BAB V REFLEKSI TEOLOGIS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV. Refleksi Teologis

BAB I PENDAHULUAN. perempuan sudah lama berlangsung dalam sejarah kehidupan manusia. Perkembangan

BAB 5 PENUTUP 5.1. KESIMPULAN. Teologi feminis dibangun berdasarkan keprihatinan terhadap kaum perempuan.

BAB IV MEWARISKAN IMAN DENGAN TELADAN SUATU REFLEKSI TEOLOGIS TERHADAP TRADISI PIRING NAZAR

Tahun C Hari Minggu Biasa III LITURGI SABDA. Bacaan Pertama Neh. 8 : 3-5a

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

BAB V PENUTUP. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Sekolah Menengah Pertama (SMP) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan

LAMPIRAN. A. Foto-foto. Kedua gambar diatas adalah ketua sinode pertama (gambar paling atas) dan juga

03. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia.

KISI-KISI PENULISAN SOAL. kemampuan

Penulis : Yohanes Tema : Yesus, Putra Allah. Tanggal Penulisan: M Latar Belakang

BAB 4 RELEVANSI PEMURIDAN YANG SEDERAJAT BAGI KEHIDUPAN BERGEREJA DI INDONESIA

LATAR BELAKANG PERMASALAHAN

Gereja. Tubuh Kristus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

11. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Dasar (SD)

NABI DAN FUNGSINYA Para nabi yang digunakan Allah adalah manusia yang tidak jauh berbeda dengan kita. Di bawah ini kita akan mempelajari sedikit latar

BAB IV PENGAKUAN TERHADAP DEBORA. hakim. Perempuan menjadi nabiah bukan suatu hal yang asing dalam kehidupan bangsa

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

10. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB E)

BAB IV ANALISA DAN REFLEKSI TEOLOGI

12. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

BAB V PENUTUP. Simpulan dan Saran. Keduanya merupakan bagian penutup dari tesis ini.

TATA GEREJA PEMBUKAAN

Pekerja Dalam Gereja Tuhan

Belajar Dari Yesus Dan Masyarakat-Nya

BAB I PENDAHULUAN UKDW. Dr. H. Hadiwijono, Iman Kristen, Jakarta Pusat: BPK Gunung Mulia, 1979, hlm

Siapakah Yesus Kristus? (5/6)

Seri Kedewasaan Kristen (2/6)

Siapakah Yesus Kristus? (3/6)

Bisa. Mengajar. Merupakan Pelayanan

Pdt. Gerry CJ Takaria

UKDW BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG MASALAH

Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.

BUAH-BUAH ROH & KARUNIA ROH KUDUS

Bab I Pendahuluan UKDW

PELAYANAN ANAK. PELAYANAN ANAK Sesi 1: Menjangkau Anak-anak

2

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Surat 1 Yohanes 5 (Bagian 79) Wednesday, October 21, 2015

BAB 1 PENDAHULUAN. Galilea. Kesaksian Alkitab mengatakan bahwa murid Yesus berjumlah dua belas orang

Siapakah Yesus Kristus? (2/6)

Victorious Living #5 - Hidup Berkemenangan #5 THE FULFILLMENT OF GOD S PLAN PENGGENAPAN RENCANA ALAH

Tata Ibadah Keluarga Malam Natal

PENGARUH PEMBINAAN ROHANI TERHADAP KEAKTIFAN KAUM MUDA DALAM PELAYANAN DI GEREJA KRISTEN HOLISTIK JEMAAT SERENITY MAKASSAR SKRIPSI

UJIAN SEMESTER I SEKOLAH BINA NUSANTARA Tahun Ajaran

BAB I. berasal dari bahasa Yunani, yaitu ekklesia (ek= dari, dan kaleo=memanggil), yaitu

GEREJA KRISTEN NAZARENE PASAL-PASAL TENTANG IMAN

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Permasalahan

Tahun A-B-C : Hari Raya Paskah LITURGI SABDA

Written by Peter Yoksan Thursday, 11 September :46 - Last Updated Thursday, 11 September :00

Roh Kudus. Para murid tahu bahwa Yesus akan pergi. Ia telah memberitahukannya

BAB IV REFLEKSI TEOLOGIS. dalam keluarga dengan orang tua beda agama dapat dipahami lebih baik.

