INDONESIA PERFORMANCE JOURNAL

dokumen-dokumen yang mirip
Gde Ryan Saputra, Gede Doddy Tisna MS, Made Budiawan. Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

Pengaruh Pelatihan Air Alert Menggunakan Metode Latihan Interval terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai

PENGARUH PELATIHAN LOMPAT KATAK TERHADAP KEKUATAN DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMPN 4 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PENGARUH PELATIHAN JUMP SERVICE DENGAN DAN TANPA AWALAN TERHADAP DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI

PENGARUH LATIHAN NAIK TURUN BANGKU TERHADAP JAUH LOMPATAN PADA OLAHRAGA ATLETIK NOMOR LOMPAT JAUH SISWA KELAS X SMK PGRI WLINGI KAB.

PENGARUH PELATIHAN ALTERNATE LEG BOUND TERHADAP KECEPATAN DAN POWER OTOT TUNGKAI

PENGARUH PELATIHAN DOWN THE LINE DRILL TERHADAP KELINCAHAN DAN POWER OTOT TUNGKAI

PENGARUH LATIHAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS DALAM PERMAINAN BOLAVOLI MAHASISWA PUTRA

PENGARUH PELATIHAN SIDE HOPE SPRINT TERHADAP KELINCAHAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI

Ejournal JJPKO Volume 08 Nomor 02 Tahun 2017

PENGARUH METODE LATIHAN PLYOMETRIC

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Deskripsi Lokasi, Populasi, dan Waktu Penelitian

e-journal IKOR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Ilmu Keolahragaan ( Volume I Tahun 2014 )

PENGARUH LATIHAN BOX SKIP TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER KARATE DI SMP N 1 KALASAN, SLEMAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pandega wreksa 10 Jalan Kaliurang 5,6 Yogyakarta, latihan bertempat di

PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC SPLIT SQUAT JUMP DAN DEPTH JUMP TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI PADA PEMAIN BOLAVOLI

PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC SINGLE LEG BOUND

Bab IV. Penelitian ini dilakukan pada pemain bola voli putra UNG yang berjumlah 12

PENGARUH METODE LATIHAN TERHADAP MINAT MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 DONOROJO KECAMATAN DONOROJO

EFEKTIVITAS MODEL LATIHAN PASSING CONTROL FEBI FUTSAL GAMES TERHADAP PENINGKATAN HASIL PASSING CONTROL OLAHRAGA FUTSAL UNTUK PEMAIN PEMULA

PENGARUH LATIHAN SKIPPING TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI JURNAL. Oleh RULIYADI S

Bravo s Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan STKIP PGRI Jombang ISSN:

Keywords: learning approach tactical, technical learning approach, results learning skills football.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dalam satu minggu yaitu Selasa, Kamis, Sabtu pukul sampai dengan WIB.

PENGARUH LATIHAN FORMASI BERPUSAT TERHADAP KETERAMPILAN SERVIS SEPAK TAKRAW

PENGARUH LATIHAN BOLA LEWAT NET DAN LATIHAN DRILL PASSING

PENGARUH PELATIHAN MEDICINE BALL SIT-UP THROW TERHADAP KEKUATAN OTOT LENGAN DAN OTOT PUNGGUNG

e journal jurnal IKOR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Ilmu Keolahragaan ( Volume II Tahun 2014)

PENGARUH PELATIHAN PLAIOMETRIK DOUBLE LEG BOUND TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI

PELATIHAN PLIOMETRIK DEPTH JUMP

PENGARUH METODE LATIHAN TEKNIK DISTRIBUSI TERHADAP KETERAMPILAN DRIBBLING ZIG ZAG PERMAINAN FUTSAL

1. DR. NASUKA M.Kes 2. TB WIDYO ALPIES NS PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA, S1 FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG ABSTRAK

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 2012/2013. SMP Negeri 3 Kaloran terletak 6 KM dari pusat

PENGARUH WEIGHT TRAINING DAN BODY WEIGHT TRAINING TERHADAP POWER TUNGKAI ATLET BOLA TANGAN YOGYAKARTA E-JOURNAL

PENGARUH LATIHAN KELINCAHAN-LATIHAN KECEPATAN TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI MTS N 2 YOGYAKARTA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Deskripsi Lokasi, Populasi, dan Waktu Penelitian

