PANDUAN TEKNIS WELDING COMPETITION UGM 2016 HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK MESIN DEPARTEMEN TEKNIK MESIN SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Sekretariat : Jl. Yacaranda, Sekip Unit IV, Yogyakarta Phone (0274) 6491301, Fax (0274) 580990 Email : weldingcompetition2016@gmail.com web: dme.ugm.ac.id
I. Latar Belakang Salah satu kunci strategis untuk mendukung percepatan pembangunan Indonesia saat ini adalah pendidikan keterampilan yang mampu menjawab tantangan nasional dan global. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Pendidikan Tinggi yang menitik beratkan pada kemampuan skill (Politeknik/Sekolah Vokasi) sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut. Di dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional, telah didefinisikan bahwa Pendidikan Tinggi Vokasi adalah pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dan berkarya dengan keahlian terapan tertentu. Hal tersebut dikuatkan melalui Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan tertuang dalam Undang Undang No.12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. Hal ini selaras dengan visi Universitas Gadjah Mada yaitu menjadi pelopor perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang unggul dan inovatif, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila. Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM merupakan salah satu institusi penyelenggara pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada keahlian keterampilan (skill). Hal ini diwujudkan dengan penyelenggaraan pembelajaran jenis vokasional yang menitikberatkan pada praktek dibanding teori, dengan kisaran perbandingan 60% praktek dan 40% teori yang dibekali dengan berbagai sertifikat keahlian untuk menghasilkan tenaga terampil yang siap kerja. Aspek kesesuaian antara kebutuhan dunia kerja dengan materi pembelajaran, kegiatan, perilaku, kebiasaan dan sistem nilai yang dikembangkan di Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM merupakan pokok bahasan yang tidak terpisahkan dari perbaikan dan pengembangan kompetensi lulusan yang dihasilkan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM menginisiasi pelaksanaan lomba keterampilan bidang Pengelasan untuk siswa SMK se-jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Luaran lomba diharapkan dapat menjadi tolak ukur kemampuan siswa SMK di wilayah Jateng-DIY dan selanjutnya melibatkan mitra industri untuk ikut mengembangkan kompetensi yang telah dimiliki. Keterlibatan stakeholder sudah seharusnya mengubah pola supply driven menjadi demand driven yang didasari pada kebutuhan dunia kerja. Era keterbukaan pasar bebas ASEAN (MEA) yang telah digulirkan oleh pemerintah akan membuat semakin banyaknya produk dan tenaga kerja luar negeri yang membanjiri pasar Indonesia. Dilihat dari alasan tersebut, perlu dikembangkan kemandirian bangsa melalui pengembangan kompetensi bidang manufakturing khususnya pengelasan untuk menunjang peningkatan kualitas hasil produksi anak negeri.
Pelaksanaan Welding Competiton UGM 2016 ini diharapkan menjadi awal pengembangan kompetensi di bidang pengelasan wilayah Jawa Tengah dan DIY untuk lulusan SMK, Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM dan perguruan tinggi lain yang memiliki jurusan bidang manufaktur/pengelasan. Pengembangan berikutnya adalah mendirikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pengelasan dengan melibatkan Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) dan dukungan dari produsen mesin pengelasan. Dengan pendirian Pusdiklat Pengelasan, selanjutnya akan dikembangkan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) dalam mendukung program pengembangan pemerintah melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pengelasan. Realisasi tersebut sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, antara lain, Dinas Pendidikan tingkat Propinsi, Asosiasi Pengelasan, Mitra Produsen, Pemerintah Daerah, dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). II. Tema Tema lomba pengelasan ini adalah Pengembangan Kompetensi Bidang Pengelasan untuk Percepatan Pembangunan Indonesia. III. Tujuan 1. Pengembangan kompetensi siswa SMK yang berorientasi pada demand driven. 2. Meningkatkan peran institusi penyelenggara pendidikan yang melibatkan stakeholders dalam upaya menciptakan lulusan yang kompeten dan memiliki keterampilan yang unggul. 3. Berpartisipasi aktif dalam upaya percepatan pembangunan Indonesia dengan meningkatkan daya saing hasil produk dan tenaga kerja terdidik dan terampil. 4. Peningkatan kerjasama dengan stakeholders dalam mengimplementasikan kegiatan tri dharma perguruan tinggi. III. Peserta Peserta adalah siswa SMK dengan kriteria sebagai berikut: 1. Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Tercatat sebagai siswa SMK Negeri atau Swasta dengan Kompetensi Keahlian Teknik Pengelasan (Welding) atau sejenisnya di Jateng dan DIY dalam tahun 2016. 3. Setiap sekolah hanya dapat diwakili oleh 1 (satu) orang peserta. 4. Sehat jasmani dan rohani (tidak dalam kondisi sakit). 5. Salah satu siswa terbaik di SMK.
