ANALISIS WILLINGNESS TO PAY

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS WILLINGNESS TO PAY

ANALISIS WILLINGNESS TO PAY MASYARAKAT TERHADAP PERBAIKAN LINGKUNGAN PERUMAHAN (Kasus Perumahan Bukit Cimanggu City RW 10) GITA HERDIANI

ANALISIS KEMAUAN MEMBAYAR MASYARAKAT PERKOTAAN UNTUK JASA PERBAIKAN LINGKUNGAN, LAHAN DAN AIR ( Studi Kasus DAS Citarum Hulu) ANHAR DRAKEL

ANALISIS WILLINGNESS TO PAY

1. BAB I PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pulau Jawa merupakan wilayah pusat pertumbuhan ekonomi dan industri.

ANALISIS WILLINGNESS TO PAY

IX. HUBUNGAN ANTARA PENGUSAHAAN LAHAN SAWAH DENGAN PENDAPATAN USAHATANI PADI

BAB I PENDAHULUAN. berwawasan lingkungan, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Irigasi

VIII. KESIMPULAN, IMPLIKASI KEBIJAKAN, DAN SARAN UNTUK PENELITIAN LANJUTAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Faktor-faktor yang..., Muhammad Fauzi, FE UI, 2010.

ESTIMASI NILAI EKONOMI AIR IRIGASI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA TELARSARI, KARAWANG JAWA BARAT KRISTINA SITUMORANG

LAPORAN AKHIR PENELITIAN TA 2006 EVALUASI KINERJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI DAN UPAYA PERBAIKANNYA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN I-1

BAB I PENDAHULUAN. Istilah pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi isu penting

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris, sehingga wajar apabila prioritas

BAB III METODE PENELITIAN

3 METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan waktu penelitian 3.2 Metode Pengumpulan Data

METODE PENELITIAN. hutan mangrove non-kawasan hutan. Selain itu, adanya rehabilitasi hutan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. METODOLOGI PENELITIAN. Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan

IV. METODE PENELITIAN

DAMPAK PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI TERHADAP PRODUKSI, PENDAPATAN, DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN

menggunakan BLP Organik dan setelah menggunakan BLP Organik.

OPTIMASI PEMANFAATAN AIR BAKU DENGAN MENGGUNAKAN LINEAR PROGRAMMING (LP) DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CIDANAU, BANTEN. OLEH : MIADAH F

III. KERANGKA PEMIKIRAN

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga

BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN PENELITIAN. Loka Yogyakarta, total willingness to pay 110 responden untuk

ANALISIS WILLINGNESS TO PAY

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Desa Ciburuy dan Desa Cisalada, Kecamatan

X. ANALISA FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUSAHAAN LAHAN SAWAH

LAPORAN AKHIR PENELITIAN TA 2008 SINTESIS KONSORSIUM PENELITIAN: KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PETANI PADA BERBAGAI AGROEKOSISTEM

BAB I PENDAHULUAN. diwujudkan melalui keberlanjutan sistem irigasi.

4. METODE PENELITIAN

PENDAHULUAN Latar Belakang

III. KERANGKA PEMIKIRAN

BAB I PENDAHULUAN. Bali memiliki sumberdaya air yang dapat dikembangkan dan dikelola secara

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dan peningkatan ketahanan pangan nasional. Hasil Sensus Pertanian 1993

Pengaruh Pergeseran Jadwal Tanam Terhadap Produktivitas Padi di Daerah Irigasi Krueng Aceh

BAB I PENDAHULUAN. sampai pada kegiatan industri yang rumit sekalipun. Di bidang pertanian air atau yang

PERANAN PESANTREN AL ZAYTUN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI DI KECAMATAN GANTAR, KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT

BAB I. PENDAHULUAN. adalah mencukupi kebutuhan pangan nasional dengan meningkatkan. kemampuan berproduksi. Hal tersebut tertuang dalam RPJMN

OPTIMASI POLA DAN TATA TANAM DALAM RANGKA EFISIENSI IRIGASI DI DAERAH IRIGASI TANGGUL TIMUR SKRIPSI. Oleh DIAN DWI WURI UTAMI NIM

BAB I PENDAHULUAN. sektor lain untuk berkembang karena kegiatan pada sektor-sektor lain

I. METODE PENELITIAN. dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisis. Tujuannya

WILLINGNESS TO PAY PENGGUNA ANGKUTAN UMUM UNTUK PELAYANAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) KORIDOR I DI KOTA SURAKARTA: APLIKASI METODE CONTINGENT VALUATION

KETERKAITAN JENIS SUMBERDAYA LAHAN DENGAN BESAR DAN JENIS PENGELUARAN RUMAH TANGGA DI PEDESAAN LAMPUNG

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 1. Karakteristik Demografi Responden Penelitian

I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN. 6.1 Persepsi Petani terhadap Perubahan Iklim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing petani memiliki

BAB I PENDAHULUAN. Evaluasi Ketersediaan dan Kebutuhan Air Daerah Irigasi Namu Sira-sira.

