi penyusutan: Bangunan dan prasarana 38.824.703.727 522.545.522 - - 39.347.249.249-39.347.249.249 Mesin dan perlengkapan 195.545.081.768 761.817.719 - - 196.306.899.487-196.306.899.487 Peralatan kantor 10.794.979.700 54.137.405 - - 10.849.117.105-10.849.117.105 Kendaraan 1.154.582.503 49.109.228 - - 1.203.691.731-1.203.691.731 Jumlah 246.319.347.698 1.387.609.874 - - 247.706.957.572-247.706.957.572 Jumlah Tercatat 46.674.790.441 45.682.904.462-45.682.904.462 20
9. ASET TETAP (lanjutan) Biaya perolehan: 1 Januari 2016 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Jumlah sebelum penyesuaian revaluasi Surplus revaluasi 31 Desember 2016 Bangunan dan prasarana 63.602.303.727 - - - 63.602.303.727-63.602.303.727 Mesin dan perlengkapan 216.458.168.566 296.209.002 - - 216.754.377.568-216.754.377.568 Peralatan kantor 11.276.555.594 29.637.543 - - 11.306.193.137-11.306.193.137 Kendaraan 1.331.263.707 - - - 1.331.263.707-1.331.263.707 Jumlah 292.668.291.594 325.846.545 - - 292.994.138.139-292.994.138.139 Akumulasi penyusutan: Bangunan dan prasarana 37.792.303.727 1.032.400.000 - - 38.824.703.727-38.824.703.727 Mesin dan perlengkapan 194.042.168.566 1.502.913.202 - - 195.545.081.768-195.545.081.768 Peralatan kantor 10.680.149.324 114.830.376 - - 10.794.979.700-10.794.979.700 Kendaraan 1.044.168.867 110.413.636 - - 1.154.582.503-1.154.582.503 Jumlah 243.558.790.484 2.760.557.214 - - 246.319.347.698-246.319.347.698 Jumlah Tercatat 49.109.501.110 46.674.790.441-46.674.790.441 Penilaian atas nilai wajar aset tetap per 31 Desember 2015 berupa bangunan dan prasarana, mesin dan perlengkapan dilakukan oleh penilai independen yang telah teregistrasi di Otoritas Jasa Keuangan, Kantor Jasa Penilai Publik Achmanan Satria Pangaloan & Rekan, dengan laporan No.001/KJPP-ASP.01/PEN/I/2016 tertanggal 11 Januari 2016. Rincian dari bangunan dan prasarana, mesin dan perlengkapan serta informasi mengenai hirarki nilai wajar per 31 Desember 2015, adalah sebagai berikut: Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Bangunan dan prasarana - - Mesin dan perlengkapan - - Berdasarkan laporan penilaian tersebut dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditentukan berdasarkan transaksi terkini dalam ketentuan yang wajar dan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.C.4 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian aset di pasar modal. Metode penilaian yang digunakan adalah pendekatan penilaian tertinggi dan terbaik. Selisih nilai wajar aset dengan nilai tercatat dikurangi dengan pajak penghasilan terkait, dibukukan pada penghasilan komprehensif lainnya dan akumulasinya dalam ekuitas pada bagian Surplus Revaluasi Aset Tetap". Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Pemilikan langsung: 2017 2016 Biaya pabrikasi 1.304.043.655 1.288.202.647 Beban umum dan administrasi (Catatan 21) 83.566.219 88.237.925 Jumlah 1.387.609.874 1.376.440.572 Seluruh aset tetap Entitas telah diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar US$4.650.000 dan Rp 502.000.000 pada 30 Juni 2017 dan US$6.150.000 dan Rp 552.000.000 pada 31 Desember 2016. Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Gedung dan bangunan pabrik milik Entitas didirikan di atas tanah yang disewa dari PT Kedawung Subur, pihak yang berelasi, dengan masa sewa sesuai dengan Hak Guna Bangunan (HGB) yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2029 dan dapat diperpanjang (lihat Catatan 25 dan 27). 21
9. ASET TETAP (lanjutan) Manajemen Entitas telah melakukan pengkajian ulang atas estimasi umur ekonomis, metode penyusutan dan nilai residu pada setiap akhir pelaporan. Manajemen Entitas menyatakan bahwa tidak terdapat aset tetap yang masih memiliki nilai buku namun berhenti beroperasi. Per 30 Juni 2017 dan per 31 Desember 2016, jika aset tetap berupa bangunan dan prasarana, mesin dan perlengkapan dicatat sebesar biaya perolehan, nilai tercatatnya adalah sebagai berikut : Bangunan dan prasarana 3.513.539.785 3.552.435.796 Mesin dan perlengkapan 3.213.472.775 3.298.782.455 Jumlah 6.727.012.560 6.851.218.251 Menurut pendapat pihak manajemen, nilai wajar aset tetap per 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut : Peralatan kantor 550.790.036 511.213.437 Kendaraan 127.571.976 176.681.204 Jumlah 678.362.012 687.894.641 Per 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016, manajemen Entitas menyatakan bahwa tidak terjadi penurunan nilai yang signifikan terdapat nilai tercatat aset tetap. 10. PROPERTI INVESTASI Akun ini terdiri dari tanah milik Entitas yang berlokasi di : 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 Porong, Sidoarjo 2.552.890.925 Sumberejo, Surabaya 1.965.686.540 Jumlah Tercatat 4.518.577.465 Pada tahun 2006 terjadi semburan lumpur dari Lapindo Brantas Incorporation (Lapindo) yang merusak tanah Porong. Pada tanggal 18 Januari 2007, Entitas mengajukan klaim atas rusaknya lahan kepada Lapindo sesuai dengan Surat No.015/KIC-DIR/I/2007, sebesar Rp21.413.000.000. Per 30 Juni 2017 klaim tersebut masih dalam proses penyelesaian. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset tersebut. Nilai properti investasi pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp 4.518.577.465, yang berasal dari dasar penilaian manajemen yang dilakukan berdasarkan metode biaya. Menurut pendapat pihak manajemen, nilai wajar atas properti investasi yang dimiliki saat ini pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 adalah masing-masing sebesar Rp41.600.000.000 sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) terakhir. 22
