PANDUAN TEKNIS WELDING COMPETITION UGM 2016

dokumen-dokumen yang mirip
NASKAH SOAL LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2016 PENGELASAN (WELDING)

WORK INSTRUCTIONS WELDING COMPETITION UGM 2016

B. DASAR KEGIATAN Program kerja tahunan Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada.

MECHANICAL FAIR ANTAR SISWA SMK TINGKAT NASIONAL BIDANG ; WELDING COMPETITION

WELDING. LEMBAR INFORMASI Bidang Lomba LOMBA KOMPETENSI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TINGKAT DIY TAHUN 2014 JOGJAKARTA LKS PENGELASAN LOGAM

MECHATRONICS SKILLS COMPETITION UGM Tahun 2017

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

ANALISIS KEBUTUHAN PERALATAN PRAKTIK MATA KULIAH PENGERJAAN LOGAM UNTUK MENCAPAI TUNTUTAN KOMPETENSI YANG DISYARATKAN

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai peranan yang sangat penting dalam rekayasa serta reparasi

KISI KISI SELEKSI DAERAH CALON COMPETITOR INDONESIA SKILLS COMPETITION X

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2. Tempat pembuatan spesimen : kampus Universitas Muhammadiyah. 3. Waktu pelaksanaan : 7 Februari 17 Mei 2017

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB III PENELITIAN DAN ANALISA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP. Kompetensi Dasar : Sambungan las yang memenuhi standar nasional ISO

UJIAN NASIONAL Tahun Pelajaran 2011/2012 SOAL TEORI KEJURUAN

MENGELAS DENGAN PROSES LAS GAS METAL

JOOB SHEET MENGELAS DENGAN PROSES LAS OKSI ASETILIN KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PENGELASAN TINGKAT X PENYUSUN : MUKHTAROM,S.T.

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA MEMBUAT KUDA-KUDA DENGAN SAMBUNGAN BAUT NO REVISI TANGGAL HALAMAN JST/TSP/ dari 7

BAB I PENDAHULUAN. bertanggung jawab (Pasal 3, Undang-undang nomor 20 tahun 2003).

POLITEKNIK NEGERI MEDAN (POLMED)

NATIONAL WELDING COMPETITION 2018

SOAL TES. Pilihlah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberikan tanda silang (X) pada huruf a, b, c atau d.

PEtUNJUK teknis MAatERi WELDiNG KONtES. the 1 St iwaataani AaPi/iWS WELDiNG CONtESt in indonesiaa Supported by: BBPLK SERANG

MENGELAS TINGKAT LANJUT

JOOB SHEET MENGELAS DENGAN PROSES LAS BUSUR KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PENGELASAN TINGKAT XI PENYUSUN : MUKHTAROM,S.T.

I. PENDAHULUAN. berperan dalam proses manufaktur komponen yang dilas, yaitu design,

KISI KISI LOMBA KOMPETENSI SISWA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 2014 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

LAPORAN PRAKTIKUM LAS DAN TEMPA

BAB III METODE PENELITIAN. Mulai. Pemilihan Bahan. Proses Pengelasan. Pembuatan Spesimen. Pengujian Spesimen pengujian tarik Spesimen struktur mikro

BAB III METODE PERANCANGAN. Mulai. Merancang Desain dan Study Literatur. Quality Control. Hasil Analisis. Kesimpulan. Selesai

III. METODE PENELITIAN. Adapun tempat pengerjaan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

MAKALAH PELATIHAN PROSES LAS BUSUR NYALA LISTRIK (SMAW)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pengembangan teknologi di bidang konstruksi yang semakin maju tidak

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

LOMBA KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI BALI TAHUN 2011

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini pada prosesnya dilakukan pada bulan Juli Tahun 2011 sampai. 2. BLK Disnaker Kota Bandar Lampung.

