Graf untuk soal nomor 7

dokumen-dokumen yang mirip
Soal dan Jawaban Materi Graf, Pohon, dan Kompleksitas Algoritma

Gambar 6. Graf lengkap K n

Pohon. Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit. Program Studi Teknik Informatika ITB. Rinaldi M/IF2120 Matdis 1

Penyandian (Encoding) dan Penguraian Sandi (Decoding) Menggunakan Huffman Coding

Kompleksitas Algoritma dari Algoritma Pembentukan pohon Huffman Code Sederhana

Pemanfaatan Pohon Biner dalam Pencarian Nama Pengguna pada Situs Jejaring Sosial

Strategi Permainan Menggambar Tanpa Mengangkat Pena

Penggunaan Pohon Huffman Sebagai Sarana Kompresi Lossless Data

Penerapan Algoritma Prim dan Kruskal Acak dalam Pembuatan Labirin

Penyelesaian Traveling Salesman Problem dengan Algoritma Heuristik

Pohon (TREE) Matematika Deskrit. Hasanuddin Sirait, MT 1

Matematika Diskret (Pohon) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

MATEMATIKA DISKRIT II ( 2 SKS)

Penggunaan Pohon Biner Sebagai Struktur Data untuk Pencarian

Aplikasi Teori Graf dalam Permainan Instant Insanity

Penerapan Pengkodean Huffman dalam Pemampatan Data

Aplikasi Pohon dan Graf dalam Kaderisasi

RENCANA PEMBELAJARAN

Program Studi Teknik Informatika Nama : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika NIM :

TUGAS MAKALAH INDIVIDUAL. Mata Kuliah : Matematika Diskrit / IF2153 Nama : Dwitiyo Abhirama NIM :

Definisi. Pohon adalah graf tak-berarah, terhubung, dan tidak mengandung sirkuit. pohon pohon bukan pohon bukan pohon (ada sikuit) (tdk terhubung)

Penerapan Algoritma Greedy untuk Memecahkan Masalah Pohon Merentang Minimum

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK ELEKRO TELKOM UNIVERSITY

IF5110 Teori Komputasi. Teori Kompleksitas. (Bagian 1) Oleh: Rinaldi Munir. Program Studi Magister Informatika STEI-ITB

Aplikasi Pohon Merentang Minimum dalam Rute Jalur Kereta Api di Pulau Jawa

Teknik Pembangkitan Kode Huffman

Aplikasi Graf dalam Merancang Game Pong

8/29/2014. Kode MK/ Nama MK. Matematika Diskrit 2 8/29/2014

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer


Aplikasi Shortest Path dengan Menggunakan Graf dalam Kehidupan Sehari-hari

DEFINISI. Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit. pohon pohon bukan pohon bukan pohon 2

Kata Pengantar... Daftar Isi... Apakah Matematika Diskrit Itu? Logika... 1

Penggunaan Perwarnaan Graf dalam Mencari Solusi Sudoku

Penerapan Algoritma A* dalam Penentuan Lintasan Terpendek

Penyelesaian Five Coins Puzzle dan Penghitungan Worst-case Time dengan Pembuatan Pohon Keputusan

SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Aktifitas Pembelajaran

Kode Huffman dan Penggunaannya dalam Kompresi SMS

Penerapan Graf Dalam File Sharing Menggunakan BitTorrent

Definisi. Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit. pohon pohon bukan pohon bukan pohon

Aplikasi Graf dalam Rute Pengiriman Barang

Analisa Lalu Lintas dan Keamanan di Kota Bandung dengan Penerapan Teori Graf dan Pohon

Aplikasi Pohon dan Logika pada Variasi Persoalan Koin Palsu

PEMAMPATAN DATA DENGAN KODE HUFFMAN (APLIKASI POHON BINER)

Pemodelan Pembagian Kelompok Tugas Besar Strategi Algoritma dengan Masalah Sum of Subset

METODE POHON BINER HUFFMAN UNTUK KOMPRESI DATA STRING KARAKTER

Penerapan strategi runut-balik dalam penyelesaian permainan puzzle geser

MEMBANDINGKAN KEMANGKUSAN ALGORITMA PRIM DAN ALGORITMA KRUSKAL DALAM PEMECAHAN MASALAH POHON MERENTANG MINIMUM

Algoritma Greedy (lanjutan)

Analisis Penerapan Algoritma Kruskal dalam Pembuatan Jaringan Distribusi Listrik

Graf. Bekerjasama dengan. Rinaldi Munir

Penerapan Teori Graf Pada Algoritma Routing

Sebuah pewarnaan dari graph G adalah sebuah pemetaan warna-warna ke simpulsimpul dari G sedemikian hingga simpul relasinya mempunyai warna warna yang

