BUPATI MANDAILING NATAL PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 34 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MANDAILING NATAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MANDAILING NATAL, Menimbang Mengingat : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 23 ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Mandailing Natal, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Rincian Tugas dan Fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mandailing Natal; : 1. Undang Undang Nomor 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Toba Samosir dan Kabupaten Daerah Tingkat II Mandailing Natal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 188, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2437); 2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 6. Peraturan Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 8 Tahun 2010 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Lembaran Daerah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2010 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 8); 7. Peraturan Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Lembaran Daerah Kabupaten Mandailing Natal Tahun 20011 Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Mandailing Natal Nomor 3); MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MANDAILING NATAL.
- 2 - BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Mandailing Natal. 2. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 3. Bupati adalah Bupati Mandailing Natal. 4. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang selanjutnya disebut Badan adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mandailing Natal. 5. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang selanjutnya disebut Kepala Badan adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mandailing Natal. 6. Sekretaris adalah Sekretaris pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mandailing Natal. 7. Bidang adalah Bidang pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mandailing Natal. 8. Sub Bagian adalah Sub Bagian pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mandailing Natal. 9. Sub Bidang adalah Sub Bidang pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mandailing Natal. 10. Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disebut UPT adalah Unit Pelaksana Teknis pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mandailing Natal. 11. Kepala Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disebut Kepala UPT adalah Kepala Unit Pelaksana Teknis pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mandailing Natal. 12. Kelompok Jabatan Fungsional adalah Kelompok Jabatan Fungsional pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mandailing Natal. 13. Peraturan Bupati adalah Peraturan Bupati Mandailing Natal. BAB II TUGAS DAN FUNGSI Bagian Pertama Badan Pasal 2 (1) Badan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang perencanaan pembangunan daerah. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Badan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan teknis dibidang perencanaan pembangunan daerah; b. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah dibidang perencanaan pembangunan daerah; c. pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang perencanaan pembangunan daerah; d. penyelenggaraan administrasi dan rumah tangga Badan; e. pembinaan disipilin pegawai Badan; f. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan g. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas kepada h. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.
- 3 - Pasal 3 (1) Badan dipimpin oleh seorang Kepala Badan. (2) Kepala Badan mempunyai tugas dan fungsi memimpin dan mempertanggungjawabkan penyelenggaraan tugas dan fungsi Badan. (3) Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Badan dibantu oleh: a. Sekretariat; b. Bidang Ekonomi; c. Bidang Sosial Budaya; d. Bidang Sarana dan Prasarana; dan e. Bidang Penelitian, Pengembangan, Statistik dan Pengendalian Pembangunan. Bagian Kedua Sekretariat Pasal 4 (1) Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan pengkoordinasian penyiapan dan pengumpulan bahan perumusan kebijakan dan program Badan, memberikan pelayanan administratif dan fungsional kepada semua unsur di lingkungan Badan serta pengembangan administrasi umum, surat menyurat, hubungan masyarakat, urusan rumah tangga, penyediaan sarana dan prasarana, kearsipan dan ketatalaksanaan, kepegawaian, pengelolaan keuangan, penyusunan program kegiatan dan evaluasi dan pelaporan, serta pengkoordinasian pengumpulan bahan dan perumusan LKPJ, RTRW, RENSTRA, RKPD, KUA/PPAS, RPJMD, RPJPD, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan bahan perumusan kebijakan, program dan kegiatan sekretariat; b. penyelenggaraan ketatausahaan, administrasi umum dan surat menyurat; c. pelayanan dan pemenuhan perlengkapan dan rumah tangga Badan; d. pelayanan administrasi kepegawaian bagi semua unsur dilingkungan Badan; e. pengelolaan dan penyiapan pertanggungjawaban administrasi keuangan Badan; f. koordinasi penyusunan program kegiatan Badan; g. evaluasi dan pelaporan atas penyelenggaraan program dan kegiatan; h. koordinasi penyusunan RENJA, RENSTRA, KUA/PPAS, LAKIP, LPPD, LKPJ Badan serta bentuk pelaporan SKPD lainnya; i. mengkoordinasikan pengumpulan bahan dan perumusan LKPJ, RTRW, RENSTRA, RKPD, KUA/PPAS, RPJMD serta RPJPD Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal; j. memberi masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan k. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi kepada l. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Pasal 5 Dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Sekretariat terdiri atas : a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; b. Sub Bagian Keuangan; dan c. Sub Bagian Program. Paragraf 1 Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Pasal 6 (1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan surat menyurat, kearsipan, keprotokolan, perlengkapan rumah tangga dan perpustakaan serta administrasi kepegawaian Badan.
