Faktor Yang Mempengaruhi Sumber Daya Manusia

dokumen-dokumen yang mirip
Oleh. Dr. Zainuddin Iba, SE., M.M 29 November 2017 BAHAN AJAR M S D M. Bagian-3 PROTEKSI SDM

Praktek PPSDM PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIER. Oleh: Catur Widayati, SE.,MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi MANAJEMEN S1

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN PROTEKSI (PERLINDUNGAN) KEPADA PEGAWAI BANK BRI CABANG UJUNG BATU KABUPATEN ROKAN HULU

MSDM Materi 11 Tunjangan dan Imbalan Nonfinansial

Tunjangan dan Imbalan Nonfinansial

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Praktek PPSDM. Pelatihan dan Pengembangan SDM. Oleh: Catur Widayati, SE.,MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi MANAJEMEN S1

KESELAMATAN, KEAMANAN, & KESEHATAN KERJA

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, pembangunan dilakukan disegala bidang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH UPAH DAN TINGKAT PROTEKSI KERJA PERUSAHAAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT. ANGKASA POLYPROPINDO SUKOHARJO 2008

BAB I PENDAHULUAN. Karyawan merupakan aset yang paling berharga dalam perusahaan karena

BENEFIT dan TUNJANGAN

Manajemen Risiko Kelelahan: Preskriptif versus Pendekatan Berbasis Risiko

FAKTOR ERGONOMI & PSIKOLOGI PERTEMUAN KE-4

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pembangunan nasional suatu negara salah satu yang mencakup di

15B. Catatan Sementara NASKAH REKOMENDASI TENTANG PEKERJAAN YANG LAYAK BAGI PEKERJA RUMAH TANGGA. Konferensi Perburuhan Internasional

BAB I PENDAHULUAN. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan

R201 Rekomendasi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi Pekerja Rumah Rangga, 2011

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

PENGARUH UPAH LEMBUR DAN TUNJANGAN KESEHATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. SUMBER MULYO KLATEN

Adrianus Oyok Program Studi Manajemen STIE Widya Dharma Pontianak

MSDM Materi 6 Orientasi dan Penempatan

Orientasi dan Penempatan

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan berkembangnya komunikasi dan teknologi, perusahaan dihadapkan

Orientasi dan Penempatan

BAB II LANDASAN TEORI. dilakukan oleh Pungvongsanuraks et al., (2014). Dalam penelitiannya yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. kumpulan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage. dengan pencapaian sasaran, organisasi secara efektif dan efisien.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. ekonomis. Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan merupakan suatu upaya. pemeriksaan, pengobatan atau perawatan di rumah sakit.

Akuntansi Biaya. Labor: Controlling and Accounting for Cost. Wahyu Anggraini, SE., M.Si. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen S1

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. pemeliharaan PT. PLN (Persero) P3B JB Region Jabar untuk mengetahui

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit merupakan salah satu bentuk sarana kesehatan, baik yang

BAB I PENDAHULUAN. merupakan faktor-faktor yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia. kelompok pekerja menurut Sutrisno, (2010:5) dalam Ndraha (1999).

BAB I PENDAHULUAN. pekerja sering kali melakukan pekerjaan di luar keinginan individu pekerja itu

Strategic Human Resource Management

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Persaingan dan tuntutan profesionalitas yang semakin tinggi

Peraturan Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh perusahaan sangat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PENGERTIAN Orientasi Orientasi membantu para karyawan baru menyesuaikan diri

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. membantu tercapainya tujuan perusahaan dalam bidang yang dibutuhkan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada era globalisasi ini teknologi berkembang semakin pesat, begitu

BAB IX MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V PEMBAHASAN MASALAH. karyawan. Jenis-jenis kompensasi yang dibahas adalah kompensasi finansial baik

Orientasi dan Penempatan. Manajemen Sumber Daya Manusia

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. dan dapat mencapai tujuan sesuai apa yang diharapkan perusahaan. Sumber daya

Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan merupakan organisasi penghimpun orang-orang yang biasa di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PT ABC

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

STRATEGI COPING PERAWAT RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA ( Fenomena pada Perawat di RSJD Surakarta )

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Mangkunegara (2000) kinerja karyawan adalah hasil kerja secara

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ETIKA BISNIS DILIHAT DARI SUDUT PANDANG KARYAWAN DAN PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari sistem pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perkembangan teknologi yang semakin meningkat mendorong Indonesia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Manajemen berasal dari kata To Manage yang berarti mengatur,

BAB I PENDAHULUAN. mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki dalam menghasilkan

Nova Yanti Maleha, SE, M.Si 19/09/2016 1

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

MSDM Materi 12 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

BAB II LANDASAN TEORI. mempunyai kedudukan yang semakin penting. Meskipun berada atau sedang

BAB I PENDAHULUAN. melaksanakan fungsi yang luas sehingga harus memiliki sumberdaya, baik modal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam bukunya Heidjrachman (2002) kompensasi adalah suatu

