CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT (CPD) dr. Indra Z, Sp.THT-KL Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Malikussaleh
Continuing Professional Development CPD adalah komitmen seumur hidup dokter untuk selalu belajar ilmu yang selalu berkembang, formal atau informal, mengaplikasikannya secara inovatif di klinik, dan meningkatkan pemahaman dalam melayani pasien
Continuing Professional Development upaya pembinaan bersistem untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap dokter agar ia senantiasa dapat menjalankan profesinya dengan baik Terselenggaranya pelayanan kedokteran yang bermutu 3
Tujuan program CPD menyediakan kesempatan bagi dokter untuk mempertahankan/meningkatkan profesionalismenya menjamin terselenggaranya pelayanan kedokteran yang bermutu melalui upaya (re-)sertifikasi dokter CPD adalah wujud tanggung jawab profesional 4
CPD KEY: DOKTER PROFESIONAL (KETERPADUAN KOMPETENSI TEKNIS DAN ETIK) CPD: SALAH SATU INSTRUMEN PEMAKSA UNTUK MEMELIHARA PROFESIONALISME AGAR DOKTER MENJAGA PROFESIONALISMENYA HARUS ADA UNSUR PEMAKSA CPD POINT (SKP IDI): MENJADI SALAH SATU SARAT UNTUK TERBITNYA REKOMENDASI MENDAPATKAN SURAT IZIN PRAKTIK (SIP) ~ CPD POINT (SKP IDI) UNTUK REKOMENDASI SIP : OTOMATIS HARUS MENJADI BAGIAN DARI PROSES UJI KOMPETENSI UNTUK MENERBITKAN SERTIFIKAT KOMPETENSI DARI KOLEGIUM
CME = CPD??? Praktek Kersos M didik Menulis/ meneliti P abdian profesi CME CPD Lifelong learning profession CME gagal menjamin mutu 6
UNDANG-UNDANG PRAKTIK KEDOKTERAN BAB V PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEDOKTERAN DAN KEDOKTERAN GIGI Pasal 28 (Ayat 1) Setiap dokter yang berpraktik wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan kedokteran atau kedokteran gigi berkelanjutan yang diselenggarakan oleh IDI dan lembaga lain yang diakreditasi oleh IDI dalam rangka penyerapan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran atau kedokteran gigi. Pasal 28 (Ayat 2) Pendidikan dan pelatihan kedokteran berkelanjutan dilaksanakan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh IDI.
THE OBJECTIVES OF CPD PROGRAM IN INDONESIA: 1.TO MAINTAIN AND ENHANCE THE PROFESSIONALISM OF A PHYSICIAN (WHO IS QUALIFIED AND ETHICAL) IN ACCORDANCE WITH THE GLOBAL COMPETENCY STANDARDS. 2.TO ENSURE THE PROVISION OF QUALITY MEDICAL SERVICES THROUGH DOCTOR CERTIFICATION INITIATIVES.
Mengacu pada WFME WORLD FEDERATION FOR MEDICAL EDUCATION
WFME TRILOGY OF GLOBAL STANDARDS A foundation for accreditation
Kompetensi harus selalu dijaga Sertifikasi selalu diperbarui Program seumur hidup Sertifikat berlaku 5 tahun, harus diperbaharui Tujuan Meningkatkan mutu layanan Menetapkan dan menjaga kompetensi dokter
P2KB dan Resertifikasi Institusi Penddk MEMPERTAHANKAN KOMPETENSI KOMPETENSI BARU Ijasah Uji kompetensi Konsil Kedokteran Indonesia Kolegium Sertifikat Kompetensi Berlaku 5 tahun Organisasi Profesi CPD Uji Kompetensi 12
Program P2KB Mengacu kepada kompetensi yang ditetapkan oleh kolegium (mengacu standard global) Bagian integral dari resertifikasi (vise versa) Kebijakan umum disepakati oleh perhimpunan & kolegiumnya terprogram ( terstruktur) Memberi kesempatan kepada semua anggota pertimbangkan distribusi anggota, kebutuhan anggota Sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan: mencakup semua Setiap anggota dapat mengambil mana yang dia butuhkan, kapan dia perlu 13
Ciri P2KB 1. Accessible 2. Relevance: ada relevansi dengan peranan dan terkait dengan pengembangan karir dan kepuasan kerja unsur klinis dan nonklinis (keterampilan mengajar, meneliti, dan menejerial) 3. Bersinambung (continuous): memberikan peluang untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya; setiap dokter dapat menentukan sendiri bidang yang akan dipelajarinya self-directed 14
Ciri P2KB 4. System-oriented: Skema CPD berkaitan dengan subsistem lain dalam SKN yaitu subsistem Perencanaan Tenaga Kesehatan, subsistem Manajemen Tenaga Kesehatan, dan subsistem Pendidikan Dokter 5. Accountable: Skema CPD harus mencakup mekanisme validasi QC & QA kriteria pengakuan sistem akreditasi evaluasi retrospektif konsekuensi atas kegagalan sistem pencatatan 15
