MEMILIH BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS B Y N I N A T R I O L I T A, S E, M M. PENGANTAR BISNIS P E R T E M U A N KE- 5
TUJUAN PEMBELAJARAN Menjelaskan kemungkinan bentuk kepemilikan bisnis. Menjelaskan metode untuk memiliki bisnis yang ada. Menjelaskan bagaimana pemilik mengukur kinerja bisnisnya.
KEMUNGKINAN BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS 1. Perusahaan Perseorangan 2. Perusahaan kemitraan (Firma atau CV) 3. Korporasi (Perseroan Terbatas)
METODE UNTUK MEMILIKI BISNIS YANG TELAH ADA 1.Mengambil Kepemilikan bisnis keluarga 2.Membeli bisnis yang telah Ada 3.Waralaba
1. Kepemilikan bisnis keluarga Kinerja orang dalam bisnis keluarga dapat diprediksikan selama para karyawan utama masih terus bekerja disana. Jika bisnis tersebut mempunyai sejarah keberhasilan, Fungsi pemilik hanya memastikan operasionalnya masih berlanjut secara efisien. Sebaliknya jika bisnisnya memburuk, pemilik baru harus merevisi manajemen, pemasaran, dan kebijakan keuangan.
2. MEMBELI BISNIS YANG TELAH ADA Calon pembeli bisnis harus memiliki keahlian menjalankan bisnis dan memonitor kinerja para manajernya, kemudian membandingkan keuntungan yang diharapkan dengan modal pembeliannya. Volumen penjualan yang lalu dapat dipakai untuk memperkirakan volume penjualan yang akan datang. Untuk tipe bisnis yang hubungan pribadinya kurang, misalnya toserba (bukan seperti salon), penggantian pemilik bisnis tidak mempengaruhi pilihan pelanggan atau volume penjualan untuk lari ke pesaingnya.
3. WARALABA (Franchise) Waralaba adalah pengaturan perjanjian dimana seorang pemilik bisnis (Franchisor) memperbolehkan pemilik bisnis lain (Franchisee) memakai merek dagang atau hak ciptanya dalam kondisi tertentu. Contoh Bisnis Waralaba: Mc Donald, KFC, Teh Gopek, Chiken Pokpok, Roti Boy, Dll
JENIS-JENIS WARALABA Distributor (Distributorship) Waralaba dimana dealer boleh menjual produk hasil manufaktur. Contoh : Dealer Chrysler dan Ford. Bisnis Gaya Rantai (Chain Style Business) Waralaba dimana perusahaan boleh menggunakan nama dagang perusahaan lain dengan mengikuti petunjuk harga dan penjualan produk. Contoh : Mc Donald s, KFC, dan Pizza Hut. Pengaturan Manufaktur (Manufacturing Arrangement) Waralaba dimana perusahaan boleh membuat manufaktur produk dengan memakai formula yang diberikan oleh perusahaan lain. Contoh : Microsoft.
KEUNTUNGAN SEBAGAI WARALABA Gaya pengelolaannya telah terbukti berhasil dan berisiko lebih sedikit daripada bisnis yang sama sekali baru. Namanya telah dikenal luas sehingga dapat meningkatkan permintaan dan produk tanpa perlu mengeluarkan uang untuk iklan. Menerima dukungan dana dari pemberi izin dengan keyakinan bahwa penerima izin memiliki cukup modal untuk menilai bisnis waralabanya.
KERUGIAN SEBAGAI WARALABA Berbagi keuntungan dengan pemberi izin waralaba sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada penerima izin waralaba. Kinerja penerima izin waralaba sangat tergantung pada petunjuk produksi, penentuan harga, dan petunjuk lain serta tidak diperbolehkan mengubah peraturan. Tidak memiliki brand sendiri karena hanya sistem membantu pejualan suatu brand sesuai kesepakatan. Perkembangan bisnis secara general, apabila terjadi problem maka akan terkena dampak terhadap seluruh waralaba.
