BAB III ANAK. 3.1.Definisi Anak

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 Tinjauan Pustaka

Periodisasi Perkembangan Peserta Didik

Setelah akhir dari perkuliahan ini, mahasiswa mampu mengembangkan lingkungan pendidikan yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi peserta

BERMAIN SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI

TAHAPAN PERKEMBANGAN MANUSIA

PENGEMBANGAN PERILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia

BAB I PENDAHULUAN. pengalaman pertama. Sekolah juga sebagai salah satu lingkungan sosial. bagi anak yang dibawanya sejak lahir.

TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN

BAB I PENDAHULUAN. komponen dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Indonesia telah mencanangkan pendidikan wajib belajar yang semula 6 tahun

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah mahluk sosial yang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan tingkah

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa hidup bersama dalam sebuah

BAB II. Tinjauan Pustaka

PENDAHULUAN Latar Belakang

PERMAINAN YANG BERORIENTASI PERKEMBANGAN UNTUK ANAK TAMAN KANAK-KANAK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. makhluk sosial. Pada kehidupan sosial, individu tidak bisa lepas dari individu

SPESIALISASI UTAMA DALAM PSIKOLOGI

BAB I PENDAHULUAN. berinteraksi dengan orang lain baik yang lebih muda usianya, teman sebaya. Kanak-kanak kelompok B antara 5 6 tahun.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk hidup yang senantiasa berkembang dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Remaja adalah individu yang unik. Remaja bukan lagi anak-anak, namun

MASA KANAK-KANAK AWAL. Masa ini dialami pada usia : 2 tahun 5/6 th Masa Usia Pra Sekolah : Play group atau TK

BAB I PENDAHULUAN. berlainan akan tetapi keduanya saling berkaitan. Pertumbuhan (growth)

BAB I PENDAHULUAN. bertambahnya jaringan intraseluler. Sedangkan yang dimaksud dengan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dalam kehidupan remaja, karena remaja tidak lagi hanya berinteraksi dengan keluarga

BAB IV ANALISIS MASALAH Analisis Potensi Pengembangan Paralayang di Indonesia

TAHAP PERKEMBANGAN ANAK USIA TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. adalah masa remaja. Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah individu yang selalu belajar. Individu belajar berjalan, berlari,

sebelum mereka memulai pendidikan primer ke jenjang berikutnya 1. Tujuan dari adanya taman kanak-kanak ini adalah sebagai tempat di mana anak-anak dap

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anak adalah seorang laki-laki ataupun perempuan yang belum dewasa

BAB II LANDASAN TEORI. rendah atau tinggi. Penilaian tersebut terlihat dari penghargaan mereka terhadap

BAB I PENDAHULUAN. adalah segala perubahan yang terjadi pada anak yang meliputi seluruh perubahan, baik

FASE FASE PERKEMBANGAN. Sosialisasi KTSP 1

Peers and Friends. Santi e. Purnamasari, M.Si. UMBY

ESENSI BERMAIN BAGI ANAK USIA DINI

BAB I PENDAHULUAN. Anak merupakan potensi sumber daya manusia serta penerus cita-cita perjuangan bangsa

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Kata motivasi berasal dari bahasa Latin yaitu movere, yang berarti

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. afeksional pada seseorang yang ditujukan pada figur lekat dan ikatan ini

BAB I PENDAHULUAN. Departemen Kesehatan RI pada tahun 2010 jumlah anak usia dini (0-4 tahun) di

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. mengembangan berbagai potensi yang dimiliki anak. Usia 4-6 tahun adalah suatu tahap

PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. membaca dan keterampilan menulis. Anak-akan dituntut untuk dapat berbicara,

HUBUNGAN ANTARA SUASANA KELUARGA DENGAN MINAT BELAJAR PADA REMAJA AWAL

BAB I PENDAHULUAN. Setiap manusia akan melalui tahap perkembangan dari masa bayi hingga

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dalam Friz Oktaliza, 2015). Menurut WHO (World Health Organization), remaja adalah penduduk dalam rentang usia tahun, menurut

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan bentuk pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. Hampir dapat dipastikan bahwa setiap orangtua menginginkan yang terbaik

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan. Pada rentang usia ini anak mengalami the golden years yang. perkembangannya, termasuk perkembangan fisik-motoriknya.

