Praktek PPSDM Modul ke: Faktor Yang Mempengaruhi Sumber Daya Manusia Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Program Studi MANAJEMEN S1 Oleh : Catur Widayati, SE.,MM www.mercubuana.ac.id
Faktor Faktor Yang Menentukan Proteksi Responsibility ( Tanggung Jawab) Semaikin tinggi jabatan seorang karyawan dalam suatu perusahan, semakin besar pula tanggung jawab yang dibembannya. Skill (Keahlian) Untuk kelangsungan usaha perusahaan, perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki keahlian khusus.
Faktor Faktor Yang Menentukan Proteksi Mental Effort (kerja Otak / Mental) Karyawan yanglebih mengandalkan kemapuan kerja otak atau mental, misalnya analis, programmer, marketer, atau akuntan. Physical Effort (Kemampuan Fisik) Karyawan yang lebih mengandalakan kekuatan fisik (Blue Collar), misalnya satuan pengaman (Satpam), petugas kebersihan atau pekerja bangunan.
Faktor Faktor Yang Menentukan Proteksi Work Condition (Kondisi Kerja) Kondisi kerja yang diharapkan oleh pekerja untuk satu bidang industri sering kali berbeda. Government Rule (Peraturan Pemerintah) Pemerintah sebagai regulator biasanya membuat peraturan yang mengharuskan pengusaha atau perusahaan untuk memberikan perlindungan yang memadai bagi pekerja.
3. Jaminan Keamanan Karyawan Disamping mengikutsertakan pekerja dalam program asuransi, terdapat program program non-asuransi yang dapat memberikan jaminan keamanankepada pekerja. Program nonasuransi yang dapat diadopsi oleh perusahaan adalah : Jaminan Terhadap Pendapatan Atas Pekerjaan Jaminan Pensiun Masa Persiapan Pensiun Lembaga Dana Pensiun
4. Tujangan Berupa Istirahat Kerja Beberapa bentuk Istirahat Kerja adalah : Istirahat Selama Jam Kerja Asuransi Penganggu ran Cuti Sakit Bebas Dari Kejadiran Cuti dan Liburan
5. Tunjangan Berupa Pengaturan Kerja Beberapa bentuk dari tunjangan penaturan kerja adalah : Waktu kerja yang lebih pendek Fleksibilitas Waktu Pembagian Kerja
6. Berapa Bentuk Santunan Pekerja Beberapa perusahaan memberikan berbagai bentuk santunan kepada karyawan, yang merupakan strategi dari divisi SDM dalam rangka meningkatkan loyalitas dan produktivitas karyawan. Berapa bentuk santunan yang umumnya diberikan adalah : Santunan Pendidikan Santunan Keuangan Santunan Sosial
7. Masalah Administratif Walaupun perusahaan perusahaan cenderung memandang kompensasi tidak langsung sebagai suatu imbalan, para penerimanya tidak selalu melihatnya demikin. Konflik seperti ini menyebabkan perusahaan menaruh perhatian terhadap persoalan bagaimana mereka seharusnya mengelola paket paket tunjangan kompensasi tidak langsung kepada mereka : Menetapkan Paket Tunjangan Menyediakan Fleksibilitas Tunjangan Mengkomunikasikan Paket Tunjangan Mengelola dan Mengurangi Biaya Tunjangan
1. Pelindungan a. Yang Berhubungan Dengan Masalah Keuangan Perlindungan yang berhubungan dengan masalah keuangan dilakukan melalui pemberian berbagai santunan dalam bentuk santunan jaminan sosial, kompensasi ketiadaan pekerja, biaya medis, dan kompensasi pekerja b. Perlindungan Yang Berhubungan Dengan Keamana Fisik Karyawan Dalam rangak memberikan perlindungna terhadap keselamatan dan keamaan kerja, pemerintah mengeluarkan peraturan perundang undangan yang mengharuskan perusahaan untuk memberikan fasilitas yang memadai demi menjamin keamanan kerja serta memberikan jaminan finansial apabila karyawan mengalami kecelakan kerja
Lanjutan. 2. Pengertian Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Keselamatan dan kesehatan kerja menunjuk kepada tradisi tradisi fisiologis Fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan 3. Tujuan Dan Pentingnya Keselamatan Kerja Manfaat Lingkungan Yang Aman Dan Sehat Kerugian Lingkungan Kerja Yang Tidak Aman dan Tidak Sehat
