TOPIK 4 PROSES THERMAL KALENG

dokumen-dokumen yang mirip
Souvia Rahimah 21 Februari 2010

Kemasan Gelas. Pengemasan Bahan Pangan

KULIAH III KEMASAN GELAS. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) pada pertemuan ini adalah : - mampu menjelaskan aplikasi kemasan gelas pada bahan pangan.

BLANSING PASTEURISASI DAN STERIISASI

Teti Estiasih - THP - FTP - UB

Kemasan Alumunium dan Alumunium Foil

LAPORAN PRAKTIKUM PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN SAMBUNGAN GANDA PADA KALENG

PRINCIPLES OF THE CANS : Proses Pembuatan dan Penggunaan

TEKNIK PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN Interaksi Bahan dan Teknologi Pengemasan

KLASIFIKASI MINERAL. Makro : Kebutuhan minimal 100 mg/hari utk orang dewasa Ex. Na, Cl, Ca, P, Mg, S

PENGEMASAN INTRODUCTION PASSIVE PACKAGING INTRODUCTION 12/20/2012. Klasifikasi Beberapa Jenis Kemasan :

TIM DOSEN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

KEMASAN ASEPTIS DAN SISTEM STERILISASI PRODUK

Teti Estiasih - THP - FTP - UB

PENGERINGAN. Teti Estiasih - PS ITP - THP - FTP - UB

PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TEHADAP SIFAT KIMIA, MIKROBIOLOGI, DAN ORGANOLEPTIK PERMEN KARAMEL SUSU KAMBING. (Laporan Penelitian) Oleh

Pengalengan buah dan sayur. Kuliah ITP

Pengemasa Makanan. Oleh: Ilzamha Hadijah Rusdan, S.TP., M.Sc

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Pasteurisasi dan Pendinginan Secara umum proses pasteurisasi adalah suatu proses pemanasan yang relatif

KEMASAN ASEPTIS DAN SISTEM STERILISASI PRODUK

III. METODOLOGI PENELITIAN

TEKNIK PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

Kemasan Alumunium dan Alumunium Foil

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Tujuan pengeringan yang tepat untuk produk: 1. Susu 2. Santan 3. Kerupuk 4. Beras 5. Tapioka 6. Manisan buah 7. Keripik kentang 8.

TEKNOLOGI PEMBUATAN SAUS TOMAT Oleh: Masnun Balai Pelatihan Pertanian Jambi I. PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. occidentale L.) seluas ha, tersebar di propinsi Sulawesi. Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur,

Pengawetan dengan Suhu Tinggi. Disusun oleh: TIM DASAR THT FAPET UB

Kemasan Kaca/Gelas. Pengemasan Pangan

KEMASAN ASEPTIS DAN SISTEM STERILISASI PRODUK

KEMASAN SAYURAN SEGAR

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN PRODUK INDUSTRI RUMAH TANGGA PANGAN (IRTP)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (C), serta unsur-unsur lain, seperti : Mn, Si, Ni, Cr, V dan lain sebagainya yang

01.3 Susu kental dan analognya (plain) CPPB Krim yang digumpalkan (plain) CPPB Krim analog CPPB

PENGERINGAN PENDAHULUAN PRINSIP DAN TUJUAN PENGOLAHAN SECARA PENGERINGAN FAKTOR-FAKTOR PENGERINGAN PERLAKUAN SEBELUM DAN SETELAH PENGERINGAN

BAB VI KACA (GLASS) BAB VI KACA (GLASS)

1. mutu berkecambah biji sangat baik 2. dihasilkan flavour yang lebih baik 3. lebih awet selama penyimpanan

II. TINJAUAN PUSTAKA

QUIZ PENGENALAN MATA KULIAH

Penyimpangan mutu adalah penyusunan kualitatif dimana bahan mengalami penurunan mutu sehingga menjadi tidak layak dikonsumsi manusia.