Rita Eka Izzaty Staf Pengajar FIP-BK-UNY

KARAKTERISTIK ANAK USIA SD Oleh : Sugiyanto

BAB I PENDAHULUAN. perkembangannya anak usia dini merupakan masa-masa keemasan yang harus

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

OPTIMALISASI KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI MEDIA GAMBAR DI TK KARTIKA 1-18 AMPLAS. Yenni Nurdin 1) dan Umar Darwis 2) UMN Al Washliyah

BAB I PENDAHULUAN. bangsa. Oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti

Permasalahan Anak Usia Taman Kanak-Kanak Oleh: Nur Hayati, S.Pd PGTK FIP UNY

PERBEDAAN KEMATANGAN SOSIAL ANAK DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH (PLAYGROUP)

TINJAUAN PUSTAKA Keluarga Nilai Anak

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa belajar bagi remaja untuk mengenal dirinya,

PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI PERKEMBANGAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dunia anak identik dengan dunia bermain, maka kehidupan anak usia

MASA KANAK-KANAK AWAL. Masa ini dialami pada usia Masa Usia Pra Sekolah : 2-4 th Play group atau TK : 4 5,6 th

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. yang bisa merangsang motorik halus anak. Kemampuan ibu-ibu dalam

Psikologi Kepribadian I Teori Interpersonal Harry Stack Sullivan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. meluasnya lingkungan sosial. Anak-anak melepaskan diri dari keluarga dan

Peran Guru dalam Melatih Kemandirian Anak Usia Dini Vanya Maulitha Carissa

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan tahapan-tahapan stimulasi yang perlu dilalui dan proses

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan yang dapat mempengaruhi proses serta hasil pendidikan pada

BAB I PENDAHULUAN. gembira dapat memotivasi anak untuk belajar. Lingkungan harus diciptakan

PENGEMBANGAN PERILAKU SOSIAL ANAK PRASEKOLAH

BAB 1 PENDAHULUAN. menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Taman Kanak- Kanak termasuk jenjang Pendidikan Anak Usia

ARTIKEL PENELITIAN. Diajukan Guna Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi PG-PAUD.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Destalya Anggrainy M.P, 2013

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Psikologi Perkembangan

EMPATI DAN PERILAKU PROSOSIAL PADA ANAK

I. PENDAHULUAN. masa sekarang dan yang akan datang. Namun kenyataan yang ada, kehidupan remaja

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PERMAINAN BALOK DI TK PELANGI NUSA KLATEN

BAB I PENDAHULUAN. Kompleksitas masalah-masalah berujung pada konflik-konflik dan rintangan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mega Sri Purwanida, 2014

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Coakley (dalam Lerner dkk, 1998) kadang menimbulkan terjadinya benturan antara

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan luar. Perubahan-perubahan tersebut menjadi tantangan besar bagi

I. PENDAHULUAN. Pada hakekatnya setiap manusia membutuhkan orang lain. Naluri untuk hidup bersama orang

Transkripsi:

BAB III ANAK 3.1.Definisi Anak Terdapat beberapa pengertian anak-anak yang secara harafiah didapatkan dari beberapa kamus internasional, diantaranya: 1. Laki- laki atau perempuan pada masa sebelum pubertas 1 2. Manusia antara bayi dan pubertas 2 3. Anak laki- laki atau perempuan 3 Pada dasarnya istilah anak (jamak: anak-anak) sangat variatif dengan berdasarkan waktu dan tempat, seperti juga pada beberapa kondisi (hukum, psikologis, biologis, agama, dll) ketika istilah tersebut digunakan. Biasanya istilah anak-anak mengacu pada kondisi ataupun umur seseorang 4, yang dapat merupakan manusia antara kelahiran dan masa pubertas, atau menunjuk kepada sifat kekanakan dari seseorang. Sedangkan definisi legal tentang anak-anak menurut UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK BAB I PASAL 1 5 : Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Perilaku sosial anak- anak berbeda di seluruh dunia, dan selalu berubah seiring berjalannya waktu. Studi yang dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar anak- anak di Amerika Serikat mendapat perlakuan over protected 6, sedangkan studi yang dilakukan pada tahun 1988 pada benua Eropa menunjukkan bahwa Italia merupakan Negara yang paling child-centric dan Belanda merupakan Negara kebalikan dari Italia. 1 Michael Agnes, Webster s College Dictionary, Wiley Publishing,Inc.Cleveland,Ohio USA,2002, page 254 2 http://www.thefreedictionary.com/child 3 http://www.thefreedictionary.com/child 4 The Oxford English Dictionary Compact Disc, 7 Desember 2007 5 6 Rachel K. Jones dan April Brayfield, European Attitudes Toward the Centrality of Children. Social Forces, Vol.75, No.4,Jun 1997.1,239-69 pp.chapel Hill,North Carolina 14

