BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. untukmemenuhi berbagai kebutuhan manusia tersebut dalam kehidupan seharihari

PENERAPAN AKUNTANSI DALAM RUMAH TANGGA (STUDI FENOMENOLOGI PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA KEBOAN ANOM KABUPATEN SIDOARJO) ARTIKEL ILMIAH

BAB III METODE PENELITIAN. penelusuran untuk mengeksplorasi dan memahami suatu gejala sentral.

BAB I PENDAHULUAN. dipisahkan dengan uang, karena pengertian uang adalah alat tukar atau medium of

IKHTISAR / RINGKASAN TUGAS AKHIR. yang dimiliki oleh perusahaan (Apriyono, 2006). Hampir setiap transaksi perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan penting dalam pendirian perusahaan adalah untuk meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Saat ini emas semakin disukai sebagai salah satu pilihan investasi, sebagian

BAB I PENDAHULUAN. Serangkaian kebijakan dibidang ekonomi dan moneter yang dilakukan oleh

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Peranan kaum perempuan pada tahap dewasa dini pada saat ini secara umum

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan jenis perusahaan manufaktur

2016 FENOMENA CERAI GUGAT PADA PASANGAN KELUARGA SUNDA

METODE KUALITATIF GEOGRAFI : SIFAT DATA, JENIS DATA, & PERAN PENELITI. Minggu ke-2

BAB III METODE PENELITIAN. yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh

BAB I PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhan hidup setiap orang. Seseorang akan berusaha memenuhi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Sekitar pertengahan hingga akhir tahun 2008, pasar modal Indonesia mengalami

BAB I PENDAHULUAN. dengan cepat, canggih, dan dengan pesat. Hal tersebut ditandai dengan

TEORI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. mengubah keadaan tertentu menjadi kondisi yang lebih baik. Perubahan itu harus

BAB I PENDAHULUAN an dimana terjadi krisis ekonomi. UKM (Usaha Kecil dan Menengah) demikian UKM tidak dapat dipandang sebelah mata.

PENGERTIAN DASAR AKUNTANSI. Akuntansi dapat didefinisikan berdasarkan dua aspek penting yaitu :

BAB II TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Resensi Buku JADI KAYA DENGAN BERBISNIS DI RUMAH OLEH NETTI TINAPRILLA * FENOMENA WANITA * WANITA BERBISNIS : ANTARA KELUARGA DAN KARIR

BAB III PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Inggris Victory English School. Penulis ditempatkan pada bagian keuangan,

BAB I PENDAHULUAN. dimasa yang akan datang. Tujuan yang ingin dicapai tentunya sangat berbeda

Menjadi Manajer Keuangan Keluarga

KOMPOSISI UMUR PENDUDUK: MUNCULNYA BONUS DEMOGRAFI DAN PENDUDUK MENUA

Handout Penganggaran KONSEP DASAR SISTEM PENGANGGARAN MENYELURUH. Maya Sari SE MM

BAB III METODE PENELITIAN. dan gambar, kata-kata disusun dalam kalimat, misalnya kalimat hasil

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat memberikan penekanan lebih besar untuk aspek perilaku keuangan.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif atau kualitataif dilakukan dengan mempertimbangkan pendekatan

BAB I PENDAHULUAN. kesinambungan pelanggan dengan potensi profitable dengan membangun sebuah

BAB I PENDAHULUAN. membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan. Untuk

ANALISIS PENERAPAN SAK ETAP DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA PT. BPR Ganto Nagari 1954

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PT. SINAR SEMESTA KLATEN SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. apa yang dulunya tidak bisa dilakukan ketika masih menjadi karyawan. Setiap orang

Bab 1. Pendahuluan. Setelah perang dunia II, Jepang mengalami kemajuan yang sangat pesat di bidang

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang mampu menggambarkan kinerjanya pada periode tertentu.

BAB I PENDAHULUAN. Organisasi sektor publik merupakan suatu entitas yang aktivitasnya

BAB I PENDAHULUAN. matang baik secara mental maupun secara finansial. mulai booming di kalangan anak muda perkotaan. Hal ini terjadi di

III. METODE PENELITIAN. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia yang semakin besar menjadi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB II KOPERASI PEGAWAI NEGERI (KPRI) SERAI SERUMPUN KECAMATAN TANJUNG PURA KABUPATEN LANGKAT

BAB I PENDAHULUAN Konteks Penelitian. Manusia merupakan makhluk yang memiliki kelebihan paling luar

BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan manusia seringkali terjadi konflik yang tidak dapat

BAB II LANDASAN TEORI. keuangan, jadi laporan keuangan merupakan suatu ringkasan transaksi yang

BAB III METODOLOGI. orang Sabu yang berada sepanjang penggal jalan tersebut memiliki kondisi yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Orang yang melaksanakan fungsi auditing dinamakan pemeriksa atau auditor. Pada mulanya

BAB I PENDAHULUAN. 104).Secara historis keluarga terbentuk paling tidak dari satuan yang merupakan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang bergerak dalam bidang otomotif sepeda motor roda dua.

