BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV GAMBARAN UMUM PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dewasa ini semakin tingginya kesadaran khalayak untuk

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Gaya hidup menjadi bentuk eksistensi diri yang tidak dapat terpisahkan dalam

BAB I PENDAHULUAN. kemudahan dan penyampaian yang missal dan serentak. penyajiannya kepada pembaca masyarakat luas. Perkembangan media

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Media massa dapat menjadi suatu alat yang memberikan informasi,

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. bukan merupakan segmen bisnis yang populer. menerbitkan edisi Bandung-nya, seperti Kompas, Republika, SINDO, Koran Tempo,

BAB I PENDAHULUAN. dengan era komunikasi interaktif (interactive communication), media massa

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. dalam mendapatkan informasi. Berita mengenai sesuatu yang terjadi di

BAB I PENDAHULUAN. komunitas wanita dibandingkan pria, termasuk dalam bisnis online. Hal inilah. untuk mengelola portal website khusus untuk wanita.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Semenjak media massa dikenal mampu menjangkau khalayak dengan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.24/MEN/2010 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. harus dipenuhi, seperti kebutuhan untuk mengetahui berita tentang dunia fashion,

BAB I PENDAHULUAN. disekitarnya. Komunikasi sangat berperan penting baik dari segi kehidupan sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, maupun politik.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Sumber: ( diakses pada 17 Desember 2015, 18:55)

BAB 1 PENDAHULUAN. berkembang mengikuti arahan perkembangan modernisasi global di dunia ini. Media

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi ini persaingan bisnis menjadi sangat tajam, baik di pasar

BAB I PENDAHULUAN. informasi yang sangat dikenal oleh seluruh masyarakat di Indonesia maupun di dunia.

BAB I PENDAHULUAN. cetak seperti majalah, koran, buklet, poster, tabloid, dan sebagainya. Walaupun

BAB I PENDAHULUAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah setelah runtuhnya Orde Baru, di era reformasi saat ini, media dengan

BAB I PENDAHULUAN. organisasi kompleks jelasnya media adalah pemain utama dalam komunikasi.

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dianggap tidak memiliki peran penting dan bisa dibilang dianggap

BAB I PENDAHULUAN. operasional perusahaan. Hal ini dapat dilakukan, jika perusahaan dapat

Perkembangan komunikasi massa saat ini sangat pesat dalam berbagai. kehidupan manusia. Informasinya dapat disampaikan secara cepat dan hampir

BAB I PENDAHULUAN. Media massa menjadi entertainer (penghibur) yang hebat karena bisa mendapatkan

BAB I PENDAHULUAN. Hotel adalah suatu badan usaha yang bergerak di bidang jasa akomodasi yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sejak manusia mulai hidup bermasyarakat, maka sejak saat itu sebuah

BAB 1 PENDAHULUAN. Di era globalisasi ini, kebutuhan manusia terhadap teknologi informasi

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan bisnis media di Indonesia, khususnya surat kabar dalam

ANALISIS GEJALA KONTAMINASI, PENGGUNAAN BAHASA ASING DAN DAERAH DALAM BERITA POLITIK SURAT KABAR SOLOPOS EDISI OKTOBER-NOVEMBER 2009 SKRIPSI

BAB 1 PENDAHULUAN. komunikasi semakin berkembang pesat. Dengan perkembangan teknologi

Tetapi pada dasarnya media cetak pada saat ini tetap menjadi pilihan bagi masyarakat tertentu, dan media cetak yang dari dulu hingga sekarang masih ba

BAB I PENDAHULUAN. Era otonomi daerah, sektor pariwisata memegang peranan penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. dilihat oleh perusahaan sebagai sebuah tantangan bagi perusahaan untuk dapat

Jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau kepenulisan. Kata dasarnya jurnal (journal), artinya laporan atau catatan, atau jour dalam

I. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat serta

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Dalam mengkomunikasikan produk atau jasa kepada masyarakat,

