BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5. 1 Kesimpulan Dari pembahasan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan : Astra memiliki banyak usaha dan sekarang ini mempunyai enam divisi bisnis: Permobilan, Jasa Keuangan, Alat Berat, Agribusiness, Teknologi Informasi, dan Infrastruktur. Penerapan CSR pada masing-masing divisi berbeda-beda, tetapi pada umumnya lingkup penerapan CSR ini pada stakeholder Astra, yaitu : shareholder, karyawan, pelanggan, supplier, masyarakat sekitar, lingkungan hidup, serta pemerintah. Dan seluruh kegiatan CSR pada Astra ini dilandasi oleh nilai-nilai dasar perusahaan yaitu cita-cita Astra, Catur Dharma, Visi, President Letter dan Corporate Policy sebagai faktor penting dalam penerapan CSR. Dalam mengimplementasikan kegiatan CSR-nya, Astra pada awalnya menggunakan Astra Green Company (AGC) dan kemudian disusul dengan Astra Friendly Company (AFC) yang diluncurkan pada tanggal 2 Desember 2004 sebagai tambahan dari AGC, dan juga Astra membentuk satu divisi yang mengurusi kegiatan CSR ini yaitu divisi Environment and Sosial Responsibility (ESR). Dalam implementasi ini Astra membagi kegiatan CSR ini kedalam
beberapa bagian sesuai dengan kegaiatan usahanya seperti Sales Operation, Astra Motor I, Astra Motor II, Astra Motor III, Astra Motor IV, Alat berat dan Pertambangan, Agribisnis, Jasa Keuangan, dan Sistem dibidang teknologi informasi dan infrastruktur. Dari semua kegiatan CSR yang dilakukan pada divisi-divisi tersebut lebih difokuskan pada kegiatan internal perusahaan seperti program LK3, dan program-program penghematan sumber daya, dan fokus pada korporasi bukan konsumen. CSR di Astra lebih digunakan sebagai komponen dalam manajemen operasional hariannya. Pada Astra Green Company, konsep CSR contohnya diterapkan pada penghematan energi dan kertas di kantor, dan efisiensi proses produksi. Sedangkan Astra Friendly Company berhubungan dengan perlakuan yang lebih baik pada pegawai dan lingkungan di mana Astra beroperasi. Astra tidak mengatur secara langsung program marketing anak perusahaannya dan program CSRnya belum digunakan sebagai bagian dari aktivitas marketing. Dari analisis dasar dan penerapan CSR ini diketahui bahwa kegiatan CSR yang dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dan berbeda dengan kegiatan sosial perusahaan atau yang sering disebut Philantrophy, dimana kegiatan CSR lebih banyak dipengaruhi oleh faktorfaktor dalam perusahaan dan kegiatan CSR merupakan tanggung jawab perusahaan kepada stakeholder-nya. Hal ini berbeda dengan kegiatan Philantrophy yang sedikit atau bahkan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor dari dalam perusahaan. Oleh karena itu perusahaan bisa membagi mana yang kegiatan CSR dan mana yang kegiatan sosial atau Philantrophy sehingga dalam pelaksanaan CSR marketing-nya tidak mengalami
benturan, hal lain yang dapat disimpulkan adalah CSR dan marketing dapat saling bersinergi dimana marketing dapat mendukung kegiatan CSR dalam bentuk informasi kepada konsumen, meningkatkan image perusahaan dan mendorong perusahaan lain untuk ikut serta. Kegiatan CSR dapat mendukung kegiatan marketing yang dilakukan oleh perusahaan yang menghasilkan produk-produk bermutu dan juga produk yang peduli terhadap lingkungan. 5.2 Saran Saran - saran yang dapat diberikan adalah : 1. Membuat brosur dan selebaran Astra dapat mencetak media informasi mengenai kegiatan CSR bagi konsumen dan masyarakat luas, dengan menggunakan bahasa yang mudah untuk dimengerti. Dalam brosur tersebut, pembaca dapat memberikan masukan mengenai kegiatan CSR yang dilakukan Astra. 2. CSR marketing Dengan pembedaan kegiatan CSR dengan kegiatan sosial perusahaan, maka perusahaan dapat melakukan kegiatan CSR marketing, dimana hal ini dilihat sebagai suatu bentuk tanggung jawab perusahaan. Untuk kegiatan sosial perusahaan, Astra dapat mengikuti aturan-aturan atau norma yang berlaku di masyarakat. Sedangkan untuk kegiatan CSR marketing dapat dilakukan oleh Astra dengan komunikasi publik secara langsung. 3. Memaksimumkan pengunaan website
Memasukan laporan Astra Sustainability Report dan informasi-informasi mengenai AGC dan AFC dan kegiatan CSR lainnya kedalam website dan menjelaskan kegiatan-kegiatan CSR yang dilakukan dan yang akan dilakukan, juga menjelaskan pencapaian kegiatan CSR yang berjalan dan hasil kegiatannya. 4. Fokus pada suatu masalah sosial Astra dapat fokus pada satu masalah social, seperti kesadaran untuk menghemat bahan baker dalam industri otomotifnya, sehingga konsumen dapat mengaitkan suatu kegiatan CSR yang dilakukan Astra dengan produk yang dihasilkan perusahaan. 5. Perluasan kegiatan CSR Saat ini, kegiatan CSR Astra lebih menekankan pada segi internal, sebaiknya Astra mulai mengembangkan kegiatan CSR-nya keluar yang bertujuan untuk mengajak masyarakat umum, baik perorangan maupun perusahaan, untuk lebih mengenal dan mengerti tentang apa itu CSR. 6. Penamaan AGC dan AFC Dari penamaan AGC dan AFC ini ada dua rekomendasi : Memberikan informasi yang lebih Lebih memperkenalkan AGC dan AFC kepada masyarakat karena ada kemungkinan AGC dan AFC diangap sebagai suatu divisi dari Astra yang khusus mengurusi kegiatan lingkungan dan social. Hal ini dapat dilakukan dengan menempatkan brosur-brosur dan informasi pada unit unit bisnis Astra, website, dan juga melalui ketersediaan Astra Sustainability Report yang lebih luas.
Merubah penamaan Perubahan nama AGC dan AFC menjadi : 1) Astra Green and Friendly Company atau, 2) Astra Green and Friendly Program sehingga menjadi lebih mudah untuk dimengerti dan juga lebih jelas bagi masyarakat.