2. Kerangka Teoritis 2.1. Laporan Keuangan Pemerintah Peranan dan Tujuan Pelaporan Keuangan

BAB III METODE PENELITIAN. pemahaman masing-masing manajemen pembiayaan bank syariah terhadap

BAB I PENDAHULUAN. dalam melaksanakan proses industrialisasi negaranya. (Idris, 2007) pikir atas proses bisnis dan alur pekerjaan.

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki laju

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB IV INTERPRETASI TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PENDIDIKAN ANAK. dibahas dengan menggunakan perspektif teori pengambilan keputusan.

Ada beberapa ahli yang memberikan pendapatnya mengenai Pengertian Manajemen Keuangan:

BAB 10 Membeli Rumah

BAB VI PENUTUP. terutama pada posisi jabatan struktural. Hal ini dapat diindikasikan bahwa terdapat

BAB I PENDAHULUAN. kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. 1. yang sakinah, mawaddah dan rahmah.

BAB I PENDAHULUAN. Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang merupakan jasa keuangan syariah yang

BAHASA IKLAN DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN: SEBUAH KAJIAN KOMUNIKASI DAN BAHASA TERHADAP IKLAN TV PRODUK CITRA

BAB I PENDAHULUAN. demokrasi ekonomi terdapat unsur-unsur usaha koperasi. perkoperasian menegaskan bahwa: Pasal 33 ayat (1) menyatakan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. dengan mendasarkan pada prinsip-prinsip yang konvensional. Penggunaan

BAB I PENDAHULUAN. yang didirikan harus memiliki suatu tujuan agar dapat membuat perusahaan

BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri.

BAB I PENDAHULUAN. perkembangannya. Segala dampak positif maupun negatif dapat dirasakan. Manusia mengembangkan teknologi lagi dan lagi didorong oleh

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Bhayangkara Jaya. Pengaruh Piutang..., Indah, Fakultas Ekonomi 2015

LAMPIRAN A. 1.1 Data Responden. : Irwan Syafrudin. : Tax Accounting Manager. 1.2 Hasil Wawancara

KOPI DARAT Kongkow Pendidikan: Diskusi Ahli dan Tukar Pendapat 7 Oktober 2015

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PENYUSUNAN HIPOTESIS

2014 PERILAKU KONSUMEN MAHASISWA

PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTURDI KABUPATEN SRAGEN

Studi Investor Global 2017

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. bekerja. Tanggapan individu terhadap pekerjaan berbeda-beda dengan

BAB I PENDAHULUAN. tanggungjawab terhadap konsumsi dan alokasi sumber daya perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Kebutuhan manusia yang tidak terbatas ini

BAB III METODE PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian. permasalahan yang sangat kompleks dan dinamis sehingga penting untuk

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. website perusahaan biasanya adalah produk atau jasa yang diberikan

BAB I PENDAHULUAN. pelaksanaan audit serta mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai asersi

BAB I PENDAHULUAN. melakukan serangkaian aktivitas-aktivitas yang bersifat ekonomis, dimana dari

BAB 1 PENDAHULUAN. Perusahaan adalah sebuah unit kegiatan produksi yang mengolah sumber

BAB III METODE PENELITIAN. alkohol, guna mendalami fokus tersebutmaka penelitian ini akan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pemerintah daerah sekarang ini dihadapkan oleh banyaknya tuntutan baik dari

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN. Kebun Agung Jl. Satsui tubun No. 28 Kota Malang. Obyek adalah karyawan

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan zaman, dunia ekonomi dan bisnis pun kian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. sahamnya atau kepada pemilik perusahaan stakeholder. Salah satu cara untuk. keberhasilan dan kelangsungan hidup suatu perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN. masa lalu dan kondisi perusahaan untuk masa yang akan datang.

Lampiran 1: Mengelola Keuangan Keluarga Baru

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian ini didasarkan pada beberapa penelitian terdahulu sebagai bahan referensi antara lain sebagai berikut : 1. Setiowati (2016) Penelitian ini menunjukkan bahwa pentingnya peran akuntansi dalam rumah tangga untuk dapat merencanakan setiap anggaran dalam rumah tangga, pencatatan, pengambilan keputusan serta perencanaan jangka panjang di dalam rumah tangga. Bentuk praktik akuntansi dalam rumah tangga merupakan suatu skema dalam penghindaran hutang terhadap para kreditur maupun pemakaian kartu kredit yang berlebihan sehingga peran istri (perempuan) sangatlah penting untuk melihat setiap kebutuhan-kebutuhan apa saja yang harus diperlukan dalam rumah tangga di dalam penentuan pengambilan keputusan yang terpenting serta perecanaan yang harus mereka lakukan demi kebutuhan anak-anak mereka nantinya disertai dengan komunikasi antara suami dan istri. Sehingga perlunya suatu bentuk pencatatan dalam setiap transaksi baik penerimaan maupun pengeluaran dalam rumah tangga di sertai dengan bukti-bukti (nota, bon, kwitansi, dll) demi menghindari kesalah pahaman antara suami dan istri serta perlunya suatu pengambilan keputusan dan perencanaan jangka panjang dalam mengelola keuangan keluarga yang lebih baik dan lebih tepat. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang : 12

