Jurnal JARKOM Vol. 2 No. 1 Desember 2014

dokumen-dokumen yang mirip
Jurnal JARKOM Vol. 1 No. 2 Januari 2014

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN HASIL PENGUJIAN

Bab 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. topologi jaringan yang telah penulis rancang. dibutuhkan, diantaranya adalah sebagai berikut :

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Metodologi. Gambar 3.1 Kerangka Metodologi

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. jaringan. Topologi jaringan terdiri dari 3 client, 1 server, dan 2 router yang

BAB I PENDAHULUAN. Di masa sekarang ini, internet sangat berperan besar. Internet digunakan

Cara Setting MikroTik sebagai Gateway dan Bandwidth Management

IMPLEMENTASI MANAJEMEN BANDWIDTH JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) MENGUNAKAN METODE QUEUE TREE PADA PT. TUMBUH SELARAS ALAM

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB III PEMBAHASAN. 3.1 Local Area Network ( LAN ) Pada PT. Kereta Api Indonesia Bandung

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

OPTIMALISASI LOAD BALANCING DUA ISP UNTUK MANAJEMEN BANDWIDTH BERBASIS MIKROTIK. Futri Utami 1*, Lindawati 2, Suzanzefi 3

BAB I PENDAHULUAN. harinya menggunakan media komputer. Sehingga banyak data yang disebar

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang


Mengenal Mikrotik Router

ANALISA PERBANDINGAN MANAJEMEN JARINGAN BERBASIS MIKROTIK DENGAN CISCO (Studi Kasus Universitas Almuslim)

Pengembangan PC Router Mikrotik untuk Manajemen Jaringan Internet pada Laboratorium Komputer Fakultas Teknik UHAMKA.

TEKNIK MARK PACKET DAN MARK CONNECTION UNTUK MANAJEMEN BANDWITH DENGAN PENDEKATAN TOP-DOWN

Optimalisasi Load Balancing dan Manajemen Bandwidth pada Mikrotik Routerboard 715G (Studi Kasus di PT. Campus Data Media Semarang)

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN /24 dan lainnya bisa berkoneksi dengan internet / ISP.

PEMANTAUAN PACKET FRAME MENGGUNAKAN WINBOX DI PT. MEDIA NUSA PRADANA

PRAKTIKUM ROUTING STATIK

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. penggunaan bandwidth. Solusi yang sering dilakukan adalah

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Perancangan Jaringan LAN dan WLAN Berbasis Mikrotik Pada Sekolah Menengah Kejuruan

OPTIMALISASI LOAD BALANCING DUA ISP UNTUK MANAJEMEN BANDWIDTH BERBASIS MIKROTIK

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3. Analisis Routing Protokol BGP & OSPF

Optimalisasi Load Balancing dan Manajemen Bandwidth pada Mikrotik Routerboard 715G (Studi Kasus di PT. Campus Data Media Semarang)

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

IMPLEMENTASI STATIC NAT TERHADAP JARINGAN VLAN MENGGUNAKAN IP DYNAMIC HOST CONFIGURATION PROTOCOL (DHCP)

ANALISIS INSTALASI JARINGAN MIKROTIK DI BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROVINSI JAWA TENGAH. Abdulloh Aziez Anshori

ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN HOTSPOT SERVER BERBASIS MIKROTIK DI GEDUNG SEKOLAH SMP NEGERI 21 SEMARANG

CARA SETTING LOAD BALANCE MIKROTIK (2 MODEM DI GABUNGKAN DALAM SATU MIKROTIK ROUTER) DALAM BENTUK GUI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MIKROTIK SEBAGAI ROUTER DAN BRIDGE

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN SISTEM

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN. dan pengamatan yang dilakukan terhadap analisis bandwidth dari sistem secara

ROUTER DAN BRIDGE BERBASIS MIKROTIK. Oleh : JB. Praharto ABSTRACT

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pembuatan Sistem Jaringan Komputer LAN dengan mikrotik RouterBoard 750. Achmad Muharyadi

Edi Sumarno Pembimbing 1: Jatmiko,Ir, MT. Pembimbing 2: Irma Yuliana,ST,MM.

