DISTRIBUSI KADMIUM (Cd 2+ ) SECARA HORIZONTAL DI PERAIRAN WONOREJO, SURABAYA

dokumen-dokumen yang mirip
PENENTUAN KONSENTRASI LOGAM BERAT Pb, Cu, Zn DAN KONDUKTIVITAS LISTRIK LIMBAH CAIR INDUSTRI PABRIK KARET PEKANBARU

DISTRIBUSI KUANTITATIF LOGAM BERAT Pb DAN Cd DALAM AIR DAN SEDIMEN DI SEKITAR PERAIRAN PELABUHAN KAYU BANGKOA

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS ION LOGAM Cu DAN Zn DALAM CONTOH SEDIMEN, AKAR, KULIT BATANG DAN DAUN TANAMAN MANGROVE Avicenia marina DENGAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM

STUDI DAN EVALUASI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADNIUM (Cd) DI AIR DAN SEDIMEN PADA PERAIRAN SUNGAI KOTA TARAKAN

DISTRIBUSI KUANTITATIF LOGAM BERAT Cd DALAM AIR, SEDIMEN DAN IKAN MERAH (Lutjanus erythropterus) DI SEKITAR PERAIRAN PELABUHAN PAREPARE

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sampel dalam penelitian ini diambil di Instalasi PDAM dan di rumah

BAB III METODE PENELITIAN. Pb, Cd, dan Hg di Pantai perairan Lekok Kabupaten Pasuruan.

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) DAN MERKURI (Hg) PADA AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BANYUASIN

BAB III METODE PENELITIAN

EVALUASI KADAR CEMARAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Beberapa waktu yang lalu kita mendengar berita dari koran ataupun

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL

ANALISIS KADAR MERKURI (Hg) Gracilaria sp. DI TAMBAK DESA KUPANG SIDOARJO

DISTRIBUSI LOGAM BERAT DALAM AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI CISADANE

identifikasi masalah sampling ekstraksi AAS analisis data

BAB I PENDAHULUAN. memiliki tingkat keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi sehingga disebut

DISTRIBUSI KUANTITATIF LOGAM BERAT Cu DAN Zn DALAM AIR DAN SEDIMEN DI SEKITAR PERAIRAN PELABUHAN KAYU BANGKOA

BAB III METODE PENELITIAN. kegiatan pengumpulan dan analisis data yang bertujuan untuk menggambarkan

ANALISIS KONSENTRASI LOGAM KROM (Cr) DAN NIKEL (Ni) DI PERAIRAN PANTAI BARAT KABUPATEN KARIMUN PROVINSI KEPULAUAN RIAU. Oleh:

BIOAKUMULASI LOGAM BERAT DALAM MANGROVE Rhizophora mucronata dan Avicennia marina DI MUARA ANGKE JAKARTA

ANALISA KROM TOTAL DI DAERAH INDUSTRI TENUN SONGKET SUNGAI MUSI KOTA PALEMBANG. Ita Emilia

PENGARUH LIMBAH INDUSTRI Pb DAN Cu TERHADAP KESETIMBANGAN SUHU DAN SALINITAS DI PERAIRAN LAUT KOTA DUMAI

DISTRIBUSI LOGAM BERAT DALAM AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN DANAU MANINJAU, PROVINSI SUMATERA BARAT

ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT Pb DAN Cd PADA SOTONG (Sepia sp) BERDASARKAN VARIASI UKURAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM SKRIPSI

TUGAS AKHIR (SB )

PENENTUAN KANDUNGAN LOGAM Pb DAN Cr PADA AIR DAN SEDIMEN DI SUNGAI AO DESA SAM SAM KABUPATEN TABANAN

I. PENDAHULUAN. Kota Bandar Lampung adalah ibukota dari Provinsi Lampung yang merupakan

Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Udang Windu (Panaeus monodon) dan Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Kotabaru Kalimantan Selatan

