BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian yang bersifat

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi dan kejadian. 1 Atau

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif eksploratif yaitu suatu

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data-data awal tentang. angka-angka, dengan menggunakan metode survey.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yaitu penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena-fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia. 1

BAB III METODE PENELITIAN. Kecamatan Katingan Hulu Kelurahan Tumbang Senamang, penelitian ini

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. 84 Pada

BAB III METODOLOGI PENELITAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan secara langsung ke lokasi, yaitu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. komparatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau

BAB III METODE PENELITIAN. yang dilaksanakan adalah penelitian survei. Penelitian survei yaitu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITAN

III. METODE PENELITIAN. Lokasi dibagi menjadi 7 strata ketinggian. Strata IV ( m dpl) Karakter morfologi bambu tali dicatat (lampiran 2).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. segala cara untuk menetapkan lebih teliti atau seksama dalam suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Cagar Alam Gunung Ambang subkawasan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Tempat Dan Waktu penelitian Penelitian dilaksanakan di Kawasan Barat Danau Limboto Kecamatan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan di Blok Perlindungan Tahura Wan Abdul

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengenai situasi dan kejadian. Menggunakan metode survei dengan teknik

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilaksanakan adalah penelitian survei yaitu menelusuri wilayah (gugus

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

II. MATERI DAN METODE PENELITIAN

I. MATERI DAN METODE PENELITIAN Letak Giografis Lokasi Penelitian Pekanbaru terletak pada titik koordinat 101 o o 34 BT dan 0 o 25-

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA BAHAN ALAM. Herbarium

PENYIAPAN SPECIMEN AWETAN OBJEK BIOLOGI 1

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA BAHAN ALAM

BAB III METODE PENELITIAN

B III METODE PENELITIAN. ada di di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Denpasar Bali di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Denpasar Bali.

HERBARIUM. Purwanti widhy H 2012

BAB III METODE PENELITIAN

II. METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian. 1 Sehingga dalam jenis

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif - eksploratif, yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif, yang menggunakan

II. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

MATERI DAN METODE. Kasim Riau yang beralamat di Jl. HR. Soebrantas KM 15 Panam, Pekanbaru.

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB V PEMBAHASAN. paku-pakuan (Pterydophyta) dan divisio tumbuhan berbiji (Spermatophyta).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Cagar Alam Gunung Ambang, sub

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Pembuatan Herbarium. Pembuatan Herbarium dan Pengenalan Jenis Pohon. Onrizal Departemen Kehutanan USU. Onrizal 2

Tujuan. Eksplorasi Botani Hutan [Fieldwork] Tujuan. Cara Kerja

BAB I PENDAHULUAN. hidup saling ketergantungan. Tumbuh-tumbuhan dan hewan diciptakan oleh

III. BAHAN DAN METODE

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Desember hingga Maret. Eksplorasi berupa pengumpulan koleksi Bryophyta

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penentuan

LOKAKARYA PEMBUATAN HERBARIUM UNTUK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI MAN CENDIKIA MUARO JAMBI

MATERI DAN METODE. 3.1.Waktu dan Tempat

BAB III METODE PENELITIAN

3 METODE PENELITIAN. Waktu dan Lokasi

III. METODE PENELITIAN

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM

BAB III KOLEKSI TUMBUHAN DAN METODE HERBARIUM

III. METODOLOGI. Tabel 1 Jenis-jenis pohon sebagai bahan penelitian. Asal Tempat Tumbuh. Nama Daerah Setempat

Pemetaan Pandan (Pandanus Parkins.) di Kabupaten dan Kota Malang

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen. Penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan

BAB III METODE PENELITIAN. pengaruh konsentrasi dan lama perendaman kolkhisin terhadap tinggi tanaman,

BAB 1 PENDAHULUAN. Kekayaan Indonesia dalam keanekaragaman jenis tumbuhan merupakan hal

4 METODE PENELITIAN. Lokasi dan Waktu Penelitian

Indonesia: Mega Biodiversity Country

Oleh : MAYA RAHAYU NIM

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. metode juga tergantung pada permasalahan yang akan dibahas, dengan kata lain

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 1. PENGAMATAN OBJEKLatihan Soal 1.3

BAB III METODE PENELITIAN. Telaga Bromo terletak di perbatasan antara desa Kepek kecamatan

BAB II KAJIAN PUSTAKA jenis yang terbagi dalam 500 marga (Tjitrosoepomo, 1993: 258). Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) Penelitian deskriptif kuantitatif bertujuan

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif kuantitatif adalah metode penelitian yang

TEKNIK PENGIDENTIFIKASIAN JAMUR KARAT PADA RUMPUT-RUMPUTAN. Ole h. DORlY. JURUSAN BIOlOGI. FAKUl TAS MATEMATIKA DAN IlMU PENGETAHUAN AlAM

TEKNIK PENGIDENTIFIKASIAN JAMUR KARAT PADA RUMPUT-RUMPUTAN. Ole h. DORlY. JURUSAN BIOlOGI. FAKUl TAS MATEMATIKA DAN IlMU PENGETAHUAN AlAM

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik penentuan lokasi

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif, yang. sensus atau dengan menggunakan sampel (Nazir,1999).

