BAB 4. Konsep Desain

dokumen-dokumen yang mirip
TINJAUAN PUSTAKA. Bibit Sungkai (Peronema canescens) Sungkai (Peronema canescens) sering disebut sebagai jati sabrang, ki

BAB 4. Konsep Desain

E U C A L Y P T U S A.

SILVIKULTUR JENIS Mahoni (Swietenia macrophylla King) Oleh: Sri Wilarso Budi R 1. Penyebaran

Jenis-jenis kayu untuk konstruksi Bangunan

BAB 4. Konsep Desain

TEKNOLOGI SAMBUNG PUCUK PADA DUKU KUMPEH

BAB IV KONSEP DESAIN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB pagi 2 dini hari Kegiatan. Makan, minum, bersantai, bertemu teman. Menengah ke atas Fasilitas

Penanganan bibit jati (Tectona grandis Linn. f.) dengan perbanyakan stek pucuk

Pemanfaatan Limbah Kayu Kelapa dari CV. UNIQUE Furniture Cibarusah Kab. Bekasi Sebagai Wadah Alat Tulis Modular

III. DATA PERANCANGAN. Kesiapan Data Rincian Data. Pedoman Membuat Dining chair. Sumber Inspirasi Refrensi Model. Dalam Menciptakan Dining Chair

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB II METODOLOGI PERANCANGAN. ruangan yang bersifat modern simple untuk menghemat suatu ruangan.

III. DATA PERANCANGAN

TEKNIK PENYEMAIAN CABAI DALAM KOKER DAUN PISANG Oleh : Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP Widyaiswara Muda Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi

EKSTERIOR SIANG HARI

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di

BUDIDAYA SUKUN 1. Benih

BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ENGINE STAND. yang diharapkan. Tahap terakhir ini termasuk dalam tahap pengetesan stand

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV TINJAUAN KHUSUS

BAB IV PROSES PEMBUATAN MESIN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. Mangga berakar tunggang yang bercabang-cabang, dari cabang akar ini tumbuh

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan proses pembuatan rangka pada incinerator terlebih

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

III. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PERBANYAKAN VEGETATIF. Oleh : Danu dan Agus Astho Pramono

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP. 2. Tataran System a. Bagian Bagian Casing PC.

Briefing Desain. Analisa. Sketsa Awasl. penyelesaian

BAB 3. Metode Perancangan

TINJAUAN PUSTAKA. (waferboard) yang terbuat dari limbah kayu yang ditemukan oleh ilmuwan Amerika

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

II. METODOLOGI PERANCANGAN

diatas sebuah kursi, sikap berdiri ketika didepan lemari, dan lain-lain.

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN SISTEM PERPIPAAN UNTUK PENYIRAMAN TANAMAN BUNGA KEBUN VERTIKAL

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

dari permainan egrang. Seperti yang kita ketahui permainan egrang kini sudah sangat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAGIAN KELIMA PEDOMAN PEMBUATAN TANAMAN HUTAN RAKYAT GERAKAN NASIONAL REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Desain mebel termasuk dalam kategori desain fungsional, yaitu desain

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

PERSYARATAN TEKNIS PEKERJAAN MEUBELAIR

PENGETAHUAN DASAR KAYU SEBAGAI BAHAN BANGUNAN

PEMBUATAN BAHAN TANAM UNGGUL KAKAO HIBRIDA F1

TEKNIK PENANAMAN, PEMELIHARAAN, DAN EVALUASI TANAMAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

V. POLA DAN TEHNIK PEMBELAHAN

BAB I PENDAHULUAN. Perhutani sebanyak 52% adalah kelas perusahaan jati (Sukmananto, 2014).

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

Sumber : Manual Pembibitan Tanaman Hutan, BPTH Bali dan Nusa Tenggara.

