GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR KECAMATAN CIAWI KANTOR KEPALA DESA CILEUNGSI Alamat : Jalan Raya Veteran III No. 27 Tapos Kec. Ciawi Kab.

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN UMUM LOKASI

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM DESA CIHIDEUNG ILIR, KECAMATAN CIAMPEA, KABUPATEN BOGOR

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di dua desa yakni Desa Pagelaran dan Desa Gemah

Gambar 4. Kerangka Habitat Equivalency Analysis V. GAMBARAN UMUM WILAYAH. Wilayah penelitian pada masyarakat Kecamatan Rumpin secara

BAB II DESA PULOSARI. Desa Pulosari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV PROFIL DESA BANJARWARU

BAB IV GAMBARAN UMUM KELURAHAN BEJI

BAB IV KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 16. Tabel 4. Luas Wilayah Desa Sedari Menurut Penggunaannya Tahun 2009

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Merak Belantung secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN

BAB II KONDISI WILAYAH DESA SOKARAJA TENGAH. RT dengan batas sebelah utara berbatasan dengan Desa Sokaraja Kulon, batas

V. GAMBARAN UMUM POTENSI WILAYAH

V. GAMBARAN UMUM. administratif terletak di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur.

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. Desa Bumi Restu memiliki

BAB III PENDEKATAN LAPANG

KONDISI UMUM WILAYAH

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Lebuh Dalem merupakan Desa yang terdapat di Kecamatan Menggala

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. secara geografis terletak antara 101º20 6 BT dan 1º55 49 LU-2º1 34 LU, dengan

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Jarak dari Kecamatan Megamendung ke Desa Megamendung adalah 8 km,

PROFIL DESA. Profil Kelurahan Loji. Kondisi Ekologi

BAB VI KEADAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA PANGRADIN. 6.1 Keadaan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Pangradin

Batas-batas Desa Pasir Jambu adalah sebagai berikut:

BAB II KONDISI OBYEKTIF LOKASI DESA BITUNG JAYA KEC. CIKUPA KAB. TANGERANG

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pringsewu, secara geografis Kabupaten

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Buana Sakti terletak di Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur,

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Lampung Tengah adalah 3,802 ha² yang terdiri dari pemukiman

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Kranggan, Galur, Kulon Progo. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata telah

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI

BAB IV GAMBARAN UMUM DAERAH LOKASI. Sesuai dengan kondisi letak geografis kelurahan Way Dadi yang berada tepat

BAB I PENDAHULUAN. Banguncipto dan Dusun Ploso serta mengacu buku profil desa dan profil

BAB II PROFIL DESA WALIKUKUN KECAMATAN CARENANG KABUPATEN SERANG BANTEN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Margosari adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Pagelaran Utara

BAB IV GAMBARAN UMUM DESA TANJUNGSARI

PROFIL DESA CIHIDEUNG ILIR. Kondisi Geografis. Struktur Kependudukan. ]. k

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Secara etimologis, Hajimena sebenarnya berasal dari kata Aji, yang berarti ini dan Mena

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Letak Geografis dan Demografis Desa Sungai Keranji

IV.GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kecamatan Gedung Aji memiliki luas wilayah sekitar 114,47 km 2 beribukota di

V. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN. Kondisi umum Desa Kalisari meliputi kondisi fisik daerah dan kondisi

BAB II KONDISI DESA BELIK KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG. melakukan berbagai bidang termasuk bidang sosial.

BAB II KONDISI UMUM MASYARAKAT DESA KLAMPOK

BAB IV GAMBARAN LOKASI PENELITIAN

BAB II. KONDISI WILAYAH DESA ONJE A. Letak Geografi dan Luas Wilayahnya Desa Onje adalah sebuah desa di Kecamatan Mrebet, Kabupaten

LOKASI PENELITIAN. Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu merupakan salah dua Desa yang berada

V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN SUBYEK PENELITIAN

BAB I LATAR BELAKANG

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Lampung. Secara geografis Kota Bandar Lampung terletak pada sampai

BAB I PENDAHULUAN. mengetahui lokasi sesungguhnya dari Kelurahan Pandeyan. Hasil survei ini