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukan secara langsung dengan menggunakan metode eksploratif pada setiap

Gambar 2.1. Peta Lokasi Penelitian

Transkripsi:

36 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau suatu fenomena. 1 Dengan menggunakan metode Line Transek.Langkah-langkah dalam penelitian deskripsi ini yaitu mengumpulkan spesimen, mendeskripsikan, mengidentifikasi, mengklasifikasi dan menginventarisasi. 2 B. Waktu dan Tempat Penelitian Provinsi Kalimantan Tengah dalam keadaan normal musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Desember dan Januari sampai dengan Mei, sedangkan musim kemarau bulan Juni sampai dengan Agustus. 3 Berkaitan dengan hasil wawancara dengan penduduk desa, anggrek berbunga pada musim penghujan. 4 Berdasarkan pertimbangan tersebut peneliti melaksanakan penelitian pada bulan April sampai Mei 2015. Tempat atau lokasi penelitian yaitu pada Kawasan Hutan Sei Rais Desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur, yang dapat dilihat pada gambar 3.3. 1 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik), Jakarta: Penerbit PT. Bina Aksara, 1986, h.194 2 Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Jakarta: Raja Grafindo,2000,h. 72-73 3 Syahrani Syahrin, Bunga Rampai Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah, Palangka Raya: Pusakalima, 2005,h.135 4 Wawancara dengan Hendro dan Marwan di Desa Rubung Buyung, 12 Desember 2014 36

37 Sumber:Arsip Desa Rubung Buyung Gambar 3.3 Peta Kawasan Hutan Sei Rais Desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga Keterangan: Jalan Raya Sungai Cempaga Batas Desa Hutan Sei Rais

38 U Peta A Peta B Gambar 3.4 Peta Kawasan Hutan Sei Rais Desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga / Lokasi Penelitian Keterangan: Peta A Peta B Sungai cempaga Jalan Trans Kalimantan Sungai Rais Hutan Sei Rais (Lokasi Penelitian) Sungai Rais Sungai Cempaga Jalan Trans Kalimantan Wilayah Sei Rais Sampling 3 (Pinggir Sei Rais) Sampling 2 (Kawasan Hutan Terbuka) Sampling 1 (Kawasan Hutan Tertutup)

39 C. Populasi dan Sample penelitian 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: Objek/Subjek yang mempunyai kualitas dan karakterisik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. 5 Populasi dalam penelitian ini yaitu semua spesies anggrek yang berada di lokasi penelitian yaitu pada kawasan Hutan Sei Rais Desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur. 2. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi. 6 Sampel dalam penelitian ini yaitu spesies anggrek yang ditemukan pada kawasan Hutan Sei Rais Desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur. Sedangkan untuk sampel lokasi menggunakan sampel area sebesar 10% dari luas area yaitu 16 hektar, 16 X 10 : 100 = 1,6 Ha/ 16.000 m 2. 5 Sugiyono.Meode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif, dan R& D.Bandung: Alfabeta, 2008, H: 117 6 Ibid,.h.118

40 D. Instrumen penelitian 1. Alat Penelitian Tabel: 3.1Alat Penelitian No. Alat Jumlah 1 Kamera Foto 1 buah 2 Loupe 1 buah 3 Botol Spesimen 8 buah 4 Botol Penyemprot 1 buah 5 Meteran 1 buah 6 Pisau/Cutter 2 buah 7 Buku Tulis 1 buah 8 Pensil 1 buah 9 Pulpen 1 buah 10 Buku Literatur 4 buah Anggrek 11 Mikroskop binokuler 1 buah 12 Koran Secukupnya 13 Karton 1 m 14 Kertas bening 2 m 15 Double tip 2 buah 16 Lem kayu 1 buah 17 Tali pramuka 1 m

