KEBIJAKAN FISKAL K E L O M P O K 6 : B E R T H A Y U L I A R T I M N O V A N T I N A Y A S A P U T R I N U R U L A L I D A P A N J I A D H Y A T M A T E T A K A R I N A
PENGERTIAN KEBIJAKAN FISKAL Menurut Samuelson (2009), kebijakan fiskal adalah proses penetapan pajak dan pengeluaran pemerintah dalam rangka membantu memperkecil fluktuasi dari siklus ekonomi dan membantu untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja yang tinggi, dan membebaskan perekonomian dari inflasi yang tinggi atau bergejolak.
PENGERTIAN KEBIJAKAN FISKAL Kebijakan Fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan oleh pemerintah untuk mengelola atau mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau yang diinginkan dengan mengubahubah penerimaan pajak dan pengeluaran negara atau langkah-langkah pemerintah untuk mengarahkan dan mengendalikan pengeluaran dan perpajakan.
TUJUAN KEBIJAKAN FISKAL Mobilisasi sumber daya Akselerasi pertumbuhan ekonomi Peningkatan kesempatan kerja Minimalisasi ketimpangan (inequalities) pendapatan dan kekayaan Stabilitas harga (price stability)
FUNGSI KEBIJAKAN FISKAL Menurut Musgrave (1989) : Fungsi Alokasi (allocation function of budget policy) Fungsi Distribusi (distribution function) Fungsi Stabilisasi (stabilization function)
APBN SEBAGAI PIRANTI KEBIJAKAN FISKAL Fungsi Otorisasi Fungsi Perencanaan Fungsi Pengawasan Fungsi Alokasi Fungsi Stabilisasi Fungsi Distribusi
PEMERINTAH DAN KEBIJAKAN FISKAL
Kebijakan Fiskal Kebijakan Moneter
Pajak Neto : Pajak yang dibayar oleh perusahaan dan rumah tangga pada pemerintah dikurangi pembayaran transfer yang diberikan kepada rumah tangga dari pemerintah. Disposable Income = Y T Yd = Y - T
Yd = C + S Jadi bisa dirumuskan juga sebagai berikut Y T = C + S, lalu tambahkan T dikedua sisi Identitas ini menunjukkan bahwa pendapatan agregat terbagi atas 3 bagian. Pemerintah mendapatkan satu bagian (pajak neto, T) lalu rumah tangga membagi sisanya antara C dan S.
Defisit anggaran adalah selisih antara jumlah yang dibelanjakan (G) dan yang dikumpulkan dalam Pajak (T) dalam suatu periode tertentu. Defisit anggaran = G- T
Kondisi ekuilibrum adalah ketika Y= C +I +G Pendekatan kebocoran/ suntikan atas ekuilibrum C +S +T= C +I +G
KEBIJAKAN FISKAL DALAM PRAKTIK EFEK ANGKA PENGGANDA
ANGKA PENGGANDA BELANJA PEMERINTAH
ANGKA PENGGANDA PAJAK
ANGKA PENGGANDA ANGGARAN BERIMBANG Rasio perubahan dalam tingkat output ekuilibrium terhadap perubahan belanja pemerintah dimana perubahan dalam belanja pemerintah diimbangi dengan perubahan pajak. Angka Pengganda Anggaran Berimbang = 1
1. Untuk menurunkan tingkat pengangguran, pemerintah memutuskan untuk menaikan belanja negara tanpa meningkatkan pajak. Tingkat pengangguran yang layak ada pada tingkat AE = 1.100 triliun, sedangkan saat ini tingkat AE = 900 triliun. Diketahui MPC 0,75. Berapa jumlah perubahan tingkat AE dan peningkatan G yang diperlukan untuk memenuhi tingkat pengangguran yang layak? 2. Jika pemerintah memilih opsi untuk tidak menaikan belanja negara dan memotong pajak sebesar 100 triliun, apakah keputusan ini akan meningkatkan atau menurunkan tingkat ekuilibrium AE? Berapa besar perubahan tersebut? 3. Jika pemerintah menaikan belanja negara dan menaikan pajak sebesar 200 triliun, berapakah tingkat ekuilibrium AE?
3. Gunakan rumus pengganda anggaran berimbang! Tingkat ekuilibrium baru 1.100
DALAM TRILIUN
PENGARUH PEREKONOMIAN TERHADAP ANGGARAN PEMERINTAH A UTOMATI C S TA BI LI ZER BUTI R PENERI M A AN DAN PENGELUA RAN DALA M A N G G A RAN FEDERAL YANG S ECARA OTOMATI S BERUBAH BERSAMA KONDI SI PEREKONOMI A N UNTUK M ENSTA BI LKAN G DP.
FISCAL DRAG/PENYERET FISKAL Efek negatif atas perekonomian yang terjadi ketika tingkat pajak rata-rata menungkat karena pembayar pajak pindah ke golongan pajak yang lebih tinggi selama ekspansi.
FULL-EMPLOYMENT BUDGET/ANGGARAN PENGGUNAAN PENUH Hasil yang dari anggaran federal jika perekonomian berproduksi pada tingkat output penggunaan penuh
PRIORITAS KEBIJAKAN DI INDONESIA Mengatasi defisit anggaran Melakukan pinjaman dalam maupun luar negeri
MACAM-MACAM KEBIJAKAN FISKAL BERDASARKAN TEORINYA Pembiayaan Fungsional (Functional Finance) : Mengatur dan mempertimbangkan pengeluaran pemerintah dari berbagai akibat tak langsung Pengelolaan Anggaran (The Managed Budget Approach) : Mengatur pengeluaran pemerintah, hutang dan perpajakan dalam mencapai ekonomi yang stabil. Stabilisasi Anggaran Otomatis (The Stabilizing budget) : Mengatur segala pengeluaran pemerintah dengan pertimbangan manfaat dan besarnya biaya dari berbagai pengeluaran dan program-program pemerintah.
MACAM-MACAM KEBIJAKAN FISKAL BEDASARKAN JUMLAH PENERIMAAN DAN PENGELUARAN Kebijakan Anggaran Seimbang : Keuntungan kebijakan ini adalah tidak perlu adanya lagi pinjaman baik dari dalam negeri dan luar negeri, sedangkan kerugiannya adalah jika perekonomian negara dalam keadaan kurang baik akan mengakibatkan ekonomi semakin memburuk Kebijakan Anggaran Surplus : digunakan untuk mencegah inflasi.
MACAM-MACAM KEBIJAKAN FISKAL BEDASARKAN JUMLAH PENERIMAAN DAN PENGELUARAN Kebijakan Anggaran Defisit : Dilakukan untuk mengurangi depresi dan kelesuan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi tetapi menyebabkan kekurangan anggaran. Kebijakan Anggaran Dinamis : Disusun dengan cara jumlah pengeluaran dan penerimaan sama besar dan lama kelamaan jumlahnya makin bertambah. kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi kebutuhan yang terus bertambah sehingga dibutuhkan jumlah yang besar.