IV. GAMBARAN UMUM. A. Keadaan Umum Wilayah Kelurahan Tanjung Ratu Ilir. Ratu Ilir terdiri dari 7 (tujuh) dusun. Ketujuh dusun tersebut ialah :

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. didirikan pada akhir abad ke-18, berdasarkan hasil mufakat Tokoh Adat pada saat

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM. Desa Lulut secara administratif terletak di Kecamatan Klapanunggal,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tentang partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program wajib belajar sembilan

V. KEADAAN UMUM WILAYAH. 5.1 Kondisi Wilayah Kelurahan Pulau Panggang

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN SUBYEK PENELITIAN. dalam penelitian ini adalah Dusun 003 Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo,

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. luas wilayah 1060 Ha. Dahulu desa ini bernama desa Prambanan, dan kemudian

BAB II PENYAJIAN DATA. A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian di Desa Karang Kembang Kecamatan

V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Provinsi Lampung. Sejarah terbentuknya Desa Candimas berawal dari pemekaran. Desa Merakbatin yaitu sekitar tahun Pada tahun 1986 terbentuklah

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Cidokom Kecamatan Rumpin. Kecamatan Leuwiliang merupakan kawasan

BAB II PROFIL WILAYAH

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Pesawaran merupakan kabupaten baru yang dibentuk berdasarkan

BAB IV PROFIL DESA 4.1. Aspek Geografis

PROFIL KEPALA DESA. Perkebunan dan Peternakan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Sumatera Selatan ( ) Free Powerpoint Templates Page 2

GAMBARAN UMUM DESA CIARUTEUN ILIR, KECAMATAN CIBUNGBULANG, KABUPATEN BOGOR

BAB I PENDAHULUAN. Kuliah Kerja Nyata Reguler Periode LXI divisi I kelompok B unit 3

BAB V PROFIL DESA BANTARJATI

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Berdasarkan sejarahnya Desa Karta Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten

GAMBARAN UMUM. dan berpenduduk jiwa dengan luas wilayah 90,58 km 2. Kecamatan Raman. Utara memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :

BAB II GAMBARAN UMUM DESA PUJUD KECAMATAN PUJUD KABUPATEN ROKAN HILIR

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. a. Letak, Luas dan Batas Wilayah. dari kantor Kabupaten Wonogiri sekitar 30 km.

V. KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN. yang dibina oleh Kementerian Kehutanan. Koperasi ini didirikan pada tahun 1989.

BAB II GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Tabel I Luas wilayah menurut penggunaan

III. METODE PENELITIAN. kota Bandar Lampung. Kecamatan kemiling merupakan kecamatan hasil

BAB IV KONTEKS LOKASI PENELITIAN

BAB IV KEADAAN UMUM DESA KEMANG

BAB III KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Wilayah kelurahan

BAB V PROFIL KAWASAN PENELITIAN

BAB IV KEADAAN UMUM DESA KEMANG

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. ini terletak di sebelah Desa Panaragan, berjarak ±15 km dari ibu kota kecamatan,

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan. Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 105.

GAMBARAN UMUM. Desa Taman Sari merupakan bagian dari Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten

PETA SOSIAL KELURAHAN CIPAGERAN

Transkripsi:

19 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Kondisi Geografi Desa Sipak merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor dengan luas wilayah 558 194 ha. Desa Sipak secara geografis terletak pada ketinggian 455-500 m di atas permukaan laut dan memiliki curah hujan sebesar 1.55 m 3. Secara administratif, Desa Sipak terdiri dari 6 dusun, yakni Dusun Sipak, Pasir Randu, Parung Sapi, Muncang, Margaluyu, dan Margasari. Keseluruhan dusun terbagi menjadi 10 Rukun Warga (RW) dan 41 Rukun Tetangga (RT). Dusun Sipak sendiri terbagi menjadi Dusun Sipak 1 dan Sipak 2. Kondisi topografi Desa Sipak ini terdiri dari dataran dan perbukitan, serta dilalui juga oleh sungai yang cukup panjang dan deras alirannya, yaitu Sungai Cidurian yang memisahkan antara Sipak 1 dengan Sipak 2, Pasir Randu, Margasari, dan Margaluyu. Untuk menyebrangi sungai tersebut tersedia jembatan beton yang dapat dilalui oleh kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. Wilayah Desa Sipak sebelah utara berbatasan dengan Desa Setu, sebelah timur berbatasan dengan PTP Cikasungka, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Pangradin, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Pamagersari. Jarak dari Desa Sipak ke ibukota Kecamatan Jasinga yaitu 1 km dengan akses jalan raya beraspal yang dapat ditempuh dengan angkutan umum, sedangkan jarak dari desa ke ibukota Kabupaten Bogor yaitu 40 km, ke ibukota Provinsi Jawa Barat yaitu sekitar 175 km, dan ke ibukota negara yaitu sekitar 165 km. Pemanfaatan lahan pada desa terluas di Kecamatan Jasinga ini antara lain untuk pemukiman warga seluas 18 ha, sawah seluas 379 ha, jalan raya sepanjang 3 km, pemakaman seluas 4 ha, dan sisanya untuk perkantoran, lapangan olahraga, bangunan pendidikan, dan bangunan peribadatan. Kondisi tanah di Desa Sipak ini dikatakan sangat subur oleh masyarakat. Mereka mengibaratkan menanam apapun di tanah ini akan tumbuh, tanpa harus disiram dan dipupuk, cukup dibiarkan terkena hujan saja. Buktinya di kebun-kebun warga terdapat bermacam-macam tanaman seperti durian, manggis, kecapi, sengon, albasia, jabon, afrika.

20 Gambar 2 Salah satu lahan perkebunan warga Sipak Suburnya lahan di Sipak menjadikan desa ini sebagai sentra manggis ternama di Jasinga dengan alasan manggis yang berasal dari desa ini, khususnya di Kampung Parung Sapi, walaupun buahnya kecil, rasanya tetap manis. Manggis ini setiap kali panen dibawa ke berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, dan daerah Puncak. Kondisi Demografi Desa Sipak memiliki jumlah penduduk sebanyak 12 334 jiwa hingga akhir Desember 2008, yang terdiri dari laki-laki sebanyak 6 546 jiwa dan perempuan sebanyak 5 778 jiwa. Jumlah kepala keluarga (KK) di desa ini sebanyak 2 546 jiwa. Mayoritas warga Desa Sipak ini merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan asli dari Desa Sipak. Adapun yang merupakan warga pendatang biasanya datang tidak jauh, masih dari Kecamatan Jasinga, ada juga yang dari Kabupaten Lebak dan dari Jakarta. Jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin disajikan dalam Tabel 1.

21 Tabel 1 Jumlah penduduk Desa Sipak menurut kelompok umur dan jenis kelamin Kelompok Jumlah jiwa umur Laki-laki Perempuan Jumlah 0-4 422 587 1 009 5-9 398 561 959 10-14 547 379 926 15-19 383 479 862 20-24 404 504 908 25-29 467 467 934 30-34 330 338 668 35-39 474 502 976 40-49 411 445 856 50-54 326 517 843 55-59 402 500 902 60-64 209 306 515 65-69 215 209 424 70-ke atas 175 186 361 Jumlah 5 163 5 980 11 143 Sumber: Profil Desa Sipak Tahun 2010 Tabel 1 menunjukkan jumlah penduduk Desa Sipak menurut kelompok umur. Dapat dilihat dari tabel tersebut bahwa jumlah penduduk yang berada di usia produktif antara 15-64 tahun tergolong besar, yaitu sekitar 7 464 jiwa, sedangkan jumlah penduduk yang berada di usia nonproduktif sebesar 3 679 jiwa. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Desa Sipak memilik rasio beban ketergantungan yang kecil. Hal ini berarti penduduk usia produktif di Desa Sipak sangat potensial sebagai modal dasar yang besar bagi pembangunan. Kondisi Sosial-Ekonomi 1. Agama Mayoritas penduduk Desa Sipak beragama Islam, yaitu sebanyak 9 194 jiwa, sisanya beragama Katolik dan Protestan. Terlihat sekali nuansa Islam yang masih kental di Desa Sipak, seperti pengajian yang masih rutin dijalankan oleh ibu-ibu setiap Kamis sore dan bapak-bapak malam harinya. Pengajian anak-anak yang diasuh oleh tokoh agama Desa Sipak juga banyak berjalan. Biasanya anakanak mengaji setiap sore hari selepas mereka pulang sekolah. Bangunan-bangunan masjid dan musholla yang mencirikan nuansa islami juga banyak ditemui di Desa Sipak, hampir di setiap dusun terdapat masjid. Karena penduduknya mayoritas beragama Islam dan masih kental sekali nuansa islaminya, setiap peringatan hari besar Islam selalu dirayakan dengan penuh suka cita oleh warga di masjid-masjid yang berada di Desa Sipak.