BAB II KAJIAN PUSTAKA. yang disebut Teori Dua Faktor atau Two Factor Theory yang terdiri atas: faktor hygiene, yaitu

BAB I PENDAHULUAN. dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia dalam

BAB II LANDASAN TEORI

Variabel Semangat Kerja dan Indikator Pengukurannya

Stephan Program Studi Manajemen STIE Widya Dharma Pontianak ABSTRAKSI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. aspek fisik maupun emosional. Keluhan tersebut akan menimbulkan upaya untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I. padat pakar dan padat modal. Kompleksitas ini muncul karena pelayanan di. Rumah sakit sebagai salah satu sub sistem pelayanan kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. yang mempunyai peranan penting bagi kelangsungan organisasi tersebut, sehingga

Transkripsi:

Praktek PPSDM Modul ke: Faktor Yang Mempengaruhi Sumber Daya Manusia Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Program Studi MANAJEMEN S1 Oleh : Catur Widayati, SE.,MM www.mercubuana.ac.id

Faktor Faktor Yang Menentukan Proteksi Responsibility ( Tanggung Jawab) Semaikin tinggi jabatan seorang karyawan dalam suatu perusahan, semakin besar pula tanggung jawab yang dibembannya. Skill (Keahlian) Untuk kelangsungan usaha perusahaan, perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki keahlian khusus.

Faktor Faktor Yang Menentukan Proteksi Mental Effort (kerja Otak / Mental) Karyawan yanglebih mengandalkan kemapuan kerja otak atau mental, misalnya analis, programmer, marketer, atau akuntan. Physical Effort (Kemampuan Fisik) Karyawan yang lebih mengandalakan kekuatan fisik (Blue Collar), misalnya satuan pengaman (Satpam), petugas kebersihan atau pekerja bangunan.

Faktor Faktor Yang Menentukan Proteksi Work Condition (Kondisi Kerja) Kondisi kerja yang diharapkan oleh pekerja untuk satu bidang industri sering kali berbeda. Government Rule (Peraturan Pemerintah) Pemerintah sebagai regulator biasanya membuat peraturan yang mengharuskan pengusaha atau perusahaan untuk memberikan perlindungan yang memadai bagi pekerja.

3. Jaminan Keamanan Karyawan Disamping mengikutsertakan pekerja dalam program asuransi, terdapat program program non-asuransi yang dapat memberikan jaminan keamanankepada pekerja. Program nonasuransi yang dapat diadopsi oleh perusahaan adalah : Jaminan Terhadap Pendapatan Atas Pekerjaan Jaminan Pensiun Masa Persiapan Pensiun Lembaga Dana Pensiun

4. Tujangan Berupa Istirahat Kerja Beberapa bentuk Istirahat Kerja adalah : Istirahat Selama Jam Kerja Asuransi Penganggu ran Cuti Sakit Bebas Dari Kejadiran Cuti dan Liburan

5. Tunjangan Berupa Pengaturan Kerja Beberapa bentuk dari tunjangan penaturan kerja adalah : Waktu kerja yang lebih pendek Fleksibilitas Waktu Pembagian Kerja

6. Berapa Bentuk Santunan Pekerja Beberapa perusahaan memberikan berbagai bentuk santunan kepada karyawan, yang merupakan strategi dari divisi SDM dalam rangka meningkatkan loyalitas dan produktivitas karyawan. Berapa bentuk santunan yang umumnya diberikan adalah : Santunan Pendidikan Santunan Keuangan Santunan Sosial

7. Masalah Administratif Walaupun perusahaan perusahaan cenderung memandang kompensasi tidak langsung sebagai suatu imbalan, para penerimanya tidak selalu melihatnya demikin. Konflik seperti ini menyebabkan perusahaan menaruh perhatian terhadap persoalan bagaimana mereka seharusnya mengelola paket paket tunjangan kompensasi tidak langsung kepada mereka : Menetapkan Paket Tunjangan Menyediakan Fleksibilitas Tunjangan Mengkomunikasikan Paket Tunjangan Mengelola dan Mengurangi Biaya Tunjangan

1. Pelindungan a. Yang Berhubungan Dengan Masalah Keuangan Perlindungan yang berhubungan dengan masalah keuangan dilakukan melalui pemberian berbagai santunan dalam bentuk santunan jaminan sosial, kompensasi ketiadaan pekerja, biaya medis, dan kompensasi pekerja b. Perlindungan Yang Berhubungan Dengan Keamana Fisik Karyawan Dalam rangak memberikan perlindungna terhadap keselamatan dan keamaan kerja, pemerintah mengeluarkan peraturan perundang undangan yang mengharuskan perusahaan untuk memberikan fasilitas yang memadai demi menjamin keamanan kerja serta memberikan jaminan finansial apabila karyawan mengalami kecelakan kerja

