BAB I PENDAHULUAN. tidak lain adalah karena perkembangan ponsel pintar dengan sistem operasi

dokumen-dokumen yang mirip
I. PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin serba canggih mendorong

BAB I PENDAHULUAN. fungsi komunikasi saja tetapi juga dapat mengakses situs internet. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. keinginan-keinginan dan kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi.

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Melihat fenomena masyarakat yang sangat menggandrungi smartphone

BAB I PENDAHULUAN. tahun terakhir ini smartphone atau sering disebut telepon pintar kini menjadi trend

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan teknologi smartphone maka pasar

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan zaman. Salah satu yang dapat kita lihat secara langsung adalah

BAB 1 PENDAHULUAN. merasa bangga apabila menggunakan ponsel dengan teknologi terkini. merupakan komputer kecil yangmempunyai kemampuan sebuah ponsel

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan smartphone semakin berlomba lomba menciptakan atau membuat

BAB I PENDAHULUAN. memudahkan cara berkomunikasi menjadi lebih efisien dan hemat waktu.

BAB I PENDAHULUAN. memberikan kesempatan bagi konsumen untuk berpindah dari satu merek ke

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dunia teknologi komunikasi pada saat ini sudah sangat pesat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar menjadi pasar yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. inovasi yang berbeda dari pada produk-produk sebelumnya, seperti Blackberry,

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah

BAB I PENDAHULUAN. baik melalui media televisi,radio,handphone,koran,majalah atupun internet

BAB I PENDAHULUAN. smartphone telah menjadi kebutuhan gaya hidup yang dianggap penting bagi

BAB I PENDAHULUAN. mengalami perkembangan dengan menempatkan konsumen menjadi sasaran

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Smartphone

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan di dunia usaha semakin ketat dan kompleks. Banyak

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan antara lain membentuk identitas produk melalui merek. Selama dekade

BAB I PENDAHULUAN. konsumen akan kebutuhan sarana telekomunikasi yang semakin meningkat.

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi berkembang dengan sangat pesat. Setiap golongan masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. ini. Seiring dengan hal tersebut manusia sebagai pemakai (user), teknologi

BAB I PENDAHULUAN. produk-produk sebelumnya, yang dimana produk yang dihasilkan banyak. handphone atau smartphone jenis tertentu sebelumnya.

BAB I PENDAHULUAN. teknologi mutakhir baik di bidang komputerisasi, mesin-mesin pabrik,

BAB I PENDAHULUAN. cepat dan tepat melalui sumber-sumber informasi yang kini semakin banyak

BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat dengan banyaknya hal-hal baru dalam kehidupan manusia pada

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya anak


ANALISIS PENGARUH HARGA, KUALITAS, PROMOSI, DAN COO ( COUNTRY OF ORIGIN

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi adalah hal yang sangat penting di kalangan. Kebutuhan terhadap alat komunikasi mendorong pada permintaan berbagai

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin berkembang pesat di era globalisasi ini dan keadaan tersebut memunculkan

BAB I PENDAHULUAN. menuntut perusahaan untuk kreatif dan berinovasi agar dapat bertahan. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. Ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini mengalami perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di mana kepemilikannya tidak

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi dewasa ini semakin meningkat, berbagai

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Persaingan antar produsen terjadi hampir di semua sektor industri. Salah satu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Manajemen pemasaran merupakan suatu disiplin ilmu yang memiliki

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. pesat. Setiap negara berlomba menciptakan, mengembangkan dan. membutuhkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memenuhi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Era globalisasi yang terjadi saat ini merupakan suatu era di mana batas-batas

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ekonomi dan industri saat ini telah mengalami kemajuan

BAB I PENDAHULUAN. telekomunikasi. Dinamika persaingan bisnis di dunia telekomunikasi yang semakin ketat

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan handphone atau ponsel. Smartphone yang merupakan salah satu

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan media dan budaya populer saat ini. Korean wave atau yang lebih

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini kebutuhan untuk berkomunikasi menjadi suatu hal yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. persaingan antar perusahaan semakin ketat. Setiap perusahaan ingin berhasil

BAB I PENDAHULUAN. komputer dengan menggunakan internet, salah satunya menggunakan Periklanan

