BAB III : TINJAUAN KHUSUS PROYEK

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN PRAKTIK KERJA PROFESI

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB IV METODE PENGECORAN KOLOM, DINDING CORE WALL, BALOK DAN PLAT LANTAI APARTEMENT GREEN BAY PLUIT LANTAI 15 - LANTAI 25

Laporan Kerja Praktik Nusa Konstruksi Enjiniring - Proyek Apartemen Ciputra International Tower 4&5 BAB 3 TINJAUAN UMUM PROYEK

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. sesuai dengan fungsi masing-masing peralatan. Adapun alat-alat yang dipergunakan

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT ALAT. Proyek Menara Sentraya dilakukan oleh PT. Pionir Beton Industri

BAB IV PERALATAN DAN MATERIAL. Dalam setiap pekerjaan proyek konstruksi selalu diperlukan peralatan guna

PELAKSANAAN PEKERJAAN CORE LIFT DAN PELAT LANTAI PADA PROYEK TOWER C APARTEMEN THE ASPEN PEAK RESIDENCES, FATMAWATI, JAKARTA SELATAN

BAB IV TINJAUAN BAHAN DAN ALAT-ALAT


BAB II BAB II INFORMASI PROYEK. Kawasan jakarta khusus nya jakarta barat telah lama menjadi kawasan padat

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN SHEAR WALL DAN RAMP. proses pelaksanaan dari suatu item pekerjaan yang harus direncanakan terlebih

BAB IV. PERALATAN dan MATERIAL

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. pengamatan struktur plat lantai, pengamatan struktur core lift.

BAB III: TINJAUAN KHUSUS PROYEK

BAB IV ALAT DAN BAHAN PELAKSANAAN. Pada proyek Lexington Residences hampir semua item pekerjaan menggunakan

BAB IV TINJAUAN ALAT YANG DIGUNAKAN DAN BAHAN BANGUNAN. organisasi yang bagus tetapi juga harus didukung dengan adanya alat, material,

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. terhitung mulai dari tanggal 07 Oktober 2013 sampai dengan 07 Desember 2013

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Kolom merupakan suatu elemen struktur yang memikul beban Drop Panel dan

TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT YANG DIGUNAKAN. tinggi dapat menghasilkan struktur yang memenuhi syarat kekuatan, ketahanan,

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. bangunan yang bermutu agar tahap konstruksi dapat berjalan dengan lancar dan

LAPORAN KERJA PRAKTEK PELAKSANAAN PEKERJAAN CORE WALL PADA PROYEK BRANZ SIMATUPANG APARTMENT

BAB IV PERALATAN DAN MATERIAL

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PILE CAP DAN RETAINING WALL. Dalam setiap proyek konstruksi, metode pelaksanaan konstruksi

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT

BAB IV PERALATAN DAN MATERIAL. Dalam melaksanakan proyek pembangunan dapat dipastikan digunakan alat-alat

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR ATAS

BAB IV. PERALATAN dan MATERIAL. Ambassador 2 St.Moritz ini meliputi Peralatan apa saja yang dipakai untuk

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pada prinsipnya, pekerjaan struktur atas sebuah bangunan terdiri terdiri dari

BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI

BAB II DATA PROYEK. 2.1 Pendahuluan Proyek

BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI BASEMENT

BAB II DATA PROYEK. usaha mereka, contohnya seperti di daerah Karawaci. diketahui bahwa kebutuhan papan merupakan kebutuhan utama manusia.

BAB V PERALATAN DAN MATERIAL

BAB II DATA PROYEK. yang kita semua ketahui ada titik titik letak dimana mereka bias lebih

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Vittoria Residences Apartement terdiri dari 3 tower dengan : c. Podium 5 lantai, dengan 1 lantai semi basement

LAPORAN KERJA PRAKTEK METODE BEKISTING ALLUMA SYSTEM PADA BALOK DAN PLAT LANTAI PROYEK PEMBANGUNAN MENTENG PARK APARTEMEN

BAB III : TINJAUAN PROYEK

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. alat - alat tertentu sesuai kebutuhan untuk mendukung pembangunan tersebut.

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PEMBESARAN KOLOM DAN METODE PELAKSANAAN SHEARWALL. terlebih dahulu dan mengacu pada gambar kerja atau shopdrawing.

