130 BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV, maka simpulan hasil penelitian sebagai berikut: Kemudian, hasil penelitian ini juga menemukan bahwa penulis mencoba mendekonstruksi gagasan mengenai pendidikan sebagai jalan menuju kayaraya, hidup bahagia, dan banyak. Pertama, terdapat dekonstruksi pemakaian bahasa kotor, umpatan, dan caci maki pada novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black. Hasil analisis menemukan bahwa pemakaian bahasa kotor, umpatan, dan caci maki dominan digunakan oleh sebagian besar tokoh guru, orangtua, dan pelajar. Pak saiful yang mencaci maki Bram dan Goris, yang memilih keluar kelas meninggalkan pelajaran agama, dengan menyebut mereka sebagai Garong dan anak kurang ajar. Paman Firman yang sering sekali mencaci maki saat memarahi Firman dengan sebutan anak tolol, anak goblok, anak setan, dan anak dungu. Rama, Goris, Bram, Andri, dll. Juga sering sekali mengumpat dengan bahasa kotor seperti Anjing! Bangsat! Monyet! Ngepet! Udik! Bego! Banci! Dangdut! Kodok! dll. Kedua, terdapat dekonstruksi struktur novel pada novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black. Dekonstruksi struktur yang ditemukan adalah dekonstruksi pada tokoh. Tokoh-tokoh yang mengalami dekonstruksi antara lain yaitu: tokoh Senioren dan kakak kelas, tokoh Kakak Goris, tokoh orangtua, dan tokoh guru. tokoh senioren dan kakak kelas, serta kakak Goris merupakan tokoh penting dalam novel ini sebab tokoh-tokoh tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter buruk tokoh Rama dan teman-temannya di sekolah. Selain itu tokoh orang tua dan guru yang dominan dalam novel ini adalah orangtua dan guru yang gagal dalam mendidik anak atau siswa sehingga anak atau siswa tidak memiliki karakter yang kuat dalam bersosialisasi dengan lingkungan sosial yang lebih kompleks. Ketiga, terdapat dekonstruksi atas gagasan-gagasan (logika) mengenai sekolah dalam novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black. 130
131 Penulis, Fahd Djibran melalui teks dalam novel mencoba mendobrak gagasan-gagasan yang ada dalam masyarakat mengenai sekolah bahwa sekolah bukanlah alat utama bagi seseorang untuk bisa menjadi sukses dan kaya raya. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang tidak menjamin ia untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dan atau sesuai dengan bidangnya. Keempat, terdapat 13 nilai pendidikan karakter dalam novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black, yaitu: bersahabat/komunikatif, mandiri, tahu berterima kasih, tangguh, tabah, santun, sabar, rajin, gigih, empati, keberanian, tanggung jawab, dan kesetiakawanan. tokoh Rama, Andri, Ayah Rama, Bunga, Bu Hilda, Firman, Goris, dan Bram adalah tokoh-tokoh yang mencerminkan nilai-nilai pendidikan karakter yang mana ditemukan 13 nilai pendidikan karakter dalam novel ini. Kelima, relevansi novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black dengan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA/MA yaitu dapat dijadikan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XI karena sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang ada dalam Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMA. Selain itu, novel tersebut cocok digunakan sebagai materi ajar untuk menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik. Serta sebagai pembanding dengan novel-novel yang memiliki tema pendidikan lainnya dengan syarat guru ikut masuk mengarahkan siswa kepada hal-hal yang baik untuk dicontoh dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dikarenakan novel ini berisi hal-hal yang buruk mengenai karakter dan kebudayaan menyimpang. B. Implikasi Penelitian ini melakukan penganalisisan terhadap karya sastra novel Tak Senpurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black. Hasil penelitian ini memiliki implikasi terhadap aspek lain yang relevan dengan penelitian. Implikasi dari temuan penelitian ini mengacu dua hal, yakni implikasi teoretis dan praktis. Implikasi teoretis berhubungan dengan kontribusinya bagi teori-teori, pendekatan dan kajian tentang penelitian sastra (kajian dekonstruksionisme) dan implikasi praktis berkaitan dengan kontribusi temuan penelitian terhadap pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia
132 terutama bidang sastra di sekolah. Rumusan implikasi hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Implikasi Teoritis Implikasi teoretis dari penelitian ini berdampak langsung pada perkembangan dan pendalaman teori sastra, khususnya teori dekonstruksi. Hal tersebut disebabkan penelitian ini mengkaji dekonstruksi dan pemakaian bahasa novel. Selain itu, pada penelitian ini ditemukan beberapa penemuan sehingga terdapat perkembangan dan pendalaman teori sastra, khususnya teori dekonstruksi. Dari hasil Penelitian ini dapat deketahui bahwa untuk menemukan dekonstrusi sebuah karya sastra (novel) terlebih dahulu perlu dilakukan analisis terhadap unsur interinsik. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan peneliti dalam menemukan sistem oposisi biner yang terdapat dalam teks novel. Sehingga dapat diketahui ada tidaknya dekonstruksi pada unsur pembangun novel tersebut. Penggunaan kajian dekonstruksionisme dalam penelitian ini memperkaya kajian teoritis studi sastra khususnya penelitian mengenai kajian dekonstruksionisme yang terbilang masih jarang dilakukan di Indonesia. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai langkah awal untuk melakukan penelitian terhadap karya sastra dengan menggunakan kajian dekonstruksionisme. Penggunaan kajian dekonstruksionisme dalam penelitian ini merupakan jalan menuju pemikiran kritis untuk membongkar kebenaran-kebenaran mutlak yang disodorkan oleh kajian strukturalisme. Kajian dekonstruksionisme dilakukan atas pertimbangan bahwa teks sastra bukan satu-satunya informasi tunggal. Sebab paham dekonstruksi meyakini bahwa setelah dikaji, teks sastra justru akan menciptakan makna baru. Sehubungan dengan paragraf sebelumnya, implikasi selanjutnya adalah dapat memperkaya ataupun memperbanyak penelitian sastra di Indonesia. Hal tersebut disebabkan penelitian ini adalah penelitian yang fokus mengkaji dekonstruksi pemakaian bahasa, struktur novel (tema, alur, setting, tokoh, dan amanat), dan gagasangagasan (logika) novel. Model kajian secara analitik yang dilakukan dengan mengidentifikasi karya sastra secara struktural kemudian mengidentifikasi sistem oposisi biner pada teks novel dan yang terakhir mengidentifikasi dekonstruksi
133 pemakaian bahasa novel, struktur novel (tema, alur, setting, tokoh, dan amanat), gagasan-gagasan (logika) novel. Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengkajian dekonstruksionisme. Implikasi selanjutnya adalah dapat menjadi acuan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai nilai-nilai pendidikan karakter dalam karya sastra, dan relevansinya dengan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah, khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA). Apresiasi terhadap novel Tak Sempurna berimplikasi pada bidang pendidikan, sosial, dan budaya. Novel Tak Sempurna menggambarkan sisi lain dalam sistem pendidikan di Indonesia, khususnya di Sekolah Menengah Atas (SMA). Pengangkatan novel ini tentunya akan membuat novel ini semakin banyak dibaca oleh khalayak banyak sehingga pemerintah, guru, orang tua, siswa, dan masyarakat mendapat informasi mengenai apa sebenarnya yang terjadi dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, mutu para guru, lingkungan sosial dan perkembangan psikologi anak SMA, bentuk keluarga, dan pola asuh orang tua terhadap anak serta lingkungan sosial yang mempengaruhi psikologi dari tumbuh kembangnya anak dan peserta didik. Bagi pemerintah, tentunya novel ini menjadi sebuah kritik pedas sekaligus masukan dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia yang mengacu pada pemberdayaan usia produktif sumber daya manusia Indonesia. Bagi para guru, novel ini berimplikasi pada pembenahan gaya mengajar di kelas dan masukan mengenai perkembangan teknologi yang berimbas pada perkembangan psikologi dan sistem sosialisasi peserta didik. Bagi orang tua, novel ini menjadi lampu merah untuk merenung dan berpikir serta belajar kembali mengenai apa dan bagaimana esensi mendidik dan pola asuh anak, menanamkan karakter-karakter baik yang kuat agar anak tidak terpengaruh ketika ia terjun ke lingkungan sosial yang lebih besar dan memiliki resiko tanggung jawab yang tinggi terhadap diri sendiri, dan bentuk keluarga dengan segala aturannya. Bagi siswa, novel ini berimplikasi terhadap perkembangan psikologi, sosialisasi dengan lingkungan, dan daya berpikir kritis siswa. Tokoh utama dan beberapa tokoh dalam novel ini juga dapat dijadikan sarana refleksi bagi siswa untuk tidak melakukan hal-hal bodoh yang mengorbankan diri sendiri maupun orang lain. Novel ini dapat dijadikan pembanding
