BAB I: PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Sebagai bentuk implementasi dari Arah Kebijakan sesuai dalam RPJMD, Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta membuat Program Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta dan merupakan Program Dedicated Bidang Kesehatan adalah Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat melalui kemudahan akses masyarakat luas terhadap fasilitas kesehatan khususnya Rumah Sakit. Saat ini Pemerintah Daerah DKI Jakarta mempunyai 6 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 1 Rumah Sakit Khusus Daerah ( RSKD ) yang tersebar di 4 wilayah kota administrasi dan 1 wilayah kabupaten, yaitu di : 1. Kota Administrasi Jakarta Timur : RSUD Pasar Rebo; RSUD Budhi Asih; RSKD Duren Sawit. 2. Kota Administrasi Jakarta Pusat : RSUD Tarakan 3. Kota Administrasi Jakarta Barat : RSUD Cengkareng 4. Kota Administrasi Jakarta Utara : RSUD Koja 5. Kabupaten Kepulauan Seribu : RSUD Kepulauan Seribu Terlihat bahwa Wilayah Kota Adminstrasi Jakarta Selatan belum mempunyai RSUD sebagai pelayanan masyarakat dibidang kesehatan padahal Wilayah Jakarta Selatan dengan luas sekitar ± 145,73 km2 merupakan wilayah terluas kedua di Provinsi DKI Jakarta setelah Jakarta Timur serta mempunyai jumlah penduduk sekitar yang sudah cukup padat yaitu sekitar ± 2.057.080 jiwa, merupakan jumlah penduduk terbanyak ketiga di Provinsi DKI Jakarta setelah Jakarta Timur dan Jakarta Barat, dan akan terus bertambah sejalan dengan pembangunan perumahan dan infrastruktur lainnya. Hal tersebut di atas merupakan pertimbangan awal bahwa Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan perlu dibangun fasilitas kesehatan berupa Rumah Sakit Daerah, ditambah dengan pertimbangan-pertimbangan lain seperti: Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 13
1. Kebutuhan masyarakat Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan akan akses pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau untuk lapisan menengah bawah yang berjumlah sekitar ± 171.568 jiwa; 2. Sudah terjadi overload pada Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta yang berdekatan dengan Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan, seperti RSUD Pasar Rebo; 3. Pemenuhan Rasio Fasilitas Kesehatan dan Populasi untuk melihat kecukupan sarana yang tersedia di masyarakat seperti rasio tempat tidur rumah sakit dan populasi dimana untuk Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang berpenduduk sekitar ± 2. 057.080 jiwa menurut Rasio WHO 1 : 500 harus mempunyai 4.115 tempat tidur dimana saat ini dari rumah sakit-rumah sakit yang ada di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan baru tersedia sekitar ± 3.250 tempat tidur sehingga masih dibutuhkan sekitar ± 865 tempat tidur. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta sebagai penanggung jawab regional bidang kesehatan menyediakan alokasi anggaran untuk Kegiatan Perencanaan Pembangunan Rumah Sakit Jakarta Selatan. Dalam perencanaan pembangunan Rumah Sakit Jakarta Selatan ini Pemerintah DKI mengajak partisipasi masyarakat agar masyarakat luas terlibat langsung serta ikut merasa memiliki fasilitas yang akan dibangun. Salah satu kegiatan keikutsertaan masyarakat adalah dengan menyelenggarakan Sayembara Desain Bangunan RS Jakarta Selatan. 1.2. Pernyataan Masalah Selama ini banyak bangunan atau gedung kantor pemerintah dibangun dengan hanya mempertimbangkan fungsi dari bangunan tersebut. Sementara saat ini kemajuan di bidang arsitektur tentunya sangat mempertimbangkan segi keindahan bangunan, kerapihan tatanan bangunan,ramah terhadap lingkungan atau Green Building, keserasian terhadap bangunan di sekitarnya dan memperhatikan aksesibilitas bagi penyandang cacat. Oleh sebab itu Pemerintah DKI bekerja sama dengan IAI Jakarta dalam penyelenggaraaan sayembara desain untuk mendapatkan Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 14