13 a. Menggunakan topik penelitian yang sama yaitu topik akuntansi rumah tangga. b. Menggunakan teknik pengumpulan data yang sama yaitu teknik wawancara. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang : Penelitian ini obyek penelitian yang diteliti yaitu Ibu rumah tangga di Desa Keboan Anom Kabupaten Sidoarjo, sedangkan penelitian terdahulu obyek penelitian yang di teliti yaitu perempuan di daerah Kabupaten Cirebon. 2. Rahmah (2014) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang seorang perempuan atau Ibu rumah tangga yang bekerja sebagai cleaning services di UIN Suska Riau dan untuk mengetahui pola keuangan keluarga perempuan atau Ibu rumah tangga yang bekerja sebagai cleaning services di UIN Suska Riau. Penelitian dilakukan di UIN Suska Riau dengan objek penelitiannya adalah ibu rumah tangga yang bekerja sebagai cleaning service di UIN Suska Riau. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang langsung diperoleh dari informan, baik melalui kegiatan wawancara maupun wawancara mendalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang :

14 a. Menggunakan metode penelitian yang sama yaitu metode penelitian kualitatif. b. Menggunakan data yang sama yaitu data primer c. Menggunakan teknik pengumpulan data yang sama yaitu teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang : a. Penelitian ini obyek yang diteliti yaitu Ibu rumah tangga yang bekerja atau pun tidak bekerja di wilayah Desa Keboan Anom Kabupaten Sidoarjo, sedangkan penelitian terdahulu obyek yang diteliti hanya Ibu rumah tangga sebagai cleaning services di UIN Suska Riau. b. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran penting akuntansi dan mengungkap bagaimana Ibu rumah tangga dalam menerapkan akuntansi rumah tangganya, sedangkan penelitian terdahulu bertujuan untuk mengetahui latar belakang seorang perempuan atau Ibu rumah tangga dan untuk mengetahui pola keuangan keluarga perempuan atau Ibu rumah tangga yang bekerja sebagai cleaning services di UIN Suska Riau. 3. Kamayanti (2014) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan implementasi akuntansi rumah tangga pada keluarga conjugal dan keluarga extended yang memiliki bisnis berskala mikro menggunakan paradigma interpretif. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan menggunakan dasar studi interpretatif. Penelitian ini juga menggunakan studi kasus sebagai desain penelitian karena penelitian ini bertanya pada praktek akuntansi rumah

15 tangga di keluarga suami-istri dan keluarga yang memiliki usaha berskala mikro. Penelitian ini dapat dikategorikan sebagai studi kasus intrinsik karena dalam penelitian ini juga ingin memahami pelaksanaan akuntansi rumah tangga di keluarga suami-istri dan keluarga yang memiliki usaha skala mikro. Untuk metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini melibatkan dua orang infoman. Penelitian ini menggunakan triangulasi untuk memvalidasi dari hasil data yang sudah diperoleh untuk menguji kebenaran dan keabsahan data tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang : a. Menggunakan metode penelitian yang sama yaitu metode penelitian kualitatif. b. Menggunakan metode pengumpulan data yang sama yaitu obeservasi, dokumentasi dan wawancara. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang : a. Penelitian ini pembahasan yang dilakukan yaitu untuk mengungkap peran penting akuntansi rumah tangga, sedangkan penelitian terdahulu untuk mengungkap akuntansi rumah tangga khusus keluarga conjugal dan extended yang mempunyai bisnis skala mikro. b. Penelitian ini menggunakan sejumlah lima informan, sedangkan penelitian terdahulu menggunakan dua informan. c. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi fenomenologis, sedangkan penelitian terdahulu menggunakan pendekatan studi interpretatif.

16 4. Manurung (2013) Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perencanaan keuangan keluarga yang berorientasi untuk mengupas pengelolaan keuangan pada keluarga dosen akutansi di Universitas Widyatama. Adapun fokus pembahasan dan observasi diupayakan untuk menjawab permasalahan tentang pemahaman dosen akuntansi terhadap anggaran dalam perencanaan keuangan keluarga. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini memakai dasar teoritis studi fenomenologi. Dalam penelitian ini menggunakan sumber data yaitu data primer karena data yang diperoleh langsung dari sumbernya (infoman). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan cara observasi langsung dan wawancara yang mendalam terhadap informan. Penelitian ini membahas perilaku manusia khususnya dalam mengelola dan merencanakan keuangan keluarganya, dimana datanya diperoleh dari keterangan dan pernyataan-pernyataan dari obyek yang diteliti yang dalam hal ini adalah dosen-dosen akuntansi di Universitas Widyatama dari berbagai latar belakang baik akademisi ataupun para praktisi. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah : a. Menggunakan metode yang sama yaitu metode kualitatif dengan menggunakan dasar teoritis studi fenomenologi. b. Menggunakan data yang sama dalam penelitian ini yaitu data primer. c. Menggunakan teknik pengumpulan data yang sama dalam penelitian ini yaitu teknik observasi dan wawancara. Perbedaan peneliltian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah :

17 a. Pembahasan yang dilakukan yaitu untuk mengungkap peran penting akuntansi rumah tangga, sedangkan penelitian terdahulu pembahasannya tentang permasalahan pemahaman dosen-dosen akuntansi terhadap perencanaan anggaran keuangan keluarga. b. Obyek yang diteliti dalam hal ini adalah Ibu-Ibu rumah tangga di Desa Keboan Anom baik yang bekerja atau pun yang tidak bekerja, sedangkan penelitian terdahulu obyek yang menjadi penelitian yaitu dosen-dosen akuntansi dari latar belakang yang berbeda yang bekerja di Universitas Widyatama. 5. Komori (2012) Penelitian ini memberikan gambaran rinci dari studi sebelumnya dan membahas pentingnya belajar praktik akuntansi feminin. Disertai dengan penjelasan tentang alasan mengapa relevan untuk mempelajari praktik akuntansi rumah tangga pada wanita Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi sifat praktik akuntansi feminin, dan juga bertujuan untuk memperoleh wawasan praktik akuntansi feminin dengan mempelajari praktik akuntansi rumah tangga wanita Jepang. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini mengacu pada narasi dan bahan empiris yang mencerminkan suara nyata dan praktek aktual dari wanita Jepang. Penelitian ini mengacu pada bahan diterbitkan oleh beberapa badan yang telah memainkan peran utama dalam memperkenalkan dan meluncurkan akuntansi rumah tangga di rumah tangga Jepang pasca-perang. Data dari penelitian ini yaitu dengan menggunakan bahan data dari beberapa

18 sumber peneliti sebelumnya, penelitian ini dapat mencerminkan praktik akuntansi perempuan dari generasi yang berbeda dan pekerjaan di Jepang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berfokus pada identifikasi unsur-unsur praktik akuntansi yang muncul berulang kali dari berbagai sumber, dan membandingkan temuan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan di Inggris dan Australia. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang : Menggunakan metode penelitian yang sama yaitu metode penelitian kualitatif. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang : Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengungkap bagaimana cara para informan atau Ibu-ibu rumah tangga melakukan penerapan akuntansi dalam merencanakan, mencatat, dan mengambil keputusan keuangan dalam rumah tangga atau keluarganya, sedangkan penelitian terdahulu yaitu tujuan penelitiannya untuk mengeksplorasi sifat praktik akuntansi feminin, dan juga untuk memperoleh wawasan praktik akuntansi feminin dengan mempelajari praktik akuntansi rumah tangga wanita Jepang.

Tabel 2.1 RINGKASAN PENELITIAN TERDAHULU No. Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian 1. Setiowati (2016) 2. Rahmah (2014) Perempuan, Strategi Nafkah Dan Akuntansi Rumah Tangga Pola Pengelolaan Keuangan Keluarga Pada Ibu Rumah Tangga (Studi Pada Ibu Rumah Tangga Yang Bekerja Sebagai Cleaning Service Di Uin Sultan Syarif Kasim Riau) Pentingnya peran akuntansi dalam rumah tangga untuk dapat merencanakan setiap anggaran dalam rumah tangga, pencatatan, pengambilan keputusan serta perencanaan jangka panjang di dalam rumah tangga. Bentuk praktik akuntansi dalam rumah tangga merupakan suatu skema dalam penghindaran hutang terhadap para kreditur maupun pemakaian kartu kredit yang berlebihan sehingga peran istri (perempuan ) sangatlah penting untuk melihat setiap kebutuhan kebutuhan apa saja yang harus diperlukan dalam rumah tangga di dalam penentuan pengambilan keputusan yang terpenting serta perencanaan perencanaan yang harus mereka lakukan demi kebutuhan anak anak mereka nantinya disertai dengan komunikasi antara suami dan istri. Hasil penelitian ini dapat di sebutkan sebagai berikut : 1. Alasan perempuan atau ibu rumah tangga bekerja sebagai cleaning service di UIN Suska Riau adalah karena aspek sosial dan ekonomi. Dari aspek sosial perempuan atau ibu-ibu rumah tangga cleaning service pada umumnya menyatakanalasannya adalah karena adanya dukungan dari keluarganya dan tidak mempunyai keterampilan khusus yang dapat dikembangkan untuk membuat usaha yang lain. Dari segi ekonomi, mereka beralasan untuk menambah pendapatan keluarga dan juga untuk membantu suami dalam mencari nafkah. 2. Dalam mengelola keuangan keluarga mereka kurang memenuhi kriteria pengelolaan yang baik, karena dalam pengelolaan yang baik harus memenuhi tahapantahapan sebagai berikut, yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan tahapan penilaiannya atau controlling. Namun, dalam keluarga ibu rumah tangga cleaning service baru melaksanakan tahapan perencanaan saja, sedangkan pelaksanaan dan controlling belum dilaksanakan dengan baik. 19