PENGARUH VARIASI LATIHAN KOORDINASI TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI SISWA SSO REAL MADRID UNY KELOMPOK UMUR TAHUN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC TERHADAP KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK

PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC ( BARRIER HOPS ) TERHADAP TINGGI LOMPATAN PEMAIN BOLA BASKET TIM PUTRA SMK N 12 MALANG

Luh Putu Tuti Ariani. Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha

e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Vol 8, No 2, Tahun 2017)

NET TRAINING METHOD EFFECT FOR OVERHEAD PASS ABILITY OF BASKETBALL EXTRACURRICULAR MEMBERS IN RANDUDONGKAL SENIOR HIGH SCHOOL, PEMALANG REGENCY

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan permasalahan yang ada, jenis penelitian yang digunakan adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre eksperimental. Desain

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Deskripsi Hasil Penelitian Variabel X 1.1 (Kelompok Latihan Push

UJI SPSS. Tests of Normality. Statistic df Sig. Statistic df Sig. Pre Post Sel

PENGARUH LATIHAN SPLIT SQUAT JUMP TERHADAP PENINGKATAN POWER TUNGKAI DAN SMASH DALAM OLAHRAGA BOLA VOLI PADA SISWA SMA NEGERI I TAPA.

PELATIHAN PERMAINAN GAME TIPE A LEBIH MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEBUGARAN FISIK DIBANDINGKAN PERMAINAN GAME TIPE B PEMAIN FUTSAL IKIP PGRI BALI

Journal of Sport Sciences and Fitness

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENGARUH LATIHAN VARIASI UMPAN TERHADAP KETERAMPILAN SEPAK SILA PADA SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMP NEGERI 2 GODEAN

Perbandingan Model Pendekatan Taktis Dan Pendekatan Tradisional Terhadap Hasil Belajar Permainan Kasti. Universitas Pendidikan Indonesia

PENGARUH PENAMBAHAN LATIHAN CORE STABILITY PADA LATIHAN SQUAT JUMP TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI SKRIPSI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN, KELINCAHAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PEMAIN SEPAKBOLA SSB BENGKULU USIA TAHUN

Darussalam Banda Aceh, ABSTRAK. Kata Kunci: Project Based Learning, Hasil Belajar Kognitif, Sistem Pernapasan Manusia

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gorontalo. Waktu penelitian selama 6 minggu, Treatmen atau perlakuanlatihan high

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

THE EFFECT BOW JUMPS EXERCISE TOWARD EXPLOSIVE POWER OF LEG MUSCLE OF MUSTANK PEKANBARU VOLLEYBALL CLUB

SKRIPSI. Oleh: TRI SANDI ADI PANGESTU NPM: PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

BAB IV HASIL PENELITIAN N PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

Kata Kunci : Pelatihan Plyometric incline bound, knee tuck jump, Kekuatan Tungkai dan Ketepatan Tembakan

Oleh: I Gede Agus Wirajaya Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN TAKTIS TERHADAP KETERAMPILAN SEPAKBOLA SISWA KELAS XI SMA LABSCHOOL UPI KOTA BANDUNG

Bayu Puspayuda*,Made Darmada**, Putu Citra Permana Dewi***

TESIS. Prof. Dr. Agus Kristiyanto, M.Pd. Dr.Atrub, M.Pd.,MM. SYKLES WANTINA HAQQI NIM : UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MTs Negeri I Telaga Biru. Waktu pelaksanaan

PENGARUH LATIHAN Z-PATTERN RUN DRILL DAN BARRIER JUMP WITH CUT AND SPRINT TERHADAP KELINCAHAN DAN POWER OTOT TUNGKAI MUHAMMAD AGUSMAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi ISSN Vol. 3, No.1, Hal , Juni 2017

BAB III METODE PENELITIAN. artinya penelitian yang bertujuan untuk mencari hubungan kausalita atau

BAB I PENDAHULUAN. mendapatkannya, karena hampir setiap toko olahraga menjual peralatan tersebut

PENGARUH PELATIHAN INTERVAL TERHADAP DAYA TAHAN KARDIOVASKULAR DAN KECEPATAN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mencapai tujuan tersebut ada beberapa hal yang dibutuhkan oleh. satu faktor yang penting lainnya adalah faktor fisik.

Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Volume 1 : Hal , Januari 2017

PENGARUH LATIHAN SHOOTING

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

e-journal PJKR Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Vol 8, No 2, Tahun 2017)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. seminggu dan dilaksanakan sesuai dengan dikeluarkannya SK penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENGARUH BERMAIN SEPAKBOLA EMPAT GAWANG TERHADAP KESEGARAN JASMANI SISWA PUTRA KELAS V SD NEGERI TLOGOADI MLATI SLEMAN DIY

PENGARUH PELATIHAN THREE CORNER DRILL TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN DAN POWER

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH PERMAINAN LEMPAR SHUTTLECOCK TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMP NEGERI 2 PLAYEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

BAB IV HASIL PENELITIAN

PENGARUH METODE KOOPERATIF DAN KOMANDO TERHADAP KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

IPJ 1 (2) (2017) INDONESIA PERFORMANCE JOURNAL http://journal2.um.ac.id/index.php/jko Pengaruh Latihan Squat Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Azhar Fadhil Saudini 1, Sulistyorini 2 Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Abstrak Kata Kunci: Weight Training, Squat, Power. Penelitian ini bertujuan untuk mencari apakah ada pengaruh yang signifikan latihan squat terhadap peningkatan power otot tungkai. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitan pra-experimental, yaitu rancangan pretest dan posttest dalam satu kelompok. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah atlet futsal putra Universitas Negeri Malang yang berjumlah 20 atlet. Penelitian ini dilakukan selama 18 kali pertemuan dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu dalam 6 minggu. Instrumen tes penelitian ini menggunakan instrumen tes standing board jump. Hasil dari rata-rata pretest adalah 2.0145 dan untuk hasil dari rata-rata posttest adalah 2.201. Data yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest dianalisis menggunakan uji-t paired t-test. Hasil dari analisis paired t-test adalah 0,000 < 0.05. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan latihan squat terhadap peningkatan power otot tungkai. Abstract This study aims to determine whether there is a significant effect of squat training on increasing leg muscle power. This study used pre-experimental research design, ie pretest and posttest design in one group. Subjects used in this study is athletes futsal son State University of Malang, amounting to 20 athletes. This study was conducted during 18 times meeting with exercise frequency 3 times a week in 6 weeks. The test instrument of this study uses a standing board jump test instrument. The result of the pretest average is 2.0145 and for the result of the posttest average is 2,201. Data obtained from the pretest and posttest results were analyzed using paired t-test. The result of paired t-test is 0.000 <0.05. the results of the analysis, it can be concluded that there is a significant effect of squat exercise on increasing leg muscle power. 2017 Universitas Negeri Malang Alamat korespondensi: Email : sulistyorini.fik@um.ac.id ISSN 2597-3624 Murhananto (2006:27) menyatakan futsal adalah sangat mirip dengan sepak bola, hanya saja dimainkan oleh lima lawan lima dalam lapangan yang lebih kecil, gawang yang lebih kecil dan bola yang lebih kecil serta relatif berat. Zabdillah (2016:9) menjelaskan bahwa futsal adalah suatu permainan bola besar yang dimainkan oleh dua regu dengan lima pemain di setiap regunya dengan menggunakan lapangan yang relatif lebih kecil serta mempunyai aturan yang ketat dan tegas tentang kontak fisik. Lhaksana Justinus (2011:5), futsal merupakan permainan sepak bola yang dilakukan di dalam ruangan. Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa futsal adalah suatu permainan yang mirip dengan sepak bola dengan beberapa perbedaan, yakni lapangan yang lebih kecil dan di dalam ruangan, gawang yang lebih kecil, bola yang lebih kecil dan relatif berat, dan dimainkan oleh lima orang melawan lima orang. Agar dapat bermain futsal secara maksimal, setiap pemain harus memiliki kemampuan fisik, teknik, dan mental yang baik. 71