FIRMAN ALLAH. Ujian. Nama Alamat Kota Bangsa Kode Pos. Nilai. Lipat pada garis-garis ini

FIRMAN ALLAH Ujian. Nama Alamat Kota Bangsa Kode Pos. Nilai. Lipat pada garis-garis ini

BAB 4. Refleksi Teologis. dan kehidupan rohani setiap anggota jemaatnya tidak terkecuali anak-anak yang adalah

UKDW BAB I PENDAHULUAN

KISI KISI PENULISAN SOAL US TAHUN PELAJARAN

DIPENUHI & DIBAPTIS DENGAN ROH KUDUS

KARUNIA NUBUAT SEPANJANG ZAMAN

Hari Pertama Kerajaan Kristus Bagi Gereja-Nya Bagi Dunia Kita Hari Kedua Doakan Yang Menyatukan Bagi Gereja-Nya Bagi Dunia Kita Hari Ketiga

Revelation 11, Study No. 39 in Indonesian Language. Seri Kitab Wahyu pasal 11, Pembahasan No. 39, oleh Chris McCann

BAB I PENDAHULUAN UKDW

Perumpamaan tentang Pemisahan Domba dan Kambing (ke 32) 40 Perumpamaan Yesus dalam 7 Kategori: VI. Allah Menyatakan Diri-Nya adalah Hakim dan

My Journey with Jesus #4 - Perjalananku dengan Yesus #4 MENGALAMI KEBANGKITAN- NYA

UKDW BAB I PENDAHULUAN 1.1 PERMASALAHAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1 Dr. Harun, Iman Kristen (Jakarta: PT.BPK Gunung Mulia), 2001, hlm

UKDW BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENULISAN. Berkatalah Petrus kepada Yesus: Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!.

Mat. 16: Ev. Bakti Anugrah, M.A.

BAB ENAM BEBERAPA WARISAN ROHANI YANG PENTING DALAM KEHIDUPAN GEREJA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Gereja adalah sebuah persekutuan orang-orang percaya, sebagai umat yang

Allah Adalah Pola Bagi Hidup Kita

PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SOSIAL

WAHYU 11. Dua Saksi Allah Dan Sangkakala Ketujuh. Pdt Gerry CJ Takaria

Seri Kitab Wahyu Pasal 14, Pembahasan #12 oleh Chris McCann

Dasar Kebersatuan Umat Kristen. Efesus 2: Pdt. Andi Halim, S.Th.

Pelajaran ini akan menolong saudara... Menerangkan siapa Yesus. Mengerti tujuan kedatangan-nya yang pertama dan kedatangan-nya

TAHUN B - Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf 28 Desember 2015

BAB III PANDANGAN WANITA MENURUT AL-KITAB

Pernikahan Kristen Sejati (2/6)

BAHAN PENDALAMAN ALKITAB PERSEKUTUAN PEREMPUAN GKPA TAHUN 2018

PENDAHULUAN INJIL MARKUS

Mencari Keterangan Tentang Yesus

Kejadian 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-nya, menurut gambar Allah diciptakan-nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-nya

BAB 27 Berdiam Diri dalam Pertemuan- Pertemuan Jemaat

Buku Pembimbing INJIL YOHANES CATATAN SISWA. No Tanggal Kirim. Tulislah dengan huruf cetak yang jelas! Nama Saudara. Alamat. Kota. Propinsi.

Lesson 1 for April 4, 2015

Pencari Kebenaran Bertanya: Ellen White Menjawab Bagian 1 Mencari...

Demikianlah Sabda Tuhan. U Syukur kepada Allah. Tahun C Hari Minggu Biasa XXII LITURGI SABDA

Gereja Tunduk Kepada Roh Kudus

Bab Lima. Kesimpulan dan Relevansi. Kesimpulan. keselamatan yang diberikan Allah kepada manusia tanpa membeda-bedakan

PROFILE LINGKUNGAN ST.YOHANES PEMANDI WILAYAH IX ST BONAVENTURA PULOMAS

LITURGI SABDA. Bacaan pertama (Am. 7 : 12-15) Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-ku. Bacaan diambil dari Nubuat Amos

Ibadah Suatu Permata Rohaniah

Ringkasan Khotbah 27 April Manusia yang Pertama Kali Menyaksikan Kebangkitan Yesus. Markus 16:9-11. Oleh: Pdt. Elyakin Phang

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Roh Kudus adalah pribadi Tuhan dalam konsep Tritunggal.

BAB I PENDAHULUAN. Virginia Wollf, seperti yang dikutip oleh Putranti mengungkapkan, bahwa

Transkripsi:

BAB V REFLEKSI TEOLOGIS Menurut Kejadian 1:27, 1 pada dasarnya laki-laki dan perempuan diciptakan dengan keunikan masing-masing. Baik laki-laki dan perempuan tidak hanya diberikan kewajiban saja, namun juga diberikan hak, kedudukan dan peran yang tidak dibedakan. Sebagai makhluk, laki-laki dan perempuan, masing-masing memiliki keterbatasan dan kelebihan digunakan untuk saling melengkapi. Demikianlah seharusnya hubungan antara laki-laki dan perempuan. Namun, pada kenyataannya tidak demikian. Perempuan selalu berada dibawah bayang-bayang laki-laki. Mereka selalu dianggap sebagai manusia kelas dua yang tidak memiliki tempat dalam masyarakat. Laki-laki selalu diberikan tempat yang lebih terhormat dibandingkan dengan perempuan. 2 Oleh sebab itu, terdapat perbagian kerja atau peran antara laki-laki dan perempuan yang dinilai lebih didominasi oleh laki-laki. Perempuan diberikan porsi untuk mengurus semua kebutuhan domestik, sedangkan laki-laki diberikan tanggungjawab untuk mengurus dunia publik. Sehubungan dengan kasus ini, Hommespun menggunakan istilah katak di bawah tempurung. Istilah ini hendak mengambarkan keberadaan perempuan yang 1 Lembaga Alkitab Indonesia, Alkitab dengan Kidung Jemaat, 2008 2 Saskia Wieringa, Penghancuran Gerakan Perempuan, (Yogyakarta: Galangpress, 2010), 472

berada dalam kurungan budaya, Gereja, dan pandangan-pandangan sosial lainnya. 3 Demikianlah perempuan tidak dapat mengembangkan talenta dan kemampuan yang ia miliki di ranah publik, hanya sebatas pada persoalan keluarga, domestik saja. Inilah yang menjadi keprihatinan teologi feminis dan gerakan wanita Kristen lainnya untuk tidak hanya menyadarkan para perempuan, akan tetapi juga menyadarkan Gereja dan masyarakat mengenai kasih, keadilan dan kesetaraan yang Tuhan Yesus tekankan juga dalam masa pelayanan-nya. Menurut Sumiyatingsih, yang mengutip pandangan Russell 4 dalam Kejadian 1:26-27 memahami identitas laki-laki dan perempuan dimana terdapat 2 penekanan, yaitu: a. Pada hakikatnya, Tuhan memberikan hubungan yang istimewa kepada laki-laki dan perempuan dan dengan dirinya sendiri. b. Bahwa laki-laki dan perempuan menjadi wakil dan perantara Allah untuk memerintah bumi dan seala isinya. Ayat 26 mempunyai indikasi bahwa tercermin citra Allah untuk berkuasa; manusia sebagai patner atau wakil Allah didalam menguasai dan memelihara ciptaannya. Indikasi ayat 27 yang diulang lagi dalam Kej 5:1-2 adalah tidak adanya perincian perbadaan mengani citra Allah yang direflesikan dalam diri manusia: 3 Anne Hommes, Perubahan Peran Pria dan Wanita dalam Gereja dan Masyarakat, (Yogyakarta:Kanisius, 1992), 94 4 Russel, Letty, dalam Sumiyatingsih, Dien: Skripsi Sarjana, Fakultas Teologi UKSW

maka Allah menciptaka manusia itu menurut gambarnya,menurut gambar Allah diciptakannya dia; laki-laki dan perempuan diciptakannya mereka. Citra Allah digambarkan secara penuh didalam diri manusia laki-laki and perempuan. Tidak ada indikasi bahwa hanya salah satu manusia yang menggambarkan citra Allah. Oleh karena itu, kita bisa mengatakan bahwa Allah mempunyai karakter dengan ciri-ciri kepriaan dan kewanitaan. Gambaran citra Allah ini adalah berkaitan dengan hubungan kita dengan Allah, sesama dan dunia. 5 Dalam Alkitabpun contoh-contoh kepemimpinan yang didominasi oleh kaum laki-laki bukanlah alasan yang membenarkan bahwa seorang pemimpin yang idela itu haruslah laki-laki. Contoh-contoh tersebut lebih dilator belakangi oleh hal-hal berikut: 6 perempuan. a. Konteks budaya masa itu yang menempatkan kaum laki-laki diatas kaum b. Penulis naskah-naskah Alkitab yang di dominasi oleh kaum laki-laki sehingga sudut pandang mereka (sudut pandang kaum laki-laki) melatar belakangi penulisan Alkitab. c. Komunikasi pembaca pada masa itu di dominasi oleh kaum laki-laki dimana laki-laki merupakan imam dalam keluarga dan para istri atau perempuan nanti mendengar dari laki-laki setelah membacanya. Ibid 6 Nuban Timo Eben, Hagar dan Putri-Putrinya, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006), 118