BAB I PENDAHULUAN I - 1

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. Pembangunan pertanian, khususnya tanaman pangan bertujuan untuk meningkatkan

TINJAUAN PUSTAKA. Neraca Air

3. METODOLOGI PENELITIAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN Asumsi dalam Pendekatan Willingness to Accept Responden. nilai WTA dari masing-masing responden adalah:

III. METODE KERJA 1. Lokasi dan Waktu 2. Pengumpulan data

OPERASI DAN PEMELIHARAAN DAERAH IRIGASI BAGO KABUPATEN JEMBER PROPINSI JAWA TIMUR

VIII. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELUANG KEMISKINAN RUMAHTANGGA NELAYAN. Pendapatan rumahtangga nelayan terdiri dari pendapatan di dalam sub

ANALISIS PERMINTAAN DAN NILAI EKONOMI WISATA PULAU SITU GINTUNG-3 DENGAN METODE BIAYA PERJALANAN TRI FIRANDARI

PEDOMAN TEKNIS BANTUAN SARANA PRODUKSI DALAM RANGKA ANTISIPASI DAMPAK KEKERINGAN

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kesediaan Membayar ( Willingness to Pay )

BAB VII ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI

I PENDAHULUAN. Petani merupakan pekerjaan yang telah berlangsung secara turun-temurun bagi kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PANGAN MENJADI KELAPA SAWIT DI BENGKULU

I. PENDAHULUAN. Jawa Barat. Daerah Irigasi Jatiluhur dibangun oleh Pemerintah Republik

BAB I PENDAHULUAN. udara bersih dan pemandangan alam yang indah. Memanfaatkan sumberdaya alam dan lingkungan seperti hutan lindung sebagai

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia (Ganesha Enterpreneur Club, Pola Tanam Padi Sri, Produktifitas

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia merupakan Negara Pertanian, artinya sektor pertanian dalam

V. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Bab III Metodologi Penelitian

III. METODE PENELITIAN. dan batasan operasional. Konsep dasar dan batasan operasional ini mencakup

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Indonesia merupakan salah satu Negara yang bergerak dibidang pertanian.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PANGAN MENJADI KELAPA SAWIT DI BENGKULU : KASUS PETANI DI DESA KUNGKAI BARU

DAMPAK LIMBAH CAIR PERUMAHAN TERHADAP LINGKUNGAN PERAIRAN (Studi Kasus: Nirwana Estate, Cibinong dan Griya Depok Asri, Depok) HENNY FITRINAWATI

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di daerah hulu dan hilir Sungai Musi, yang

METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

3.5 Teknik Pengumpulan data Pembatasan Masalah Definisi Operasional Metode Analisis Data

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAH DI DESA KARANG ANYAR KECAMATAN SEMIDANG ALAS MARAS KABUPATEN SELUMA

ANALISIS WILLINGNESS TO PAY PENGELOLAAN SAMPAH PASAR TRADISIONAL KOTA BOGOR TATI MURNIWATI

Transkripsi:

ANALISIS WILLINGNESS TO PAY PETANI TERHADAP PENINGKATAN PELAYANAN IRIGASI Studi Kasus Daerah Irigasi Klambu Kanan Wilalung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Oleh : FAHMA MINHA A14303054 PROGRAM STUDI EKONOMI PERTANIAN DAN SUMBERDAYA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

i DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... iv DAFTAR LAMPIRAN... vi BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Perumusan Masalah... 5 1.3 Tujuan... 8 1.4 Kegunaan Penelitian... 9 1.5 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian... 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 10 2.1 Pengertian dan Fungsi Irigasi... 10 2.2 Klasifikasi Sistem Irigasi... 11 2.3 Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Irigasi... 12 2.4 Kelembagaan Petani Pemakai Air... 14 2.5 Pengenaan Iuran Pengelolaan Irigasi... 16 2.6 Penelitian Terdahulu... 16 BAB III KERANGKA PEMIKIRAN... 20 3.1 Kerangka Teoritis... 20 3.1.1 Konsep Contingent Valuation Method (CVM)... 20 3.1.2 Organisasi dalam Pengoperasian Contingent Valuation Method (CVM)... 21 3.1.3 Kelebihan dan Kelemahan Contingent Valuation Method (CVM)... 22 3.1.4 Asumsi dalam Pendekatan Willingness to Pay (WTP) dari Petani... 24 3.1.5 Skenario dan Pertanyaan yang Relevan terhadap Skenario... 24 3.1.6 Hipotesis... 26 3.2 Kerangka Pemikiran Operasional... 26