BAB I PENDAHULUAN. Dengan kemajuan teknologi seperti saat ini tidak dapat dipungkiri sangat

BAB I PENDAHULUAN. handphone. Pertama kali dikenalkan pada masyarakat, harga handphone masih relatif

I. PENDAHULUAN. 2005). Sanjaya et al. (2008) menyatakan bahwa perkembangan ini terjadi seiring

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. sehingga memacu para pengelola perusahaan untuk dapat berpikir secara

I. PENDAHULUAN. Era globalisasi memengaruhi perkembangan di berbagai bidang dan membuat

BAB I PENDAHULUAN. menuntut perushaan untuk kreatif dan berinovasi agar dapat bertahan. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. pesaing berarti tidak kekurangan barang. Hal ini yang membuat konsumen

BAB I PENDAHULUAN. atau bisa melalui internet (chatting, ). Handphone bukan merupakan

BAB I PENDAHULUAN. peringkat ekonomi Indonesia yang menempati urutan sepuluh besar menurut

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat banyak orang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi saat ini sangat terlihat jelas dan pesat ke arah yang

BAB I PENDAHULUAN. khususnya telepon genggam atau yang biasa kita sebut handphone. Telepon

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan bisnis saat ini semakin dinamis, kompleks, dan tidak pasti

BAB I PENDAHULUAN. Manusia selalu tidak lepas dari kebutuhan komunikasi dengan sesamanya,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Pengertian Smartphone 1.2 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. teknologi, bidang telekomunikasi juga mengalami kemajuan yang cukup pesat.

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat terutama para kaum remaja. Kini handphone tidak hanya. dipergunakan untuk membuat panggilan dan membuat Short Message

BAB I PENDAHULUAN. teknologi berkembang di segala aspek kehidupan. Perkembangan teknologi semakin canggih

BAB I PENDAHULUAN. produk tersebut (Infantyasning, 2001). Saat ini, setiap perusahaan yang bersaing di

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perkembangan jaman yang cepat, dan modern serta diiringi dengan

BAB I PEDAHULUAN. satu alat komunikasi yang digunakan saat ini adalah handphone.

BAB I PENDAHULUAN. juga iklan yang terlihat kurang menarik yang membuat kita tidak bisa mengingat. untuk memenuhi atau mencapai sasaran tertentu.

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat secara mudah dan praktis. Dewasa ini banyak berbagai alat yang bisa

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini suatu kebutuhan akan komunikasi dan teknologi adalah hal

BAB I PENDAHULUAN. produk atau jasa yang di minati oleh konsumen sehingga adanya niat untuk

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dihubungi di manapun berada menyebabkan telepon selular menjadi suatu

BAB I PENDAHULUAN. ponsel pintar. Menurut Brahima Sanou, Direktur Biro Pembangunan

BAB I PENDAHULUAN. bisnis dan ekonomi. Perubahan-perubahan yang terjadi di dunia bisnis

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi yang terus berkembang. Smartphonemerupakan salahsatu hasil

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat. Pada perkembangan yang pesat ini telah membawa dampak yang

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan oleh seseorang pasti akan berkaitan dengan teknologi baik itu kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. ketat. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan multinasional yang berpusat di Silicon Valley, Cupertino, California.

BAB I PENDAHULUAN. terdapat individu dan kelompok yang mendapatkan apa yang mereka. butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan

BAB I PENDAHULUAN. kelebihan masing-masing, ini disebabkan perkembangan industri ponsel yang

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan. Merek yang baik adalah merek yang dapat membedakan dirinya

BAB I PENDAHULUAN. Teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang sangat pesat,

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan Blackberry Limited kini sudah memasuki pasar. masuk ke pasar Indonesia melalui bantuan operator Indosat dan perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Di era globalisasi ini pengembangan teknologi semakin gencar

BAB I PENDAHULUAN. selalu update agar tidak ketinggalan dengan teknologi yang ada. Kesadaran. peluang bisnis yang potensial bagi perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi tersebut, salah satunya dengan menggunakan handphone. Fungsi awal

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tersebut perangkat komunikasi yaitu ponsel (handphone) bukan lagi menjadi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perkembangan perekonomian Indonesia semakin meningkat.