Prinsip-prinsip Penanganan dan Pengolahan Bahan Agroindustri

MENERAPKAN TEKNIK PENGOLAHAN SUHU TINGGI KD 1 PRINSIP-PRINSIP PENGAWETAN DENGAN PENGOLAHAN

Pengolahan, Pengemasan dan Penyimpanan Hasil Pertanian

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM ANORGANIK PERCOBAAN 1 TOPIK : SINTESIS DAN KARAKTERISTIK NATRIUM TIOSULFAT

BAB III METODOLOGI. A. Waktu dan Tempat. B. Alat dan Bahan. C. Prosedur Penelitian

Souvia Rahimah Pengemasan Ikan

NUTRISI Rekomendasi Nutrisi Yang Dibutuhkan Selama dan Setelah Kemoterapi (Yayasan Kasih Anak Kanker Jogja)

TELUR ASIN PENDAHULUAN

KERUSAKAN BAHAN PANGAN TITIS SARI

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang Penelitian, (2) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah jenis tanaman sayur umbi

No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 8 Semester I BAB I Prodi PT Boga BAB I MATERI

MANISAN BASAH JAHE 1. PENDAHULUAN 2. BAHAN

SIFAT FISIK DAN MINERAL BAJA

Pengawetan dengan Suhu Tinggi

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi

BAB II STUDI PUSTAKA

ANALISIS KADAR ABU DAN MINERAL

BAB III DATA A. KEMASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

STANDAR NASIONAL INDONESIA SNI SNI UDC =========================================== SAUERKRAUT DALAM KEMASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. terhadap pergeseran cermin untuk menentukan faktor konversi, dan grafik

1. Pengertian Perubahan Materi

SKL 2 RINGKASAN MATERI. 1. Konsep mol dan Bagan Stoikiometri ( kelas X )

Seperti tinggrnya langit dari bumi. demikianlah tingginya ialank~( dari jalanmu. dan rancangank~i dari rancanganmu f Yesaya

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISA PENGARUH AGING 400 ºC PADA ALUMINIUM PADUAN DENGAN WAKTU TAHAN 30 DAN 90 MENIT TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS

Jenis pengujian atau sifat-sifat yang diukur

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tapioka merupakan salah satu bentuk olahan berbahan baku singkong, Tepung

PENGERTIAN BOTOL PET DAN GELAS

BAKU MUTU LIMBAH CAIR UNTUK INDUSTRI PELAPISAN LOGAM

BATAS MAKSIMUM PENGGUNAAN BTP BAHAN PENGKARBONASI Minuman berbasis susu yang berperisa dan atau difermentasi (contohnya susu coklat, eggnog,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengujian kali ini adalah penetapan kadar air dan protein dengan bahan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Dengan semakin majunya teknologi sekarang ini, tuntutan

Pengeringan Untuk Pengawetan

I. PENDAHULUAN. Bubur buah (puree) mangga adalah bahan setengah jadi yang digunakan sebagai

TARIF LINGKUP AKREDITASI

PENGARUH WAKTU PENAHANAN TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS PADA PROSES PENGKARBONAN PADAT BAJA MILD STEEL

ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

MATERI DAN PERUBAHANNYA. Kimia Kesehatan Kelas X semester 1

Semen (Portland) padatan berbentuk bubuk, tanpa memandang proses

BENDA, MATERI DAN ZAT

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS BAHAN MAKANAN ANALISIS KADAR ABU ABU TOTAL DAN ABU TIDAK LARUT ASAM

BAB VI L O G A M 6.1. PRODUKSI LOGAM

MATERIAL PLASTIK DAN PROSESNYA

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Materi 2.2 Sifat-sifat Materi

CABE GILING DALAM KEMASAN

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN

LOGAM BUKAN BESI (NONOFERROUS)

I PENDAHULUAN. hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Kelapa termasuk dalam famili Palmae,

BESI COR. 4.1 Struktur besi cor

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON

Transkripsi:

TOPIK 4 PROSES THERMAL Sub Topik 4.6. Wadah untuk Pengalengan Pangan Oleh : Prof. Dr. Ir. Tien R. Muchtadi, MS KALENG Keuntungan utama penggunaan wadah kaleng (). Menjaga bahan pangan hermetis) = x kontaminasi mikroba, serangga dan bahan asing lain Kedap (2). X Perubahan k.a (3). X Perubahan O2 X Gas lain (4). X Perubahan warna Perdagangan (5). Handling mekanik (6). Peragaan : menarik (7). Disiplin dan digunakan mudah