BAB V METODE PELAKSANAAN STRUKTUR ATAS. dalam mencapai sasaran pelaksanaan proyek konstruksi. Dimana sasaran proyek

BAB IV PERALATAN DAN MATERIAL

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN

BAB II STUDI PUSTAKA

BAB III TINJAUAN KHUSUS PROYEK

Oleh : AGUSTINA DWI ATMAJI NRP DAHNIAR ADE AYU R NRP

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran

BAB IV PERALATAN DAN MATERIAL

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB IV TINJAUAN KONDISI PROYEK ALAT DAN BAHAN BANGUNAN

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan

PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL 4 LANTAI JALAN INDRAPURA SEMARANG

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... LEMBAR PENDADARAN... KATA PENGANTAR... LEMBAR PERSEMBAHAN... DAFTAR GAMBAR...

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH. sebuah lahan sementara di sebuah proyek bangunan lalu dipasang pada proyek

BONDEK DAN HOLLOW CORE SLAB

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN. Dalam pelaksanaan suatu proyek baik proyek besar maupun proyek kecil selalu

BAB V METODE UMUM PELAKSANAAN KONSTRUKSI. Metode pelaksanaan di lapangan akan mudah dikerjaan dengan membuat

BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI KOLOM DAN BALOK. perencanaan dalam bentuk gambar shop drawing. Gambar shop


BAB IV PERALATAN DAN MATERIAL

BAB II DATA PROYEK PADINA SOHO & RESIDENCE. penghubung antara dua provinsi, yaitu Tangerang dan Jakarta. Selain itu, jalan ini

BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN

BAB IV ALAT DAN BAHAN

BAB III BAHAN BANGUNAN DAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN. Ada beberapa hal yang menyebabkan banyaknya bangunan tinggi diberbagai

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN PADA STRUKTUR ATAS. Pada sebuah pelaksanaan konstruksi, banyak sekali pihak-pihak yang

BAB V METODE UMUM PELAKSANAAN KONSTRUKSI. Metode pelaksanaan di lapangan akan mudah dikerjaan dengan membuat

BAB IV PERALATAN YANG DIGUNAKAN. Pada setiap pelaksanaan proyek konstruksi, alat-alat menjadi faktor yang sangat

BAB IV KONSEP. 4.1 Ide Awal

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI BALOK BETON PRATEGANG DI PROYEK WISMA KARTIKA GROGOL

A. METODE PELAKSANAAN GEDUNG 2 TINGKAT PONDASI TIANG PANCANG. Adapun metode pelaksanaan yang digunakan adalah sebagai berikut:

LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK PEMBANGUNAN WISMA KARTIKA JL. KYAI TAPA NO. 101, GROGOL JAKARTA BARAT

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Penyediaan dan pemenuhan bahan bangunan serta alat kerja pada suatu proyek

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN. Dalam melaksanakan suatu proyek konstruksi, diperlukan adanya suatu

BAB II. Data Umum proyek. Jakarta sebagai kota tersebar di Indonesia berpenduduk lebih dari 10 juta,

BAB III: TINJAUAN KHUSUS PROYEK

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN SHEAR WALL. biasanya terdapat pada bangunan tower atau gedung bertingkat.

BAB III: TINJAUAN UMUM PROYEK

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN KOLOM, BALOK DAN PELAT. dalam mencapai sasaran pelaksanaan proyek konstruksi. Dimana sasaran proyek

BAB IV MATERIAL DAN PERALATAN

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB VIl TINJAUAN KHUSUS (KOLOM UTAMA) pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT

BAB V PERALATAN DAN MATERIAL

LAPORAN KERJA PRAKTIK. PELAKSANAAN KONSTRUKSI PC WALL DAN PILE CAP PADA PROYEK GEDUNG St. CAROLUS TAHAP II, JAKARTA-PUSAT

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB VI TINJAUAN KHUSUS PERBANDINGAN SISTEM PLAT LANTAI (SISTEM PLAT DAN BALOK (KONVENSIONAL) DAN SISTEM FLAT SLAB)

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PEKERJAAN PELAT LANTAI UNTUK TOWER D DI PROYEK PURI MANSION APARTMENT. beton bertulang sebagai bahan utamanya.