41 2. Bahan Tabel: 3.2 Bahan Penelitian No Bahan Jumlah 1 Alkohol 70% 14 ml 2 Asam Asetat 5 % 60 ml 3 Alkohol 95 % 550 ml 4 Formalin 40% 110 ml 5 Aquades 6600 ml Keterangan: Alkohol : Berfungsi untuk mencegah dinding sel hancur Asam Asetat Glacial : Berfungsi agar anggrek tidak mengerut Formalin :Berfungsi sebagai pengawet/menyimpan spesimen dalam botol. E. Teknik Sampling Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik porpusive sampling, yaitu cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random, atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan, misalnya alasan keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh. 7 Yaitu dengan mengumpulkan spesimen anggrek yang berada di Kawasan Hutan Sei Rais Desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur. 7 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta, 2006, h. 139-140.

42 F. Prosedur Pengambilan Data Untuk pengambilan data dilapangan yaitu dengan menggunakan metodeline transek yaitu pembuatan garis transek sesuai dengan luas wilayah dan sampling yang ditentukan.data yang dikumpulkan meliputi lokasi pengambilan, nama ilmiah spesies tersebut. Spesimen yang akan di diidentifikasi dengan menggunakan buku literatur Jenis-jenis anggrek dan Anggrek Indonesia oleh Setijati Sastrapradja, 1001 spesies anggrek yang tumbuh berbunga di Indonesia oleh Mazna hashim assagaf, Jenis-jenis Anggrek Taman Nasional Bogani Nani Wartabone oleh Diah Sulistiarini dan Uway Warsita Mahyar (P2B-LIPI). Langkah-langkah dalam teknik pengumpulan data yaitu sebagai berikut: 1. Teknik observasi Teknik observasi merupakan cara yang mudah dan juga mempunyai prosedur yang sederhana, sehingga dapat mempermudah dan sangat membantu dalam melakukan penelitian terkait masalah yang akan di teliti. Menurut Margono mengatakan observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. 8 Observasi juga dapat dinyatakan sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner 8 Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta : Rineka Cipta, 2000, h.158.

43 selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga objek-objek alam yang lain 9. Untuk melakukan observasi yaitu dengan menjelajahi kawasan untuk pengambilan sample dengan tahapan, sebagai berikut: a. Melakukan observasi atau menjelajahi Kawasan Hutan Sei Rais desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin timur yang bertujuan untuk mengetahui habitat tumbuhnya familia anggrek. b. Melakukan wawancara dengan penduduk desa mengenai hutan Sei Rais Desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur. c. Menentukan wilayah secara bertahap tempat pengambilan sample yang mewakili wilayah sampel populasi. 2. Menentukan Wilayah Sampling Teknik sampling merupakan metode atau cara menentukan sampel dan besar sampel. Untuk menentukan berapa sampel yang akan diambil, maka menggunakan beberapa teknik sampling atau teknik pengambilan sampel. 10 Penentuan wilayah sampling berdasarkan 10% luas wilayah hutan Sei Rais yaitu 16.000 m 2, 3 wilayah sampling yaitu sampling I kawasan hutan terbuka sebesar 30%, sampling II kawasan hutan tertutup 40%, samping III kawasan pinggir sungai Rais 30%. Pembuatan line 9 Sugiyono.Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif dan R & D,,H:159 10 Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan,.h.75

44 transek yaitu mengikuti jalur utama 16.000 m 2, selanjutnya menelusuri dan membuat garis transek pada 2 sisi kiri dan 2 sisi kanan jalan utama dengan panjang 500m-1km, hal ini berdasarkan pertimbangan sebagian daerah tidak rata (curam) sehingga tidak dapat dijangkau dengan jalan kaki serta keamanan (medan dan binatang buas). Menelusuri wilayah sampling yang telah di tentukan, buatlah plot sebesar 2020 m setiap menemukan anggrek. Apabila dalam wilayah sampling hanya ditemukan 1 individu anggrek ataupun dalam 1 jenis anggrek hanya ditemukan 1 buah anggrek, tidak dilakukan pengherbariuman dan cukup didokumentasikan dalam bentuk foto. 3. Teknik dokumentasi Teknik dokumentasi menurut Moleong setiap bahan tertulis ataupun film dan gambar yang dapat memberikan informasi.melalui teknik ini yaitu berusaha untuk memperoleh hasil sumber tertulis, melalui dokumen atau tulisan simbolik yang memiliki relevansi dengan penelitian, sehingga dapat melengkapi data yang diperoleh dilapangan. 11 Teknik ini digunakan sebagai penunjang untuk melakukan atau membandingkan sampel yang telah ditemukan agar mendapatkan hasil yang optimal dan sesuai dengan kenyataan yang ada. 11 Lei J. Moleong, Metodologi Riset. Bandung: PT Rosdakarya, 2004,. h.161