Jurnal KELAUTAN, Volume 2, No.2 Oktober 2009 ISSN :

PENDAHULUAN. banyak efek buruk bagi kehidupan dan lingkungan hidup manusia. Kegiatan

ANALISIS KADAR LOGAM BERAT PADA SUNGAI DI JAWA TENGAH

Mahasiswa Program Studi S1 Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kampus Bina Widya Pekanbaru, 28293, Indonesia

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 3, No. 3, September 2012: ISSN :

Journal Of Marine Research. Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman Online di:

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kualitas hidup manusia dengan meningkatnya pendapatan masyaraka Di sisi lain,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. 2004). Menurut Palar (1994) pencemaran adalah suatu kondisi yang telah

III. METODOLOGI PENELITIAN di Laboratorium Kimia Analitik dan Kimia Anorganik Jurusan Kimia

BAB I PENDAHULUAN. ternyata telah menimbulkan bermacam-macam efek yang buruk bagi kehidupan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Desa Tulabolo adalah bagian dari wilayah Kecamatan Suwawa Timur,

ANALISIS LOGAM BERAT TIMBAL (II) KADMIUM (II) DAN KROMIUM (VI) PADA KERANG BULU (Anadara Antiquata sp) DI PERAIRAN DUMAI

Analisis Logam Berat Timbal pada Sedimen Dasar Perairan Muara Sungai Sayung, Kabupaten Demak

I. PENDAHULUAN. Kondisi lingkungan perairan Kota Bandar Lampung yang merupakan ibukota

BAB III METODE PENELITIAN. telah tercemar logam merkuri oleh limbah pertambangan emas tradisional.

ANALISIS Pb DALAM BEBERAPA JENIS IKAN DARI PERAIRAN SUPPA KABUPATEN PINRANG

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

KORELASI UKURAN KERANG DARAH (Anadara granosa) DENGAN KONSENTRASI LOGAM BERAT MERKURI (Hg) DI MUARA SUNGAI KETINGAN, SIDOARJO, JAWA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. sebagai air minum. Hal ini terutama untuk mencukupi kebutuhan air di dalam

KANDUNGAN LOGAM Pb DAN Hg DALAM SEDIMEN DI MUARA SUNGAI MATIKABUPATEN BADUNG BALI

PENENTUAN KANDUNGAN TIMBAL, TEMBAGA DALAM AIR-SEDIMEN PADA SALAH SATU LUBANG TAMBANG INTAN DI KELURAHAN SUNGAI TIUNG KOTA BANJARBARU

PENDAHULUAN. terluas di dunia. Hutan mangrove umumnya terdapat di seluruh pantai Indonesia

KANDUNGAN LOGAM BERAT AIR LAUT, SEDIMEN DAN DAGING KERANG DARAH (Anadara granosa) DI PERAIRAN MENTOK DAN TANJUNG JABUNG TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. Dengan demikian laut seakan-akan merupakan sabuk pengaman kehidupan manusia

KANDUNGAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu) PADA SIPUT MERAH (Cerithidea sp) DI PERAIRAN LAUT DUMAI PROVINSI RIAU

dari tumpahan minyak-minyak kapal.akibatnya, populasi ikan yang merupakan salah satu primadona mata pencaharian masyarakat akan semakin langka (Medan

Kandungan Logam Berat Pb dalam Muatan Padatan Tersuspensi dan Terlarut di Perairan Pelabuhan Belawan dan sekitarnya, Provinsi Sumater Utara

ANALISIS PENCEMARAN LOGAM TIMBAL, KADMIUM, DAN MERKURI DALAM CUMI-CUMI

Udara ambien Bagian 4: Cara uji kadar timbal (Pb) dengan metoda dekstruksi basah menggunakan spektrofotometer serapan atom

Konsentrasi (mg/l) Titik Sampling 1 (4 April 2007) Sampling 2 (3 Mei 2007) Sampling