Kemampuan fisik dan teknik yang baik akan berdampak positif terhadap jalannya taktik yang digunakan oleh pelatih. Hal tersebut selaras dengan pendapat Amiq (2014) yang menyatakan bahwa, kondisi fisik yang prima sangatlah menunjang penampilan seseorang pemain, penampilan fisik yang buruk tentunya akan berdampak buruk atau negatif bagi penampilan teknik dan taktiknya sendiri. Jika fisik dan teknik dasar setiap individu sudah baik, maka bagaimanapun taktik yang diberikan oleh pelatih akan dapat dilakukan oleh semua pemain. Aspek fisik yang diperlukan dalam permainan futsal adalah daya tahan otot, daya tahan cardio, kecepatan, kekuatan, kelincahan, keseimbangan, koordinasi, dan power. Dari beberapa kebutuhan fisik yang diperlukan dalam futsal tersebut, terdapat aspek power sebagai salah satu kebutuhan fisik yang sangat menunjang dalam cabang olahraga futsal. Amiq (2014:21) menyatakan bahwa daya ledak (muscular power) adalah kemampuan seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-penndeknya. Power adalah gabungan antara kekuatan dan kecepatan atau pengerahan gaya otot secara maksimal dengan kecepatan yang maksimal, kemampuan yang kuat dan cepat diperlukan terutama bagi tindakantindakan yang membutuhkan kemampuan tenaga secara maksimal seperti melakukan gerakan smash (Widiastuti, 2015). Untuk mendapatkan kemampuan power yang baik, harus dilakukan latihan yang terstruktur dan kontinyu. Beberapa bentuk latihan untuk mengembangkan power, diantaranya melakukan latihan beban/barbels (12-16 RM) atau latihan kekuatan (8-12 RM) dan dilanjutkan dengan latihan kecepatan (Hidayat, 2014). Dari beberapa pendapat pakar di atas, dapat disimpulkan bahwa power adalah kemampuan seseorang mengeluarkan kemampuan gabungan antara kekuatan dan kecepatan secara maksimal. Model untuk melatih power otot tungkai, diantaranya half squat, squat, lunges, naik turun bangku, dan lain-lain. Squat adalah gerakan yang sangat sederhana. Gerakan ini dapat dimulai dari posisi berdiri lalu jongkok dan kembali ke posisi berdiri seperti semula. Pendapat Sandler (2010), untuk melakukan gerakan squat harus memiliki kekuatan dasar yang tepat, bagi atlet atau pemain yang memiliki kekuatan dasar dan kelentukan yang buruk, dianjurkan melakukan gerakan squat tanpa menggunakan beban terlebih dahulu. Gerakan Squat termasuk salah satu gerakan weight training, yaitu latihan dengan menggunakan beban luar. Menurut Fahey (2005), latihan beban atau weight training dan plyometric merupakan metode latihan yang cukup baik untuk membangun otot daripada metode yang lain, membangun kekuatan otot itu sangat penting bagi non-atlet maupun atlet dari berbagai cabang olahraga, berlatih secara keras untuk memperkuat otot berarti juga menjaga agar terhindar dari cidera saat melakukan olahraga. Supaya terhindar dari cidera saat melakukan latihan beban atau weight training, perlu adanya program latihan yang sistematis yang dapat menunjukkan besarnya beban yang harus dilakukan pada saat latihan. METODE Rancangan penelitian dapat diartikan sebagai rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisa data agar rencana tersebut dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan satu kelompok saja. Dalam penelitian ini, variabel sebabnya adalah latihan squat, dan variabel akibatnya adalah power otot tungkai. Jadi, penelitian ini mencari apakah ada pengaruh yang signifikan latihan squat terhadap peningkatan power otot tungkai pada tim futsal putra Universitas Negeri Malang. Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti, rancangan penelitian yang sesuai adalah pra-experimental dengan rancangan pretest dan postest dalam satu kelompok. Subjek penelitian ini adalah tim futsal putra Universitas Negeri Malang, yang berada dalam naungan UKM UASB Universitas Negeri Malang yang berjumlah 20 atlet dengan kriteria berjenis kelamin laki-laki. Tempat penelitian ini dilakukan di Lab Fitnes Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang yang beralamat di Jln. Veteran no. 09 Kota Malang. Latihan dilaksanakan pada Hari Senin, Rabu, dan Jumat selama 6 minggu, dimulai pada Bulan Agustus sampai September 2017. Untuk mengetahui pengaruh latihan squat terhadap peningkatan power otot tungkai, peneliti menggunakan tes standing board jump. Menurut Johson, B.L. & Nelson, J.K (1986:212-213), validitas tes standing board jump adalah 0,607 dan reliabilitas tes standing board jump adalah 0,963. Uji hipotesis dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu (1) Uji Normalitas, untuk mengetahui normalitas data dilakukan analisis 72

menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk. Untuk dapat mengetahui apakah data tersebut berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak, penghitungan uji normalitas ini statistic for windows version 22,0, (2) Uji Homogenitas, uji yang dilakukan setelah melakukan uji normalitas. Peneliti menggunakan uji homogenitas metode lavene statistic. Penghitungan uji homogenitas ini statistic for windows version 22,0, dan (3) Uji Hipotesis menggunakan uji-t. Pada awal penelitian, sebelum pemberian perlakuan eksperimen (treatment) dilakukan tes awal. Selanjutnya, subjek diberi perlakuan dalam kurun waktu tertentu. Setelah pemberian perlakuan berakhir, dilakukan tes akhir terhadap subjek tersebut. Untuk menguji perbedaan dua mean data hasil tes awal dan data hasil tes akhir, peneliti menggunakan teknik analisis uji-t. Penghitungan uji-t ini menggunakan bantuan aplikasi statistik SPSS statistic for windows version 22,0 dengan metode paired sampel t-test. Paired sampel t-test merupakan uji beda dua sampel berpasangan, yakni subjek yang sama namun mengalami perlakuan yang berbeda. HASIL Variabel sebab dalam penelitian ini adalah latihan squat, dan variabel akibatnya adalah power otot tungkai. Jadi, dalam penelitian ini mencari apakah ada pengaruh yang signifikan latihan squat terhadap peningkatan power otot tungkai. Selanjutnya, pengolahan data yang akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, deskripsi data yang akan disajikan pada bahasan ini, meliputi penentuan rata-rata (mean), standar deviasi, nilai maksimal, dan nilai minimal data dari variabel akibat yaitu power otot tungkai. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1 Deskripsi Data Pre Test dan Post Test Power Otot Tungkai Mean SD MAX MIN Pre test 2,0145 0,175085 2,33 1,67 Post test 2,201 0,221673 2,67 1,84 Berdasarkan pada tabel 1, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata (mean) dari hasil data pretest lebih kecil dibandingkan dengan hasil data posttest, yaitu sebesar 2,0145 dengan 2,201, untuk besarnya standar deviasi pretest 0,175085 dan posttest 0,221673, untuk nilai maksimal yang didapatkan pada saat pengambilan data pretest adalah 2,33, untuk nilai maksimal yang didapatkan pada pengambilan data posttest adalah 2,67, dan yang terakhir untuk nilai minimal yang didapatkan pada hasil pretest adalah 1,67, nilai minimal yang didapatkan untuk hasil posttest adalah 1,84. Dari hasil tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian latihan squat dengan subjek 20 orang yang dilakukan dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu selama 6 minggu dapat meningkatkan power otot tungkai. Setelah menggambarkan data melalui analisis deskripsi data, analisis dilanjutkan dengan uji normalitas sebagai syarat untuk melanjutkan analisis data menuju uji-t. Uji normalitas digunakan untuk memperlihatkan bahwa data berdistribusi normal. Data yang mempunyai distribusi normal berarti mempunyai sebaran yang normal pula. Berikut adalah hasil dari analisis uji normalitas data dengan menggungakan metode paired t-test. Tabel 2 Hasil Uji Nomalitas Power Otot Tungkai Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Pretest,981 20,948 Postest,970 20,761 Tabel 2 menunjukkan bahwa perolehan data variabel akibat, yaitu power otot tungkai adalah berdistribusi normal. Hal ini dikarenakan signifikansi dari masing-masing tes menunjukan nilai signifikansi > 0.05 yang berarti data tersebut berdistribusi normal. Uji homogenitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih data sampel memiliki variansi yang sama. Uji homogenitas ini menggunakan metode levene statistic. Uji homogenitas data dilakukan dengan membandingkan varian data pretest dan postest untuk setiap perlakuan. Berikut adalah hasil dari analisis uji homogenitas data dengan statistic for windows version 22,0. Tabel 3 Hasil Uji Homogenitas Power Otot Tungkai Levene df1 df2 Sig. Statistic,475 1 38,495 Mean Nilai,482 1 38 92 Median 73