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

I. PENDAHULUAN. Gambar 1. Contoh-contoh graf

Perbandingan Kompresi Data Dengan Algoritma Huffman Statik dan Adaptif

APLIKASI POHON DALAM PENCARIAN CELAH KEAMANAN SUATU JARINGAN

Penggunaan Algoritma Greedy dalam Membangun Pohon Merentang Minimum

ALGORITMA RUTE FUZZY TERPENDEK UNTUK KONEKSI SALURAN TELEPON

Tugas Graf. TT4002 Matematika Diskrit

Algoritma Brute-Force dan Greedy dalam Pemrosesan Graf

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penerapan Travelling Salesman Problem dalam Penentuan Rute Pesawat

Teori Dasar Graf (Lanjutan)

Studi Algoritma Optimasi dalam Graf Berbobot

Pengaplikasian Graf Planar pada Analisis Mesh

Penerapan TSP pada Penentuan Rute Wahana dalam Taman Rekreasi

Teori Dasar Graf (Lanjutan)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH LOGIKA DAN ALGORITMA (MI/D3) KODE: IT SKS: 3 SKS. Kemampuan Akhir Yang Diharapkan

Aplikasi Algoritma Prim dalam Penentuan Pohon Merentang Minimum untuk Jaringan Pipa PDAM Kota Tangerang

Aplikasi Pohon Merentan Minimum dalam Menentukan Jalur Sepeda di ITB

Decrease and Conquer

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Memanfaatkan Pewarnaan Graf untuk Menentukan Sifat Bipartit Suatu Graf

Menghitung Ketinggian Rata-Rata Pohon Terurut

Penerapan Pohon Biner Huffman Pada Kompresi Citra

Algoritma Prim sebagai Maze Generation Algorithm

MateMatika Diskrit Aplikasi TI. Sirait, MT 1

Penerapan Teori Graf dalam Game Bertipe Real Time Strategy (RTS)

TERAPAN POHON BINER 1

Permodelan Pohon Merentang Minimum Dengan Menggunakan Algoritma Prim dan Algoritma Kruskal

APLIKASI TEORI PRIM DALAM MENENTUKAN JALUR MUDIK

Graph. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

APLIKASI GRAF DALAM BISNIS TRAVEL BANDUNG-BOGOR

TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini akan diberikan konsep dasar graf dan bilangan kromatik lokasi pada

Penggunaan Graf Semi-Hamilton untuk Memecahkan Puzzle The Hands of Time pada Permainan Final Fantasy XIII-2

Aplikasi Algoritma Dijkstra dalam Pencarian Lintasan Terpendek Graf

Aplikasi Pewarnaan Graf pada Penjadwalan Pertandingan Olahraga Sistem Setengah Kompetisi

UNIVERSITAS GUNADARMA

Algoritma Huffman dan Kompresi Data

JURNAL IT STMIK HANDAYANI

Pohon Biner Sebagai Struktur Data Heap dan Aplikasinya

Algoritma Greedy (Bagian 2) IF2251 Strategi Algoritmik Oleh: Rinaldi Munir

Implementasi Struktur Data Rope menggunakan Binary Tree dan Aplikasinya dalam Pengolahan Teks Sangat Panjang

MATEMATIKA MATEMATIK A DISKRIT : : MAT-3615/ 3 : : VI

Perancangan Sistem Transportasi Kota Bandung dengan Menerapkan Konsep Sirkuit Hamilton dan Graf Berbobot

I. LAMPIRAN TUGAS. Mata kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Sistem Informasi PA-31 Dosen Pengasuh : Ir. Bahder Djohan, MSc

Implementasi Graf dalam Penentuan Rute Terpendek pada Moving Object

Penggunaan Metode Branch And Bound With Search Tree

Penerapan Pewarnaan Graf pada Permainan Real- Time Strategy

Transkripsi:

Program Studi Teknik Informatika Nama : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika NIM : Institut Teknologi Bandung T.tangan: Solusi Kuis ke-4 IF2120 Matematika Diskrit (3 SKS) Graf, Pohon, dan Kompleksitas Algoritma Dosen: Rinaldi Munir, Harlili Senin, 2 Desember 2016 Waktu: 90 menit Graf untuk soal nomor 1 Graf untuk soal nomor 8 Graf untuk soal nomor 7 1. Carilah pohon merentang minimum dari graf soal nomor 1 dan tentukan bobot nya! Berikut adalah tabel langkah pembentukan pohon :

Langkah ke - Sisi Bobot Pohon rentang 1 (b,d) 1 b 2 (d,e) 4 d 3 (e,g) 2 4 (g,a) 3 5 (g,j) 8