BAB IV PERALATAN DAN MATERIAL

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH

BAB XIII PEKERJAAN PLAFOND DAN DINDING PARTISI

BAB VI PENGENDALIAN PROYEK. Pengawasan (controlling) adalah suatu penilaian kegiatan dengan

KERJA PRAKTEK PEMASANGAN PANEL PRECAST PADA LANTAI APARTEMEN CASABLANCA EAST RESIDENCES JAKARTA TIMUR

BAB IV ALAT-ALAT DAN BAHAN KONSTRUKSI

BAB IV PERALATAN DAN MATERIAL

Transkripsi:

BAB III : TINJAUAN KHUSUS PROYEK 3.1 Latar Belakang Perusahaan Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk terbanyak ke 4 di dunia. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2014 tercatat sebanyak 253,6 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, persebaran penduduk di Indonesia masih kurang merata. Menurut data yang ada, DKI Jakarta menjadi daerah dengan kepadatan tertinggi di Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 9,81 juta jiwa dan luas lahan 664,01 km 2. Dari jumlah tersebut, DKI Jakarta dapat dikatakan sebagai kota yang sedang berkembang. Perkembangan ini mencakup penduduk, pemerintahan daerah, perekonomian, transaksi perbankan, perdagangan, perkankotan, bisnis dan pusat-pusat perbelanjaan serta hiburan. Gambar 3.1. Gold Coast Office Demi mengimbangi perkembangan kawasan tersebut tersebut.pt. Multi Artha Pratama Sejahtera memiliki kesempatan membuka peluang untuk membangun gedung perkantoran di kawasan yang dilaksanakan oleh kontraktor utama PT. Pulai Intan Baja Konstruksi. TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 29

merupakan kawasan dengan jumlah penduduk sebanyak 19000 jiwa dimana daerah tersebut belum terlalu padat.dengan perkembangan yang ada, daerah tersebut membutuhkan infrastruktur yang memadai untuk menunjang kehidupan masyarakat sekitarnya. Untuk menunjang keberlangsungannya perkembangan daerah tersebut, diperlukan infrastruktur seperti lahan pekerjaan bagi masyarakatnya. Oleh karena itu, dibutuhkan bangunan perkantoran demi melancarkan sistematika perekonomian yang akan berlangsung. Serta dibutuhkan tempat lokasi yang strategis untuk mendukung pekerjaan yang ada nantinya. Proyek pembangunan Gold Coast berlokasi di jalan, Jakarta Utara. Gold Coast sendiri terdiri atas 8 Tower dimana terbagi menjadi 2 fungsi, yakni hunian berupa apartement pada Tower 1 sampai dengan Tower 6 dan kantor pada Tower 7 dan 8. Namun, pada kenyataannya proyek Gold Coast Office, tower yang berdiri hanya satu yaitu tower 7. Sedangkan tower 8 pembangunannya hanya sampai podium 6. Hal ini dikarenakan tower 8 mengalami perubahan design (redesign) yaitu sebagai Hotel. 3.2 Data Proyek 3.2.1 Diskripsi Umum Proyek Gambar 3.2.Lokasi Proyek Gold Coast Office Berdasarkan Google Maps, TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 30

Pembangunan Gold Coast Office terletak di Jalan Pantai Indah Kapuk Utara, Jakarta Utara. Lokasi ini menjadi salah satu lokasi yang strategis di Jakarta dan dekat dengan pusat kegiatan ekonomi, area hiburan, dan hunian. 3.2.2 Lokasi Proyek A Proyek pembangunan Gold Coast Office terletak pada daerah yang sangat strategis. Lebih tepatnya proyek ini berlokasi di jalan kamal Muara Jakarta Utara dan secara geografis dibatasi oleh : Utara Selatan Timur Barat : Orchestra Beach 5 & Teluk Jakarta : Jalan : Fresh Market PIK : Apartemen Gold Coast PIK Identitas Proyek Berada kurang lebih 5 Km dari pintu keluar Tol Muara Karang dan bersebelahan dengan Tzu Chi International School. Gambar 3.3.Denah Lokasi Gold Coast Office-PIK 3.2.3 Data Teknis Proyek Nama Proyek : Gold Coast Office Fungsi Bangunan : Perkantoran (Office) TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 31