3. Kamayanti Dan Raharjo (2014) 4. Manurung (2013) 5. Komori (2012) Household Accounting Values And Implementation: An Interpretive Study Urgensi Peran Akuntansi Dalam Rumah Tangga (Studi Fenomenologis Pada Dosen Dosen Akuntansi Di Universitas Widyatama Bandung) Visualizing the Negative Space: Making Feminine Accounting Practices Visible Hasil penelitian ini adalah nilai-nilai yang muncul pada praktek akuntansi rumah tangga seperti nilai kepercayaan dan religius (tidak mubazir, halal) menjadi dasar dari praktik akuntansi rumah tangga. Pada keluaga conjugal yang memiliki bisnis berskala mikro, akuntansi rumah tangga diimplementasikan terpisah dari akuntansi bisnis. Pada keluarga extended yang memiliki bisnis berskala mikro, akuntansi rumah tangga dijadikan satu dengan akuntansi bisnis. Temuan menarik lainnya adalah istri dipercaya oleh suami untuk mengelola keputusan dalam rumah tangga untuk barang sekali pakai dan barang bernominal kecil seperti peralatan rumah tangga dan sayur mayur. Untuk barang dengan nominal besar dan memiliki umur ekonomis yang panjang seperti sepeda motor, dan mobil, suami ikut terlibat dalam pengambilan keputusan. Peran dari akuntansi rumah tangga sangat menentukan setiap perencanaan perencaaan kehidupan di dalam berumah tangga. Skema kehidupan serta kebutuhan dengan seiring waktu terus meningkat secara signifikan sehingga di dalam berumah tangga perlunya suatu perencanaan anggaran, pencatatan, pengambilan keputusan dan perencanaan jangka panjang sehingga perlunya penghindaran hutang terhadap pihak kreditur dan rentenir serta pemakaian kartu kredit secara berlebihan. Informan yang telah diwawancara kebanyakan tidak pernah mencatat setiap pengeluaran mereka bahkan mereka cenderung tidak pernah menyerahkan setiap bukti bukti transaksi pengeluaran mereka terhadap suami. Pencatatan di dalam akuntansi rumah tangga sangat diperlukan, dikarenakan agar mereka dapat mengetahui seberapa besar pengeluaran yang mereka lakukan dalam setiap kebutuhan sehari harinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik akuntansi feminin yang telah tumbuh dari negara Jepang. Akuntansi rumah tangga telah lebih memungkinkan daripada studi sebelumnya menyarankan. Jauh dari tidak termasuk ekspresi emosi terhadap keluarga, wanita Jepang telah menggunakan akuntansi sebagai cara rasionalisasi emosi. 20

6. Pangeran (2012) 7. Sundjaja (2011) 8. Pratiwi (2010) by Reference to Japanese Women s Household Accounting Practices Sikap Keuangan Rumah Tangga Desa Pada Aspek Perencanaan Keuangan Pola Gaya Hidup Dalam Keuangan Keluarga. Tingkat Kesadaran Masyarakat dalam Perencanaan Keuangan Keluarga Perspektif Ekonomi Islam(Studi pada Peran akuntansi untuk mengkonkretkan emosi dan kehidupan mereka menjadi nomor membantu mereka dalam pekerjaan mereka sebagai manajer rumah tangga dan diberdayakan mereka di luar rumah tangga: praktik akuntansi rumah tangga mereka telah mengilhami mereka untuk terlibat dalam jaringan konsumen yang telah menjadi kekuatan yang signifikan dalam ekonomi Jepang. fungsi seperti akuntansi yang unik untuk wanita Jepang dan kehidupan mereka diproduksi dalam konteks sosial dan budaya Jepang yang membentuk gagasan rumah tangga dan hubungan antara laki-laki dan perempuan di dalamnya. Ada perbedaan antara sosial demografis individu pada sikap Var. Independen Ada perbedaan antara modal manusia individu pada sikap Ada perbedaan antara modal ekonomi individu pada sikap Tidak Signifikan Signifikan Signifikan Var. Dependen Aspek perencanaan keuangan rumah tangga Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa pola gaya hidup karyawan pada salah satu institusi pendidikan swasta di kota Bandung umumnya memiliki pola gaya hidup yang masih baik, hal ini ditunjukkan dalam pola pengaturan keuangan dalam penerimaan dan pengeluarannya dan pemilihan prioritas kebutuhan dan keinginan dalam memenuhigaya hidup mereka yang masih waiar. Hasil penelitian ini yaitu masyarakat Cempaka Putih mempunyai tingkat kesadaran terhadap perencanaan keuangan menempati tingkat tinggi. Ini merupakan hal yang sangat wajar karena pendidikan mereka rata-rata tidak sampai jenjang perguruan tinggi dari hasil yang diperoleh oleh peneliti, akan tetapi masyarakat dapat pengetahuan dari sumber luar yaitu dengan mendengar dari orang lain dan membaca buku yang berkaitan dengan perencanaan keuangan keluarga, Di sisi lain masyarakat Cempaka Putih sudah melakukan perencanaan keuangan keluarga dengan mengalokasikan dan mempercayai lembaga keuangan sebagai pihak pengelolanya, meskipun yang dikelola 21

9. Suhartini dan Renanta (2007) masyarakat Cempaka Putih) Pengeloalaan Keuangan Keluarga Pedagang Etnis Cina hanyalah instrumen tertentu misalnya tabungan pensiun dan tabungan pendidikan. Dengan demikan masyarakat Cempaka Putih menyadari bahwa perencanaan keuangan itu sangat penting. Hasil dari penelitian ini adalah Etnis Cina mempunyai cara tersendiri dalam menyusun anggaran keuangan keluarganya, anggaran keluarga bagi etnis cina merupakan hasil pengumpulan dan perangkuman semua ekspektasi pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan setiap bulan, dimana terdapat seluruh pengeluaran dari seluruh anggota keluarga dan dana untuk keperluan darurat, selain itu juga terdapat pemasukan yang berasal dari laba usaha yang mereka jalankan, meskipun usaha yang mereka jalankan milik mereka sendiri atau bisa disebut dengan usaha keluarga, dalam pencatatan keuangan terdapat pencatatan yang berbeda antara catatan keuangan keluarga dan usaha, hal ini dilakukan agar dapat diketahui antara keperluan rumah tangga dan keperluan usaha, karena dalam usaha Etnis Cina menilai pengeluaran yang dilakukan dalam sebuah usaha sepenuhnya adalah investasi, selain itu juga mempunyai pemahaman tersendiri dalam memandang mengenai konsep permodalan. 22