Pelat Kaleng (Tin Plate & Wadah Kaleng (Tin Can) Bahan baku ideal Pelat baja yang mengandung lapisan timah yang tipis (0.25% timah) Faktor-faktor untuk membuat wadah kaleng : (). Komposisi kimia dan sifat fisik pelat kaleng (2). Ketebalan lapisan timah (3). Penggunaan lapisan pelindung/enamel (4). Konstruksi wadah (5). Korosifitas relatif bahan pangan Komposisi baja untuk wadah kaleng makanan Tabel : Spesifikasi kimia baja yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan kaleng makanan Elemen Mineral Jenis L Presentse yang diijinkan Jenis MS Jenis MR Jenis MR Jenis MR Mangan (Mn) Karbon (C) Fosfor (P) Belerang (S) Silikat (Si) Tembaga (Cu) Nikel (Ni) Khrom (Cr) Molibdat (Mo) Arsen (As) 0,25-0,60 maks 0,2 maks 0,05 maks 0,05 maks 0,0 maks 0,06 maks 0,04 maks 0,06 maks 0,05 maks 0,02 0,25-0,60 maks 0,2 maks 0,05 maks 0,05 maks 0,0 0,0-0,20 maks 0,04 maks 0,06 maks 0,05 maks 0,02 0,25-0,60 maks 0,2 maks 0,02 maks 0,05 maks 0,0 maks 0,20 0,25-0,60 maks 0,2 0,07-0, maks 0,05 maks 0,0 maks 0,20 Tidak ada pembatasan Tidak ada pembatasan Tidak ada pembatasan Tidak ada pembatasan 0,25-0,60 maks 0,5 0,0-0,5 maks 0,05 maks 0,0 maks 0,20 2

Tabel : Klarifikasi bahan pangan berdasarkan korosifitasnya Golongan Bahan Pangan Karakteristik Contoh Jenis pelat baja Sangat korosif Bahan pangan berasam tinggi atau sedang, termasukl buah-buahan berwarna dan asinan Sari buah apel, prambus, arbei, cherry, prem, asinan Jenis L Korosif moderat Agak korosif Sayur-sayuran yang diasamkan atau buahbuahan agak asam Bahan pangan berasam rendah Asinan kubis, aprikot, jeruk, anggur, persik Kacang polong, jagung, daging, ikan Jenis MS Jenis MR Jenis MR Jneis MC Tidak korosif Bahan pangan kering dan yang tidak distrerilisasi Sup kering, makanan beku, kacang-kacangan, Shortening Jenis MR Jenis MC Dimensi ukuran kaleng (NCA) : bermacam-macam No. diameter x tinggi 2.307 x 409 = Ø : 3 7 in 6 Tinggi : 4 9 in 6 3

Tabel. Nama dagang, ukuran dan penggunaan beberapa macam wadah Nama dagang Ukuran*) Produk pangan 2 Z Mushroom 6 Z 4 Z Pimiento 4 Z Mushroom 8 Z Short 8 Z Tall No. (Picnic) 2 Cyl Pt. Olive 7 Z Pimiento 8 Z Mushroom No. 300 No. Tall 202 x 240 202 x 24 202 x 308 202 x 34 2 x 200 2 x 20 2 x 22 2 x 300 2 x 304 2 x 400 2 x 44 2 x 600 300 x 206 300 x 308 300 x 400 300 x 407 30 x 4 Jamur Makanan bayi saribuah (kecil nenas) jamur, pasta tomat Saribuah jeruk dan angur Zaitun, pimiento Makanan bayi, kacang-kacangan kering, spaghetti Jamur Kacang-kacangan kering, saus tomat Buah-buahan, saribuah, zaitun, sup, spaghetti Kacang-kacangan kering, asinan kubis,jamur, sup sayur-sayuran Saribuah, nenas, prem kering Zaitun Pimiento Kacang-kacangan kering Jamur Asparagus, jeruk cherry, kacang-kacangan kering, saribuah (kecuali nenas), pimiento, spaghetty Buah-buahan (kecuali nenas) sayur-sayuran, zaitun Pelapisan Timah - Ketebalan - Keseragaman - Cara pelapisan timah Sebelum di PD II : Pencelupan (pelat baja hitam dalam timah putih cair) Sekarang : Elektrolisis Kadar (Sn : < -,25%) luar baja dalam timah timah dan besi timah enamel 4

