Agus Susworo Dwi Marhaendro Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta

dokumen-dokumen yang mirip
Pengantar.. Apa yang harus diukur? Agus Susworo Dwi Marhaendro Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta

Apa yang harus diukur? Apa yang harus diukur? Motor Abillity Test VO2Max Kecepatan Kekuatan Kelentukan Power dll... Sport Skill Test Passing Service T

6/19/2015. Passing Receiving Turning Dribbling Shooting. Monitoring progress (measuring & testing) Agus Susworo Dwi Marhaendro FIK - UNY

Agus Susworo Dwi Marhaendro Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta Pengantar

PROSEDUR PELAKSANAAN TES KONDISI FISIK DAN KETERAMPILAN BERMAIN SEPAKBOLA. Tujuan : Tes ini bertujuan untuk mengukur daya tahan aerobic seseorang

LAMPIRAN 7. Prosedur Pelaksanaan Tes. Prosedur tes : pernafasan atau dapat pula untuk mengukur VO2 Max. kebutuhan

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010:3). Metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jl.Sekolah pembangunan NO. 7A Medan Sunggal

NARASI BENTUK-BENTUK TES KEBUGARAN JASMANI BAGI KARYAWAN

TES PENGUKURAN KAPASITAS AEROBIK

TES KEBUGARAN JASMANI BAGI ANAK USIA SEKOLAH LANJUTAN

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

TES POWER VERTIKAL JUMP. Aris Fajar Pambudi FIK UNY

BAB III METODE PENELITIAN

LAMPIRAN 1. INSTRUMEN PENELITIAN Test of Gross Motor Development 2 (TGMD-2)

BAB III METODE PENELITIAN

PEMERIKSAAN KESEGARAN JASMANI ANAK USIA SEKOLAH LANJUTAN. Oleh: Cerika Rismayanthi, M.Or NIP

DOKUMEN INSTRUMEN PENILAIAN UJIAN KETERAMPILAN

untuk mengetahui hubungan antara kelincahan dan kekuatan power tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam suatu penelitian membutuhkan suatu metode yang sesuai untuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. ayunan. Terdapat berbagai macam lari, misalnya: sprint (lari cepat), lari

PETUNJUK PELAKSANAAN BARROW MOTOR ABILITY TEST. a. Tujuan : Untuk mengukur komponen power otot tungkai

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Lampiran 3. Petunjuk Pelaksanaan TKJI untuk Anak Usia Tahun. Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan.

Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. 1) lintasan lurus, datar, tidak licin, berjarak 30 meter, dan mempunyai

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Dalam sebuah penelitian diperlukan suatu metode penggunaan metode dalam

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian dari Fakultas

METODOLOGI PENELITIAN. sendiri (Suharsimi Arikunto, 1998:131). Berdasarkan tujuan dalam penelitian

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. mencapai tujuan dari penelitian itu. Macam-macam penelitian dikemukakan oleh

III. METODOLOGI PENELITIAN. serangkaian hipotesis dengan menggunakan teknik dan alat-alat tertentu

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. membuktikan sesuatu atau untuk mencari sebuah jawaban.

METODOLOGI PENELITIAN. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Hal ini sesuai

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

ANALISIS KONDISI FISIK PEMAIN SEPAK BOLA KLUB PERSEPU UPGRIS TAHUN 2016

dengan batas batas setiap jarak 10 meter 1) 1 orang tester merangkap pencatat waktu 2) Pengawas merangkap penghitung jarak lari sesuai kebutuhan

Lampiran 1: Surat Pembimbing Tugas Akhir Skripsi (TAS)

III. METODOLOGI PENELITIAN. tujuan dengan sebaik mungkin dari usaha penelitian itu sendiri (Surachmad,

ATRI WIDOWATI 1 ADHE SAPUTRA 2 Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Fakultas ilmu keolahragaan Universitas jambi

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

Pengantar. Assessment (Atlet) Apa yang harus diukur? 6/19/2015. dilihat saja bisa, kenapa harus diukur. Tinggi? Berat? Postur? Lari? Pukulan? Lempar?