Jenis Pondasi : Bored Pile dan Raft Pondation Luas Bangunan : ± 84123 m 2 Jumlah Basement : 1 (satu) lapis Jumlah Tower : 1 (satu) Jumlah Lantai Tower 7 : 25 lantai Tower 7 : 25 lantai Podium : 6 lantai Basement : 1 lantai Atap : 1 lantai KLB : 129.620 m 2 KDB : 8.023 m 2 Tinggi Bangunan : ± 136.000 m Spesifikasi Teknis Struktur o Beton Ready Mix ( NFA Slump 12± 2) Pile cap, Dinding Basement : Mutu beton K-400 Plat, dan Balok : Mutu Beton K-400 Tangga dan Ramp : Mutu Beton K-400 Kolom : Mutu Beton K-450 Shearwall dan Spandrell : Mutu Beton K-500 o Besi Tulangan : BJTD 40, fy = 400 Mpa BJTP 24, fy = 240 Mpa o Bekisting : Batako dan Plywood Spesifikasi Teknis Arsitektur o Pasangan dinding: Dinding bata ringan ex. Elephant/ setarakuat tekan 36kg/ cm2 (menggunakan Brick Wall produksi Alam Sutera) o Plaster & Aci : ex. Mortar Utama/ setara o Keramik : Various Size, Gol. A dan B ex. Roman/setara o Homogenous Tile: Various Size, ex. Niro Granite/ setara 1. Floor Hardener : Dosis 5kg/m2, Natural non metalic ex. Sika/setara 2. Compress Marble : Various Size, ex. Galeria/ setara (PC Rate) TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 32

o Homogenous Tile: Various Size, ex. Niro Granite/ setara 1. Floor Hardener : Dosis 5kg/m2, Natural non metalic ex. Sika/setara 2. Compress Marble : Various Size, ex. Galeria/ setara (PC Rate) 3. Carpet Tile : 500 x 500, ex. Eterniti / setara (PC Rate) 4. Plafond Akustik : 600 x 1200 type Fine Fissured ex. Armstrong/ setara Lay in exposed 5. Plafond Gypsum : Gypsum board 12 mm, Gypsum WR 13 mm ex. Jayaboard/ setarametal furing ex. Jayaboard / setara 6. Cat Dinding : Interior; Acrylic Emulsion Paint ex. ICI/setara Eksterior; Weathersield Paint ex. ICI/setara Jenis Konstruksi : Konstruksi Beton Bertulang Batas-batas proyek Batas Utara : Orchestra Beach 5 & Teluk Jakarta Batas Selatan : Jalan Batas Barat : Apartemen Gold Coast PIK Batas Timur : Fresh Market PIK 3.2.4 Data Non-Teknis Proyek Nama proyek : Gold Coast Office Alamat proyek : Jalan, Kamal Muara, Jakarta Utara Jumlah Tower : 2 Tower Fungsi Bangunan : Office Kontraktor : PT. Pulauintan Bajaperkasa Konstruksi Pemilik : PT. Multi Artha Pratama Lingkup : Engineering Construction Proyek dimulai : 11 Maret 2015 Proyek selesai : 31 Agustus 2017 Jenis proyek : Proyek komersial untuk office Nilai kontrak : Rp 178.643.937.450,- (termasuk PPN) Masa pemeliharaan : TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 33

Konsultan o Konsultan Perencanaan Struktur : PT. Konsultan Tylin International o Perencanaan arsitektural : Ong&Ong, Pte, Ltd o Konsultan MEP : PT. Meco Systech Internusa Manajemen Konstruksi : PT. Multi Artha Pratama Quantity Surveyor : Agung Sedayu Group 3.2.5 Data Administrasi Proyek 1. Jenis Kontrak : Remeasurement 2. Nilai Kontrak : Rp 178.643.937.450,- (termasuk PPN) 3. Paket Pekerjaan : Struktur, Arsitektur dan MEP 4. Sistem Pembayaran : Monthly Progress Payment TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 34

3.2.6 Struktur Organisasi Proyek Gambar 3.4.Struktur Organisasi Proyek Gold Coast Office(sumber: Data Perusahaan) TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 35