- 4 - (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan penomoran surat keluar, surat masuk dan administrasi ketatalaksanaan lainnya serta penataan kearsipan; b. melaksanakan pengadaan dan penyediaan perlengkapan dan sarana administrasi; c. melaksanakan pemeliharaan sarana dan prasarana; d. melaksanakan urusan kehumasan dan pelayanan informasi kepada masyarakat dan media masa; e. melaksanakan urusan administrasi pegawai badan dalam penerbitan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, kanaikan jabatan dan administrasi lainnya; f. mempersiapkan dan memproses pengurusan mutasi promosi, pemberian tanda penghargaan berkaitan dengan prestasi pegawai dan pengenaan sanksi yang berkaitan dengan pelanggaran yang dilakukan pegawai berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; g. mempersiapkan dan memproses administrasi DP3 pegawai badan setiap tahunnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; h. melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi kepada i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Paragraf 2 Sub Bagian Keuangan Pasal 7 (1) Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi keuangan serta penyiapan laporan dan pertanggungjawaban keuangan Badan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan kegiatan menyangkut pelaksanaan administrasi penggajian dan tunjangan pegawai; b. melaksanakan kegiatan pengurusan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai, serta keuangan lainnya yang diatur sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku; c. melaksanakan koordinasi dengan instansi pengelola keuangan daerah dalam pengurusan, pencairan dan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai, serta sumber-sumber keuangan lainnya yang diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; d. melaksanakan urusan administrasi keuangan lainnya, dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas-tugas secara umum; e. melaksanakan koordinasi dan pengawasan pencairan anggaran kegiatan dan program kerja Badan; f. melaksanakan pengelolaan dan penyusunan pertanggungjawaban keuangan Badan; g. memberikan masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugasnya; h. melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi kepada i. melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Paragraf 3 Sub Bagian Program Pasal 8 (1) Sub Bagian Program mempunyai tugas melaksanakan pengkoordinasian dan penyusunan program dan kegiatan serta program pembangunan dibidang perencanaan pembangunan daerah dan melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaannya.
- 5 - (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bagian Program menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan penyusunan program dan kegiatan pembangunan dibidang perencanaan pembangunan daerah; b. pengkoordinasian dan penyusunan RENJA, RKPD, RENSTRA, KUA/PPAS, LAKIP, LKPJ dan LPPD Badan; c. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi dibidang perencanaan pembangunan daerah; d. pelaksanaan monitoring dan evaluasi dan pelaporan atas pelaksanaan program dan kegiatan; e. melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi kepada f. pelaksanan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Bagian Ketiga Bidang Ekonomi Pasal 9 (1) Bidang Ekonomi mempunyai tugas menyelenggarakan pengkoordinasian perumusan kebijakan teknis dan program dalam perencanaan pembangunan dibidang perekonomian. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Ekonomi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan bahan perumusan kebijakan dan program dalam lingkup perencanaan pembangunan daerah bidang perekonomian; b. koordinasi pengkajian dan penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dibidang perekonomian; c. pengkoordinasian, pengintegrasian, penyinkronisasian perencanaan pembangunan diantara SKPD dan instansi-instansi vertikal dibidang perekonomian; d. koordinasi pelaksanaan asistensi dan penyusunan APBD bersama-sama TAPD dibidang perekonomian; e. koordinasi penyusunan, pengevaluasian dan pemberian rekomendasi pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten bidang perekonomian; f. pengkoordinasian perencanaan dan pengembangan wilayah daerah dan perencanaan pengembangan kawasan-kawasan strategis untuk kepentingan daerah yang yang bersifat regional dan nasional dibidang perekonomian; g. pengkoordinasian kerjasama dengan pihak luar negeri dan dalam negeri, dan antar Kabupaten/Kota dibidang perekonomian; h. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan i. pelaporan dan pertanggungjawaban atas penyelenggaraan tugas dan fungsi kepada j. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Pasal 10 Dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Bidang Ekonomi terdiri atas; a. Sub Bidang Agribisnis; dan b. Sub Bidang Industri dan Sumber Daya Alam. Paragraf 1 Sub Bidang Agribisnis Pasal 11 (1) Sub Bidang Agribisnis mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Ekonomi dalam melaksanakan pengkoordinasian perumusan kebijakan teknis dan program dalam perencanaan pembangunan dibidang pertanian, peternakan, perkebunan, ketahanan pangan, kehutanan, kelautan dan perikanan.