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. (Casady, Mabes, dan Alley :1971) yang dikutip oleh Sudarno,SP (1992:9)

METODOLOGI PENELITIAN. digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. variabel satu dengan variabel yang lain. Sedangkan menurut Soekidjo

BAB III METODE PENELITIAN. keadaan sejernih mungkin tanpa ada perlakuan terhadap objek yang diteliti.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif adalah

BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi Dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen tidak murni. Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian agar dapat menungkap jawaban yang diinginkan. Metode ini. dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono,2012:2).

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik komparatif dengan teknik

BAB III METODE PENELITIAN

bab 1 gerak dasar kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang

Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014 Halaman

Gambar 3.1 Korelasi Hubungan Antara X 1, X 2 dengan Y Keterangan ;

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

Lampiran 8. Petunjuk Pelaksanaan Tes Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk Umur tahun TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA UNTUK UMUR TAHUN

: Panjang tungkai. : Power otot tungkai.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 2002: 108). Sedangkan menurut (Sudjana, 1996: 6) populasi adalah totalitas

BAB III METODE PENELITIAN. r 1. r 2. Gambar 3.1 Desain Penelitian

Lompat jangkit ( Triple Jump ) 1

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. penelitian membahas alat-alat yang digunakan dalam mengukur atau

BAB III METODE PENELITIAN

Lampiran 1: Lembar Permohonan Pembimbing Tugas Akhir Skripsi

III. METODE PENELITIAN. digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian. Metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. jasmani metode interval training dengan tugas latihan lompat segi-6, lompat segi-4

III. METODOLOGI PENELITIAN. tehnik penelitian membicarakan alat-alat yang akan digunakan dalam

PETUNJUK PELAKSANAAN TES PEMANDUAN BAKAT

KEBUGARAN JASMANI. 2. Tes Kebugaran Jasmani Lari 2.4 Km Copper

BAB III METODE PENELITIAN. teknik pengumpulan datanya menggunakan tes dan pengukuran, sehingga

Latihan Kekuatan Otot Tubuh Bagian Atas

A. Daya Tahan dan Kekuatan Otot

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. penelitian disesuaikan dengan masalah serta tujuan penelitian tersebut. Tujuan penelitian

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Dalam setiap penelitian diperlukan suatu metode. Penggunaan

Serambi Akademica, Vol. III, No. 2, November 2015 ISSN :

Lampiran Berdiri menyamping dengan bahu lurus segaris dengan cone pertama. 4. Ulangi sesuai dosis yang ditentukan.

Agility T Test Taekwondo

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam setiap penelitian diperlukan suatu metode. Penggunaan metode

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap variabel mandiri tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

Agus Susworo Dwi Marhaendro Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta Disampaikan pada Diklat Pelatih Tingkat Daerah Pengprov TI DIY Yogyakarta, 11 Januari 2013 1

Pengantar.. Pengukuran tidak asing dalam olahraga beladiri Salah satunya Taekwondo Penentuan KELAS Pengukuran menggunakan istrumen (alat) Tes & Pengukuran = Penentuan 2

EVALUASI ANALISIS DATA TES NON TES PENGUKURAN 3

Apa yang harus diukur? Kemampuan (abilities) Motor Ability Test Keterampilan (skills) Sport Skill Test Taekwondo VO 2 Max, Power, Kecepatan,. Tendangan, Pukulan, 4

Tes VO 2 Max Multistage Fitness Test Balke VO 2 max test Cooper VO 2 max test Queen s College Step Test 5

Multistage Fitness Test Tujuan: to monitor the development of the athlete's maximum oxygen uptake (VO2max). Disiapkan / diperlukan: Area datar dan tidak licin Meteran Cone pembatas Kaset atau CD The Multi-Stage Fitness Test Tape recorder atau CD Player Lembar pencatat Petugas 6