11. PINJAMAN JANGKA PENDEK Saldo pinjaman jangka pendek per tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut : PT Bank CTBC Indonesia 11.513.184.002 10.013.419.571 Combined Way Ltd. 1.332.000.000 1.343.600.000 Jumlah 12.845.184.002 11.357.019.571 Pinjaman jangka pendek dari PT Bank CTBC Indonesia Entitas memperoleh fasilitas pinjaman jangka pendek dari PT Bank CTBC Indonesia yang efektif sejak tanggal 4 Juli 2008, di mana perjanjian fasilitas kredit ini telah beberapa kali diperpanjang, dan terakhir adalah Perubahan Atas Perjanjian Fasilitas Kredit No.CTBCI SBY- 751/VII-2016 tertanggal 25 Juli 2016. Adapun fasilitas pinjaman jangka pendek dari PT Bank CTBC Indonesia tersebut mencakup: 1. Fasilitas Surat Kredit Berdokumen (L/C) dalam bentuk sight termasuk juga L/C lokal dengan limit yang semula sebesar USD1.000.000, kemudian ditingkatkan hingga mencapai limit USD2.250.000. Fasilitas Surat Kredit Berdokumen (L/C) tersebut hanya diterbitkan untuk impor bahan baku dan pembelian lokal dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk sebagai pemasok utama Entitas. 2. Entitas mendapat tambahan fasilitas kredit berupa Akad Trust. Fasilitas kredit Akad Trust ini dapat digunakan secara bersama-sama dengan Fasilitas Surat Kredit Berdokumen atas Unjuk (Sight L/C) sampai jumlah yang tidak melebihi limit sebesar USD2.250.000. Jangka waktu setiap penarikan fasilitas Akad Trust ini adalah maksimal selama 120 hari sejak tanggal pemakaian. 3. Fasilitas pinjaman jangka pendek yang semula sebesar USD500.000 kemudian ditingkatkan dan diberikan sampai dengan jumlah tidak melebihi USD1.250.000. Jangka waktu setiap penarikan fasilitas pinjaman jangka pendek ini adalah maksimal selama 180 hari sejak tanggal pemakaian. 4. Fasilitas pinjaman bank garansi yang semula sebesar USD500.000 kemudian ditingkatkan dan diberikan sampai jumlah tidak melebihi USD2.250.000. Keseluruhan fasilitas kredit di atas berlaku sampai dengan tanggal 27 Juli 2017, dan dapat diperpanjang. Tingkat bunga yang dikenakan untuk penarikan pinjaman jangka pendek dalam mata uang Rupiah masing-masing pada tahun 2017 dan 2016 adalah sebesar 10,75% dan 11,50%, sedangkan untuk penarikan pinjaman dalam mata uang Dollar Amerika Serikat pada tahun 2017 dan 2016 adalah masing-masing sebesar 4,75% dan 5,25%. Fasilitas kredit dari PT Bank CTBC Indonesia tersebut dijamin dengan: - Rekening escrow pada PT Bank CTBC Indonesia dengan nilai minimal sebesar 20% dari setiap nilai Letter of Credit yang diterbitkan. - Jaminan fidusia atas persediaan, dengan nilai jaminan sebesar Rp23.000.000.000 (lihat Catatan 7). Saldo pinjaman pada PT Bank CTBC Indonesia per tanggal 30 Juni 2017 adalah sebesar Rp11.513.184.002 yang terdiri dari pinjaman dalam uang Dollar Amerika Serikat sebesar USD471.885,35 atau ekuivalen sebesar Rp6.285.512.862 dan pinjaman dalam mata uang Rupiah yaitu sebesar Rp5.227.671.140. Sedangkan Saldo pinjaman pada PT Bank CTBC Indonesia per tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp10.013.419.571 yang terdiri dari pinjaman dalam uang Dollar Amerika Serikat sebesar USD460.461,23 atau ekuivalen sebesar Rp6.186.757.086 dan pinjaman dalam mata uang Rupiah yaitu sebesar Rp3.826.662.485. 23
11. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan) Pinjaman jangka pendek dari Combined Way Ltd. Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit No.CW20090402.KIC, tertanggal 2 April 2009, Entitas menandatangani Perjanjian Kredit dengan Combined Way Ltd. Hongkong berupa Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan limit kredit sebesar USD200.000, dengan tingkat suku bunga sebesar 1%. Pinjaman tersebut dijamin dengan persediaan yang dimiliki Entitas dengan nilai yang tidak kurang dari USD100.000 (lihat catatan 7). Perjanjian tersebut sudah beberapa kali mengalami perubahan, dengan perubahan terakhir berdasarkan amandemen keempat Perjanjian Kredit No.CW20170402.KIC tertanggal 2 April 2017, sehingga fasilitas kredit ini akan jatuh tempo pada tanggal 2 April 2019. Syarat, kondisi dan jaminan atas pinjaman tersebut sama dengan perjanjian awal. Per 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016, saldo pinjaman tersebut senilai USD100.000 atau masing-masing setara dengan Rp1.332.000.000 dan Rp1.343.600.000. Pinjaman jangka pendek tersebut di atas tidak mempersyaratkan adanya ketentuan yang penting selain sejumlah jaminan yang telah disebutkan di atas. Per 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016, Entitas tidak memiliki saldo pinjaman jangka pendek dari pihak yang berelasi. 12. UTANG USAHA Akun ini merupakan utang usaha pihak ketiga dari pemasok dalam dan luar negeri. Klasifikasi utang usaha berdasarkan kelompok umur dan mata uang adalah sebagai berikut : Berdasarkan umur (hari) : Belum jatuh tempo 2.896.885.528 1.286.426.114 Lewat jatuh tempo 1 s/d 30 hari 795.560.425 188.957.943 Lebih dari 30 hari 3.940.720 134.566.826 Jumlah 3.696.386.673 1.609.950.883 Berdasarkan mata uang : Rupiah 3.170.886.033 1.182.766.699 Dollar Amerika Serikat 525.500.640 427.184.184 Jumlah 3.696.386.673 1.609.950.883 Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku utama dan pembantu baik dari pemasok dalam maupun luar negeri berkisar 15 sampai 120 hari. Entitas tidak memiliki utang usaha yang dilakukan kepada pihak yang berelasi dan tidak ada jaminan yang diberikan Entitas atas saldo utang usaha tersebut diatas. 24