1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Pengalaman merek merupakan kesan konsumen setelah melakukan. pembelian maupun penggunaan terhadap suatu produk yang mereka miliki.

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi sekarang ini dikatakan oleh banyak ahli sebagai kemajuan yang pesat. Sejak ditemukannya ponsel pintar bernama Simon rancangan IBM pada tahun 1992, seperti yang tertulis di Wikipedia, dipasarkan pada publik pada tahun berikutnya, ponsel berotak ini semakin memudahkan pekerjaan kita. Ponsel pintar ini tidak hanya menjadi telepon genggam namun juga sebagai asisten pribadi penggunanya karena memiliki fitur berupa surat elektronik, pengingat, papan ketik yang mempelajari kebiasaan penggunanya, pembuatan memo dengan stylus, hingga minimnya tombol untuk menerima perintah dan beralih pada layar sentuh. Ponsel pintar ini bahkan disebut sebagai komputer kecil dengan kemampuan telepon, menggeser pemikiran sebelumnya yang menganggap bahwa telepon hanyalah untuk fungsi bertelepon dan mengirim pesan singkat saja. Tahun 2013 untuk pertama kalinya penjualan ponsel pintar mengalahkan ponsel fitur, terlihat pada laporan yang diterbitkan Gartner. Adanya fenomena ini tidak lain adalah karena perkembangan ponsel pintar dengan sistem operasi Android yang diproduksi oleh berbagai vendor, mengikuti para pemain lama di pasar ponsel pintar yaitu Symbian OS, ios, dan lainnya. Pasar smartphone yang didata mengalami pertumbuhan pesat antara lain adalah Asia Pasifik, Amerika Latin dan Eropa Timur. 1

2 Semakin banyaknya penggunaan ponsel pintar atau smartphone sehari-hari merupakan gambaran nyata bahwa penjualan produk elektronik jenis ini sangat tinggi. Berbagai merek ponsel saling bersaing dengan strateginya masing-masing. Perusahaan besar yang dalam beberapa tahun terakhir memiliki pangsa pasar dunia lebih tinggi daripada perusahaan lain seperti contohnya Samsung yang memiliki senjata jajaran ponsel pintar berbasis Android bernama Galaxy series, dan pesaingnya Apple dengan ponsel pintar high-end iphone berlomba mempertahankan cengkeraman dan berusaha menarik konsumen lebih banyak. Akan tetapi hal itu berdampak sebagai berikut : semakin ramainya pasar smartphone yang diartikan sebagai ladang penghasilan vendor ponsel, muncullah pemain-pemain baru yang akan menjadi lawan vendor besar. Seperti pada teori pemasaran kebanyakan, ketika suatu produk berada dalam siklus matang (maturity) maka market challenger memasuki pasar. Kawasan Asia Pasifik yang merupakan pasar ponsel pintar ini tentunya tidak terkecuali pasar Asia Tenggara. Indonesia, menurut survei pasar Gfk Asia kutipan dari The Next Web tahun 2013 adalah negara dengan penjualan smartphone tertinggi dengan mencatatkan pembelian ponsel sebanyak 14,8 juta unit pada 3 kuartal pertama tahun tersebut dan transaksi ini diperkirakan bernilai 3,3 miliar dollar AS. Dengan melihat data penjualan ponsel pintar yang meroket pada beberapa regional tahun 2013, selanjutnya fenomena perubahan pangsa pasar yang terjadi pada tahun 2014 dan proyeksi tahun 2015 dituangkan melalui laporan-laporan survei pasar oleh perusahaan analisa global dalam data shipping ponsel pintar oleh beberapa produsen besar dunia.

