Strategi UKM Indonesia

dokumen-dokumen yang mirip
Kursus pelatihan untuk pembuat kebijakan tentang produktivitas dan kondisi kerja UKM RENCANA AKSI STRATEGIS ASEAN UNTUK PENGEMBANGAN UKM

Siaran Pers PPN/Bappenas: Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2017 untuk Renja Pemerintah Rabu, 26 April 2017

Kebijakan Pengembangan SDM, Iptek dan Budaya Maritim dalam Mendukung Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

BAPPEDA Planning for a better Babel

PADA MUSRENBANG RKPD KABUPATEN BANGKA

POINTERS MENTERI KOPERASI DAN UKM

KEYNOTE SPEECH Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi e-planning DAK Fisik

ARAH KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL BIDANG UMKM DAN KOPERASI

PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL BIDANG UMKM DAN KOPERASI

4.2 Strategi dan Kebijakan Pembangunan Daerah

RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

PROGRAM REFORMASI KOPERASI

Mendukung terciptanya kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Meningkatnya jumlah minat investor untuk melakukan investasi di Indonesia

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN

ADHI PUTRA ALFIAN DIREKTUR PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UKM BATAM, 18 JUNI 2014

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH )

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

Kebijakan Pemerataan Ekonomi Dalam Rangka Menurunkan Kemiskinan. Lukita Dinarsyah Tuwo

KEBIJAKAN PROGRAM PSKL DUKUNGAN KEGIATAN LITBANG TAHUN 2017 JULI, 2016

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN

SOSIALISASI USULAN APBN TAHUN 2OI8 DALAM APLIKASI E-MUSRENBANG BAPPENAS 2O17. KEPALA BAPPEDA KABUPATEN KAMPAR Ir. AZWAN, M.Si

DAFTAR ISI BAGIAN PERTAMA PRIORITAS NASIONAL DAN BAB 1 PENDAHULUAN PRIORITAS NASIONAL LAINNYA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI

Pemerintah Daerah Provinsi Bali BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH


Pengarahan KISI-KISI PROGRAM PEMBANGUNAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014

MATRIKS RANCANGAN PRIORITAS RKPD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA KELAS JABATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN

BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN. roses pembangunan pada dasarnya merupakan proses yang berkesinambungan,

BAB V VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN TERWUJUDNYA MASYARAKAT BONDOWOSO YANG BERIMAN, BERDAYA, DAN BERMARTABAT SECARA BERKELANJUTAN

PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015

PENGEMBANGAN USAHA PEREMPUAN BAGI KESEJAHTERAAN KELUARGA MELALUI KEWIRAUSAHAAN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI KEMENTERIAN NEGARA SERTA

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN

DAFTAR ISI PENGANTAR

BAB VIII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG

Isu Strategis Kota Surakarta

DAFTAR ISI PENGANTAR

RANCANGAN AWAL RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2010

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH

BAB 6 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah

KERANGKA PELAKSANAAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (TPB)

DRAFT RANCANGAN AWAL RPJMD KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN Disampaikan pada Forum Konsultasi Publik Rabu, 6 April 2016

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2010 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH )

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2007 MENURUT BAGIAN ANGGARAN, UNIT ORGANISASI DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH )

Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C)

RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2016 TEMA : MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR UNTUK MEMPERKUAT FONDASI PEMBANGUNAN YANG BERKUALITAS

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT KABINET

INTERVENSI PROGRAM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UKM

Disampaikan pada acara : Rapat Koordinasi Nasional Pemberdayaan KUMKM Tahun 2014

Rencana Umum Penanaman Modal Aceh

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

Rancangan Program/Kegiatan Prioritas Deputi Bidang Pembiayaan Tahun 2017

BAPPEDA KAB. LAMONGAN

Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C)

Agenda dan Prioritas Pembangunan Jawa Timur

DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA - SALINAN SALINAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

VISI DAN MISI PEMBANGUNAN TAHUN A. VISI DAN MISI PEMBANGUNAN TAHUN

PAGU RKAKL/DIPA DAN REALISASI TA 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

VISI DAN MISI H. ARSYADJULIANDI RACHMAN H. SUYATNO

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)

TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

KEPALA DINAS. Subbagian Perencanaan Program. Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus. Seksi. Kurikulum dan Pembelajaran