Multistage Fitness Test Pelaksanaan: Lari hilir mudik (shuttle) pada lintasan 20 meter, dengan mengikuti irama (dari kaset atau CD) Jika atlet tiba di akhir shuttle sebelum bunyi bip, atlet harus menunggu bunyi bip dan kemudian kembali berjalan Jika atlet gagal untuk mencapai akhir shuttle sebelum bip tersebut harus diperkenankan 2-3 shuttle lagi untuk berusaha mendapatkan kembali langkah yang diperlukan Petugas mencatat Level dan Shuttle 7

Multistage Fitness Test Penghitungan VO 2 max VO 2 max = 18.043461 + (0.3689295 x TS) + (-0.000349 x TS x TS) TS = jumlah total shuttle Estimasi kesalahan 0.3 mls/kg/min 8

Multistage Fitness Test Contoh Atlet dapat mampu mempertahankan irama lari (sesuai dengan bip ) pada Level 10, shuttle 5. TS = 95 + 5 = 100 Level Shuttle Level Shuttle 1 8 12 119 2 16 13 132 3 24 14 145 4 33 15 158 5 42 16 172 6 52 17 186 7 62 18 201 8 73 19 216 9 84 20 232 10 95 21 248 11 107 22 264 9

Multistage Fitness Test Contoh VO 2 max = 18.043461 + (0.3689295 x TS) + (-0.000349 x TS x TS) = 18.043461 + (0.3689295 x 100) + (-0.000349 x 100 x 100) = 18.043461 + 36.89295 3.49 = 51.446411 mls/kg/min Estimasi = 51.15 51.75 mls/kg/min 10

Balke VO 2 max test Tujuan "A simple field test for the assessment of physical fitness Memonitor peningkatan VO 2 max atlet Diperlukan / disiapkan Lintasan lari (diusahakan 400m) Stopwatch Peluit Petugas (dengan alat tulis dan lembar pengisian) 11

Balke VO 2 max test Petunjuk pelaksanaan atlet harus berlari sejauh mungkin dalam 15 menit Petugas memberikan perintah "GO stopwatch mulai dihidupkan atlet mulai lari Petugas: menginformasikan waktu di akhir setiap putaran 400 meniup peluit setelah 15 menit (atlet harus berhenti) mencatat total jarak tempuh (10 meter terdekat) 12

Balke VO 2 max test VO 2 max (mls/kg/min ) : (((Jarak tempuh lari 15) - 133) 0.172) + 33.3 Contoh : Mampu menempuh 3200 meter (((3200 15) - 133) 0.172) + 33.3 (( 213.3333-133) 0.172) + 33.3 ( 80.3333 0.172) + 33.3 13.8173 + 33.3 47.1173 mls/kg/min 13

Cooper VO 2 max test Tujuan Mengukur maximal oxygen intake". Memonitor peningkatan aerobic endurance atlet Mengestimasi VO 2 max. Seperti Balke VO 2 max Test, (tetapi waktu selama 12 menit) VO 2 max (mls/kg/min): (Jarak tempuh - 504.9) 44.73 14

Lyon VO 2 max test Tujuan Mengukur maximal oxygen intake". Memonitor peningkatan aerobic endurance atlet Mengestimasi VO 2 max. Seperti Balke VO 2 max Test, (tetapi waktu selama 6 menit) VO 2 max (mls/kg/min): (Jarak tempuh x 35) 100 15

1.5 mile run test Tujuan To determine the client s level of cardiorespiratory fitness Memonitor peningkatan VO 2 max atlet Diperlukan / disiapkan Lintasan lari (1.5 mil = 2.41 km) Stopwatch Peluit Petugas (dengan alat tulis dan lembar pengisian) 16

1.5 mile run test Petunjuk pelaksanaan atlet harus berlari secepat mungkin sejauh 1.5 mil Petugas memberikan perintah "GO stopwatch mulai dihidupkan atlet mulai lari Petugas: stopwatch mulai dimatikan setelah atlet menempuh jarak 1.5 mil mencatat waktu tempuh 17

