II. TINJAUAN PUSTAKA A.

dokumen-dokumen yang mirip
TINJAUAN PUSTAKA. A. Tanaman Singkong. prasejarah. Potensi singkong menjadikannya sebagai bahan makanan pokok

TINJAUAN PUSTAKA. A. Tanaman Durian (Durio zibethinus Murr.) dpl. (Nurbani, 2012). Adapun klasifikasi tanaman durian yaitu Kingdom

TINJAUAN PUSTAKA. A. Kelapa Sawit(Elaeis guineensis) tanaman kelapa sawit diantaranya Divisi Embryophyta Siphonagama, Sub-devisio

TINJAUAN PUSTAKA. A. Lahan Pasir Pantai. hubungannya dengan tanah dan pembentukkannya.

Lampiran 1 : Data suhu udara di daerah Kebun Bekala Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang ( 0 C)

Karakteristik dan Kesesuaian Lahan Tanaman Cabai & Bawang Merah Dr. Dedi Nursyamsi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teoritis Gambaran Umum Lahan Pertanian di Area Wisata Posong Desa Tlahap terletak di Kecamatan Kledung,

2013, No.1041 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Lampiran 1. Kriteria Kelas Kesesuaian Lahan Kelapa sawit

Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Kacang Tanah di Desa Sampuran, Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal

I. TINJAUAN PUSTAKA. bahan induk, relief/ topografi dan waktu. Tanah juga merupakan fenomena alam. pasir, debu dan lempung (Gunawan Budiyanto, 2014).

Lampiran 1. Data curah hujan di desa Sipahutar, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 79/Permentan/OT.140/8/2013 TENTANG PEDOMAN KESESUAIAN LAHAN PADA KOMODITAS TANAMAN PANGAN

Lampiran 1. Peta/ luas areal statement kebun helvetia. Universitas Sumatera Utara

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Tanaman ubi jalar tergolong famili Convolvulaceae suku Kangkungkangkungan,

LAMPIRAN. Lampiran 1. Kriteria Kesesuaian Lahan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.)

TINJAUAN PUSTAKA. yang mungkin dikembangkan (FAO, 1976). Vink, 1975 dalam Karim (1993)

TATA CARA PENELITIAN

TINJAUAN PUSTAKA. Survei Tanah. potensi sumber dayanya adalah survei. Sebuah peta tanah merupakan salah satu

Kesesuaian Lahan Tanaman Kelapa di Lahan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Lampiran 1. Deskripsi Profil

TINJAUAN PUSTAKA. A. Tanah dan Lahan. bumi, yang terdiri dari bahan mineral dan bahan organik, serta mempunyai sifat

TINJAUAN PUSTAKA. A. Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.)

KESESUAIAN LAHAN DI POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH UNTUK BUDIDAYA KEDELAI

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Kondisi Eksisting Fisiografi Wilayah Studi

TINJAUAN PUSTAKA. A. Tanah dan Lahan

Kesesuaian Lahan Kayu Manis di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

TUGAS KULIAH SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN SETELAH UTS

Kesesuaian Lahan Jagung Pada Tanah Mineral dipoliteknik Pertanian Negeri Payakumbuh

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Mela Febrianti * 1. Pendahuluan. Abstrak KESESUAIAN LAHAN

Kesesuian lahan untuk tanaman papaya dan durian dipolitani

LAMPIRAN. Lampiran 1. Data Jumlah Curah Hujan (milimeter) di Stasiun Onan Runggu Periode Tahun

LAMPIRAN. Lampiran 1. Data Jumlah Curah Hujan (milimeter) di Stasiun Onan Runggu Periode Tahun

Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.) ialah tumbuhan tropika dan subtropika dari

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. lahan pasir pantai Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen dengan daerah studi

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Kondisi Eksisting Fisiografi Wilayah Studi. wilayahnya. Iklim yang ada di Kecamatan Anak Tuha secara umum adalah iklim

LAMPIRAN. Lampiran 1. Data Jumlah Curah Hujan (milimeter) di Stasiun Onan Runggu Periode Tahun

Kesesuaian LahanTanaman Kelapa Sawit Di lahan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Lailatul Husna *

11. TINJAUAN PUSTAKA

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Karakteristik dan Fisiografi Wilayah. lingkungan berhubungan dengan kondisi fisiografi wilayah.

II. TINJAUAN PUSTAKA. oleh konsumen Indonesia karena memiliki rasa yang enak dan jumlah biji yang

TINJAUAN PUSTAKA. A. Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Spermatophyta, subdivisio Angiospermae, class Monocotyledoneae, family

TINJAUAN PUSTAKA. Survei Tanah. informasi dari sumber-sumber lain yang relevan (Rayes, 2007).