Competition (WSC), Asean Skill Competition (ASC), dan hampir tiap negara

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROPINSI JAWA TIMUR SEPTEMBER 2014 KELOMPOK TEKNOLOGI

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. identifikasi dari masing-masing komponen Mesin Pemoles pada casing

BAB IV PROSES PENGERJAAN DAN PENGUJIAN

LAMPIARN 1.4 TEST UJI COBA INSTRUMEN. Mata Pelajaran Tingkat/Semester : XI/ Hari / Tanggal :... Waktu. : 60 menit Sifat Ujian

UJIAN NASIONAL Tahun Pelajaran 2011/2012 SOAL TEORI KEJURUAN

LEMBAR INFORMASI WELDING COMPETITION 2016

LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROPINSI JAWA TIMUR SEPTEMBER 2015 KELOMPOK TEKNOLOGI

III. METODOLOGI PENELITIAN. 2. Badan Latihan Kerja (BLK) Bandar Lampung sebagai tempat pengelasan

JOB SHEET I. KOMPETENSI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Area terhadap hasil rancang bangun alat Uji Konduktivitas Thermal Material.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan dibeberapa tempat, sebagai berikut:

BAB III METODE PEMBUATAN

ANALISIS PENGARU ARUS PENGELASAN DENGAN METODE SMAW DENGAN ELEKTRODA E7018 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETANGGUHAN PADA BAJA KARBON RENDAH ABSTRAK

JOOB SHEET MENGELAS TINGKAT LANJUT DENGAN PROSES LAS BUSUR KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PENGELASAN TINGKAT XII PENYUSUN : MUKHTAROM,S.T.

MODEL PEMBELAJARAN PRAKTIK PENGELASAN SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW) POSISI 1G JURUSAN TEKNIK PENGELASAN

LOMBA KOMPETENSI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TINGKAT PROPINSI JAWA BARAT TAHUN 2017 LEMBAR INFORMASI ( INFORMATION SHEET ) BIDANG LOMBA

LAS LISTRIK LAPORAN PRAKTIKUM. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Praktikum Teknik Pelayanan dan Perawatan. Dosen Pembimbing :

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB II PROGRAM STUDI VOKASI PARIWISATA UNIVERSITAS INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RANCANG BANGUN SPESIMEN UNTUK KEBUTUHAN ULTRASONIC TEST BERUPA SAMBUNGAN LAS BENTUK T JOINT PIPA BAJA. *

BAB III METODE PENELITIAN. Mulai

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) YAYASAN PERGURUAN GAJAH MADA PALEMBANG Status : TERAKREDITASI A

BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan proses pembuatan rangka pada incinerator terlebih

BAB I PENDAHULUAN. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam teknik penyambungan logam misalnya

MENGELAS POSISI DATAR DAN FILLET

BAB I PENDAHULUAN. adalah sebagai media atau alat pemotongan (Yustinus Edward, 2005). Kelebihan

Joining Methods YUSRON SUGIARTO

C. RUANG LINGKUP Adapun rung lingkup dari penulisan praktikum ini adalah sebagai berikut: 1. Kerja las 2. Workshop produksi dan perancangan

RANGKUMAN LAS TIG DAN MIG GUNA MEMENUHI TUGAS TEORI PENGELASAN

BAB I LAS BUSUR LISTRIK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. secara ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode analisa, yaitu suatu usaha

ANALISA PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN TERHADAP KETANGGUHAN SAMBUNGAN BAJA A36 PADA PENGELASAN SMAW

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PANDUAN PELAKSANAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BIDANG LOMBA : COMMERCIAL WIRING [LKS SMK TINGKAT PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA] FT UNY 2014

LAB LAS. Pengelasan SMAW

BAB III TEKNIK PENGELASAN

TECHNICAL GUIDELINES AUTOMOTIVE

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TAHUN PELAJARAN 2009 / 20010

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di beberapa tempat sebagai berikut:

BAB III METODOLOGI Diagram Alir Tugas Akhir. Diagram alir Tugas Akhir Rancang Bangun Tungku Peleburan Alumunium. Skala Laboratorium.

BAB III METODOLOGI Diagram Alir Tugas Akhir. Diagram alir Tugas Akhir Rancang Bangun Tungku Pengecoran Alumunium. Skala Laboratorium.