3 Pada tahun 2014 lembaga independen penganalisa smartphone dunia yaitu TrendForce mempublikasikan data pengapalan (shipment report) telepon pintar dari berbagai merek ponsel yang beredar. Dan menurut data yang tertera, sejumlah 1,16 miliar unit smartphone yang dikapalkan pada tahun lalu, bertambah 25,9 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan pemintaan ponsel pintar ini terlihat jelas dari angka pengapalan sejumlah 927,7 juta unit tahun 2013 menjadi 1.166,9 juta unit, dan berdasarkan forecast tahun 2015 total demand mencapai angka 1.290,3 juta unit. Samsung dapat dikatakan sebagai pemimpin pasar smartphone ditilik dari jumlah unit ponsel yang dikirim pada tahun 2013 dan 2014. Produsen telepon pintar yang berbasis di Korea Selatan ini bertahan di peringkat satu dalam hal pengiriman smartphone dengan catatan pengapalan sejumlah 326,7 juta unit smartphone. Walapun demikian, pangsa pasar Samsung mengalami penurunan. Dengan angka penjualan yaitu 301,5 juta unit pada 2013, jumlah produk yang dikemas naik sebesar 25,2 juta unit pada 2014 namun produsen smartphone tersebut justru memiliki pangsa pasar yang berkurang sebesar 4,5 persen dari tahun sebelumnya yang mencatat 32,5 persen dan tahun 2014 market share-nya hanya sebesar 28 persen. Dan ternyata bukan Samsung saja yang pangsa pasarnya anjlok, grafik pengapalan produk ponsel kelas high-end Apple juga mengalami penurunan dari tahun 2013 ke tahun 2014. Pangsa pasar Apple tahun sebelumnya 16,6 persen turun menjadi 16,4 persen. Padahal secara kasarnya, jumlah telepon pintar bermerek iphone sebagai komoditas utama yang dikapalkan selama 2013 sebesar 153,9 juta unit naik menjadi 191,3 juta unit.

4 Tabel 1. Ranking 10 besar vendor smartphone berdasarkan market share Peringkat 2013 Perusahaan Pangsa Pasar 2014 Perusahaan Pangsa Pasar 2015 Perusahaan Pangsa Pasar (F) 1. Samsung 32.5% Samsung 28.0% Samsung 26.6% 2. Apple 16.6% Apple 16.4% Apple 16.4% 3. Lenovo 4.9% Lenovo + Motorola 7.9% Lenovo 7.4% 4. Huawei 4.4% LG 6.0% Huawei 6.6% 5. LG 4.3% Huawei 5.9% Xiaomi 6.5% 6. Sony 4.1% Xiaomi 5.2% LG 6.1% 7. Coolpad 3.6% Coolpad 4.2% TCL 4.1% 8. ZTE 3.2% Sony 3.9% Coolpad 4.0% 9. Nokia 3.0% ZTE 3.1% ZTE 3.4% 10. RIM 2.5% TCL 2.7% Sony 3.1% Lainnya 20.9% Lainnya 16.7% Lainnya 15.8% Total Pengapalan 927.7 1,166.9 1,290.3 (Unit=juta) Sumber : Trendforce, Januari 2015 Dari sepuluh produsen dengan pengapalan ponsel pintar terbanyak, enam di antaranya ialah perusahaan asal China yaitu Lenovo, Huawei, Xiaomi, Coolpad, ZTE, dan TCL. Produk dari keenam vendor Cina ini berupa ponsel pintar bersistem operasi Android. Pangsa pasar dari 6 produsen ini jika ditotal menghasilkan angka hampir 40 persen dengan unit terkirim sebanyak 453,4 juta smartphone.

5 Tabel tersebut menunjukkan bahwa dominasi Samsung dan Apple sedang diuji oleh datangnya ponsel-ponsel pabrikan dari Negara Tirai Bambu yang notabenenya dianggap ringkih dan kurang mendapatkan kepercayaan konsumen beberapa periode lalu. Vendor Market Share Year 2015 (F) 2014 2013 0.00% 5.00% 10.00%15.00%20.00%25.00%30.00%35.00% Market Share Percentage Others RIM Nokia ZTE Coolpad Sony LG Huawei Lenovo Apple Gambar 1.1 Diagram batang market share percentage Sumber : data yang diolah, 2015 Kemajuan teknologi di Tiongkok dan kelonggaran pemerintah dalam mensubsidi produsen ponsel lokal membuat kemajuan pesat dalam kuantitas sekaligus kualitas smartphone berlabel made in China. Produksi massal serta upaya ekspansi yang gencar terbukti dengan jumlah pengapalan unit ponsel pintar yang semakin bertambah dari tahun ke tahun. Sehingga, saat ini sangat mudah menemukan berbagai macam jenis ponsel pintar dengan fitur bervariasi dan harga yang bersaing. Subsidi pemerintah dan koneksi dari perusahaan perakit PCB hingga layar dan inti perangkat lainnya secara tidak langsung memangkas ongkos produksi ponsel pintar dari Cina.