22 2. Pendidikan Tingkat pendidikan yang pernah ditempuh oleh sebagian besar penduduk Desa Sipak dapat dikatakan tergolong rendah. Biaya pendidikan yang relatif tinggi menurut sebagian besar warga serta rendahnya minat untuk bersekolah menjadi faktor rendahnya tingkat pendidikan di desa ini. Tabel 2 Komposisi penduduk Desa Sipak berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat pendidikan Jumlah Tidak tamat SD/sederajat 749 Tamat SD/sederajat 1 233 Tamat SLTP/sederajat 954 Tamat SLTA/sederajat 507 Tamat Diploma 32 Tamat Perguruan Tinggi (S1) 68 Tamat Perguruan Tinggi (S2) 2 Tamat Perguruan Tinggi (S3) 0 Jumlah 3 545 Sumber: Profil Desa Sipak Tahun 2010 Hasil wawancara peneliti dengan responden menunjukkan sebagian besar dari mereka hanya mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga lulus SD atau paling tinggi SMP karena tidak mampu membiayai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi, sedangkan untuk rumah tangga yang tergolong mampu, ketika diwawancarai apakah anaknya nanti akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak, jawaban mereka tergantung anaknya mau bersekolah atau tidak. 3. Mata Pencaharian Pemanfaatan lahan terluas di Desa Sipak adalah untuk sawah sebesar 379 ha sehingga mayoritas penduduk Desa Sipak bermatapencaharian sebagai petani, yaitu sebanyak 504 orang, tetapi tidak semua petani di desa ini menggarap lahan mereka sendiri, sebagian besar hanyalah buruh tani yang menggarap lahan orang lain. Selain menggarap di sawah, mereka juga menggarap lahan perkebunan mereka yang merupakan hasil dari lahan bekas HGU yang dibagi-bagikan. Rutinitas warga Desa Sipak, khususnya kaum laki-laki, setiap pagi mereka pergi ke sawah atau ke kebun untuk menggarap lahan mereka, kemudian baru pulang menjelang azan Zuhur atau sekitar pukul 12.00 untuk istirahat makan siang dan ibadah shalat Zuhur. Beberapa ada yang kembali lagi ke sawah, sisanya tetap di rumah mengerjakan aktifitas lain. Berdagang juga merupakan mata pencaharian yang banyak dilakukan oleh penduduk Desa Sipak. Warung-warung sembako, warung-warung kecil, usaha dagang bensin eceran, terdapat hampir di setiap dusun di Desa Sipak. Beberapa juga ada yang menjadi pedagang makanan keliling. Berdagang juga dijadikan pekerjaan sampingan selain bertani. Setiap musm panen tiba, para petani di Desa Sipak membuka lapak di depan rumahnya atau di pinggir-pinggir jalan raya untuk menjual hasil panennya. Buah-buahan yang dijual ada berbagai macam, di