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

Konfigurasi Mikrotik Sebagai Router Gateway Internet

BAB 3 METODOLOGI. Melakukan Survey. Mengidentifikasi Masalah & Menganalisis Kebutuhan User. Perancangan Jaringan Hotspot

Kebutuhan atas penggunaan bersama resources yang ada dalam jaringan baik. tingginya tingkat kebutuhan dan semakin banyaknya pengguna jaringan yang

Perancangan dan Implementasi Sistem Jaringan Multiple ISP Menggunakan Load Balancing PCC dengan Failover


IMPLEMENTASI MIKROTIK PADA SEBUAH ROUTER INTERNET DENGAN DUA JALUR ISP

BAB 1 PENDAHULUAN. yang berbeda agar bisa melakukan komunikasi antar device di dalam jaringan

APLIKASI MANAJEMEN BANDWIDTH PADA USB TETHERING ANDROID MENGGUNAKAN MIKROTIK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

DESAIN DAN IMPLEMENTASI LOAD BALANCING PADA PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG

ANALISIS PENERAPAN APPLICATION LAYER GATEWAY DAN MONITORING BERBASIS WEB PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KABUPATEN BANYUASIN

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Metodologi

PERANCANGAN SISTEM Perancangan Topologi Jaringan Komputer VPN bebasis L2TP dan IPSec

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SISTEM PENCEGAHAN FLOODING DATA DENGAN METODE MANAJEMEN BANDWITH

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 METODOLOGI. PT. Vektordaya Mekatrika memiliki struktur organisasi seperti yang ditunjukan pada bagan dibawah ini :

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB 3. PERANCANGAN JARINGAN DAN PENGUJIAN

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

/28

MANAGEMENT TRAFFIC ECMP (EQUAL-COST MULTI- PARTH) LOAD BALANCE BANDWITH DENGAN MIKROTIK ROUTER PADA PT. SKYE MOBILE MONEY. Abstrak

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI...

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan jaringan komputer lokal,

BAB 1 PENDAHULUAN. hingga saat ini semakin meningkat, terutama pada jaringan internet

BAB 4 SIMULASI DAN EVALUASI. Berikut ini adalah peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam implementasi

DAFTAR ISI 1.1 LATAR BELAKANG Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan dan Manfaat Metode Penelitian...

Perbandingan Kinerja RouterOS Mikrotik dan Zeroshell pada Mekanisme Load Balancing Serta Failover

Cara Setting IP Address DHCP di

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM

IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Konfigurasi Router

BAB III METODE PENGEMBANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS PERANCANGAN LOAD BALANCING 3 ISP DENGAN KOMBINASI MODEM ADSL DAN USB DI SMK MUHAMMADIYAH 07 RANDUDONGKAL NASKAH PUBLIKASI

Implementasi Jaringan Virtual Private Network (VPN) Menggunakan Protokol EoIP

Analisa Pengaruh Model Jaringan Terhadap Optimasi Dynamic Routing. Border Gateway Protocol

BAB IV PEMBAHASAN. mengeluh karena koneksi yang lambat di salah satu pc client. Hal ini dikarenakan

NAMA : SUSILO KELAS : 22 NIM : TANGGAL : 10 JUNI 2015

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM LOAD BALANCING DUA ISP MENGGUNAKAN MIKROTIK PADA PT. INFOGLOBAL AUTOPTIMA

1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

BAB III PERENCANAAN SISTEM

BAB 3 METODOLOGI Metode Penelitian

ABSTRAK. Kata kunci : router, virtual private netwok, point to point protocol, private, server, client, tunnel, failover.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Transkripsi:

IMPLEMENTASI LOAD BALANCING DUA LINE ISP MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER OS [STUDI KASUS SISTEM JARINGAN LAN DI PT. WAHANA SEMESTA BANGKA (BABEL POS)] IMPLEMENTATION OF LOAD BALANCING TWO LINE ISP USING ROUTER OS MIKROTIK Oleh: Eris Arianto¹, Muhammad Sholeh², Erna Kumalasari Nurnawati³ ¹.2.3 Teknik Informaatika, Fakultas Teknologi Industri, IST AKPRIND Yogyakarta Email: 1 eris_67@yahoo.com, 2 muhash@akprind.ac.id, 3 ernakumaladzilhaq@gmail.com ABSTRACT Need for Internet access currently very high, either to find information, article and latest knowledge. Lots establishments have integrated the Internet into daily activities of environmental workplace. This it expected that the company can facilitate activities with ease. PT. Universe rides Bangka (Babylon Pos) is an establishments that stir of newspapers in the field of. On problem above, designed a network capable handling solid connection problems and slow, and used mikrotik for load balancing, load balancing with the solid lines will be balanced. Therefore arising solutions using two ISP and make the mikrotik load balancer. Mechanism that will mark the package mikrotik access internet, select a line which will be passed ISP and ISP equalize load. Based system development methods are used, namely Network Development Life Cycle (NDLC), before determine load balancing method, author conducted an analysis of network conditions be applicable in Babel Pos. Selection of PCC load balancing method because it meets criteria because it can increase speed the connection and share the burden on both the gateway to prevent overload. Then authors also Implementing techniques fail over, which is where if one gateway connection was lost, the other gateways will be automatically backups and sustains all network traffic. Keywords: Double internet connection, Load Balancing, Mikrotik INTISARI Kebutuhan akan akses internet saat ini sangat tinggi, baik untuk mencari informasi, artikel maupun pengetahuan terbaru. Banyak instansi telah mengintegrasikan jaringan internet kedalam aktivitas sehari-hari dalam lingkugan tempat kerja. Hal itu diharapkan agar pihak di perusahaan dapat memperlancar kegiatan dengan mudah. PT. Wahana Semesta Bangka (Babel Pos) yaitu sebuah instansi yang begerak dibidang surat kabar. Pada permasalahan diatas maka dirancang jaringan yang mampu menangani permasalahan koneksi yang padat dan lambat, dan digunakan mikrotik untuk load balancing, dengan load balancing maka jalur yang padat akan seimbang. Oleh karena itu timbul solusi menggunakan dua ISP dan menjadikan mikrotik sebagai load balancer. Mekanismenya yaitu mikrotik akan menandai paket yang mengakses internet, memilih jalur ISP mana yang akan dilewatinya dan menyetarakan beban ISP. Berdasarkan metode pengembangan sistem yang digunakan, yaitu Network Development Life Cycle (NDLC), maka sebelum menentukan metode load balancing, penulis melakukan analisis terhadap kondisi jaringan yang diterapakan di Babel Pos. Pemilihan Pcc load balancing dikarenakan metode tersebut memenuhi kriteria karena dapat meningkatkan kecepatan koneksi dan membagi beban pada kedua gateway agar tidak terjadi overload. Lalu penulis Menerapkan pula teknik fail over, yaitu dimana jika salah satu koneksi gateway sedang terputus, maka gateway lainnya otomatis akan menjadi backup dan menopang semua traffic jaringan. Kata kunci: Koneksi internet ganda, Load Balancing, Mikrotik 13