Analisis Kesesuaian Lahan Pertanian dan Perkebunan

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI KECAMATAN MUARA KABUPATEN TAPANULI UTARA

338. Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.1, No.2, Maret 2013 ISSN No

PENINGKATAN EFEKTIVITAS PUPUK DI LAHAN MARGINAL UNTUK KELAPA SAWIT. Research & Development of Fertilizer Division SARASWANTI GROUP

Kesesuaian Padi Sawah di Lahan Gambut Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Kondisi Eksisting Fisiografi Wilayah Studi. 8 desa merupakan daerah daratan dengan total luas 2.466,70 hektar.

BAB III METODE PENELITIAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman padi dapat hidup baik di daerah yang berhawa panas dan banyak

HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Kualitas dan Karakteristik Lahan Sawah. wilayahnya, sehingga kondisi iklim pada masing-masing penggunaan lahan adalah

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Karakteristik dan Geofisik Wilayah. genetik tanaman juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yang berupa nutrisi

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Pengambilan sampel tanah dilakukan di Lahan pesisir Pantai Desa Bandengan,

Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L var Kartika Ateng ) Di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara

Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Padi Sawah Irigasi (Oryza sativa L.) Di Desa Bakaran Batu Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Kondisi Eksisting Fisiografi Wilayah Studi. ketinggian 15 m.dpl. Wilayah Desa Petangkuran berupa lahan kering dengan luas

TINJAUAN PUSTAKA. Faktor Lingkungan Tumbuh Kelapa Sawit

Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dala

3. List Program Pertanyaan Untuk Ciri-Ciri Asal Terjadinya Tanah. 4. List Program Pertanyaan Untuk Ciri-Ciri Sifat Dan Bentuk Tanah

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Parangtritis, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY mulai

TINJAUAN PUSTAKA. Sawi hijau sebagai bahan makanan sayuran mengandung zat-zat gizi yang

ANALISA POTENSI LAHAN UNTUK KOMODITAS TANAMAN KEDELAI DI KABUPATEN SITUBONDO

IV. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu. Analisis terhadap sampel tanah dilakukan di Laboratorium Tanah Fakultas

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN APEL DI DESA SIHIONG KECAMATAN BONATUA LUNASI KABUPATEN TOBA SAMOSIR

IV. PERANCANGAN 4.1 Kerangka Sistem Yang Dirancang

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

TINJAUAN PUSTAKA. A. Tanaman Pisang. Pertumbuhan tanaman pisang sangat dipengaruhi faktor-faktor yang

Evaluation Of Land Suitability For Rainfed Paddy Fields (Oryza sativa L.) In Muara Sub District North Tapanuli Regency

TINJAUAN PUSTAKA. Survei Tanah. satu dokumentasi utama sebagai dasar dalam proyek-proyek pengembangan

TINJAUAN PUSTAKA. Survei Tanah. saling memberi manfaat bagi peningkatan kegunaannya. Kegiatan survei dan pemetaan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Karakteristik Lahan Kesesuaian Tanaman Karet

Berdasarkan TUJUAN evaluasi, klsifikasi lahan, dibedakan : Klasifikasi kemampuan lahan Klasifikasi kesesuaian lahan Kemampuan : penilaian komponen lah

TINJAUAN PUSTAKA. A. Material Vulkanik Merapi. gunung api yang berupa padatan dapat disebut sebagai bahan piroklastik (pyro = api,

PETUNJUK TEKNIS PENGEMBANGAN KAWASAN TANAMAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL TANAMAN PANGAN

Kesesuaian Lahan tanaman kopi di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. pasir di semua wilayah penelitian sehingga cukup baik untuk meloloskan air.

TINJAUAN PUSTAKA. Survei Tanah. langsung kelapangan. Data yang diperoleh berupa data fisik, kimia, biologi,

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. akar-akar cabang banyak terdapat bintil akar berisi bakteri Rhizobium japonicum

I. PENDAHULUAN. Kebutuhan beras di Indonesia meningkat seiring dengan peningkatan laju

Lahan dapat diartikan bermacam-macam tergantung dari sudut pandang. (landscape) yang mencangkup pengertian lingkungan fisik termasuk tanah, iklim,

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) PADA BENTUK LAHAN ASAL VOLKANIS DI KECAMATAN PASRUJAMBE KABUPATEN LUMAJANG

I. PENDAHULUAN. Salah satu sektor pertanian yang dikembangkan saat ini adalah intensifikasi

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Lahan adalah suatu daerah dipermukaan bumi dengan sifat- sifat tertentu yaitu