A. KELOMPOK DATA BERKAITAN FUNGSI PRODUK RANCANGAN

PERBANDINGAN PEMBERIAN EMPATJENIS ZAT PENGATUR TUMBUH PADA STEK CABANG SUNGKAI (Peronema canescens Jack)

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. kering yang nyata, tipe curah hujan C F, jumlah curah hujan rata-rata 1.200

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PRANCANGAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

II. METODE/PROSES PERANCANGAN

III DATA DAN ANALISIS PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. untuk melakukan peremajaan, dan penanaman ulang. Namun, petani lebih tertarik BAB II TUJUAN

Budidaya Tanaman Obat. Elvira Syamsir

METODE MAGANG. Tempat dan Waktu

BAB IV KONSEP DESAIN. Konsep utama dari pool dan lounge yang akan dibuat adalah FUN atau menyenangkan

III. METODE PENCIPTAAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober Januari 2014 di

1. Benuang Bini (Octomeles Sumatrana Miq) Oleh: Agus Astho Pramono dan Nurmawati Siregar

TEKNIS BUDIDAYA TEMBAKAU

BAB IV. KONSEP RANCANGAN

IV. PENDEKATAN DESAIN

PRODUKSI TANAMAN NURSERY

(STEK-SAMBUNG) SAMBUNG)

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Kelapa Sawit

BAB II METODE PERANCANGAN

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB V. PENGOLAHAN INTERIOR DENAH KHUSUS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dala

TEKNIK PENGADAAN BIBIT ULIN DENGAN PEMOTONGAN BIJI BERULANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KEDIKLATAN

BAB II METODE PERANCANGAN

SPESIFIKASI TEKNIS TENDA SERBAGUNA TYPE-1 Nomor : Kain filament polyester 100% double side coated.

BAB I PENDAHULUAN. Kayu jati (Tectona grandis L.f.) merupakan salah satu jenis kayu komersial

Oleh : Iskandar Z. Siregar

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Topik : TEKNIK KONSERVASI TANAH DAN AIR

Makalah. Tanaman Buah dalam Pot. Tabulampot

TINJAUAN PUSTAKA Botani Manggis

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ENGINE STAND. hasilnya optimal dan efisien dari segi waktu, biaya dan tenaga. Dalam metode

Transkripsi:

BAB 4 Konsep Desain 4.1 Fungsi Dan Bentuk Dalam perancangan furnitur dan aksesoris pada Star Billiard Café ini, penulis membuat furnitur yaitu kursi, coffe table dan stool bar. Sedangkan untuk aksesoris interior penulis membuat tempat bedak dan asbak. Kursi yang di buat kursi yang memiliki arms chair yang berguna untuk memberikan kenyamanan saat diduduki. Kursi yang dirancang ini berdasarkan prilaku manusia dalam beraktifitas di area pool billiard. Kursi di rancang dengan unsur unsur bentuk berdasarkan bentuk dari peralatan billiard seperti table pool billiard dan stick billiard. Coffe table yang di rancang terinspirasi dari bentuk table pool billiard yang menjadi tempat berkumpulnya para pemain billiard dan juga berkonsentarsi dalam melakukan permainan. Meja billiard memiliki bentuk persegi panjang dan memiliki aksen bentuk dengan bagian sudut yang di fillet, selain itu meja billiar memiliki aksen tersendiri dengan bagian sisi meja yang memperlihatkan material kayu dengan memperlihatkan serat kayu sebagai aksen dari meja billiard itu sendiri. Stool merupakan sebuah sarana duduk yang memilik ukuran yang tidak terlalu besar dan tidak memiliki sanderan. Stool yang di rancang terinspirasi dari bentuk bola billiard dari unsur bentuk dan karakteristik bola billiard itu sendiri. Penerapan bentuk dan karaktersitik bola billiard di aplikasikan pada dudukan stool yang di buat dengan bentuk lingkaran seperti bentuk bola dan memiliki angka, seperti angka 8 pada dudukan stool. Untuk bagian kaki stool menggunakan unsur bentuk dari stick billiar yang memiliki bentuk silinder dengan lurus lalu menirus pada bagian ujungnya. 96

97 Tempat bedak merupakan wadah yang digunakan untuk menaruh bedak yang di fungsikan sebagai fasilitas yang mendukung kegiatan para pemain billiard. bedak di gunakan sebagai pelicin yang di usahkan pada stick billiard agar mendapatkan pukulan yang kencang dan tepat. Asbak merupakan wadah untuk membuang abu rokok dan punting rokok, asbak merupakan aksesoris interior yang di letakan pada coffe table, bar, dan table plan dengan ketentuan area merokok. Gambar 4.1 Sketsa Kursi Tampak Depan