Teks Alkitab yang juga menyebut Allah dalam sebutan Bapa tidak bisa menjadi dasar dalam penciteraan Allah yang maskulin saja. Penyebutan Bapa juga dipengaruhi oleh budaya patriakhal. Oleh karena itu perlu ditekankan pula penciteraan pribadi Allah yang feminin. Hal itu dapat dilihat dalam teks-teks Alkitab yang menciterakan tentang karya pemeliharaan Allah. Karena itu yang harus direflesikan adalah bagaimana memahami penciteraan Allah yang utuh berdasarkan Alkitab. Yaitu citra yang maskulin yang nampak dalam keadilan-nya dan penghukuman-nya, namun juga citra yang feminin yang nampak pula dalam kasih dan pemeliharaan-nya. 7 Alkitab juga mencatat banyak hal terkait dengan peran perempuan kala itu. Perjanjian Lama bahkan memberikan ruang kepada perempuan untuk menjadi nabi. Hakim pun merupakan salah satu profesi yang dipegang oleh perempuan. Miryam saudari Harun merupakan satu dari tiga pemimpin utama bersama-sama dengan Musa dan Harun saat menghantar keluar Bangsa Israel dari Mesir, (Keluaran 15:20). Perjanjian Lama juga mencatat tentang Debora sang nabiah dan seorang hakim (Hakim-Hakim 4:4). Perjanjian Baru pun memberikan ruang kepada perempuan untuk berekspresi. Hana, sang nabiah yang berdoa, bersama Simeon sang pelihat, menunjukkan bakti mereka saat didatangi oleh Yusuf dan Maria di saat Tuhan Yesus berumur 8 hari (Lukas 2:36-38). Elisabeth dan Maria dalam Lukas 1 : 39-55 merupakan dua perempuan yang takut akan Tuhan. Kolaborasinya menghasilkan 7 Ibid, 127

puji-pujian yang penuh sukacita dan bernubuat perihal tujuan kedatangan Tuhan Yesus saat masih berada dalam kandungan Maria. Maria Magdelana merupakan orang pertama di dunia ini yang mendengar kata-kata Dia Sudah Bangkit. 8 Kepemimpinan Debora juga merupakan salah satu contoh keberadaan perempuan yang pada zaman Israel kuno telah menjadi pemimpin umat yang bersifat religi. Hal ini menginspirasi bagi kaum perempuan masa kini dalam Gereja, bahwa perempuan juga bisa memimpin di dalam Gereja walaupun masih ada belenggu budaya patriakal yang sangat kental. Dalam bidang pelayanan atau bagian kepemimpinan dari tingkat jemaat sampai ketingkat sinode terlihat bahwa jumlah warga jemaat dari jumlah warga jemaat maupun yang hadir dalam berbagai kebaktian dan persekutuan, walaupun didominasi oleh kaum perempuan, namun dibagian aras kepemimpinan sinode masih dipegang oleh kaum laki-laki. Dari penjelasan ini maka kita dapat mengatakan bahwa Gereja belum menyadari bahwa sebenarnya perempuan juga terpanggil untuk melayani didalam Gereja. Perempuan juga adalah hamba Allah yang dipakai untuk meneruskan misi-nya. Bukan laki-laki saja yang Allah pakai untuk dapat menjalankan misi-nya, tetapi perempuan juga ada dalam perjalanan misi Allah, hal ini sangat jelas sekali dalam Perjanjian Lama melalui kepemiminan Debora yang 8 Linwood Urba, Sejarah Ringkas Pemikiran Kristen, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006), 493

menjalankan misi Allah dengan menyelamatkan bangsa Israel dari penindasan bangsa Kanaan. 9 Dalam perjalanan kepemimpinan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus bukan hanya berada bersama kedua belas murid-nya yang adalah laki-laki semua, tetapi juga dikelilingi oleh beberapa perempuan dimana perempuan mempunyai peran yang penting didalam pelyanan Tuhan Yesus, contohnya dalam Lukas 8:1-3: 10 1. Tidak lama setelah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa menberitakan injil kerajaan Allah, kedua belas murid-nya bersama-sama dengan Dia 2. Dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria Magdalena, yang sudah dibebeaskan dari tujuh roh jahat 3. Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-prempaun ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Melalui ayat ini, Tuhan Yesus ingin menunjukan kepada setia umat-nya bahwa baik laki-laki ataupun perempuan Tuhan pakai sebagai alat perpanjangan tangan-nya untuk melayani umat. Karena bukan hanya kedua belas murid Tuhan Yesus saja yang bisa meayani umat, melainkan perempaun juga bisa menjdi pelayan dari-nya, karena Ia sendiri tidak membedakan anatar laki-laki dan perempuan 9 Ibid 10 Jeanne Becher, Perempuan, Agama dan Seksualitas, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004), 293

Dengan menyadari hal tersebut diatas, GMIT seharusnya terpanggil untuk menjadi salah satu Gereja yang siap untuk menyuarakan nilai keadilan bagi semua orang, tanpa memberi batasan terhadap golongan-golongan tertentu. Perempuan juga harus diberi peluang yang sama besarnya dengan peluang yang diberikan kepada lakilaki untuk mulai mengembangkan diri, potensi dan kemampuan yang ada, agar juga mampu tampil menjadi sosok pemimpin yang siap melayani dengan kaum laki-laki dalam tujuan untuk membangun pelayanan yang baik bagi sinode GMIT.