Lapisan Enamel Bahan organik yang dilapiskan pada kaleng untuk : - Mempertahankan daya tarik makanan yang dikalengkan - Memperbaiki penampilan bagian dalam dan luar wadah - Memperpanang umur pakai wadah kaleng Pelapis enamel : * Roller Pengeringan : (dibawah titik cair timah) PD II Vernis minyak kayu dan resin alami minyak pengering dan resin sintetik Sekarang : bahan sintetik * oleoresin; polibutadiena * fenol; vinyl, wax Persyaratn enamel (). Tidak memberikan/mengubah bau dan citarasa makanan (2). Boleh kontak dengan makanan sesuai peraturan yang berlaku (3). Dapat menjaga kaleng dan bahan makanan selama waktu yang diinginkan (4). Tidak mengelupas selama pembuatan wadah kaleng dan selama penyimpanan (5). Murah dan mudah digunakan (6). Tahan terhadap suhu tinggi (sterilisasi) 5

TAKIK. Membuat takik 2. Membuat lipatan 3. Menyangkutkan lipatan 4. Mengepres 5. Menyorder 6. Melengkungkan pinggiran Gambar : Tahap-tahap operasi pembuatan wadah kaleng Alur Alur Gasket Gasket Badan kaleng Gambar : Pembuatan tutup kaleng dan pengisian karet perekat (gasket) 6

Double seam Sambungan badan Takik (Notch) Timah Gambar : Arsitektur suatu wadah kaleng Enamel Timah Timah + besi Baja Timah + besi B. GELAS - Keuntungan :. Bersifat inert 2. Kedap dan tidak porous 3. Tidak berbau dan bersih 4. Transparan 5. Berkekuatan tinggi 6. Mudah dibuka dan ditutup kembali 7. Dapat dibuat macam-macam bentuk, ukuran dan warna 8. Dapat dilakukan pengisian vacum 9. Umur simpan lebih lama - Kerugian : Mudah pecah 7

PENGGOLONGAN WADAH GELAS UNTUK BAHAN PANGAN Gelas Bermulut Lebar (Wide Nouth) Untuk : makanan bayi, dessert, susu bubuk, madu, butter, jem, jelly, mayonaise, dll Gelas Berleher Sempit (Narrow Neck) Untuk : Catsup Extract Saribuah Sirup Bumbu cair Saus Cuka dll. KOMPOSISI DAN PEMBUATAN GELAS : Padatan amorf dari larutan : - Silika oksida, - Kalsium, - Natrium, - elemen-lemen lain Bahan mentah : pasir adonan melebur soda abu sifat 2 kekentalan batu kapur 2600 o F tahan pecah waktu pendinginan 8

KOMPOSISI KIMIA SUATU WADAH GELAS *) KOMPONEN Silika oksida (SiO 2 ) Alumunium oksida (AI 2 O 3 Besi oksida (FeO) Kalsium oksida (CaO) Barium oksida (BaO) Natrium oksida (Na 2 O) Kalium oksida (K 2 O) Belerang oksida (SO 3 ) Flour (F 2 ) *) SUMBER : Anonymous (953) PERSEN 72,7 2,0 0,06 0,4 0,5 3,6 0,4 0,3 0,2 2. DESIGN WADAH DAN SPESIFIKASI TAHAN PANAS STERILISASI TAHAN TEKANAN MINUMAN +CO 2 9

3. PENAMAAN BAGIAN-BAGIAN WADAH GELAS UNTUK MAKANAN LEHER FINISH BAHU SPRING LINE ATAS TINGGI DIAMETER ATAU LEBAR RUANG LABEL D STIPPLING Spring line dasar Tumit Pelat dasar 4. FINISHES DAN TUTUP Suatu wadah gelas unt. Canning : - Bag Finish - Gasket - Tutup wadah Hermetis Logam Platik Gabus Karet 0