98 Gambar 4.2Sketsa Penggunaan Kursi Gambar 4.3Sketsa Stool Bar

99 Gambar 4.4Sketsa bentuk Kaki Cooffee Table dan Kaki Kursi Gambar 4.5Sketsa Bentuk Coffee Table

100 Gambar 4.6Sketsa Coffee Table Gambar 4.7Sketsa Bentuk Table Plan

101 Gambar 4.8Sketsa Bentuk table plan Gambar 4.9Sketsa Table Plan

102 Gambar 4.10Sketsa Penggunaan Stool Bar dan Table Plan Gambar 4.11Sketsa Penggunaan Stool Bar dan Table Plan

103 Gambar 4.12 3D kursi Gambar 4.13 3D Coffee Table

104 Gambar 4.14 3D Stool Bar 4.2Sistem Operasional Kursi di rancang untuk memenuhi aktifitas duduk dalam area pool billiard yang di fungsikan sebagai sarana duduk, selain itu memiliki di fungsikan untuk memenuhi aktifitas pemain dalam area pool billiard seperti memperhatikan permaian, makan, minum, dan merokok. Perancangan kursi dilakukan untuk memenuhi aktifitas pemain billiard yang di mainkan untuk table pool billiard yang di mainkan oleh 2 orang, yaitu untuk para pemain yang melakukan pertandingan dan berlatih.

105 Coffe table di rancang untuk memenuhi aktifitas di area duduk yang di fungsikan untuk meletakan berang para pemain seperti, handphone, makanan, minuman, rokok, dan lain lain. Table plan di rancang sebagai fasilitas yang ada pada area pool billiard untuk memenuhi aktifitas duduk pada area pool billiard. Table plan di fungsikan sebagai tempat melakukan aktifitas yang terjadi pada area pool billiard seperti, memperhatikan permainan, makan, minum dan lain lain dengan ukuran yang lebih besar dan dapat memenuhi aktifitas yang lebih besar. Stool di rancang sebagai sarana duduk dengan ergonomi yang lebih tinggi, stool di fungsikan untuk memenuhi kapasitas duduk para pemain billiard yang lebih besar. Ergonomi stool yang lebih tinggi memudahkan pemain untuk memperhatikan permainan billiard, selain itu stool juga dapat mendukung aktifitas makan, minum dan berbincang bincang karna, stool menjadi satu kesatuan denga table plan seehingga pemain tetap dapat melakukan kegiatan makan dan minum dengan baik. Kotak tisu di rancang untuk memenuhi aktifitas para pemain dalam area pool billiar, pemain billiar selalu menggunakan tissue untuk membersihkan keringat yan ada di wajah dan juga untuk membersihkan stick billiard dari serbuk pelicin. Asbak di rancang untuk memenuhi aktifitas pada area coffee table dan table plan, asbak di gunakan sebagi tempat membuang debu rokok dan punting rokok. Asbak sangat berguna untuk memenuhi aktifitas merokok untuk menghindari dari kotor pada ruangan dan juga mencegah kerusakan pada furnitur dan interior. 4.3 Finishing Dan Warna Untuk finishing pada furnitur dan aksesorisinterior menggunakan finishing rustic, finishing rusticadalah finishing dengan merusak pori pori dan serat kayu agar memberikan tekstur pada kayu dan juga memunculkan serat kayu,

106 dan menguaskan cat pada bagian kayu sehingga cat masuk kedalam pori pori kayu dan urat kayu sehingga memiliki aksen dan tekstur yang berbeda. Untuk finishing pada besi holo di gunakan cat besi berwarna hitam doff untuk mencegah terjadinya korosi selain itu finishing di tujukan untuk mengawetkan furniture, dan juga memberikan karakteristik pada furnitur. Gambar 4.15Rustic Wood Finishing Sumber: Google Image Rustic Wood Finishing Gambar 4.16 Dempul Filler Sumber: Google Dempul Filler

107 Gambar 4.17 Impra Wood Stain Salak Brown Sumber: Google Impra Wood Stain Gambar 4.18 Ultran Politur P-30 UV Clear Doff Sumber: Google Ultran Politur P-30UV

108 Gambar 4.19 Nipe 2000 Matt Black Sumber: Google Nipe 2000 Gambar 4.20 PCR 100 EP Grey Propan Car Refinish Sumber: Dokumen pribadi