BAB I PENDAHULUAN. biasa disebut dengan media massa. Pesatnya perkembangan industri media

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. wadah penghububung informasi kepada khalayak luas, dirasa sangat tepat dan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam lingkup pendidikan suatu pembelajaran materi yang diajarkan

BAB 1 PENDAHULUAN. orang tentunya membutuhkan informasi dalam keberlangsungan. hidupnya.penyampaian informasi dapat dilakukan secara beragam.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di era perkembangan kemajuan teknologi dan pengetahuan, semua arus

B A B I PENDAHULUAN. Kota Solo memiliki banyak keunikan salah satunya dikenal sebagai

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kemajuan ilmu pengetahuan di zaman sekarang dan teknologi saat ini

BAB I PENDAHULUAN. kimia. Saat ini sedang berkembang seiring berjalannya waktu. Memiliki cabang yang

BAB I PENDAHULUAN. menguntungkan, salah satunya adalah pertukaran informasi guna meningkatkan. ilmu pengetahuan diantara kedua belah pihak.

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang dalam

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. besar pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja, motivasi kepuasan kerja

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kantor, dll ), oleh karena itu komunikasi menyentuh hampir seluruh aspek

BAB I PENDAHULUAN. hanya pada sektor usaha yang berorientasi pada laba, sektor pendidikan juga

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. paling tua dibandingkan dengan jenis media massa lainnya. Sejarah mencatat

BAB I PENDAHULUAN. Humas Pemerintahan dan Humas Perusahaan. Humas Pemerintahan dan. satu peran yang berbeda dari kedua Humas tersebut adalah Humas

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) pada abad 21 dan reformasi sosial

BAB I PENDAHULUAN. dengan tujuan menyampaikan maksud kepada lawan bicaranya. Bahasa terdiri atas

BAB I PENDAHULUAN. media massa yang beredar, baik media cetak seperti: surat kabar, tabloid dan

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi ini, sudah tak asing lagi kita mendengar kata televisi.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Media cetak dan elektronik dewasa ini sangat berkembang di dunia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Doli Nirwansyah, 2014

BAB V PENUTUP. konsumen sasaran, menentukan peranan periklanan dan bauran promosi, menunjukkan tujuan dan besarnya anggaran promosi, memilih strategi

BAB I PENDAHULUAN. sendiri. Dengan sendirinya perkembangan usaha penerbitan pers mulai

BAB I PENDAHULUAN. tekanannya, sehingga perusahaan dituntut melakukan inovasi secara terus menerus

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Aktivitas manajemen pada setiap organisasi berhubungan dengan usaha

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dalam mencari informasi. Di era globalisasi saat ini dan. saat ini adalah media massa online.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. promosi adalah bagaimana cara mengkomunikasian suatu pesan (produk) kepada publik.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring berjalan nya waktu dimana dunia fashion sedang berkembang begitu

BAB I PENDAHULUAN. langsung atau Foreign Direct Investment-FDI. Investasi yang dilakukan oleh

BAB I PENDAHULUAN. Sebuah organisasi terdiri dari sekelompok orang yang bekerja bersama-sama untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berkualitas akan turut

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Di dalam organisasi modern keberadaan komunikasi demikian pentingnya

BAB 1 PENDAHULUAN. pasti bertujuan untuk memiliki citra yang baik, citra. adalah kesan yang diperoleh melalui pengalaman seseorang mengenai suatu hal,

BAB I. seseorang dan begitupun sebaliknya serta dengan adanya interaksi tersebut kita

BAB I PENDAHULUAN. organisasi, hal ini dikarenakan kepemimpinan merupakan sentral dari sebuah

BAB I PENDAHULUAN. Media merupakan alat untuk menyampaikan informasi atau pesan dari

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan. signifikan (F=7,595 dan p<0,01) dengan sumbangan efektif secara bersamasama

