ANALISIS WILLINGNESS TO PAY PETANI TERHADAP PENINGKATAN PELAYANAN IRIGASI Studi Kasus Daerah Irigasi Klambu Kanan Wilalung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Oleh : FAHMA MINHA A14303054 PROGRAM STUDI EKONOMI PERTANIAN DAN SUMBERDAYA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008
i DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... iv DAFTAR LAMPIRAN... vi BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Perumusan Masalah... 5 1.3 Tujuan... 8 1.4 Kegunaan Penelitian... 9 1.5 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian... 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 10 2.1 Pengertian dan Fungsi Irigasi... 10 2.2 Klasifikasi Sistem Irigasi... 11 2.3 Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Irigasi... 12 2.4 Kelembagaan Petani Pemakai Air... 14 2.5 Pengenaan Iuran Pengelolaan Irigasi... 16 2.6 Penelitian Terdahulu... 16 BAB III KERANGKA PEMIKIRAN... 20 3.1 Kerangka Teoritis... 20 3.1.1 Konsep Contingent Valuation Method (CVM)... 20 3.1.2 Organisasi dalam Pengoperasian Contingent Valuation Method (CVM)... 21 3.1.3 Kelebihan dan Kelemahan Contingent Valuation Method (CVM)... 22 3.1.4 Asumsi dalam Pendekatan Willingness to Pay (WTP) dari Petani... 24 3.1.5 Skenario dan Pertanyaan yang Relevan terhadap Skenario... 24 3.1.6 Hipotesis... 26 3.2 Kerangka Pemikiran Operasional... 26
ii BAB IV METODE PENELITIAN... 29 4.1 Jenis Penelitian... 29 4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian... 29 4.3 Metode Pengambilan Sampel... 29 4.4 Teknik Pengumpulan Data... 30 4.5 Metode Analisis Data... 31 4.5.1 Analisis Pendapatan Usahatani... 32 4.5.2 Nilai Kontribusi Air Irigasi (Water Value) Usahatani Padi... 32 4.5.3 Kesediaan Petani Membayar Iuran Pengelolaan Irigasi... 33 4.5.3.1 Pengujian Parameter... 34 4.5.3.2 Interpretasi Koefisien... 36 4.5.4 Willingness to Pay Petani terhadap Peningkatan Pelayanan Irigasi... 36 4.5.4.1 Metode Pendugaan Besarnya Nilai WTP... 36 4.5.4.2 Teknis Penentuan WTP... 38 4.5.5 Analisis Fungsi WTP... 40 4.6 Definisi Operasional... 43 BAB V GAMBARAN UMUM... 45 5.1 Deskripsi Daerah irigasi Klambu Kanan Wilalung... 45 5.2 Keadaan Geografis Lokasi Penelitian... 47 5.3 Keadaan Sosial Ekonomi Lokasi Penelitian... 49 5.4 Pola Tanam dan Pelayanan Irigasi... 52 5.5 Produksi Usahatani... 53 5.6 Peran Perkumpulan Petani Pemakai Air... 54 5.7 Prosedur Pembayaran dan Penarikan Pengelolaan Irigasi... 56 5.8 Perkembangan Iuran Pengelolaan Irigasi... 56 BAB VI ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI... 58 6.1 Karakteristik Responden... 58 6.2 Analisis Pendapatan Usahatani... 62
iii 6.2.1 Pengeluaran Usahatani... 62 6.2.2 Penerimaan Usahatani... 63 6.2.3 Pendapatan Usahatani... 64 6.3 Kontribusi Air Irigasi terhadap Pendapatan Usahatani... 65 BAB VII KESEDIAAN DAN KEMAUAN PETANI MEMBAYAR IURAN PENGELOLAAN IRIGASI... 69 7.1 Kesediaan Petani Membayar Iuran Pengelolaan Irigasi... 69 7.2 Hasil Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Petani Membayar Iuran Pengelolaan Irigasi... 73 7.3 Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi WTP... 77 7.3.1 Karakteristik Responden... 77 7.3.2 Deskripsi Variabel Penelitian... 79 7.3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi WTP Petani terhadap Peningkatan Pelayanan Irigasi... 81 7.4 Nilai WTP... 84 7.5 Perbandingan antara Nilai Iuran Pengelolaan Irigasi, WTP, Dan Water Value... 87 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN... 90 8.1 Kesimpulan... 90 8.2 Saran... 91 DAFTAR PUSTAKA... 92 LAMPIRAN... 95
iv DAFTAR TABEL Nomor Halaman Teks 1. Luas Panen, Produksi dan Hasil Padi Per Hektar Tahun 2000-2005... 2 2. Luas Areal Sawah dan Luas Baku Sawah di Daerah Irigasi Klambu Kanan Wilalung (Ha) 3 3. Luas Lahan Sawah di Kecamatan Undaan Menurut Jenis Pengairan (Ha) Tahun 2006.. 46 4. Rencana Luas Areal dan Debit Air Saluran Sekunder Daerah Klambu Kanan Wilalung tahun 2006 47 5. Orbitasi Desa Ngemplak Tahun 2006... 48 6. Kondisi dan Panjang Jalan Desa Ngemplak.. 48 7. Data Curah Hujan Bulanan Kecamatan Undaan Tahun 2006 49 8. Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Ngemplak Tahun 2006 50 9. Struktur Mata Pencaharian Penduduk Desa Ngemplak Tahun 2006. 51 10. Penyebar an Petani Responden Berdasarkan Luas Lahan Garapan Petani 58 11. Penyebar an Karakeristik Petani Responden.. 59 12. Analisis Pendapatan Usahatani Padi di Desa Ngemplak Berdasarkan Rata-rata Luas Lahan Tahun 2006/2007.... 65