4. Gangguan Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan kerja Baik aspek fisik maupun sosio-psikologis lingkungan pekerjaan membawa dampak kepada keselamtan dan kesehatan kerja salah satunya sebagai berikut : Kecelakaan Kecelakaan Kerja Penyakit Penyakit Yang Diakibatkan Pekerjaan Kehidupan Kerja Berkualitas Rendah Stress Pekerjaan Kelelahan Kerja
Strategi Meningkatkan Kualitas Kerja Bila penyebabnya sudak diidentifikasi, strategi strategi dapat dikembangkan untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya bahaya kerja. Untuk menentukan apakah suatu strategi efektif atau tidak, perusahaan dapat membandingkan insiden, kegawatan, dan frekuensi penyakit penyakit dan kecelakaan sebelum dan sesudah strategi tersebut diberlakukan. 1. Memantau Tingkat Keselamtan Dan Kesehatan Kerja Mewajibkan perusahaan perusahaan untuk menyimpan catatan insiden insiden kecelakaan dan kasus penyakit yang terjadi dalam perusahaan. Perusahaan juga mencatat tingkat kegawatan dan frekuensi setiap kecelakaan atu kasus penyakit tersebut
Lanjutan 2. Mengendalikan Stres Dan Kelelahan Kerja Program pelatihatn yang dirancang untuk membantu para pekerja mengatasi stress yang diakibatkan oleh pekerja. 3. Mengembangakan Kebijakan Kebijakan Kesehatan Kerja Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan meningkatnya tanggung jawab, semakin banyak perusahaan mengembangkan pernyataan pernyataan ini berkembang dari suatu kepedulian bahwa perusahaan perusahaan harus proaktif menangani masalah masalah kesehatan dan kesamatan kerja 4. Menciptakan Program Program Kebugaran Perusahaan perusahaan semakin memusatkan perhatian kepada usaha usaha untuk menjaga agar para pekerja tetap sehat dari pada menolong mereka sembuh dari penyakitnya.
Lanjutan 2. Mengendalikan Stres Dan Kelelahan Kerja Program pelatihatn yang dirancang untuk membantu para pekerja mengatasi stress yang diakibatkan oleh pekerja. 3. Mengembangakan Kebijakan Kebijakan Kesehatan Kerja Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan meningkatnya tanggung jawab, semakin banyak perusahaan mengembangkan pernyataan pernyataan ini berkembang dari suatu kepedulian bahwa perusahaan perusahaan harus proaktif menangani masalah masalah kesehatan dan kesamatan kerja 4. Menciptakan Program Program Kebugaran Perusahaan perusahaan semakin memusatkan perhatian kepada usaha usaha untuk menjaga agar para pekerja tetap sehat dari pada menolong mereka sembuh dari penyakitnya.
1. Occupation Safety And Health Administration Mengharuskan pemeriksaan keselamatan dan kesehatan kerja tanpa memandang ukuran perusahaan, pelaporan oleh perusahaan, dan penyelidikan terhadap kecelakan kerja 2. Program Program Kompensasi Pekerja Kopensansi pekerja diciptakan utnuk memberikan bantuan keuangan bagi para pekerja yang tidak mampu bekerja akibat kecelakaan dan penyakit tersebut pembayaran kompensasi pekerja dalam kasus kasus kecemasan, depresi, dan kelainan mental yang berhubungan dengan pekerjaan
Pertimbangan Hukum 3. Common- Law Doctrine Of Torts Hukum ini terdiri dari putusan putusan pengadilan yang berkenaan dengan tindakan tindakan pelanggaran seperti cedera yang dialami seorang pekerja akibat tindakannya sendiri cedera yang dialami seorang pekerja akibat tindakannya sendiri atau akibat perbuatan pekerja lainnya, atau bahkan konsumen, dan penyebabkan adanya tuntutan hokum kepada perusahaan 4. Inisiatif Inisiatif Lokal Perusahaan perusahaan perlu memperhatikan peraturan peraturan local. Kadang kadang, inisiatif inisiatif lokal ini memberikan sekilas tentang petunjuk yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah lain, atau bahkan pemerintah pusat dimasa datang.
Daftar Pustaka 1. Swanson, Richard A, and Elwood F, Holton III,2001. Fundamentals of Human Resource Development.Barret-Kohler Publisher.Inc. 2. Hasibuan, Malayu. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara, 2001. 3. Nawawi, Hadari. Perencanaan SDM. Gadjah Mada University Press, 2003. 4. Sofyandi, Herman. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008.
Terima Kasih Catur Widayti, SE.,MM