23 2.2 Landasan Teori Landasan teori merupakan teori yang digunakan untuk mendasari tentang variabel yang akan digunakan dalam sebuah penelitian. Hal ini digunakan agar penelitian dapat didasari dengan teori yang kuat dan mendukung untuk dilakukannya penelitian tersebut. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan satu landasan teori yaitu teori Fenomenologi. Istilah fenomenologi bersumber dari kata kerja bahasa Yunani, yaitu phanomai yang artinya adalah menunjukkan atau menampakkan diri sendiri, dan logos yang artinya kata, rasio, ucapan, pertimbangan. Phenomenon yang jamaknya adalah phenomena juga menjadi asal istilah fenomenologi dibentuk, dan diartikan sebagai suatu tampilan dari objec, kejadian, atau kondisi-kondisi menurut persepsi (Littlejohn, 2002 : 184). Fenomenologi adalah kajian tentang perihal yang tampak, ilmu tentang perilaku perilaku yang tampak, tentunya perilaku perilaku tersebut adalah pada sesuatu yang menampakkan diri pada kesadaran kita. Fenomenologi kemudian di artika pula sebagai ilmu tentang esensi esensi kesadaran dan esensi ideal dari sesuatu obyek (Leksono, 2013 : 213). Bahwasanya fenomenologi adalah model yang telah menemukan karakteristik kualitatif secara sempurna, dikarenakan bahwa kerangka pemikiran, landasan filsafat, maupun metodologi operasionalnya bukanlah sebagai sekadar reaktif atau semata-mata untuk menggugat penelitian kuantitatif, akan tetapi telah membangun sendiri kerangka pemikiran, landasan filsafat, serta metodologi yang operasional (Muhadjir, 2003 :147).

24 Ritzer dan Smart (2011) mengatakan bahwa fenomenologi bermaksud menjelaskan apa yang sudah tertentu (what is given), yang tampak bagi kesadaran, tanpa berusaha menjelaskannya dengan cara apa pun dan tanpa menghubungkan signifikansi dan makna tempat sesuatu pun. Dengan demikian fenomenologi itu adalah pengamatan yang sama sekali tidak menghendaki pengaruh dan infiltrasi pengetahuan yang sebelumnya sudah membentuk pada pemahaman peneliti (Leksono, 2013 : 216). Demikian dapat disimpulkan bahwa teori fenomenologi yaitumemahami realitas atau kejadian yang terjadi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu peran akuntansi dalam lingkungan masyarakat dan penerapan akuntansi rumah tangga pada Ibu rumah tangga dapat menghasilkan kondisi keuangan keluarga yang baik. 2.2.1 Akuntansi Rumah Tangga Akuntansi merupakan proses atau aktivitas dengan cara menganalisis, mencatat, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, melaporkan dan menginterpretasikan seluruh informasi keuangan untuk kepentingan para penggunanya (Setyaningrum, 2016 : 2). Menurut Setiowati (2016), Akuntansi setara dengan institusi sosisal seperti seni, pekerjaan, agama, pendidikan, pengetahuan dan teknologi, karena akuntansi juga merupakan suatu kajian yan relevan untuk dapat mempelajari fenomena yang terjadi saat ini. Akuntansi juga diharapkan menjadi sebuah bidang ilmu pengetahuan yang dapat menjadi solusi dari permasalahan masyarakat. Akuntansi juga dapat dijadikan salah satu upaya untuk mengkokohkan nilai

25 institusi masyarakat karena sebagai salah satu disiplin ilmu pengetahuan dalam rangka pengelolaan keuangan rumah tangga sehingga tujuan hidup keluarga sehari-hari dapat terwujudkan. Demikian akutansi rumah tangga adalah akuntansi yang diterapkan dalam aktivitas keuangan yang terjadi dalam kehidupan keluarga atau berumah tangga. Akuntansi rumah tangga merupakan sesuatu yang mungkin mudah untuk dipelajari akan tetapi sering kali di abaikan. Kesulitan dalam sebuah penerapan akuntansi rumah tangga terjadi karena keenganan anggota keluarga untuk menerapkannya, bukan karena sulitnya metode dan prinsip pencatatannya. Keluarga seringkali menganggap sepele dan juga mengabaikan setiap pencatatan pemasukan dan pengeluaran yang terjadi di rumah tangga. Manfaat dalam menerapkan akuntansi rumah tangga yaitu sangat banyak. Contohnya dengan melakukan pencatatan atas setiap transaksi keuangan keluarga termasuk pemasukan dan juga pengeluaran dalam memenuhi kebutuhankebutuhan keluarga setiap harinya. Dengan cara seperti itu keluarga dapat mengetahui transaksi mana saja yang di anggap tidak perlu, sehingga untuk kedepannya keluarga dapat melakukan penghematan. 2.2.2 Perencanaan Keuangan Keluarga Perencanaan adalah pemilihan tujuan dengan menggunakan asumsi mengenai masa depan dalam visualisasi dan formulasi dari suatu aktivitas dan diyakini diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan (Fahmi, 2016 : 14). Perencanaan keuangan adalah suatu ilmu yang menempatkan kajian tentang keuangan dengan menempatkan berbagai atribut keuangan secara