KAJIAN POLA SEBARAN PADATAN TERSUSPENSI DAN UNSUR LOGAM BERAT DI TELUK UJUNG BATU, JEPARA

Dampak Pencemaran Pantai Dan Laut Terhadap Kesehatan Manusia

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Oktober

mendirikan pabrik bertujuan untuk membantu kemudahan manusia. Namun, hal

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia, hewan maupun tumbuhan. Pencemaran terhadap lingkungan

III. METODOLOGI PENELITIAN. di laboratorium Kimia Analitik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia telah mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan.

bio.unsoed.ac.id III. METODE PENELITIAN

AIR MUARA SUNGAI ASAHAN TANJUNG BALAI DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA)

Distribution of Heavy Metals Lead (Pb) and cadmium (Cd) in Sediments, Water, and Bivalves in Wiso Estuary Jepara.

Determinasi Kandungan Kadmium (Cd) Di Perairan Pantai Malalayang Sekitar Rumah Sakit Prof Kandou Manado

KANDUNGAN ZAT PADAT TERSUSPENSI (TOTAL SUSPENDED SOLID) DI PERAIRAN KABUPATEN BANGKA

IDENTIFIKASI PENCEMARAN AIR PERMUKAAN SUNGAI BY PASS KOTA PADANG DENGAN METODE SUSEPTIBILITAS MAGNET

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

IJMS Indonesian Journal On Medical Science Volume 3 No 2 - Juli 2016

BAB I PENDAHULUAN. Laut dan kehidupan di dalamnya merupakan bagian apa yang disebut

Acta Aquatica, 4:2 (Oktober, 2017): Acta Aquatica. Aquatic Sciences Journal

ANALISIS LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA IKAN LELE (Clarias sp.) YANG DIBUDIDAYAKAN DI KOTA PEKALONGAN

I. PENDAHULUAN. masalah yang sangat krusial bagi negara maju dan sedang berkembang. Terjadinya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni-Juli 2013 di Unit Pelaksanaan

I. PENDAHULUAN. Wilayah pesisir kota Bandar Lampung merupakan suatu wilayah yang mempunyai

I. PENDAHULUAN. Pesisir pantai kota Bandar Lampung merupakan salah satu lokasi yang telah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Pertumbuhan penduduk dan populasi penduduk yang tinggi

EFEKTIFITAS DEPURASI UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb dan Cd DALAM DAGING KERANG DARAH (Anadara granossa)

BAB I PENDAHULUAN. menjadi sumber pencemar bagi lingkungan (air, udara dan tanah). Bahan

ISSN Penetapan Kadar Pencemaran Logam Pb dan Cr Pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) di Muara Sungai Badung

Air dan air limbah Bagian 54 : Cara uji kadar arsen (As) dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) secara tungku karbon

PENYEHATAN MAKANAN MINUMAN A

DISTRIBUSI LOGAM BERAT Pb DAN Cu PADA AIR LAUT, SEDIMEN, DAN RUMPUT LAUT DI PERAIRAN PANTAI PANDAWA

BAB I PENDAHULUAN. 51' 30 BT perairan tersebut penting di Sumatera Utara. Selain terletak di bibir Selat

BAB I PENDAHULUAN. sampah di TPA umumnya masih menggunakan metode open dumping, seperti pada

I. PENDAHULUAN. akibatnya air mengalami penurunan akan kualitasnya. maka batas pencemaran untuk berbagai jenis air juga berbeda-beda.