ii BAB IV METODE PENELITIAN... 29 4.1 Jenis Penelitian... 29 4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian... 29 4.3 Metode Pengambilan Sampel... 29 4.4 Teknik Pengumpulan Data... 30 4.5 Metode Analisis Data... 31 4.5.1 Analisis Pendapatan Usahatani... 32 4.5.2 Nilai Kontribusi Air Irigasi (Water Value) Usahatani Padi... 32 4.5.3 Kesediaan Petani Membayar Iuran Pengelolaan Irigasi... 33 4.5.3.1 Pengujian Parameter... 34 4.5.3.2 Interpretasi Koefisien... 36 4.5.4 Willingness to Pay Petani terhadap Peningkatan Pelayanan Irigasi... 36 4.5.4.1 Metode Pendugaan Besarnya Nilai WTP... 36 4.5.4.2 Teknis Penentuan WTP... 38 4.5.5 Analisis Fungsi WTP... 40 4.6 Definisi Operasional... 43 BAB V GAMBARAN UMUM... 45 5.1 Deskripsi Daerah irigasi Klambu Kanan Wilalung... 45 5.2 Keadaan Geografis Lokasi Penelitian... 47 5.3 Keadaan Sosial Ekonomi Lokasi Penelitian... 49 5.4 Pola Tanam dan Pelayanan Irigasi... 52 5.5 Produksi Usahatani... 53 5.6 Peran Perkumpulan Petani Pemakai Air... 54 5.7 Prosedur Pembayaran dan Penarikan Pengelolaan Irigasi... 56 5.8 Perkembangan Iuran Pengelolaan Irigasi... 56 BAB VI ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI... 58 6.1 Karakteristik Responden... 58 6.2 Analisis Pendapatan Usahatani... 62

iii 6.2.1 Pengeluaran Usahatani... 62 6.2.2 Penerimaan Usahatani... 63 6.2.3 Pendapatan Usahatani... 64 6.3 Kontribusi Air Irigasi terhadap Pendapatan Usahatani... 65 BAB VII KESEDIAAN DAN KEMAUAN PETANI MEMBAYAR IURAN PENGELOLAAN IRIGASI... 69 7.1 Kesediaan Petani Membayar Iuran Pengelolaan Irigasi... 69 7.2 Hasil Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Petani Membayar Iuran Pengelolaan Irigasi... 73 7.3 Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi WTP... 77 7.3.1 Karakteristik Responden... 77 7.3.2 Deskripsi Variabel Penelitian... 79 7.3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi WTP Petani terhadap Peningkatan Pelayanan Irigasi... 81 7.4 Nilai WTP... 84 7.5 Perbandingan antara Nilai Iuran Pengelolaan Irigasi, WTP, Dan Water Value... 87 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN... 90 8.1 Kesimpulan... 90 8.2 Saran... 91 DAFTAR PUSTAKA... 92 LAMPIRAN... 95

iv DAFTAR TABEL Nomor Halaman Teks 1. Luas Panen, Produksi dan Hasil Padi Per Hektar Tahun 2000-2005... 2 2. Luas Areal Sawah dan Luas Baku Sawah di Daerah Irigasi Klambu Kanan Wilalung (Ha) 3 3. Luas Lahan Sawah di Kecamatan Undaan Menurut Jenis Pengairan (Ha) Tahun 2006.. 46 4. Rencana Luas Areal dan Debit Air Saluran Sekunder Daerah Klambu Kanan Wilalung tahun 2006 47 5. Orbitasi Desa Ngemplak Tahun 2006... 48 6. Kondisi dan Panjang Jalan Desa Ngemplak.. 48 7. Data Curah Hujan Bulanan Kecamatan Undaan Tahun 2006 49 8. Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Ngemplak Tahun 2006 50 9. Struktur Mata Pencaharian Penduduk Desa Ngemplak Tahun 2006. 51 10. Penyebar an Petani Responden Berdasarkan Luas Lahan Garapan Petani 58 11. Penyebar an Karakeristik Petani Responden.. 59 12. Analisis Pendapatan Usahatani Padi di Desa Ngemplak Berdasarkan Rata-rata Luas Lahan Tahun 2006/2007.... 65