Stakeholder pelayanan kesehatan Pemerintah: user/regulator/fasilitator Provider: institusi/perorangan Masyarakat: user/pemodal Institusi pendidikan: medis & paramedis Perhimpunan profesi: IDI rekomendasi 16
KEGIATAN dalam P2KB Sebagai metoda pembelajaran, P2KB harus merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan kedokteran Kegiatan (bernilai) pendidikan: berbagai kegiatan yang dijalani oleh seseorang dalam kapasitasnya sebagai dokter, yang memberikan kesempatan baginya untuk menambah pengetahuan dan keterampilan profesionalnya, serta mempertahankan profesionalismenya. 17
Kegiatan yang bernilai pendidikan: 5 ranah Pembelajaran dalam P2KB A. Kegiatan profesional (sebagai dokter): menangani pasien (termasuk edukasi pasien), m bantu penyidikan, identifikasi korban bencana B. Kegiatan pengabdian mayarakat/profesi: kersos (bencana, dll), penyuluhan, kegiatan organisasi profesi C. Kegiatan pembelajaran: mengikuti seminar, kursus, WS, baca artikel, EBM session D. Kegiatan publikasi (ilmiah + populer) di bidangnya E. Kegiatan pengembangan ilmu: penelitian, mengajar, instruktur/tutor/supervisi/membimbing, menguji 18
Jenis kegiatan CPD Kegiatan pribadi Kegiatan internal Kegiatan eksternal yang diakui ada bukti diberi nilai
1. Kegiatan pendidikan pribadi Kegiatan Ranah kegiatan Tanggung jawab 1 Membaca jurnal dan menjawab ujidirinya 2 Terlibat dlm pengabdian masyarakat untuk pelayanan/penyuluhan Pembelajaran Pengabdian masyarakat Pribadi/Profesi Pribadi 3 Membuat tulisan populer Pengabdian masyarakat Pribadi 4 Menulis tinjauan kasus/ tinjauan pustaka/ buku/monograf Karya ilmiah Pribadi 5 Duduk dalam kepengurusan profesi Pengabdian profesi Perhimpunan 6 Terlibat dalam suatu panitia/pokja Pengabdian masyarakat/ profesi 7 Melakukan kajian mitra bestari (peer review) Kegiatan profesional Perhimpunan/ institusi Pribadi 8 Menyajikan makalah dalam acara ilmiah Kegiatan profesional Pribadi/institusi 9 Melakukan penelusuran informasi/sesi EBM Pembelajaran Pribadi 10 Mengajar/membuat soal ujian Pengembangan ilmu Institusi 11 Membuat penelitian Pengembangan ilmu Pribadi 20
2. Kegiatan pendidikan internal Kegiatan Ranah kegiatan Tanggung jawab 1 Menangani pasien (di Puskesmas/RS/ klinik) intervensi & nonintervensi Kegiatan profesional/ pembelajaran Pribadi/institusi 2 Berpartisipasi/memimpin dalam ronde Profesional/ pembelajaran Institusi 3 Duduk dlm kepanitiaan Profesional/ Pembelajaran Institusi 4 Berpartisipasi dalam pertemuan auditor Pembelajaran Institusi 5 Berpartisipasi dalam seminar/lokakarya Pembelajaran/profesional/ pengembangan ilmu 6 Berpartisipasi dalam journal club/presentasi kasus dll.: sbg penyaji/ pendengar/penyelia 7 Bertugas dalam pembacaan X-ray/ patolog 8 Berpartisipasi dalam peer review (penyaji/penyelia/angota peer) Kegiatan profesional/ pembelajaran Kegiatan profesional/ pembelajaran Kegiatan profesional/ pembelajaran Institusi Institusi Institusi Institusi 9 Penyelia (supervisor) Pengembangan ilmu Institusi 10 Membimbing mahasiswa S1/S2/S3 Pengembangan ilmu Institusi 21
3. Kegiatan pendidikan eksternal Kegiatan Ranah kegiatan Tanggung jawab 1 Menghadiri konferensi Pembelajaran Pribadi/institusi 2 Mengikuti pelatihan untuk kualifikasi Pembelajaran Pribadi/institusi 3 Berpartisipasi dalam seminar/lokakarya (pembicara/tutor/peserta/moderator/pa nitia) Pembelajaran/ Pengembangan ilmu/ Pengabdian profesi Pribadi/institusi 4 Mengikuti pendidikan jarak jauh Pembelajaran Pribadi 22
Penyelenggara kegiatan eksternal Semua stakeholders pelayanan kes/dok Semua perhimpunan sub-organisasi IDI: perhimpunan dokter spesialis, seminat, seokupasi, PDPP untuk anggota perhimpunannya sendiri atau lintasdisiplin (terintegrasi) Penyedia layanan kesehatan seperti RS, klinik Pengguna layanan kesehatan seperti perusahaan asuransi, yayasan bidang kesehatan Institusi pendidikan misalnya universitas atau institut Departemen Kesehatan misalnya Pusdiklat DepKes, Direktorat Pelayanan Medis Spesialis Dep.Kes 23
Disebarkan melalui 2 jalur (Konservatif/Buku dan CD/On-line)
26