BAB I PENDAHULUAN. sorotan hangat oleh seluruh negara di dunia khususnya Indonesia. Isu globalisasi,

BAB I PENDAHULUAN. dimana ketiganya merupakan tahap-tahap dari perkembangan media komunikasi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Dunia periklanan saat ini berkembang begitu pesat. Banyak dari instansiinstansi,

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan suatu organisasi, khususnya di bidang bisnis. Sumber Daya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Magic Wave Sumatera Surf Championship 2012

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Manusia dalam perkembangannya saat ini membutuhkan berbagai media untuk melakukan komunikasi. Salah satu media yang digunakan oleh manusia adalah media massa. Gejala ini muncul seiring dengan meningkatnya peran media massa sebagai suatu institusi penting dalam kehidupan masyarakat (McQuail, 1987: 154). Perkembangan media massa dimulai dengan munculnya media cetak, media elektronik (radio, film, dan televisi) hingga media bentuk baru (internet). Media massa berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan pendapat Dennis McQuail bahwa pada dasarnya media massa merupakan saluran yang dimanfaatkan untuk mengendalikan arah dan memberikan dorongan dalam perubahan sosial di masyarakat. Jadi, segala informasi yang ada dalam media massa dapat memberikan wawasan kepada masyarakat dan dapat membuat suatu perubahan dalam masyarakat. Media pada perkembangannya sekarang ini sangat pesat, hal ini terlihat dari munculnya new media (internet/online). Perkembangan teknologi komunikasi informasi harus diakui memberikan paradigma baru yang mengubah keseluruhan cara pandang kita tentang berbagai masalah dan persoalan yang ada di muka bumi ini. Perubahan paradigma ini juga mempengaruhi media massa. Perkembangan media yang sangat pesat, keberadaan media cetak walaupun terbilang cukup lama dan memiliki kelemahan dibanding dengan new media seperti internet, media cetak masih tetap menunjukkan eksistensinya dan masih mendapat tempat di benak konsumen atau pembacanya. Dalam beberapa dekade terakhir, media cetak merupakan suatu media yang tumbuh pesat untuk melayani kebutuhan dan kepentingan pendidikan, informasi, serta hiburan dari banyak pembaca dalam pasar konsumen maupun bisnis. Keragaman majalah yang besar ini menjadikannya media menarik bagi banyak pengiklan. Di Indonesia sendiri perkembangan media cetak terbilang sangat pesat. Hal ini terlihat dari munculnya berbagai media cetak dengan berbagai segmen pembaca. Tidak terkecuali di daerah Bali. Kehidupan pers disemarakkan dengan beragam penerbitan mulai dari harian, mingguan, sampai bulanan.

Kondisi Bali akibat bom Bali 1 (satu) tanggal 12 Oktober 2002 benar-benar membuat lumpuh seluruh sektor, tidak terkecuali sektor media massa. Efek dari bom Bali tersebut cukup terlihat dari banyaknya media massa yang kolaps. Berikut ini beberapa situasi media massa pasca bom Bali. Tabel 1.1. Media Cetak Pasca Bom Bali No. Media Massa Kolaps Keterangan Eksis 1 Bali Tribune 2 The Echo 3 Latitudes 4 Koran bali 5 Patroli Post 6 Fajar Bali 7 Warta Bali 8 Radar Bali Sumber: Redaksi Magic Wave 2007 Namun berjalan belum genap 1 tahun pasca bom Bali 1 (satu) yang terjadi membuat seluruh sektor sedikit demi sedikit mulai bangkit, tidak terkecuali juga kebangkitan dari sektor media massa. Hal tersebut dapat dilihat dengan terbitnya majalah Magic Wave pada akhir 2002. Kemunculan Magic Wave di sektor media massa pasca bom Bali diikuti oleh beberapa media massa lain, Berikut ini tabel yang memaparkan kebangkitan media massa pasca bom Bali : Tabel. 1.2 Kemunculan Media Cetak Baru Pasca Bom Bali tahun 2002-2007