3.3 Time Schedule 3.3.1 Bhar Chart Bart chart adalah data teknik perencanaan yang menggunakan bagan balok yaitu bagan Gantt (Gantt Chart) sesuai dengan nama penciptanya yaitu henry chart selama bertahun-tahun. Bagan ini digunakan secara luas sebagai alat bantu perencanaan yang berharga dan akurat. Bagan ini dapat dibuat dan mudah dipahami, dapat pula diterapkan pada berbagai fungsi seperti program pengembangan, giliran tugas dan sebagainya. Program disusun dalam skala yang berbanding langsung dengan waktu kalender.panjang setiap balok menunjukkan lamanya waktu yang diperlukan untuk masingmasing kegiatan yang bersangkutan. Keuntungan dan kerugian Bar Chart : Keuntungan menggunakan Bar Chart adalah sederhana dan mudah dipakai untuk merencanakan kedatangan bahan, pekerja dan kebutuhan uang. Kelemahannya adalah logika urutan pekerjaan tidak dapat diketahui dan tidak menunjukkan waktu yang bebas dari masing-masing pekerjaan TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 36

Gambar 3.5.Bar Chart Proyek Gold Coast Offic-PIK(sumber: Data Perusahaan) 3.3.2 Kurva S Kurva Syang lebih dikenal dengan nama S Curve merupakan terjemahan garis angka-angka presentase dari pekerjaan yang telah terselesaikan atau yang direncanakan dalam bentuk garis kurva S itu sendiri untuk mempermudah pembacaan angka-angka presentase. Presentasenya dimulai dari 0 % yang TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 37

diletakkan dibagian bawah sedangkan 100 % diletakkan diatas. Sehingga kurva S akan membentuk huruf S. Dengan membandingkan kurva tersebut dengan kurva yang serupa yang disusun berdasarkan perencanaan, maka akan segera terlihat dengan jelas apabila terjadi penyimpangan. Oleh karena kemampuannya yang dapat diandalkan dalam melihat penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan proyek, maka pengendalianproyek dengan memanfaatkan Kurva S digunakan dalam proyek Gold Coast Office-PIK. Gambar 3.6.Kurva S Gold Coast Office-PIK(sumber: Data Perusahaan) Pada kurva S tersebut terlihat bahwa pengerjaan yang direncanakan dengan yang sedang terjadi dilapangan semakin lama semakin menjauh dari target. Hingga praktikan dalam proyek, selisih target mencapai 20% pada bulan Maret 2017. TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 38

3.4 Time Schedule Praktik Profesi Tabel 3.1.Agenda Praktikan (sumber: Data Perusahaan) TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 39

3.5 Gambar Kerja Pada pembangunan proyek Gold Coast Office tentunya memiliki aturan. Aturan-aturan tersebut diantarnya adalah pengadaan gambar kerja sebagai pedoman bagi para pekerjanya baik di lapangan (pekerja) maupun pihak office (owner, pengawas, konsultan, kontraktor). Gambar-gambar kerja tersebut diantaranya adalah: 3.5.1 Denah Gambar 3.7.Denah Groundfloor Proyek Gold Coast Office-PIK(sumber: Data Perusahaan) TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 40

3.5.2 Tampak vertikal. Gambar tampak merupakan visualisasi bangunan dua dimensi secara Gambar 3.8.Tampak Proyek Gold Coast Office-PIK (sumber: Data Perusahaan) TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 41

3.5.3 Potongan Gambar potongan berikut merupakan potongan bangunan ke arah timur. Gambar 3.9.Potongan Bangunan Gold Coast Office-PIK(sumber: Data Perusahaan) 3.6 Peralatan Pada proyek Gold Coast Office terdapat peralatan untuk pengerjaan proyek. Jalur distribusi kendaraan berat telah diatur untuk mendistribusikan bahan-bahan material bangunan ke dalam proyek. Pengadaan Alat pada proyek konstruksi sangatlah penting disamping penggunaan bahan material.penggunaan alat-alat proyek harus secara optimal agar pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai rencana.penggunaan alat-alat juga harus sesuai dengan SNI.Penggunaan alat-alat konstruksi juga harus dilakukan oleh orang yang sudah ahli, dalam melaksanakan kegiatan konstruksi, sehingga proyek konstruksi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan standar konstruksi. TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 42