v 13. Rata-rata Penerimaan, Biaya Produksi, dan Water Rent Usahatani Padi Berdasarkan Rata-rata Luas Lahan Tahun 2006/2007... 66 14. Hasil Perhitungan Statistik Variabel Kontinyu Analisis Kesediaan Petani Membayar Iuran Pengelolaan Irigasi.. 69 15. Deskripsi Variabel Penjelas yang Bersifat Dummy dalam Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Petani Membayar Iuran Pengelolaan Irigasi 71 16. Hasil Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Petani Membayar Iuran Pengelolaan Irigasi 74 17. Penyebar an Karakteristik Responden Bersedia Membayar Iuran. 78 18. Hasil Perhitungan Nilai Tengah WTP 80 19. Nilai Rata-rata Variabel Kontinyu Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi WTP. 80 20. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Nilai WTP.. 82 21. Distribusi WTP Sampel di Atas Iuran Irigasi yang Berlaku Saat Ini. 85 22. WTP Agregat (TWTP) Petani Pemakai Air 86
vi DAFTAR LAMPIRAN Nomor Teks Halaman 1. Hasil Analisis Kesediaan Petani terhadap Iuran Pengelolaan Irigasi. 97 2. Hasil Analisis WTP Petani terhadap Peningkatan Pelayanan Irigasi. 98 3. Peta Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.. 99 4. Peta Daerah Irigasi Klambu Kanan Wilalung. 100
vii
RINGKASAN FAHMA MINHA. Analisis Willingness To Pay Petani Terhadap Peningkatan Pelayanan Irigasi (Studi Kasus Daerah Irigasi Klambu Kanan Wilalung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah). Di bawah bimbingan YUSMAN SYAUKAT. Kecamatan Undaan merupakan salah satu kecamatan yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan domestik beras di Kabupaten Kudus. Kecamatan ini setiap harinya mendapatkan pasokan air yang berasal dari Waduk Kedungombo. Dalam pelaksanaannya banyak sawah milik petani yang tidak mendapatkan air karena terdapat jaringan irigasi yang rusak. Berdasarkan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air pasal 78 ayat 3 menjelaskan bahwa pembiayaan pelaksanaan konstruksi, O&P sistem irigasi primer dan sekunder menjadi tanggungjawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya, dan dapat melibatkan peran serta masyarakat petani. Oleh karena itu, masyarakat petani yang tergabung dalam P3A menetapkan suatu kebijakan melalui penetapan iuran irigasi. Masalah ini terjadi karena adanya petani yang tidak bersedia membayar iuran tersebut. Hal ini disebabkan karena petani merasa bahwa air merupakan barang bebas (free goods) sehingga pemakaian air relatif boros. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pendapatan usahatani responden, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kesediaan petani dalam membayar iuran pengelolaan irigasi, faktor-faktor apa yang mempengaruhi Willingness to Pay (WTP) petani terhadap peningkatan pelayanan irigasi, dan berapa besarnya nilai Willingness to Pay (WTP) petani terhadap peningkatan pelayanan irigasi. Hasil penelitian menggunakan analisis pendapatan usahatani menunjukkan bahwa usahatani padi menguntungkan bagi petani karena pandapatan yang dihasilkan relatif tinggi. Hasil analisis regresi logit menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan petani membayar iuran adalah tingkat pendidikan, tingkat pelayanan irigasi, dan peranserta petani dalam operasi dan pemeliharaan (O&P). Berdasarkan nilai tengah WTP masing-masing responden pada usahatani padi dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, maka diperoleh bahwa faktorfaktor apa yang mempengaruhi WTP petani terhadap peningkatan pelayanan irigasi adalah umur, tingkat pendidikan petani, keuntungan bersih, dan luas lahan. Iuran pengelolaan irigasi ditentukan melalui pendekatan WTP petani terhadap peningkatan pelayanan irigasi yaitu sebesar 35.207/hektar pada MT I dan Rp 59.186/hektar pada MT II. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka disarankan terhadap masalah kondisi jaringan irigasi dan pelayanan irigasi yang baik agar petani bersedia untuk berpartisipasi dalam O&P irigasi dan P3A dapat menggunakan pendekatan Willingness To Pay (WTP) dalam menetapkan iuran pengelolaan irigasi agar iuran irigasi yang diberlakukan tidak memberatkan petani dalam pembayaran sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan O&P.
ANALISIS WILLINGNESS TO PAY PETANI TERHADAP PENINGKATAN PELAYANAN IRIGASI Studi Kasus Daerah Irigasi Klambu Kanan Wilalung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Oleh : FAHMA MINHA A14303054 SKRIPSI Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor PROGRAM STUDI EKONOMI PERTANIAN DAN SUMBERDAYA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008