Umur dimana anak- anak dipertimbangkan untuk bertanggung jawab pada tindakan mereka juga berubah setiap waktu, dan hal ini mempengaruhi perlakuan terhadap mereka di mata hukum. Pada masa Romawi anak- anak dianggap tidak bersalah terhadap kejahatan yang mereka lakukan, sedangkan pada abad ke sembilan belas, hal ini berubah. Anak- anak diatas umur tujuh tahun dianggap bertanggung jawab terhadap tindakan mereka. Anak- anak yang melakukan tindak kejahatan akan menghadapi tuntutan kriminal, dengan dikirim ke penjara dan mendapatkan hukuman 1. 3.2.Klasifikasi Usia Anak Dalam tingkatan hidup manusia, seorang anak memiliki batasan umur tertentu. Namun ternyata batasan tersebut tidak hanya muncul secara hirearkis, namun juga muncul berdasarkan kegiatan dan perkembangan tertentu pada anak. 3.2.1. Posisi Usia Anak berdasarkan Klasifikasi umur manusia Terdapat beberapa pembagian usia manusia menurut beberapa tokoh- tokoh psikologi maupun humanis dunia, diantaranya: 3.2.1.1. L.C.T. Bigot. Ph. Kohnstam & B.G. Palland 2 Masa kehidupan dibagi menjadi: 1. Masa bayi dan kanak (0-7 tahun) Bayi : 0-1 tahun Kanak : Masa Vital 1-2 tahun Masa Estitis 2-7 tahun 2. Masa Sekolah/ intelektuil : 7-13 tahun 3. Masa Sosial : 13-21 tahun 3.2.1.2. Elizabeth B. Hurlock 3 11 masa dalam rentang hidup manusia: 1 Jouvenile Courts 2 B. Simanjuntak, Latar Belakang Kenakalan Remaja, Alumni, Bandung, 1979, h.65 3 Arthur T. Jersild, Judith S. Brook, dan David W. Brook. The Psychology of Adolescenes, Macmillan Publishing Co,.Inc,New York,1978,h.5 15

1. Prenatal : Sejak konsepsi sampai lahir 2. Masa Neonatus : Lahir sampai usia 2 minggu 3. Masa bayi : 2 minggu-2 tahun 4. Masa kanak- kanak awal(early childhood): 2-6 tahun 5. Masa kanak- kanak akhir (late childhood): 6-10/11 tahun 6. Pubertas/ prodolescence : 10-12/13 tahun 7. Masa remaja awal : 13/14-27 tahun 8. Masa remaja akhir : 17-21 tahun 9. Masa dewasa awal : 21-40 tahun 10.Masa setengah baya : 40-60 tahun 11.Masa tua : 60 tahun atau lebih 3.2.1.3. Aristoteles 1 0-7 tahun : masa kanak- kanak (infancy) 7-14 tahun : masa anak- anak (boyhood) 14-21 tahun : masa dewasa muda (young manhood) 3.2.2. Klasifikasi Usia Bermain Anak Selain usia anak secara harafiah, terdapat juga klasifikasi usia bermain anak yang menunjukkan perkembangan dan kecenderungan anak pada usia tertentu, yang terkait pada lingkungan dan cara anak- anak tersebut bermain. Namun, sangat memungkinkan bahwa tiap anak memiliki kecenderungan yang variatif, diantaranya perbedaan dalam criteria umur seperti yang ditunjukkan pada gambar dan keterangan berikut: 1 R.E.Muss, 1968, h.15 16