TINJAUAN PUSTAKA. di laboratorium, yang dilakukan secara sistematis dengan metode-metode tertentu

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

TINJAUAN PUSTAKA. menjadi tegas, kering, berwarna terang segar bertepung. Lembab-berdaging jenis

Panduan Fieldtrip. MK. Survei Tanah dan Evaluasi Lahan. Christanti Agustina, SP. Nama : NIM : Program Studi :

TINJAUAN PUSTAKA. A. Kopi Arabika (Coffea Arabica) Afrika. Di habitat asalnya, tanaman ini tumbuh di bawah kanopi hutan tropis yang

Evaluasi Lahan. proses perencanaan penggunaan lahan (land use planning). Evaluasi lahan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 1 Rata-rata intensitas cahaya dan persentase penutupan tajuk pada petak ukur contoh mahoni muda dan tua

SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO

Sub Kelas : Commelinidae. Famili : Poaceae Genus : Triticum Spesies : Triticum aestivum L.

I. PENDAHULUAN. penduduk di Indonesia bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber. kehidupan utama (Suparyono dan Setyono, 1994).

Transkripsi:

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tanaman Durian 1. Karakteristik tanaman durian Durian (Durio zibethinus Murr.) merupakan salah satu tanaman hasil perkebunan yang telah lama dikenal oleh masyarakat yang pada umumnya dimanfaatkan sebagai buah saja. Sebagian sumber literatur menyebutkan tanaman durian adalah salah satu jenis buah tropis asli Indonesia (Rukmana, 1996). Menurut Budiyanto (2015) klasifikasi tanaman durian yaitu Kingdom Palntae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Magnoliopsida, Ordo Malvales, Famili Bombacaceae, Genus Durio, dan Spesies Durio zibethinus. Tanaman durian merupakan tanaman tahunan dengan ciri fisik berbatang kayu silindris dan tegak, tinggi pohon berkisar 20-40 m, mempunyai akar tunggang, mempuyai banyak cabang yang mendatar. Buah durian berbentuk bulat, bulat panjang, atau variasi dari kedua bentuk itu. Buah yang sudah matang panjangnya sekitar 30-45 cm dengan lebar 20-25 cm, beratnya sebagian besar berkisar antara 1,5-2,5 kg. Setiap buah berisi 5 juring yang didalamnya terletak 1-5 biji yang diselimuti daging buah berwarna putih, krem, kuning, atau kuning tua. Besar kecilnya ukuran biji, rasa, tekstur dan ketebalan daging buah tergantung varietas (Untung, 2008). Syarat tumbuh tanaman durian menurut BAPPENAS (2000) memiliki tiga komponen penting agar tanaman durian dapat tumbuh dengan baik dan mencapai hasil yang maksimal. Ketiga komponen tersebut yang pertama yaitu iklim. Curah hujan untuk tanaman durian maksimum 3000-3500 mm/tahun dan minimal 1500-3000 mm/tahun. Curah hujan merata sepanjang tahun, dengan kemarau 1-2 bulan sebelum berbunga lebih baik daripada hujan terus menerus. Intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan durian adalah 60-80%. Sewaktu masih kecil (baru ditanam di kebun), tanaman durian tidak tahan terik sinar matahari di musim kemarau, sehingga bibit harus dilindungi/dinaungi. Tanaman durian cocok pada suhu rata-rata 20-30 C. Pada suhu 15 C durian dapat tumbuh tetapi pertumbuhan tidak optimal. Bila suhu mencapai 35 C daun akan terbakar. 7