- 6 - (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Agribisnis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dalam lingkup perencanaan pembangunan daerah dibidang pertanian, peternakan, perkebunan, ketahanan pangan, kehutanan, kelautan dan perikanan; b. pelaksanaan koordinasi pengkajian dan penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dibidang pertanian, peternakan, perkebunan, ketahanan pangan, kehutanan, kelautan dan perikanan; c. pelaksanaan pengkoordinasian, pengintegrasian, penyinkronisasian perencanaan pembangunan diantara SKPD dan instansi-instansi vertikal dibidang pertanian, peternakan, perkebunan, ketahanan pangan, kehutanan, kelautan dan perikanan; d. pelaksanaan asistensi dan penyusunan APBD bersama-sama TAPD dibidang pertanian, peternakan, perkebunan, ketahanan pangan, kehutanan, kelautan dan perikanan; e. pelaksanaan koordinasi penyusunan, pengevaluasian dan pemberian rekomendasi pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten dibidang pertanian, peternakan, perkebunan, ketahanan pangan, kehutanan, kelautan dan perikanan; f. pelaksanaan pengkoordinasian kerjasama dengan pihak luar negeri dan dalam negeri, dan antar Kabupaten/Kota dibidang pertanian, peternakan, perkebunan, ketahanan pangan, kehutanan, kelautan dan perikanan; g. pelaksanaan pengkoordinasian perencanaan dan pengembangan wilayah daerah dan perencanaan pengembangan kawasan-kawasan strategis untuk kepentingan daerah yang yang bersifat regional dan nasional dibidang pertanian, peternakan, perkebunan, ketahanan pangan, kehutanan, kelautan dan perikanan; h. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan i. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi kepada j. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Paragraf 2 Sub Bidang Industri dan Sumber Daya Alam Pasal 12 (1) Sub Bidang Industri dan Sumber Daya Alam mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Ekonomi dalam melaksanakan pengkoordinasian perumusan kebijakan teknis dan program dalam perencanaan pembangunan dibidang perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah, penanaman modal, pertambangan dan energi serta lingkungan hidup. (2) Untuk mempunyai tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Industri dan Sumber Daya Alam menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dalam lingkup perencanaan pembangunan daerah dibidang perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah, penanaman modal, pertambangan dan energi serta lingkungan hidup; b. pelaksanaan koordinasi pengkajian dan penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dibidang perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah, penanaman modal, pertambangan dan energi serta lingkungan hidup; c. pelaksanaan pengkoordinasian, pengintegrasian, penyinkronisasian perencanaan pembangunan diantara SKPD dan instansi-instansi vertikal dibidang perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah, penanaman modal, pertambangan dan energi serta lingkungan hidup; d. pelaksanaan asistensi dan penyusunan APBD bersama-sama TAPD dibidang perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah, penanaman modal, pertambangan dan energi serta lingkungan hidup;
- 7 - e. pelaksanaan koordinasi penyusunan, pengevaluasian dan pemberian rekomendasi pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten dibidang perindustrian, perdagangan, pertambangan dan energi serta lingkungan hidup; f. pelaksanaan pengkoordinasian kerjasama dengan pihak luar negeri dan dalam negeri, dan antar Kabupaten/Kota dibidang perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah, penanaman modal, pertambangan dan energi serta lingkungan hidup; g. pelaksanaan pengkoordinasian perencanaan dan pengembangan wilayah daerah dan perencanaan pengembangan kawasan-kawasan strategis untuk kepentingan daerah yang yang bersifat regional dan nasional dibidang perindustrian, perdagangan, penanaman modal, pertambangan dan energi serta lingkungan hidup; h. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan i. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi kepada j. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Bagian Keempat Bidang Sosial Budaya Pasal 13 (1) Bidang Sosial Budaya mempunyai tugas menyelenggarakan pengkoordinasian perumusan kebijakan teknis dan program dalam perencanaan pembangunan dibidang sosial budaya. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Sosial Budaya menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan bahan perumusan kebijakan dan program dalam lingkup perencanaan pembangunan daerah bidang sosial budaya; b. koordinasi pengkajian dan penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dibidang sosial budaya; c. pengkoordinasian, pengintegrasian, penyinkronisasian perencanaan pembangunan diantara SKPD dan instansi-instansi vertikal dibidang sosial budaya; d. koordinasi pelaksanaan asistensi dan penyusunan APBD bersama-sama TAPD dibidang sosial budaya; e. koordinasi penyusunan, pengevaluasian dan pemberian rekomendasi pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten bidang sosial budaya; f. pengkoordinasian perencanaan dan pengembangan wilayah daerah dan perencanaan pengembangan kawasan-kawasan strategis untuk kepentingan daerah yang yang bersifat regional dan nasional dibidang sosial budaya; g. pengkoordinasian kerjasama dengan pihak luar negeri dan dalam negeri, dan antar Kabupaten/Kota dibidang sosial budaya; h. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan i. pelaporan dan pertanggungjawaban atas penyelenggaraan tugas dan fungsi kepada j. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Pasal 14 Dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, Bidang Sosial Budaya terdiri atas : a. Sub Bidang Pemerintahan Umum, Kependudukan dan Sumber Daya Manusia; dan b. Sub Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Kebudayaan.
- 8 - Paragraf 1 Sub Bidang Pemerintahan Umum, Kependudukan dan Sumber Daya Manusia Pasal 15 (1) Sub Bidang Pemerintahan Umum, Kependudukan dan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Sosial Budaya dalam melaksanakan pengkoordinasian perumusan kebijakan teknis dan program dalam perencanaan pembangunan dibidang pemerintahan umum, ketenagakerjaan, ketransmigrasian, kependudukan, pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia, aparatur dan generasi muda. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Pemerintahan Umum, Kependudukan dan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dalam lingkup perencanaan pembangunan daerah dibidang pemerintahan umum, ketenagakerjaan, ketransmigrasian, kependudukan, pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia, aparatur dan generasi muda; b. pelaksanaan koordinasi pengkajian dan penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dibidang pemerintahan umum, ketenagakerjaan, ketransmigrasian, kependudukan, pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia, aparatur dan generasi muda; c. pelaksanaan pengkoordinasian, pengintegrasian, penyinkronisasian perencanaan pembangunan diantara SKPD dan instansi-instansi vertikal dibidang pemerintahan umum, ketenagakerjaan, ketransmigrasian, kependudukan, pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia, aparatur dan generasi muda; d. pelaksanaan asistensi dan penyusunan APBD bersama-sama TAPD dibidang pemerintahan umum, ketenagakerjaan, ketransmigrasian, kependudukan, pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia, aparatur dan generasi muda; e. pelaksanaan koordinasi penyusunan, pengevaluasian dan pemberian rekomendasi pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten dibidang pemerintahan umum, ketransmigrasian dan pendidikan; f. pelaksanaan pengkoordinasian kerjasama dengan pihak luar negeri dan dalam negeri, dan antar Kabupaten/Kota dibidang pemerintahan umum, ketenagakerjaan, ketransmigrasian, pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia, aparatur dan generasi muda; g. pelaksanaan pengkoordinasian perencanaan dan pengembangan wilayah daerah dan perencanaan pengembangan kawasan-kawasan strategis untuk kepentingan daerah yang yang bersifat regional dan nasional dibidang ketransmigrasian dan pendidikan; h. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan i. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi kepada j. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Paragraf 2 Sub Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Kebudayaan Pasal 16 (1) Sub Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Kebudayaan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Sosial Budaya dalam melaksanakan pengkoordinasian perumusan kebijakan teknis dan program dalam perencanaan pembangunan dibidang kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana, kebudayaan, pariwisata, pemberdayaan masyarakat, agama serta penanggulangan kemiskinan.