1.5 mile run test VO 2 max (mls/kg/min ) : 3.5 + 483 / (Waktu tempuh lari) Contoh : Mampu 7 menit 30 detik 3.5 + 483 / 7.5 3.5 + 64.4 67.9 mls/kg/min 18

Queen s College Step Test Tujuan Memonitor sistem cardiovascular atlet. Disiapkan / diperlukan Bangku 16.25 inci ( 41.3 cm ) Stopwatch Metronome (pengatur irama langkah) Heart rate monitor (bisa secara manual) Petugas 19

Queen s College Step Test Petunjuk pelaksanaan Atlet harus melangkah naik dan turun bangku selama 3 menit dengan irama langkah Irama Langkah / menit Laki-laki 24 Perempuan 22 20

Queen s College Step Test Pelaksanaan Petugas mengkondisikan metronome untuk irama langkah (laki-laki atau perempuan)) Petugas memberikan perintah "GO", stopwatch mulai dihidupkan atlet mulai naik turun bangku Petugas memastikan atlet mempertahankan irama langkah (kecepatan menit) Petugas menghentikan atlet setelah 3 menit Petugas mencatat denyut jantung atlet (selama 15 detik), setelah istirahat 5 detik 21

Queen s College Step Test VO 2 max(mls/kg/min) = Laki-laki = 111.33 ( 1.68 x DN ) Perempuan = 65.81 ( 0.7388 x DN ) DN = denyut nadi selama 15 detik. 22

Tes VO 2 max (laboratorium) Treadmill Test Balke Cooper Bruce, dll 23

Tes Power Vetical Jump Margaria-Kalamen Power Test Standing Long Jump Test/Broad Jump 2-Hop Jump 3 Hop Test 24

Vertical Jump Test Tujuan Memonitor elastic leg strength atlet. Diperlukan / Disiapkan: Dinding Papan meteran Kapur Petugas 25

Vertical Jump Test Pelaksanaan Ujung jari atlet diberi kapur Atlet berdiri di samping dinding, menjaga kedua kaki yang di tanah, menraih setinggi mungkin dengan satu tangan dan tandai papan meteran di dinding dengan ujung jari-jari (M1) 26

Vertical Jump Test Pelaksanaan Skor Atlet dari posisi statis melompat setinggi mungkin dan menandai papan memetran di dinding dengan kapur dengan jarinya (M2) Petugas mencatat hasil M1 dan M2 (dalam cm) Atlet diberikan kesempatan 3 kali pada M2 Petugas menghitung selisih M1 dan M2 27

Vertical Jump Test Skor Petugas menghitung selisih M1 dan M2 Formula Power Lewis Formula Average Power (Watts) = 4.9 x mass (kg) x VJ (m) x 9.81 Sayers Formula Peak power (W) = 60.7 x VJ (cm) + 45.3 x mass(kg) 2055 Harman Formula Peak power (W) = 61.9 x VJ (cm) + 36.0 x mass (kg) + 1822 Average power (W) = 21.2 x VJ (cm) + 23.0 x mass (kg) 1393 28

Margaria-Kalamen Power Test Tujuan is to monitor the development of the athlete's strength and speed (power). Disiapkan / dibutuhkan Stopwatch Petugas Tangga (minimal 12 anak tangga ± 17.5 cm) Cone Timbangan Meteran 29

Margaria-Kalamen Power Test Pelaksanaan Atlet melakukan pemanasan Petugas memberi tanda garis awal dengan cone, pada 6 meter di depan anak tangga pertama Petugas menempatkan cone pada anak tangga ke-3, 6 dan 9 Patugas mengukur jarak vertikal antara anak tangga ke-3 dan 9 ( D = meter) Petugas menimbang atlet ( M = kg) 30

Margaria-Kalamen Power Test 31

Margaria-Kalamen Power Test Pelaksanaan Petugas memberikan perintah GO" Atlet sprint dan menaiki tangga mengambil tiga langkah, mendarat pada anak tanggal 3, 6 dan 9. stopwatch dihidupkan ketika kaki atlet mendarat pada anak tangga 3, stopwatch dihentikan ketika kaki atlet mendarat pada anak tangga 9 Petugas mencatat waktu yang ditempuh ( t = detik ) 32