13. UANG MUKA PENJUALAN Saldo uang muka penjualan per tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut : Pihak berelasi Komodo International Corporation - 445.553.614 Sub jumlah - 445.553.614 Pihak ketiga Pelanggan luar negeri 127.255.151 130.402.023 Pelanggan dalam negeri 7.425.287 7.425.634 Sub jumlah 134.680.438 137.827.657 Jumlah 134.680.438 583.381.271 14. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR Akun ini terdiri dari: Biaya gas 270.652.003 361.032.794 Sewa tanah 300.000.000 - Biaya lain-lain 254.977.408 287.821.371 Jumlah 825.629.411 648.854.165 15. MODAL SAHAM Susunan dan komposisi pemegang saham Entitas pada 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 masing-masing adalah sebagai berikut : 30 Juni 2017 Persentase Jumlah Modal Nama Pemegang Saham Lembar Saham Pemilikan Disetor PT Kedawung Subur 120.390.280 43,62% 30.097.570.000 DK Lim & Sons Investment Pte. Ltd. 86.664.000 31,40% 21.666.000.000 Bank of Singapore Limited 21.807.100 7,90% 5.451.775.000 Djoni Sukoharjo, Komisaris 625.400 0,23% 156.350.000 Phillp Lam Tin Sing, Komisaris Utama 760 0,00% 190.000 Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 46.512.460 16,85% 11.628.115.000 Jumlah 276.000.000 100,00% 69.000.000.000 31 Desember 2016 Persentase Jumlah Modal Nama Pemegang Saham Lembar Saham Pemilikan Disetor PT Kedawung Subur 120.390.280 43,62% 30.097.570.000 DK Lim & Sons Investment Pte. Ltd. 86.664.000 31,40% 21.666.000.000 UOB Kay Hian Pte Ltd 22.192.800 8,04% 5.548.200.000 Djoni Sukoharjo, Komisaris 625.400 0,23% 156.350.000 Phillp Lam Tin Sing, Komisaris Utama 760 0,00% 190.000 Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 46.126.760 16,71% 11.531.690.000 Jumlah 276.000.000 100,00% 69.000.000.000 25
16. TAMBAHAN MODAL DISETOR Akun ini merupakan agio saham atas emisi saham pada penawaran umum dan pembagian dividen saham dan saham bonus, dengan rincian sebagai berikut: 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 Harga Penawaran/Pasar Penawaran umum 10.000.000 saham x Rp 2.600 26.000.000.000 Pembagian dividen saham 3.000.000 saham x Rp 2.100 6.300.000.000 Jumlah 32.300.000.000 Nilai Nominal Penawaran umum (10.000.000.000) Pembagian dividen saham (3.000.000.000) Pembagian saham bonus (16.000.000.000) Jumlah (29.000.000.000) Tambahan Modal Disetor 3.300.000.000 17. KOMPONEN EKUITAS LAIN Komponen ekuitas lainnya per 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut : Surplus revaluasi aset tetap Saldo awal 37.827.134.812 39.500.315.181 Peningkatan - - Pengurangan (848.454.964) (1.673.180.369) Jumlah 36.978.679.848 37.827.134.812 18. PENJUALAN BERSIH Penjualan untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut: 2017 2016 Lokal 41.183.114.625 38.174.787.297 Ekspor 18.162.696.284 10.660.311.022 Jumlah 59.345.810.909 48.835.098.319 Retur dan potongan penjualan (24.748.800) (71.741.500) Jumlah 59.321.062.109 48.763.356.819 22,86% dan 24,66% dari penjualan masing-masing pada tahun 2017 dan 2016 dilakukan dengan pihak-pihak yang berelasi (Catatan 25). Penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih pada tahun 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut: 2017 % 2016 % PT Nissin Biscuit Indonesia 14.956.117.950 25% 11.839.828.700 24% The Golden Rabbit II Inc. 7.036.528.373 12% 3.103.103.848 6% PT Coronet Crown 5.891.127.480 10% 2.921.127.750 6% PT Kedawung Subur 5.424.233.565 9% 5.449.275.424 11% Jumlah 33.308.007.368 56% 23.313.335.722 48% Penjualan kepada PT Kedawung Subur pada tahun 2017 dan kepada The Golden Rabbit II, Inc. dan PT Coronet Crown pada tahun 2016 tidak mencapai 10% dari jumlah penjualan tahun 2017 dan 2016. 26
19. BEBAN POKOK PENJUALAN Beban Pokok Penjualan untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut: 2017 2016 Bahan baku yang digunakan 25.676.144.427 18.022.895.599 Tenaga kerja langsung 13.514.926.879 11.655.521.200 Biaya pabrikasi 8.795.830.464 7.828.095.609 Jumlah Biaya Produksi 47.986.901.770 37.506.512.408 Persediaan barang dalam proses Awal periode 14.846.098.109 14.093.665.784 Akhir periode (17.970.343.497) - (12.933.464.010) - Jumlah Beban Pokok Produksi 44.862.656.382 38.666.714.182 Persediaan barang jadi Awal periode 20.548.661.364 22.849.681.235 Pembelian 140.880.000 1.208.880.000 Akhir periode (24.049.234.585) (23.370.454.306) Jumlah 41.502.963.161 39.354.821.111 9,18% dan 14,92% dari jumlah pembelian bahan baku masing-masing pada tahun 2017 dan 2016 dilakukan dengan pihak-pihak yang berelasi (Catatan 25). Pada tahun 2017 dan 2016, beban sewa masing-masing sebesar Rp270.000.000 dicatat sebagai beban pabrikasi, yang merupakan sewa kepada pihak yang berelasi (Catatan 25). Pembelian bahan baku yang melebihi 10% dari jumlah pembelian bersih adalah sebagai berikut : 2017 % 2016 % Jiangsu Guolian New Material Co. Ltd. 6.723.101.957 25% 4.318.317.050 24% PT Krakatau Steel Tbk 5.619.265.500 21% 2.003.795.632 11% PT Central Sahabat Baru 3.573.807.000 13% 1.664.445.000 9% PT Kedawung Subur 2.453.321.790 9% 2.675.033.530 15% Jumlah 18.369.496.247 68% 10.661.591.212 59% Pembelian ke PT Kedawung Subur pada tahun 2017 dan ke PT Central Sahabat Baru pada tahun 2016 tidak melebihi 10% dari jumlah pembelian bersih di tahun 2017 dan 2016. 