45 4. Pengumpulan spesimen Anggrek Untuk pengumpulan sampel dilakukan yaitu dengan menjelajahi atau menelusuri wilayah yang sudah ditentukan sebelumnya oleh peneliti kemudian dilakukan secara bertahap. Setiap anggrek yang ditemukan didokumentasikan,dicatat ciri-ciri morfologinya, selanjutnya diambil dan dicuci bersih dengan menggunakan air dan dimasukkan kedalam gelas kaca yang berisi larutan FAA, serta dilakukan proses pengidentifikasian. Pemberian kode spesimen menggunakan kertas label yang ditempelkan pada bagian gelas kaca yang berisi larutan FAA dan anggrek. 5. Deskripsi spesimen anggrek Setiap spesimen anggrek yang ditemukan diamati dan dicatat ciriciri morfologi dengan bantuan loupe.hasil pengamatan spesimen ciri-ciri morfologi tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam tabel ciri morfologi anggrek. 6. Identifikasi spesies anggrek Hasil deskripsi anggrek selanjutnya dibandingkan dengan gambar dan deskripsi serta determinasi tumbuhan yang terdapat pada buku pedoman yaitu buku Jenis-jenis anggrek dan Anggrek Indonesia oleh Setijati Sastrapradja, 1001 spesies anggrek yang tumbuh berbunga di Indonesia oleh Mazna hashim assagaf, Jenis-jenis Anggrek Taman Nasional Bogani Nani Wartabone oleh Diah Sulistiarini dan Uway

46 Warsita Mahyar (P2B-LIPI). Serta hasil penelitian dari Metae yaitu tentang Keragaman Jenis Anggrek Familia Orchidaceae di PT. Sanitra Sebangau Indah (SSI) Taman Nasional Sebangau Kalimantan Tengah Sebagai Penunjang Materi Keanekaragaman Hayati di SMA. Melalui kegiatan identifikasi, maka dapat ditentukan nama spesimen anggrek. Jika nama jenis dari spesimen anggrek belum diketahui maka untuk spesimen tumbuhan tersebut diberi nama marga dan ditambah dengan kode jenis yaitu sp. Tabel 3.3Pengamatan ciri-ciri morfologi anggrek No Ciri-ciri morfologi Sp 1 Sp 2 Sp n.. 1. Habitat 2. Akar 3. Batang a. Pola pertumbuhan batang b. Panjang batang c. Umbi semu a) Bentuk b) Panjang c) Lebar 4. Daun a. Bentuk Daun b. Pangkal Daun c. Ujung Daun d. Permukaan daun e. Ukuran daun a) Panjang b) Lebar f. Tepi daun g. Ketebalan daun h. Warna daun

47 5. Bunga a. Inflorencentia (karangan bunga) b. Posisi pembungaan c. Bentuk bunga d. Sepal dorsal a) Bentuk b) Panjang c) Lebar d) Warna e. Sepal Lateral a) Bentuk b) Panjang c) Lebar d) Warna f. Petal a) Bentuk b) Panjang c) Lebar d) Warna g. Labellum a) Bentuk b) Warna h. Jumlah kuntum i. Aroma bunga 6. Buah a. Bentuk b. Warna c. Panjang d. Lebar 7. Biji a. Bentuk b. Warna 7. Pembuatan Herbarium a. Herbarium kering Teknik pembuatan herbarium kering adalah sebagai berikut:

48 1) Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan herbarium. 2) Spesimen anggrek yang ditemukan atau diawetkan sebelumnya diamati morfologinya, kemudian dibersihkan dengan air bersih dan dikeringkan atau dilap dengan menggunakan kapas. 3) Spesimen anggrek yang sudah kering kemudian disemprotkan dengan alkohol 70% atau bisa juga dilap menggunakan kapas yang sudah diberi alkohol 70%. 4) Spesimen anggrek yang sudah disemprot kemudian diletakkan pada kertas Koran dan dilem dengan menggunakan isolasi dan dilapisi lagi dengan kertas Koran, kemudian dimasukkan kedalam karton yang tebal untuk dipres dan ditumpangi lagi dengan beberapa karton yang tebal lainnya dan berat. Tumbuhan dikatakan kering apabila sudah kaku dan tidak terasa dingin. 5) Herbarium yang sudah jadi atau diawetkan disimpan pada gabus yang berukuran 1 m, lalu dipasang label yang berisi semua informasi yang telah diperoleh dari tumbuhan anggrek tersebut. Informasi yang berada dilabel antara lain: a) No urut : b) Nama kolektor : c) Nama daerah : d) Tempat pengambilan : e) Tanggal pengambilan :