No. Nama Media Massa Tahun Terbit 1 Magic Wave 2002 2 Bali Post 2003 3 DenPost 2005 4 Bisnis Bali 2006 5 Nusa Bali 2007 Sumber : Redaksi Magic Wave 2007 Melihat banyaknya media cetak yang bermunculan di Bali mayoritas berorientasi bisnis & pariwisata yang juga memiliki wadah dengan nama BTMA (Bali Tourism Magazine) dan tidak terkecuali media cetak yang bertemakan surfing. Bali menjadikan dirinya sebagai poros perkembangan olahraga surfing di Indonesia, dan hal tersebut juga yang menjadikan alasan pesatnya perkembangan media surfing khususnya media cetak. Namun dari sedemikian banyak media cetak yang mengangkat mengenai olahraga surfing, kebanyakan pemilik modal atau pengelolanya berasal dari luar Indonesia, dan menurut data dari BTMA (Bali Tourism Magazine) tercatat hanya Magic Wave sebagai media cetak surfing non profit pertama dengan owner dan sumber daya manusia/ karyawan yang berasal dari Indonesia. Berikut ini adalah daftar media cetak surfing yang ada di Bali hingga Desember 2012. Tabel. 1.3 Media Cetak Surf Community di Bali No. Nama Media Cetak Produksi Media Tahun Pembuatan Orientasi 1. Surfing World Australia 1962 (oldest) Profit

2. Australia s Surfing Life Australia 1985 Profit 3. Zig Zag Afrika 1990 Profit 4. Kiwi Surf New Zaeland 1990 Profit 5. Surfer Journal Prancis 1992 Profit 6. Baleal Surf Feamp Europe 1993 Profit 7. Transworld Surf Magazine Europe 1999 Profit 8. Carve Inggris 1999 profit (terbesar) 9. Surf Time Indonesia (Bali) 1999 Profit 10. Magic Wave Indonesia (Bali) 2002 non profit 11. Indo Surf Indonesia (Bali) 2004 non profit 12. Surf Shot Indonesia (Bali) 2004 non profit 13. Surfing Magazine Australia 2004 Profit 14. The Surfer Amerika 2004 Profit The Quartely

15. WSSM United State 2011 Profit (Women Surf Style Magazine) 16. Stab Australia 2012 Profit Sumber: BTMA (Bali Tourism Magazine) 2012 Magic Wave berdiri pada tahun 2002 dikemas dalam bentuk tabloid dengan visi misi tidak berorientasi pada keuntungan (non profit), melainkan untuk memberikan media pembelajaran kepada teman-teman komunitas dan memajukan surfing Indonesia. Magic Wave merupakan satu satunya media dalam bentuk tabloid di Indonesia yang mengangkat sebuah komunitas olahraga surfing yang sudah diterbitkan oleh PT. Gama Bali Dwipa sejak dua belas (12) tahun yang lalu. Magic Wave mengangkat kehidupan para surfer beserta kegiatan kegiatan yang dilakukannya. Dalam penyajian beritanya, Magic Wave mengemas dalam bahasa Inggris, Jepang, dan Indonesia. Adapun Magic Wave memuat tentang : berita berita, entertainment, foto foto surf/ skate/ olahraga extreme dan kebutuhan penunjang dalam kehidupan para surfer asing dan domestik. Kehadiran Magic Wave yang sarat dengan informasi yang diperlukan oleh para surfer dan pecinta olahraga sangat dinantikan oleh semua pembaca pecinta surfing, dan juga pecinta olahraga lainnya seperti skateboarding, BMX, Kite Surfing, Mountain Biking, Motocross, dll.an Magic Wave sama seperti perusahaan media pada umumnya yang memiliki struktur organisasi dan pembagian tugas kerja (job description) bagi masing-masing karyawan. Sebagai media komunitas yang terbilang besar dan berkembang, Magic Wave juga memerlukan adanya sebuah struktur organisasi didalamnya untuk menunjang komunikasi dalam hubungan intern Magic Wave sehingga diharapkan mampu mencapai tujuan dari pada visi misi yang diharapkan. Melihat perkembangan dan potensi yang dimiliki Magic Wave sebagai media komunitas non profit, tidak heran apabila masyarakat/ pembaca sangat antusias dan selalu menunggu terbitnya edisi baru majalah tersebut. Hal yang penting dan harus digaris bawahi bahwa media ini mampu bersaing dengan ketatnya persaingan media di Bali baik itu berorientasi profit maupun non profit. Sebagai bukti tetap eksisnya tabloid ini hingga