PENDAHULUAN PT. Wahana semesta Bangka adalah salah satu instansi yang bergerak dalam bidang surat kabar dan hampir setiap proses aktifitas yang berlangsung didalam perusahaan memerlukan koneksi internet untuk memudahkan karyawan dalam mencari berita yang uptudate. Untuk saat ini topologi dari suatu jaringan LAN umumnya menggunakan topologi star (bintang). Dimana karakteristik dari topologi star yaitu banyak client yang dihubungkan kesatu server atau switch. Untuk itu untuk mencegah kepadatan jalur maka digunakan load balancing yang akan menyeimbangkan jika terjadi kepadatan trafik atau jalur koneksi. PT. Wahana Semesta Bangka masih menggunkan 1 modem dan akan ditambahkan 1 modem lagi kemudian dikonfigurasi menjadi load balancing pada mikrotik. Maka daripada itu PT. Wahana Semesta Bangka menginginkan suatu koneksi internet yang stabil dan handal. Oleh karena itu timbul solusi untuk menggunakan dua ISP dan menjadikan mikrotik tersebut sebagai load balancer. Karena disamping harga mikrotik RB751U- 2HnD lebih terjangkau dibandingkan harus membeli Cisco dan harga cisco pun sangat mahal, tidak semua mikrotik sudah support load balancing kebutulan mikrotik yang saya sarankan ke perusahaan ini merupakan mikrotik yang sudah support load balancing dan fitur didalamnya sudah lengkah ditambah usb port. Dan diharapkan juga Mikrotik dapat mengoptimalkan pembagian bandwidth pada setiap klien yang mengakses internet. Mekanismenya yaitu mikrotik akan menandai paket yang ingin mengakses internet, lalu menyertakan beban pada kedua ISP dan akan memilih jalur ISP mana yang akan dilewatinya. Berdasarkan latar belakang tersebut maka permasalahan dalam penelitian ini maka ditentukan ada beberapa rumusan permasalahan diantaranya adalah 1. Bagaimana solusi alternatife untuk pemberian bandwidth yang optimal pada jaringan LAN di PT. Wahana Semesta Bangka? 2. Bagaimana menggabungkan 2 (dua) gateway yang berbeda kemudian mengatur bandwith dengan menggunakan Mikrotik router pada jaringan local area network? 3. Bagaimana menentukan konfigurasi load balancing yang sesuai dengan kebutuhan koneksi internet di PT. Wahana Semesta Bangka (Babel Pos)? Selain rumusan masalah diatas ada beberapa tujuan dari penelitian tugas akhir diantaranya adalah 1. Mengimplementasikan fitur load balancing pada mikrotik RouterOs agar dapat lebih efektif dalam meratakan beban traffic pada kedua jalur koneksi internet. 2. Menentukan metode load balancing yang tepat sesuai dengan karakteristik jaringan. 3. Mengetahui cara kerja load balancing pada mikrotik agar dapat menyertakan beban di kedua koneksi internet. 4. Penerapan fitur load balancing yang ada dimikrotik untuk mengatasi masalah koneksi di PT. Wahana Semesta Bangka. Penulisan penelitian ini mengacu pada beberapa reverensi terkait, yang salah satunya adalah reverensi yang diambil dari skripsi mahasiswa IST AKPRIND (Muarifah, 2008), meneliti fungsi mikrotik untuk manajemen bandwidth serta unsur-uinsur yang terkait dengan manajemen bandwidth. Penelitian mempunyai keunggulan yaitu adanya hasil akhir berupa perbandingan algoritma Class Based Queue (CBQ) dan Herarchy Token Bucket (HTB) yang ada dalam mikrotik. Kelemahannya, baru diimplementasikan pada jaringan lokal yang tidak terkoneksi internet dan penjelalasan metode teks konfigurasi mikrotik tidak ditampilkan secara lengkap. Menurut (Istanto, 2010), meneliti tentang Analisis Perbandingan Metode Load Balancing NTH dengan PCC pada router Mikrotik, penelitian tersebut menerangkan metode load balancing yang diterapkan di mikrotikos dan menjelaskan fungsi dari load balancing itu sendiri yang menangani masalah koneksi. Penelitian tersebut mempunyai kelemahan, tidak ada pembahasan yang menjelaskan keamanan dari sisi client. Menurut (Asri, 2012).Load Balancing Konektifitas Internet Menggunakan Teknologi Berbasis Open Source (Slackware), PC Router dimanfaatkan sebagai penerapan metode load balancing dimana tugasnya disini berfungsi mengirim paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuan atau dikenal dengan routing. Dalam penelelitian tersebut mempunyai kekurangan, dimana konfigurasi load balancing yang digunakan tidak dijelaskan garis besarnya. Dari ketiga referensi tersebut, maka dilakuakn penelitian dalam pengembangan sistem load balansing Pada Router MikrotikOS ini, penulis berencana mengimplementasikan router mikrotik untuk menggabungkan dua layanan ISP.. Dalam peneletian ini juga membahas dari segi keamanan, dengan memanfaatkan fitur web proxy yang ada dimikrotik. Untuk lebih lanjut 14