8 Komponen kedua yaitu media tanam, tanaman durian menghendaki tanah yang subur (tanah yang kaya bahan organik). Partikel penyusunan tanah seimbang antara pasir liat dan debu sehingga mudah membentuk remah. Tanah yang cocok untuk durian adalah jenis tanah grumosol dan andosol. Tanah yang memiliki ciriciri warna hitam keabu-abuan kelam, struktur tanah lapisan atas bebutir-butir, sedangkan bagian bawah bergumpal, dan kemampuan mengikat air tinggi. Derajat keasaman tanah yang dikehendaki tanaman durian adalah (ph) 5-7, dengan ph optimum 6-6,5. Tanaman durian termasuk tanaman tahunan dengan perakaran dalam, maka membutuhkan kandungan air tanah dengan kedalam cukup, (50-150 cm) dan (150-200 cm). Jika kedalaman air tanah terlalu dangkal/ dalam, rasa buah tidak manis/tanaman akan kekeringan/akarnya busuk akibat selalu tergenang. Kemudian yang ketiga ialah ketinggian tempat. Ketinggian tempat untuk bertanam durian tidak boleh lebih dari 800 m dpl. Tetapi ada juga tanaman durian yang cocok ditanam diberbagai ketinggian. Secara umum tanaman durian dapat tumbuh dengan baik pada kelerengan 0 1% yang berupa lahan datar namun tanaman durian juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman penahan erosi dengan menumbuhkannya pada lahan miring. Lahan miring yang sesuai dengan persyartan tumbuh durian yaitu antara 15-35% (Santoso, 2013). B. Kriteria Kesesuaian Lahan Tanaman Durian Kebutuhan tanaman harus sesuai dengan media tanamnya agar suatu tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan produk yang maksimal, untuk itu maka harus ada kecocokan antara tanaman yang dibudidaya dengan media tanamnya. Menurut Rayes (2006) kesesuaian lahan adalah tingkat kecocokan suatu bidang lahan untuk kegunaan tertentu. Misalnya untuk pertanian tanaman tahunan atau semusim, kesesuaian lahan tersebut dapat dinilai untuk kondisi saat ini atau setelah diadakan perbaikan. Lebih spesifik lagi kesesuaian lahan tersebut ditinjau dari sifat-sifat fisik lingkungannya yang terdiri atas iklim, tanah, topografi, hidrologi dan drainase sesuai untuk usaha tani atau komoditas tanaman yang produktif. Salah satu konsep yang diperhatikan dalam identifikasi kesesuaian lahan yaitu kesesuaian lahan aktual (saat ini) dan kesesuaian lahan

9 potensial. Kesesuaian lahan aktual didasarkan pada kesesuaian lahan untuk penggunaan tertentu pada saat dilakukan penelitian, sedangkan kelas kesesuaian lahan potensial adalah kesesuaian lahan untuk penggunaan tertentu setelah dilakukan perbaikan lahan terpenuhi (Djikerman dan Dianingsih, 1985). Karakteristik lahan adalah sifat lahan yang dapat diukur atau diestimasi, contohnya lereng, curah hujan, tekstur tanah, kedalaman efektif, kapasitas air tersedia, oksigen dan sebagainya. Setiap satuan peta lahan yang dihasilkan dari kegiatan survei atau pemetaan sumberdaya lahan, karakteristik lahan dirinci dan diuraikan yang mencakup keadaan fisik lingkungan dan tanah. Data tersebut digunakan untuk keperluan interpretasi dan evaluasi lahan bagi komoditas tertentu (Djaenudin dkk., 2000). Menurut BBSDLP (2011) terdapat beberapa karakteristik lahan yang digunakan dalam evaluasi lahan untuk komoditas pertanian yang dijelaskan pada Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Lahan Yang Digunakan Dalam Evaluasi Lahan Untuk Komoditas Pertanian. No. Karakteristik Lahan Uraian 1 Temperatur rata-rata Suhu udara rata-rata tahunan ( o C) tahunan 2 Curah hujan Jumlah curah hujan tahunan atau curah hujan pada masa pertumbuhan (mm) 3 Kelembaban udara Merupakan tingkat kebasahan udara atau jumlah uap air yang di udara (%) 4 Drainase Merupakan pengaruh laju perkolasi air ke dalam tanah terhadap aerasi udara dalam tanah 5 Tekstur Perbandingan butir-butir pasir (0,05 2,0 mm), debu (0,002 0,05 mm) dan liat (<0,002 mm) 6 Bahan kasar Bahan yang berukuran > 2 mm (%) 7 Kedalaman efektif Kedalaman lapisan tanah yang dapat dimanfaatkan untuk perkembangan perakaran tanaman (cm) 8 Kematangan gambut Tingkat kandungan serat, dimana semakin tinggi kandungan serat, maka semakin tingkat kematangan gambut. Tingkat kematangan gambut dibedakan atas : saprik (matang), setengah matang (hemik), dan belum matang (fibrik) 9 Ketebalan gambut Tebal lapisan gambut (cm) 10 KTK tanah Kemampuan tanah mempertukarkan kation (me/100 gram tanah)