49 f) Habitat : b. Herbarium basah Adapun prosedur kerja yang dilaksanakan dalam teknik pembuatan herbarium basah adalah sebagai berikut : 1) Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan herbarium basah. 2) Spesimen tumbuhan anggrek dengan kadar air tinggi yang ditemukan diamati mofologinya, kemudian dimasukkan kedalam larutan yang sudah disiapkan yaitu larutan formalin 40% sebanyak 10 ml, asam asetat 5 ml, alkohol 95 % serta aquadest. 3) Herbarium basah yang sudah jadi diberikan label yang berisi tentang semua informasi tumbuhan anggrek tersebut. 12 Herbarium basah yang sudah jadi diberikan label yang berisi tentang semua informasi tumbuhan anggrek tersebut, yaitu : a) No urut : b) Nama kolektor : c) Nama daerah : d) Tempat pengambilan : e) Tanggal pengambilan : f) Habitat 13 : 12 Sukini, Inventarisasi Tumbuhan Obat Tradisional yang digunakan Masyarakat di Kelurahan Muara Lawung 1 Kabupaten Murung Raya, Skripsi, STAIN :Palangka Raya, 2013, h.35-36. 13 Suyitno Al, penyiapan Spesimen Awetan Objek Biologi, Biologi FMIPA UNY, h.1.

50 8. Teknik Analisa Data Untuk teknik analisis data yaitu dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : Mengumpulkan spesimen Mendeskripsi Mengidentifikasi Mengklasifikasikan Sumber: Metodologi Penelitian Menginventarisasi Bagan 2.2 Langkah-Langkah Analisis Data Spesimen Anggrek yang sudah ditemukan dan dikumpulkan, kemudian diidentifikasikan, dideskripsikan, diklasifikasikan dan diinventarisasikan.penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif yaitu bertujuan untuk membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian.penelitian ini hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu, yaitu data yang dikumpulkan berupa gambar, kata-kata yang berasal dari catatan

51 lapangan dan dokumentasi resmi lainnya.identifikasi yang dilakukan dengan mencocokkan spesimen dengan literatur.

52 G. Diagram alur penelitian Pendahuluan Melakukan observasi di lokasi penelitian Persiapan Menentukan lokasi pengambilan sampel yaitu 3 wilayah sampling dan pembuatan transek. Pengambilan sampel Anggrek yang ditemukan pada transek di amati ciri-ciri morfologi Proses Identifikasi Pembuatan herbarium basah dan herbarium kering Analisis Data dan Pembahasan Kesimpulan dan saran Anggrek yang sudah diketahui ciri-ciri morfologinya dicocokkan dengan bantuan literatur Jenis-jenis anggrek dan Anggrek Indonesia oleh Setijati Sastrapradja, 1001 spesies anggrek yang tumbuh berbunga di Indonesia oleh Mazna hashim assagaf, Jenisjenis Anggrek Taman Nasional Bogani Nani Wartabone oleh Diah Sulistiarini dan Uway Warsita Mahyar (P2B-LIPI), serta hasil penelitian Metae yaitu tentang Keragaman Jenis Anggrek Familia Orchidaceae di PT. Sanitra Sebangau Indah (SSI) Taman Nasional Sebangau Kalimantan Tengah Sebagai Penunjang Materi Keanekaragaman Hayati di Bagan 2.3 Bagan Alur Penelitian

53 H. Jadwal Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 31 Maret- 30 Mei 2015. Jadwal kegiatan dapat dilihat pada Tabel 3.3 berikut. No Kegiatan 1. Persiapan a. Persiapan dan penyusunan instrumen penelitian b. Seminar Proposal c. Revisi Proposal d. Perijinan Tabel: 3.3 Jadwal kegiatan penelitian Jadwal Penelitian Januari 2015 Februari 2015 Maret 2015 Bulan April 2015 Mei 2015 Juni 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 2. Pelaksanaan penelitian a. Pelaksanaan penelitian b. Pengambilan data c. Analisis data No Kegiatan Bulan Juli 2015 Agustus 2015 September 2015 Oktober 2015 Nopember 2015 3. Penyusunan laporan a. Pembuatan laporan (pembahasan) b. Masa konsultasi c. Pendaftaran ujian Skripsi d. Ujian e. Revisi 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4