20. BEBAN PENJUALAN Beban penjualan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 terdiri dari: 2017 2016 Beban distribusi 635.600.498 317.660.898 Gaji dan kesejahteraan 373.713.354 353.555.332 Beban ekspor 295.602.832 93.222.415 Lain-lain 62.833.241 82.367.186 Jumlah 1.367.749.925 846.805.831 27
21. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI Beban umum dan administrasi untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 dan 2016 terdiri dari: 2017 2016 Gaji dan kesejahteraan karyawan 4.776.095.598 4.743.066.674 Imbalan pasca kerja (Catatan 24) 1.900.000.000 1.590.000.000 Transportasi dan perjalanan 235.733.469 181.607.510 Registrasi dan pencatatan saham 97.663.900 94.210.512 Penyusutan (Catatan 9) 83.566.217 88.237.925 Sewa 30.000.000 30.000.000 Telekomunikasi 22.462.258 45.375.954 Beban Pajak - 251.416.445 Lain-lain 134.849.196 153.783.866 Jumlah 7.280.370.638 7.177.698.886 22. PERPAJAKAN a. Utang Pajak Utang pajak Entitas terdiri dari : Pajak Pertambahan Nilai 373.564.992 11.034.605 PPh pasal 21 144.757.078 93.554.418 PPh pasal 23 dan pasal 4 (2) 1.014.309 61.814.075 PPh pasal 25 21.115.666 - PPh pasal 26-2.712.000 PPh pasal 29 tahun 2017 430.013.800 - PPh pasal 29 tahun 2016-983.705 Jumlah 970.465.845 170.098.803 b. Beban Pajak Beban pajak Entitas terdiri dari : 2017 2016 Pajak kini 783.806.500 - Pajak tangguhan 1.428.445.967 320.239.735 Jumlah 2.212.252.467 320.239.735 28
22. PERPAJAKAN (lanjutan) Pajak kini Rekonsiliasi antara total laba sebelum pajak sebagaimana ditunjukkan dalam laporan laba rugi dengan akumulasi laba (rugi) fiskal Entitas adalah sebagai berikut: 2017 2016 Jumlah laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 8.805.953.647 1.042.553.602 Perbedaan temporer: Imbalan pasca kerja 488.063.200 309.507.265 Perbedaan penyusutan komersial dan fiskal (6.201.847.072) (2.158.713.386) Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal: Perbedaan penyusutan komersial dan fiskal 23.984.943 30.815.909 Penghasilan bunga atas jasa giro (28.122.200) (19.119.188) Lain-lain 47.193.828 226.708.624 Laba (Rugi) Fiskal 3.135.226.346 (568.247.174) Beban pajak kini 25% x Rp3.135.226.000 783.806.500-25% x Rp 0 - - Jumlah pajak kini 783.806.500 - Pajak penghasilan dibayar dimuka Pasal 22 (290.445.702) (216.689.000) Pasal 25 (63.346.998) (252.404.295) Taksiran utang (piutang) pajak penghasilan 430.013.800 (469.093.295) Pajak tangguhan Pajak tangguhan dihitung berdasarkan efek perbedaan temporer antara jumlah aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan jumlah aset dan liabilitas menurut peraturan perpajakan. Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Entitas per 30 Juni 2017 adalah sebagai berikut: Aktiva pajak tangguhan: 1 Januari 2017 Dibebankan (dikreditkan) ke laporan laba rugi Dibebankan (dikreditkan) ke penghasilan komprehensif lain 30 Juni 2017 Imbalan pasca kerja 8.985.617.728 122.015.801-9.107.633.529 Liabilitas pajak tangguhan: Beban penyusutan aset tetap (48.215.755) (1.550.461.768) - (1.598.677.523) - Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih 8.937.401.973 (1.428.445.967) - 7.508.956.006 29
22. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Beban Pajak (lanjutan) Pajak tangguhan (lanjutan) Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Entitas per 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut: Aktiva pajak tangguhan: 1 Januari 2016 Dibebankan (dikreditkan) ke laporan laba rugi Dibebankan (dikreditkan) ke penghasilan komprehensif lain 31 Desember 2016 Imbalan pasca kerja 6.919.421.194 491.266.689 1.574.929.845 8.985.617.728 Liabilitas pajak tangguhan: Beban penyusutan aset tetap (140.377.745) 92.161.990 - (48.215.755) - Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih 6.779.043.449 583.428.679 1.574.929.845 8.937.401.973 Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut: 2017 2016 Jumlah laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 8.805.953.644 1.042.553.602 Tarif pajak yang berlaku : 25% x Rp8.805.953.644 2.201.488.411-25% x Rp 1.042.553.602-260.638.400 Jumlah 2.201.488.411 260.638.400 Pengaruh atas penghasilan (beban) yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal: Perbedaan penyusutan komersial dan fiskal 5.996.236 7.703.977 Pendapatan bunga yang dikenakan pajak final (7.030.550) (4.779.797) Beban lain-lain 11.798.370 56.677.155 Jumlah 10.764.056 59.601.335 Beban Pajak - Bersih 2.212.252.467 320.239.735 23. LABA PER SAHAM DASAR Perhitungan laba per saham dasar berdasarkan perhitungan sebagai berikut: 2017 2016 Jumlah laba periode berjalan 6.593.701.180 722.313.867 Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar 276.000.000 138.000.000 Laba per saham dasar 24 5 Pada tanggal laporan posisi keuangan, Entitas tidak memiliki transaksi yang berpotensi pada penurunan saham biasa. