Jakson Petrus M.B., S.Kom

dokumen-dokumen yang mirip
Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS)

PERBANDINGAN FHSS dan DSSS (Teknologi Spread Spectrum) Abas Ali Pangera STMIK AMIKOM Yogyakarta

KONSEP CELLULAR DENNY CHARTER, ST. Websites :

Pengantar Jaringan Nirkabel (Wireless Networks)

Standar NYOMAN SURYADIPTA, ST, CCNP NYOMAN SURYADIPTA.ST.CCNP COMPUTER SCIENCE FACULTY - NAROTAMA UNIVERSITY

BAB II DASAR SISTEM KOMUNIKASI WIRELESS. Jaringan wireless menggunakan gelombang radio (Radio Frequency/RF) atau

SISTEM KOMUNIKASI CDMA Rr. Rizka Kartika Dewanti, TE Tito Maulana, TE Ashif Aminulloh, TE Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta

PERBANDINGAN TEKNIK MODULASI DSSS DAN FHSS PADA SISTEM JARINGAN WIRELESS LAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II DASAR TEORI. menggunakan media gelombang mikro, serat optik, hingga ke model wireless.

INTERFERENSI BLUETOOTH TERHADAP THROUGHPUT WLAN IEEE B

IEEE b 1.1 INTRODUCTION

BAB II DASAR TEORI. cara menitipkan -nya pada suatu gelombang pembawa (carrier). Proses ini

Instalasi dan Troubleshooting Jaringan Wireless

Code Division multiple Access (CDMA)

WIRELESS LAN. Mata kuliah Jaringan Komputer Iskandar Ikbal, S.T., M.Kom

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. WLAN dengan teknologi Infra red (IR) dan Hewlett-packard (HP) menguji WLAN

BAB II CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS (CDMA) CDMA merupakan singkatan dari Code Division Multiple Access yaitu teknik

ANALISIS PERBANDINGAN TEKNOLOGI SPREAD SPECTRUM FHSS DAN DSSS PADA SISTEM CDMA

Gambar 7. Tabel 1. Sub bagian di dalam FC

Kuliah 5 Pemrosesan Sinyal Untuk Komunikasi Digital

Dukungan yang diberikan

STANDARISASI FREKUENSI

Dasar Sistem Transmisi

II. TINJAUAN PUSTAKA. perang ataupun sebagai bagian dari sistem navigasi pada kapal [1].

Read more: Create your own website for free:

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. bertujuan untuk mempermudah pengelompokan sampel. Adapun analisis

William Stallings Data and Computer Communications 7 th Edition. Bab 9 Spektrum Yang di/tersebar

Teknologi Komunikasi Data Jaringan Nirkabel. Adri Priadana - ilkomadri.com

METODE PENGUJIAN ALAT DAN/ATAU PERANGKAT TELEKOMUNIKASI WIRELESS LOCAL AREA NETWORK

PENGARUH PERFORMANSI AKIBAT INTERFERENSI PADA SISTEM BLUETOOTH DAN WLAN B

Cara Kerja Sistem Jaringan Wireless Network Dan Wi-Fi Sinta Puspita Dewi

SEKILAS WIRELESS LAN

BAB II CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS. Konsep selular mulai muncul di akhir tahun 1940-an yang digagas oleh

Multiple Access. Downlink. Handoff. Uplink. Mobile Station Distributed transceivers Cells Different Frequencies or Codes

Protokol pada Wireshark

Faktor terpenting dalam jaringan komputer adalah transfer data antar dua komputer di tempat yang berbeda.

TEKNOLOGI JARINGAN TANPA KABEL (WIRELESS)

BAB II LANDASAN TEORI. objek yang terdeteksi. Pada mulanya radar digunakan sebagai salah satu alat

4.2. Memonitor Sinyal Receive CPE/SU Full Scanning BAB V. PENUTUP Kesimpulan Saran...

Bluetooth. Pertemuan III

Simulasi Pengiriman Dan Penerimaan Informasi Menggunakan Teknologi Spread Spektrum

Designing WLAN based Metropolitan Area Network (MAN)

IEEE g Sarah Setya Andini, TE Teguh Budi Rahardjo TE Eko Nugraha TE Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta

Realisasi Kode Prima Untuk Mengatur Loncatan Frekuensi (Frequency Hop) Dalam Sistem FH-CDMA ABSTRAK

Wireless LAN. Pendahuluan

Makalah Media Unguided Mata Kuliah Komunikasi Data

BAB II LANDASAN TEORI. II. 1. Jenis dan Standar dari Wireless Local Area Network

TUGAS KOMUNIKASI DIGITAL CODE DIVISION MULTIPLE ACCES

BAB 2 LANDASAN TEORI

Apa perbedaan antara teknik multiplex dan teknik multiple access??