IV. Kisi Kisi Materi Lomba. A. Materi Lomba Materi lomba bidang pengelasan diambil berdasarkan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan, Kompetensi Keahlian Teknik Pengelasan. Selanjutnya materi yang akan dilombakan pada Welding Competition UGM 2016 SMK Se Jateng-DIY tahun 2016 sebagaimana dalam tabel dibawah ini : MATERI LOMBA NO TUGAS/TASK BOBOT WAKTU 1 Tes Teori 20 % 2 Pengelasan Pelat Baja Karbon Rendah dengan Teknik Pengelasan SMAW 3-G 3 Pengelasan Pelat Baja Karbon Rendah dengan Teknik Pengelasan MIG 3-F 40 % 40 % Total waktu 285 menit Keterangan: 1. Setiap peserta lomba diwajibkan untuk menyelesaikan materi lomba diatas sesuai instruksi dan atau prosedur serta gambar kerja yang ditetapkan. 2. Apabila peserta mengerjakan tidak sesuai instruksi dan atau prosedur serta gambar kerja yang ditetapkan, maka peserta akan dinyatakan gagal (nilai minimal). 3. Waktu diatas termasuk persiapan geometri sambungan las dan tidak termasuk pembersihan pasca pengelasan. 4. Teknis pelaksanaan akan dilakukan berdasarkan undian (untuk nomor urut peserta). 5. Keputusan juri bersifat mutlak. B. Skema Lomba 1. Tes Tertulis, 30 soal dengan waktu 45 menit. 2. Tes Praktik Tahap I, Materi Las SMAW, tiap batch terdiri dari 5 peserta lomba, tiap batch selama 30 menit dengan jeda antar batch 5 menit. 3. Tes Praktik Tahap II, Materi Las MIG, tiap batch terdiri dari 5 peserta lomba. tiap batch selama 30 menit dengan jeda antar batch 5 menit. 4. Setiap peserta lomba berhak mengikuti 3 tahapan Tes. 5. Inspeksi hasil Tes Praktik menggunakan metode visual dan dye penetrant.
C. Aspek Penilaian Penilaian untuk materi lomba bidang pengelasan menggunakan metoda unjuk kerja yang meliputi : 1. Sikap kerja (observasi-demonstrasi) (20 %) : a. Penggunaan alat pelindung diri (APD). b. Pengoperasian mesin las dan penggunaan alat kerja las. Catatan : Apabila salah satu dari hal dibawah ini tidak dipenuhi, maka penilaian secara visual atau amatan tidak dapat dilanjutkan dan akan diberi nilai minimal (gagal) antara lain : a. Kesesuaian dengan gambar kerja. b. Kebenaran posisi pengelasan. c. Ketepatan pemakaian/penggunaan elektroda/logam pengisi. d. Pemenuhan waktu pengerjaan. 2. Penilaian produk secara amatan (80 %) : a. Ukuran/dimensi (30 %). b. Cacat las (40 %). c. Tampilan las (10 %). C. Teknik Penentuan Nilai dan Peringkat: Nilai Akhir dihitung berdasarkan tabel berikut : Nama Peserta Sekolah Asal Tugas Bobot Nilai Tugas Nilai Akhir Nilai Peringkat 1 20% 2 40% 3 40% D. Tim Juri Jumlah Juri sebanyak 4 (empat) orang terdiri dari : No. Unsur Keterangan 1 Profesional Welding Engineer 1 orang 2 Profesional Welding Inspector 1 orang 3 Visual Welding Inspector 1 orang 4 Akademisi Welding Engineer 1 orang
V. Fasiliatas yang Diperlukan: No. Mesin Las Jumlah 1. Mesin las MIG-MAG 280 G-KR DC 400 A 8 Unit a. Welding power source min. 250 Ampere b. Kabel dan klem arde/massa c. Kabel dan holder atau stang las d. Welding gun dan asesorisnya e. Kabel dan klem arde/masa f. Tabung dan gas CO2 g. Regulator + pemanas dan selang CO2 No. Tempat Kerja Jumlah 1. Bilik las 8 unit 2. Meja kerja las 8 unit 3. Chuck atau penjepit material 8 unit 4. Meja ragum 8 unit 5 Ragum 8 unit 6. Kabel roll stop kontak atau perlenger 8 set 7. Oven portable/pemanas elektroda 10 Kg 1 unit No. Alat Pemeriksaan Secara Visual/Amatan Jumlah 1. Lampu senter 8 buah 2 Welding gauge 8 buah 3 Jangka sorong 150 mm 8 set 4 Mistar baja 300 mm 8 set 5 Penggores baja 8 buah 6 Solid marker/steel marker 8 buah 7 Cairan Dye Penetrant 8 buah 8 Cairan Developer 8 buah No. Peralatan Kerja Las Jumlah 1. Palu terak/chipping hammer 8 buah 2 Sikat baja 2 jalur 8 buah 3 Palu konde 1,5 Kg 8 buah 4 Pahat picak/betel kecil 8 buah
5 Penitik baja 8 buah 6 Penggores baja 8 buah 7 Penggaris baja 8 buah 8 Siku baja 8 buah 9 Tang penjepit materia panas / Griplock 8 buah 10 Gerinda tangan, Ø 4 8 unit 11 Tang potong/knip 8 buah 12 Pembuka tabung gas CO2 8 buah 13 Paron 2 buah No. Peralatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Las Jumlah 1. Kap las kepala 8 set 2. Kap las tangan 8 set 2 Sarung tangan kulit panjang (boleh membawa sendiri) 8 pasang 3 Jaket las (apron las) 30 set 4 Kacamata gerinda 8 pasang 5 Masker debu dan gas 30 biji 6 Sumbat telinga/earplug 30 pasang 7 Sepatu kerja las (disiapkan peserta) - 8 Pakaian kerja las (disiapkan peserta) - No. Material Dan Bahan Jumlah 1. Pelat baja karbon rendah : 100 x 200 x 10 mm 160 potong 2. Elektroda SMAW E 6013, Ø 2,6 mm 10 Kg 3 Elektroda MIG E 7018, Ø 1 mm 5 roll 4 Batu gerinda tebal : 100 x 16 x 6 mm (dia 4 ) 10 buah 5 Batu gerinda tipis : 100 x 16 x 3 mm (dia 4 ) 10 buah 6 Pasta anti splatter 10 kaleng VI. Penutup Demikian panduan teknis Welding Competition UGM 2016 SMK se-jawa Tengah dan DIY ini kami sampaikan. Semoga panduan teknis lomba ini dapat dipahami dan dimengerti sebagai acuan dasar bagi SMK untuk menyiapkan siswa/siswi yang akan didaftarkan sebagai peserta.