Transkripsi:

DISTRIBUSI KADMIUM (Cd 2+ ) SECARA HORIZONTAL DI PERAIRAN WONOREJO, SURABAYA Mega Estianna Pratiwi 1, Giman 2, Supriyatno Widagdo 3, Universitas Hang Tuah Email: megaestianna@gmail.com Abstrak: Penelitian mengenai tingkat pencemaran kadmium (Cd 2+ ) perlu dilakukan karena Perairan Wonorejo adalah daerah ekosistem mangrove yang dimanfaatkan biota laut sebagai tempat tinggal. Kadmium (Cd 2+ ) digunakan sebagai zat warna, industri baterai, dunia fotografi senyawa kadmium bromida dan kadmium ionida, pembuatan tetraetil-pb, perindustrian manufaktur Poly Vinil Chlorida (PVC). Kelarutan Cd 2+ pada perairan dalam konsentrasi tertentu dapat membunuh biota perairan. Perairan Wonorejo adalah daerah yang dialiri 3 muara yaitu Muara Sungai Jagir, Wonorejo, dan Gunung Anyar. Muara Sungai Jagir dan Wonorejo adalah muara yang dekat pemukiman warga yang berdampak meningkatnya limbah domestik di muara tersebut, sedangkan Muara sungai Gunung Anyar daerah tersebut tidak hanya dekat dengan pemukiman warga, tetapi juga tempat pembuangan limbah industri. Sampel air laut diambil dari 6 Stasiun yang terletak dekat dengan Muara Sungai Jagir, Wonorejo, Gunung Anyar, Zona Perairan dekat 3 Muara, dan 2 stasiun di Laut Lepas di Perairan Wonorejo. Hasil pengukuran Cd 2+ dengan metode Spektofometri Serapan Atom (SSA) menghasilkan data konsentrasi Cd 2+ pada hari pertama berkisar antara 0-0,050 mg/l, hari kedua berkisar 0-0,041 mg/l, hari ketiga berkisar 0,11-0,31 mg/l. Hasil dari ketiga hari penelitian menunjukkan bahwa di Perairan Wonorejo sudah tercemar karena Cd 2+ di Perairan tersebut sudah melewati Nilai Ambang Batas yaitu sebesar 0,001 mg/l. Kata Kunci: Distribusi, Perairan Wonorejo, Kadmium (Cd 2+ ), SSA, Limbah. Abstract: Research on the level of cadmium contamination (Cd 2 + ) needs to be done because the waters of Wonorejo is the area of mangrove ecosystem which is utilized marine biota as a place to live.cadmium (Cd 2+ ) is used as a dye, battery industry, photography world of cadmium bromide compound and cadmium ionide, tetraethyl-pb manufacture, manufacturing industry of Poly Vinyl Chloride (PVC). Solubility of Cd 2+ in waters in certain concentrations can kill aquatic biota. Waters of Wonorejo is an area that flows 3 estuaries of the Estuary of Jagir River, Wonorejo, and Gunung Anyar. Estuary of Jagir and Wonorejo River is the estuary near the settlement of citizens which impact the increase of domestic waste in estuary, while Estuary of river of Gunung Anyar area is not only close to residence of citizen, but also industrial waste dump. Seawater samples are taken from 6 stations located close to Jagir River Estuary, Wonorejo, Gunung Anyar, Water Zone near 3 Muara, and 2 stations on the high seas in Wonorejo Waters. The result of measurement of Cd 2+ by Atomic Absorbsion Spectrophotometri (AAS) method resulted Cd 2+ concentration data on the first day ranged from 0 to 0.050 mg / L, the second day ranged from 0 to 0.041 mg / L, the third day ranged from 0.11 to 0.31 mg / L. Results from the third day of the study showed that in waters of Wonorejo already contaminated because Cd 2+ in the waters have passed the threshold value of 0.001 mg / L. Keywords: Distribution, Sea Waters of Wonorejo, Cadmium (Cd 2+ ), SSA, Waste. PENDAHULUAN Kota Surabaya merupakan Ibukota Provinsi Jawa Timur dan merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang terletak di daerah pesisir. Pencemaran berasal dari limbah yang dibuang oleh berbagai kegiatan pembangunan (seperti tambak, perhotelan, pemukiman dan industri) yang terdapat di dalam wilayah pesisir. Limbah cair domestik dan industri (domestic Mega Estianna Pratiwi, Giman, Supriyatno Widagdo: Distribusi Cadmium B-81