- 9 - (2) untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Kebudayaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dalam lingkup perencanaan pembangunan daerah dibidang kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana, kebudayaan, pariwisata, pemberdayaan masyarakat, agama serta penanggulangan kemiskinan; b. pelaksanaan koordinasi pengkajian dan penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dibidang kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana, kebudayaan, pariwisata, pemberdayaan masyarakat, agama serta penanggulangan kemiskinan; c. pelaksanaan pengkoordinasian, pengintegrasian, penyinkronisasian perencanaan pembangunan diantara SKPD dan instansi-instansi vertikal dibidang kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana, kebudayaan, pariwisata, pemberdayaan masyarakat, agama serta penanggulangan kemiskinan; d. pelaksanaan asistensi dan penyusunan APBD bersama-sama TAPD dibidang kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana, kebudayaan, pariwisata, pemberdayaan masyarakat, agama serta penanggulangan kemiskinan; e. pelaksanaan koordinasi penyusunan, pengevaluasian dan pemberian rekomendasi pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten dibidang pariwisata; f. pelaksanaan pengkoordinasian kerjasama dengan pihak luar negeri dan dalam negeri, dan antar Kabupaten/Kota dibidang kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, keluarga berencana, kebudayaan, pariwisata, pemberdayaan masyarakat, agama serta penanggulangan kemiskinan; g. pelaksanaan pengkoordinasian perencanaan dan pengembangan wilayah daerah dan perencanaan pengembangan kawasan-kawasan strategis untuk kepentingan daerah yang bersifat regional dan nasional dibidang kesehatan, sosial, keluarga berencana, kebudayaan dan pariwisata; h. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan i. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi kepada j. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Bagian kelima Bidang Sarana dan Prasarana Pasal 17 (1) Bidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas menyelenggarakan pengkoordinasian perumusan kebijakan teknis dan program dalam perencanaan pembangunan dibidang sarana dan prasarana. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan bahan perumusan kebijakan dan program dalam lingkup perencanaan pembangunan daerah bidang sarana dan prasarana; b. koordinasi pengkajian dan penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dibidang sarana dan prasarana; c. pengkoordinasian, pengintegrasian, penyinkronisasian perencanaan pembangunan diantara SKPD dan instansi-instansi vertikal dibidang sarana dan prasarana;
- 10 - d. koordinasi pelaksanaan asistensi dan penyusunan APBD bersama-sama TAPD dibidang sarana dan prasarana; e. koordinasi, evaluasi dan rekapitulasi penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten; f. pemberian rekomendasi pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten bidang sarana dan prasarana; g. pengkoordinasian perencanaan dan pengembangan wilayah daerah dan perencanaan pengembangan kawasan-kawasan strategis untuk kepentingan daerah yang yang bersifat regional dan nasional dibidang sarana dan prasarana; h. pengkoordinasian kerjasama dengan pihak luar negeri dan dalam negeri, dan antar Kabupaten/Kota dibidang sarana dan prasarana; i. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan j. pelaporan dan pertanggungjawaban atas penyelenggaraan tugas dan fungsi kepada k. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Pasal 18 Dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, Bidang Sarana dan Prasarana terdiri atas; a. Sub Bidang Penataan Ruang, Keciptakaryaan dan Pengairan; dan b. Sub Bidang Perhubungan dan Kebinamargaan. Paragraf 1 Sub Bidang Penataan Ruang, Keciptakaryaan dan Pengairan Pasal 19 (1) Sub Bidang Penataan Ruang, Keciptakaryaan dan Pengairan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Sarana dan Prasarana dalam melaksanakan pengkoordinasian perumusan kebijakan teknis dan program dalam perencanaan pembangunan dibidang penataan ruang, keciptakaryaan, perumahan dan pengairan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Penataan Ruang, Keciptakaryaan dan Pengairan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dalam lingkup perencanaan pembangunan daerah dibidang penataan ruang, keciptakaryaan dan pengairan; b. pelaksanaan koordinasi pengkajian dan penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dibidang penataan ruang, keciptakaryaan dan pengairan; c. pelaksanaan pengkoordinasian, pengintegrasian, penyinkronisasian perencanaan pembangunan diantara SKPD dan instansi-instansi vertikal dibidang penataan ruang, keciptakaryaan dan pengairan; d. pelaksanaan asistensi dan penyusunan APBD bersama-sama TAPD dibidang penataan ruang, keciptakaryaan dan pengairan; e. pelaksanaan koordinasi, evaluasi dan rekapitulasi penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten; f. pelaksanaan pemberian rekomendasi pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten dibidang pariwisata; g. pelaksanaan pengkoordinasian kerjasama dengan pihak luar negeri dan dalam negeri, dan antar Kabupaten/Kota dibidang penataan ruang, keciptakaryaan dan pengairan;