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN INOVASI DAN DAYA SAING DAERAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAH DAERAH

BAB VIII INDIKASI PROGRAM PRIORITAS

RANCANGAN RPJMD PROVINSI BANTEN TAHUN

DATA POKOK APBN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

SAMBUTAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG DALAM ACARA MUSRENBANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) PROVINSI KEPULAUAN BANGKA

Berdasarkan PP Nomor 39 Tahun 2006 Konsolidasi Program, Sub Fungsi, dan Fungsi (Form C)

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

AKSELERASI INDUSTRIALISASI TAHUN Disampaikan oleh : Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian

BAB I PENDAHULUAN. rentan terhadap pasar bebas yang mulai dibuka, serta kurang mendapat dukungan

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH

1. Mewujudkan tata pemerintahan yang amanah didukung oleh aparatur pemerintah yang profesional dan berkompeten. 2. Mewujudkan keamanan dan ketertiban

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN

Visi Mewujudkan Kabupaten Klaten yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing. Misi ke 1 :

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

Tabel 6.1 Strategi dan Arah Kebijakan Kabupaten Sumenep

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

BAB IV LANDASAN PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UMKM

6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

Transkripsi:

Strategi UKM Indonesia I WAYAN DIPTA Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ILO/OECD Workshop for Policy Makers on Productivity and Working Conditions in SMEs Jakarta, 13 Juni 2017

STRUKTUR USAHA DI INDONESIA Jumlah Usaha di Indonesia 2013 Usaha Besar 5,066 units (0.01%) Usaha Menengah 52,106 units (0.09%) Usaha Kecil 654,222 units (1.13%) Definisi UKM menurut UU. No.20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Aset Rp 500.000.000 Rp 10.000.000.000, Omset per tahun Rp 2.500.000.000 Rp 50.000.000.000 Aset Rp 50.000.000 Rp 500.000.000, Omset per tahun Rp 300.000.000 Rp 2.500.000.000 Usaha Mikro 57,189,393 units (98.78%) Aseet maksimum Rp 50.000.000, Omset per tahun Maksimal Rp 300.000.000 Sumber: Bagian Data KUKM Membuka lapangan kerja Mengurangi kemiskinan Memacu pertumbuhan ekonomi Pemerataan pembangunan Pembangunan berkelanjutan UKM (2013) mencapai 57.89 juta unit (99.99%), dengan usaha besar berjumlah 5.066 unit (0.01%). UKM berkontribusi 97.16% dalam lapangan kerja dan 58.65% terhadap GDP Keuangan Pasar Teknologi dan Inovasi Layanan konsultasi dan informasi Pengembangan SDM Kebijakan dan Aturan Peran UKM Kontribusi UKM terhadap Ekonomi 2 Permasalahan UKM

SASARAN KEBIJAKAN PENINGKATAN DAYA SAING UMKM DAN KOPERASI 2015-2019 TARGET INDIKATOR NILAI 1. Meningkatnya kontribusi UMKMK perekonomian. 1. Pertumbuhan kontribusi UMKM-K dalam pembentukan PDB (rata-rata/tahun) 6,5-7,5% 2. Pertumbuhan jumlah tenaga kerja UMKM-K (rata2/ tahun) 4,0-5,5% 3. Pertumbuhan kontribusi UMKM-K dalam ekspor non migas (rata2/tahun) 5,0-7,0% 4. Pertumbuhan kontribusi UMKM-K dalam investasi (rata2/ tahun) 8,5-10,5% 2. Meningkatnya daya saing UMKM-K 5. Pertumbuhan produktivitas UMKM (rata-rata/tahun) 5,0-7,0% 6. Proporsi UMKM yang mengakses pembiayaan formal (target tahun 2019) 25,0% 3. Meningkatnya usaha baru 7. Jumlah UMKM-K yang menerapkan standardisasi mutu dan sertifikasi produk (kumulatif selama 5 tahun) 8. Pertambahan jumlah wirausaha baru melalui program pusat dan daerah (kumulatif selama 5 tahun) 50.000 unit 1 juta unit 4. Meningkatnya kinerja kelembagaan & usaha koperasi 9. Partisipasi anggota koperasi dalam permodalan (target tahun 2019) 55,0% 10. Pertumbuhan jumlah anggota koperasi (rata2/tahun) 7,5-10,0% 11. Pertumbuhan volume usaha koperasi (rata2/tahun) 15,5-18,0% 3

