STUDI PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN TGT DENGAN MODEL DISKUSI DALAM KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

dokumen-dokumen yang mirip
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECKS BERBANTUAN KARTU DOMINO DENGAN MELIHAT KEMAMPUAN AWAL SISWA

PENERAPAN MODEL TGT DENGAN PERMAINAN ULAR TANGGA PADA MATERI PECAHAN KELAS IV SD

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TGT PADA MATERI BANGUN DATAR SEGITIGA

STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA TIPE JIGSAW DAN TIPE STAD PADA SISWA KELAS VIII

BAB III METODE PENELITIAN. salah pengertian, berikut diberikan definisi beberapa istilah tersebut:

Kata Kunci: model pembelajaran, Student Teams-Achievement Divisions (STAD), Kubus dan balok

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBASIS KOMPUTER PADA SISWA SMP KELAS VIII

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN NHT, SNOWBALL THROWING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATERI SEGITIGA SISWA KELAS VII

STUDI KOMPARASI PRESTASI BELAJAR SISWA ANTARA METODE IMPROVE DAN METODE EKSPOSITORI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE PAIR CHECKS MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR

Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Penemuan Terbimbing dan Model Pengajaran Langsung

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL SNOWBALL THROWING DAN TGT TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII

STUDI PERBANDINGAN COOPERATIVE SCRIPT TERHADAP PRESTASI DAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI 2 PURING

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TAI

STUDI KOMPARASI PRESTASI BELAJAR ANTARA SFE DAN MODEL KONVENSIONAL PADA KUBUS DAN BALOK SMP N 39 PURWOREJO

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL SNOWBALL THROWING PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR

STUDI KOMPARASI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK DAN ARTIKULASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA

EKSPERIMENTASI METODE PEMBELAJARAN QSH DAN MODEL PEMBELAJARAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

PENERAPAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW II DAN TGT PADA MATERI BANGUN DATAR SEGITIGA

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA MELALUI STRATEGI THINK-PAIR-SQUARE DAN EXPLICIT INSTRUCTION

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN TGT MATERI OPERASI HIMPUNAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA

Kata kunci: pembelajaran, alat peraga, non alat peraga, prestasi belajar, pecahan

1) Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret 2) Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

PENGGUNAAN PEMBELAJARAN TAI DAN TSTS MATERI GEOMETRI SMP

PERBANDINGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN HYPNOTEACHING DAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI LIMIT FUNGSI

Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dengan Metode Quantum Learning Berbantuan Gambar Animasi Materi Lingkaran

KEEFEKTIFAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIM KUIS PADA KOMPETENSI BANGUN RUANG SISI TEGAK

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 17 PURWOREJO

BAB IV HASIL PENELITIAN

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI SISWA

ABSTRAK. Oleh: Wakhid Hidayat Program Studi Pendidikan Matematika Uiversitas Muhammadiah Purworejo

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KOMBINASI STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS USB SAGULUNG BATAM

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN SAVI DAN AIR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS

STUDI KOMPARASI METODE PEMBELAJARAN GNT DAN RESITASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII

EKSPERIMENTASI STRATEGI MAKE A MATCH DAN TAKE AND GIVE TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 ADIMULYO

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK DAN THINK PAIR SHARE MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL

EKPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK SETTING KOOPERATIF (RESIK) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN MINAT BELAJAR

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 28 Bandar Lampung.

HUBUNGAN NILAI UN MATEMATIKA SD DENGAN KEMAMPUAN HITUNG NUMERIK KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBASIS KARTU DOMINO TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP HITUNG CAMPURAN

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN CIRC DAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN CRH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN TALKING STICK, STAD DAN EKSPOSITORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN TPS PADA POKOK BAHASAN RELASI DAN FUNGSI

PENGARUH METODE KUMON

KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DAN KONVENSIONAL DITINJAU DARI DISIPLIN BELAJAR MAHASISWA

EKSPERIMEN MODEL PEMBELAJARAN KOMBINASI TGT-STAD DAN GI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

BAB III METODE PENELITIAN

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN NHT DAN TPS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri 31 Bandar Lampung. Populasi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Bandarlampung.