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang telah diaktakan dengan Akta notaris No. 25 tertanggal 28 Juni 2016 dari Marcivia Rahmani, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, Entitas melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2 dari semula nominal Rp500 per lembar saham menjadi Rp250 per lembar saham, sehingga jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dari semula berjumlah 138.000.000 lembar menjadi 276.000.000 lembar saham. Jumlah keseluruhan saham Entitas juga berubah dari semula 200.000.000 lembar saham menjadi 400.000.000 lembar saham. 30
23. LABA PER SAHAM DASAR (lanjutan) Akta tersebut di atas juga memuat perubahan ketentuan pada Anggaran Dasar Entitas. Akta tersebut sudah diterima dan disetujui pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan No.AHU-AH.01.03-0064285 tertanggal 5 Juni 2016. Bursa Efek Indonesia telah menyetujui pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham (stock split) melalui surat No.S-04892/BEI.PP3/08-2016 tertanggal 9 Agustus 2016 dan nilai nominal baru berlaku efektif sejak tanggal 23 Agustus 2016. 24. IMBALAN PASCA KERJA Program Pensiun Entitas mengikutsertakan karyawannya dalam program pensiun iuran pasti. Dana pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) PT Astra Aviva Life, yang akta pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-545/KM. 10/2010 tanggal 16 September 2010. Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 624 dan 646 karyawan tahun 2017 dan 2016. Iuran pensiun ditentukan dari jumlah tertentu yang ditanggung Entitas dan karyawan dengan proporsi 30% oleh karyawan dan 70% oleh Entitas. Beban untuk dana pensiun yang timbul pada tahun 2017 dan 2016 masing-masing sebesar Rp52.670.000 dan Rp55.297.500 dicatat dalam beban gaji dan kesejahteraan karyawan. Imbalan Pasca Kerja Karyawan Lainnya Entitas juga menghitung dan mencatat estimasi imbalan pasca kerja karyawan yang berhak sesuai peraturan yang berlaku setelah memperhitungkan program pensiun. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan Entitas sehubungan dengan estimasi liabilitas tersebut. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan beban manfaat karyawan adalah sebagai berikut: Umur pensiun normal Tingkat bunga teknis (per tahun) Kenaikan gaji (per tahun) Tingkat kematian Tingkat cacat dari tingkat kematian 2017 dan 2016 60 tahun 8,00% 8,00% Tabel Mortalita Indonesia Tahun 2011 1% Beban atas imbalan pasca kerja karyawan untuk tahun 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut : 2017 2016 Biaya jasa kini 742.648.398 822.496.113 Biaya bunga 1.157.351.602 767.503.887 Jumlah 1.900.000.000 1.590.000.000 31
24. IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan) Imbalan Pasca Kerja Karyawan Lainnya (lanjutan) Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan (neraca) yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka liabilitas imbalan pasca kerja karyawan adalah sebagai berikut : Nilai kini liabilitas yang tidak didanai 36.430.534.114 35.942.470.914 Nilai wajar aset program - - Defisit program 36.430.534.114 35.942.470.914 Penyesuaian asumsi liabilitas program - - Mutasi liabilitas imbalan pasca kerja karyawan adalah sebagai berikut : Saldo awal yang dilaporkan sebelumnya 35.942.470.914 27.677.684.778 Beban yang diakui di di laporan laba rugi 1.900.000.000 3.779.567.888 Pembayaran selama tahun berjalan (1.411.936.800) (1.814.501.133) Penghasilan komprehensif lain - 6.299.719.381 Saldo akhir 36.430.534.114 35.942.470.914 Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut : Perubahan sebesar 1 % terhadap : Tingkat Diskonto Kenaikan atas nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja 33.275.756.351 32.829.957.997 Penurunan atas nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja 40.257.040.991 39.717.713.728 Tingkat Gaji Kenaikan atas nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja 40.400.646.994 39.859.395.828 Penurunan atas nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja 33.097.697.386 32.654.284.505 25. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI Sifat Relasi a. Pemegang saham Entitas termasuk: PT Kedawung Subur DK Lim & Sons Investment Pte. Ltd. Philip Lam Tin Sing Djoni Sukohardjo b. Pihak yang sebagian pemegang saham dan atau manajemennya sama dengan Entitas: Komodo International Corporation PT Kedaung Medan Industrial Ltd. PT Kedaung Sentra Distribusi PT Kedawung Surya Industrial Ltd. PT Kedaung Industrial Ltd. PT Pratama Gelas 32