BAB II DASAR TEORI. sesuai dengan sinyal pemodulasinya. Modulasi ada dua macam, yaitu modulasi

KOMUNIKASI DATA JUFRIADIF NA`AM. 4. Komunikasi Disekitar Kita

Sekilas Tentang WIFI. Berdasarkan kemampuan roaming wireless data dibagi menjadi:

Wireless Network

PERCOBAAN VI Komunikasi Data SISTEM KOMUNIKASI BLUETOOTH

BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Komunikasi Data 2.2 Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi

NOMOR : 241/DIRJEN/2000

Perbedaan Bluetooth dengan Wi-Fi (Wireless Fidelity) Titik Nurnawangsih

DAFTAR TABEL. Tabel 2.1 Tabel PS/NS untuk Up dan Down Counter 3 bit. 23

STANDAR JARINGAN LOKAL NIRKABEL DAN ORGANISASINYA. Abas Ali Pangera STMIK AMIKOM Yogyakarta

WIRELESS NETWORK. Pertemuan VI. Pengertian Wireless Network. Klasifikasi Wireless Network

Dasar- dasar Penyiaran

Analisis Kelemahan Keamanan pada Jaringan Wireless Aji Supriyanto

Agus Setiadi BAB II DASAR TEORI

BAB II TEORI DASAR. antena. Selanjutnya akan dijelaskan pula mengenai pengenalan wireless LAN.

6.2. Time Division Multiple Access (TDMA)

BAB II LANDASAN TEORI

FREQUENCY HOPPING SPREAD SPECTRUM RECEIVER DENGAN PSEUDO NOISE CODE

BAB III Perencanaan Jaringan VSAT Pada Bank Mandiri dengan CDMA

HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR

Wireless Network. Konsep Dasar Jaringan Nirkabel. Muhammad Riza Hilmi, ST.

RUSMADI FAMILAB ANALISA JARINGAN WLAN PADA GEDUNG NUSANTARA I DPR RI TAHUN Bung Fai Galeh NW

Wireless Network. Melwin Syafrizal, S.Kom.,M.Eng.

3.1 Model Matematika untuk masalah interferensi pada WLAN. Telah dijelaskan pada bab satu bahwa dengan teknologi dan kemudahan yang

Wireless Network. Konsep Dasar Jaringan Nirkabel. Muhammad Riza Hilmi, ST.

PERSYARATAN TEKNIS ALAT DAN PERANGKAT TELEKOMUNIKASI WIRELESS LOCAL AREA NETWORK

BAB III. IMPLEMENTASI WiFi OVER PICOCELL

Introduction to spread spectrum (SS) Alfin Hikmaturokhman,MT

IEEE n. Mariza Azhar, Gotama Edo Priambodo, Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta

SUPERCHANNEL SEBAGAI METODE CEPAT DALAM MENGATASI INTERFERENSI FREKUENSI 2,4 GHz

SEJARAH WIFI ENI NURKAYATI. Abstrak. Pendahuluan.