DIMENSI STANDAR GELAS JAR DALAM ROUND GCMI* Item No. Cap. O Flow Fl.OZS Weight Max OZS A B C D E SPECIMEN FINISH 0-4 0-20 0-24 0-26 0-27 0-28 0-30 0-36 0-40 0-48 0-50 0-5 0-52 0-53 0-60 0-62 0-63 0-67 0-7 0-72 0-75 0-77 0-8 4 /4 6 /4 7 3/4 8 3/8 8 3/8 8 3/8 9 /2 /2 2 /2 5 /2 6 /2 6 /2 7 8 5/6 22 3/4 24 24 /2 27 /2 30 /4 3 32 3/8 34 48 3/4 3 3/4 4 /4 4 /4 4 3/4 4 3/4 5 /2 5 /2 6 6 /4 7 7 /2 7 /2 7 /2 8 /4 9 /2 0 /8 0 /2 /2 /2 /2 2 3/4 8 /2 3 25/64 3 55/64 4 /8 4 9/32 4 9/32 4 /32 4 3/64 4 25/32 4 27/32 5 /8 5 7/32 5 7/32 5 /32 5 3/8 5 7/8 5 7/8 5 6/64 6 /4 6 9/6 6 9/6 6 3/4 6 3/6 7 /6 2 /6 2 9/32 2 25/64 2 /2 2 29/64 2 /2 2 35/64 2 3/4 2 63/64 3 /32 3 /8 3 /8 3 7/64 3 7/64 3 29/64 3 35/64 3 9/6 3 43/64 3 47/64 3 25/32 3 53/64 3 59/64 4 3/32 35/64 5/8 2/32 /6 /6 5/8 4/64 49/64 49/64 3/6 27/32 27/32 27/32 29/32 5/6 6/64 3/32 /32 /32 /6 3/32 /4 49/64 2 /6 2 5/6 2 9/64 2 3/8 2 3/64 2 9/6 2 7/6 2 /2 2 /6 2 47/64 2 47/64 2 55/64 2 49/64 3 /64 3 3/6 3 7/32 3 25/64 3 39/64 3 39/64 3 45/64 3 45/64 4 7/64 3/4 5/6 2 3 32 5/6 2 3/32 2 3/32 2 3/32 2 3/32 2 3/32 2 5/6 2 3/6 2 5/6 2 5/6 2 5/6 2 5/6 2 5/6 2 5/6 2 5/6 2 5/6 2 5/6 2 5/6 2 5/6 2 5/8 48-400 53-400 58-400 53-400 58-400 58-400 58-400 58-400 58-400 60-400 70-400 DIMENSI STANDAR GELAS JAR SHOULDERTYPE UNTUK SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN SPECIMEN FINISH 83-70 SPECIMEN FINISH 66-70 SPECIMEN FINISH 63-70 GCMI* Item No. Cap. O Flow Fl.OZS Weight Max OZS A B C D E SPECIMEN FINISH 5-46 5-47 5-53 5-7 4 3/4 5 7 28 3/8 6 5/8 6 5/8 7 /4 /4 4 /2 4 /2 4 /6 4 7/8 3 3/64 3 /2 3 /4 4 3/32 2 /4 2 /4 2 3/8 2 /4 2 23/64 2 5/32 2 5/32 3 9/64 3/4 3/4 3/6 3/64 63-70 66-70 66-70 83-70

SPECIMEN FINISH 26-660 SPECIMEN FINISH 20-400 DIMENSI STANDAR WADAH GELAS SHORT LINE ROUND FOOD LINE DIMENSI STANDAR GELAS SHORT LINE ROUND FOOD-LINE GCMI* Item No. Cap. O Flow Fl.OZS Weight Max OZS A B C D E SPECIMEN FINISH 50-08 50-4 50-2 50-28 50-40 50-50 50-5 50-52 50-64 50-75 50-76 50-77 50-8 50-85 50-9 2 /4 4 /4 6 9/32 8 3/4 2 3/4 6 9/6 6 7/8 7 3/8 25 3/8 32 3/4 33 7/6 34 48 /2 58 /2 05 5/8 3 4 /4 5 /2 6 /2 8 /2 0 /2 0 /2 0 /2 4 7 7 7 22 25 /2 37 4 3/32 5 5 5/8 5 3/32 6 49/64 7 3/8 7 3/8 7 3/8 8 3/8 9 3/8 9 5/6 9 /32 4 5/64 4 7/32 6 5/64 37/64 7/8 2 5/32 2 3/32 2 /6 2 29/32 2 6/64 2 63/64 3 /32 3 35/64 3 39/64 3 2/32 4 5/32 4 7/32 6 5/64 2 5/32 2 9/6 2 27/32 3 /6 3 /2 3 7/8 3 7/8 3 7/8 4 7/6 5 5 5 5 3/6 5 9/32 4 3/6 /6 3/8 3/8 3/8 7/6 /2 7/32 5/8 /6 /6 /6 25/32 29/32 29/32 29/32 5/6 3/32 7/6 20-400 26-660 26-660 26-660 26-600 26-600 26-600 26-600 26-600 26-600 26-600 26-600 26-600 36-700 36-700 2