109 4.4 Material Dan Konstruksi 4.4.1 Kayu Sungkai Gambar 4.21 Serat Kayu Sungkai Sumber: Google serat kau sungkai Sungkai (Peronema canescens) sering disebut sebagai jati sabrang, ki sabrang, kurus, sungkai, sekai termasuk kedalam famili Verbenaceae. Daerah penyebarannya di Indonesia adalah Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan seluruh Kalimantan. Tempat tumbuh di dalam hutan tropis dengan type curah hujan A sampai C, pada tanah kering atau sedikit basah dengan ketinggian sampai 600 m diatas permukaan laut. Tanaman sungkai perlu tanah yang baik, sedangkan di tanah mergel tidak dianjurkan. Tinggi pohon mencapai 20 30 m panjang batang bebas cabang mencapai 15 m, dengan diameter 60 cm atau lebih, batang lurus dan sedikit berlekuk dangkal, tidak berbanir, dan ranting penuh bulu halus. Kulit luar berwarna kelabu atau sawo muda, beralur dangkal, mengelupas kecil-kecil dan tipis. Kayu teras berwarna krem atau kuning muda. Tekstur kayu kasar dan tidak merata. Arah serat lurus, kadang-kadang bergelombang dengan permukaan kayu agak kesat. Kegunaan kayu sungkai cocok untuk rangka atap, karena ringan dan cukup kuat. Selain itu ipakai juga untuk tiang rumah dan bangunan jembatan. Garis-garis indah mungkin baik untuk vinir mewah, kabinet dan sebagainya. Kayunya mempunyai berat jenis 0,62 dan termasuk kelas kuat II III serta kelas awet III. Tanaman sungkai berbuah sepanjang tahun, terutama pada bulan Maret Juni. Tiap kilogram biji berisi 262.000 butir.

110 1.PEMILIHAN BENIH Untuk keperluan pembibitan pemilihan benih (biji) dilakukan dengan cara mengambil buah-buah yang sudah tua yang ditandai warna coklat tua. Akan tetapi mengingat perbanyakan secara vegetatif lebih mudah dilaksanakan, maka untuk pengadaan benih penanaman dipakai stek batang, yang diambil dari terubusanterubusan yang berumur lebih kurang dua tahun pada tunggul bekas tebangan. Tunggul yang dipilih sebagai induk dari terubusan calon stek adalah tunggul yang berasal dari tegakan terpilih/tegakan plus. 2.PEMBIBITAN Pemilihan Terubusan yang akan dipakai sebagai bahan stek dilakukan dengan cara memilih terubusan yang sehat dan sudah berkayu dengan diameter lebih kurang 2,5 cm dan panjang 25 cm 30 cm. Untuk merangsang pertumbuhan akar, maka stek dapat diberi hormon tumbuh (Roton F), kemudian ditanam/disemaikan dalam kantong plastik. Kantong-kantong plastik sebaiknya dibuat bedengan dan dinaungi. Cara pemeliharaan bibit adalah penyiraman dua kali sehari dan jika terserang hama/penyakit dilakukan pemberantasan dengan insektisida/fungisida. Dengan cara ini biasanya bibit siap dipindahkan kelapangan pada umur lebih kurang 3 bulan. 3.PENANAMAN Sungkai dapat ditanam pada areal bekas tebangan dan semak belukar dengan sistim jalur atau cemplongan. Disamping itu dapat juga ditanam pada areal yang terbuka dengan pengolahan tanah total yang dapat dikombinasi dengan pemberian tanaman tumpang sari. Kegiatan penanaman meliputi :Persiapan Lapangan Dalam persiapan lapangan yang pertama kali dilaksanakan adalah land clearing/pembabatan semak belukar, kemudian di ikuti dengan pengolahan tanah. Untuk sistim jalur dan cemplongan, pekerjaan utama yang perlu dilaksanakan adalah pembuatan dan pemasangan ajir. Arah pembersihan lapangan dilaksanakan sesuai dengan ajir. Tahap selanjutnya adalah pembuatan lubang tanaman yang jaraknya sisesuaikan dengan jarak tanam yg telah direncanakan yaitu 3 m X 2 m atau 4 m X 2m kemudian setelah berumur 5 tahun dilakukan penjarangan pertama. Lubang tanaman sebaiknya dibuat 7 15 hari sebelum pelaksanaan penanaman, dengan ukuran lubang 30 cm X 40 cm X 30 cm.penanaman Bibit dalam kantong plastik yang telah diseleksi diangkut kea areal penanaman yang jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan tanam perhari. Bibit ditanam satu persatu