25. SIFAT DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) Transaksi-transaksi dengan Pihak Berelasi Dalam kegiatan usahanya, Entitas juga mengadakan transaksi tertentu dengan pihak-pihak yang berelasi. Transaksi-transaksi tersebut meliputi, antara lain: a. 22,86% dan 24,66%dari jumlah penjualan bersih masing-masing pada tahun 2017 dan 2016, merupakan penjualan kepada pihak yang berelasi, dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Pada tanggal laporan posisi keuangan, piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha, yang meliputi 2,55% dan 2,63% dari jumlah aset masingmasing pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016. Rincian penjualan kepada pihak yang berelasi sebagai berikut: 2017 2016 PT Kedawung Subur 5.424.233.565 5.449.275.424 Komodo International Corporation 4.788.837.652 2.682.245.578 PT Kedaung Sentra Distribusi 2.040.026.900 2.926.791.208 PT Kedawung Surya Industrial 1.014.737.130 666.520.280 PT Kedaung Medan Industrial Ltd. 273.822.750 208.104.350 PT Pratama Gelas 20.415.600 90.896.000 Jumlah 13.562.073.597 12.023.832.840 b. 9,18% dan 14,92% dari jumlah pembelian masing-masing pada tahun 2017 dan 2016, merupakan pembelian dari pihak-pihak yang berelasi, dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Rincian pembelian dari pihak yang berelasi sebagai berikut: 2017 2016 PT Kedawung Subur 2.453.321.790 2.675.033.530 PT Kedawung Surya Industrial 17.700.000 2.200.000 Jumlah 2.471.021.790 2.677.233.530 c. Beban sewa tanah dan gedung yang yang dibayarkan kepada PT Kedawung Subur sebesar Rp 300.000.000 pada periode 2017 dan 2016 yang dicatat sebagai bagian dari beban pabrikasi (lihat Catatan 19) dan beban administrasi (lihat Catatan 21). d. Kompensasi manajemen kunci Personil manajemen kunci Entitas adalah Dewan Direksi dan Dewan Komisaris yang dirinci pada Catatan 1a. Jumlah imbalan kerja untuk personil manajemen kunci pada tahun 2017 dan 2016 masing-masing adalah sebesar Rp2.165.323.670 dan Rp2.365.396.474. Transaksi dengan pihak yang berelasi tidak mempunyai unsur benturan kepentingan seperti yang diatur di Peraturan BAPEPAM-LK No.IX.E.1. 26. INFORMASI SEGMEN Segmen usaha Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini Entitas dibagi dalam 2 (dua) divisi operasi yaitu produk enamel dan kaleng. Divisi-divisi tersebut menjadi dasar pelaporan informasi segmen primer Entitas. 33
26. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) Segmen usaha (lanjutan) Kegiatan utama divisi tersebut terdiri: - Produk enamel produksi produk enamel. - Kaleng pembuatan kaleng untuk industri lain. Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha: Produk Enamel Kaleng Total PENDAPATAN Penjualan ekstern 32.920.946.989 26.400.115.120 59.321.062.109 Penjualan antar segmen - - - Jumlah Pendapatan 32.920.946.989 26.400.115.120 59.321.062.109 HASIL Hasil segmen / laba bruto 10.934.064.143 6.884.034.805 17.818.098.948 Beban yang tidak dapat dialokasikan (8.648.120.563) Pendapatan bunga bank 28.122.200 Laba selisih kurs - neto 76.211 Beban bunga dan administrasi bank (392.229.699) Pendapatan lain-lain 6.550 Laba sebelum beban pajak 8.805.953.647 Beban pajak Pajak kini (783.806.500) Pajak tangguhan (1.428.445.967) Laba periode berjalan 6.593.701.180 Penghasilan komprehensif lain periode berjalan - Laba komprehensif periode berjalan 6.593.701.180 2017 30 Juni 2017 Produk Enamel Kaleng Total INFORMASI LAINNYA ASET Aset 98.744.228.805 26.955.165.007 125.699.393.812 Aset yang tidak dapat dialokasikan 25.187.826.808 Jumlah aset 150.887.220.620 LIABILITAS Liabilitas segmen 1.456.955.575 2.089.458.542 3.546.414.117 Liabilitas yang tidak dapat dialokasikan 51.737.350.848 Jumlah liabilitas 55.283.764.965 Penyusutan 1.100.507.929 287.101.945 1.387.609.874 34
26. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) Segmen usaha (lanjutan) Produk Enamel Kaleng Total PENDAPATAN Penjualan ekstern 26.907.306.813 21.856.050.006 48.763.356.819 Penjualan antar segmen - - - Jumlah Pendapatan 26.907.306.813 21.856.050.006 48.763.356.819 HASIL Hasil segmen / laba bruto 6.109.611.838 3.298.923.870 9.408.535.708 Beban yang tidak dapat dialokasikan (8.024.504.717) Laba selisih kurs - neto 76.442.005 Pendapatan bunga bank 19.119.188 Beban bunga dan administrasi bank (437.042.588) Pendapatan lain-lain 4.006 Laba sebelum beban pajak 1.042.553.602 Beban pajak Pajak kini - Pajak tangguhan (320.239.735) Laba periode berjalan 722.313.867 Penghasilan komprehensif lain periode berjalan 809.330.497 Laba komprehensif periode berjalan 1.531.644.364 2016 31 Desember 2016 Produk Enamel Kaleng Total INFORMASI LAINNYA ASET Aset 93.272.167.363 25.147.757.386 118.419.924.749 Aset yang tidak dapat dialokasikan 21.389.210.636 Jumlah aset 139.809.135.385 LIABILITAS Liabilitas segmen 1.406.782.825 613.078.084 2.019.860.909 Liabilitas yang tidak dapat dialokasikan 48.779.520.001 Jumlah liabilitas 50.799.380.910 Penyusutan 2.205.987.023 554.570.191 2.760.557.214 Segmen Geografis Berikut ini adalah jumlah penjualan Entitas berdasarkan pasar geografis: Pasar geografis 2017 2016 Asia 58.742.538.793 47.898.857.799 Amerika 17.297.527.249 9.694.197.322 Afrika 479.590.073 864.499.020 Australia 98.933.243 - Jumlah 59.321.062.109 48.763.356.819 35