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KOMPUTER DENGAN METODE STAD DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 29 Bandar Lampung. Populasi yang

PROSIDING ISBN :

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DAN TWO STAY-TWO STRAY TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA

STUDI KOMPARASI METODE PROBLEM SOLVING DAN PROBING PROMPTING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MTs NEGERI PURWOREJO

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING TIPE TAI DAN TUTOR SEBAYA BERBANTU LKS TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GALAKSI DENGAN ALAT PERAGA ULAR TANGGA PADA MATERI HIMPUNAN

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING PADA MATERI BANGUN RUANG TERHADAP PRESTASI BELAJAR

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GNT DILENGKAPI CRH DENGAN MENGENDALIKAN KEMAMPUAN AWAL

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mancapai derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Matematika

METODOLOGI PENELITIAN. suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Menguji hipotesis komparatif

Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika 2017 UIN Raden Intan Lampung 6 Mei 2017

Mugiyanto Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo Abstrak

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMK N 1 SAPURAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Oleh : Indra Puji Astuti 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 31 Banjaran-Bandung. Dengan alamat Jalan Pajagalan no.115 Banjaran-Bandung

EKSPERIMENTASI METODE PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SMP

STUDI KOMPARASI TIPE STAD DAN TGT PADA MATERI KOLOID DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 KARANGANYAR TAHUN 2011/2012

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PROSIDING ISBN :

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TS-TS DAN GI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TYPE MAKE A MATCH DAN TALKING STICK

Dosen Program Pendidikan Kimia PMIPA, FKIP, UNS Surakarta, Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh, tetapi peneliti

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sribhawono.

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN CABRI 3D DAN ALAT PERAGA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 KUTOWINANGUN TAHUN PELAJARAN

*keperluan Korespondensi, HP: , ABSTRAK

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia PMIPA, FKIP, UNS Surakarta, Indonesia 2

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yaitu VIII A, VIII B, VIII C, dan VIII D.

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN CPS DAN MMP DIMODIFIKASI STAD DENGAN BERBANTUAN EDMODO TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBASIS THINK PAIRS SHARE (TPS) MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA TIPE TAI DAN TIPE TPS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DAN CLASSROOM MEETING DIKOMBINASIKAN MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR

NASKAH PUBLIKASI SKRIPSI. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Matematika

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA MATERI LOGIKA MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Al-Kautsar Bandar

Abstrak. Kata kunci: model pembelajaran NHT, model pembelajaran TPS, fungsi, prestasi belajar matematika

RME DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SERTA HUBUNGANNYA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STHL BERBASIS PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N 5 KEPIL

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION)

Maulidiyah, Teguh Wibowo, Erni Puji Astuti Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo

Transkripsi:

STUDI PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN TGT DENGAN MODEL DISKUSI DALAM KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Zahrotunnihayah, Bambang Priyo Darminto Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo Email: zahrotunnihayah27@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan model TGT lebih baik daripada model diskusi dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII C- H SMP N 4 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain the matching static group comparison design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C-H SMP N 4 Purworejo. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII E dan VIII D dengan pengambilan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tes, dan wawancara. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang sudah diujicobakan dan memenuhi syarat validitas, konsistensi internal, serta reliabilitas. Analisis uji hipotesis menggunakan uji-t pihak kanan. Hasil penelitian diperoleh t hitung = 1,713, dengan α = 0,05 diperoleh t tabel = 1,645. Hal ini menunjukkan t hitung >t tabel, sehingga H 0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model TGT dapat menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik daripada model diskusi. Kata kunci: TGT, diskusi, kemampuan pemecahan masalah matematika PENDAHULUAN Matematika memiliki peranan yang penting dalam kehidupan sehari-hari untuk memecahkan berbagai masalah, tetapi banyak siswa yang tidak menyukai mata pelajaran matematika ini. Selama ini, matematika juga selalu menjadi mata pelajaran yang dianggap sulit bagi siswa. Kesulitan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal. Oleh karena itu, pemerintah telah dan sedang berusaha secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan melakukan berbagai cara dan upaya. Dari hasil wawancara yang dilakukan di SMP N 4 Purworejo dengan salah seorang guru matematika, beliau dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model diskusi tetapi terkadang digabungkan dengan model ekspositori. Dalam pelaksanaannya siswa masih sulit untuk berdiskusi dengan anggota kelompoknya. Hal 54 Ekuivalen: Study Perbandingan Model Pembelajaran TGT dengan Model Diskusi dalam Kemampuan

ini dikarenakan siswa belum mampu menerima pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Siswa masih kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dengan kegiatan pembelajaran tersebut, siswa masih kurang terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran, sehingga akan membuat siswa merasa jenuh. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMP N 4 Purworejo diketahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa belum sesuai dengan indicator kemampuan pemecahan masalah. Hal ini diperkuat dengan rata-rata hasil UAS semester 1 siswa SMP N 4 Purworejo kelas VIII C-H yaitu 50,13. Mengacu pada tujuan pembelajaran matematika yang tercantum dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, sangatlah perlu menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik sehingga siswa memiliki kemampuan atau kompetensi yang tercantum dalam tujuan pembelajaran matematika terutama kemampuan memecahkan masalah matematika. Oleh karena alasan-alasan di atas dibutuhkan model pembelajaran yang dapat melibatkan siswa baik secara kelompok maupun individu dalam memecahkan masalah matematika. Salah satu model pembelajaran yang dimaksud yaitu model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan semua siswa tanpa membedakan status sosial. Menurut Slavin (2015: 166) pembelajaran kooperatiftipe TGT terdiri dari lima langkah tahapan, yaitutahappresentasikelas (class presentation), kelompok (teams), permainan (games), pertandingan (tournament), danpenghargaan (team recognition). METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi experiment (eksperimen semu) dengan desain the matching static group comparison design (rancangan statis dengan pemadanan). Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 4 Purworejo yang beralamat di Jl. Jendral urip Sumoharjo No. 62 Purworejo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah siswasiswa kelas VIII C-H semester II SMP N 4 Purworejo yang terdiri dari 6 kelas. Teknik Ekuivalen: Studi Perbandingan Model Pembelajaran TGT dengan Model Diskusi dalam Kemampuan 55

pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik cluster random sampling.sampel dibagi menjadi siswa-siswa yang dikenai pembelajaran matematika dengan model pembelajaran TGT yaitu kelas VIII E dan siswa-siswa yang dikenai model pembelajaran diskusi yaitu kelas VIII D. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tes, dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk tes uraian yang terdiri dari 6 butir soal yang memenuhi syarat validitas, konsistensi internal, dan reliabilitas. Uji prasyarat hipotesis yaitu uji normalitas, yang menggunakan uji Liliefors, dan uji homogenitas, yang menggunakan uji Barlett. Uji hipotesis menggunakan uji-t pihak kanan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Validasi isi instrumen tes dilakukan oleh dua orang validator dan dinyatakan valid oleh keduanya. Tes selanjutnya diujicobakan pada kelas uji coba. Dilakukan analisis konsistensi internal pada hasil uji coba dengan menggunakan rumus korelasi product moment angka kasar sehingga diperoleh data yang disajikan pada Tabel 1 berikut. Tabel 1 Perhitungan Konsistensi Internal Butir Soal 1 2 3 4 5 6 Nilai r xy 0,753 0,743 0,709 0,361 0,892 0,538 Menurut Budiyono (2003: 65), jika indeks konsistensi internal untuk butir ke-i kurang dari 0,3 maka butir tersebut harus dibuang. Berdasarkan Tabel 1 di atas, dapat dikatakan semua butir soal diterima karena lebih dari kriteria uji yaitu r xy > 0,3. Uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus Alpha. Menurut Widoyoko (2012: 165), harga kritik untuk indeks reliabilitas instrumen adalah 0,7. Hasil perhitungan diperoleh r 11 sebesar 0,741. Hal ini berarti instrumen penelitian yang berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematika reliabel. Dari semua soal yang diterima selanjutnya diujikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Deskripsi data yang disajikan adalah data kemampuan awal berupa data hasil UAS semester 1 dan data kemampuan akhir berupa data hasil penelitian yang disajikan pada Tabel 2 berikut. 56 Ekuivalen: Study Perbandingan Model Pembelajaran TGT dengan Model Diskusi dalam Kemampuan

Tabel 2 Deskripsi Kemampuan Awal dan Kemampuan Akhir Kemampuan Awal Kemampuan Akhir Statistika Kelas Kelas Kelas Eksperimen Kontrol Eksperimen Kelas Kontrol Rata-Rata 53,28 47,88 81,31 74,88 Nilai Tertinggi 87 89 100 100 Nilai Terendah 27 20 44,38 34,38 Standar Deviasi 14,35 16,32 15,20 14,80 Dari data kemampuan awal yang berupa hasil UAS semester 1 selanjutnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas.hasil yang diperoleh, kedua kelas berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan kedua kelas mempunyai variansi yang sama atau homogen. Selanjutnya dilakukan uji keseimbangan. Diperoleh nilai t obs = 1,408 dan t tabel = 1,645 dengan DK = {t t< -1,645 atau t> 1,645}. Karena nilai t obs DK, maka H 0 diterima, berarti kedua kelas sampel penelitian mempunyai kemampuan awal yang sama. Untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara data prestasi belajar dan data kemampuan pemecahan masalah matematika dilakukan perhitungan korelasi dengan rumus korelasi product moment angka kasar. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai r hitung = 0,537 dengan α = 0,05 dan r tabel = 0,254. Karena, r hitung >r tabel, berarti dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara data prestasi belajar dan data kemampuan pemecahan masalah matematika. Setelah diperoleh data hasil penelitian berupa data tes kemampuan pemecahan masalah matematika, selanjutnya dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil analisis uji normalitas diperoleh nilai L obs kelas eksperimen sebesar 0,113 dan L obs kelas kontrol sebesar 0,084. Dengan α = 0,05 diperoleh L tabel sebesar 0,157. Dengan kata lain, L obs <L tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelas tersebut berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Hasil analisis uji homogenitas diperoleh χ 2 obs = 0,021 dan χ 2 tabel = 3,841. Karena χ 2 obs<χ 2 tabel, maka dapat disimpulkan bahwa kedua kelas mempunyai variansi yang sama. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji-t pihak kanan. Rangkuman uji hipotesis disajikan pada Tabel 3 berikut. Ekuivalen: Studi Perbandingan Model Pembelajaran TGT dengan Model Diskusi dalam Kemampuan 57