111 pada setiap lubang denga terlebih dahulu melepas/menyobek bagian bawah kantong plastik secara hati-hati agar tanahnya tidak pecah. Bibit ditanam berdiri tegak dan ditutup dengan tanah di sekelilingnya ditekan dengan tangan dari samping agar tanah padat. Dalam penanaman harus diusahakan agar batang dan akar tidak rusak atau bengkok.pemeliharaan Tanaman Kegiatan pemeliharaan tanaman adalah penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupukan dan pemberantasan hama/penyakit. Penyulaman dilakukan pada tahun pertama dan tahun kedua, sedangkan kegiatan penyiangan, pendangiran dan pemupukan sebaiknya dilaksanakan dua kali dalam setahun yaitu pada awal dan akhir musim penghujan serta dilaksanakan sampai tanaman cukup besar. Pemberantasan hama dan penyakit hanya dilaksanakan sewaktu-waktu yaitu jika ada serangan hama/penyakit atau diperkirakan akan terjadi serangan penyakit. Hama yang menyerang tanaman sungkai antara lain penggerek batang dan penggerek pucuk. Serangan penggerek tersebut dapat diberantas dengan insektisida yang bersifat sistemik Sumber : Badan LITBANG Departemen Kehutanan. 1994. Pedoman teknis penanaman jenisjenis kayu komersial. 4.4.2 Besi Holo Besi holo adalah besi yang memiliki lubang pada bagian dalamnya atau bolong. Besi holo terdiri dari bentuk kotak dan pipa. Adapun jenis pipa kotak/hollow ada 2 macam yaitu pipa hollow hitam dan pipa hollow putih/galvanis. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masingmasing. Gambar 4.22Besi Holo Sumber: Google Image Besi Holo

112 1. Holo Hitam Kelebihan yang menonjol dari pipa hollow hitam adalah jenis pipa ini lebih lengket terhadap cat (asalkan tehnik pengecatannya benar) Adapun kekurangannya adalah tidak tahan terhadap kelembaban/air hujan dan mudah keropos apalagi pengecatannya yang asal-asalan.meskipun bagian luarnya dicat dengan bagus biasannya akan mengalami kerusakan/korosi dari dalam pipa. Akan lebih tahan lama apabila bahan ini dipakai untuk interior. 2. Pipa hollow putih/galvanis Pipa holloaw adalah jenis pipa hitam yang dilapisi seng(zn) bagian luar dan dalam pipa yang fungsinya melindungi dari korosi air terhadap pipa, sehingga bahan ini bagus dipakai untuk eksterior. Namun di sisi lain pipa ini kurang lengket terhadap cat, karena terdiri dari dua unsur logam yang berbeda tingkat muai/susutnya yaitu besi dan seng, oleh karena itu berpengaruh terhadap daya lengket cat sehingga kadang-kadang catnya terlihat pecah dan mengelupas.tetapi walaupun catnya mengelupas biasanya tidak mudah berkarat. Ukuran dan ketebalan pada besi hollow: a.dimensi 16 x 36 ;tersedia tebal ; 0.7 mm,0.8 mm,0.9 mm,1.2 mm b.dimensi 20 x 20 ;tersedia tebal ; 0.6 mm,0.7 mm,0.8 mm,0.9 mm,1.0 mm,1.2 mm c.dimensi 30 x 30 ;tersedia tebal ; 0.7 mm,0.8 mm,0.9 mm,1.0 mm,1.1 mm,1.2 mm d.dimensi 36 x 36 ;tersedia tebal ; 0.8 mm,1.2 mm e.dimensi 40 x 60 ;tersedia tebal ; 1.2 mm,1.4 mm f.dimensi 45 x 75 ;tersedia tebal ; 1.7 mm g.dimensi 50 x 100 ;tersedia tebal ; 1.3 mm,1.7 mm h.dimensi 60 x 60 ;tersedia dengan ketebalan ; 1.2 mm

113 Catatan: a.tebal 1.2 mm setara dengan tebal 1.6 mm dipasaran. b.tebal 1.0 mm setara dengan tebal 1.4 mm dipasaran. c.tebal 0.8 mm setara dengan tebal 1.2 mm dipasaran. Material secara keseluruhan memakai besi sebagai bahan dasarnya,karna memiliki konstruksi yang sangat kuat sehingga furniture dapat di gunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. a. Jenis Sambungan Las Penyambungan dalam pengelasan diperlukan untuk meneruskan beban atau tegangan diantara bagian-bagian yang disambung. Karena meneruskan beban, maka bagian sambungan juga akan menerima beban. Oleh karenanya, bagian sambungan paling tidak memiliki kekuatan yang sama dengan bagian yang disambung. Untuk dapat menyambung dua komponen logam diperlukan berbagai jenis sambungan. Pada sambungan inilah nantinya logam tambahan diberikan, sehingga terdapat kesatuan antara komponen-komponen yang disambung. Berbagai jenis sambungan yang dimaksud adalah : 1. Sambungan Temu (Butt Joint) 2. Sambungan T (Tee joint) 3. Sambungan Sudut (Corner joint) 4. Sambungan Saling Tumpang (Lap Joint) 5. Sambungan Sisi (Edge Joint)