memperkuat hasil dari penelitian, router mikrotik akan diujicobakan di jaringan PT. Wahana Semesta Bangka (Babel Pos). Adapun landasan teori dari tugas akhir yang dijadikan referensi. Diantaranya membahas tentang load balancing, jaringan komputer dan perangkat jaringan. Load balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi. (Dewobroto, 2009). Dan jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih computer yang saliang berhubungan untuk melakukan komunikasi data. Komunikasi data yang bisa dilakukan melalui jaringan komputer dapat berupa data teks, gambar, video dan suara. Untuk membangun sebuah jaringan computer harus diperhatikan tentang situasi dan kondisi organisasi yang akan membangun jaringan tersebut, misalnya struktur bangunan, jangkauan, kecepatan akses, biaya oprasional, dan sebagainya. (Syafrizal, 2007). Sedangkan perangkat jaringan membahas tentang perangkat keras dan router. perangkat keras (hadrware) adalah semua bagian fisik komputer, dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi didalamnya, dan dibedakan dengan perangkat lunak (software) yang menyediakan intruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya (Sopandi, 2008).Selanjutnya membahas router, router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Network Layer seperti Internet Protokol) dari tujuh lapisan OSI.Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). (Sugeng, 2006). Selain ketiga landasan teori diatas ada satu lagi yaitu tentang mikrotik, MikroTik merupakan sistem operasi jaringan ( operating system network) yang banyak digunakan oleh Internet Service Provider (ISP) untuk keperluan firewall. MikroTik menjadikan router network yang handal yang dilengkapi dengan berbagai fitur dan tools, baik untuk jaringan kabel maupun wireless. MikroTik OS juga merupakan OS berbasis Linux yang diperuntukkan sebagai network router, didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya biasa dilakukan melalui Windows Application (Winbox) (Saputro & Kustanto, 2008). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotik tidak memerlukan resource yang tinggi untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Fasilitas pada mikrotik antara lain: a. Protocol routing RIP, OSPF, BGP b. Statefull firewall c. HotSpot for Plug-and-Play access d. Remote winbox GUI admin table. Ada tiga konfigurasi routing yang umum digunakan pada TCP/IP network, yaitu: 1. Minimal routing Suatu network yang terisolasi dari network lain hanya memerlukan minimal routing, yakni informasi nomor network yang langsung terhubung dengannya. Tabel routing minimal ini dibentuk pada saat interface dikonfigurasi. 2. Routing statik Suatu network yang hanya memiliki sejumlah gateway yang terbatas ke network lainnya biasanya dikonfigurasi dengan routing statik. 3. Routing dinamis Suatu network yang memiliki lebih dari satu rute untuk mencapai tujuan yang sama sebaiknya menggunakan routing dinamis. Routing table dinamis dibentuk berdasarkan informasi yang dipertukarkan oleh routing protocol. Routing protocol didesain untuk secara dinamis menentukan routing berdasarkan kondisi terakhir. Routing table senantiasa di-update berdasarkan informasi dari setiap gateway, sehingga bila suatu rute putus akibat gateway yang bersangkutan tidak bekerja, rute ke network tujuan melalui gateway tersebut akan dipindahkan melalui gateway lain. Routing dinamis umumnya digunakan untuk jaringan komputer yang besar dan kompleks (Herlambang & Catur, 2008). 15