memasuki tahun ke duabelas (12) Magic Wave tetap masih mampu melayani dan memediasi teman-teman komunitas akan sebuah informasi surfing. Magic Wave sebagai media komunitas didalamnya juga memerlukan sebuah sruktur organisasi untuk mempermudah kinerja karyawan bukan karena alasan, sebagai media komunitas yang berkembang pesat dan memiliki tingkat rutinitas kegiatan yang padat, seperti liputan/ jurnalis, marketing communication (periklanan), promosi, distribusi, event, serta layanan informasi. Magic Wave selain membutuhkan karyawan dengan struktur organisasinya, memerlukan sosok pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang sesuai sebagai penunjang tercapainya produktifitas dan efektifitas organisasi. Kondisi ini dapat diterapkan dengan dicari tahu mengenai gaya kepemimpinan seperti apa yang baik bagi perkembangan Magic Wave sebagai media sehingga Magic Wave dapat mampu tetap eksis hingga 12 tahun sebagai media cetak komunitas non profit. Peran anggota atau individu dalam organisasi dituntut untuk selalu berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain, baik itu antara bawahan dengan atasan (upward communication), antara sesama teman (horizontal communication) dan atasan dengan bawahan (downward communication). Dengan begitu aliran komunikasi berjalan lancar sehingga membentuk komunikasi organisasi yang berkembang sesuai dengan misi organisasi. Dengan berbagai macam aktivitas tersebut, seperti yang dikemukakan oleh Barnard (1958) bahwa komunikasi merupakan kekuatan utama untuk membentuk organisasi dan komunikasi yang membuat dinamis suatu sistem kerjasama dalam organisasi dan menghubungkan tujuan organisasi pada partisipasi orang didalamnya 1. Di sisi lain keberadaan karyawan juga mendukung kesuksesan sebuah organisasi perusahaan, disamping tentunya faktor lain seperti relasi, teknologi, dan kemampuan sumber daya manusia dalam menjalankan perusahaan. Aktivitas atau pekerjaan suatu organisasi merupakan suatu kolektivitas sehingga dalam setiap penyelesaian rangkaian pekerjaan seorang karyawan dituntut untuk bekerja sama, saling terkait dan tidak akan melepaskan diri dengan karyawan lain dalam organisasi itu. Selain itu keberhasilan organisasi dalam mengelola sumber daya yang dimiliki ditentukan pula oleh pemimpin itu sendiri. Salah satu permasalahan penting bagi pimpinan dalam suatu organisasi adalah bagaimana memberikan motivasi kepada karyawan untuk melakukan pekerjaan dengan baik. 1 Kuswarno, 2001, p.57