27. IKATAN Entitas mengadakan perjanjian sewa atas tanah untuk lokasi pabrik, kantor dan gudang di Jalan Raya Rungkut 15-17 Surabaya dengan PT Kedawung Subur (Entitas yang berelasi) pada tanggal 1 Januari 1991, yang diperbaharui dengan perjanjian tanggal 14 Agustus 1993. Jangka waktu sewa adalah sesuai dengan masa berlakunya HGB yaitu sampai dengan 2029 dan dapat diperpanjang. Biaya sewa yang dibebankan kepada Entitas adalah sebesar Rp 600.000.000 per tahun pada tahun 2017 dan 2016 yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan bersama tanggal 25 Maret 2013. 28. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016, Entitas mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut: Mata uang asing Ekuivalen (Rp) Mata uang asing Ekuivalen (Rp) ASET Kas dan setara kas US$ 350.192 4.664.552.119 54.333 730.015.105 SGD 955 9.158.444 955 8.880.463 MYR 87 269.057 87 259.203 Saldo bank yang dibatasi penggunaannya US$ 78.659 1.047.733.351 69.778 937.530.893 Piutang usaha Pihak yang berelasi US$ 404 5.381.280 - - Pihak ketiga US$ 341.008 4.542.223.915 337.492 4.534.540.515 Jumlah Aset 10.269.318.166 6.211.226.179 LAIBILITAS Pinjaman jangka pendek US$ 571.885 7.617.512.862 560.461 7.530.357.086 Utang usaha - pihak ketiga US$ 39.452 525.500.640 31.794 427.184.184 Uang muka penjualan US$ Pihak berelasi US$ - - 33.161 445.553.614 Pihak ketiga US$ 9.554 127.255.151 9.705 130.402.023 Biaya yang masih harus dibayar US$ 22.496 299.651.382 27.558 370.265.123 Jumlah Liabilitas 8.569.920.035 8.903.762.030 Jumlah Aset (Liabilitas) Moneter - bersih 1.699.398.131 (2.692.535.851) Pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016, kurs konversi yang digunakan Entitas adalah sebagai berikut: Mata uang 1 US$ 13.320 13.436 1 MYR 3.110 2.996 1 SGD 9.590 9.299 29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah approksimasi nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal. Instrumen keuangan dengan nilai tercatat yang kurang lebih sebesar nilai wajarnya Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat (berdasarkan jumlah nosional) kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi penggunannya, piutang usaha neto, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, pinjaman jangka pendek dan uang muka penjualan kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena instrumen keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek. 36
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) Tabel berikut menyajikan aset keuangan Entitas tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 : Aset keuangan Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar Kas dan setara kas 8.115.712.412 8.115.712.412 3.526.064.738 3.526.064.738 Saldo bank yang dibatasi penggunaannya 1.580.042.979 1.580.042.979 2.003.540.292 2.003.540.292 Piutang Usaha 16.022.107.941 16.022.107.941 17.374.100.610 17.374.100.610 Piutang lain-lain 464.887.939 464.887.939 510.923.182 510.923.182 Uang muka pembelian 2.010.843.187 2.010.843.187 611.597.666 611.597.666 Uang muka pembelian aset tetap 261.625.000 261.625.000 261.625.000 261.625.000 Jumlah 28.455.219.458 28.455.219.458 24.287.851.488 24.287.851.488 Liabilitas keuangan Pinjaman jangka pendek 12.845.184.002 12.845.184.002 11.357.019.571 11.357.019.571 Utang usaha 3.696.386.673 3.696.386.673 1.609.950.883 1.609.950.883 Utang lain-lain 380.884.482 380.884.482 487.605.303 487.605.303 Uang muka penjualan 134.680.438 134.680.438 583.381.271 583.381.271 Biaya yang masih harus dibayar 825.629.411 825.629.411 648.854.165 648.854.165 Jumlah 17.882.765.006 17.882.765.006 14.686.811.193 14.686.811.193 Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi: a. Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau b. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Entitas harus memiliki akses ke pasar utama. Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya. Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset atau dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi dan terbaik. Entitas menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. PSAK No. 60, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut: 37
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) a. Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1); b. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga) (tingkat 2), dan; c. Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3). Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai pasar pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1. Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi sepanjang tersedia dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat2. Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen tersebut masuk ke dalam tingkat 3. Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat1 dan 2). Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari setiap golongan instrumen keuangan Entitas: 1. Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha neto, piutang lainlain, uang muka. Untuk aset keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset keuangan tersebut dianggap telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut. 2. Utang usaha, utang lain-lain, uang muka penjualan dan biaya yang masih harus dibayar. Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar. 3. Pinjaman jangka pendek. Pinjaman jangka pendek memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan suku bunga pasar sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai wajar. 30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN Risiko keuangan utama yang dihadapi oleh Entitas adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang dan risiko suku bunga. Entitas mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di atas melalui pendekatan manajemen risiko. a. Risiko Kredit Risiko kredit adalah risiko dimana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. 38