Median and with adjusted df trimmed mean Levene Statistic df1 df2 Sig.,482 1 397 92,499 1 38 84 Tabel 3 menunjukan bahwa perolehan data variabel akibat, yaitu power otot tungkai adalah homogen. Hal ini dikarenakan signifikansi dari masing-masing tes menunjukan nilai signifikansi >0.05 yang berarti data tersebut homogen. Setelah melakukan penghitungan uji normalitas dan homogenitas dilakukan uji hipotesis terhadap data hasil pretest dan posttest berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya, dikemukakan pengujian hipotesis berdasarkan data yang diperoleh dari variabel akibat, yaitu power otot tungkai yang telah diberi perlakuan oleh variabel sebab yaitu squat. Pengujian hipotesis digunakan untuk membuktikan ada atau tidaknya pengaruh latihan squat terhadap power otot tungkai. Pengujian hipotesis menggunakan tingkat signifikansi 0,05 (5%), pengujian hipotesis menggunakan uji-t paired sampel t-test dengan bantuan SPSS statistic for windows version 22,0. Jika hasil sig (2-tailed) < maka H0 ditolak dan H1 diterima, tetapi jika hasil sig (2-tailed) > maka H0 diterima dan H1 ditolak. Berikut adalah pemaparan hasil uji hipotesis. Tabel 4 Hasil Uji-T Power Otot Tungkai Menggunakan Paired T-Test Mean SD T DF Sig. Paired Pretestposttest,1865 0,0728 6 11,44 8 19,000 Data perhitungan hasil uji-t dapat dilihat pada tabel 4. Dari pemaparan data di atas, dapat dilihat signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H 0 ditolak dan H 1 diterima. Dari hasil tersebut, signifikansi lebih kecil dari 0,05 dan hasil t- hitung lebih besar dari t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan latihan squat terhadap peningkatan power otot tungkai pada tim futsal putra Universitas Negeri Malang. PEMBAHASAN Tim futsal putra Universitas Negeri Malang mempunyai kemampuan power otot tungkai yang kurang bagus. Hal ini dapat diketahui dari hasil pretest yang telah dilakukan. Dari 20 atlet atau pemain tim ini, hanya beberapa yang memiliki kemampuan power otot tungkai yang cukup, sedangkan yang lain masih kurang. Jika mengacu kepada teori kondisi fisik, maka mondisi fisik yang prima sangat menunjang penampilan seseorang pemain. Penampilan fisik yang buruk tentu akan berdampak buruk atau negatif bagi penampilan teknik dan taktiknya sendiri (Amiq:2014). Hidayat (2014:49) menyatakan bahwa pembinaan kondisi fisik merupakan pembinaan awal dan sebagian dasar pokok dalam mengikuti latihan olahraga untuk mencapai prestasi. Pembinaan kondisi fisik harus dilakukan oleh atlet yang mempunyai tujuan prestasi. Kondisi fisik yang prima akan berdampak positif pada prestasi. Jika mengacu kepada teori di atas, maka tim futsal putra Universitas Negeri Malang ini akan kesulitan untuk mendapatkan performa terbaiknya, karena kemampuan kondisi fisik power yang mereka miliki kurang bagus. Setelah diberikan perlakuan latihan squat selama 18 kali pertemuan dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu dalam 6 minggu, kemampuan power otot tungkai tim futsal putra Universitas Negeri Malang ini mengalami peningkatan. Peningkatan power otot tungkai ini diharapkan dapat membantu tim ini untuk mendapatkan performa terbaiknya. Hasil pemaparan tabel 1 menunjukkan bahwa rata-rata hasil pretest atlet futsal putra UM pada tes standing board jump adalah 2,0145, standar deviasi 0,175085, nilai maksimal 2,33 dan nilai minimal 1,67. Jika nilai hasil tes pretest standing board jump di atas dibandingkan dengan norma penilaian tes standing board jump, maka rata-rata yang diperoleh tim futsal putra Universitas Negeri Malang dalam kategori sedang, untuk nilai maksimal berada dalam kategori bagus, untuk nilai minimal berada dalam kategori sangat kurang. Hasil pemaparan pada tabel 1, menunjukkan bahwa rata-rata hasil posttest atlet futsal putra UM pada tes standing board jump adalah 2,201, standar deviasi 0,221673, nilai maksimal 2,67, dan nilai minimal 1,84. Jika nilai hasil posttest standing board jump di atas dibandingkan dengan norma penilaian tes standing board jump, maka rata-rata yang diperoleh tim futsal putra Universitas Negeri Malang dalam kategori sedang dan mendekati bagus, untuk nilai maksimal berada dalam kategori sangat bagus, untuk nilai minimal 74