SERTIFIKASI KOMPETENSI DI BIDANG LOGISTIK. Yukki Nugrahawan Hanafi

BAB I PENDAHULUAN. Gambar. Skema pengelasan TIG(tungsten inert gas) [1]

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. Identifikasi gambar kerja merupakan langkah untuk mengetahui gambar

INFORMASI LOMBA BIDANG LOMBA : REFRIGERATION (TEKNIK PENDINGIN DAN TATA UDARA) BAB I DESKRIPSI TEKNIK

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. ini mengalami kemajuan yang semakin pesat. Perkembangan tersebut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LOMBA KOMPETENSI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN INFORMASI DAN KISI-KISI

Mechanical Fair UGM 2018, Bidang Lomba Mechatronics

Pengujian Impak (Hentakan) Pengujian Metalografi Pengujian Korosi Parameter pada Lambung Kapal...

PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA PROSES PENGELASAN SMAW

KODE TKM Oleh : Drs. Riswan Dwi Djatmiko

PROSES PEMBUATAN RANGKA PADA MESIN PEMIPIH DAN PEMOTONG ADONAN MIE PROYEK AKHIR

KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LATIHAN LAS LISTRIK (MEMBUAT RIGI-RIGI LAS) NO REVISI TANGGAL HALAMAN JST/TSP/ dari 9

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di beberapa tempat sebagai berikut: 1. Proses pembuatan kampuh las, proses pengelasan dan pembuatan

Transkripsi:

PANDUAN TEKNIS WELDING COMPETITION UGM 2016 HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK MESIN DEPARTEMEN TEKNIK MESIN SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Sekretariat : Jl. Yacaranda, Sekip Unit IV, Yogyakarta Phone (0274) 6491301, Fax (0274) 580990 Email : weldingcompetition2016@gmail.com web: dme.ugm.ac.id

I. Latar Belakang Salah satu kunci strategis untuk mendukung percepatan pembangunan Indonesia saat ini adalah pendidikan keterampilan yang mampu menjawab tantangan nasional dan global. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Pendidikan Tinggi yang menitik beratkan pada kemampuan skill (Politeknik/Sekolah Vokasi) sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut. Di dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional, telah didefinisikan bahwa Pendidikan Tinggi Vokasi adalah pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dan berkarya dengan keahlian terapan tertentu. Hal tersebut dikuatkan melalui Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan tertuang dalam Undang Undang No.12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. Hal ini selaras dengan visi Universitas Gadjah Mada yaitu menjadi pelopor perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang unggul dan inovatif, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila. Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM merupakan salah satu institusi penyelenggara pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada keahlian keterampilan (skill). Hal ini diwujudkan dengan penyelenggaraan pembelajaran jenis vokasional yang menitikberatkan pada praktek dibanding teori, dengan kisaran perbandingan 60% praktek dan 40% teori yang dibekali dengan berbagai sertifikat keahlian untuk menghasilkan tenaga terampil yang siap kerja. Aspek kesesuaian antara kebutuhan dunia kerja dengan materi pembelajaran, kegiatan, perilaku, kebiasaan dan sistem nilai yang dikembangkan di Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM merupakan pokok bahasan yang tidak terpisahkan dari perbaikan dan pengembangan kompetensi lulusan yang dihasilkan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM menginisiasi pelaksanaan lomba keterampilan bidang Pengelasan untuk siswa SMK se-jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Luaran lomba diharapkan dapat menjadi tolak ukur kemampuan siswa SMK di wilayah Jateng-DIY dan selanjutnya melibatkan mitra industri untuk ikut mengembangkan kompetensi yang telah dimiliki. Keterlibatan stakeholder sudah seharusnya mengubah pola supply driven menjadi demand driven yang didasari pada kebutuhan dunia kerja. Era keterbukaan pasar bebas ASEAN (MEA) yang telah digulirkan oleh pemerintah akan membuat semakin banyaknya produk dan tenaga kerja luar negeri yang membanjiri pasar Indonesia. Dilihat dari alasan tersebut, perlu dikembangkan kemandirian bangsa melalui pengembangan kompetensi bidang manufakturing khususnya pengelasan untuk menunjang peningkatan kualitas hasil produksi anak negeri.