6 (j,i) 4 7 (i,f) 5 8 (f,c) 3

9 (j,l) 6 10 (f,h) 7

11 (j,k) 11 Total bobot = 54 2. Terdapat suatu pesan (string) yang disimpan di komputer : AKU KAMU MAKAN IKAN. Setiap karakter (termasuk spasi) secara default berukuran 1 byte (8 bit). Namun pesan tersebut dapat dimampatkan dengan algoritma Huffman sehingga ukurannya di memory menjadi lebih kecil. a. Hitunglah frekuensi kemunculan setiap karakter (termasuk spasi), lalu gambarkan pohon Huffmannya. b. Tentukan kode Huffman untuk setiap karakter dan hitung ukuran bit yang dihasilkan jika pesan diubah menjadi kode Huffman (hitung ukuran bitnya saja). c. Apa yang akan terjadi jika pemampatan dengan algoritma Huffman dilakukan pada sebuah string yang terdiri dari semua jenis karakter yang mungkin (terdapat 256 jenis karakter, 1 byte per karakter) dan jumlah kemunculan setiap jenis karakter adalah sama? Bagaimana ukuran bit string setelah dan sebelum pemampatan? a. I=1, M=2, N=2, U=2, Sp=3, K=4, A=5 b. Kode huffman

A 00 K 10 Sp 010 N 110 U 111 I 0110 M 0111 AKU KAMU MAKAN IKAN Ukuran bit = (2 + 2 + 3 )+ 3 + (2 + 2+ 4 + 3) + 3 + (4 + 2 + 2 + 2 + 3) + 3 + (4 + 2 + 2 + 3) = 7 + 3 + 11 + 3 + 13 + 3 + 11 = 51 c. Tidak terjadi pemampatan, ukuran string setelah dan sebelum pemampatan adalah sama besar. 3. Diberikan 4 buah koin yang identik antara satu dengan yang lainnya, namun ternyata satu di antaranya adalah koin yang palsu. Koin yang palsu memiliki berat yang berbeda dengan koin yang asli, namun tidak diketahui apakah koin palsu tersebut lebih berat / lebih ringan daripada yang asli. Untuk menentukan mana yang palsu, diberikan sebuah timbangan, namun hanya dapat digunakan sebanyak 3 kali penimbangan. Dengan menggunakan decision tree, tentukan semua kemungkinan koin yang palsu berdasarkan penimbangan, dan apakah koin palsu tersebut lebih berat / lebih ringan dari yang asli. 4. Diketahui fungsi kompleksitas beberapa algoritma : (i) (ii) (iii) Hitunglah notasi O (big-oh) dari hasil operasi berikut : a.

b. Maka : a. b. 5. Perhatikan potongan kode C berikut : int a = 0, b = 0; for (i = 0; i < N; i++) { for (j = 0; j < N; j++) { a = a + j; } } for (k = 0; k < N; k++) { b = b + k; } Tentukan kompleksitas waktu T(n) dan kompleksitas waktu asimptotik dari algoritma diatas, berikan langkah / penjelasan singkat bagaimana anda bisa menentukan jawaban anda! O(N * N) atau O(N 2 ) Loop pertama adalah loop yang bersifat nested, operasi pada variabel a dilakukan N kali dan diulang sebanyak N kali lagi. ( O(N 2 ) ) Loop kedua pada variabel b merupakan single loop, operasi pada variabel b dilakukan N kali sehingga O(N). O(N 2 ) + O(N) = O(N 2 ) 6. Diberikan waktu proses T(n) untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan algoritma tertenru. T(n) O(n) 0.01n + 100n 2 + 100000 100n log n + n 3 + 10000n 2n + n 1.1 + 0.5n 1.25 0.0003log n + 1000l og (log(n)) 0.001 n log n + n (log n) 2 n 2 log n + n (log n) 2 Ubah ekspresi tersebut menjadi notasi O dan urutkan dari yang tercepat. T(n) O(n) 0.01n + 100n 2 + 100000 O(n 2 ) 100n log n + n 3 + 10000n O(n 3 ) 2n + n 1.1 + 0.5n 1.25 O(n 1.25 ) 0.0003log n + 1000 log (log(n)) O(log n) 0.001 n log n + n (log n) 2 O(n (log n) 2 ) n 2 log n + n (log n) 2 O(n 2 log n)

Hasil Pengurutan : 0.0003log n + 1000 log (log(n)), 0.001 n log n + n (log n) 2, 2n + n 1.1 + 0.5n 1.25, 0.01n + 100n 2 + 100000, n 2 log n + n (log n) 2, 100n log n + n 3 + 10000n 7. Apakah graf soal nomor 7 merupakan graf planar? Berikan alasannya berdasarkan teorema Kuratowski! Tidak planar karena mengandung upagraf K5. 8. Berdasarkan graf soal nomor 8, tentukan dan berikan penjelasan: a. Apakah graf merupakan graf Euler, Semi Euler, atau bukan keduanya? b. Gambarkan sirkuit/lintasan Euler dan Hamilton dari graf tersebut jika ada! (a) Graf tersebut merupakan graf Semi Euler. Graf ini bukan graf Euler karena terdapat simpul berderajat ganjil (G dan D). Graf ini semi euler karena jumlah simpul berderajat ganjil berjumlah tepat 2. (b) Contoh sirkuit Hamilton: E-C-A-B-F-D-G-E Contoh lintasan Euler: D-E-C-A-B-F-G-D-F-E-G