METODOLOGI Diagram alur penelitian Dilakukan tahapan-tahapan kegiatan dengan mengikuti rencana kegiatan yang tertuang dalam penelitian ini. Adapun Diagram Alir pelelitian dapat dilihat pada gambar 1.. START Menganalisa sistem yang berjalan -Observasi -Perumusan masalah -Pengumpulan data-data -Mencari solisi Perancangan sistem menggunakan Microsoft Visio -Desain topologi -Pemberian IP Address ANALISIS DESAIN Simulasi menggunakan Packet Tracer - Mensimulasi alur proses sistem menggunakan Packet Tracer Implementasi spesifikasi hasil perancangan -Penerapan Pcc load Balancing -Penerapan kebijakan mangle dan routing Monitoring kinerja sistem yang sudah diimplementasikan -Mengamati traffic load balancing -Mendapatkan laporan berupa grafik Menerapkan kebijakan atau peraturan untuk mengoptimalkan sistem -Membuat teknik fail over -membatasi bandwidth untuk client Hasil dari implemantasi di dokumentasikan -Metode yang berjalan didokumentasikan SIMULASI PROTOTIPE IMPLEMENTASI MONITORING MANAJEMEN DOKUMENTASI Hasil akhir dari penelitian -Data dikumpul dan dijadikan laporan hardcopy PEMBUATAN LAPORAN MANUAL END Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Topologi jaringan Topologi logis yang ditunjukkan pada Gambar 2, memungkinkan semua klien jaringan mendapatkan hak akses yang sama karena semua klien berada pada 1 subnet yaitu 192.168.3.0/24 dimana hal ini perlu diwaspadai sebab seorang klien yang tidak berotoritas dapat mengakses data klien lain. Gambar 2 menjelaskan sistem jaringan yang di Babel Pos terlihat koneksi menggunakan 1 ISP yang tehubung dengan switch, tugas switch disini membagi alur jari koneksi tersebut, dan ada 1 server yang bertugas sebagai induk dari client, server disini bertugas menjaga kestabilan koneksi. 16

Gambar 2. Jaringan Babel Pos PEMBAHASAN Kebutuhan manusia terhadap informasi telah menjadikan internet suatu sarana untuk mendapatkan informasi yang aktual dan real time dari suatu peristiwa. Dan hal ini juga akan mempengaruhi tingkat kecepatan pengaksesan data melalui internet. Para penyedia layanan internet mulai mendistribusikan produknya dengan kelebihan maupun kekurangan layanan internet tersebut. Kurangnya sinyal koneksi internet menyebabkan kinerja dalam kantor menjadi terganggu. Maka dari pada itu, perlu diterapkan multiconnection internet dan membagi beban traffic jaringan secara adil di kedua ISP dan juga sebagai backup apabila salah satu koneksi tersebut dalam keadaan mati. Teknik ini dikenal dengan sebutan load balancing. Pada tahap analisis ini dijalani beberapa fase yaitu analisis sistem yang berjalan, analisis mengenai spesifikasi software dan hardware yang dibutuhkan. Analisis sistem berjalan Menganalisa sistem yang berjalan, Untuk mendapatkan hasil yang akurat, tahapan selanjutnya dengan melakukan observasi lapangan. Saat ini, teknologi yang digunakan di PT. Wahana Semesta Bangka(Babel Pos) masih sederhana. jaringan yang ada terdiri dari 1 PC untuk server dan 32 client. Dan topologinya seperti gambar 3. Server LANTAI 1 ISP-A(Modem 1) Router Switch 1 LANTAI 2 Switch 2 Layout Redaksi Wartawan Percetakan Admin Iklan Pemasaran Kabag Iklan Kabag Keuangan Gambar 3. Topologi Jaringan Babel Pos 17