Tabel 3 Rangkuman Uji Hipotesis Model Pemb. t obs t tabel Keputusan Uji Kesimpulan TGT dan Diskusi 1,713 1,645 H 1 diterima TGT lebih baik dari Diskusi Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 3 di atas, diperoleh t obs = 1,713 dengan α = 0,05 dan t tabel = 1,645. Karena t obs >t tabel, maka H 0 ditolak. Hal ini berarti pembelajaran dengan model TGT lebih baik daripada model diskusi pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP N 4 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Dilihat dari segi pelaksanan, penelitian ini dilaksanakan dalam 12 kali pertemuan, yaitu 5 pertemuan untuk pembelajaran TGT dan 5 pertemuan untuk pembelajaran diskusi serta 2 pertemuan untuk tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Pelaksanaan model pembelajaran TGT terdiri dari lima langkah yaitu presentasi kelas, diskusi kelompok, games, turnamen dan rekognisitim. Kegiatan presentasi kelas menuntut siswa untuk betul-betul memahami apa yang disampaikan guru untuk kelancaran diskusi kelompok. Dalam kegiatan diskusi model pembelajaran TGT, siswa dituntut untuk mampu memahami materi bangun ruang sisi datar yang disajikan. Saat siswa mulai bosan dengan kegiatan diskusi, dihadirkan games yang membuat siswa merasa tidak bosan. Kegiatan turnamen menuntut siswa untuk mengerjakan soal secara individu tanpa bantuan dari anggota kelompok yang lain. Kegiatan turnamen memaksa siswa untuk berlomba-lomba mendapatkan poin terbanyak dengan menjawab soal sebanyak-banyaknya. Akhir dari rangkaian kegiatan pembelajaran model TGT adalah penghargaan. Kelompok yang memperoleh penghargaan di tuntut untuk memiliki poin terbanyak. Pada pembelajaran model TGT, siswa lebih aktif. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang tidak malu untuk menanyakan apa saja yang belum mereka pahami. Siswa lebih terbuka dengan anggota kelompok lainnya sehingga terjadi diskusi pada tiap-tiap kelompok. Selain itu dengan adanya games dan turnamen membuat siswa lebih bersemangat dan menumbuhkan rasa kejujuran serta persaingan sehat karena siswa sendiri yang menghitung perolehan kartu. Turnamen ini membuat kegiatan pembelajaran lebih berwarna, karena saat turnamen mereka akan 58 Ekuivalen: Study Perbandingan Model Pembelajaran TGT dengan Model Diskusi dalam Kemampuan

berhadapan dengan anggota kelompok lain sehingga mereka akan menemukan wajah baru dan persaingan baru serta menambah motivasi mereka untuk berusaha keras mendapatkan kartu sebanyak-banyaknya. Melalui model pembelajaran TGT, siswa dapat belajar, mengerjakan soal-soal pemecahan masalah matematika yang sudah disediakan, sekaligus dapat bermain. Pemberian reward juga mendorong siswa untuk berlomba-lomba menjawab pertanyaan sebanyak-banyaknya. Model pembelajaran TGT dinilai lebih baik dari model diskusi karena model TGTini dapat melibatkan siswa baik secara kelompok maupun individu sehingga siswa menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran sedangkan model diskusi hanya melibatkan siswa dalam kelompok saja.dalam pembelajaran TGT terdapat unsur permainan yang membuat siswa tidak merasa jenuh serta keterlibatan guru dalam TGT diharuskan sehingga guru bisa lebih dekat dengan siswa. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan statistik yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model TGT lebih baik daripada model diskusi pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP N 4 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guru maupun calon guru untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Pembelajaran TGT dapat dijadikan alternatif agar siswa tidak merasa jenuh atau bosan. DAFTAR PUSTAKA Budiyono. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surakarta: Sebelas Maret University Press. Depdiknas. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang StandarIsi. Jakarta: Depdiknas. Slavin, Robert E. 2015. Cooperative Learning (Teori, Riset dan Praktik). (Terjemahan Narulita Yusron). Bandung: Nusa Media. Widoyoko, Sugeng EkoPutro. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Ekuivalen: Studi Perbandingan Model Pembelajaran TGT dengan Model Diskusi dalam Kemampuan 59