Gambar 12. Klasifikasi Usia Bermain Anak (sumber: Design for Fun, Playspaces., h.4) 1. Usia 0-3 tahun Anak- anak menghasilkan pengalaman awal yang digunakan untuk mengontrol gerakan pada 3 tahun kehidupan pertama mereka. Anak pada usia ini cenderung bermain sendiri dan suka bereksperimen melalui sentuhan, pandangan, dan pendengaran. Bermain dengan pasir, clay, dan benda kreatif lainnya merupakan contoh permainan yang dilakukan anak pada usia ini. 2. Usia 3-6 tahun Pada usia ini, anak- anak mulai memiliki kesadaran sosial, dan mereka mulai bermain dalam kelompok, menciptakan relasi sosial dan kemampuan bersosialisasi. Anak pada usia ini menikmati aktivitas yang merepresentasikan sesuatu yang lain, seperti bermain dengan elemen abstrak, meja, bangku, ayunan,papan seluncur, dan benda- benda bergerak. 3. Usia 6-8 tahun Pada usia ini anak banyak melakukan kegiatan yang melibatkan gerakan dan aksi. Pada tahap ini juga anak banyak melatih kemampuan motorik dan kognitifnya. 4. Usia 8-12 tahun Dalam tahap menuju remaja, anak- anak biasanya bermain dalam kelompok anak seusia. Permainan terstruktur dengan peraturan yang jelas mendominasi dalam umur ini, selain demonstrasi anak terhadap kemampuan dan kerjasama dalam permainan dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi. 17

3.3. Psikologi Perkembangan Anak pada masa Late Childhood Terdapat beberapa faktor psikologi perkembangan anak yang memiliki hubungan dengan tema penelitian dalam laporan ini, yang kemudian dikelompokkan menjadi beberapa bagian, yaitu: 3.3.1. Perkembangan Jasmani dan Psiko-Motorik Secara fisik, sesudah usia 6 tahun anak mengalami pertumbuhan badan yang agak lambat daripada waktu sebelumnya. Sampai dengan umur 12 tahun anak bertambah panjang 5-6 cm setiap tahunnya, sedangkan berat badan anak bertambah lebih banyak dari panjang badannya. Pada akhir periode ini ditemukan lebih banyak perbedaan individual diantara anak-anak, seperti perbedaan fisik yang khas. Sedangkan dalam jenis seks hampir tidak ditemukan adanya perbedaan fisik yang khas. Pada umur 6 tahun keseimbangan badan anak relatif berkembang baik. Penguasaan badan seperti membongkok, melakukan bermacam- macam gerakan senam serta aktivitas olah raga berkembang dengan baik pada masa sekolah. Juga koordinasi antara mata-tangan (visio-motorik) yang dibutuhkan untuk membidik, menyepak, melempar, dan menangkap. Dalam masa ini terdapat perbedaan dalam sifat dan frekuensi motorik kasar dan halus. Kecakapan motorik ini, faktanya, makin disesuaikan dengan keleluasaan lingkungan. Gerakan motorik makin tergantung pada aturan formal dan bersifat kurang spontan. Gerakan yang sangat banyak dilakukan anak pada masa sebelumnya berkurang pada akhir masa ini. 3.3.2. Perkembangan Sosial dan Kepribadian Perkembangan sosial anak pada masa ini ditandai dengan meluasnya lingkungan sosial. Anak- anak mulai melepaskan diri dari keluarga, dan makin mendekatkan diri pada orang lain disamping anggota keluarga. Hal ini menyebabkan anak menjumpai banyak pengaruh diluar pengawasan orang tua. Ia bergaul dengan teman- teman, memiliki guruguru yang berpengaruh besar dalam proses emansipasi 1. Dalam proses emansipasi dan individu teman sebaya juga memiliki peranan yang besar. Di samping itu perkembangan motif prestasi dan identitas seks sangat penting, dan perkembangan pengertian norma 1 18