23 antaranya manggis, rambutan, durian, dan kecapi. Selain membuka lapak, ada juga yang menjualnya keliling kampung. Tabel 3 Komposisi penduduk Desa Sipak berdasarkan mata pencaharian Mata pencaharian Jumlah Petani 504 Pedagang 391 Pegawai Negeri 84 TNI/Polri 8 Pensiunan/Purnawirawan 12 Swasta 142 Buruh pabrik 235 Pengrajin 45 Tukang bangunan 114 Penjahit 45 Tukang las 24 Tukang ojek 155 Bengkel 14 Sopir angkutan 65 Lain-lain 428 Sumber: Profil Desa Sipak Tahun 2010 Tabel 3 membuktikan bahwa sejumlah besar penduduk Desa Sipak bermatapencaharian sebagai petani dan pedagang karena potensi desa yang memungkinkan hal tersebut. Mata pencaharian lainnya yang dilakukan oleh penduduk Desa Sipak relatif beragam seperti yang telah disebutkan dalam tabel. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, banyak penduduk yang juga melakukan migrasi ke kota dan bekerja sebagai buruh proyek. 4. Ketersediaan Fasilitas Umum Letak Desa Sipak yang berada 1 km dari ibukota Kecamatan Jasinga ini sebenarnya sangat menguntungkan karena hal tersebut mempengaruhi ketersediaan sarana dan prasarana di desa. Desa Sipak dapat dikatakan memiliki sarana dan prasarana yang memadai, di antaranya transportasi, peribadatan, pendidikan, dan olahraga, dan kesehatan. Sarana dan prasarana transportasi di antaranya tersedia angkutan umum dengan trayek Bogor-Cipanas yang melalui Jasinga, Bogor-Jasinga, dan Jasinga- Leuwiliang. Selain itu, terdapat bus dengan trayek Pandeglang-Rangkas-Bogor yang juga melalui Jasinga. Jalan yang ditempuh pun merupakan jalan raya beraspal yang cukup besar dan berkelok. Jasa angkutan ojek tersedia untuk bisa mengakses wilayah pedalaman desa.

24 Gambar 3 Akses jalan menuju areal lahan perkebunan Sarana dan prasarana peribadatan yang terdapat di Desa Sipak hanya masjid sebanyak 8 buah dan musholla sebanyak 10 buah karena mayoritas penduduk Desa Sipak beragama Islam. Sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia di antaranya Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 3 buah, Sekolah Dasar (SD) sebanyak 5 buah, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 1 buah. Sekolah Menengah Atas (SMA) belum tersedia di desa ini. Selain sarana pendidikan umum, terdapat juga sarana pendidikan Islam, di antaranya TK Alqur an sebanyak 2 buah, Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 2 buah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 1 buah, pondok pesantren sebanyak 22 buah dan majlis taklim sebanyak 10 buah. Sarana dan prasarana di bidang olahraga yang dimiliki oleh Desa Sipak di antaranya 3 buah lapangan sepak bola, 4 buah lapangan badminton, 2 buah lapangan voli, dan 7 buah lapangan tenis. Di bidang kesehatan, Desa Sipak memiliki 12 posyandu dengan 50 orang kader yang masih aktif setiap bulannya, seorang dokter praktik swasta, seorang bidan desa, seorang bidan praktik swasta, dan 3 orang dukun beranak terlatih. Sarana dan prasarana lainnya yang tersedia di desa ini yaitu kantor desa, 12 buah pos kamling, dan pasar Jasinga yang terletak di Desa Sipak. 5. Pranata Sosial dan Kelembagaan Kondisi sosial dan politik serta ketenteraman dan ketertiban di wilayah Desa Sipak terbilang cukup aman terkendali. Mayoritas masyarakat Desa Sipak adalah orang Sunda dan beragama Islam sehingga sehingga tatanan kehidupan mereka tidak terlalu beragam. Setiap masyarakat masih memegang teguh norma-norma

dan etika yang berlaku. Itulah sebabnya mereka hidup dengan rukun satu sama lain. Desa Sipak memiliki kelembagaan berupa kelompok tani yang berjumlah 13 buah tetapi yang baru dilegalisir hanya 5 buah, yaitu kelompok tani Tulus Rahayu, Wargi Mekar, Tunas Harapan, Bondol, dan Warisan, dan 3 buah gapoktan. Selain itu, terdapat juga 10 buah majlis taklim yang merupakan lembaga keagamaan di Desa Sipak. 25