and industrial sewage) merupakan masalah pencemaran yang paling besar di banyak tempat di Surabaya. Hal ini umumnya disebabkan karena tidak atau kurang memadainya fasilitas untuk menangani dan mengelola limbah cair domestik dan industri. Sebagian besar pengembangan industri selama beberapa tahun yang lalu berlangsung juga di kawasan pesisir. Hal ini, diikuti dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat, telah berakibat pada meningkatnya pencemaran di kawasan pesisir dan laut yang berasal dari proses produksi industri serta limbah domestik (BLH, 2010). Perairan Pamurbaya merupakan daerah pesisir pantai sepanjang 28 km termasuk diantaranya Perairan Wonorejo (Nurdin, 2011). Perairan Wonorejo adalah daerah yang dialiri 3 muara yaitu Muara Sungai Jagir, Wonorejo, dan Gunung Anyar. Muara Sungai Jagir adalah muara yang dekat pemukiman warga yang berdampak meningkatnya limbah domestik di muara tersebut, sedangkan Muara sungai Gunung Anyar dan Wonorejo daerah tersebut tidak hanya dekat dengan pemukiman warga, tetapi juga tempat pembuangan limbah industri Jenis polutan yang saat ini cukup ditakuti oleh beberapa kalangan karena bersifat toksik dan jumlahnya cukup mengkhwatirkan adalah logam berat, sebab logam berat tidak bisa dihancurkan dan dapat terakumulasi dalam perairan (Puspita, 2012). Logam yang mempunyai kontribusi toksisitas di dalam air adalah timbal, kadmium, merkuri, dan aluminium (Istarani dan Pandebesie, 2014). Peningkatan kadar logam berat pada air akan mengakibatkan logam berat yang semula dibutuhkan untuk berbagai proses metabolisme dapat berubah menjadi racun dan menimbulkan efek toksik pada biota (Rochyatun dkk., 2006). Kadmium (Cd 2+ ) digunakan sebagai zat warna, industri baterai, dunia fotografi senyawa kadmium bromida dan kadmium ionida, pembuatan tetraetil-pb, perindustrian manufaktur Poly Vinil Chlorida (PVC) (Puspita, 2012). Logam Cd 2+ merupakan salah satu logam berat yang juga bersifat racun dan merugikan semua organisme hidup, tidak terkecuali manusia (BLH, 2011). Penelitian mengenai tingkat pencemaran kadmium (Cd 2+ ) perlu dilakukan karena Perairan Wonorejo adalah daerah ekosistem mangrove yang dimanfaatkan biota laut sebagai tempat tinggal. Kelarutan Cd pada perairan dalam konsentrasi tertentu dapat membunuh biota perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis konsentrasi Cd 2+ di Perairan Wonorejo. METODE PENELITIAN Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Maret-April 2017 di sekitar Perairan Wonorejo yang ditunjukkan pada Gambar 1. Lokasi Wonorejo terletak di dekat Muara Sungai Jagir, Wonorejo dan Gunung Anyar. Wonorejo berbatasan dengan Pulau Madura di sebelah Utara. Sebelah Selatan Kota Sidoarjo dan sebelah Timur Selat Madura. Pengambilan sampel dilakukan selama 3 minggu dengan durasi 1 kali dalam 1 minggu pengambilan sampel. Sampel air laut yang akan diuji diambil dari 6 stasiun yang akan di plot dengan menggunakan Global Positioning System (GPS). Pengambilan sampel air laut diambil di Muara Sungai Jagir, Muara Sungai Wonorejo, Muara Sungai Gunung Anyar, Zona perairan dekat Muara Sungai Jagir, Wonorejo, Gunung Anyar, dan laut lepas. Metode Pengambilan Sampel Pengambilan sampel diambil secara langsung dari badan perairan yang sedang dipantau. Sampel air laut diambil dengan menggunakan botol cokelat yang sudah dilapisi dengan kertas aluminium foil dan disimpan dalam cooler box. Hal ini bertujuan untuk mengawetkan sampel agar kandungan yang ada di dalamnya tidak rusak saat dibawa ke laboratorium. Analisis Kadmium Penentuan kadar logam Kadmium (Cd) pada Air (SNI 6989:16:2009) 50 ml sampel air dimasukkan ke dalam gelas piala 100 ml dan ditambahkan 5 ml HNO 3 pekat, tutup dengan kaca arloji. Kemudian dipanaskan perlahan-lahan sampai sisa volumenya 15 ml-20 ml. Jika destruksi B-82 Mega Estianna Pratiwi, Giman, Supriyatno Widagdo: Distribusi Cadmium