- 11 - h. pelaksanaan pengkoordinasian perencanaan dan pengembangan wilayah daerah dan perencanaan pengembangan kawasan-kawasan strategis untuk kepentingan daerah yang bersifat regional dan nasional dibidang keciptakaryaan dan pengairan; i. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan j. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi kepada k. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Paragraf 2 Sub Bidang Perhubungan dan Kebinamargaan Pasal 20 (1) Sub Bidang Perhubungan dan Kebinamargaan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Sarana dan Prasarana dalam melaksanakan pengkoordinasian perumusan kebijakan teknis dan program dalam perencanaan pembangunan dibidang perhubungan, komunikasi dan informatika serta kebinamargaan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Perhubungan dan Kebinamargaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dalam lingkup perencanaan pembangunan daerah dibidang perhubungan, komunikasi dan informatika serta kebinamargaan; b. pelaksanaan koordinasi pengkajian dan penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dibidang perhubungan, komunikasi dan informatika serta kebinamargaan; c. pelaksanaan pengkoordinasian, pengintegrasian, penyinkronisasian perencanaan pembangunan diantara SKPD dan instansi-instansi vertikal dibidang perhubungan, komunikasi dan informatika serta kebinamargaan; d. pelaksanaan asistensi dan penyusunan APBD bersama-sama TAPD dibidang perhubungan, komunikasi dan informatika serta kebinamargaan; e. pelaksanaan koordinasi penyusunan, pengevaluasian dan pemberian rekomendasi pemanfaatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten dibidang perhubungan dan kebinamargaan; f. pelaksanaan pengkoordinasian kerjasama dengan pihak luar negeri dan dalam negeri, dan antar Kabupaten/Kota dibidang perhubungan, komunikasi dan informatika serta kebinamargaan; g. pelaksanaan pengkoordinasian perencanaan dan pengembangan wilayah daerah dan perencanaan pengembangan kawasan-kawasan strategis untuk kepentingan daerah yang bersifat regional dan nasional dibidang perhubungan dan kebinamargaan; h. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan i. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi kepada j. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Bagian Keenam Bidang Penelitian, Pengembangan, Statistik dan Pengendalian Pembangunan Pasal 21 (1) Bidang Penelitian, Pengembangan, Statistik dan Pengendalian Pembangunan mempunyai tugas pengkoordinasian perumusan kebijakan dan program serta penyelenggaraan kegiatan penelitian, pengembangan, statistik dan pengendalian pembangunan.
- 12 - (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Penelitian, Pengembangan, Statistik dan Pengendalian Pembangunan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang penelitian, pengembangan, statistik dan pengendalian pembangunan; b. pengkoordinasian dan penyelenggaraan penelitian dan pengembangan dalam lingkup pembangunan daerah; c. koordinasi, fasilitasi dan penyelenggaraan urusan dibidang statistik; d. koordinasi dan penyelenggaraan pengendalian administrasi dan pemantauan program pembangunan yang didanai dari APBD serta bantuan dan dana pembangunan lainnya; e. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan f. pelaporan dan pertanggungjawaban atas penyelenggaraan tugas dan fungsi kepada g. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Pasal 22 Dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Bidang Penelitian, Pengembangan, Statistik dan Pengendalian Pembangunan terdiri atas; a. Sub Bidang Penelitian, Pengembangan dan Statistik; dan b. Sub Bidang Pengendalian dan Pemantauan Pembangunan. Paragraf 1 Sub Bidang Penelitian Pengembangan dan Statistik Pasal 23 (1) Sub Bidang Penelitian, Pengembangan dan Statistik mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan, Statistik dan Pengendalian Pembangunan dalam melaksanakan pengkoordinasian perumusan kebijakan dan program serta penyelenggaraan dibidang penelitian, pengembangan dan statistik. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Penelitian, Pengembangan dan Statistik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang penelitian, pengembangan dan statistik; b. pengkoordinasian dan pelaksanaan penelitian dan pengembangan dibidang ekonomi, sosial budaya dan prasarana dan sarana dalam lingkup pembangunan daerah; c. pelaksanaan kerjasama penelitian dan pengembangan dibidang ekonomi, sosial budaya dan prasarana dan sarana dengan lembaga-lembaga lainnya; d. fasilitasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan oleh instansi/lembaga lain di daerah; e. koordinasi dan pelaksanaan urusan dibidang statistik skala kabupaten; f. pemberian dukungan atas penyelenggaraan survey berskala nasional dibidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat; g. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan h. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi kepada i. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan.