Gambar 3.10.Jalur distribusi dalam proyek (sumber: Data Perusahaan) 3.6.1 Alat Berat Terdapat beberapa alat berat yang digunakan dalam proyek Pondok Indah Hotel dan Residence yang dirincikan sebagai berikut. a. Passenger Hoist Alat ini digunakan sebagai alat transportasi vertical yang diperuntukan bagi orang-orang yang berada di proyek yang ingin menuju kelantai atas.alat ini diperuntukan juga untuk mengangkut material proyek yang tidak terlalu berat. TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 43

Gambar 3.11.Titik letak Passenger Hoist pada proyek (sumber: dok. Data Perusahaan) Pada proyek Gold Coast Office, posisi passenger hoist berada pada ujung gedung (office) agar memudahkan penumpang yang ingin naik menuju lantai atas. Alat ini dapat membawa penumpang hingga rooftop lantai 25 office.pada proyek ini memiliki dua buah passenger hoist terdapat disatu titik yang bersebelahan, yaitu dekat dengan tower 8. Gambar 3.22.Passenger Hoist(sumber: Dokumen Pribadi) b. Tower Crane Tower crane adalah salah satu jenis alat berat yang biasa digunakan pada pembangunan gedung bertingkat dan jembatan. Fungsi utama dari Tower crane TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 44

adalah sebagai transportasi vertical, sperti mengangkut material atau bahan maupun konstruksi bangunan dari bawah menuju bagian yang ada di atas begitupun sebaliknya. Gambar 3.13.Titik Letak Tower Crane (dok. data perusahaan) Penempatan tower crane ini harus efisien dimana crane harus bisa menjangkau seluruh area proyek konstruksi bangunan yang akan dikerjakan dan juga manuver yang aman, nyaman tanpa terhalang. Penggunaan tower crane juga harus memperhatikan beban maksimum yang mampu di angkatnya. Gambar 3.14.Komponen Tower Crane (dok. data perusahaan) TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 45

Berikut merupakan tower crane yang digunakan pada proyek Gold Coast Office,. Gambar 3.15.Tower Crane di Lokasi (sumber: Dokumen Pribadi) c. Air Compressor Air Compressor digunakan untuk membersihkan kotoran-kotoran yang terdapat pada area yang akan dicor dengan membuang udara bertekanan tinggi. Gambar 3.16.Air Compressor(sumber: Dokumen Pribadi) d. Molen Pumping Portable / Concrete Pump berfungsi untuk memompa campuran beton lalu disalurkan melalui Concrete Pipe langsung pada tempat pengecoran. TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 46

Gambar 3.17.Mobil Molen(sumber: Dokumen Pribadi) e. Mobil Truk mengangkut beton dari pabrik semen ke lokasi kontruksi sambil menjaga konsistensi beton agar tetap cair dan tidak mengeras dalam perjalanan. Truk jenis ini adalah Alat transportasi khusus untuk beton cor curah siap pakai (Ready mix concrete) yang dirancang untuk mengangkut campuran beton curah siap pakai (Ready mix concrete) dari Batching Plant (Pabrik Olahan Beton) ke lokasi pengecoran.biasanya truk ini digunakan dalam sebuah proyek besar. Dalam dunia kosntruksi terdapat beberapa alat berat yagn menunjang, salah satunya dalah truk pengaduk beton.pengaduk beton adalah mesin yang digunakan untuk mengaduk beton. Mesin ini dapat berupa mesin statis, semi-mobile maupun full mobile (mixer truck). 3.6.2 Alat Bantu a. Schaffolding Gambar 3.18.Schaffolding (sumber: Dokumen Pribadi) TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 47