belum sempurna (tidak jernih), maka ditambahkan lagi 5 ml HNO 3 pekat dan ditutup dengan kaca arloji kemudian dipanaskan lagi (tidak mendidih). Proses ini dilakukan secara berulang sampai semua logam terlarut, yang terlihat dari warna endapan sampel air menjadi agak putih atau sampel air menjadi jernih. Setelah itu kaca arloji dibilas dan air bilasannya dimasukan ke dalam gelas piala. Kemudian sampel air dipindahkan ke dalam labu ukur 50 ml dan ditambahkan air akuades sampai tepat tanda tera lalu dihomogenkan. Setelah itu dibaca serapannya dengan menggunakan alat SSA kemudian mencatat hasilnya (Partogi dkk., 2014). Gambar 1. Lokasi Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Konsentrasi Kadmium di Perairan Wonorejo, Surabaya Hasil peneitian yang telah dilakukan di Perairan Wonorejo, Surabaya diperoleh nilai konsentrasi kadmium yang bervariasi pada masing-masing stasiun penelitian (Tabel 1). Letak stasiun yang berbeda memberikan pengaruh terhadap fluktuasi nilai konsentrasi kadmium. Tabel 1. Konsentrasi kadmium pada 6 stasiun di Periaran Wonorejo, Surabaya Minggu ke- Konsentrasi Total Kadmium (mg/l) pada stasiun 1 2 3 4 5 6 1 0.0400 0.0500 0.0000 0.0500 0.0000 0.0000 2 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0410 3 0.1600 0.3100 0.1700 0.1900 0.1100 0.1600 Kadmium di Perairan Wonorejo berkisar antara 0,0367-0,12 mg/l. Konsentrasi kadmium tertinggi di Perairan Wonorejo, Surabaya berada pada stasiun 2. Lokasi stasiun 2 berada di muara sungai Wonorejo, sungai Wonorejo sudah dianggap tercemar karena berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, pengukuran logam berat terlarut Hg didapatkan sebesar 0,015-0,017 ppm dengan nilai rata-rata sebesar 0,016±0,001 ppm. Konsentrasi tersebut tergolong tinggi menurut standar baku mutu air laut dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Mega Estianna Pratiwi, Giman, Supriyatno Widagdo: Distribusi Cadmium B-83