Pelaksanaan Welding Competiton UGM 2016 ini diharapkan menjadi awal pengembangan kompetensi di bidang pengelasan wilayah Jawa Tengah dan DIY untuk lulusan SMK, Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM dan perguruan tinggi lain yang memiliki jurusan bidang manufaktur/pengelasan. Pengembangan berikutnya adalah mendirikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pengelasan dengan melibatkan Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) dan dukungan dari produsen mesin pengelasan. Dengan pendirian Pusdiklat Pengelasan, selanjutnya akan dikembangkan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) dalam mendukung program pengembangan pemerintah melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pengelasan. Realisasi tersebut sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, antara lain, Dinas Pendidikan tingkat Propinsi, Asosiasi Pengelasan, Mitra Produsen, Pemerintah Daerah, dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). II. Tema Tema lomba pengelasan ini adalah Pengembangan Kompetensi Bidang Pengelasan untuk Percepatan Pembangunan Indonesia. III. Tujuan 1. Pengembangan kompetensi siswa SMK yang berorientasi pada demand driven. 2. Meningkatkan peran institusi penyelenggara pendidikan yang melibatkan stakeholders dalam upaya menciptakan lulusan yang kompeten dan memiliki keterampilan yang unggul. 3. Berpartisipasi aktif dalam upaya percepatan pembangunan Indonesia dengan meningkatkan daya saing hasil produk dan tenaga kerja terdidik dan terampil. 4. Peningkatan kerjasama dengan stakeholders dalam mengimplementasikan kegiatan tri dharma perguruan tinggi. III. Peserta Peserta adalah siswa SMK dengan kriteria sebagai berikut: 1. Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Tercatat sebagai siswa SMK Negeri atau Swasta dengan Kompetensi Keahlian Teknik Pengelasan (Welding) atau sejenisnya di Jateng dan DIY dalam tahun 2016. 3. Setiap sekolah hanya dapat diwakili oleh 1 (satu) orang peserta. 4. Sehat jasmani dan rohani (tidak dalam kondisi sakit). 5. Salah satu siswa terbaik di SMK.

IV. Kisi Kisi Materi Lomba. A. Materi Lomba Materi lomba bidang pengelasan diambil berdasarkan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan, Kompetensi Keahlian Teknik Pengelasan. Selanjutnya materi yang akan dilombakan pada Welding Competition UGM 2016 SMK Se Jateng-DIY tahun 2016 sebagaimana dalam tabel dibawah ini : MATERI LOMBA NO TUGAS/TASK BOBOT WAKTU 1 Tes Teori 20 % 2 Pengelasan Pelat Baja Karbon Rendah dengan Teknik Pengelasan SMAW 3-G 3 Pengelasan Pelat Baja Karbon Rendah dengan Teknik Pengelasan MIG 3-F 40 % 40 % Total waktu 285 menit Keterangan: 1. Setiap peserta lomba diwajibkan untuk menyelesaikan materi lomba diatas sesuai instruksi dan atau prosedur serta gambar kerja yang ditetapkan. 2. Apabila peserta mengerjakan tidak sesuai instruksi dan atau prosedur serta gambar kerja yang ditetapkan, maka peserta akan dinyatakan gagal (nilai minimal). 3. Waktu diatas termasuk persiapan geometri sambungan las dan tidak termasuk pembersihan pasca pengelasan. 4. Teknis pelaksanaan akan dilakukan berdasarkan undian (untuk nomor urut peserta). 5. Keputusan juri bersifat mutlak. B. Skema Lomba 1. Tes Tertulis, 30 soal dengan waktu 45 menit. 2. Tes Praktik Tahap I, Materi Las SMAW, tiap batch terdiri dari 5 peserta lomba, tiap batch selama 30 menit dengan jeda antar batch 5 menit. 3. Tes Praktik Tahap II, Materi Las MIG, tiap batch terdiri dari 5 peserta lomba. tiap batch selama 30 menit dengan jeda antar batch 5 menit. 4. Setiap peserta lomba berhak mengikuti 3 tahapan Tes. 5. Inspeksi hasil Tes Praktik menggunakan metode visual dan dye penetrant.