6 Biaya pembuatan yang rendah dan penggunaan e-commerce oleh sebagian besar perusahaan ponsel ini menjadikan harga smartphone tidak setinggi harga ponsel dari Nokia, RIM, atau Apple jika dibandingkan dari sisi pesaing beda sistem operasi. Harga yang dianggap lebih rendah juga bisa dibandingkan dengan ponsel pintar sejenis yang berjalan pada Android OS yaitu Samsung dan Sony, asal Korea dan Jepang, negara tetangganya Tiongkok. Peluang inilah yang coba dimanfaatkan oleh perusahaan di Indonesia untuk melakukan impor ponsel Cina secara besar-besaran guna memenuhi permintaan dalam negeri akan alat komunikasi sesuai teknologi terkini. Pada penelitian ini, penulis ingin membahas fenomena bisnis yang terjadi pada perusahaan produsen Coolpad yang membukukan pertumbuhan pangsa pasarnya tahun 2013 ke 2014 sebanyak 0,6 persen dari 3,6 persen menjadi 4,2 persen. Akan tetapi prestasi Coolpad secara global ini tidak bertahan lama, karena data menunjukkan pada kuartal pertama tahun 2015 pangsa pasarnya mengalami penurunan sebanyak 0,2 persen. Penurunan ini tentu berdampak pada pendapatan perusahaan dan kehilangan pangsa pasar diartikan sebagai hilangnya keinginan konsumen untuk membeli serta menggunakan ponsel pintar besutannya. Tren yang terjadi pada Coolpad di negaranya sendiri adalah posisi up yaitu kenaikan penjualan dan pangsa pasar terutama karena produksi mereka lebih variatif tidak sekedar ponsel pintar yang beroperasi di jaringan 3G namun juga jaringan 4G terbaru yaitu LTE. Hal ini tentunya berbeda dengan keadaan pasar di Indonesia dimana LTE saja baru dikomersilkan oleh provider CDMA Smartfren, dan provider GSM masih

7 menunggu untuk penggunaannya secara nasional akibat diharuskannya pembenahan BTS dan perbaikan serat optik yang ditanam di bawah tanah hingga bawah laut Indonesia. Secara umum, jaringan yang dikatakan masih ramai untuk memasarkan ponsel pintar adalah 3G HSDPA, sehingga smartphone yang akan ditemui di pasaran kebanyakan menampilkan fitur kemampuan bekerja di jaringan 3G dan masih minim jumlah ponsel yang mendukung LTE. Strategi perubahan nama (rebranded) ini menjadikan obyek penelitian memiliki keistimewaan. Tidak seperti ponsel pintar dari Cina lainnya yang masuk Indonesia dibawah bendera perusahaan besar penyedia layanan internet, misalnya ponsel Hi-sense series yang diberi nama baru Andromax series oleh provider CDMA Smartfren, ponsel pintar Coolpad yang diberi nama baru ini menggunakan jaringan GSM dan tidak menggunakan proses bundling dengan provider GSM tertentu. Keputusan konsumen di negara ini untuk membeli ponsel juga didasari oleh berbagai macam alasan karena terdapat banyak opsi untuk memenuhi kebutuhannya. Dulu, pembelian ponsel pintar bertujuan untuk urusan bisnis (enterprise) saja. Namun belakangan ini, ponsel pintar tidak hanya digunakan untuk urusan melancarkan pekerjaan yang terkait pengiriman surat elektronik tapi juga urusan hiburan semacam hobi fotografi atau komunikasi menggunakan messenger. Beberapa faktor yang dianggap mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli smartphone adalah terjangkaunya harga di mata konsumen jika dibandingkan dengan produk sejenis dari merek yang lain, bagusnya kualitas ponsel, kekayaan fitur yang diusungnya, kemudahan dalam service atau