C. ALUMUNIUM KEUNTUNGAN :. Ringan 2. Tahan terhadap korosi atmosfer 3. Tahan terhadap produk yang mengandung S 2 4. Dapat dibuat bermacam-macam bentuk KEKURANGAN :. Penutupan sambungan badan, tidak dapat di sorder 2. Perlu alumunium yang tebal, untuk menyamai kekuatan kaleng ( harga menyamai) 3. Tutup alumunium tidak bisa dibuka dengan alat tutup kaleng biasa 4. Alumunium dapat memucatkan beberapa produk pangan 5. Umur penggunaan < kaleng Daya tahan Alumunium Terhadap Korosi Lapisan pelindung : (dipermukaan) Alumunium - Oksida - inert - terbentuk kembali Dalam makanan kaleng (?) O 2 Korosi + Enamel! 3

RETORT POUCH Suatu bahan yang bersifat fleksible terdiri dari 3 laminasi yang dapat dikenai proses termal seperti kaleng, - Shelf stable - Frozen boil in th bag product Bahan-bahan untuk Retort pouch - Terdiri bahan yang tahan simpan - Mempunyai integritas penutupan yang kuat - Kuat - Tahan terhadap tusukan - Tahan terhadap termal proces Penyusun lapisan-lapisan yang terlaminasi - Lapisan Terluar : polyster film : 0.00048 in - Lapisan Tengah : alumunium foil : 0.00035 in - Lapisan Dalam : modified propylene : 0.003 in RETORT POUCH = Kemasan fleksible tahan suhu sterilisasi Syarat Bahan Untuk Retort Pouch. Barier yang baik terhadap cahaya, gas, m.o 2. Dapat dikelim 3. Tahan terhadap penekanan, tusukan 4. Tahan suhu sterilisasi (2 o C)..! 4

Keuntungan. Waktu proses lebih pendek Kualitas produk lebih baik, warna lebih alami.. Gizi lebih terjaga 2. Dapat mengemas produk pangan kaleng produk tidak membutuhkan pendingin/pembekuan 3. Dapat menjaga kemampuan rekonstitusi produk waktu-waktu rekonstitusi lebih pendek 4. Mudah dibuka dan serving 5. Menghemat tempat penyimpanan 6. Relatif murah dibandingkan kaleng 7. Menghemat biaya produksi * Proses Sterilisasi Retort Pouch batch & Kontinyu dengan media pemanas :. Uap jenuh 2. Campuran uap dan udara 3. Air mendidih * Retort untuk sterilisasi menggunakan air panas bertekanan (32 o C) Dialirkan melalui PHE Panas PHE ke retort pouch 5

Air sebagai media pemanas Bentuk fisik : Retort pouch Memperpendek waktu proses Temperature lethal pada titik terdingin Nilai (fh Waktu yang dibuat untuk menaikkan suhu, siklus log) Tpih (temperature initial heating) Jh lebih kecil Waktu proses OF Log TR - Tp T TR - Tpih2 TR - Tpih Jh = TR - Tpih TR - Tih T = fh log (Jh - Th) TR - Tp T2 fh2 fh 6

Air sebagai media pemanas menguntungkan - Mudah dikontrol dari pada uap - Pengisian retort dicapai dalam 30 detik - Air terdingin dalam retort mencapai suhu retort 4 C U T Retort = 4.5 (Retort konvensional : 2-5 menit) Pada akhirnya pemanasan mengganti air panas air dining segera butuh waktu hanya.5 menit!! (retort konvensional = 8-0 menit Kelemahan :. Kecepatan produksi lebih lambat v : kaleng/glass 2. Buhu kemasan sekunder 3. Sulit mendeteksi kebocoran 4. Proses Thermal lebih kompleks 5. Kekuatan terhadap tekanan mekanis < kaleng/glass Produk yang dikemas dengan retort pouch - saus tomat - produk olahan daging - potato salad -sop - baso - sukiyaki, dll 7

8