v 13. Rata-rata Penerimaan, Biaya Produksi, dan Water Rent Usahatani Padi Berdasarkan Rata-rata Luas Lahan Tahun 2006/2007... 66 14. Hasil Perhitungan Statistik Variabel Kontinyu Analisis Kesediaan Petani Membayar Iuran Pengelolaan Irigasi.. 69 15. Deskripsi Variabel Penjelas yang Bersifat Dummy dalam Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Petani Membayar Iuran Pengelolaan Irigasi 71 16. Hasil Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Petani Membayar Iuran Pengelolaan Irigasi 74 17. Penyebar an Karakteristik Responden Bersedia Membayar Iuran. 78 18. Hasil Perhitungan Nilai Tengah WTP 80 19. Nilai Rata-rata Variabel Kontinyu Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi WTP. 80 20. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Nilai WTP.. 82 21. Distribusi WTP Sampel di Atas Iuran Irigasi yang Berlaku Saat Ini. 85 22. WTP Agregat (TWTP) Petani Pemakai Air 86

vi DAFTAR LAMPIRAN Nomor Teks Halaman 1. Hasil Analisis Kesediaan Petani terhadap Iuran Pengelolaan Irigasi. 97 2. Hasil Analisis WTP Petani terhadap Peningkatan Pelayanan Irigasi. 98 3. Peta Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.. 99 4. Peta Daerah Irigasi Klambu Kanan Wilalung. 100

vii

RINGKASAN FAHMA MINHA. Analisis Willingness To Pay Petani Terhadap Peningkatan Pelayanan Irigasi (Studi Kasus Daerah Irigasi Klambu Kanan Wilalung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah). Di bawah bimbingan YUSMAN SYAUKAT. Kecamatan Undaan merupakan salah satu kecamatan yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan domestik beras di Kabupaten Kudus. Kecamatan ini setiap harinya mendapatkan pasokan air yang berasal dari Waduk Kedungombo. Dalam pelaksanaannya banyak sawah milik petani yang tidak mendapatkan air karena terdapat jaringan irigasi yang rusak. Berdasarkan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air pasal 78 ayat 3 menjelaskan bahwa pembiayaan pelaksanaan konstruksi, O&P sistem irigasi primer dan sekunder menjadi tanggungjawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya, dan dapat melibatkan peran serta masyarakat petani. Oleh karena itu, masyarakat petani yang tergabung dalam P3A menetapkan suatu kebijakan melalui penetapan iuran irigasi. Masalah ini terjadi karena adanya petani yang tidak bersedia membayar iuran tersebut. Hal ini disebabkan karena petani merasa bahwa air merupakan barang bebas (free goods) sehingga pemakaian air relatif boros. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pendapatan usahatani responden, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kesediaan petani dalam membayar iuran pengelolaan irigasi, faktor-faktor apa yang mempengaruhi Willingness to Pay (WTP) petani terhadap peningkatan pelayanan irigasi, dan berapa besarnya nilai Willingness to Pay (WTP) petani terhadap peningkatan pelayanan irigasi. Hasil penelitian menggunakan analisis pendapatan usahatani menunjukkan bahwa usahatani padi menguntungkan bagi petani karena pandapatan yang dihasilkan relatif tinggi. Hasil analisis regresi logit menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan petani membayar iuran adalah tingkat pendidikan, tingkat pelayanan irigasi, dan peranserta petani dalam operasi dan pemeliharaan (O&P). Berdasarkan nilai tengah WTP masing-masing responden pada usahatani padi dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, maka diperoleh bahwa faktorfaktor apa yang mempengaruhi WTP petani terhadap peningkatan pelayanan irigasi adalah umur, tingkat pendidikan petani, keuntungan bersih, dan luas lahan. Iuran pengelolaan irigasi ditentukan melalui pendekatan WTP petani terhadap peningkatan pelayanan irigasi yaitu sebesar 35.207/hektar pada MT I dan Rp 59.186/hektar pada MT II. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka disarankan terhadap masalah kondisi jaringan irigasi dan pelayanan irigasi yang baik agar petani bersedia untuk berpartisipasi dalam O&P irigasi dan P3A dapat menggunakan pendekatan Willingness To Pay (WTP) dalam menetapkan iuran pengelolaan irigasi agar iuran irigasi yang diberlakukan tidak memberatkan petani dalam pembayaran sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan O&P.

ANALISIS WILLINGNESS TO PAY PETANI TERHADAP PENINGKATAN PELAYANAN IRIGASI Studi Kasus Daerah Irigasi Klambu Kanan Wilalung, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Oleh : FAHMA MINHA A14303054 SKRIPSI Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor PROGRAM STUDI EKONOMI PERTANIAN DAN SUMBERDAYA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008