SISTEM SELULAR. Pertemuan XIV

BAB I PENDAHULUAN. memperoleh informasi baik dari manusia maupun dunia maya semakin

Pengantar Teknologi SIA 1. Henny Medyawati Program Sarmag Universitas Gunadarma

MODUL SISTEM JARINGAN KOMPUTER MODUL 3 MEDIA KOMUNIKASI

Pemrograman Nirkabel (pertemuan 6) Dosen Pengampu Abdul Kadir

TUGAS AKHIR ANALISIS KINERJA JARINGAN KOMPUTER WIRELESS DI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Spread Spectrum (FHSS) pada

JARINGAN KOMPUTER Chandra Hermawan, M.Kom

Wireless Network. Melwin Syafrizal, S.Kom

BAB II WIRELESS PERSONAL AREA NETWORK (WPAN)

TUGAS AKHIR ANALISA DAN PENGUKURAN PERFORMANSI WIRELESS LAN

I. PENDAHULUAN. secara langsung melalui jaringan kabel[1,2]. Implementasi jaringan dengan

Transkripsi:

Jakson Petrus M.B., S.Kom

Spektrum Gelombang Elektromagnetik

Spektrum Tersebar Spread spectrum atau spektrum tersebar adalah sebuah teknik komunikasi yang bersifat pita lebar (wide band) dan daya puncak (peak power) rendah.

Perbandingan Transmisi pita sempit (narrow band) Menggunakan lebar pita secukupnya Daya puncak tinggi Kerugian: Jamming mudah dilakukan Teknologi Spektrum Tersebar Lebar pita jauh lebih tinggi Daya puncak sangat rendah Bersifat seperti derau Lebih sulit di-jamm

Narrow Band vs Spread Spectrum

Penggunaan Spread Spectrum Thn 50an digunakan pada sistem komunikasi militer. Thn 80an dijadikan komunikasi publik oleh FCC. Telepon nir kabel, GPS, komunikasi selular digital (CDMA), sistem komunikasi personal,wlan, WPAN, WMAN, WWAN.

Teknik Penyebaran Spektrum Direct Sequence (DS) Frequency Hopping (FH) Time Hopping (TH) Hybrids: kombinasi dari teknik-teknik tsb

Diagram Direct Sequence

Diagram Sistem FH

Diagram Time Hopping

Diagram Sistem FH-DS

Spesifikasi FCC FCC hanya memberikan spesifikasi untuk dua tipe teknologi spektrum tersebar yaitu: DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum) FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum)

FHSS Teknik yang menggunakan lompatan frekuensi untuk menyebarkan lebar pita data secara cepat sampai lebih dari 83 MHz. Dalam WLAN, sesuai aturan FCC dan standar 802.11, FHSS memiliki lebarpita frekuensi sebesar 83,5 MHz pada frekuensi ISM (takberlisensi) di 2,4 GHz.

Cara kerja FHSS frekuensi pembawa (carrier) berubah-ubah (melompat-lompat) menurut urutan yang acak (pseudorandom). setiap melompat ke frekuensi tertentu, pembawa akan bertahan di frekuensi itu selama selang waktu tertentu (disebut dwell time) lalu menggunakan sejumlah kecil waktu untuk melompat ke frekuensi berikutnya (disebut hop time). FHSS tahan terhadap pengganggu (interference) narrow band sekalipun tidak kebal.

dwell time makin besar = throughput makin besar. nilai maksimum dwell time : 400 ms per frekuensi pembawa dalam periode 30 s.

Aturan FCC tentang FHSS Sblm 21/8/2000, dapat menggunakan 75 set (dari total 79) frekuensi pembawa sebagai lompatan frekuensi dengan daya maks pada intentional radiator 1 watt. Tiap frek mrpkn kelipatan 1 MHz, dan terletak antara 2.402-2.480 GHz. Stlh 31/8/2000, minimum harus dilakukan 15 lompatan, tidak boleh ada overlap antar frekuensi pembawa. IEEE menetapkan untuk 802.11, sistem FH memiliki pemisahan frekuensi sedikitnya 6 MHz antar lompatan..

DSSS mengirimkan dan menerima data pada frekuensi selebar 22 MHz. laju data yang dikirimkan dapat lebih tinggi dibandingkan FHSS.

Cara kerja DSSS Pada pemancar, DSSS menggabungkan data digital asli dengan deretan pulsa yg mempunyai frekuensi (laju data) sangat tinggi yang disebut chipping code, proses penggabungannya disebut processing gain. FCC menentukan nilai processing gain minimum yang diijinkan 10, yang lazim dipakai 20. Standar IEEE 802.11, nilai minimum processing gain sebesar 11.