- 13 - Paragraf 2 Sub Bidang Pengendalian dan Pemantauan Pembangunan Pasal 24 (1) Sub Bidang Pengendalian dan Pemantauan Pembangunan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan, Statistik dan Pengendalian Pembangunan dalam melaksanakan pengkoordinasian perumusan kebijakan dan program serta penyelenggaraan dibidang pengendalian dan pemantauan pembangunan. (2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sub Bidang Pengendalian dan Pemantauan Pembangunan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan program dibidang pengendalian dan pemantauan pembangunan; b. pelaksanaan pengumpulan data dan informasi atas program pembangunan yang didanai dari APBD serta bantuan dan dana pembangunan lainnya; c. pengkoordinasian dan pelaksanaan pengendalian administrasi dan pemantauan pembangunan dibidang ekonomi, sosial budaya dan prasarana dan sarana yang dilaksanakan oleh satuan kerja perangkat daerah; d. melakukan analisa dan evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah yang didanai dari APBD serta bantuan dan dana pembangunan lainnya; e. penyusunan laporan administrasi pembangunan yang didanai dari APBD serta bantuan dan dana pembangunan lainnya; f. pemberian masukan yang perlu kepada atasan sesuai bidang tugas dan g. pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi kepada h. pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan. Bagian Ketujuh Unit Pelaksana Teknis dan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 25 (1) Pada Badan dapat dibentuk UPT sebagai unsur pelaksana teknis operasional dan/atau pelaksana teknis penunjang sebagian tugas dan kegiatan Badan yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati. (2) Pada Badan dapat ditetapkan jabatan fungsional berdasarkan keahlian dan sepesialisasi yang dibutuhkan sesuai dengan prosedur ketentuan yang berlaku yang mempunyai tugas melaksanakan sebagai tugas dan fungsi Badan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan diangkat sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja. BAB III TATA KERJA Pasal 26 Dalam melaksanakan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dan kelompok jabatan fungsional di lingkungan badan wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing masing, antar satuan organisasi di lingkungan pemerintah daerah maupun dengan instansi lain diluar pemerintah daerah sesuai dengan tugas masing-masing.
- 14 - Pasal 27 (1) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (3) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyiapkan laporan berkala tepat pada waktunya. (4) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kapada bawahan. (5) Dalam penyampaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (6) Dalam melaksanakan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing, wajib mengadakan rapat berkala. BAB IV KETENTUAN PENUTUP Pasal 28 (1) Pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku, Peraturan Bupati Nomor 24 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mandailing Natal dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. (2) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Bupati ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya diatur lebih lanjut oleh Kepala Badan. Pasal 29 Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Mandailing Natal. Ditetapkan di Panyabungan pada tanggal 18 April 2011 Pj. BUPATI MANDAILING NATAL, ttd. Diundangkan di Panyabungan pada tanggal 18 April 2011 Plt. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN, ASPAN SOFIAN ttd. GOZALI BERITA DAERAH KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2011 NOMOR 59 Salinan sesuai dengan Aslinya KEPALA BAGIAN HUKUM DAN ORGANISASI SETDAKAB MANDAILING NATAL, SAMUEL SIMANGUNSONG, SSTP PENATA Tk.I NIP. 19781202 199711 1 001