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) a. Risiko Kredit (lanjutan) Instrumen keuangan Entitas yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas di bank dan piutang usaha. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun tersebut. Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang dipilih. Selain itu, kebijakan Entitas adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi tertentu, sehingga Entitas memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai institusi (lihat Catatan 4, 5 dan 6) b. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing Risiko nilai tukar mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar mata uang asing. Entitas melakukan transaksi-transaksi dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah transaksi penjualan, pembelian dan pinjaman Entitas. Sehingga, Entitas harus mengkonversikan Rupiah ke mata uang asing, terutama Dollar Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan liabilitas dalam mata uang asing pada saat jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang Dollar Amerika Serikat dapat memberikan dampak pada kondisi keuangan Entitas. Entitas mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang secara terus-menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko mata uang. Aset dan liabilitas dalam mata uang asing milik Entitas yang terkait dengan risiko mata uang asing tersaji di catatan 28. Penguatan (pelemahan) mata uang asing, akan meningkatkan (menurunkan) laba atau rugi Entitas. Jika nilai tukar Rupiah melemah atau menguat sebesar 10% dibandingkan dengan nilai tukar Dollar Amerika Serikat per tanggal 30 Juni 2017 (dengan semua variabel lainnya dianggap tidak berubah), maka laba setelah pajak Entitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2017 masing-masing akan meningkat atau menurun sekitar Rp127 juta, terutama berasal dari keuntungan atau kerugian selisih kurs atas penjabaran aset dan liabilitas dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. c. Risiko Suku Bunga Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku bunga pasar. Entitas memiliki risiko bunga terutama karena melakukan pinjaman menggunakan suku bunga mengambang (lihat Catatan 11). Entitas melakukan pengawasan terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Entitas. Utang yang berdampak bunga terdiri dari : Pinjaman jangka pendek PT Bank CTBC Indonesia 11.513.184.002 10.013.419.571 Combined Way Ltd 1.332.000.000 1.343.600.000 Jumlah 12.845.184.002 11.357.019.571 39
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) d. Risiko Likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko dimana Entitas akan mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh dana untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan. Liabilitas keuangan Entitas terdiri dari : Pinjaman jangka pendek 12.845.184.002 11.357.019.571 Utang usaha 3.696.386.673 1.609.950.883 Biaya yang masih harus dibayar 825.629.411 648.854.165 Utang lain-lain 380.884.482 487.605.303 Uang muka penjualan 134.680.438 583.381.271 Jumlah 17.882.765.006 14.686.811.193 Entitas mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas yang mencukupi untuk memungkinkan Entitas dalam memenuhi komitmen Entitas untuk operasi normal Entitas. Selain itu Entitas juga melakukan pengawasan proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan. 31. MANAJEMEN PENGELOLAAN MODAL Tujuan utama pengelolaan modal Entitas adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham. Entitas dipersyaratkan oleh Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif sejak tahun 2007, untuk mengalokasikan saldo laba sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah dipertimbangkan oleh Entitas bahwa pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan. Entitas mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Entitas dapat mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016. Entitas mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit (gearing ratio), dengan membagi jumlah utang yang berdampak bunga dengan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Kebijakan entitas adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran dari perusahaan terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang rasional. Termasuk dalam total pinjaman berdampak bunga adalah pinjaman jangka pendek. Rasio pengungkit pada tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut: Pinjaman jangka pendek PT Bank CTBC Indonesia 11.513.184.002 10.013.419.571 Combined Way Ltd 1.332.000.000 1.343.600.000 Jumlah 12.845.184.002 11.357.019.571 Total Ekuitas 95.603.455.655 89.009.754.475 Rasio pengungkit 13,44% 12,76% * * * * * * * 40