C. Aspek Penilaian Penilaian untuk materi lomba bidang pengelasan menggunakan metoda unjuk kerja yang meliputi : 1. Sikap kerja (observasi-demonstrasi) (20 %) : a. Penggunaan alat pelindung diri (APD). b. Pengoperasian mesin las dan penggunaan alat kerja las. Catatan : Apabila salah satu dari hal dibawah ini tidak dipenuhi, maka penilaian secara visual atau amatan tidak dapat dilanjutkan dan akan diberi nilai minimal (gagal) antara lain : a. Kesesuaian dengan gambar kerja. b. Kebenaran posisi pengelasan. c. Ketepatan pemakaian/penggunaan elektroda/logam pengisi. d. Pemenuhan waktu pengerjaan. 2. Penilaian produk secara amatan (80 %) : a. Ukuran/dimensi (30 %). b. Cacat las (40 %). c. Tampilan las (10 %). C. Teknik Penentuan Nilai dan Peringkat: Nilai Akhir dihitung berdasarkan tabel berikut : Nama Peserta Sekolah Asal Tugas Bobot Nilai Tugas Nilai Akhir Nilai Peringkat 1 20% 2 40% 3 40% D. Tim Juri Jumlah Juri sebanyak 4 (empat) orang terdiri dari : No. Unsur Keterangan 1 Profesional Welding Engineer 1 orang 2 Profesional Welding Inspector 1 orang 3 Visual Welding Inspector 1 orang 4 Akademisi Welding Engineer 1 orang

V. Fasiliatas yang Diperlukan: No. Mesin Las Jumlah 1. Mesin las MIG-MAG 280 G-KR DC 400 A 8 Unit a. Welding power source min. 250 Ampere b. Kabel dan klem arde/massa c. Kabel dan holder atau stang las d. Welding gun dan asesorisnya e. Kabel dan klem arde/masa f. Tabung dan gas CO2 g. Regulator + pemanas dan selang CO2 No. Tempat Kerja Jumlah 1. Bilik las 8 unit 2. Meja kerja las 8 unit 3. Chuck atau penjepit material 8 unit 4. Meja ragum 8 unit 5 Ragum 8 unit 6. Kabel roll stop kontak atau perlenger 8 set 7. Oven portable/pemanas elektroda 10 Kg 1 unit No. Alat Pemeriksaan Secara Visual/Amatan Jumlah 1. Lampu senter 8 buah 2 Welding gauge 8 buah 3 Jangka sorong 150 mm 8 set 4 Mistar baja 300 mm 8 set 5 Penggores baja 8 buah 6 Solid marker/steel marker 8 buah 7 Cairan Dye Penetrant 8 buah 8 Cairan Developer 8 buah No. Peralatan Kerja Las Jumlah 1. Palu terak/chipping hammer 8 buah 2 Sikat baja 2 jalur 8 buah 3 Palu konde 1,5 Kg 8 buah 4 Pahat picak/betel kecil 8 buah

5 Penitik baja 8 buah 6 Penggores baja 8 buah 7 Penggaris baja 8 buah 8 Siku baja 8 buah 9 Tang penjepit materia panas / Griplock 8 buah 10 Gerinda tangan, Ø 4 8 unit 11 Tang potong/knip 8 buah 12 Pembuka tabung gas CO2 8 buah 13 Paron 2 buah No. Peralatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Las Jumlah 1. Kap las kepala 8 set 2. Kap las tangan 8 set 2 Sarung tangan kulit panjang (boleh membawa sendiri) 8 pasang 3 Jaket las (apron las) 30 set 4 Kacamata gerinda 8 pasang 5 Masker debu dan gas 30 biji 6 Sumbat telinga/earplug 30 pasang 7 Sepatu kerja las (disiapkan peserta) - 8 Pakaian kerja las (disiapkan peserta) - No. Material Dan Bahan Jumlah 1. Pelat baja karbon rendah : 100 x 200 x 10 mm 160 potong 2. Elektroda SMAW E 6013, Ø 2,6 mm 10 Kg 3 Elektroda MIG E 7018, Ø 1 mm 5 roll 4 Batu gerinda tebal : 100 x 16 x 6 mm (dia 4 ) 10 buah 5 Batu gerinda tipis : 100 x 16 x 3 mm (dia 4 ) 10 buah 6 Pasta anti splatter 10 kaleng VI. Penutup Demikian panduan teknis Welding Competition UGM 2016 SMK se-jawa Tengah dan DIY ini kami sampaikan. Semoga panduan teknis lomba ini dapat dipahami dan dimengerti sebagai acuan dasar bagi SMK untuk menyiapkan siswa/siswi yang akan didaftarkan sebagai peserta.