10 No. Karakteristik Lahan Uraian 11 Kejenuhan Basa (KB) Jumlah basa-basa terekstrak NH 4 OAC pada setiap 100 gram contoh tanah 12 ph tanah Merupakan [H + ] di dalam larutan tanah, semakin tinggi [H + ], maka nilai ph semakin masam, sebaliknya semakin [H + ], maka ph semakin basis 13 C-Organik Kandungan karbon organik di dalam tanah (%) 14 Total N Total kandungan N dalam tanah (%) 15 P 2 O 5 Kandungan P 2 O 5 terekstrak HCl 25% dalam tanah (mg/100 gram tanah) 16 K 2 0 Kandungan K 2 O terekstrak HCl 25% dalam tanah (mg/100 gram tanah) 17 Salinitas Besarnya kandungan garam mudah larut dalam tanah yang dicerminkan oleh daya hantar listrik (mmhos/cm) 18 Alkalinitas Besarnya kandungan sodium (Na) dapat tukar (%) 19 Kedalaman sulfidik Kedalaman bahan sulfidik diukur dari permukaan tanah sampai batas atas lapisan sulfidik (cm) 20 Lereng Kemiringan lahan (%) 21 Batuan di permukaan Volume batuan yang dijumpai di permukaan tanah (%) 22 Singkapan batuan Volume batuan yang muncul ke permukaan tanah (%) 23 Bahaya Longsor Merupakan pergerakan masa batuan atau tanah 24 Bahaya erosi Jumlah tanah hilang dari suatu lahan 25 Genangan Menyatakan tinggi dan lama genangan (cm/bulan) Sumber : BBSDLP, 2011 Kriteria kesesuaian suatu lahan dibutuhkan sebagai syarat evaluasi lahan untuk pertanaman durian. Satuan peta yang memiliki karakteristik lahan yang tidak dapat diperbaiki tidak akan mengalami perubahan kelas kesesuaian lahannya, sedangkan karakteristik lahan yang dapat diperbaiki, kelas kesesuaian lahannya dapat berubah menjadi satu atau dua tingkat lebih baik (Sarwono Hardjowigeno dan Widiatmaka, 2011). Berikut merupakan data kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman durian menurut Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian yang dapat dilihat pada Tabel 2.

11 Tabel 2. Kriteria Kesesuaian Tanaman Durian. Persyaratan penggunaan/ Kelas kesesuaian lahan Karakteristik lahan S1 S2 S3 N Temperatur (tc) 28-32 32-35 > 35 25-28 Temperatur rerata ( C) 22-25 20-22 < 20 Ketersediaan air (wa) Curah hujan (mm) < 1.250 > 4.000 Kelembaban (%) Ketersediaan oksigen (oa) Drainase Media perakaran (rc) Tekstur Bahan kasar (%) Kedalaman tanah (cm) Gambut: Ketebalan (cm) Kematangan Retensi hara (nr) KTK tanah (cmol) Kejenuhan basa (%) ph H 2 O C-Organik (%) Hara Tersedia (na) N total (%) P2O5 (mg/100 g) K20 (mg/100 g) 2.000-3.000 > 42 baik, sedang agak halus, halus < 15 > 100 < 50 saprik > 16 > 35 5,5-7,8 > 1,2 Sedang Sedang Sedang 1.750-2.000 3.000-3.500 36-42 agak terhambat sedang 15 35 75-100 50-100 saprik, hermik 1.250-1.750 3.000-4.000 30-36 terhambat,a gak cepat agak kasar 35 55 50-75 100-200 hemik, 5-16 < 5 20 35 < 20 5,0-5,5 > 5,0 7,8-8,0 > 8,0 0,8-1,2 < 0,8 Rendah Rendah Rendah < 30 sangat terhambat, cepat kasar > 55 < 50 > 200 fibrik Toksisitas (xc) Salinitas (ds/m) < 4-6 6 8 > 8 Sodisitas (xn) Alkalinitas/ESP (%) < 15 15-20 20 25 > 25 Bahaya sulfidik (xs) Kedalaman sulfidik (cm) > 125 100-125 60-100 < 60

12 Persyaratan penggunaan/ Karakteristik lahan Bahaya erosi (eh) Lereng (%) Bahaya erosi Bahaya banjir/genangan (fh) Tinggi (cm) Lama (hari) Kelas kesesuaian lahan S1 S2 S3 N < 8 8-15 Rendah - sedang 16-40 Berat Penyiapan lahan (lp) Batuan di permukaan (%) Singkapan batuan (%) < 5 < 5 5 15 5 15 15-40 15-25 Sumber : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Penelitian (BBSDLP) Bogor, 2011. C. Evaluasi Lahan > 40 berat 25 < 7 > 40 > 25 Evaluasi lahan merupakan suatu proses penilaian sumber daya lahan untuk tujuan tertentu dengan menggunakan suatu pendekatan atau cara yang sudah teruji, yang meliputi pelaksanaan survei dan studi bentuk lahan, tanah, vegetasi, iklim dan aspek lahan lainnya, agar dapat mengidentifikasi dan membuat perbandingan berbagai penggunaan lahan yang dikembangkan. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan atau arahan penggunaan lahan sesuai dengan keperluan.