berada dalam kategori kurang. Hal tersebut dapat dilihat dengan membandingkan nilai ratarata, nilai maksimal, nilai minimal dari data di atas dengan norma standing board jump oleh Johson & Nelson 1986. Hasil uji-t yang telah dipaparkan pada tabel 4 menunjukkan bahwa hasil dari signifikansi uji t < dari taraf signifikansi 5%, yaitu 0,000 < 0,05. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa hipotesis nihil yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan latihan squat terhadap peningkatan power otot tungkai pada tim futsal putra Universitas Negeri Malang ditolak, dan hipotesis kerja yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan latihan squat terhadap peningkatan power otot tungkai pada tim futsal putra Universitas Negeri Malang diterima. Dari hal tersebut, pemberian latihan squat terbukti dapat meningkatkan kemampuan power atlet futsal putra Universitas Negeri Malang. Pemberian latihan squat menggunakan beban sangat efektif, karena dapat meningkatkan kemampuan power tim futsal putra Universitas Negeri Malang, di mana seringkali latihan squat tidak menggunakan beban. Hal ini kurang efektif karena latihan yang benar untuk melatih komponen kondisi fisik power adalah menggunakan beban. Hasil dari penelitian ini juga selaras dengan teori-teori tentang squat. Teori tersebut diantaranya, Fahey (2005:113) menyatakan bahwa latihan squat adalah salah satu model latihan untuk multisendi yang dapat meningkatkan kekuatan tubuh bagian bawah yang dampaknya dapat meningkatkan kinerja dalam olahraga. Jika menurut Sandler (2010:152) latihan squat merupakan latihan yang paling bagus daripada model latihan yang lain. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan latihan squat terhadap peningkatan power otot tungkai pada tim futsal putra Universitas Negeri Malang. Peningkatan kemampuan power dapat terjadi karena adanya perlakuan latihan squat yang dilakukan selama 18 kali pertemuan dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu dalam 6 minggu. DAFTAR PUSTAKA Amiq, F. 2014. Futsal, Sejarah, Teknik Dasar, Persiapan Fisik, Strategi, dan Peraturan Permainan. Malang: Universitas Negeri Malang. Fahey, T.D. 2005. Weight Training Basics. USA: The McGraw-Hill Companies, Inc. Hidayat, S. 2014. Pelatihan Olahraga Teori dan Metodologi. Yogyakarta: GRAHA ILMU. Johson, B.L. & Nelson, J.K. 1986. Practical Measurements For Evaluation In Physical Education (Heller, A.E, Ed). New York: Macmillan Publishing Company. Lhaksana, Justinus. 2011. Futsal Modern. Depok: Be Champion. Murhananto. 2006. Dasar- Dasar Permainan Futsal. Jakarta: PT. Kawan Pustaka. Sandler,D. 2010.Fudamental Weight Training. Canada: Human Kinetics. Septyayuwandianto, A. 2010. Pengaruh Latihan Squat Jump terhadap Power Otot Tungkai Siswa Pemula Klub Bola Voli Patria Kota Blitar, (Online), (http://mulok.library. um.ac.id/index3.php/45809.html), diakses tanggal 23 Oktober 2017. 75