8 penjualan kembali, serta banyaknya promosi baik itu secara digital, cetak, atau WOM penggunanya. Harga adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran sebuah perusahaan. Manajemen perusahaan perlu memperhatikan harga karena variabel ini akan langsung berdampak pada besarnya volume penjualan serta laba penjualan yang telah dilaksanakan. Laku atau tidaknya produk di pasar sangat dipengaruhi oleh strategi penentuan tinggi rendahnya harga. Harga yang terjangkau memicu peningkatan kinerja pemasaran. Harga biasanya diasumsikan sebagai indikator kualitas, misalnya harga tinggi ditemukan pada produk berkualitas tinggi pula. Kualitas dari ponsel pintar adalah aspek produk yang selanjutnya menjadi titik fokus perusahaan. Pengertian kualitas dari American Society for Quality Control adalah totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat (Kotler, 2009). Dalam McClave et.al. (2011) bagi produsen atau perusahaan, kualitas diartikan sebagai kesesuaian dengan standard dan persyaratan atau dengan kata lain, level yang menyatakan hingga sejauh mana sebuah produk mengikuti spesifikasi desainnya. Meski begitu, pada akhirnya kualitas harus didasarkan pada kebutuhan dan keinginan (preferensi) para pengguna produk (user). Sebuah perusahaan yang memproduksi barang-barang yang tidak diinginkan oleh pembeli manapun tidak akan mampu bertahan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kualitas itu berpusat pada konsumen. Dikatakan memiliki kualitas yang baik jikalau ekspektasi konsumen telah terpenuhi oleh produk atau

9 pelayanannya. Karenanya, perusahaan berusaha memfokuskan pada kualitas produk dan membandingkannya dengan produk yang dibuat oleh perusahaan lawannya. Namun, suatu produk dengan kemasan lebih baik atau yang terbaik sekalipun tidak menjamin bahwa produk itu memiliki kualitas tertinggi kalau penampakannya bukan yang diinginkan atau dibutuhkan oleh pasar. Ketika harga dan kualitas produk sudah dipikirkan matang oleh perusahaan maka tahapan selanjutnya adalah membawa produknya agar bisa diterima pasar dan konsumen. Untuk itu promosi ialah bauran pemasaran yang dilakukan guna memberitahu, membujuk, atau mempengaruhi konsumen untuk membeli dan memakai produk tertentu. Kotler (2009:410) mengemukakan bahwa promosi penjualan adalah kumpulan alat insentif, sebagian besar jangka pendek yang dirancang untuk merangsang pembelian lebih cepat atau lebih besar terhadap produk atau jasa tertentu oleh konsumen atau perdagangan. Promosi juga diartikan sebagai proses komunikasi, diawali dengan penyampaian berita tentang produk dari penjual kepada calon pembeli yang tujuannya menyampaikan informasi apakah produk yang dibuat perusahaan tepat sasaran. Meskipun alat insentif ini biasanya dilakukan perusahaan sebagai produsen, ada kalanya pembeli potensial juga melakukan promosi secara sadar atau tidak sadar misalnya dengan browsing mengenai harga dan kualitas produk yang ada di pasaran. Pada penelitian-penelitian yang lebih dahulu, harga, kualitas produk, dan promosi menjadi variabel yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli smartphone. Dalam penelitian kali ini, penulis akan memfokuskan riset pada faktor apa sajakah yang melatarbelakangi konsumen untuk melakukan