Schafolding berfungsi sebagai perancah/penyangga pada pembuatan bekisting balok dan plat lantai maupun kolom. Alat ini terdiri dari beberapa bagian antara lain : U-head, main frame, cross frame, dan jack base. Cara operasionalnya adalah dengan menggabungkan dari semua bagian tersebut menjadi suatu konstruksi schaffolding. a. Manifold Gauge Manifold gaugeadalah sebuah perangkat yang wajib dimiliki oleh teknisi perbaikan kulkas dan AC, alat ini sangat besar fungsinya ketika perbaikan melibatkan media pendingin yaitu freon pada kulkas atau refrigerant pada AC. Manifold didesain dengan kontruksi standard sehingga mudah dipahami cara pemkaiannya oleh siapa saja di seluruh dunia. bukan hanya warna nya yang standard, melainkan juga type fitting-fitting yang diperlukan dalam penyambungan nozzlenya dibuat standar. Gambar 3.19.Manifold Gauge (sumber: www.megadepot.com) b. Cutting Whell Cutting Wheel memiliki fungsi yaitu memotong baja tulangan yang nantinya akan dirangkai untuk kebutuhan proyek Gold Coast Office.Alat ini biasanya berada di daerah pabrikasi. TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 48

Gambar 3.20.Cutting Well (sumber: Dokumen Pribadi) a. Gerobak Proyek Gerobak Proyek digunakan untuk mendistribusikan bahan-bahan yang digunakan dalam skala kecil. Gambar 3.21.Gerobak Proyek(sumber: Dokumen Pribadi) b. Las Listrik Pada proyek Gold Coast Office listrik digunakan untuk menyambungkan berbagai jenis baja yang dipakai di proyek ini. Gambar 3.22.Las Listrik (sumber: Dokumen Pribadi) TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 49

c. Trafo Las Trafo Las digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan untuk keperluan Las. Gambar 3.23.Trafo Las (sumber: Dokumen Pribadi) d. Panel Listrik Panel listrik berguna untuk menyalurkan listrik dari genset yang tersedia untuk keperluan di lapangan proyek.panel listrik sangat dibutuhkan untuk menjalankan beberapa peralatan yang membutuhkan listrik. Gambar 3.24.Panel Listrik (sumber: Dokumen Pribadi) e. Lampu HPIT Pada proyek Gold Coast Office penerangan di lapangan menggunakan lampu HPITyaitu lampu sorot yang paling banyak digunakan pada saat ini dikarenakan hasil pencahayaanya yang terang dan mempunyai IP 65, sehingga sudah memenuhi standar penggunaan diluar ruangan. TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 50

Gambar 3.25.Lampu HPIT (sumber: Dokumen Pribadi) f. Hammer Drill Hammer drill digunakan untuk membobok atau menghancurkan beton yang tidak sesuai dengan standar, dan juga berfungsi untuk menghancurkan Styrofoam syang digunakan untuk membuat sambungan pada Core Wall. Gambar 3.26. Hammer Drill (sumber: Dokumen Pribadi) TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 51

g. Waterpass Waterpass digunakan untuk menentukan elevasi lantai, balok, pelat, dan lainlain.alat ini menentukan ketinggian lantai pada saat pengecoran, sehingga lantai yang dihasilkan merata sesuai dengan perencanaan lantai. Selain itu juga untuk membuat tanda pada kolom atau dinding sebagai acuan pekerjaan lain. Gambar 3.27.Waterpass (sumber: Dokumen Pribadi) h. Kabel Gambar 3.28.Kabel (sumber: Dokumen Pribadi) TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 52

Kabel adalah sebuah alat yang digunakan sebagai jalan untuk aliran listrik dari satu tempat ketempat lain. Pada proyek Gold Coast Office kabel digunakan sebagai instalasi elektronik dan elektrikal. i. Pipa Sebuah selongsong bundar yang digunakan untuk mengalirkan fluida -cairan atau gas. Terminologi pipa biasanya disamakan dengan istilah tube, namun biasanya istilah untuk pipa memiliki diameter lebih dari 3/4 in. Pada proyek Gold Coast Office menggunakan pipa untuktuk instalasi Plumbing, seperti sprinkler, dan instalasi air bersih, air kotor dan air hujan. Gambar 3.29. Pipa (sumber: Dokumen Pribadi) TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 53

j. Baja Ringan Pada proyek Gold Coast Office, baja ringan digunakan untuk rangka pada fasade. Gambar 3.30. Baja Ringan (sumber: Dokumen Pribadi) TRI WAHYU INDAH KARTIKA M.W 41213010077 TEKNIK ARSITEKTUR 54