Margaria-Kalamen Power Test Menghitung Power (Watts) : P = (M x D) x 9.8 t P = Power (Watts) M = Athlete's weight (kg) D = Vertical distance (m) - 3rd to 9th step t = Time (s) 33

Standing Long Jump Test Tujuan Mengukur explosive power kaki Dusiapkan / diperlukan Lantai tidak licin untuk awalan meloncat, and tempat mendarat yang lunak Meteran untuk mengukur jarak loncatan Alat khusus (Long Jump Landing Mats) 34

Standing Long Jump Test Pelaksanaan Atlet yang berdiri di belakang garis yang ditandai dengan kaki agak terpisah. Atlet melomcat dan mendarat dengan kedua kaki, dengan ayunan lengan dan menekuk lutut. Atlet berusaha meloncat sejauh mungkin, mendarat di kedua kaki tanpa jatuh ke belakang. Diberikan tiga kesempatan. Skor Hasil terbaik dari tiga kali kesempatan 35

Tes Power (laboratory) Strength dan Power 36

Tes Kelicahan Hexagonal Obstacle Test Zig-ZagTest Agility T-Test Side-Step Test Shuttle run Test 505 Agility Test 37

Hexagonal Obstacle Test Tujuan: Memonitor agility atlet. Disiapkan / diperlukan hexagonal dengan sisi 66 cm Stopwatch Petugas 38

Hexagonal Obstacle Test Pelaksanaan Atlet berdiri di tengah hexagon, menghadap ke sisi A Petugas memberi perintah GO dan menghidupkan stopwatch Atlet meloncat melewati sisi B dan kembali ke tengah, lalu melewati sisi C dan kembali ke tengah, dan seterusnya sampai melewati sisi A dan kembali ke tengah (dinamakan 1 putaran) Atelt melakukan sebanyak 3 putaran Petugas menghentikan spotwatch setelah atlet menyelesaikan 3 putaran 39

Hexagonal Obstacle Test Pelaksanaan Petugas menghentikan spotwatch setelah atlet menyelesaikan 3 putaran Diberikan istirahat selama 5 manit untuk melakukan kembali The athlete has 5 minute rest and then repeats the test Apabila meloncat pada sisi yang salah dan menginjak garis sisi, maka harus diulangi Skor Rerata dari kedua kesempatan tersebut 40

Zig-ZagTest Tujuan to monitor the development of the athlete's speed and agility. Disiapkan / diperlukan Area permukaan datar & tidak licin Cone 5 buah Stopwatch Petugas 41

Zig-ZagTest Pelaksanaan Petugas membuat area tes, berupa bujursangkar dengan sisi 16 feet dengan 4 cone di masing-masing ujung, dan meletakkan 1 cone di tengah. Serta membuat rute untuk lari 42

Zig-ZagTest Pelaksanaan Petugas memberikan perintah GO dan menghidupkan soptwatch Atlet memulai dari cone Start & Finish dan mengikuti rute lari Petugas menghentikan stopwatch, setelah atlet melewati cone Start & Finish, dan catatan waktunya Skor Waktu yang dibutuhkan dari start menuju finish 43

Agility T-Test Tujuan Mengukur agility, termasuk lari ke depan, ke samping dan ke belakang, atlet. Disiapkan / diperlukan: Meteran Cone pembatas Stopwatch Timing gates (optional) 44

Agility T-Test Pelaksanaan 4 cone pembatas diatur sedemikian rupa seperti ilustrasi di samping. Atlet memuali pada cone A (Start/Finish). 45

Agility T-Test Pelaksanaan Petugas memberikan perintah GO dan menghidupkan stopwatch, atlet lari cepat ke depan menuju cone B, dan menyentuh dasarcone B dengan tangan kanan. Kemudian atlet lari samping ke arah kiri menuju cone C, dan menyentuh dasar cone C dengan tangan kiri Kemudian atlet lari samping ke arah kanan menuju cone D, melewati cone B, dan menyentuh dasar cone D dengan tangan kanan 46