10 pembelian ponsel yang menggunakan cara pemasaran berbeda, karena salah satu smartphone Coolpad memasuki pasar Indonesia pertama kali dengan menggunakan nama lain yaitu Himax Polymer Octacore, dibawah bendera perusahaan Himax Indonesia. Selain ketiga faktor diatas, terdapat faktor lain yang tidak kalah penting untuk dicari tahu hubungannya dengan keputusan pembelian konsumen terhadap ponsel rebranded Himax Polymer Octacore ini yaitu persepsi negara asal atau umumnya dikenal sebagai CoO (country of origin). Pemasar global tahu bahwa pembeli mempunyai sikap dan kepercayaan yang berbeda tentang merek atau produk dari berbagai negara. Persepsi ini dapat memengaruhi pengambilan keputusan konsumen secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Kotler (2009:338), persepsi ini bisa dimasukkan sebagai atribut dalam pengambilan keputusan karena fakta bahwa merek dianggap berhasil di pasar global dapat meningkatkan kredibilitas dan rasa hormat. Studi mengemukakan bahwa kadang-kadang persepsi negara asal dapat meliputi seluruh produk negara tersebut misalnya produk Cina dianggap sebagai produk yang harganya murah. Ketika calon konsumen sudah terlibat proses promosi dan merasa memiliki informasi yang cukup mengenai harga, kualitas, hingga persepsi negara asal produk maka konsumen akan mengambil keputusan pembelian. Keadaan ini adalah waktu dimana konsumen melakukan penilaian lain atas produk yang diinginkan dengan dasar informasi yang dimiliki untuk berlanjut, melakukan pembelian atau tidak. Dan kemudian setelah pembelian, hanya ada 2 fase yaitu fase kepuasan atau ketidakpuasan yang menghasilkan perilaku konsumen terhadap produk yang telah dibeli.

11 Konsumen disebut puas dengan pembelian jika ia akan menggunakan produknya, melakukan pembelian ulang atau melakukan rekomendasi pada orang lain. Sedangkan ketika dia tidak puas maka kemungkinan ia akan memindahkan produk pada orang lain, menjual, hingga menyampaikan ketidakpuasannya. Akan tetapi, penulis menemukan kesenjangan antara penelitian terdahulu tentang keputusan pembelian konsumen terhadap produk elektronik yang memiliki sistem operasi. Ihda La Aleiyya dkk dari Universitas Diponegoro dalam penelitiannya yang dimuat dalam Diponegoro Journal of Social and Politic tahun 2014 berjudul Pengaruh inovasi produk, citra merek, dan harga terhadap keputusan pembelian PC tablet Apple ipad, dengan sampel 100 mahasiswa pengguna ipad di FISIP Undip berakhir pada kesimpulan bahwa terdapat pengaruh harga yang sangat kuat terhadap keputusan pembelian. Sedangkan hasil yang berbeda ditemukan dalam penelitian Suresh C. dkk pada jurnal mereka yang dipublikasi secara internasional di Asia Pasific Journal of Research tahun 2015 berjudul Effects of Sale Promotion Tools (price, pack, rebate, offer, premium contest) on Customer Purchase Decision with Special Reference to Specialty Product (Camera) at Chennai, Tamilnadu yang menghasilkan ringkasan bahwa harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Realitanya Himax Polymer Octacore terjual sebanyak 10.000 unit pada hari pertama peluncurannya di pertengahan kuartal III tahun 2014 dalam hitungan jam saja. Tapi Google Trends menunjukkan grafik yang sangat ekstrim dari pencarian informasi mengenai ponsel Himax ini. Dimana pada tahun 2014

12 mengalami kenaikan yang signifikan, turun pada awal 2015, naik kembali pada akhir kuartal I dan mengalami kemerosotan pada kuartal II hingga saat ini. Gambar1.2. Trend ponsel pintar Himax di Indonesia Sumber : Google Trends Berdasarkan kesenjangan penelitian dan fenomena bisnis diatas peneliti memutuskan judul penelitian Analisis Pengaruh Harga, Kualitas, Promosi dan CoO (country of origin) terhadap Keputusan Konsumen untuk Membeli Ponsel Rebranded (Studi pada Pengguna Ponsel Himax Octacore). 1.2 Rumusan Masalah Sebagai pendatang baru di pasar telepon pintar (smartphone) di Indonesia, Himax Indonesia memasarkan ponsel pabrikan Cina dari berbagai merek dengan fitur-fitur mumpuni. Perusahaan ini tidak memproduksi handset secara mandiri namun memasarkan produk manufaktur Cina dengan pemberian nama baru. Bagi masyarakat awam yang tidak mengenal merek-merek lokal dari Cina, tentunya konsumen melakukan pembelian dengan alasan yang berbeda-beda. Entah tertarik dengan harganya, fitur yang ditawarkan, rekomendasi teman atau sekedar tergiur promosinya.