Dalam hal ini, pimpinan dihadapkan suatu persoalan bagaimana dapat menciptakan situasi agar bawahan dapat memperoleh kepuasan secara individu dengan baik, dan bagaimana cara memotivasi agar mau bekerja berdasarkan keinginan dan motivasi untuk berprestasi yang tinggi. Sebagai perusahaan yang memiliki pimpinan tertinggi, yaitu Chief Editor, gaya kepemimpinan akan menentukan bagaimana seorang pemimpin akan berkomunikasi dengan bawahannya. Apabila gaya kepemimpinan seseorang pemimpin dapat mengarah pada hal yang meningkatkan iklim komunikasi, maka akan mendorong produktivitas kerja karyawan dan menentukan kualitas dan target sebuah perusahaan. Dari apa yang tertulis diatas maka keberadaan sosok pemimpin dan cara berkomunikasi yang diterapkan dalam Magic Wave menjadi hal yang sangat penting dalam kaitannya menjaga dan mengembangkan eksistensi Magic Wave sebagai media cetak komunitas non profit. Maka dari itu, peneliti ingin melihat seperti apa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh atasan yaitu Chief Editor Magic Wave sehingga media itu tetap bisa menjaga dan mengembangkan eksistensinya sebagai media komunitas non profit. 1.2 Rumusan Masalah Maka berdasarkan latar belakang diatas penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana Gaya kepemimpinan dan pola interaksi komunikasi yang diterapkan oleh Chief Editor Magic Wave Surf Community Newspaper Bali dalam upaya menjaga eksistensi media non profit sehingga mampu tetap bertahan selama 12 tahun ditengah ketatnya persaingan media di Bali? 1.3 Tujuan Penelitian Penelitian ini memiliki 2 tujuan, yaitu sebagai berikut: 1. Untuk memahami gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Chief Editor perusahaan Magic Wave Surf Community Newspaper Bali dalam menjaga eksistensi media non profit selama 12 tahun ditengah ketatnya persaingan media. 2. Memahami pola komunikasi yang diterapkan oleh Chief Editor perusahaan Magic Wave Surf Community Newspaper Bali dalam menjaga eksistensi media non profit selama 12 tahun ditengah ketatnya persaingan media.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Teoritis Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi penelitian Ilmu Komunikasi terutama dalam pengembangan pemikiran teoritik mengenai gaya kepemimpinan dan pola interaksi komunikasi sebuah pemimpin dalam kajian komunikasi organiasasi. 1.4.2 Praktis Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan penjelasan tentang gaya kepemimpinan yang diterapkan dalam perusahaan yang ada saat ini, khususnya bagi perusahaan yang menjadi obyek penelitian ini. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan masukan bagi anggota maupun pemegang tampuk kepemimpinan organisasi perusahaan dalam memahami komunikasi di dalam organisasinya. Selain itu diharapkan dapat memberi kontribusi pengetahuan mengenai kondisi didalam perusahaan bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja. 1.4.3 Sosial Secara sosial, penelitian ini juga ditujukan untuk masyarakat yang hendak masuk kedalam lingkungan organisasi perusahaan, agar mampu mengoptimalkan komunikasi dengan memperhatikan aspek-aspeknya dan menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai, sehingga perusahaan mampu untuk tetap berkembang sesuai tujuan yang diharapkan. 1.5 Konsep yang Digunakan 1.5.1 Pada penelitian ini peneliti menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Paul Hersey dan Ken Blanchard yaitu mengenai:

1.5.1.1 Gaya Kepemimpinan Situasional 1.5.1.2 Derective Behaviour 1.5.1.3 Supportive Behaviour 1.5.2 Konsep Komunikasi Organisasi menurut Wayne Pace 1.5.2.1 Pengertian Komunikasi Organisasi 1.5.2.2 Sifat Komunikasi Organisasi 1.5.3 Proses Komunikasi Organisasi menurut Wiryanto 1.5.3.1 Internal 1.4.3.2 Eksternal 1.5.4 Konsep Pola Interaksi Komunikasi menurut Barry Cushway & Derek Lodge 1.6 Batasan Penelitian Dalam penelitian ini peneliti ingin membahas mengenai eksistensi dari Magic Wave Surf Community Newspaper Bali dengan melihat melalui faktor internal Pimpinan tertinggi yaitu Chief Editor dengan batasan penelitian yang meliputi gaya kepemimpinan dan pola interaksi komunikasi dari sosok Chief Editor.