PEMILIK MENGUKUR KINERJA BISNISNYA 1. Imbalan Atas Penanaman modal 2. Resiko Atas Penanaman Modal 3. Balanced Scorecard
1. Imbalan Atas Penanaman Modal Penanaman modal perusahaan didapatkan dari laba yang dihasilkan perusahaan. Pemilik bisnis mengukur laba perusahaan dengan menghitung ekuitas perusahaan, yakni total penanaman modal dari investor (Return On Equity ROE). Laba perusahaan (ROE) = Laba setelah pajak ---->(Earnings After Tax EAT) Ekuitas ---->(Equity) Ekuitas : Hak pemilik atas aktiva perusahaan yang merupakan kekayaan bersih (aktiva-kewajiban). Ekuitas Terdiri dari Setoran Pemilik dan sisa laba yang ditahan.
Ekuitas (Equity/Modal) Ekuitas (Modal) : Hak pemilik atas aktiva perusahaan yang merupakan kekayaan bersih (aktiva-pasiva). Ekuitas Terdiri dari : Setoran Pemilik Sisa laba yang ditahan Aktiva (Asset) : Semua hak yang dapat digunakan dalam proses operasi perusahaan. Pasiva (kewajiban/utang) : Kewajiban membayar kepada pihak lain yang disebabkan transaksi sebelumnya. Pendapatan : Penambahan jumlah aktiva sebagai hasil operasi perusahaan secara bruto. Beban/Biaya : Pengorbanan yang terjadi dalam rangka memperoleh pendapatan.
Contoh Perhitungan ROE Suatu perusahaan diberi $ 1,000,000 oleh investor dan laba setelah pajak tahun lalu adalah $ 150,000, maka laba ekuitas tahun lalu: ROE= $ 150,000 --------> ROE= 0,15 = 15% $ 1,000,000 Jadi, perusahaan menghasilkan laba 15% dari penanaman modal investor.
2. RESIKO ATAS PENANAMAN MODAL Risiko Tingkat ketidakpastian laba perusahaan yang akan datang, dimana sangat tergantung pada penerimaan (Revenue) dan pengeluaran (Expenses). ANALISA PENANAMAN MODAL Calon pemilik perusahaan akan mendukung perusahaan yang berisiko tinggi bila mereka dapat menjanjikan imbalan yang tinggi. Bisnis kecil cenderung berisiko lebih daripada bisnis yang lebih besar, karena bisnis kecil tidak mempunyai keahlian manajerial. Kreditor juga akan memberikan dana kepada perusahaan tersebut bila mereka berpotensi untuk mendapat imbalan yang relatif tinggi berupa tingkat suku bunga pinjaman yang diberikan
3. BALANCED SCORECARD PENGERTIAN Suatu konsep manajemen yang menekankan pada pengukuran keuangan dan non keuangan berdasarkan visi dan misi suatu perusahaan. 1. Perspektif keuangan 2. Perspektif pelanggan 3. Perspektif proses bisnis internal 4. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.
A. PERSPEKTIF KEUANGAN Kinerja keuangan dapat dilihat dari : Jumlah penerimaan & Jumlah pengeluaran. Memiliki 3 Tahapan bisnis : A. Bertumbuh (growth) B. Bertahan (sustain) C. Menuai (harvest).
2. PERSPEKTIF PELANGGAN Kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan konsumen. Kemampuan dalam menentukan target pemasaran Kemampuan dalam meningkatkan kualitas pelayanan sehingga memberikan kepuasan kepada pelanggan Kemampuan dalan menjalin hubungan baik dengan pelanggan.
3. PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL Proses yang digunakan untuk mencapai peningkatan pelanggan serta untuk memberikan kepuasan kepada para pemegang saham. Tahapan proses Bisnis Internal : Inovasi Operasional Pelayanan
4. PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN otingkat kepuasan karyawan harus diperhatikan agar dapat mendorong kinerja karyawan, sehingga mampu menghasilkan ide-ide kreatif. osistem informasi juga harus diperhatikan agar cepat dalam memperoleh informasi mengenai kondisi pasar.
Keunggulan Balanced Score card Dapat menjadi tolak ukur faktor keuangan dan non keuangan. Dapat menjelaskan tujuan strategi jangka panjang dan cara mencapainya. Dapat digunakan untuk mengukur faktor internal dan eksternal suatu bisnis. Biasa digunakan dalam kegiatan rutin seperti menyusun rencana anggaran, menyusun manajemen kerja, serta membuat kebijakan baru yang disepakati pihak manajemen dan karyawan.
TERIMA KASIH