13 Dengan brand yang baru ini, perusahaan bisa melakukan penjualan puluhan ribu unit dalam beberapa jam saat rilisnya Himax Polimer Li dan Pure III. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari tahu strategi atau langkah apa saja yang dilakukan perusahaan ponsel rebranded ini hingga sukses membukukan jumlah penjualan yang cukup fantastis tersebut. Kali ini studi kasus menggunakan obyek penelitian yaitu Himax Polymer Octacore yang merupakan barang rebrand dari smartphone Coolpad F1 8297. Dari laporan yang dirilis Trendforce, Coolpad menduduki posisi 8 dunia. Apakah hal tersebut juga berdampak pada penjualannya, berikut rumusan masalah yang diajukan : 1. Bagaimana pengaruh harga (price) terhadap keputusan konsumen untuk membeli ponsel rebranded Himax Polymer Octacore? 2. Bagaimana pengaruh kualitas (quality) terhadap keputusan konsumen untuk membeli ponsel rebranded Himax Polymer Octacore? 3. Bagaimana pengaruh promosi (promotion) terhadap keputusan konsumen untuk membeli ponsel rebranded Himax Polymer Octacore? 4. Bagaimana pengaruh CoO (country of origin) terhadap keputusan konsumen untuk membeli ponsel rebranded Himax Polymer Octacore? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari dilakukannya riset kasus Himax Polymer Octacore ini antara lain: 1. Untuk menganalisis pengaruh harga (price) terhadap keputusan konsumen untuk membeli ponsel rebranded Himax Polymer Octacore. 2. Untuk menganalisis pengaruh kualitas (quality) terhadap keputusan konsumen untuk membeli ponsel rebranded Himax Polymer Octacore.

14 3. Untuk menganalisis pengaruh promosi (promotion) terhadap keputusan konsumen untuk membeli ponsel rebranded Himax Polymer Octacore. 4. Untuk menganalisis pengaruh CoO (country of origin) terhadap keputusan konsumen untuk membeli ponsel rebranded Himax Polymer Octacore. 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat adanya penelitian ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu : 1) Manfaat Praktis Hasil riset diharapkan bisa berkontribusi langsung untuk pemasaran produk baru, secara spesifiknya pada ponsel merek Himax agar dapat menyusun strategi pemasaran dengan tujuan bisa mempertahankan keunggulan kompetitif dan terus melakukan inovasi di kemudian hari sehingga konsumen lebih tertarik untuk melakukan pembelian ulang pada produk lain yang disediakan oleh brand ini. 2) Manfaat Teoritis Hasil riset ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tentang pengaruh harga (price), kualitas (quality), promosi (promotion), dan CoO (country of origin) terhadap keputusan konsumen (consumers decision) untuk membeli ponsel rebranded. Dalam bidang pemasaran, hasil ini diharap mampu memberikan kontribusi untuk menambah perbendaharaan teori mengenai strategi yang harus dilakukan oleh pendatang baru (new entrants) agar dapat bersaing dan memperoleh pangsa pasar. Selain itu, di bidang pendidikan hasilnya diharapkan juga bisa digunakan sebagai literatur penelitian selanjutnya mengenai keputusan pembelian produk barang atau jasa yang baru di industri telepon pintar atau smartphone.

15 1.5 Sistematika Penulisan Sistematika ini berguna untuk memberikan gambaran yang jelas dan tidak menyimpang dari pokok permasalahan, secara sistematis susunan skripsi ini adalah sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Pada bab ini dijelaskan mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian serta sistematika penelitian. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini akan diuraikan landasan teori yang berkaitan dengan penelitian, hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian, kerangka pemikiran teoritis dan hipotesis penelitian. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai variabel penelitian dan definisi operasional variabel, penentuan sampel, jenis dan sumber data, teknik pengumpulan data, dan metode analisis. BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini berisi uraian obyek penelitian, analisis data dan pembahasan dari analisis data. BAB V : PENUTUP Bab terakhir menyajikan secara singkat kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan dan juga memuat saran-saran bagi pihak yang berkepentingan untuk pengembangan penelitian lebih lanjut.