26 terkonsep dan sistematis baik secara jangka pendek maupun secara jangka panjang (Fahmi, 2016 : 14). Dalam kegiatan dan aktivitas sehari-hari Ibu rumah tangga perlu menentukan suatu konsep perencanaan yang diperlukan dan harus dibuat secara matang dengan tujuan untuk menghindari berbagai masalah yang kemungkinan muncul di kemudian hari. Perencanaan keuangan tidak selalu digunakan untuk perusahaan saja dalam kegiatan usaha atau bisnis, akan tetapi pengetahuan tentang perencanaan keuangan juga harus diketahui dan penting untuk diterapkan untuk masing-masing individu dalam lingkup keluarga. Perencanaan keuangan keluarga secara sederhana berkaitan dengan seberapa besar uang yang keluar untuk di pergunakan memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga, dan seberapa besar uang masuk yang di peroleh dari sumber penghasilan, serta seberapa besar uang yang digunakan untuk menabung agar dapat mencapai tujuan keuangan keluarga (Sundjaja, 2010 : 435). Manurung (2013), menjelaskan bahwa perencanaan keuangan dalam suatu rumah tangga yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya adalah proses ketercapaian atau proses keberhasilan yang dapat di ukur. Setiap kebutuhan dalam rumah tangga dapat diketahui bila proses dalam merencanakan keuangan dapat dilakukan secara terperinci. Dikarenakan bahwa perencanaan keuangan yang baik sangat diperlukan untuk masa depan sebagai cadangan dan lebih mengetahui akan kebutuhan di dalam kehidupan sehari-harinya baik dalam perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam kehidupan berumah tangga perlu adanya cadangan

27 anggaran untuk menghindari setiap kejadian-kejadian pembengkakan pengeluaran dalam rumah tangga serta penghindaran hutang terhadap pihak ketiga. Menurut pratiwi (2010) sebuah keluarga sangat perlu melakukan perencanaan keuangan dalam keluarganya, baik keluarga yang mempunyai penghasilan yang kurang maupun keluarga yang mempunyai penghasilan yang cukup atau lebih. Karena dengan melakukan sebuah perencanaan keuangan yang tepat makan akan dapat membantu segala permasalahan yang terkait dengan uang, sehingga uang yang di miliki tidak terpakai sia-sia untuk hal yang tidak penting. Perencanaan keuangan disini semata-mata bukan hanya bagi kalangan keluarga yang sudah dikaruniai anak melainkan bagi pasangan yang baru berumah tangga sehingga mereka harus benar-benar matang dalam mengatur setiap keuangan dalam rumah tangganya termasuk kebutuhan yang benar-benar terpenting dan harus didahulukan. Sebuah pendekatan dalam proses perencanaan penganggaran rumah tangga sangat diperlukan untuk dapat mengendalikan sejumlah anggaran pengeluaran dalam rumah tangga sehingga ada pembatasan atas hal-hal yang sangat urgent dikeluarkan dan penghematan untuk dapat melakukan suatu penghematan. 2.2.3 Pencatatan Keuangan Keluarga Menurut Manurung (2013) Pencatatan adalah bagian kedua dalam sebuah proses akuntansi dalam merencanakan keuangan rumah tanggaagar mengetahui seberapa penting biaya atau anggaran yang dikeluarkan untuk memenuhi

28 kebutuhan sehari-hari, serta agar dapat mempertahankan uang yang dimiliki oleh keluarga tersebut dan jika ada sisa bisa untuk ditabung. Pencatatan akuntansi rumah tangga ini digunakan oleh Ibu ibu rumah tangga untuk meminimalisir biaya-biaya yang untuk kebutuhan dan nantinya juga akan dapat mengetahui total pengeluaran pada setiap saat transaksinya sehingga nanti di akhir bulan dapat mengetahui berapa besarnya biaya yang dikeluarkan. Proses pencatatan dalam rumah tangga juga sangat diperlukan karena itu merupakan bagian dari setiap perencanaan penganggaran. Pencatatan disini merupakan setiap bentuk akan kebutuhan-kebutuhan apa saja yang paling utama di dalam rumah tangga, karena dengan melakukan pencatatan maka proses keuangan keluarga akan dapat dikendalikan dengan baik dan Ibu rumah tangga pun juga akan mengtahui seberapa besar uang yang menjadi pemasukan baik itu harian, mingguan, atau bulanan, serta mengetahui seberapa besar pengeluaran yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sistem pencatatan akuntansi dalam rumah tangga diharuskan ada buku kas yang tersusun rapi. Proses pencatatan disini sangat diperlukan bagi setiap pasangan dalam rumah tangga. Pasangan rumah tangga yang sudah dikaruniai anak maupun yang baru berumah tangga juga sanga perlu unmtuk melakukan pencatatan yang rutin akan setiap anggaran yang akan mereka keluarkan serta perlu adanya menyediakan dana cadangan (deposito) dalam tabungan jika suatu saat nanti akan diperlukan sewaktu-waktu untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