134 bagi karakter-karakter baik yang ditanamkan kepada siswa baik oleh orang tua, guru, dan masyarakat dalam lingkungan sosial siswa. Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black dapat digunakan sebagai alternatif dan pembanding materi pembelajaran bahasa Indonesia karena isinya cukup kompleks. Nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel dapat diambil hikmahnya. Sedangkan hal-hal yang berhubungan dengan pemakaian bahasa kotor, umpatan, dan caci maki, pemberontakan, perlawanan, tawuran, dan hal-hal negatif lainnya dapat dijelaskan kepada siswa supaya tidak meniru. Sebab hasil akhir dari tindakan yang salah pasti akan menyisakan penyesalan di belakang hari. Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black cocok diberikan untuk siswa kelas XI SMA. Silabus bahasa Indonesia di SMA kelas XI berisi standar kompetensi berupa memahami berbagai hikayat, novel Indonesia/novel terjemahan. Standar kompetensi tersebut berisi kompetensi dasar yang relevan dengan penelitian ini, yakni menjelaskan unsur-unsur interinsik novel Indonesia atau terjemahan. Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black diapresiasi secara bebas oleh siswa sehingga siswa mampu memahami nilainilai pendidikan karakter dalam novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black, baik secara tertulis maupun secara tersirat. Fungsi guru dalam memahami nilai pendidikan karakter adalah sebagai fasilitator siswa dan menambah penjelasan tentang nilai pendidikan karakter. Berdasarkan paparan yang telah dijabarkan pada paragraf-paragraf sebelumnya dapat diketahui bahwa implikasi dalam penelitian kajian dekonstruksionisme pemakaian bahasa novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black ditinjau dari nilai pendidikan karakter ini yaitu, pertama memberikan sumbangan keilmuan terhadap perkembangan dan pendalaman teori sastra. Kedua adalah dapat memperkaya ataupun memperbanyak khasanah penelitian sastra di Indonesia khususnya mengenai kajian dekonstruksionisme pada novel. Ketiga penggunaan kajian dekonstruksionisme dalam penelitian ini memperkaya kajian teoritis studi sastra khususnya penelitian mengenai kajian dekonstruksi pemakaian bahasa, dekonstruksi strukstur novel (tokoh), dan dekosntruksi logika (gagasan) yang terbilang masih jarang dilakukan di Indonesia. Keempat apresiasi terhadap novel Tak Sempurna berimplikasi
135 pada bidang pendidikan, sosial, dan budaya. Kelima novel Tak Sempurna dapat digunakan sebagai pembanding atas karakter-karakter baik yang selama ini diajarkan dan ditanamkan oleh guru dan orang tua. 2. Implikasi Praktis Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan telaah sastra dalam rangka memperbaiki pembelajaran bahasa Indonesia. Kajian dekonstruksionisme terhadap novel merupakan salah satu cara dalam menelaah novel dengan menganalisis terlebih dahulu oposisi biner yang terdapat di dalam novel. Hal ini adalah langkah pertama yang harus dilakukan sebelum masuk pada esensi dari kajian dekonstruksionisme yakni menghancurkan tatanan hierarki oposisi biner dengan cara menemukan ketidakutuhan makna teks yang ditutupi oleh dominasi oposisi yang dihadirkan oleh teks tersebut. Dan hal terakhir adalah mengajukan gagasan baru terhadap apa yang telah dilucuti dari hasil menemukan ketidakutuhan makna pada teks tersebut. Menilik teknik-teknik yang disuguhkan oleh kajian dekonstrusionisme pada paragraf sebelumnya, dapat diketahui bahwa kajian dekonstruksionisme sastra dalam dunia pendidikan dapat dilakukan untuk pembelajaran apresiasi sastra di Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi yang diawali dengan melakukan kajian cerpen atau novel. Proses pembelajaran apresiasi sastra seharusnya tidak hanya dilakukan dengan teori saja. Pembelajaran yang dilakukan harus mampu mendorong siswa agar dapat mengapresiasi, mengkritik, dan berkreasi dengan pemikiran yang kritis terhadap karya sastra khususnya novel. Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black sebagai bahan bacaan dapat menambah pengetahuan siswa terhadap informasi baru sehingga dapat mengukur pemahaman siswa melalui bacaan tersebut. Karakter dan unsur intrinsik dapat disinggung guru untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengapresiasi teks sastra. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan mengapresiasi karya sastra bukan hanya sekedar menghafal, melainkan memaknai arti pada sebuah karya sastra. Keingintahuan siswa yang tidak terbendung dapat dibentengi oleh guru dengan membaca suatu teks terlebih dahulu sebelum diberikan kepada siswa. Guru berperan