Spesifikasi software dan hardware Selain topologi diatas spesifikasi software dan hardware juga sebagai pendukung tugas akhir. Setelah mengetahui metode load balancing yang akan diimplementasikan, fase selanjutnya yaitu menganalisis dan menentukan software dan hardware apa saja yang dibutuhkan dalam membangun sistem PCC load balancing. Berikut ini pada tabel 1 akan dijelaskan spesifikasi software dan pada tabel 2 dijelaskan pula spesifikasi hardware yang dibutuhkan dalam implementasi Pcc load balancing. Tabel 1 Spesifikasi Software No Software Keterangan 1 Mikrotik RouterOS ver 4.11 Sistem Operasi untuk mikrotik 2 Mikrosoft Windows XP SP2 Sistem operasi untuk admin dan client 3 Mikrotik Winbox loader V5.21 Software GUI untuk mikrotik Tabel 2 Spesifikasi Hardware No Perangkat Jumlah Spesifikasi Unit 1 Mikrotik RB751U-2HnD 1 CPU: AR7241 400MHz MHz CPUMemory: 32MB DDR SDRAMData storage: 64MBEthernet: 5 portsdimensions:13x138x29mm 2 PC Server/admin 1 Intel Pentium 4 Memory RAM 2 GB Harddisk 3,5" IDE 160 GB DVD-RW Monitor LCD 15" 3 PC Client 32 Intel Pentium 4Memory RAM 1 GBHarddisk 3,5" IDE 80 GB Monitor 15" 4 Leptop 3 Intel Pentium Dual-Core RAM 2 GB Hardisk 320 GB Layar 13,8 Inc 5 Modem Router 1 Menggunakan ISP smart dengan kecepatan 215 Kbps ZTE MF608 6 Wireless N Router TL-MR3320 1 Mengguunakan ISP Tree paketan internet dengan kecepata mencapai 512 Kbps Rancangan jaringan baru Babel Pos Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang dilakukan dilingkungan Babel Pos, maka dapat dirancangan jaringan baru seperti gamabar 4. 18

Gambar 4. Skema Jaringan Baru Babel Pos Pada gambar 4 dapat dilihat ada Penambahan ISP yang nantinya akan dikonfigurasi menjadi PCC Load Balancing untuk mengatasi masalah koneksi yang sering terjadi. Gambar 5. Topologi Fisik Jaringan Babel Pos Dapat kita lihat gambar 5 merupakan rancangan yang ada dimana router sudah terkoneksi langsung dengan 2 ISP yang berfungsi menyeimbangkan beban koneksi, dari struktur jaringan tersebut ada 32 klien yang memiliki IP DHCP dengan IP 192.168.3.1 sebagai gateway dan untuk klien dari IP 192.168.3.2-192.168.3.254. terlihat di atas ada 2 switch, yang masing-masing berada dilantai 1 dan lantai 2. Alasan kenapa ada penambahan ISP, dari kasus terjadi disini adalah koneksi sering putus dan sangat padat dikarenakan klien terkoneksi semua saat jam kerja. Untuk mengefesienkan hal tersebut maka ditambahkan 1 ISP lagi. Simulasi prototype Pada gambar 6, menjelaskan proses sistem yang akan dibangun, maka akan dibuat simulasi yang akan menggambarkan proses dari sistem yang akan dibangun yaitu sebagai berikut: 1. Sistem terdiri dari 3 kelompok jaringan atau subnet yaitu kelompok jaringan antara lokal dan router, kelompok jaringan antara router dan ISP-1 dan kelompok jaringan antara routerdan ISP-2. 2. Sistem akan memproses semua data dari client yang menuju ke akses internet pada sisi router dimana akan terjadinya proses mangle berdasarkan urutan, lalu proses routing paket yang akan diarahkan melalui ISP-1 atau ISP-2. 3. Paket data dari client yang masuk ke router akan ditandai dengan connection mark pada tahapan mangle berdasarkan urutan yang dibuat. Lalu setiap tanda di paket tersebut akan diberikan routing mark yang akan menentukan jalur mana yang harus dilaluinya. 19