RANCANGAN PRIORITAS NASIONAL DAN PROGRAM PRIORITAS 2018 Revolusi Mental Kesetaraan Gender I. PENDIDIKAN 1. Pendidikan Vokasi. 2. Peningkatan kualitas guru. II. KESEHATAN 3. Peningkatan Kesehat-an Ibu dan Anak. 4. Pencegahan & Penang-gulangan Penyakit 5. Preventif dan Promotif (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) III. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 6. Penyediaan Perumahan Layak 7. Air Bersih dan Sanitasi IV. PENGEMBANGAN DUNIA USAHA DAN PARIWISATA 8. Pengembangan 3 Kawasan Pariwisata (dari 10) 9. Pengembangan 5 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (dari 10) 10. Pengembangan 3 Kawasan Industri (KI) (dari 14) 11. Perbaikan Iklim Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja 12. Peningkatan Ekspor Barang dan Jasa Bernilai Tambah Tinggi V. KETAHANAN ENERGI 13. EBT dan Konservasi Energi 14. Pemenuhan Kebutuhan Energi VI. KETAHANAN PANGAN 15. Peningkatan Produksi pangan 16. Pembangunan sarana & prasa-rana pertanian (termasuk iri-gasi) X. POLITIK, HUKUM, PERTAHANAN & KEAMANAN 27. Penguatan Pertahanan 29, Kepastian Hukum 28. Stabilitas Politik dan Keamanan 30. Reformasi Birokrasi VII. PENANGGULANGAN KEMISKINAN 17. Jaminan dan Bantuan Sosial Tepat Sasaran 18. Pemenuhan Kebutuhan Dasar 19. Perluasan Akses Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi VIII.INFRASTRUKTUR, KONEKTIVI-TAS, DAN KEMARITIMAN 20. Pengembangan Sarana dan Pra-sarana Transportasi (darat, laut, udara, dan intermoda) 21. Pengembangan Telekomunikasi dan Informatika IX. PEMBANGUNAN WILAYAH 22. Pembangunan Wilayah Perbata-san dan Daerah Tertinggal 23. Pembangunan Perdesaan 24. Reforma Agraria 25. Pencegahan & Penanggulangan Bencana (al kebakaran hutan) 26. Percepatan Pembangunan Papua Perubahan Iklim Pemerataan Tata kelola Pemerintahan yang Baik Kementerian KUKM 4

PRIORITAS NASIONAL DAN PROGRAM PRIORITAS 2018 YANG TERKAIT KUKM 1. Peningkatan kualitas produk & akses pemasaran; 2. Pengembangan ketrampilan & layanan usaha; 3. Pengembangan kewirausahaan; 4. Kemudahan, kepastian dan perlindungan usaha; 5. Perluasan akses pembiayaan; 6. Koperasi & kemitraan Usaha. Pendidikan & pelatihan kewirausahaan & kecakapan kerja 19 Peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi 1 Pendidikan Kejuruan VII Penanggulangan Kemiskinan I Pendidikan PRIORITAS NASIONAL 12 Peningkatan Ekspor Barang dan Jasa Bernilai Tambah Tinggi IV Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata IX Pembangunan Daerah 22. Pembangunan Wilayah Perbata-san dan Daerah Tertinggal 25. Pencegahan dan Penanggulangan Bencana 1. Pengembangan jaringan kemitraan usaha; 2. Peningkatan kualitas & standar produk ekspor; 3. Peningkatan efektivitas promosi dan akses pasar. 1. Pengembangan ekonomi di daerah tertinggal & kawasan perbatasan negara; 2. Pengembangan ekonomi di daerah pascabencana. Keterangan: = Prioritas Nasional = Program Prioritas = Kegiatan Prioritas 5