Tahun 2004 Lampiran 3 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut sebesar 0,001 ppm. Logam berat Cu terlarut pada lokasi yang sama ditemukan sebesar 0,071-0,091 ppm dengan nilai rata-rata 0,080±0,010 ppm. Nilai tersebut juga berada di atas baku mutu air laut untuk biota laut (Sari dkk., 2017). Hasil pemantauan dari Ecoton mengatakan bahwa kualitas air di sungai Wonorejo Rungkut, sangat buruk, dan dari hasil pengukuran yang dilakukan, terlihat kalau air di sungai Wonorejo, tercemar limbah berat, dari industri dan rumah tangga (Nugraha dan Aunurohim, 2012). Distribusi kadmium pada Perairan Wonorejo disajikan pada Gambar 2. Gradasi warna mendekati biru tua menunjukkan konsentrasi kadmium yang semakin meningkat, sedangkan gradasi warna mendekati biru muda menunjukkan konsentrasi kadmium yang semakin menurun. Konsentrasi kadmium pada hari ke-1 yang paling tinggi berada pada stasiun 2 dan 4 yaitu sebesar 0,05 mg/l, kemudian pada hari 2 konsentrasi yang paling tinggi berada pada stasiun 6 yaitu sebesar 0,041 mg/l. Pada hari ke-3 konsentrasi kadmium yang paling tinggi berada di stasiun 2 yaitu sebesar 0,31 mg/l. Hasil ketiga hari tersebut jika dirata-rata maka konsentrasi kadmium yang paling tinggi berada pada stasiun 2 yaitu sebesar 0,12 mg/l. Konsentrasi kadmium yang paling rendah jika dilihat dari hasil rata-rata berada di stasiun 5 yaitu sebesar 0,0367 mg/l. Konsentrasi kadmium pada hari ke-1 di stasiun 1, 2 dan 4 nilainya sudah melewati nilai ambang batas berdasarkan Kepmen LH No. 51 Tahun 2004. Pada hari ke-2 nilai konsentrasi kadmium di stasiun 6 juga sudah melewati nilai ambang batas, hari ke-3 konsentrasi kadmium pada stasiun 1 sampai 6 semuanya sudah melewati nilai ambang batas. Hasil dari ketiga hari tersebut jika dirata-rata dari stasiun 1 sampai 6 akan menunjukkan nilai yang sudah melebihi nilai ambang batas. Perairan Wonorejo dapat dikatakan sudah tercemar oleh logam berat kadmium karena hasilnya yang melebihi nilai ambang batas. Minggu ke-1 (a) B-84 Mega Estianna Pratiwi, Giman, Supriyatno Widagdo: Distribusi Cadmium

Minggu ke-2 (b) Gambar 2. (a), (b) Distribusi Kadmium secara horizontal di Perairan Wonorejo, Surabaya KESIMPULAN Konsentrasi kadmium tertinggi berada pada stasiun 2 dengan kadar 0,120 mg/l, terendah berada di stasiun 5 yaitu sebesar 0,0367 mg/l. Konsentrasi kadmium pada stasiun 1, 3, 4, dan 6 sebesar 0,067 mg/l, 0,057 mg/l, 0,080 mg/l, dan 0,067 mg/l. Konsentrasi kadmium selama penelitian 3 hari menujukkan bahwa nilaniya sudah melewati Nilai Ambang Batas yaitu sebesar 0,001 mg/l. REFERENSI Badan Lingkungan Hidup [BLH]. 2010. Laporan Kegiatan Pengendalian Pencemaran Kawasan Pantai dan Pesisir. Badan Lingkungan Hidup [BLH]. 2011. Laporan Kegiatan Pengendalian Pencemaran Kawasan Pantai dan Pesisir. Nugraha, L. I. Aunurohim dan Dea. 2012. Makrozoobentos di Sungai Wonorejo Surabaya. 1: 1-5. Puspita, F. 2012. Evaluasi Kadar Cemaran Pb dan Cd Dalam Air pada Pantai dan Daerah Perikanan di Sekitar Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom. Makalah Publikasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Rochayatun E., Kaisupy M, T., dan Rozak A. 2006. Distribusi Logam Berat dalam Air dan Sedimen di Perairan Muara Sungai Cisadane. Makara Sains 10(1): 35-40. Sari, S, H, J., Kirana, J, F, A., dan Guntur. 2017. Analisis Kandungan Logam Berat Hg dan Cu Terlarut di Perairan Pesisir Wonorejo, Pantai Timur Surabaya. Jurnal Pendidikan Geografi 22(1):1-9. Mega Estianna Pratiwi, Giman, Supriyatno Widagdo: Distribusi Cadmium B-85