desain gedung yang berfungsi untuk pelayanan publik yang paling baik dan berfungsi sebagai Rumah Sakit. Perbaikan pada standar pelayanan khususnya di rawat inap dengan jumlah tempat tidurnya 4 (empat) tempat tidur per kamar adalah bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam peningkatan pelayanan kesehatan terhadap seluruh lapisan masyarakat, tanpa perbedaan kelas perawatan yang terkadang menimbulkan kesan bahwa kelas yang rendah pelayanannya juga kurang dibanding dengan kelas yang lebih tinggi. 1.3. Maksud dan Tujuan 1.3.1. Maksud Maksud dari penyelengaraan desain gedung Rumah Sakit Umum Daerah Jakarta Setalan adalah Mendorong masyarakat untuk dapat turut serta mengekpresikan diri dalam mendapatkan ide atau gagasan-gagasan terbaik untuk desain gedung RSUD. 1.3.2. Tujuan Tujuan dari perancangan arsitektur ini adalah untuk mewujudkan ide atau gagasan yang optimal pada rencana pembangunan RS Jakarta Selatan sehingga dapat menjadi Rumah Sakit Rujukan / Unggulan dan dapat menjadi icon bangunan Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi dalam bidang kesehatan dengan konsep bangunan yang ramah lingkungan lewat implementasi tema arsitektur tropis. 1.4. Sistimatika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Menjelaskan garis besar latar belakang, pernyataan masalah, maksud dan tujuan, metode perancangan dan sistimatika penulisan yang digunakan untuk menyusun landasan program perencanaan dan perancangan. Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 15
BAB II STUDI Menjelaskan tentang tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja, Studi tentang standard-standard dan karakteristik teknis terkait project serta studi tentang projectproject sejenis/terkait yang didapatkan dari hasil kajian pustaka, studi tentang project-project sejenis/terkait yang didapatkan dari hasil survey/studi lapangan dan penjabaran rumusan hasil studi yang didapatkan dari studi pustaka dan studi banding. BAB III DATA DAN ANALISA Menjelaskan tentang data-data fisik dan non fisik, analisa fisik dan non fisik serta penjabaran analisa dalam bentuk zoning horizontal dan vertikal BAB IV KONSEP Menjelaskan tentang konsep dasar yang dikaitkan dengan tema rancangan yang terkait dengan permasalahan utama proyek, penjabaran rinci dari konsep dasar dalam aplikasi rancangan. 1.5. Metode Perancangan 1.5.1. Metode Pengumpulan Data A. Jenis data : 1. Data Primer a. Jumlah kebutuhan tempat tidur pasien di Jakarta Selatan b. Rumah sakit umum berikut persyaratan dan standar ukuran. 2. Data Sekunder a. Data mengenai lokasi site sesuai dengan kebijakan yang berlaku b. Konsep arsitektur tropis sebagai acuan perencanaan dan perancangan B. Sumber Data : Kerangka Acuan Kerja, Literatur dan Internet Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 16
1.5.2. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi atau pengamatan langsung di lapangan dan tak langsung dari data dan literatur 2. Studi Banding, Tujuan utama dari studi banding untuk mengetahui ruang peruangan dan kegiatan rumah sakit umum. 3. Studi Literatur Mengetahui standar-standar dan persyaratan persyaratan rumah sakit umum, karakter pasien dan metode penyembuhan pasien, dan hal lain yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan rumah sakit umum. 1.5.3. Analisa Mendifinisikan masalah yang ada,kemudian menganalisa secara bertahap untuk mendapatkan kesimpulan yang dijadikan dasar dalam penyusunan konsep perencanaan dan perancangan. 1.5.4. Sintesa Merupakan inti pembahasan yang nantinya akan dipakai sebagai acuan menuju bentuk konsep rumah sakit umum dengan konsep arsitektur tropis sebagai konsep pengondisian lingkungan rumah sakit. Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 17
1.6. Kerangka Berpikir Latar belakang Tema : Arsitektur Tropis Rumah Sakit Umum Permasalahan Rumah Sakit Rumah Sakit Umum Tipe B Penerapan Ars. Tropis Dalam Arsitektur Analisa Data Konsep Hasil Rancangan Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana 18