Kerangka Kebijakan Peningkatan aturan dan regulasi atau deregulasi untuk meningatkan iklim usaha yang kondusif. Perbaharuan UU No. 25 Tahun 1992 tentang pengembangan koperasi dan peraturan perundang-undangan lainnya. Penyediaan layanan penyederhanaan izin usaha bagu UKM. Penyediaan fasilitas untuk meningkatkan produktivitas UKM dan koperasi. Penyediaan teknologi bagi koperasi dan UKM dengan panduan teknis agar dapat dimanfaatkan. Promosi yang dilakukan baik secara lokal/nasional dan internasional untuk meningkatkan akses produk yang dihasilkan oleh UKM dan koperasi untuk pasar nasional dan internasional. Peningkatan lembaga keuangan termasuk lembaga penjaminan kredit lokal yang ditujukan untuk meningkatkan akses keuangan bagi UKM dan koperasi. Revitalisasi koperasi untuk memperkuat dan meningkatkan kemandirian koperasi. Pengembangan SDM bagi pengurus dan anggota koperasi Pengembangan sistem usaha Peningkatan jaringan usaha antar koperasi Catatan: Kerangka kebijakan koperasi dan UKM di Indonesia belum memiliki spektrum yang luas. Tahapan awal sistem penjaminan kredit Keterbatasan insentif bagi peningkatan produktivitas koperasi dan UKM Kurangnya koordinasi dalam pengembangan program antara pemerintah pusat dan daerah Fokus dalam pembangunan SDM dan kewirausahaan Terbatasnya dana bagi usaha start-up dan R&D 6

Peran Pemerintah Pusat dan Daerah Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, pembagian tanggung jawab pemerintah dalam pengembangan koperasi dan UKM adalah sebagai berikut: Tugas pemerintah pusat antara lain: Menyusun peraturan koperasi dan UKM Menyusun kebijakan dan program terkait koperasi dan UKM Pembagian tanggung jawab antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota/kabupaten, adalah: Pemberdayaan Usaha Menengah merupakan tanggung jawab pemerintah pusat Pemberdayaan Usaha Kecil merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi Pemberdayaan Usaha Mikro merupakan tanggung jawab pemerintah kota/kabupaten 7

Kebutuhan Sinergitas K/L Terkait UKM 1 KEMENTERIAN / LEMBAGA 1. Kementerian Pertanian 2. Kementerian Perikanan dan Kelautan NAWA CITA PRESIDEN KEBIJAKAN UKM ASEAN SAP SMED 2015-2025 2 1. Bank Indonesia 2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 3. Kementerian Keuangan 4. LPDB 5. Jamkrindo 6. Meningkatkan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional 7. Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dengan menggerakkan Sektor-Sektor Strategis Ekonomi Domestik 1. Meningkatkan aturan dan regulasi UKM 2. Meningkatkan produktivitas UKM dan Koperasi 3. Meningkatkan akses pasar bagi UKM dan koperasi 4. Meningkatkan akses keuangan 5. Meningkatkan kemandirian koperasi 1. Meningkatkan Produktivitas, Teknologi dan Informasi 2. Meningkatkan Akses Keuangan 3. Meningkatkan Akses Pasar dan Internasionalisasi 4. Meningkatkan Iklim Peraturan dan Kebijakan 5. Meningkatkan Kewirausahaan dan Sumber Daya Manusia 3 4 1. Kementerian Perindustrian 2. Kementerian Perdagangan 3. Kementerian Desa, PDTT 4. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 5. Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) 6. Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM 7. Badan Standardisasi Nasional (BSN) 8. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 1. Kementerian Dalam Negeri 2. Kementerian Hukum dan HAM 1. BAPPENAS 2. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 3. Kementerian Koperasi dan UKM 4. Badan Pusat Statistik (BPS) 5 1. Kementerian Tenaga Kerja 2. Kementerian Pemuda dan Olahraga 3. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Kebutuhan Perbaikan Perbaikan koordinasi dalam kerangka pengembangan kebijakan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah serta stakeholder yang terlibat. Menciptakan spektrum yang lebih luas dalam pengembangan koperasi dan UKM Memperjelas peran dan fungsi dari setiap implementasi kebijakan dan program (mengurangi ketumpang tindihan program) Menciptakan sudut pandang yang sama dalam pengembangan koperasi dan UKM, terutama dalam peningkatan produktivitas Sistem pajak dan insentif termasuk sistem pembiayaan (hibah, venture capital, angel investor, dll.) Mengurangi ketidakpastian Melakukan monev untuk mengidentifikasi progres dan dampak 9