136 penting dalam mensortir bacaan, menentukan kelayakan buku sebagai sarana pengetahuan siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan minat mengapresiasi sastra dalam masyarakat dan bahan masukan untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia dalam bidang pendidikan karena di dalam Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black terkandung kritikan yang pedas terhadap sistem pendidikan dan pengajaran. Selain itu sastra merupakan media yang tepat dalam menyampaikan pesan-pesan positif dan mendidik karakter bagi siswa pada khususnya. Proses pembelajaran bahasa Indonesia khususnya tentang sastra seharusnya tidak hanya dilakukan untuk mengasah aspek kognitif saja. Namun kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat memberikan sumbangan dalam peningkatan aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik siswa. Aspek kognitif yang dapat diperoleh siswa dari pembelajaran telaah sastra berupa pengetahuan siswa terhadap sastra meningkat. Sehingga dapat mengatasi permasalahan yang selama ini dihadapi. Aspek afektif melalui pembelajaran sastra dapat meningkatkan emotif atau perasaan siswa terhadap sastra. Aspek psikomotorik melalui pembelajaran telaah sastra adalah siswa bisa mencipta karya sastra dengan mengimajinasi karya sastra yang dibaca. Manfaat tersebut hendaknya mendapat dukungan yang maksimal dari pihak sekolah. Pengadaan novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak sekolah. Novel ini dapat menjadi bahan refleksi bagi seluruh perangkat sekolah baik siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua. Selain itu, novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black layak menjadi koleksi pustaka siswa karena kerugian yang diakibatkan dalam cerita novel ini bisa menjadi tanda bahaya apabila siswa melakukan perbuatan sebagaimana yang terdapat dalam cerita novel ini. Momok ketakutan akan hancurnya masa depan bahkan sampai pada kehilangan nyawa dapat dijadikan sebagai benteng agar siswa tidak sekali-kali meniru apa yang prilaku siswa SMA Lazuardi dan SMK Citra Bangsa yang diceritakan pada novel ini. Dengan membaca novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black dapat membentuk kepribadian siswa menjadi lebih matang.
137 C. Saran Berdasarkan hasil simpulan dan implikasi di atas, maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut: 1. Bagi siswa, Siswa hendaknya dapat memilih bacaan yang bermutu sehingga dapat memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Selain itu, diharapkan siswa dapat mengambil hikmah dari membaca novel. Siswa hendaknya memanfaatkan Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black sebagai pembanding bagi karakter-karakter baik yang diajarkan oleh guru dan orang tua. Siswa juga dapat menerapkan kajian dekonstruksionisme untuk mengapresiasi karya sastra (novel) untuk lebih mengembangkan daya lenting siswa dalam proses berpikir kritis. 2. Bagi guru, Kepada guru yang setuju bahwa novel ini dapat digunakan sebagai pembanding terhadap novel-novel yang memiliki isi cerita yang lebih memotivasi dan sebagai pembanding terhadap karakter-karakter yang baik, maka guru dapat memanfaatkan novel ini sebagai sumber pembelajaran bahasa Indonesia di SMA karena sesuai dengan kurikulum yang ada. Guru bisa menugaskan siswa untuk mengapresiasi unsur intrinsik, ekterinsik, dan nilai pendidikan karakter yang ada dalam Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black. Selain itu, guru juga harus berfungsi sebagai fasilitator dan pengarah siswa sehingga siswa tidak sampai mengimitasi hal-hal buruk yang terdapat pada novel ini. 3. Bagi peneliti lain, Sebagaimana telah dijelaskan oleh para pakar bahwa pengkajian dekonstruksionisme terhadap karya sastra dapat dilakukan dari berbagai arah untuk menemukan sistem oposisi biner teks karya sastra. Walaupun kajian dekonstruksionisme menentang kestrukturan aliran strukturalisme akan tetapi pada penelitian-penelitian kualitatif deksriptif tertentu kita dituntut untuk melakukan penelitian secara ajek dan runtut.
138 Kajian dekosntruksionisme dan Nilai Pendidikan Karakter Novel Tak Sempurna karya Fahd Djibran dan Bondan Prakoso & Fade2black ini dapat memperkaya sudut pandang dan wawasan peneliti lain serta memperdalam penelitian-penelitan sastra selanjutnya.