Lanjutan. 2. Pengertian Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Keselamatan dan kesehatan kerja menunjuk kepada tradisi tradisi fisiologis Fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan 3. Tujuan Dan Pentingnya Keselamatan Kerja Manfaat Lingkungan Yang Aman Dan Sehat Kerugian Lingkungan Kerja Yang Tidak Aman dan Tidak Sehat

4. Gangguan Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan kerja Baik aspek fisik maupun sosio-psikologis lingkungan pekerjaan membawa dampak kepada keselamtan dan kesehatan kerja salah satunya sebagai berikut : Kecelakaan Kecelakaan Kerja Penyakit Penyakit Yang Diakibatkan Pekerjaan Kehidupan Kerja Berkualitas Rendah Stress Pekerjaan Kelelahan Kerja

Strategi Meningkatkan Kualitas Kerja Bila penyebabnya sudak diidentifikasi, strategi strategi dapat dikembangkan untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya bahaya kerja. Untuk menentukan apakah suatu strategi efektif atau tidak, perusahaan dapat membandingkan insiden, kegawatan, dan frekuensi penyakit penyakit dan kecelakaan sebelum dan sesudah strategi tersebut diberlakukan. 1. Memantau Tingkat Keselamtan Dan Kesehatan Kerja Mewajibkan perusahaan perusahaan untuk menyimpan catatan insiden insiden kecelakaan dan kasus penyakit yang terjadi dalam perusahaan. Perusahaan juga mencatat tingkat kegawatan dan frekuensi setiap kecelakaan atu kasus penyakit tersebut

Lanjutan 2. Mengendalikan Stres Dan Kelelahan Kerja Program pelatihatn yang dirancang untuk membantu para pekerja mengatasi stress yang diakibatkan oleh pekerja. 3. Mengembangakan Kebijakan Kebijakan Kesehatan Kerja Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan meningkatnya tanggung jawab, semakin banyak perusahaan mengembangkan pernyataan pernyataan ini berkembang dari suatu kepedulian bahwa perusahaan perusahaan harus proaktif menangani masalah masalah kesehatan dan kesamatan kerja 4. Menciptakan Program Program Kebugaran Perusahaan perusahaan semakin memusatkan perhatian kepada usaha usaha untuk menjaga agar para pekerja tetap sehat dari pada menolong mereka sembuh dari penyakitnya.

Lanjutan 2. Mengendalikan Stres Dan Kelelahan Kerja Program pelatihatn yang dirancang untuk membantu para pekerja mengatasi stress yang diakibatkan oleh pekerja. 3. Mengembangakan Kebijakan Kebijakan Kesehatan Kerja Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan meningkatnya tanggung jawab, semakin banyak perusahaan mengembangkan pernyataan pernyataan ini berkembang dari suatu kepedulian bahwa perusahaan perusahaan harus proaktif menangani masalah masalah kesehatan dan kesamatan kerja 4. Menciptakan Program Program Kebugaran Perusahaan perusahaan semakin memusatkan perhatian kepada usaha usaha untuk menjaga agar para pekerja tetap sehat dari pada menolong mereka sembuh dari penyakitnya.

1. Occupation Safety And Health Administration Mengharuskan pemeriksaan keselamatan dan kesehatan kerja tanpa memandang ukuran perusahaan, pelaporan oleh perusahaan, dan penyelidikan terhadap kecelakan kerja 2. Program Program Kompensasi Pekerja Kopensansi pekerja diciptakan utnuk memberikan bantuan keuangan bagi para pekerja yang tidak mampu bekerja akibat kecelakaan dan penyakit tersebut pembayaran kompensasi pekerja dalam kasus kasus kecemasan, depresi, dan kelainan mental yang berhubungan dengan pekerjaan

Pertimbangan Hukum 3. Common- Law Doctrine Of Torts Hukum ini terdiri dari putusan putusan pengadilan yang berkenaan dengan tindakan tindakan pelanggaran seperti cedera yang dialami seorang pekerja akibat tindakannya sendiri cedera yang dialami seorang pekerja akibat tindakannya sendiri atau akibat perbuatan pekerja lainnya, atau bahkan konsumen, dan penyebabkan adanya tuntutan hokum kepada perusahaan 4. Inisiatif Inisiatif Lokal Perusahaan perusahaan perlu memperhatikan peraturan peraturan local. Kadang kadang, inisiatif inisiatif lokal ini memberikan sekilas tentang petunjuk yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah lain, atau bahkan pemerintah pusat dimasa datang.

Daftar Pustaka 1. Swanson, Richard A, and Elwood F, Holton III,2001. Fundamentals of Human Resource Development.Barret-Kohler Publisher.Inc. 2. Hasibuan, Malayu. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara, 2001. 3. Nawawi, Hadari. Perencanaan SDM. Gadjah Mada University Press, 2003. 4. Sofyandi, Herman. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008.

Terima Kasih Catur Widayti, SE.,MM