Dalam pita takberlisensi (ISM) 2,4 GHz, IEEE menetapkan laju data 802.11 untuk DSSS sebesar 1-2 Mbps, dengan standar 802.11b laju datanya bisa mencapai 5,5 Mbps dan 11 Mbps. 802.11b mempunyai kemampuan backward compatibility. Jadi pengguna 802.11 tidak perlu mengupgrade keseluruhan WLAN jika ingin menggunakan 802.11b pada jaringannya.

Standar 802.11a memiliki laju data setinggi 54 Mbps. 802.11a tidak kompatibel dengan 802.11 atau 802.11b karena menggunakan frekuensi kerja berlisensi 5,5 GHz (bukan 2,4 GHz). Standar 802.11g beroperasi di 2,4 GHz (sehingga kompatibel dengan devais 802.11 dan 802.11b) serta mampu mengantarkan data sampai 54 Mbps..

Channel DSSS Tiap saluran adalah pita frekuensi selebar 22 MHz dan menggunakan frekuensi pembawa sebesar 1 MHz.

DSSS lebih rentan terhadap interferensi dibandingkan dengan FHSS karena sebaran spektrumnya lebih sempit (22 MHz dibandingkan 79 MHz).

Aturan FCC tentang DSSS daya pancar maksimum 1 watt dalam konfigurasi point ke multi-point. daya keluaran maksimum tidak tergantung pada saluran yg dipakai..

Perbandingan FHSS dan DSSS Interferens NB Lokasi bersama (co-location) Biaya Ketersediaan dan kompatibilitas perangkat Laju data dan throughput Keamanan Dukungan standar

Interferens Narrow Band FHSS lebih unggul karena lebarpitanya (79MHz) jauh lebih tinggi dibandingkan DSSS (22 MHz).

Biaya Perangkat DSSS sudah banyak tersedia di pasaran dengan harga yang lebih murah dibandingkan FHSS.

Lokasi Bersama (co-location) FHSS lebih unggul karena lebih banyak sistem FHSS yang dapat ditempatkan dalam lokasi yg sama tanpa saling berinterferens, dibandingkan dengan jika menggunakan DSSS. Sistem FH dapat mempunyai 79 saluran, sedangkan DSSS hanya mempunyai maksimum 3 saluran pada lokasi yang sama.

co-location... DSSS Tiga AP pada suatu lokasi mempunyai throughput maksimum: 3 AP x 11 Mbps = 33 Mbps Bila diambil 50%-nya saja maka throughput DSSS adalah: 33 Mbps/2 = 16,5 Mbps FHSS Enam belas buah AP FHSS mempunyai throughput maksimum: 16 AP x 2 Mbps = 32 Mbps Bila diambil 50%-nya saja maka throughput FHSS adalah: 32 Mbps/2 = 16 Mbps Jadi untuk throughput yang sama, FHSS membutuhkan 13 AP lebih banyak. Selain itu untuk keperluan instalasi dibutuhkan kabel dan konektor yang lebih banyak dibandingkan DSSS.

Ketersediaan dan Kompatibilitas Perangkat DSSS telah memiliki standarisasi dari Wireless Ethernet Compatibility Alliance (WECA) untuk 802.11 dan dikenal sebagai Wireless Fidelity (WiFi). FHSS belum memiliki standarisasi untuk perangkatnya.

Laju Data dan Throughput Sistem FHSS dan DSSS memiliki throughput hanya sekitar setengah dari laju datanya. Data sesungguhnya harus dibungkus dengan frame data yang juga harus dikirimkan sehingga memperlambat laju data riil. Sejumlah sistem WLAN menggunakan protokol khusus di lapisan fisik (physical layer) yang dapat meningkatkan laju data sampai 80%, namun mengabaikan kompatibilitas.

Dukungan Standar DSSS mempunyai keuntungan karena biaya implementasi yang murah serta telah ada standarisasi oleh WECA dalam bentuk WiFi. Standar WiFi untuk sistem DSSS 5 GHz akan mendorong industri mengembangkan perangkat WLAN baru. Standar baru FHSS meliputi HomeRF 2.0 dan 802.15 namun tidak ada yang mendapat dukungan di perusahaan..

Lanjut minggu depan...