dalam masa ini juga mengalami kemajuan yang essensial. Aspek-aspek tersebut akan dibahas berikut ini. 3.3.2.1. Interaksi dengan Anak- Anak Sebaya Dalam masa pendidikan TK dan SD anak memiliki kontak intensif dengan teman- teman sebaya. Dalam tahap ini anak-anak saling mempenaruhi satu sama lain. Anak biasanya berusaha untuk menjadi anggota suatu kelompok. Pada awalnya mereka tidak mengetahui perilaku yang dipuji atau dihargai untuk diterima dalam suatu kelompok. Sering terlihat bahwa anak menirukan perilaku anggota kelompok yang paling aktif dan berkuasa. Dalam tahap ini kelompok- kelompok tersebut belum memiliki struktur dan aturan, dan masih berupa kelompok- kelompok informal. Sejumlah tingkah laku timbul dengan cara mnirukan, belajar model, dan oleh reinforsemen dari pihak teman sebaya. Interaksi dengan teman sebaya merupakan permulaan hubungan persahabatan dan hubungan dengan peer 1. Persahabatan antar anak selanjutnya terjadi atas dasar interes dan aktivitas bersama. Hubungan tersebut bersifat timbal balik dan memiliki sifat- sifa sebagai berikut: 1. Ada saling pengertian, 2. Saling membantu, 3. Saling percaya, dan 4. Saling menghargai atau menerima. 3.3.2.2. Perkembangan Motivasi Prestasi Setiap tingkah laku memiliki motif tersendiri, dan salah satu aspek kepribadian seseorang yang paling banyak diteliti adalah mengenai motivasi prestasi. Pada umumnya motivasi dibedakan menjadi dua, yakni motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik datang dari diri orang itu sendiri, sedangkan motivasi ekstrinsik timbul akibat dorongan atau paksaan dari luar. Namun, ada kalanya motivasi ekstrinsik berubah menjadi intrinsik.dorongan untuk berprestasi pada manusia terlihat sejak usia tiga setengah tahun. Anak usia ini sudah mulai menunjukkan ciri- ciri tingkah laku kompetisi, dengan 1 19

membandingkan hasil pekerjaan mereka dengan anak- anak lain. Anak- anak mencoba melakukan sesuatu lebih baik, dibanding dengan suatu standar keunggulan. Standar keunggulan tersebut dapat berhubungan dengan 1. Prestasi orang lain, dimana anak ingin berbuat lebih baik daripada yang dilakukan oleh orang lain 2. Prestasi diri sendiri yang lampau, anak ingin berbuat melebihi prestasinya yang dulu 3. Tugas yang harus dilakukan, dimana anak ingin menyelesaikan tugas yang diberikan dengan sebaik mungkin. Jadi, tugas tersebut merupakan tantangan bagi anak. Dipandang dari segi psikologi perkembangan anak dapat ditentukan bahwa kecenderungan berprestasi ini harus diberi stimulasi bila kita akan menyambut dorongan manipulasi dan eksplorasi anak. 3.3.2.3. Perkembangan Kognitif 3.3.2.4. Psikologi Rasa Takut Pada Anak 1 Dalam psikologi, dipercaya bahwa ketakutan dan tekanan terbesar pada anak ditimbulkan akibat pengalaman pada tiga tahun pertama hidup anak Pada saat anak tumbuh dewasa, ketakutan tersebut mulai muncul dari pengalaman anak tersebut dengan lingkungan, baik realistis maupun fantasi. Pada dasarnya ketakutan pada anak dapat dibagi menjadi empat. Namun, jenis fobia ini bervatiasi pada tiap anak, tergantung pada perkembangan anak yang dipengaruhi oleh perkembangan kognisi dan lingkungan. 1. Fobia pada Binatang Tertentu Ketakutan ini biasanya muncul pada usia 3-5 tahun. 2. Ketakutan akan situasi tertentu 1 http://vtvt.essortment.com/fearpsychology_rckv.htm 20

Ketakutan yang dimaksud adalah ketakutan pada bermacam situasi yang pernah dialami anak, seperti ketakutan akan ketinggian (acrophobia), ketakutan pada benda tajam (aichmophobia), ketakutan akan kesendirian (menophobia), dan ketakutan akan situasi gelap (nyctophobia). 3. Keasingan Sosial Adalah ketakutan anak pada situasi sosial di sekitarnya, seperti ketakutan pada orang asing (xenophobia), dan bahkan ketakutan pada manusia pada umumnya (anthropobhia). Salah satu contoh nyata ketakutan ini adalah fobia sekolah, dimana anak- anak takut untuk meninggalkan rumah dan keluarga. 4. Agoraphobia Adalah ketakutan pada tempat terbuka, seperti ketakutan untuk meninggalkan perasaan aman yang didapatkan di rumah. 3.4.Antropometri anak usia 6-12 tahun Sebagai user, diperlukan data antropometri yang relevan dengan kegiatan anak- anak dalam paralayang. Data antropometri tersebut antara lain tinggi badan, berat badan, dan rentang tangan seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Gambar 13. Studi antropometri anak pada SD Coblong VI, Bandung (sumber: koleksi penulis) 21