Agility T-Test Pelaksanaan Kemudian atlet lari samping ke arah kiri menuju cone B, dan menyentuh dasar cone B dengan tangan kiri Kemudian atlet lari mundur kebelakang menuju cone A kembali Petugas menghentikan stopwatch apabila atlet telah melewati cone A (Start/Finish) Skor: Waktu terbaik dari 3 kali kesempatan, (dicatat samapi 0.1 detik) 47

Side-Step Test Tujuan Memonitor kelincahan. Diperlukan / Disiapkan Lantar datar, tidak licin, dengan 2 tanda garis sejajar ( jarak 3 ft = 90 cm ) Meteran Stopwatch 48

Side-Step Test Pelaksanaan: Atklet berdiri di antara kedua garis, loncat ke kiri melewati garis, loncat kembali ke tengah, lalu loncat ke kanan melewati garis, loncat kembali ke tengah ( 1 rangkaian gerak ) Atlet melakukan sebanyak mungkin rangkaian gerak dalam waktu 1 menit Skor: 1 rangkaian gerak = 1, dan loncat satu sisi = 0.5. Skor adalah pengulangan rangkaian gerak dalam waktu 1 menit 49

Shuttle Run Test Tujuan Meminotor kelincahan. Diperlukan / Disiapkan Lantar datar, tidak licin, sepanjang 10 meter Stopwatch Pelaksanaan: Skor: Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan lari bolak-balik 50

505 Agility Test Tujuan Meminotor kelincahan. Diperlukan / Disiapkan Lantar datar, tidak licin Cone ( 6 buah ) Stopwatch Pelaksanaan: Skor: Waktu tercepat dari 2 kesempatan 51

Tes kemampuan yang lain? Flexibility Balance Coordonation Silakan jelajahi.. www.topendsports.com www.brianmac.co.uk www.thefitmap.co.uk 52

Tes Keterampilan? Tes Tendangan Pelatih dapat membuat Dipakai sendiri Dipublikasi ( HAKI ) 53

Taekwondo Agility T Test 4 m 4 m 4 m 0.5 m 4 m Devi Tirtawirya (FIK UNY) Modifikasi dari Agility T Test 54

Prosedur pelaksanaan Pertama- tama berdiri di belakang garis start Begitu ada aba-aba mergerak maju dengan satu kaki kiri diangkat dan diturunkan ke matras secara terus-menerus. Pergantian kaki kanan saat bergeser ke samping yang ditandai dengan cone. Dilanjutkan ke depan tetap dengan kaki kanan yang diangkat sampai pada titik persimpangan. Kemudian atlet melakukan lompatan sambil berputar, ke arah kanan satu kali dan ke arah kiri satu kali. 55

Prosedur pelaksanaan (lanjutan) Kemudian bergerak ke kanan dengan kaki kanan yang diangkat sampai ujung cone berikutnya Berganti kaki kiri sampai ujung cone Ganti kaki kanan lagi sampai tengah tempat berputar lagi tapi lewat sebelah kanan garis. Mundur tetap kaki kanan yang diangkat sampai tempat untuk bergeser. Kemudian ganti kaki kiri Finish 56

Taekwondo Agility T Test Devi Tirtawirya (FIK UNY) Modifikasi dari Agility T Test 57

Kiat memilih tes Tujuannya yang sesuai Kesesuaian dengan karakter olahraga (taekwondo) Peralatan dan tempat yang tersedia Manfaat bagi anda 58

Kesalahan dalam pengukuran Tes Testor (petugas) Testee (atlet) Lingkungan 59

Dari, oleh, untuk siapa? KONI Pengprov/Kab - Dojang Pelatih Atlet Diusulkan siapa? Dilakukan siapa? Digunakan siapa? 60

Penutup. Data adalah fakta Berasal dari pengukuran yang menggunakan tes Tes sudah baku, modifikasi, atau buat sendiri 61