29 2.2.4 Pengambilan Keputusan Keputusan adalah proses penelusuran masalah yang berawal dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, hingga terbentuknya suatu kesimpulan atau rekomendasi. Rekomendasi itulah yang selanjutnya dipakai untuk pedoman basis dalam pengambilan keputusan (Fahmi, 2016 : 3). Oleh karena itu begitu besarnya pengaruh yang akan terjadi jika seandainya rekomendasi yang dihasilkan tersebut terdapat kekeliruan atau kesalahan yang tersembunyi karena faktor ketidakhati-hatian dalam pengkajian masalah. Pengambilan keputusan dalam keuangan keluarga sama hal nya dengan sebuah investasi baik dari segi jangka panjang atau segi jangka pendek, karena pada setiap keputusan pembelian atau transaksi yang lain untuk memenuhi kebutuhan pembelanjaan pada rumah tangganya (Manurung, 2013).Kebijakan atau keputusan yang di ambil tidak boleh dilakukan secara terburu-buru dan harus dipikirkan dengan baik dan secara matang. Hal seperti ini seringkali terjadi pada kehidupan rumah tangga yang sudah lama berumah tangga atau baru berumah tangga dan yang sudah dikaruniai anak. Kebutuhan yang hampir setiap hari yang selalu melonjak dan diskondiskon yang tersebar dimana-mana terkadang membuat kehidupan berumah tangga jadi selalu ber keinginan untuk belanja serta tidak memikirkan hal tersebut apakah sangat diperlukan saat ini ataupun tidak. Padahal masih banyak keperluan lain yang lebih penting dan berguna untuk kehidpannya sehari-hari.di dalam praktek akuntansi perlu adanya dana cadangan untuk menghindari akan hargaharga kebutuhan yang meningkat serta pengeluaran-pengeluaran yang terlalu

30 besar sehingga adanya suatu antisipasi untuk penghindaran hutang terhadap para rentenir dan penggunaan kartu kredit yang tidak efektif dan efisien. 2.2.5 Peran Ibu Rumah Tangga Menurut Rahmah (2014), seorang perempuan sebagai Ibu rumah tangga dalam kehidupan bermasyarakat memiliki peran yang sangat penting untuk pembentukan kesejahteraan keluarga. Seorang Ibu sangat identik dengan kelembutan akan tetapi memiliki peran yang penting pula untuk kehidupan bermasyarakat terutama dalam mengatur atau mengelola keuangan keluarga untuk memenuhi segala bentuk kebutuhan-kebutuhan dalam mencapai tujuan hidup keluarga yang sejahtera. Peran Ibu rumah tangga merupakan suatu tanggung jawab yang tidak dapat di anggap remeh dan tidak boleh di anggap sebelah mata, walaupun masyarakat sekitar banyak sekali yang berkomentar kepada seorang Ibu yang mempunyai pendidikan tinggi namun hanya mengabdikan dirinya untuk keluarga yaitu hanya menjadi seorang Ibu rumah tangga, komentar tersebut seperti percuma ya berpendidikan tinggi tetapi hanya menjadi seorang Ibu rumah tangga saja. Seorang perempuan yang sudah membuat kepetusan untuk menikah maka disaat itu pula perempuan sudah mempunyai peran sebagai Ibu rumah tangga. Hal yang sangat menarik untuk di alami bahwa menjadi seorang Ibu rumah tangga itu tidak mudah. Seorang Ibu rumah tangga bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya dan melayani suami serta mengatur keuangan keluarga, agar Ibu rumah tangga dapat mewujudkan atau menjadikan rumah sebagai istana terbaik. Ibu rumah tangga juga merupakan pemimpin dalam segala

31 urusan rumah tangga, dan amanah yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Pengetahuan mengenai akuntansi dalam hal merencanakan keuangan, pencatatan dan pengambilan keputusan tidak lagi didominasi oleh para eksekutif atau manajer keuangan perusahaan. Dalam lingkungan masyarakat yaitu keluarga, peran ibu dalam mengatur keuangan tidak lepas dari ilmu-ilmu yang secara tidak langsung berperan penting dalam mengelola keuangan dalam kaluarga. Moeljadi berpendapat bahwa seorang ibu yang berperan sebagai ibu rumah tangga yang mempunyai tanggung jawab dan kewajiban untuk mengelola keuangan rumah tangga terrutama sumber dananya terbatas selain harus pandai dalam mengelola keuangan juga harus memahami pengetahuan terkait perencanaan keuangan dan akuntansi meskipun dalam skala yang sederhana (Moeljadi, 2010 : 3).

32 2.3 Kerangka Pemikiran Ibu Rumah Tangga Perencanaan Pencatatan Penerapan Akuntansi Dalam Rumah Tangga Pengambilan Keputusan Gambar 2.1 KERANGKA PEMIKIRAN Berdasarkan gambar kerangka pemikiran di atas, dapat dijelaskan bahwa peneliti ingin mengetahui bagaimana Ibu rumah tangga di Desa Keboan Anom Kabupaten Sidoarjo dalam menerapkan akuntansi rumah tangga dengan tiga kategori yaitu perencanaan, pencatatan, dan pengambilan keputusan.