4. Pada tahapan masquerade, IP address dari data yang akan di forward, sebelumnya akan ditranslasikan dengan IP address dari Interface ISP yang digunakan menjadi gateway. Client Request Packet Mangle Prerouting Routing Masquerade ISP-A ISP-B Gambar 6. Alur Proses PCC Load Balancing Pengujian efektifitas penyetaraan beban gateway Pada tahap ini dilakukan monitoring sistem jaringan dengan menggunakan aplikasi atau tools yang ada pada winbox. Hasil dari monitoring dapat dilihat pada menu interface list. Berikut ini adalah hasil monitoringnya: Gambar 7. Hasil Monitorin Dari 2 ISP Pada gambar 7 adalah hasil monitoring dari kedua ISP dan Parameter yang dilihat dari kedua trafik dari masing-masing interface adalah besar rata-rata konektifitas dari masingmasing gateway. Pada interface ISP-A dan interface ISP-B terlihat trafik yang stabil. Trafik yang stabil seperti di atas terbukti pada interface ISP A dilihat besarnya Tx/Rx sebesar 33,5 kbps dan interface ISP B Tx/Rx sebesar 22,5 kbps dari hasil tesebut terlihat angka yang tidak terlalu jauh perbedaannya dengan asumsi tidak stabil jika perbedaan tidak signifikan dan nilai yang didapatkan terpaut jauh dari hasil penyebaran paket pada trafik Pengujian performa load balancing Pada tahap ini akan dijelaskan apakah kualitas dari koneksi yang telah dibangun dengan menggunakan aplikasi berbasis online yaitu www.speedtest.net. pengujian ini akan diketahui grade dari kualitas bandwidth yang dihasilkan. Selain itu, informasi yang didapat ialah besar ping download dan upload speed. Disini akan dilakukan pengujian dimana dibandingkan kecepatan bandwidth antara kedua ISP sebelum dilakukan Pcc load balancing lalu akan membandingkan kedua ISP tersebut yang telah diimplementasikan Pcc load balancing. Pengujian akan dilakukan empat kali uji coba pada server yang sama, lalu data-data yang diterima akan dibuatkan tabel perbandingan. Adapun keterangan dari hasil pengujian. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3 dan table 4. 20

Pengujian Ping (ms) Tabel 3 Pengujian Sebelum Implementasi Load Balancing Tree Smart Download Upload grade Ping (ms) Download Upload grade 1 450 0.24 0.09 F+ 240 0.16 0.06 F 2 380 0.28 0.06 F 265 0.21 0.08 F+ 3 423 0.26 0.08 F+ 170 0.14 0.04 F 4 397 0.19 0.05 F 215 0.15 0.04 F Pengujian Tabel 4 Pengujian Sesudah Implementasi Load Balancing Ping (ms) Download Upload grade 1 420 0.25 0.07 F+ 2 297 0.22 0.05 F 3 350 0.17 0.06 F 4 285 0.14 0.04 F Berdasarkan tabel di atas dapat digambarkan grafik, bisa dilihat pada gambar 8, gambar 9, dan gambar 10.. Gambar 8. Besar Ping (ms) Sebelum Dan Sesudah load Balancing 21

Gambar 9. Besarnya Download Sebelum dan Sesudah Load Balancing Gambar 10. Besarnya Upload Sebelum dan Sesuda Load Balancing Berdasarkan grafik diatas diketahui perbandingan kualitas koneksi dari sebelum dan sesudah diimplementasikan Pcc load balancing. Walaupun tidak terlalu mendapatkan perubahan yang signifikan, namun masih terdapat perbaikan kualitas bandwidth setelah mengimplementasikan Pcc load balancing. Ini dapat dijelaskan bahwa load balancing adalah teknik menyeimbangkan koneksi diantara kedua ISP, bukan untuk menyatukannya. Adapun pengujian yang dilakukan ke client, hal ini bertujuan untuk mendapakan perbedaan secara signifikan. Pengujian dilakukan dengan melibatkan 10 client yang sedang melakukan aktifitas download dan upload. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel 5. Tabel 5 Pengujian Pada Beberapa Client Client Ping (ms) Download Upload Grade Komputer 1 425 0.56 0.9 F+ Komputer 2 412 0.49 0.8 F Komputer 3 399 0.42 0.8 F Komputer 4 295 0.31 0.5 F Komputer 5 367 0.39 0.7 F Komputer 6 438 0.58 0.9 F+ Komputer 7 267 0.29 0.4 F Komputer 8 324 0.36 0.7 F Komputer 9 411 0.53 0.9 F+ Komputer 10 356 0.37 0.7 F Jumlah 3694 4.3 7.3 Rata-rata 369.4 0.43 0.73 Standar Dev 58.201 0.104 0.170 Dari tabel 5 diatas bisa lihat jika ada 10 klien yang melakukan aktifitas didapat rata-rata ping dari jumlah klien sebesar 369.4, download sebesar 0.43 dan upload rata-rata 0.73 selain itu ditetapkan nilai standar deviasi dari jumlah klien yaitu untuk ping(ms) sebesar 58.201 dan download (mbps) 0.14 dan upload sebesar 0.170 maka performa load balancing menjadi 22