114 Gambar 4.23 Konstruksi Las Sumberhttp://navalcrew.blogspot.com/besi konstruksi las lassan Gambar 4.24 Konstruksi las Sumber http://navalcrew.blogspot.com/ besi konstruksi las lassan Konstruksi di pilih karna kursi menggunakan 2 jenis material yang berbahan baku besi dan kayu. konstruksi juga mendukung kekuatan pada furniture selain itu material yang berebeda memberikan karakteristik tersendiri dengan perpaduan bahan baku material dan di finishing rustic untuk memberikan karakteristik pada furnitur.

115 4.4.3 Konstruksi Gambar 4.25 3D Kerangka Kursi Gambar 4.263D kerangka Coffee Table

116 Gambar 4.273D Kerangka Stool Bar 4.5 Ergonomi Dan Antropometri Kursi

117 Gambar4.28Ergonomi Kursi Sumber Human Dimension & Interior Space Ukuran ergonomi yang dipilih untuk merancang kursi yang akan digunakan untuk duduk pada area pool billiard. Karena durasi waktu yang diperlukan untuk satu kali diskusi 30 menit 2 jam maka kursi akan memiliki armrest agar para pengguna lebih merasa santai saat melakukan kegiatan makan, minum ataupun menunggu giliran bermain dan memperhatikan permainan lawan. Ruang duduk

118 Gambar 4.29Ergonomi Ruang Duduk Sumber : Human Dimension & Interior Space Ergonomi yang dipilih mendukung perancangan pembuatan kursi dan coffee table pada area pool billiard untuk memenuhi aktifitas yang terjadi pada area pool billiard dan juga memberikan karakteristik pada star billiard café.

119 Bar Gambar 4.30Ergonomi Bar Sumber Human Dimension & Interior Space Ergonomi yang dipilih mendukung perancangan pembuatan table plan dan stool bar pada area pool billiard untuk memenuhi aktifitas yang terjadi pada area pool billiard seperti, makann, minum, memperhatikan permainan billiard dan juga memberikan karakteristik pada star billiard café.

120 4.6 Kalkulasi Harga Produksi Furnitur yang di produksi menggunakan bahan material yang berbeda dan juga harga yang berbeda sesuai tingkat kerumitan pembuatan dan seberapa banyak menggunakan material dari suatu furnitur itu sendiri. Berikut data kalkulasi harga produksi: no Material Harga 1 Besi kerangka furnitur Kursi Stool bar Coffee table Rp.300.000 Rp.150.000 Rp.250.000 2 Kayu sungkai furnitur Kursi Stool bar Coffee table Rp.500.000 Rp.300.000 Rp.400.000 3 Ultran Politur P-30 UV Clear Doff Rp.70.000 4 PCR 100 EP Grey Propan Car Refinish Rp.60.000 5 Nipe 2000 Matt Black Rp.75.000

121 6 Biaya finishing kerangka Rp.150.000 Furniture 3 item 7 Total keseluruhan Rp.2.255.000 Table 4.6 Kalkulasi Harga Produksi Kalkulasi harga pada table hanya harga pokok bahan dan material untuk biaya finishing hanya di cantumkan harga sebagian karna dalam proses produksi penulis mengerjakan sendiri dalam proses finishing dan pendempulan pada Furnitur. 4.7 Aspek Pemasaran Furnitur dapat di produksi dan dipasarkan karna melalui proses peranancangan desain yang memiliki ergonomi yang telah di study.furnitur dapat di gunakan dalam kebutuhan sehari hari dan dapat di gunakan pada interior yang memiliki kesaamaan dengan furniturnya. Furnitur juga dapat di pasarkan secara umum dengan merubah finishing maupun detail yang ada pada furnitur sebagai contoh:

122 Pilihan warna: Gambar 4.31 3D kursi Target Pasar Dengan Warna Cerah

123 Gambar 4.323D kursi Target Pasar Dengan Warna Art look