efesien karena koneksi terbagi secara merata untuk tiap client. Tabel tersebut dibuat agar bisa melihat perbedaan dari tiap-tiap client berapa besar download dan upload ketika koneksi tersbut secara bersamaan digunkan. Untuk itu dilakukan penelitian dan melihat apakah trafik berjalan secara seimbang untuk tiap client. Mungkin ada perbedaan yang signifikan dari tiap client. Disini dilakukan pengujian guna bisa mengoptimalkan fungsi load balancing yang diterpkan ditempat penelitian. Seting bandwidth dengan menggunakan winbox Terlebih dahulu tetapkan IP address dan gateway setiap komputer. Setelah sudah selesai ditetapkan kemudian mulailah untuk seting bandwidth. Langkah awal membagi dari server ke koputer-komputer yang akan dipakai, berikut langkah-langkah dari winbox: Max Limit adalah alokasi bandwidth maksimal yang bisa didapatkan user, dan biasanya akan didapatkan user jika ada alokasi bandwidth yang tidak digunakan lagi oleh user lain. Jangan lupa centang Target Upload dan Target Download untuk mengaktifkan fitur ini, pilih besar Bandwidth yang ingin dilimit pada Max Limit. Misalnya upload : 256kbps download : 1Mbps, bisa dilihat pada gambar 11. Gambar 11. Contoh Tampilan Queues Dari Server Sampai Ke Cleint Dari konfigurasi tersebut, maka hasilnya jika semua user sedang memakai koneksi internet dan kondisi jaringan sibuk maka tiap user akan mendapatkan bandwidth sebesar 128kbps/512kbps. Jika satu atau beberapa user tidak sedang menggunakan koneksi maka alokasi bandwidth akan diberikan ke user yang sedang terkoneksi. Dan jika hanya satu user yang menggunakan koneksi maka user itu akan mendapatkan alokasi bandwidth maksimal 256kbps/1Mbps. Internal Proxy Mikrotik Internal proxy mikrotik yang disertai dengan paket internal yang di sebut web proxy. Disertakan untuk caching dasar untuk jaringan skala kecil, namun Untuk kapabilitas proxy yang lebih lengkap, gunakan server external proxy seperti SQUID.Pada Kasus ini diambil contoh USB Flashdisk di RB751 untuk menyimpan hasil cache internal proxy mikrotik nya. Konfigurasi web proxy Setelah selesai kita akan menuju ketahap konfigurasi proxy. Untuk itu aktifkan dulu service internal proxy mikrotiknya, masuk winbox dan ke menu IP >> Web Proxy, bisa dilihat pada gambar 12. 23

Gambar 12. Setting Web Proxy Pengujian webproxy internal Sekarang saatnya mencoba memblok situs-situs yang tidak kita inginkan. Konfigurasinya : [admin@mikrotik] ip web-proxy> access add ur l= redtube. com method= any action=deny Sekarang coba buka situs redtube.com menggunakan browser komputer client. Jika konfigurasi kita benar maka ketika kita mencoba membuka situs tadi akan keluar tampilan seperti pada gambar 13. Gambar 13. Situs Yang Ke Blok Dengan Webproxy KESIMPULAN Kesimpulan yang diperoleh setelah melakukan tahapan-tahapan pada penelitian adalah sebagai berikut: 1 Penerapan Pcc load balancing telah membagi beban traffic secara seimbang di Babel Pos. 2 Dengan adanya infrastruktur jaringan kecepatan bandwith pada setiap komputer dapat terpenuhi dan klien dapat mengakses internet lebih nyaman. 3 Konfigurasi routing pada Mikrotik dapat dijalankan dengan metode load balancing dalam mengatur jalur paket data yang memiliki lebih dari satu koneksi. 4 Konfigurasi didalam Mikrotik dengan metode load balancing menggunakan connection mark menentukan koneksi secara otomatis DAFTAR PUSTAKA ALHASAN, A. J., 2013, Perancangan Dan Implementasi Jaringan Komputer Perumahan Pasir Ridge Dengan Metode Load Balancing Dan Failover PT Chevron Indonesia Company, Skripsi, Jurusan Teknik Informatika, FTI, IST AKPRIND, Yogyakarta Asri, N. F., 2012, Load Balancing Konektivitas Internet Menggunakan Teknologi Berbasis Open Source(Slackware), TA, Jurusan Teknik Informatika, FTI, IST AKPRIND, Yogyakarta Dewobroto, P. 2009. Load Balance menggunakan Metode PCC, http://www.mikrotik.co.id/artiket_lihat.php?id=34 Herlambang, M. L., & Catur, L. A., 2008, Panduan Lengkap Menguasai Router Masa Depan Menggunakan Mikrotik RouterOS, Penerbit Andi, Yogyakarta Istanto, J., 2010, Analisis Perbandingan Metode Load Balancing NTH dengan PCC pada router Mikrotik, Skripsi, Jurusan Teknik Informatika, FTI, IST AKPRIND, Yogyakarta 24

Muarifah, I., 2008, Implementasi Mikrotik Sebagai Manajemen Bandwidth, Skripsi, Jurusan Teknik Informatika, FTI, IST AKPRIND, Yogyakarta Sutanta, E., 2005, Pengantar Teknologi Informasi, Penerbit GRAHA ILMU, Yogyakarta 25